Anda di halaman 1dari 17

TUGAS BARISAN DAN DERET ARITMETIKA

Nama anggota:
Rindang Winny Hapsari (A410200096)
Fany Dania Windasari (A410200107)
Nyahning Sundari (A410200109)
Yilla Nurul Fatimah (A410200126)
Ira Evikasari (A410200130)
TUGAS A:
1. Barisan aritmatika merupakan barisan yang memiliki ciri-ciri tertentu yaitu selisih
antara dua suku yang berurutan mempunyai nilai yang tepat atau konstan. Sedangkan
selisih dari 2 suku yang berurutan disebut dengan beda dari barisan aritmatika yang
bisa dilambangkan dengan huruf “b”.
Sifat-sifat baris aritmatika
 Dua kali bilangan yang tengah sama dengan jumlah dari kedua bilangan
yang ada permisalan x, y, z adalah bilangan berurutan.
Maka 2y = x + z
Pembuktian:
Terdapat baris aritmatika dengan beda b maka y = x + 2b serta z = 4 + 4b.
Sehingga dihasilkan:
2y = x + z
2 (x + 2b) = x + (x + 4b)
2x + 4b = 2x + 4b
TERBUKTI
 Jumlah dua bilangan yang terletak di tengah sama dengan jumlah dua bilangan
yang ada di sampingnya.
Pemisalan e, f, g, dan h adalah bilangan berurutan.
Maka f + g = e + h
Pembuktian:
Terdapat suatu baris aritmatika dengan beda b maka f = f + b, g = e + 2b dan
a = e + 3b
Sehingga diperoleh:
F+g=e+h
(e + b) + (e + 2b) = e + (e + 3b)
2e + 3b = 2e + 3b
TERBUKTI
2. Jika diantara 2 bilangan a dan b disisipkan k bilangan baru sehingga membentuk,
suatu barisan aritmatika, diskusikan bagaimana mendapatkan beda barisan yang
baru dan rumus suku ke-n.
Penyelesaian:
Misalkan diantara a dan b suatu barisan aritmatika disisipkan k bilangan ( k
menyatakan banyak bilangan yang disisipkan ) dan dihasilkan barisan aritmatika baru
dengan bedabaru (b”), maka diperoleh

Barisan awal dengan beda b’


a,b dengan b’=b-a
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)(𝑏 − 𝑎)
𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛𝑏 − 𝑛𝑎 − 𝑏 − 𝑎
𝑈𝑛 = 2𝑎 − 𝑏 + 2(𝑏 − 𝑎)
𝑈𝑛 = 2𝑎 − 𝑏 + 2𝑏 − 2𝑎
𝑈𝑛 = 𝑏
Barisan baru dengan beda b”
a, ( a + b”), ( a + 2b”), (a + 3b”), ( a + 4b”), …,( a + kb”), b

sesuai dengan konsep beda barisan , maka berlaku:


𝑏" = 𝑏 − (𝑎 + 𝑘𝑏")
𝑏" = 𝑏 − 𝑎 − 𝑘𝑏"
𝑏"+kb" =𝑏−𝑎
(1 + 𝑘)𝑏" = 𝑏 − 𝑎

Karena , 𝑏 − 𝑎 = 𝑏′, maka diperoleh


(1 + 𝑘)𝑏" = 𝑏′
𝑏′
𝑏" =
( 1 + 𝑘)
Jadi diperoleh
𝑏′
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1) ( )
( 1 + 𝑘)
𝑛𝑏′ − 𝑏′
𝑈𝑛 = 𝑎 +
(1 + 𝑘 )

Keterangan:
b’ = beda barisan awal sebelum disisipkan k
bilangan b” = beda barisan setelah disisipkan k bilangan
k = banyak bilangan yang disipkan antara dua suku

B. Selesaikan soal berikut


1. Seorang ayah memberikan uang saku harian yang berbeda-beda kepada lima anaknya.
Uang saku seorang adik Rp 1000,00 kurangnya dari uang saku yang diterima kakak tepat
di atasnya. Jika setiap hari ayah itu mengeluarkan Rp 17.500,00 untuk uang saku semua
anaknya, berapakah uang saku harian anak ke-4?
Penyelesaian :
Dik:
𝑏 = 𝑅𝑝1.000,00
𝑆5 = 𝑅𝑝 17,500,00
𝑈2 = ⋯ ? (𝑈𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑘𝑢 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑘𝑒 − 4)

𝑆𝑛 = 𝑛 (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏)
2
5
17.500,00 = (2𝑎 + (5 − 1)1.000,00)
2
5
17.500,00 = (2𝑎 + (4)1.000,00)
2
5
17.500,00 = (2𝑎 + 4.000,00)
2

17.500,00 = 5(𝑎 + 2.000,00)


17.500,00 = 5𝑎 + 10.000,00
5𝑎 = 7.500,00
𝑎 = 1.500,00
Ditanya : 𝑈2 = ⋯ ?

𝑈2 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
𝑈2 = 𝑅𝑝 1.500,00 + (2 − 1)𝑅𝑝 1.000,00
𝑈2 = 𝑅𝑝 1.500,00 + 𝑅𝑝 1.000,00
𝑈2 = 𝑅𝑝 2.500,00
Jadi uang saku harian anak ke-4 adalah 𝑅𝑝 2.500,00

2. Seorang arsitek merancang ornamen dinding yang terdiri dari barisan bata merah
berselang- seling dengan barisan bata putih. Pola tersebut dimulai dengan 20 bata merah
di bagian dasar. Tiap baris di atasnya memuat 3 bata kurangnya dari susunan sebelumnya.
Jika barisan paling atas tidak memuat bata merah, berapa banyak baris yang ada dan
berapa banyak bata merah yang digunakan?
Penyelesaian:
Diketahui
a = 20
b = -3
𝑈 𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1 ) − 3

= 20 + (𝑛 − 1) − 3

= 20 − 3𝑛 + 3

= 23 − 3𝑛

Tiap baris susunan batu bata merah dan bata putih yang berselang seling dimulai bata
merah sebagai susunan didasar

𝑈1 = 20 bata merah

𝑈2 = 23 − 6 = 17 bata putih

𝑈3 = 23 − 9 = 14 bata merah

𝑈4 = 23 − 12 = 11 bata putih

𝑈5 = 23 − 15 = 8 bata merah

𝑈6 = 23 − 18 = 5 bata putih

𝑈7 = 23 − 21 = 2 bata merah (tidak memenuhi)

𝑈8 = 23 − 24 = −1 (tidak mememenuhi)
Untuk, 𝑈7 = 23 − 21 = 2 (bata merah) tidak memenuhi, karena syarat dari pembuatan
dinding barisan paling atas tidak memuat bata merah.

Jadi banyaknya batu bata merah yang digunakan adalah

𝑈1 + 𝑈3 + 𝑈5 = 20 + 14 + 8 = 42 bata merah. Maka b = −6, karena pola barisan


berselang seling dibagian dasar tersusun bata merah, susunan selanjutnya bata putih
begitupun seterusnya, dan beda tiap baris b = −3, jadi untuk mengitung jumlah bata
merah harus melompati tiap susunan bata putih, maka beda untuk setiap susunan bata
merah adalah b = −6.
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏

= 20 + (𝑛 − 1) − 6

= 20 − 6𝑛 + 6

= 26 − 6𝑛

𝑈1 = 20 susunan pertama bata merah

𝑈2 = 14 susunan kedua bata merah

𝑈3 = 8 susunan ketiga bata merah


3. Seorang seniman membuat suatu karya seni yang memuat 5 ornamen di bagian atas karya
tersebut, 7 ornamen di lapisan ke dua, 9 ornamen di lapisan ke tiga, dan seterusnya.
Berapa banyak ornamen yang terdapat pada lapisan ke-20?
Penyelesaian :
5 + 7 + 9 +...+ 𝑈20
𝑈 𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1 )𝑏
𝑈20 = 5 + (20 − 1)2
= 5 + (19)2
= 5 + 38
= 43
4. Dari suatu barisan aritmetika, u2 + u7 = 26 dan u3 + u5 = 22. Tentukan suku ke-100
Penyelesaian :
𝑈2 + 𝑈7 = 26 ⇒ (𝑎 + (2 − 1)𝑏) + (𝑎 + (7 − 1)𝑏) = 26
⇒ (𝑎 + 𝑏) + (𝑎 + 6𝑏) = 26
⇒ 2𝑎 + 7𝑏 = 26 (1)
𝑈3 + 𝑈5 = 22 ⇒ (𝑎 + (3 − 1)𝑏 + (𝑎 + (5 − 1)𝑏 = 22
⇒ (𝑎 + 2𝑏) + (𝑎 + 4𝑏) = 22
⇒ 2𝑎 + 6𝑏 = 22 (2)

Eliminasi persamaan (1) dan (2):


2𝑎+7𝑏=26
2𝑎+6𝑏=22
𝑏=4 –
Subtitusi nilai b ke persamaan (2)
2𝑎 + 6𝑏 = 22
2𝑎 + 6(4) = 22
2𝑎 + 24 = 22
2𝑎 = −2
𝑎 = −1
Ditanya : 𝑈100 = ⋯ ?
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
𝑈100 = −1 + (100 − 1)4
= −1 + (99)4
= −1 + 396
= 395
5. Diketahui barisan aritmetika 64, 61, 58, 55,…
a. Suku keberapakah yang bernilai 26?
Penyelesaian:
Bilangan aritmatika 64, 61, 58, 55, ...
a = 64
b = 61 -64 = -3
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
= 64 + (𝑛 − 1). (−3)
= 67 − 3𝑛
Maka:
𝑈𝑛 = 67 − 3𝑛
26 = 67 − 3𝑛
3𝑛 = 67 − 26
3𝑛 = 41
𝑛 = 13,6

Pembuktian
𝑈𝑛 = 67 − 3𝑛
= 67 − 3(13,6)
= 67 − 40,8
= 26,2
≈ 26 terbukti

b. Tentukan suku negatifnya yang pertama


𝑈𝑛 = 67 − 3𝑛
𝑈𝑛 = 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑓 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎
𝑈𝑛 < 0
67 − 3𝑛 < 0
67 < 3𝑛
𝑛 > 22,3
𝑛 = 23
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
𝑈22 = 64 + (23 − 1)(−3)
= 64 − 66
= −2

6. Diketahui barisan bilangan asli kurang dari 125. Tentukan banyak bilangan yang :
a. habis dibagi
2
Penyelesaian:

2 + 4 + 6 + 8 + 10 + ⋯ + 124
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
124 = 2 + (𝑛 − 1)2
124 = 2 − 2 + 2𝑛
124 = 2𝑛
𝑛 = 62
Maka
𝑛
𝑠𝑛 = (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
2

𝑠62 62
= (2(2) + (62 − 1)2
2

62
= (4 + (61)2)
2
62
= (4 + 122)
2

62
= (126)
2

= 31(126)

= 3906

b. habis dibagi 5

5 + 10 + 15 + 20 + 25 + ⋯ + 120
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
120 = 5 + (𝑛 − 1)5
120 = 5 − 5 + 5𝑛
120 = 5𝑛
𝑛 = 24
Maka

𝑛
𝑠𝑛 = (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
2

𝑠24 24
= (2(5) + (24 − 1)5
2

24
= (10 + (23)5)
2

24
= (10 + 115)
2

24
= (125)
2

= 12(125)

= 1500

c. habis dibagi 2 tetapi tidak habis dibagi 5


𝑠62 − 𝑠24 = 3906 − 1500 = 2406
7. Diantara bilangan-bilangan 8 dan 173 disisipkan 32 buah bilangan sehingga terjadi
barisan aritmetika. Tentukan
a. beda barisan itu

𝑏 = 173 − 8
32
165
= =5
32
b. rumus suku ke-n
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
𝑈𝑛 = 8 + (𝑛 − 1)5
= 8 + 5𝑛 − 5
= 5𝑛 + 3

C. DERET ARITTMETIKA

Selesaikan soal berikut.

1. Rancanglah soal-soal kontekstual dari deret-deret berikut ini.Hitunglah jumlah 30 suku


yang pertama dari tiap rancangan.

a. 3+5+7+9+…

Penyelesian:

𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏

𝑈30 = 3 + (30 − 1)2

= 3 + (29)2

= 3 + 58

= 61

𝑗𝑎𝑑𝑖,
1
𝑆𝑛 = 𝑛(𝑎 + 𝑈𝑛)
2
1
= 30(3 + 𝑈30)
2
1
= 30(3 + 61)
2
= 15(64)

= 960

b. – 30 – 27 – 24 – 21 – …

Penyelesaian:
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏

𝑈30 = −30 + (30 − 1)3

= −30 + (29)3

= −30 + 87

= 57

𝑗𝑎𝑑𝑖,
1
𝑆𝑛 = 𝑛(𝑎 + 𝑈𝑛)
2
1
= 30(−30 + 𝑈30)
2
1
= 30(−30 + 57)
2
= 15(27)

= 405
1 1 3
c. 1 , 2 , 3, 3 , …
2 4 4

Penyelesaian:

𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
1 3
𝑈30 = 1 + (30 − 1)
2 4
1
3
= 1 + (29)
2 4
1
3
= 1 + 21
2 4
1
= 23
4
𝑗𝑎𝑑𝑖,
1
𝑆𝑛 = 𝑛(𝑎 + 𝑈𝑛)
2
1 1
= 30 (1 + 𝑈30)
2 2
1 1 1
= 30 (1 + 23 )
2 2 4
3
= 15 (24 )
4
1
= 371
4
1
d. 7 1
, 6, 4 , 3, …
2

Penyelesaian:

𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
1 1
𝑈30 = 7 + (30 − 1) (−1 )
2 2
1
1
= 7 + (29) (−1 )
2 2
1
1
= 7 + (−43 )
2 2
= −36

𝑗𝑎𝑑𝑖,
1
𝑆𝑛 = 𝑛(𝑎 + 𝑈𝑛)
2
1 1
= 30 (7 + 𝑈30)
2 2
1 1
= 30 (7 + (−36))
2
2

1
= 15 (−28 )
2
1
= −427
2

2. Hitunglah jumlah tiap deret berikut.


10
a.  (2k 1)
k 1
penyelesaian :
10

 (2k 1)  1  3  5  7  9  11  13  15  17  19  100


k 1

𝑠𝑛 𝑛
= (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏)
2

𝑠10 10
= (2(4) + (10 − 1)4)
2

= 5(8 + (9)4)

= 5(2 + 18)

= 5(20)

= 100
14
b.  (k  3)
k 1
Penyelesaian :
14

 (k  3)  (4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  147
k 1

𝑠𝑛 = 𝑛 (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏)
2
𝑠 14
= (2(4) + (14 − 1)1)
14 2

= 7(8 + (13)1)

= 7(8 + 13)

= 7(21)

= 147
25
c.  (3n  2)
n1
Penyelesaian :
25

 (3n  2)  5  8  11  14  17  77  1025


n1

𝑠𝑛 = 𝑛 (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏)
2
𝑠 25
= (2(5) + (25 − 1)3)
25 2
25
= (10 + (24)3)
2
25
= (10 + 72)
2
25
= (82)
2

= 25 × 41

= 1025

20
d.  (5  2 p)
p1

Penyelesaian :
20

∑(5 − 2𝑝) = 3 + 1 − 1 − 3 − 5 − 7 − 9 − ⋯ − 35 = −320


𝑝=1

𝑠𝑛 = 𝑛 (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏)
2
𝑠 20
= (2(3) + (20 − 1)(−2))
25 2

= 10(6 + (19)(−2))

= 10(6 − 38)

= 10(−32)

= −320

3. Rancanglah soal kontekstual deret-deret berikut dan tentuka n.

a. 1 + 2 + 3 + 4 +…+ n = 210

Penyelesaian:
𝑛
𝑠𝑛 = (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏)
2
𝑛
210 = (2(1) + (𝑛 − 1)1 dikali 2
2

420 = 𝑛 (2 + 𝑛 − 1 )

420 = 𝑛(𝑛 + 1)

0 = 𝑛2 + 𝑛 − 420
0 = (𝑛 − 20)(𝑛 + 21)

𝑛 = 20 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑛 = −21(𝑇𝑀)

Jadi nilai n yang memenuhi adalah 𝑛 = 20

b. 84 + 80 + 77 + 73 +… + n= 0
1 1
2 2

Penyelesaian:
𝑛
𝑠𝑛 = (𝑎 + 𝑈𝑛)
2
𝑛
0 = (84 + 𝑛) dikali 2
2

0 = 𝑛(84 + 𝑛)

𝑛 = 0 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑛 = −84(𝑇𝑀)

Jadi nilai n yang memenuhi adalah 𝑛 = 0

4. Hitunglah jumlah semua bilangan asli

a. Antara 1 dan 200 yang habis dibagi 4

Penyelesaian :

4 +8 + 12 + ..... + 196

𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏

196 = 4 + (𝑛 − 1)4

196 = 4 − 4 + 4𝑛

196 = 4𝑛

𝑛 = 49

Maka ditanya : 𝑆49 = ⋯ ?

𝑠𝑛 𝑛
= (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
2
49
𝑠49 = (2(4) + (49 − 1)4
2
49
= (8 + (48)4)
2

49
= (8 + 192)
2

49
= (200)
2

= 49(100)

= 4.900

b. Antara 1 dan 200 yang habis dibagi 4 tetapi tidak habis dibagi 5

Penyelesaian:

Antara 1 dan 200 yang habis dibagi 5

5 + 10 + 15 + 20 + 25 + ⋯ + 195

𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏

195 = 5 + (𝑛 − 1)5

195 = 5 − 5 + 5𝑛

195 = 5𝑛

𝑛 = 39

Maka
𝑛
𝑠𝑛 = (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
2

𝑠39 39
= (2(5) + (39 − 1)5
2

39
= (10 + (38)5)
2

39
= (10 + 190)
2
39
= (200)
2

= 39(100)

= 3.900

Jadi antara 1 dan 200 yang habis dibagi 4 tetapi tidak habis dibagi 5

𝑠49 − 𝑠39 = 4.900 − 3.900 = 1.000

5. Diketahui jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika adalah

Sn = n
(3n + 5). Tentukan :
2

a. rumus suku ke-n

Un = Sn – Sn-1

3𝑛2 5𝑛 3(𝑛−1)2 5(𝑛−1)


= 2 + 2− 2 + 2

3𝑛2 5𝑛 3𝑛2 6𝑛 3 5𝑛 5
= 2 + 2 − 3 + 2 −2 + 2 −2

16𝑛 8
= 2 −2

= 8𝑛 − 4

b. suku pertama dan beda

U1 = 8(1) − 4 = 8 − 4 = 4 (suku pertama)

U2 = 8(2) − 4 = 16 − 4 = 12

b = U2−U1 = 12 − 4 = 8

6. Tiga bilangan merupakan barisan aritmetika. Jika bilangan yang ketiga adalah 12 dan
hasil kali ketiga bilangan itu –120 . Tentukan bilangan itu.

Penyelesaian :

Misalkan: U1=bilangan pertama; U2=bilangan kedua; dan U3=bilangan ketiga


U1 = a
U2 = a + b
U3 = a+2b,
U3 = 12
12 = a+2b, a = 12 - 2b

U1 x U2 x U3 = -120
a x (a+b) x (a+2b) = -120
(12-2b)(12-2b+b)(12) = -120
(12-2b)(12-b)12 = -120
(12-2b)(12-b) = -10
144 -12b -24b +2b2 = -10
72 -6b -12b + b2 = -5
b2 -18b + 77 = 0
(b-7)(b-11) = 0
b = 7 atau b = 11
untuk b = 7
a = 12-2b
a = 12-2(7)
a = 12-14
a = -2

untuk b = 11
a = 12-2b
a = 12-2(11)
a = 12-22
a = -10

Jadi:
Untuk b = 7, maka U1, U2, U3 = -2, 5, 12
Untuk b = 11, maka U1, U2, U3 = -10, 1, 12