Anda di halaman 1dari 5

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER TELAAH KURIKULUM

Mata Kuliah/Kode : Telaah Kurikulum / …………….


Dosen : Dr. Keysar Panjaitan, M.Pd
Hari/Pukul/Tgl. : Senin / 09.00 – 10.00 / 9 November 2020

NAMA MAHASISWA : ANITA LESTARI


NIM : .5192421002
PRODI : PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

Soal Telaah Kurikulum

1. Ada beberapa pengertian kurikulum, sebutkan 2 pengertian kurikulum dan


sintesakan/simpulkan pengertian kurikulum tersebut.

2. Mengapa dilakukan pembaharuan/perubahan kurikulum?

3. Bagaimanakah hubungan kurikulum dengan guru dan kualitas pendidikan?

4. Dalam menyusun kurikulum perlu memperhatikan asas filosofis dan psikologis individu
dan psikologis belajar. Mengapa?

5. Jelaskanlah komponen-komponen kurikulum dan bagaimanakah hubungan antar


komponen tersebut?

6. Jelaskanlah 2 butir perbedaan dan 2 butir persamaan KBK dan KTSP

7. Apa yang kamu ketahui tentang kurikulum 2013 dan Jelaskan.

Jawab :

1.- Pengertian kurikulum ialah kebutuhan pertama untuk mencapai suatu penjelasan tentang
apa yang harus kita pahami,serta kurikulum dapat digunakan untuk berbagai jenis program
pengajaran dan instruksi.

- Pengertian lain Kurikulum itu ialah suatu program Pendidikan yang disedikan untuk
membelajarkan peserta didik dan sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh agar dipelajari
oleh peserta didik untuk memperoleh sejumlah pengetahuan.
Kesimpulannya : Kurikulum itu rencana pembelajaran /sejumlah matapelajaran yang harus
ditempuh seorang peserta didik dari awal sampai akhir artinya sebagai semua kursus,kegiatan,dan
pengalaman yang diselenggarakan oleh peserta didik dibawah arahan sekolah,baik didalam kelas
maupun tidak.

2. Dilakukannya perubahan atau pembaharuan kurikulum karena sebagian besar didorong oleh
kemajuan teknologi yang pesat,tuntutan dunia kerja,dianggap sudah tertinggal.

-Tuntutan dunia kerja

Agar setiap jenjang pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia
global didunia kerja dan menyiapkan SDM yang mampu bersaing secara nasional dan global.
- Dianggap sudah tertinggal
Jika kurikulum dianggap sudah tertinggal dari negara lain, maka kurikulum pun harus diperbaharui
agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

beberapa tahun terakhir adalah peningkatan insiden perencanaan dan persiapan dalam
pengembangan kurikulum ,Sebagian besar perubahan kurikulum dikatakan ‘penyimpangan’ yang
tidak direncanakan. Selama tiga dekade terakhir atau lebih lanjut, bagaimanapun, para pendidik
mulai melihat perlunya inovasi terencana,untuk menyadari bahwa jika perubahan pendidikan
adalah untuk mengimbangi dan menyesuaikan perubahan dalam masyarakat. Keuntungan evolusi
dibandingkan revolusi setidaknya terbukti dalam pendidikan seperti di tempat lain. Namun
demikian, harus diakui bahwa proses evolusi bisa lebih lancar, lebih cepat dan lebih efektif, jika
tidak dibiarkan begitu saja tetapi diterapkan sesuai dengan strategi yang dipikirkan dengan cermat.

3. Kurikulum sebagai pedoman pengalaman belajar mengandung makna bahwa kurikulum adalah
seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik diluar maupun didalam sekolah asal kegiatan tersebut
berasal di bawah tanggungjawab guru (sekolah)” Penyususnan kurikulum tidak dapat dikerjakan
secara sembarangan, mengingat pentingnya peran kurikulum di dalam pendidikan perkembangan
kehidupan manusia secara umum. Kurikulum dikembangkan sebagai acuan penyelenggaraan
kegiatan pendidikan nasional yang sesuai dengan kondisi, potensi peserta didik. Oleh sebab itu,
kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk me-mungkinkan penyesuaian program pendidikan
dengan keutuhan dan potensi yang ada di setiap daerah. Guru,kurikulum,dan peserta didik dapat
disebut sebagai komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. Ketidaksiapan salah satu
komponen dari ketiga komponen tersebut akan menyebabkan tidak dapat berlangsungnya proses
pendidikan. Oleh karena itu maka ketiga komponen tersebut merupakan komponen tritunggal yang
tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain.
Hubungan kurikulum dengan guru adalah, kurikulum merupakan pedoman yang digunakan dalam
proses belajar mengajar, dengan adanya kurikulum tentu tugas guru sebagai pengajar dan pendidik akan
lebih terarah. Sedangkan hubungan kurikulum dengan kualitas pendidikan adalah, jika kurikulum
disusun dan dikembangkan dengan baik, tentu dapat meningkatkan mutu pendidikan, sehingga satuan
pendidikan dapat menciptakan lulusan yang berkualitas.

4.Menyusun kurikulum perlu memperhatikan asas filosofis dan psikologis anak dan psikologis belajar
dalam mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang
harus dipertimbangkan dan diperhatikan salah satunya yaitu asas filosofis dan psikologis anak dan
psikologis belajar.
- Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat Negara, karena
para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung
tinggi. Kurikulum mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam
menentukan manusia yang dicita-citakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal.
-Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni psikologi anak,
(perkembangan anak), psikologi belajar, (bagaimana proses belajar anak).
a.Psikologianak
Sekolah didirikan untuk anak, untuk kepentingan anak, yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak
dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya oleh karena itu dalam mengembangkan kurikulum harus
memperhatikan psikologi anak (perkembangan anak)
-Di asas psikologis belajar
Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat di
didik, dapat dipengaruhi kelakuannya. bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya, maka
kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya.
Anak-anak dapat belajar, dapat menguasai sejumlah pengetahuan, dapat mengubah sikapnya, dapat
menerima norma-norma, dapat menguasai sejumlah keterampilan. Oleh sebab itu belajar adalah suatu
proses yang pelik dan kompleks,maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidak
sesuaian satu sama lain. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar,dengan demikian
ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Karena hubungan
yang sangat erat itu maka psikologi menjadisalah satu dasar kurikulum.
5. Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi; (3) strategi, pembelajaran;
(4) organisasi kurikulum dan (5) evaluasi. Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat
dan tidak bisa dipisahkan. Yakni:
a. Tujuan, yaitu target untuk mencapai sesuatu keberhasilan belajar.
b. Bahan pelajaran, yaitu segala materi yang harus dipersiapkan oleh guru saat proses
belajar mengajar.
c. Proses belajar mengajar, yaitu kegiatan yang terjadi antara pembelajar dan pebelajar, sehingga
dapat terjadinya respons dari pebelajar .
d. Evaluasi atau penilaian, yaitu kegiatan akhir dari pembelajaran , yaitu berupa soal yang biasanya
diberikan oleh guru saat mid semester dan semester.
Keempat komponen tersebut saling berhubungan, setiap komponen bertalian erat dengan ketiga
komponen lainnya. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari, bagaimana proses
belajarnya, dan apa yang harus dinilai. Penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya.
Misalnya saat UAN, UMPTN, maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai
tujuan kurikulum. Bila salah satu komponen berubah, misalnya ada salah satu komponen yang
ditonjolkan, maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. Kalau tujuannya jelas,
maka bahan pelajaran, PBM, maupun evaluasi akan lebih jelas.

6. Tidak terdapat perbedaan esensial antara KBK dan KTSP. Keduanya merupakan seperangkat
rencana pendidikan yang berorientasi pada kompetensi dan hasil belajar peserta didik. Perbedaan KBK
dan KTSP justru tampak pada teknis pelaksanaan.
Perbedaan KBK dan KTSP
 Jika KBK disusun oleh pemerintah pusat yaitu DEPDIKNAS
 KBK tidak mencakup semua yang diperlukan oleh suatu kurikulum
KTSP
 Sedangkan KTSP dilandasi oleh undang-undang dan peraturan pemerintah
 KTSP disusun oleh tingkat satuan pendidikan masing-masing yaitu sekolah yang bersangkutan,
walaupun masih tetap mengacu pada rambu-rambu nasional Panduan Penyusunan KTSP yang
disusun oleh badan independen yang disebut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

7. Yang saya ketahui mengenai KTSP 2013 Kurikulum yang berlaku di Indonesia serta Kurikulum
ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006
(yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama
kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan
menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.
salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-benar
sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa
sekarang dan yang akan datang dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional dan tuntutan
global dengan semangat manajemen berbasis sekolah