Anda di halaman 1dari 27

PROPOSAL RENCANA BISNIS

Sistem Manajemen Mutu

ODENG
ODADING GORENG

Oleh :
Agung Suwandi Wijaya - 184142004
Amelia Putri Indahsari - 1841420047
Jazilah Nasywa - 1841420106
Nu’ainir Rosyidah - 1841420095

Jurusan Teknik Kimia


Program Studi D4 Teknologi Kimia Industri

Politeknik Negeri Malang


2020

Kata Pengantar
Segala puja hanya bagi Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Berkat limpahan karunia nikmat-Nya kelompok kami dapat
menyelesaikan proposal rencana bisnis yang bertajuk "ODENG" atau Odading
Goreng dengan lancar. Penyusunan proposal ini dalam rangka memenuhi tugas
mata kuliah Sistem Manajemen Mutu yang diampu oleh Ibu Wianthi. Dalam proses
penyusunannya, tak lepas dari bantuan, arahan, dan masukan dari berbagai pihak.
Untuk itu, kami ucapkan banyak terima kasih atas segala partisipasinya dalam
menyelesaikan proposal ini. Meski demikian, kami memohon maaf bila ada
kekurangan dan kekeliruan di dalam penulisan proposal ini, kami secara terbuka
menerima segala kritik dan saran positif dari pembaca. Demikian apa yang dapat
kelompok kami sampaikan. Semoga proposal rencana bisnis ini dapat bermanfaat
untuk masyarakat luas, dan juga untuk kelompok kami.

Malang, 16 Oktober 2020


Ketua Produksi,

Agung Suwandi Wijaya

i
i
PERENCANAAN BISNIS

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
PERENCANAAN BISNIS ii
Daftar Isi iii
PENDAHULUAN iv
BAB 1 LATAR BELAKANG 1
1.1 - 1.4 2
BAB 2 PEMASARAN 3
2.1 - 2.2 3
2.3 – 2.4 4
2.5 5
BAB 3 PELAKSANAAN BISNIS 6
3.1 – 3.2 6
BAB 4 RENCANA OPERASI DAN MANAJEMEN 7
4.1 7
4.2 – 4.3 8
BAB 5 FINANSIAL 10
5.1 – 5.3 10
5.4 11
BAB 6 RESIKO 12
6.1 – 6.3 12
BAB 7 STRATEGI PANEN 13
7.1 13
BAB 8 PENJADWALAN 14
8.1 14
BAB 9 PENUTUP 16
9.1 – 9.2 16

iii
PENDAHULUAN

BAB I
Latar Belakang

iii
Pada situasi saat ini lagi marak-marak nya jenis makanan odading yang
dalam bahasa makanan keseharian tidak lain adalah roti goreng. Sempat beredar
video viral yang membawa nama odading atau roti goreng yang memiliki rasa yang
luar biasa seperti menjadi ironman. Dengan lagi naiknya antusias warga Indonesia
terhadap olahan makanan yang satu ini, membuat adapun usaha yang muncul
dengan membawa nama odading di daerah-daerah tertentu. Odading sendiri
merupakan makanan yang sudah lama ada terlebih di Kota Bandung.

Dalam memulai usaha atau bisnis pembuatan odading ini, setiap usaha perlu
disertai dengan kreatifitas atau inovasi didalamnya, sehingga tidak menimbulkan
sebuah plagiatisme atau pencurian karya atau bidang usaha seseorang. maka
olahan odading yang satu ini dibuat dengan berbagai macam pilihan filling
didalmnya dan aneka ragam filling yang diberikan, sehingga odading yang dijual
lebih bervariasi dan menarik untuk dikonsumsi. Selanjutnya setelah menemukan ide
bisnis kemudian persiapkan mental dan keberanian. Singkirkan hambatan psikologis
rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan
lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi.
Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar, yang terpenting
adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal dari pada
takut mencoba dan tidak mendapat apa-apa.

1.1 Analisa peluang pasar dan daya saing

2
Persaingan dunia kuliner sangat ketat sehingga memaksa kami untuk berinovasi
dan membuat produk baru yang memiliki keunggulan dan sesuatu yang berbeda
dibanding produk olahan makanan lain ataupun sejenis. Makanan yang kami buat
memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut:
- Dapat dikonsumsi langsung ataupun dengan menu minuman hangat
- Memiliki variasi rasa yang menarik dan kekinian.
- Harga relatif terjangkau
- Produk dikemas dengan sangat menarik dan unik
1.2 Aspek manajemen
Bisnis Odeng (Odading Goreng) ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal.
Bisnis ini dikelola secara bersama-sama oleh 4 orang bertugas membuat masakan
serta penyajiannya dan semuanya bertugas mencari bahan masakan, hingga
mengantar pesanan kepada konsumen.

1.3 Aspek Pemasaran


Dalam penjualan Odeng (Odading Goreng) kami telah menentukan target
penjualan makanan ringan ini, terlebih untuk kawasan Kota Malang, dan Kota
Gresik, dan juga lingkungan sekitar. Sehingga memudahkan bagi penjual untuk
mengantar makanan ringan ini agar sampai kepada konsumen dengan baik dengan
memperhatikan kondisi makanan agar tetap aman, dan dapat dinikmati dengan baik.

1.4 Aspek distribusi dan Promosi


Odeng atau Odading Goreng yang kami buat merupakan produk olahan kami
pribadi dan merupakan produk makanan rumahan, yang dapat disajikan secara
langsung atau ketika ada tamu undangan, bias juga menjadi menu untuk acara-
acara rumah sederhana karena menu Odeng ini dapat disantap dan dinikmati oleh
semua kalangan. Kamipun menyediakan layanan informasi lebih lanjut untuk
mengetahui dimana letak kami produksi dan kontak yang dapat dihubungi melalui
brosur dan juga media sosial dari Odeng ini sendiri, kami pun melakukan langkah
promosi dengan baik di sosial media terutama agar masyarakat luas mengetahui
produk makanan ringan terbaru ini, sehingga diharapkan bisa mendapat konsumen
dengan daya tarik yang tinggi.

BAB II
PEMASARAN
iii
2.1 Riset dan Analisis
“ODENG” merupakan produk makanan hasil inovasi dari odading yang saat
ini sedang marak diperbincangkan di khalayak umum. Rentang usia konsumen
berkisar antara 15 hingga 55 tahun. Rentang usia konsumen tergolong besar karena
odading atau roti goreng ini merupakan makanan yang dapat dinikmati oleh banyak
kalangan, baik tua maupun muda. Selain itu, kami menargetkan mahasiswa dan
anak muda karena media promosi dan penjualan kami yang dilakukan melalui media
sosial.
Produk odading telah banyak dijual di pasaran. Namun, belum ada produsen
yang membuat konsep odading dengan filling. Dengan konsep ini, diharapkan
“ODENG” dapat memberikan image yang menjanjikan.
Strength  Harga terjangkau
 Unik
Weakness  Banyak saingan
 Tidak tahan lama
Opportunity  Media promosi dan penjualan
yang tidak terbatas
 Rentang target konsumen yang
besar
Threat  Trend odading yang hanya
sementara
 Muncul produk serupa (imitasi)
Tabel 1. Analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat

2.2 Ukuran Pasar dan Tren


Target Market Potential Market Reachable Market
Umur 15 hingga 55 tahun.
Pelajar, mahasiswa, Pelajar, mahasiswa, Pelajar, mahasiswa, dan
hingga masyarakat umum hingga masyarakat umum masyarakat umum di kota-
kelas menengah kebawah di kota Malang dan Gresik. kota besar lainnya.
di kota Malang dan Gresik.
Tabel 2. Ukuran Pasar

Pengamatan dan analisis tren terkini dan tren masa depan untuk produk
odading “ODENG” telah dilakukan. Beberapa tren yang mendukung perkembangan
produk kami yaitu:
1. Penjualan odading yang meningkat karena sedang marak diperbincangkan
oleh masyarakat dan perkiraan periodenya yang panjang.
2
2. Harganya yang relatif murah dengan konsep unik yang ditawarkan
3. Banyaknya masyarakat yang bermain media sosial dan melakukan kegiatan
jual beli di media sosial.
4. Penikmat odading yang berasal dari berbagai kalangan

2.3 Kompetisi
“ODENG” merupakan produk makanan odading dengan filling satu-satunya di
Malang dan Gresik. Sehingga belum ada kompetitor yang dapat menyaingi produk
ini dan dengan konsepnya yang unik diharapkan dapat menarik minat calon
konsumen. Kompetitor potensial terutama di Malang adalah pedagang odading yang
ada di pinggir jalan. Banyaknya pedagang odading merupakan ancaman terbesar
karena produk kami masih ditawarkan dengan sistem PO. Keunggulan yang kami
miliki disbanding kompetitor seperti konsep unik yang jarang ditemui dan harganya
yang relatif murah diharapkan dapat membantu usaha kami bertahan dalam
kompetisi pasar. Untuk di wilayah Gresik, penjual odading masih jarang ditemukan
sehingga potensi usaha ini berkembang lebih besar.
2.4 Rencana Pemasaran
Salah satu tantangan terbesar dalam pemasaran produk “ODENG” adalah
keterbatasan tempat untuk menawarkan produk. Hal ini dikarenakan pada musim
pandemi seperti saat ini, Banyak lapak dan event yang tutup seperti Car Free Day
dan pasar minggu. Sehingga kegiatan pemasaran murni dilakukan melalui media
sosial tanpa adanya interaksi secara langsung. Oleh karena itu, perencanaan
pemasaran kami pada saat peluncuran produk “ODENG” dilakukan dengan
beberapa metode :
1. Pembagian brosur dan iklan melalui Instagram dan web (Google Adsence)
khususnya blog-blog kuliner di area kota Malang dan Gresik
2. Pemasaran dilakukan di warung usaha salah satu anggota untuk
memaksimalkan penjualan secara offline
3. Penawaran produk melalui WhatsApp story masing-masing anggota untuk
memperluas pemasaran produk

Dengan target calon konsumen usia 15 hingga 55 tahun, kami memutuskan


untuk melakukan.pemasaran via online melalui media sosial dengan system
pemesana Pre Order dan dikirim masing-masing ke alamat tujuan. Kegiatan
penjualan produk “ODENG” dilakukan di kota Malang dan Gresik. Setelah
masyarakat lebih mengenal produk ini, kami berencana untuk mengembangkan
usaha di kota-kota besar lainnya.

2.5 Arti Logo

iii
- Tulisan “ODENG” merupakan singkatan dari nama makanan ringan yang
kami jual atau produksi yaitu Odading Goreng.

- Tulisan “Yummy Snack” merupakan arti dari makanan ringan yang lezat
dan enak ketika disantap atau dikonsumsi, karena penyajiannya yang
praktis dan dapat dihidangkan dengan menu makanan lain, serta dapat
dikonsumsi secara langsung.

- Warna coklat muda pada gambar menyerupai bulan sabit menandakan,


bahwa Odading Goreng memiliki warna serupa yaitu coklat muda
(matang) dan tidak gosong (coklat tua).

BAB III
PELAKSANAAN BISNIS

2
3.1. Sumber Bahan Baku dan Lokasi Bisnis
Sumber bahan baku yang digunakan berasal dari toko roti dengan
pintar-pintar dalam memilih bahan yang murah namun berkualitas serta
melihat bahwa toko tersebut banyak pembeli sehingga dapat menjamin
bahwa bahan baku tersebut layak dan memperkecil kengeluaran dalam
pembelian bahan.
Proses pembuatan “ODENG” akan dilakukan di rumah tiap pengusaha.
Tempat produksi berada di daerah Malang, Sawojajar, dan di Gresik. Tempat
produksi yang berbeda akan mempermudah distribusi karena dilakukan di
dari rumah masing-masing pengusaha, sehingga tidak mengeluarkan biaya
penyewaan tempat usaha yang akan terjadi pengeluaran awal sehingga akan
menambah biaya modal. Penjualan secara online akan lebih banyak
membutuhkan tenaga karena kita sebagai pengusaha harus siap untuk
mengeluarkan tenaga dalam mengantar pesanan. Tempat produksi
“ODENG” ini juga dapat dimanfaakan sebagai media promosi agar publik
lebih mengenal produk kami. Penjualan melalui media sosial dari rumah juga
akan mengenalkan ke publik tentang produksi yang kita hasilkan.

3.2. Akses Transportasi


Akses transportasi yang tidak menjadi masalah karena penjualan secara
online hanya membutuhkan akses transportasi berupa kendaraan bermotor
pribadai atau dilakukan pengiriman melalui ojek online yang pastinya mencari
jalan yang mudah untuk dilalui kendaraan bermotor.

BAB IV
RENCANA OPERASI DAN MANAJEMEN

iii
4.1. Proses Produksi
Pembuatan Odading goreng dengan filling dimulai dari bahan baku, yaitu
tepung terigu, gula pasir, ragi, susu hangat, telur, margarin, garam, dan bermacam-
macam varian rasa untuk filling. Alat yang digunakan yaitu baskom, timbangan,
sendok teh, sendok makan, dan gelas. Proses produksi dijelaskan dalam diagram alir
berikut :

Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

Memasukkan tepung terigu, gula pasir, dan ragi 1,5 sendok teh ke dalam baskom

Kemudian aduk agar merata

Memasukkan susu hangat dan telur ke dalam baskom baskom lain

Menuangkan susu yang sudah dicampur dengan telur kedalam baskom yang berisi adonan tepung sambal aduk

Masukkan margarin dan garam ke dalam adonan kemudian uleni 7-10 menit hingga kalis

Diamkan kira-kira 30-40 menit supaya adonan mengembang

Kemudian menipiskan adonan dan memotong persegi dan diberi wijen pada bagian atas.

Menggoreng adonan yang sudah jadi hingga matang

Menambahkan varian rasa dibagian dalam ODENG

4.2. Struktur Organisai


Tim manajemen adalah kemampuan individu atau organisasi untuk
mengatur dan mengkoordinasikan sekelompok individu untuk melakukan
tugas. Dalam tim manajemen pasti melibatkan kerja tim, komunikasi,
2
pengaturan tujuan dan penilaian kinerja. Selain itu, dalam tim mampu untuk
mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan konflik di dalamnya.

Ketua
Agung Suwandi
Wijaya

Administrasi dan Produksi


Pemasaran
Keuangan Amelia Putri
Jazilah Nasywa
Nu'ainir Rosyidah Indahsari
4.3. Tugas
1. Ketua
Ketua membawahi bagian administrasi dan keuangan, bagian produksi,
dan bagian pemasaran. Tugas dari Ketua :
 Membuat rencana pengembangan dan usaha perusahaan dalam
jangka panjang
 Bertanggung jawab penuh atas perusahaan serta membuat keputusan
dan memelihara kelancaran serta kualitas tim manajemen.
2. Bagian Administrasi dan keuangan

Bagian administrasi dan keuangan bertanggung jawab kepada ketua.


Tugas dari bagian administrasi dan keuangan yaitu :

 Melakukan verifikasi ulang atas semua bukti penerimaan,


pengeluaran kas
 Mencatat semua bukti nota penjualan dan bukti barang dari
perusahaan ke konsumen.
 Mencatat transaksi keuangan, memproses data transaksi keuangan
dan menjadikannya laporan keuangan, mengkomunikasikan laporan
keuangan kepada pihak terkait.

3. Bagian Produksi
Bagian Produksi bertanggung jawab kepada ketua. Tugas dari bagian
produksi yaitu :

iii
 Mengembangkan produk dan menjaga kualitas produk.
 Membuat produk yang berkualitas

4. Bagian Pemasaran
Bagian Pemasaran bertanggung jawab kepada ketua. Tugas dari bagian
pemasaran yaitu :
 Mengimplementasikan strategi pemasaran, mengatur kegiatan
sales, melakukan promosi dan menjaga hubungan baik dengan
konsumen.
 Memberikan masukan kepada direktur dalam memutuskan hal-hal
yang berkaitan dengan pemasaran.

BAB V
FINANSIAL
5.1. Asal Modal

2
Modal awal yang digunakan untuk membuat produk ini berasal dari anggota.
Modal tersebut kemudian digunakan untuk pengadaan alat dan bahan baku. Setelah
bisnis berjalan, laba yang didapatkan kemudian akan diputar kembali dan digunakan
untuk pengadaan bahan lanjutan. Bila laba yang didapatkan tidak cukup untuk
perputaran modal, maka anggota akan menutup kekurangan tersebut.
5.2 Estimasi Harga Pasar
Produk odading dengan merk “ODENG” ini merupakan produk makanan
ringan. Keunggulan yang dimiliki seperti konsepnya yang unik dan harganya yang
terjangkau. Keunggulan produk ini memungkinkan “ODENG” dapat menarik
perhatian dan minat masyarakat.
Estimasi harga pasar didapatkan dengan mempertimbangkan dua hal.
Pertama, pertimbangan terhadap modal yang dibutuhkan. Kedua, pertimbangan
kisaran harga jual yang di pasaran. Harga suatu produk dapat ditentukan dengan
menjumlahkan modal dan laba. Pada umumnya, keuntungan minimum yang diambil
dari suatu produk sebesar 30% dari biaya modal. Namun, penentuan harga jual ini
juga harus mempertimbangkan harga jual produk serupa yang ada di pasaran. Hal
ini dilakukan agar harga jual yang diambil sesuai dan tidak terlalu tinggi sehingga
penjualan dapat dilakukan secara maksimal.

5.3 Nominal Modal Awal


Besar modal awal : Rp. 25.000 × 4 (anggota)
: Rp. 100.000

5.4 Perhitungan Harga Pokok Produksi


Total production cost
- Biaya Variabel (satu resep)
Nama Barang Jumlah Harga

iii
Tepung terigu 300 gr Rp. 3.000
Gula 65 gr Rp. 770
Ragi 1 Rp. 1.330
1 sdt
2
Susu bubuk 47 gr Rp. 3.500
Telur 1 biji Rp. 1.500
Margarin 1 Rp. 465
1 sdm
2
Garam 1 Rp. 35
sdt
2
Filling 36 gram Rp. 960
Minyak 1 Liter Rp. 12.500
Wijen 10 gram Rp. 420
Packaging 6 biji Rp. 3.000
Total Rp. 27.480

- Biaya Operasional

Nama Barang Jumlah Harga


Listrik 1 bulan Rp. 25.000
Transportasi 1 bulan Rp. 25.000
Total Rp. 50.000

Total production cost : Biaya Variabel + Biaya Operasional


: Rp. 27.480 + Rp. 50.000
: Rp. 77. 480
Rp . 27.480
Biaya produksi tiap produk :
6
: Rp. 4.580
Harga jual produk satuan : Rp. 7.000
Laba tiap produksi : Harga jual – Biaya produksi
: Rp. 7.000 - Rp. 4. 580
: Rp. 2.420
Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi, harga jual yang ditentukan
sebesar Rp. 7.000 tiap porsi nya. Laba produk satuan yang didapatkan sebesar Rp.
2.420 (35,6%). Keuntungan yang didapatkan cukup kecil bila dilihat dari
presentasenya, namun untuk bahan minyak goreng dapat digunakan beberapa kali
sehingga tidak perlu selalu dimasukkan dalam biaya produksi. Oleh karena itu
presentase keuntungan dapat bertambah dan akan diputar lagi menjadi modal.

2
BAB VI
RESIKO

6.1. Masalah Potensial


a. Mudah ditiru orang lain, sehingga akan memunculkan banyak pesaing
b. Proses mengurus BPOM yang cukup rumit

6.2. Tantangan
a. Banyak roti isi merk lain yang jauh lebih laris
b. Banyak pedagang roti goreng yang rasanya tidak jauh berbeda
c. Kondisi covid-19 membuat orang berpikir lebih untuk mau membeli
ODENG
d. ODENG lebih nikmat disajikan panas dan distribusi ODENG sendiri
akan membuat ODENG mulai dingin

6.3. Alternatif Perencanaan


a. Menambah varian rasa (filling)
b. Menambah varian filling
c. Memberi promo-promo hemat
d. Membuat ODENG dalam versi makanan beku / frozen food

iii
BAB VII
STRATEGI PANEN

7.1. Keberlanjutan Bisnis


a. Membuka dan menerima dropshiper dari setiap daerah untuk
memperluas jangkauan penjualan. Para dropshiper itu nantinya hanya
akan menerima pesanan dan menerima uang dari konsumen, lalu
kami, sebagai pihak produsen, akan langsung mengirim ODENG ke
pihak konsumen dengan mencantumkan identitas dropshiper terkait.

2
BAB VIII
PENJADWALAN
8.1. Jadwal

Minggu ke- To Do List


 Membentuk tim yang solid
 Membuat deskripsi tugas untuk masing masing anggota
 Membuat target per bulannya (profit = 100 ribu)
1
 Mulai produksi dengan 1 varian
 Membuat iklan di media sosial
 Mulai penjualan minimal 5 porsi per anggota
 Evaluasi kerja minggu sebelumnya
 Menerima saran dan kritik yang masuk
2  Membenahi produk
 Meningkatkan penjualan online
 Menjual minimal 10 porsi per anggota
 Evaluasi kerja minggu sebelumnya
 Meningkatkan kekompakan tim
3
 Meningkatkan penjualan online
 Menjual minimal 15 porsi per anggota
 Meningkatkan penjualan online
 Menambah variasi rasa maupun filling
4
 Menjual minimal 15 porsi per anggota
 Evaluasi pencapaian dan target selama satu bulan

 Evaluasi kerja minggu sebelumnya


 Menerima saran dan kritik yang masuk
5  Membenahi produk

iii
 Meningkatkan penjualan online
 Menjual minimal 10 porsi per anggota

 Evaluasi kerja minggu sebelumnya


 Meningkatkan kekompakan tim
6
 Meningkatkan penjualan online
 Menjual minimal 10 porsi per anggota
 Evaluasi kerja minggu sebelumnya
7  Meningkatkan penjualan online
 Menjual minimal 15 porsi per anggota
 Promosi akhir
8  Penjualan minimal 15 porsi per anggota
 Evaluasi pencapaian dan target selama satu bulan

Tabel 8.1. Tabel To Do List selama 2 bulan

2
BAB IX

PENUTUP
9.1. Kesimpulan
ODENG atau Odading Goreng ini merupakan jajanan hits di 2020 ini.
Namun kami membuat terobosan baru agar semakin menarik untuk anak-
anak muda. Terobosan baru ini dalam hal penambahan isi di dalam odading
itu sendiri hingga penambahan filling agar ODENG semakin terlihat menarik.
Pendistribusian produk agar sampai ke konsumen dilakukan dengan secara
langsung dari produsen ke konsumen serta memanfaatkan media internet
dalam berbisnis.

9.2. Saran
ODENG diproduksi dengan proses produksi yang sederhana serta
membutuhkan ketelitian dan keterampilan dari produsen. Oleh karena itu
diperlukan inovasi-inovasi agar selalu menarik minat konsumen, sehingga
produk ini bisa terjual dan terkenal hingga seluruh Indonesia, bahkan bisa
membombardir pasar kuliner di Indonesia.

iii
BAB X

LAMPIRAN

9.1. Foto Dokumentasi


9.1.1. Dokumentasi Pembuatan

2
iii
9.1.2. Dokumentasi Penjualan

2
iii
2
ODADING
GORENG

iii