Anda di halaman 1dari 19

BAB II

Ringkasan Buku

Bab 1 (Hakekat Perkembangan)

A. Pengertian Dan Ciri-Ciri Perkembangan

Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahn-perubahan progresif yang terjadi


sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman.

Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progresif dan kontinyu


(berkesinambungan) dalam diri individu dari ulai lahir sampai mati`
Yang dimaksud dengan sistematis,progresif,dan berkesinambungan itu adalah sebagai
berikut.
1. Sistematis,berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling
kebergantugan atau saling meempengaruhi.
2. Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju,meningkat,dan mendalam
3. Berkesinambungan,berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu
berlangsung secara beraturan atau berurutan.

Perkembangan itu secara umum mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

1. Terjadinya perubahan dalam aspek fisik dan aspek psikis.


2. Terjadinya perubhn dalam proporsi.
3. Lenyapnya tanda-tanda lama.
4. Diperolehnya tanda-tanda baru.
B. Prinsip-Prinsip Perkembangan
1. Perkembangan Merupakan Proses Yang Tidak Pernah Berhenti (Never Ending
Process)
2. Semua Aspek Perkembangan Saling Mempengaruhi

Setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, inteligensi maupun sosial,
satu sama lainnya mempengaruhi.Terdapat hubungan yang korelasi yang positif
diantara aspek tersebut.
3. Perkembangan Mengikuti Pola

Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu.Setiap tahap
perkembangan merupakan hasil perkembangan dan tahap sebelumn yang
merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.

(a) Cephalocaudal & Proximal-distal


(b) Strutur mendahului fungsi
(c) Perkembangan itu berdiferensiasi
(d) Perkembangan itu berlangsung dari konkret ke abstrak
(e) Perkembangan itu berlangsung dari egosentrisme ke perspektivisme
(f) Perkembangan itu berlangsung dari “outer control to inner control”
4. Perkembangan Terjadi Pada Tempo Yang Berlainan

Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangannya terjadi pada waktu dan
tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat).

5. Setiap Fase Perkembangan Mempunyai Ciri Khas

Prinsip ini dapat dijelaskan dengan contoh: (a)Sampai usia dua tahun,anak
memusatkaan untuk mengenal lingkungannya,menguasai gerak gerikfisik dan
belajar berbicara.

6. Setiap Individu Yang Normal Akan Mengalami Tahap/Fase Perkembangan

Prisip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia
panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan.

7. Prinsip Kematangan

Prinsip ini berpendapat bahwa usaha belajar bergantung pada tingkat kematangan
yang dicapai anak.Hal ini berarti bahwa tidak ada gunanya melakukan usaha
belajar kalau yang bersangkutan belum matang untuk melaksanakan usaha
tersebut.

C. Fase-Fase Perkembangan
1. Pengertian Dan Kriteria Menentukan Fase Perkembangan
Fase perkembangan dapat diartikan sebaagai penahapan atau pembabakan rentang
perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola
tingkah laku tertentu.

a) Tahap perkembangan berdasarkan analisis logis


1) Menurut Aristoteles,sejak anak lahir sampai dewasa itu kedalaam tiga
tahapan
 Tahap I :dari 0,0 tahun sampai 7,0 tahun
 Tahap II :dari 7,0 tahun sampai 14,0 tahun
 Tahap III :dari 14,0 tahun sampai 21,0 tahun
2) Menurut Kretscemer dari lahir sampai dewasa individu melewati empat
tahapan,yaitu:
 Tahap I :dari 0 samapai kira-kira 3 tahun
 Tahap II :dari kira-kira 3 tahun sampai kira kira 7 tahun
 Tahap III :dari kira-kira 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun
 Tahap IV :dari kira-kira 13 tahun sampai kira kira 20 tahun
3) Menurut Elizabeth Hurlock,tahap perkembangan individu adalah sebagai
berikut
 Tahap I :sebelum lahir sampai proses kelahiran
 Tahap II :infancy,mulai lahir sampai usia 10 atau 14 hari
 Tahap III :babyhood,mulai dari 2 kinggu sampai usia 2 tahun
 Tahap IV :childhood,mulai dari 2 tahun sampai masa remaja
 Tahap V :adolsence,mulai dari usia 11 atau 13 tahun sampai usia
21 tahun
b) Tahap perkembangan berdasarkan didaktis
1) Comenious,pendidikan yang lengkap bagi seseorang itu berrlangsung
dalam empat jenjang
 Sekolah ibu,untuk anak usia 0 sampai 6 tahun
 Sekolah bahasa ibu,unruk anak usia 6 sampai 12 tahun
 Sekolah latin,untuk anak usia 12 sampai 18 tahun
 Akademi,untuk pemuda-pemudi usia 18 sampai 24 tahun
2) Rosseau,tahapan perkembangan adalah sebagai berikut:
 Tahap I :0 sampai 2 tahu,usia asuhan
 Tahap II :2 sampai 12 tahun,masa pendidikan jasmani dan panca
indera
 Tahap III :12 sampai 15 tahun,periode pendidikan akal
 Tahap IV :15 sampai 20 tahun,periode pendidikan watak dan
pendidikan agama
c) Tahap perkembangan berdasarkan psikologis

2. Kriteria Penetahapan Perkembangan

Dalam hubungannya dengan prose belajar-mengajar (pendidikan) pentahapan


perkembangan yang dipergunakan sebaiknya bersifat elektif,maksudnya tidak
terpaku pada suatu pendapat saja tetapi bersifat luas untuk meramu dari berbagai
pendapat yang mempunyai hubungan yang erat.

a) Masa Usia Prasekolah


1. Masa vital
2. Masa estetik
b) Masa Usia Sekolah Dasar,
Pada umur 6 atau 7 tahun, biasanya anak telah matang untuk memasuki
sekolahdasar.
c) Masa Usia Sekolah menengah
Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-
sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu
dalam masyarakat orang dewasa.
1) Masa praremaja (remaja awal)
2) Masa remaja (remaja madya)
3) Masa remaja akhir
d) Masa Usia Kemahasiswaan

Berumur sekitar 18 sampai 25 tahun. Mereka dapat digolongkan pada masa


remaja akhir sampai pada dewasa awal atau dewasa madya.

Bab II (Teori Perkembangan)

Dibagian ini,secara singkat akan dijelaskan perspektif teoritis yang utama mengenai
perkembangan manusia,yaitu psikoanalitik,kognitif,perilaku dan sosial kognitif,serta
kontekstual ekologis.
A) Teori-teori Psikoanalatik
Menurut teori psikoanalisis (psychosnslytic theory),proses perkembangan terutama
berlangsung secara tidak disadari atau unconscious (diluar kesadaran) dan sangat
diwarnai oleh emosi.
1) Teori Freud
Stuktur kepribadian Freud menyatakan bahwa kepribadian memiliki tiga
struktur,yaitu id,ego,superego. Id terdiri dari insting yang merupakan persediaan
energi psikis individu. Ego disebut juga “cabang eksekutif” dan kepribadian
karena ego membuat keputusan rasional.
Mekanisme pertahanan. Dalam pandangan Freud,ego harus menyelesaikan konflik
antara tuntutan realitas, harapan id, dan pembatasan dan superego,melalui
mekanisme pertahanan. Mekanisme pertahanan merupakan metode yang tidak
disadari untuk mendistorsikan realitas, yang digunakan oleh ego untuk melindungi
dirinya dari kecemasan yang disebabkan oleh adanya konflik antara ketiga
struktur kepribadian.
Tahap tahap Psikoseksual.
Menurut Freud, manusia akan melalui lima tahap perkembangan psikososial,dan
disetiap tahap perkembangan individu memperoleh kenikmatan di suatu tubuh
tertentu
 Tahap oral,adalah tahap perkembangan pertama yang berlangsung selama 18
bulan pertama,dipusatkan di daerah mulut.
 Tahap anal,adalah tahap perkembangan kedua yang berlangsung antara usia
1,5 tahun hingga 3 tahun, dipusatkan di daerah anus atau difungsi pengeluaran
yang terhubung dengan anus.
 Tahap falik,adalah tahap perkembangan ketiga,yang berlangsung antara usia 3
tahun hingga 6 tahun,dipusatkan di daerah genital.
Untuk meredakan konflik antara ketakutan dan hasra, anak berindetifikasi dengan
orangtua yang berjenis kelamin sama dan berjuang agar dapat menyerupainya.
Menurut Freud apabila konflik ini tidak terselesaikan, Individu dapat terfiksasi
pada tahap falik.
 Tahap laten,adalah tahap perkembangan keempat, yang berlangsung antara
usia 6 tahun hingga pubertas
 Tahap genital adalah tahap perkembangan kelima dan terakhir berlangsung
dari masa remaja hingga ke masa selanjutnya
2) Teori Erikson
Berbeda dari tahap-tahap psikoseksual,Erikson mengajukan serangkain tahap
tahap psikoseksual,menurut Erikson motivasi utama manusia bersifat sosial dan
mencerminkan hasrat untuk bergabung dengan manusia lain.
Evaluasi Tehadap Teori-teori Psikoanalisis, meliputi penekanannya pada faktor
faktor sebagai berikut:
 Pengalaran masa awal
 Relasi keluarga
 Kepribadian
 Pikiran
 Dimasa dewasa maupun kanak kanak

B. Teori-teori Kognitif
1) Teori Perkembangan Kognitif Dari Piaget
Seorang psokolog terkenal berkebangsaan Swiss, Jean Piaget (1896-1980)
mengajukan sebuah teori penting mengenai perkembangan kognitif.teori Piaget
menyatakan bahwa individu secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia
dan melalui empat tahap perkembangan kognitif
 Tahap Sensorimotor, sejak lahir sampai usia 2 tahun
 Tahap Properasional, 2 sampai 7 tahun
 Tahap Operasional Konkret, 7 sampai 11 tahun
 Tahap Operasional Formal, 11 tahun sampai dewasa
2) Teori Kognitif Sosio-budaya Dari Vygotsky
Seorang ahli perkembangan berkebangsaan Rusia, Lev Vygotsky (1896-1934)
adalah teori kognisi sosio-budaya yang menekankan bagaimana budaya dan
interaksi sosial mengarahkan perkembangan kognitif. Vygotsky melukiskan
perkembangan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas sosial dan budaya.
3) Teori Pemrosesan-Informasi
Menurut teori ini, secara bertahap remaja mengembakan kapasitas yang lebih
besar untuk memproses informasi, dimana hal ini memungkinkan mereka untuk
memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang kompleks.
C. Teori-teori Perilaku dan Kogntif Sosial
Teori ini juga menyatakan bahwa penyebab ketertarikan diantara pasangan itu bersifat
tidak disadari,mereka tidak menyadari bagaimana warisan biologis dan pengalaman
hidup dimasa awal dapat mempengaruhi perilaku remaja mereka.
1) Behaviorisme Skinner
Menekankan study ilmiah mengenai respons perilaku yang teramati serta
determinan determinan lingkungan. Para behavioris (ahli dan orientasi perilaku)
berpendapat bahwa perkembangan merupakan hasil belajar dan seiring dengan
pemerolehan pengalaman dilingkungan, mereka juga berpendapat bahwa
modifikasi lingkungan dapat mengubah perkembangan.
2) Teori Kognitif Sosial
Menyatakan bahwa perilaku, lingkungan, dan kognisi merupakan faktor faktor
penting dalam perkembangan. Lingkungan dappat mempengaruhi perilaku
seseorang namun ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Seseorang dapat
bertindak untuk mengubah lingkungan. Faktor pribadi/kognitif dapat
mempengaruhi perilaku seseorang dan sebaliknya.
D. Teori Kontekstual Ekologis
Pendekatan lain yang menekankan pentingnya pengaruh lingkungan terhadap
perkembangan adalah teori kontekstual ekologis dari Brofenbenner, toeri ini
mengidentifikasikan lima sistem lingkungan
 Mikrosistem, situasi dimana remaja hidup. Konteks ini dapat meliputi keluarga,
dapat kawan kawan sebaya, sekolah, dan lingkungan sekitar.
 Mesosisterm, relasi antara dua mikrosistem atau lebih. Contohnya adalah relasi
antara pengalaman keluarga dengan pengalaman sekolah, dll.
 Eksosistem, situasi sosial dimana remaja tidak meiliki peran aktif namun
mempengaruhi pengalaman remaja. Contohnya seorang ibu di tempat kerjanya
mungkin dapat mempengaruhi relasi nya, suaminya dan anak remajanya.
 Makrosistem, Budaya dimana remaja hidup. Budaya merujuk pada pola pola
perilaku, keyakinan, dan semua produk dari sekolompok manusia yang diteruskan
dari generasi ke generasi.
 Kronosistem, pola dari peristiwa peristiwa lingkungan dan transisi dari rangkaian
kehidupan dan keadaan keadaan sosio-histogris.
E. Orientasi Teoretis Eklektik
Tidak mengikuti sebuah teori manapun, namun memilih dan menggunakan segi segi
yang dianggap paling baik dari masing masing teori. Melalui pandangan seperti ini,
tidak satupun teori yang dijelaskan di bab ini yang dapat sepenuhnya menjelaskan
sekuruh kompleksitas perkembangan remaja.

Bab III (Perkembangan Remaja)


A. Perkembangan Fisik
Pada usia sekolah menengah yaitu usia SLTP dan SLTA, anak berada pada masa
remaja atau pubertas atau adolesen. Masa remaja merupakan masa peralihan atau
transisi antara masa anak anak dengan dewasa.
Salah segi perkembangan yang cukup pesat dan nampak dari luar adalah
perkembangan fisik pada remaja. Pada masa remaja awal anak anak ini nampak
fostur tubuhnya tinggi tinggi tetap kurus. Pada usia 11-12 tahun tinggi badan anak
laki laki dan anak wanita tidak jauh berbeda , pada usia 12-13 tahun pertambahan
tinggi badan anak anak wanita jauh lebih cepat daripada anak laki laki, tetapi pada
usia 14-15 tahun anak laki laki akan mengejarnya sehingga pada usia 18-19 tahun
tinggi badan anak laki laki jauh dari anak wanita, lebih tinggi sekitar7 sampai 10 cm.
Selain terjadi pertambahan tinggi badan yang sangat cepat, pada masa remaja
berlangsung perkembangan seksual yang cepat pula. Perkembangan ini tandai dengan
munculnya ciri ciri kelamin primer dan sekunder.
Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
1) Faktor internal
e) Sifat jasmaniah yang diwariskan dari orang tuanya
f) Kematangan
2) Faktor eksternal
a) Kesehatan
b) Makanan
c) Stimulasi lingkungan
B) Perkembangan intelektual
Berkembangnya kemampuan berfikir formal operasional pada remaja ditandai dengan
tiga hal penting. Pertama, anak mulai mampu melihat (berfikir) tentang kemungkinan
kemungkinan. Kedua,anak telah mampu berfikir ilmiah. Ketiga, remaja telah mampu
memadukan ide ide atau pemikiran abstrak yang kompleks yang telah mampu
dipadukan dalam situasi kesimpulan yang logis.
Pada usia sekolah dasar anak sudah memiliki kemampuan meengingat informasi dan
keterampian memproses informasi tersebut. Dengan telah dikuasanya kemampuan
berfikir forrmal, maka keterampilan memproses informasi ini berkembang lebih jauh.
Tahap perkembangan intelek / kognitif
1) Tahan sensori-motoris, dialami pada usia 0-2 tahun
2) Tahap praoperasional, berlangsung pada usia 2-7 tahun
3) Tahap operasional konkret, berlangsung antara usia 7-11 tahun
4) Tahap operasional formal, dialami oleh anak pada usia 11 tahun ke atas

Karakteristik perkembangan intelek / kognitif


1) Karakteristik tahap sensori-mototris
a) Sebagian tindakannya masih bersifat alamiah
b) Aktifitas pengalaman di dasarkan terutama pada pengalaman indera
c) Individu baru mampu melihat dan meresapi pengalaman
2) Karakteristik tahap praoperasional
a) Individu telah mengombinasikan berbagai informasi
b) Individu telah mampu mengemukakan alasan alasan
c) Individu telah mngerti adanya hubungan sebab akibat
d) Cara berfikir individu telah bersifat egosentrris
3) Karakteristik tahap operasional konkret
Ditandai dengan karakteristik menonjol bahwa segala sesuatu dipahami
ssebagaimana yang tampak saja atau sebagaimana kenyataan yang mereka alami
4) Karakteristik tahap operasional formal
a) Individu dapat mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi
b) Individu mulai mampu berfikir logis
c) Indivudu mulai mampu membuat pikiran
d) Individu mulai mampu memecahkan persoalan
e) Individu mulai mampu mengitropeksi diri sendiri
f) Individu mulai mampu membayankan peranan peranan
g) Individu mulai mampu untuk menyadari diri

Ketika mengonstruksikan dunianya, remaja menggunakan


Skema, adalah sebuah konsep atau kerangka kerja mental yang diperlukan untuk
mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi.
Asimilasi, adalah memasukkan informasi informasibaru ke dalam pengetahuan yang
sudah ada.

Akomodasi, adalah menyesuaikan sebuah skema yang sudah ada terhadap masuknya
informasi baru

Ekuilibrium, suatu proses lain yang diidentifikasi oleh Piaget, adalah mengubah
pemikiran dari satu kondisi ke kondisi lain.

Para ahli perkembangan berpendapat bahwa pemikiran operasi format terdiri dari dua
subperiode (Bnoughton)

 Pemikiran operasi formal awal


 Pemikiran operasi formal akhir

Teori Vygotsky

Salah satu konsep Vygotsky yang paling terkenal adalah zone of proximal
development (ZPD), yang merujuk pada rentang tugas tugas yang terlalu sulit bagi
individu untuk dikuasai sendiri namun dapat dipelajari melalui bimbingan dan
bantuan dari orang dewasa atau anak anak yang lebih terampil.

Faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek kognitif

1) Faktor hereditas, semejak dalam kandungan, anak telah memiliki sifat sifat yang
menentukan daya kerja intelektualnya.
2) Faktor lingkungan, ada dua unsur lingkungan yang sangat penting peranannya
dalam mempengaruhi perkembangan intelek anak yaitu keluarga dan sekolah.

C) Perkembangan Emosi
Emosi banyak berpengaruh pada fungsi fungsi yang lainnya seperti pengamatan,
tanggapan, pemikiran, dan kehendak.
1) Pengertian Emosi
Golleman (1995) mendefenisikan emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan
pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat yang meluap luap.
2) Bentuk-bentuk Emosi
Golleman (1995) mengidentifikasika sejumlah kelompok emosi, yaitu:
a) Amarah
b) Kesedihan
c) Rasa takut
d) Kenikmatan
e) Cinta
f) Terkejut
g) Jengkel
h) Malu
3) Hubungan Antara Emosi Dan Tingkah Laku
Melalui teori kecerdasan emosional yang dikembangkan Golleman (1995)
mengemukakan sejumlah ciri utama pikiran emosional sebagai bukti bahwa emosi
memainkan peranan penting dalam pola berpikir maupun tingkah laku individu.
Ciri utama pikiran emosional:
a) Respon yang Cepat Tapi Ceroboh
b) Mendahulukan Perasaan Kemudian Pikiran
c) Memperlakukan Realitas sebagai Realitas Simbolik
d) Masa Lampau Diposisikan sebagai Masa Sekarang
e) Realitas yang Ditentukan oleh Keadaan

Selain teori kecerdasan emosional yang dapat digunakan untuk menjelaskan


hubungan atau pengaruh emosi terhadap tingkah laku. Ada juga sejumlah teori
emosi yang juga menjelaskannya.

 Teori sentral, dikemukakan oleh Walter B. Canon


 Teori peripheral, dikemukakan oleh James dan Lange
 Teori kepribadian
 Teori kedaruratan emosi, dikemukakan oleh Canon
4) Ciri ciri Perkembangan Emosi Remaja
Umunya masa ini berlangsung sekitar umur 13 tahun sampai umur 18 tahun.
Sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja adalah sebagai
berikut:
a) Perubahan jasmani
b) Perubahan pola interaksi dengan orang tua
c) Perubahan interaksi dengan teman sebaya
d) Faktor pandangan luar
e) Perubahan interaksi dengan sekolah
f) Kematangan emosi
D) Perkembanga Bahasa
1) Perkembangan Pengertian Bahasa
Bahas merupakan alat komunikasi yang digunakan seseorang dalam hubungannya
atau pergaulannya dengan oranglain. Perkembangan bahsa terkait dengan
perkembangan kognitif, yang berarti faktor kognitif sangat berpengaruh terhadap
kemampuan bahasa.
2) Tahap Perkembangan Bahasa
Perkembangan keterampilan berbahasa pada individu menurut Berk (1989) dapat
dibagi ke dalam empat komponen, yaitu:
a) Fonologi
b) Semantik
c) Tata bahasa
d) Pragmattic

Tahapan perkembangan bahasa dapat dibedakan ke dalam tahap tahap :

a) Tahap pralinguistik atau meraba (0,3 - 1,0 tahun)


b) Tahap holofrastik atau kalimat satu (1,0 – 1,8 tahun )
c) Tahap kalimat dua kata (1,6 – 2,0 tahun)
d) Tahap pengembanan tata bahasa awal (2,0 – 5,0 tahun)
e) Tahap pengenmbangan tata bahasa lanjutan (5,0 – 10,0 tahun)
f) Tahap kompetensi lengkap (11,0 tahun – dewasa)
3) Hubungan Kemampuan Berbahasa Dengan Kemampuan Berpikir
Berpikir pada dasarnya merupakan rangkaian kognisi yang bersifat pribadi atau
pemrosesan informasi yang berlangsung selama munculnya stimulus sampai
dengan munculnya respon dalam proses berpikir digunakan simbol simbol yang
memiliki makna atau arti tertentu bagi masing masing individu.
4) Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja
Karakteristik perkembangan bahasa remaja sesungguhnya didukung oleh
perkembangan kognitif yag menurut Jean Piaget telah mencapai tahap operasional
formal.
5) Faktor faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
Faktor yang mempengaruhi pekembangan bahasa, yaitu:
a) Kognisi
b) Pola komunikasi dalam keluarga
c) Jumlah anak atau anggota keluarga
d) Posisi urutan kelahiran
e) Kedwibahasaan (bilingualism)
f) Status sosial ekonomi keluarga
g) Kondisi lingkungan

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa,


kemampuan berpikir anak berbeda beda sedangkan kemampuan berpikir dan
bahasa mempunyai kolerasi tinggi.

E) Perkembangan bakat khusus


Bakat (attitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakn potensi
(potential abality) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut.
Guilford (dalam Sunarto, 2002) mengemukakan bahwa bakat ini mencakup 3 dimensi
psikologis yaitu dimensi perceptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.
1) Dimensi perseptual, kemampuan dalam mengadakan persepsi.
2) Dimensi psikomotor, mencakup enam faktor (a) kekuatan, (b) impuls, (c)
kecepatan gerak, (d) ketelitian, (e) koordinasi, (f) keluwesan
3) Dimensi intelektual, mencakup 5 faktor (a) ingatan (b) ingatan mengenai
pengenalan (c) evaluatif (d) berpikir konvergen (e) berpikir divergen
a) Jenis jenis bakat khusus
1) bakat akademik khusus
2) bakat kreatif-profuktif
3) bakat seni
4) bakat kinestetik
5) bakat sosial
b) Hubungan antara bakat dan prestasi
Perwujudan nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi (Utami
Munandar, 1992) karena bakat dan kemampuan sangat menentukan prestasi
seseorang. Bakat memang sangat menentukan prestasi seseorang, tetapi sejauh
mana bakat itu akan terwujud dan menghasilkan suatu prestasi, masih banyak
variable yang turut menentukan.
c) Faktor faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Khusus
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan khusus yang secara
garis besar dikelompokkan menajdi faktor internal dan eksternal.
d) Perbedaan individual dalam bakat khusus
Menurut Conny Semiawan dan Utami Munandar, perbedaan dalam jenisnya
terlihat dari kemampuan yang ditunjukkan.

Bab IV ( Tugas Tugas Perkembangan Remaja)


A) Pengertian tugas tugas perkembangan
Seorang ahli psikologi yang dikenal luas teori teori tugas tugas perkembangan adalah
Robert J. Havigust (Hurlock, 1990). Dia mangatakan bahwa tugas perkembangan
adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan
individu dan jika berhasil akan menimbulkan fase bahagia dan membawa
keberhasilan dalam melaksanakaan tugas tugas berikutnya.
Tujuan tugas tugas perkembangan:
1) Sebagai petunjuk bagi individu
2) Memberikan motivasi bagi setiap individu
3) Menunjukkan kepada setiap individu tentang apa yang mereka hadapi
B) Jenis tugas tugas perkembangan remaja
Menurut Havighrust ada sejumlah perkembangan yang harus diselesaikan dengan
baik oleh remaja, yaitu:
1) Mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria
maupun wanita.
2) Mencapai peran sosial pria dan wanita
3) Menerima keadaan fisiknya dan menggunakannya secara efektif
4) Mencari kemandirian emosional dari orangtua dan orang orang dewasa lainnya
5) Mencapai jaminan kebebasan ekonomis
6) Memilih dan menyiapkan lapangan kerja
7) Persiapan memasuki kehidupan berkeluarga
8) Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep yang penting untuk
kompetensi kewarganegaraan
9) Mencapai dan mengharapkan tingkah laku sosial yang bertanggung jawab
10) Memperoleh suatu himpunan nilai nilai dan sistem etika sebagai pedoman tingkah
laku
C) Tugas perkembangan remaja berkenaan dengan kehidupan berkeluarga
Dari sekian banyak masalah penyesuaian diri dalam kehidupan berkeluarga atau
perkawinan, ada empat unsur utama yang penting bagi kebahagian perkawinan, yaitu:
1) Penyesuaian dengan pasangan
2) Penyesuaian seksual
3) Penyesuaian keuangan
4) Penyesuaian dengan pihak keluarga masing masing

Bab V (Kebutuhan dan Perbedaan Kebutuhan Remaja)

A. Teori Kebutuhan
Teori yang berhubungan dengan kebutuhan hidup manusia dikemukakan oleh
Abraham H. Maslow (1970) melukiskan manusia sebagai makhluk yan tidak
pernah berada dalam keadaan sepenuhnya puas. Dalam konteks ini Maslow
(Gable, 1987) mengemukakan hierarki kebutuhan dari yang paling dasar sampai
yang paling tinggi,yaitu:
1) Kebutuhan fisiologis, merupakan kebutuhan yang paling dasar karena
merupakan kebutuhan untuk mempertahankan kebutuhan hidupnya secara
fisik, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, sandang, tempat
tinggal,seks,tidur,dan oksigen.
2) Kebutuhan rasa Aman, segera setelah kebutuhan fisiologisnya terpenuhi akan
muncul pada diri seseorang kebutuhan akan rasa aman. Jika kejelasan dapat
diramalkan dari konsistensi tidak ditemukan dalam dunianya anak anak akan
merasa cemas dan tidak aman.
3) Kebutuhan rasa memiliki dan kasih sayang, setiap manusia sesungguhnya
merasakan kebutuhan yang mendalam akan cinta dan kasih sayang dari orang
lain dan kepada orang lain.
4) Kebutuhan penghargaan, kebutuhan akan harga diri dan penghargaan dari
orang lain yang tidak kalah pentingnya dari kebutuhan kebutuhan lainnya.
Seseorang yang memiliki harga diri akan lebih percaya diri, lebih mampu, dan
lebih produktif.
5) Kebutuhan rasa ingin tahu, sejumlah argumentasi yang dikemukakan oleh
Maslaw bahwa rasa ingin tahu merupakan kebutuhan hidup manusia
6) Kebutuhan estetik, pengaruh lingkungan yang indah dan kotor terhadap
lingkungan mahasiswa,lingkungan yang kotor sangat cepat menimbulkan
kebosanan dan melemahkan semangat.
7) Kebutuhan akan pertumbuhan, Yang dikemukakan oleh Maslow sebagaimana
dikutip oleh Gable (1987),yaitu: sifat
menyeluruh,kesempurnaan,penyelesaian,keadilan,sifat hidup, sifat kaya,
kesederhanaan, kebaikan, keindahan, keunikan,sifat tanpa kesukaran, sifat
penuh permainan, kebenaran kejujuran dan kenyataan, serta sifat merasa
cukup
8) Kebutuhan aktualisasi diri, menurut Mu Clelland, pemahaman tentang
motivasi akan semakin mendalam apabila disadari bahwa setiap individu
mempunyai tiga jenis kebutuhan yaitu:
a) Kebutuhan untuk berprestasi
b) Kebutuhan untuk berkuasa
c) Kebutuhan untuk berafiliasi

B. Kebutuhan remaja dalam perkembangannya

Menurut Garrison setidaknya ada tujuh kebutuhan khas remaja, yaitu:

1) Kebutuhan akan kasih sayang

2) Kebutuhan Akan keikutsertaan dan diterima dalam kelompok

3) Kebutuhan untuk berdiri sendiri yang dimulai sejak usia lebih muda

4) Kebutuhan untuk berprestasi menjadi sangat penting

5) Kebutuhan akan pengakuan dari orang lain

6) Kebutuhan untuk dihargai

7) Kebutuhan memperoleh falsafah hidup yang utuh

C. Perbedaan kebutuhan remaja usia sekolah menengah

Setiap manusia melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Murray
mengelompokkan kebutuhan menjadi dia kelompok besar, yaitu viscerogenic dan
psychogenic.

Bab VI (Perkembangan Konsep Diri)

A. Pengertian konsep diri


Konsep diri di definisikan secara berbeda oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa konsep
diri adalah gagasan tentang diri sendiri yang mencakup keyakinan, pandangan, dan penilaian
seseorang terhadap dirinya sendiri.

B. Dimensi konsep diri

Secara umum sejumlah ahli menyebutkan 3 konsep dimensi diri yaitu: dimensi
pengetahuan, dimensi pengharapan, dimensi penilaian.

Pengetahuan, dimensi pertama dari konsep diri adalah apa yang kita ketahui tentang diri
sendiri atau penjelasan dari "siapa saya"

Harapan, dimensi kedua dari konsep diri adalah dimensi harapan atau diri yang dicita citakan
dimasa depan.

Penilaian, dimensi ketiga konsep diri adalah penilaian kita terhadap diri kita sendiri.

C. Faktor faktor yang memengaruhi konsep diri

Beberapa faktor yang memengaruhi konsep diri remaja yaitu:

a) Usia kematangan

b) Penampilan diri

c) Nama dan julukan

d) Hubungan keluarga

e) Teman teman sebaya

f) Kreatifitas

g) Cita cita

D. Perkembangan konsep diri remaja

Konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak masa pertumbuhan
hingga dewasa

E. Karakteristik konsep diri remaja (SMP-SMA)

Abstract and idealistic, pada masa remaja anak anak lebih mungkin membuat gambaran
tentang diri mereka dengan kata kata yang abstrak dan idealistik.
Differentiated, konsep diri remaja bisa menjadi semakin terdiferensiasi

Contradictions within the self, setelah remaja mendeferensiasikan dirinya kedalaman


sejumlah peran.

F. Konsep diri dan perilaku

Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkah laku seseorang.
Bagaimana seseorang memandang dituntaskan tercermin dari keseluruhan perilakunya.

G. Konsep diri dan prestasi belajar

Sejumlah ahli psikologi dan pendidikan berkeyakinan bahwa konsep diri dan prestasi
belajar mempunyai hubungan erat. Siswa yang memiliki konsep diri positif,memperlihatkan
prestasi yang baik diskolah,atau siswa yang berprestasi tinggi di sekolah memiliki penilaian
diri yang tinggi, serta menunjukkan hubungan antar pribadi yang positif pula.

Bab VII (Penyesuaian diri dan faktor faktor yang memengaruhinya)

A. Pengertian penyesuaian diri

Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjussment atau personel
adjussment. Menurut Schneiders dapat ditinjau dari 3 sudut pandang yaitu

1. Penyesuaian diri sebagai adaptasi

2. Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas

3. Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan

B. Proses penyesuaian diri

Menurut Sehmender,proses penyesuaian diri setidaknya melibatkan tiga unsur:

1. Motivasi, Sama halnya dengan kebutuhan, perasaan dan emosi merupakan kekuatan
internal yang menyebabkan ketegangan dan ketidak seimbangan dalam organisme

2. Sikap terhadap realitas dan proses penyesuaian diri, secara umum dapat dikatakan bahwa
sikap yang sehat terhadap realitas dan kontak yang baik terhadap realitas itu sangat
diperlukan bagi proses penyesuaian diri yang sehat.

3. Pola dasar proses penyesuaian diri