Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

METODE KONTRASEPSI DENGAN ALAT SPERMISIDA


Mata Kuliah : Kesehatan Perempuan dan Perencanaan Keluarga

(Dosen Pembimbing : Siti Maryam SST,M.Kes )

Di Susun Oleh :

Kelompok 6

1. ka Rahmawati (190106006)
2. Putri Indar Jeilani (190106013)

TINGKAT II

TAHUN AJARAN 2020/2021

PROGRAM STUDI DII KEBIDANAN UNIVERSITAS


TULUNGAGUNG
Jl. Raya Tulungagung-Blitar Km.4 Sumbergempol telp. ( 0355) 331080
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat
dan anugerah-Nya kami dapat menyusun makalah ini yang disusun untuk memenuhi tugas
mata kuliah Obstetri dan Ginekologi.
Tidak sedikit kesulitan yang kami alami dalam proses penyusunan makalah ini.
Namun berkat dorongan dan bantuan dari semua pihak yang terkait, baik secara moril
maupun materil, akhirnya kesulitan tersebut dapat diatasi. Tidak lupa pada kesempatan ini
kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Siti Maryam, SST.M.Kes selaku dosen yang
telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Kami menyadari bahwa untuk meningkatkan kualitas makalah ini kami membutuhkan
kritik dan saran demi perbaikan makalah di waktu yang akan datang. Akhir kata, besar
harapan kami agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Tulungagung, 25 Desember 2021

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.....................................................................................................
B. Rumusan Masalah................................................................................................
C. Tujuan...................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan tujuan spermisida........................................................................
B. Pilihan..................................................................................................................
C. Manfaat.................................................................................................................
D. Kelebihan dan kekurangan...................................................................................
E. Efektivitas dan cara kerja.....................................................................................
F. Cara menerapkan.................................................................................................
G. Yang boleh menggunakan dan tidak boleh menggunakan...................................
H. Instruksi buat klien...............................................................................................
I. Efek samping dan penanganan.............................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..........................................................................................................
B. Saran.....................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kontrasepsi atau yang biasa disebut dengan Keluarga Berencana merupakan salah
satu program pemerintah dalam mengatasi permasalahan jumlah penduduk Indonesia
yang semakin meningkat. Beberapa metode kontrasepsi digunakan untuk membatasi
jumlah kelahiran, diantaranya metode kontrasepsi sederhana dengan menggunakan alat
yang akan kami bahas yang lebih mengulas mengenai metode kontrasepsi sederhana
menggunakan alat dengan spermicida.

Penggunaan obat-obat spermisida untuk tujuan kontrasepsi yang sudah dikenal


sejak zaman dahulu.Berbagai bahan telah digunakan dalam berbagai bentuk untuk di
masukkan ke dalam vagina.Spermicida merupakan bahan kimia (biasanya Non Oksinol-
9) yang digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. Obat spermisida yang
dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas 2 komponen yaitu zat kimiawi yang mampu
mematikan spermatozoon dan vehikulum yang nonaktif dan yang diperlukan untuk
membuat tablet atau krim atau jelli. Cara kontrasepsi dengan obat spermisida umumnya
digunakan bersama-sama dengan cara lain.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dan tujuan dari alat kontrasepsi spermisida
2. Apa saja pilihan dari kontrasepsi spermisida
3. Apa manfaat dari spermisida
4. Apa kelebihan dan kekurangan spermisida
5. Bagaimana efektivitas dan cara kerja spermisida
6. Bagaimana cara menerapkan spermisida
7. Siapa saja yang boleh menggunakan dan tidak boleh menggunakan spermisida
8. Bagaimana instruksi buat klien
9. Bagaimana efek samping dan penanganannya

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan tujuan kontrasepsi spermisida
2. Untuk mengetahui manfaat konrasepsi spermisida
3. Untuk mengetahui manfaat spermisida
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan spermisida
5. Untuk mengetahui efektivitas dan cara kerja spermisida
6. Untuk mengetahui cara menerapkan spermisida
7. Untuk mengetahui yang boleh menggunakan dan tidak boleh menggunakan
8. Untuk mengetahui efek samping dan penanganannya.
BAB II

PEMBAHASAAN

A. Pengertian Spermisida

Spermisida adalah bahan kimia (biasanya nonoksinol-9) yang digunakan untuk


menonaktifkan atau membunuh sperma. Dikemas dalam bentuk aerosol (busa), tablet
vaginal, supositoria atau dissolvable film dan krim. Tujuanya yaitu membunuh sel sperma
atau menghambat pergerakan sperma sebelum sampai pada sel telur.

B. Pilihan spermisida
a. Busa (aerosol) efektif segera setelah insersi.
b. Busa spermasida dianjurkan apabila penggunaannya hanya sebagai metode
kontrasepsi.
c. Tablet vagina, supositoria, dan film penggunaannya disarankan menunggu 10-
15 menit sesudah dimasukkan sebelum hubungan seksual.
d. Jenis spermisida jeli biasanya hanya digunakan dengan diafragma.

C. Manfaat
a. Kontrasepsi.
 Efektif seketika (busa dan krim).
 Tidak mengganggu produksi ASI.
 Sebagai pendukung metode lain.
 Tidak mengganggu kesehatan.
 Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
 Mudah digunakan.
 Meningkatkan lumbrikasi selama hubungan seksual.
 Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus.
b. Nonkontrasepsi.
Merupakan salah satu perlindungan terhadap IMS termasuk HBV dan
HIV/AIDS.

D. Kelebihan dan kekurangan spermisida


 Kelebihan
1. Dapat digunakan kapan saja sesuai kebutuhan.
2. Penggunanya sangat mudah
3. Tidak mengandung hormon
4. Mudah didapatkan

 Kekurangan
1. Efektivitas kurang ( 3-21 kehamilan per 100 perempuan per tahun
pertama)
2. Efektivitas sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan mengikuti cara
penggunan
3. Ketergantungan pengguna dari motivasi yang berkelanjutan, yaitudengan
menggunakanya setiap melakukan hubungan seksual
4. Pengguna harus menunggu 10-15 menit setelah dipasang sebelum
melakukan hubungan seksual
5. Efektivitas aplikasi hanya 1-2 jam

E. Efetivitas dan cara kerja


Menyebabkan sel membrane sperma terpecah, memperlambat pergerakan sperma, dan
menurunkan kemampuan pembuahan sel telur yang mana zat kimia nonoxynol-9
menjadi “pemeran utama” dari proses ini. Spermisida diletakkan di dalam vagina
tepatnya di dekat leher rahim, beberapa saat sebelum melakukan hubungan seks.
Setelah itu alat kontrasepsi ini mulai bekerja ketika penetrasi sudah sampai pada tahap
ejakulasi.
Kendati demikian, efektivitas spermsida dalam sebagai alat kontrasepsi ada baiknya
tetap di imbangi dengan pemakaian alat kontrasepsi lainya seperti kondom. Pasalnya
penggunaan spermsida yang ditunjang dengan alat kontrasepsi lain memiliki
efektivitas 95 persen, sedangkan penggunaan tanpa alat kontrasepsi pendukung
memiliki efektivitas 70-80 persen.

F. Cara menerapkan
Spermisida di masukkanke dalam vagina di dekat leher rahim, beberapa saat sebelum
melakukan hubungan seks. Setelah itu perlu menunggu selama beberapa waktu,
sebelum melakukan hubungan seksual agar bahan kimianya benar-benar larut dan
menyebar. Biasanya sekitar 10-15 menit.
Spermisida hanya efektif dalam waktu satu jam setelah di masukkan ke vagina. Selain
itu di anjurkan untuk tidak mencuci vagina menggunakan sabun pembersih selama
enam jam setelah berhubungan seks memakai spermisida. Tujuanya agar efektivitas
tetap terjaga.

G. Yang boleh dan tidak boleh menggunakan


1. Sesuai untuk perempuan dengan kriteria.
 Tidak dianjurkan metode kontrasepsi hormonal, seperti perokok, usia di
atas 35 tahun.
 Tidak menyukai penggunaan AKDR.
 Menyusui dan perlu kontrasepsi.
 Memerlukan proteksi terhadap IMS.
 Memerlukan metode sederhana sambil menunggu metode yang lain.
2. Tidak sesuai untuk perempuan dengan kriteria.
 Berdasarkan umur dan paritas serta masalah kesehatan menyebabkan
kehamilan dengan risiko tinggi.
 Terinfeksi Saluran uretra.
 Tidak stabil secara praktis atau tidak suka menyentuh alat kelaminnya
(vulva dan vagina).
 Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan
 Ingin metode KB efektif.

H. Instruksi buat klien


a. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengisi aplikator (busa
atau krim) dan insersi spermisida.
b. Penting untuk menggunakan spermisida setiap melakukan hubungan seksual.
c. Jarak tunggu sesudah memasukkan tablet vagina atau supositoria adalah 10-15
menit. Kecuali bentuk spermisida aerosol ( busa) tidak memerlukan waku
tunggu karena langsung larut dan bekerja aktif.
d. Penting untuk mengikuti anjuran dari pabrik tentang cara penggunaan dan
penyimpanan dari setiap produk (misalnya kocok alcohol aerosol sebelum diisi
ke dalam aplikator).
e. Ulangi pemberian spermisida bila dalam 1-2 jam pasca insersi belum terjadi.
f. Spermisida ditempatkan jauh di dalam vagina sehingga serviks terlindungi
dengan baik.

 Cara menggunakan aerosol (busa)

a. Kocok tempat aerosol 20-30 menit sebelum digunakan.


b. Tempatkan kontainer dengan posisi ke atas, letakkan aplikator pada mulut
container, dan tekan aplikator untuk mengisi busa.
c. Sambil berbaring lakukan insersi aplikator ke dalam vagina mendekati
serviks, dorong sampai busa keluar. Keika menarik aplikator pastikan untuk
tidak menarik kembali pendorong karena busa dapat masuk kembali ke
pendorong
d. Aplikator segera dicuci dengan sabun dan air, tiriskan, lalu keringkan.
Jangan berbagi aplikator dengan orang lain.

 Cara menggunakan tablet vagina atau supositoria


Suppositoria merupakan spermisida berbentuk kapsul yang dapat larut dalam
vagina.
a. Cuci tangan sebelum membuka paket.
b. Lepaskan tablet atau supositoria.
c. Sambil berbaring masukkan tablet vagina atau supositoria jauh ke dalam
vagina.
d. Tunggu 10-15 menit sebelum mulai berhubungan seksual.
e. Sediakan selalu ekstra pengadaan tablet vagina atau supositoria ditempat.
Catatan: beberapa busa dari tablet vagina menyebabkan rasa hangat di
vagina, hal tersebut normal-normal saja.

 Cara menggunakan krim

a. Insersi kontrasepsi krim setelah dikemas ke dalam aplikator sampai penuh,


masukkan ke dalam vagina sampai mendekati serviks.
b. Tekan alat pendorong sampai krim keluar, tidak perlu menunggu kerja
krim.
c. Aplikator harus dicuci dengan sabun dan air sesuai dengan pencegahan
infeksi untuk alat-alat, tiriskan, lalu keringkan.
d. Untuk memudahkan pembersihan, pisahkan bagian-bagian alatnya. Jangan
berbagi aplikator dengan orang lain.
e. Sediakan selalu ekstra pengadaan krim terutama apabila ternyata kontainer
kosong.

I. Efek samping dan penanganan


Efek samping dan masalah Penanganan
Iritasi vagina Pemeriksa adanya vaginitis dan IMS. Jika
penyebabnya spermisida, alihkan ke
spermisida lainya dengan komposisi kimia
berbeda atau bantu klien memilih metode
lain.
Iritasi penis dan tidak nyaman Pemeriksaan IMS, jika penyebabnya
spermisida, alihkan ke spermisida lainya
dengan komposisi kimia berbeda atau bantu
klien memilih metode lain.
Gangguan rasa panas di vagina Periksa reaksi alergi atau terbakar. Yakinkan
bahwa rasa hangat adalah normal. Jika tidak
ada perubahan, alihkan ke spermisida lainya
dengan komposisi kimia berbeda atau bantu
klien memilih metode lain.
Kegagalan tablet tidak larut Pilih spermisida lain dengan komposisi kimia
berbeda atau bantu klien memilih metode
lain.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Spermisida adalah zat kimia yang dapat melumpuhkan sampai mematikan
spermatozoa yang digunakan menjelang hubungan seksul.Setelah pemasangan sekitar
5 sampai 10 menit, hubungan seksual dapat dilakukan agar spermisida dapat
berfungsi. Metode spermisida telah dikenal pada zaman yunani kuno.Metode
spermisida tetap dikembangkan oleh berbagai pabrik farmasi seperti krim,
suppositoria dan jelli.
B. Saran
Sebagai petugas kesehatan harus mampu memberikan konseling dan motivasi kepada
akseptor agar dapat menggunakan kontrasepsi dengan meminimalkan keluhan dan
efek samping serta meningkatkan minat dan manfaat penggunaannya.
DAFTAR PUSTAKA

Https://id.scribd.com /doc/225589547/BAB-II-Spermisida

Anda mungkin juga menyukai