Anda di halaman 1dari 27

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BANK SAMPAH

BERBASIS WEB DI SMAN 1 GERUNG

oleh:
ARIF RITZKY BARIDI
M. SURYA SAPUTRA

Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji oleh:

Dosen Pembimbing

(Yolanita Septiani, M. Pd)

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang


Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan
dan pengetahuan sehingga proposal ini bisa selesai pada waktunya.

Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah


berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga proposal ini bisa
disusun dengan baik dan rapi.

Kami berharap semoga proposal ini bias berguna, Namun terlepas


dari itu, kami memahami bahwa proposal ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang
bersifat membangun demi terciptanya proposal selanjutnya yang lebih
baik lagi.

2
Daftar Isi
Cover………………………………………………………………...1
Kata pengantar……………………………………………………...2
Daftar isi…………………………………………………..................2
Abstrak………………………………………………………………4
BAB 1 Pendahuluan………………………………………………...5
1.1 Judul penelitian………………………………………………………….5
1.2 Latar belakang……………………………………..................................5
1.3 Rumusan masalah……………………………………………………….8
1.4 Tujuan……………………………………………………………………8
1.5 Manfaat……………………………………………..................................8
1.6 Batasan masalah…………………………………………………………8

BAB 2 Tinjauan teori………………………………………………..9


2.1 Bank sampah…………………………………………………………………9

2.2 Manajemen…………………………………………….................................11

2.3 Sampah………………………………………………………………………12

2.3.1 pengertian sampah……………………………………………………….12

2.3.2 Sumber,jenis,komposisi sampah………………………………………...13

2.3.3 Faktor faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas sampah.....16

2.3.4 Faktor faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah……………..17

2.3.5 Hambatan dalam pengelolaan sampah…………………………………18

2.4 Aplikasi………………………………………………....................................19

BAB 3 Metode penelitian…………………………………………..20


3.1 Metode penelitian…………………………………………………………..20

BAB 4 Penutup……………………………………………………..23

3
4.1 Kesimpulan………………………………………………………………….23

4.2 Saran…………………………………………………………………………23

DAFTAR PUSTAKA

4
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BANK SAMPAH
BERBASIS WEB

Abstrak
Sampah merupakan material sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi
baik industri maupun rumah tangga. Maka perlu penanganan untuk mengatasi
masalah yang timbul dari sampah, salah satunya adalah dengan adanya bank
sampah. Dalam pengolahan data di dalam bank sampah masih dilakukan
manual yaitu dengan pencatatan dengan buku. Oleh karena itu seiring dengan
pesatnya kamajuan teknologi dibuat suatu sistem berbasis web yang dapat
membantu proses transaksi sampah pada bank sampah.Dalam proses
pembuatan sistem tersebut dilakukan penelitian di Bank Sampah SMA 1
Gerung Kecamatan gerung Kabupaten lombok barat Penelitian ini
Sedangkan dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode survey,
wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan arsip. Hasil penelitian berupa
sebuah sistem informasi berbasis web yang membantu petugas dalam
melayani transaksi dan nasabah mengecek saldo secara mandiri.

Kata Kunci : bank sampah, metode waterfall, sistem informasi

5
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Judul Penelitian


Rancang Bangun Sistem Informasi Bank Sampah Berbasis WEB di SMAN 1
Gerung

1.2 Latar Belakang


Sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran
lingkungan yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan lingkungan.
Pengelolaan sampah selama ini dilakukan secara konvensional yaitu
pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir di Tempat
Pembuangan Akhir (TPA). Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sampah beserta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012
mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam
pengelolaan sampah yaitu paradigma kumpul-angkut-buang menjadi
pengelolaan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan
sampah.
Kegiatan pengurangan sampah bermakna agar seluruh lapisan
masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat luas
melaksanakan kegiatan timbunan sampah, pendauran ulang dan
pemanfaatan kembali sampah atau yang dikenal dengan sebutan Reduce,
Reuse dan Recycle (3R) melalui upaya-upaya cerdas, efisien dan
terprogram. Namun kegiatan 3R masih menghadapi kendala utama, yaitu
rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Salah satu solusi
untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melalui pengembangan Bank
Sampah yang merupakan kegiatan bersifat social engineering yang
mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan

6
kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bijak sehingga
akan mengurangi sampah yang diangkut ke TPA.
Pembangunan Bank Sampah menjadi titik awal membina kesadaran
masyarakat untuk memulai memilah, mendaur-ulang, dan memanfaatkan
sampah, karena sampah mempunyai nilai jual yang cukup baik, sehingga
pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru.
bank sampah yang berada dibawah naungan Pusat Pengelolaan Sampah
merupakan penyelenggara pengelolaan sampah dan menjadi sarana
penting untuk mendaur ulang sampah yang ditimbulkan di lingkungan.
pengomposan sampah basah layak kompos dan pengelolaan sampah
kering layak jual dengan penerapan bank sampah. Sampah kering layak
jual dapat ditabung oleh masyarakat.
Proses pengelolaan bank sampah sudah berjalan dengan baik. Proses
pengelolaan bank sampah dimulai dari pendaftaran nasabah, pendaftaran
nasabah dilakukan dengan mengisi formulir. Untuk proses transaksi bank
sampah seperti transaksi menabung dan transaksi penarikan bisa dilakukan
setelah nasabah terdaftar. Setiap transaksi di Bank sampah harus dilakukan
melalui pegawai Bank dan tercatat pada buku tabungan nasabah. Proses
penjemputan sampah dilakukan dengan cara nasabah memberi tahu
petugas bank sampah dan memberikan lokasi penjemputan sampah.
Banyaknya jumlah nasabah dan transaksi yang terjadi mengakibatka
pengelola kesulitan dalam memantau kinerja dan transaksi yang berjalan
secara realtime.
Petugas bank sampah juga kesulitan menemukan lokasi penjemputan
sampah karena petunjuk lokasi diberikan oleh nasabah melalui panggilan
telepon sehingga tidak ada peta pasti mengenai lokasi penjemputan
sampah. Pada proses penabungan sampah, Bank Sampah bisa melakukan
penjemputan sampah. Penjemputan sampah dilakukan oleh petugas setelah
nasabah meminta penjemputan sampah, dengan syarat lokasi sampah yang
dijemput berada di lingkungan sekolah. Fitur lokasi pada sistem informasi
yang akan dikembangkan bisa membantu nasabah dan petugas bank

7
sampah dalam memberikan dan mengetahui lokasi penjemputan sampah
dengan jelas dan akurat. Dengan permasalahan yang telah ditemukan
diatas, sistem informasi berbasiskan web dan mobile dapat menjadi solusi
untuk kebutuhan Bank Sampah untuk melaksanakan operasionalnya
dengan lebih baik. Aplikasi ini mengelola dan mengolah data secara
terkomputerisasi dan dirancang khusus untuk mobile, sehingga kegiatan-
kegiatan seperti penjemputan sampah dan proses transaksi tabungan dapat
dilakukan dengan mudah.
Sistem informasi memiliki peranan dalam memenuhi kebutuhan
pengguna dimana sistem informasi yang dihasilkan mempunyai
kemampuan implementasi dan kapasitas penyajian informasi sesuai
dengan yang hiharapkan pengguna sistem informasi (Perdanawati, et al.,
2014). Begitu juga pada bank sampah yang juga mempunyai fungsi seperti
bank-bank pada umumnya. Sistem informasi pada bank sampah dapat
membantu pihak bank sampah dalam mengelola data sehingga jalannya
proses bisnis dapat berlangsung efektif dan efisien (Fitria, 2014).
Bank Sampah membutuhkan sistem informasi pengelolaan bank
sampah untuk mempermudah dalam pengelolaan data dan penjemputan
sampah. Pengunaan sistem informasi pada bank sampah dapat membantu
pihak Bank Sampah dalam mengelola data dan penjemputan sampah
sehingga jalannya proses bisnis dapat berlangsung dengan baik. Pada saat
ini penggunaan mobile application dengan menggunakan telepon pintar
dan komputer tablet jauh lebih tinggi dari penggunaan mobile web.
Menurut data dari Nielsen preferensi konsumen untuk mobile application
pada Mei 2012 mencapai 89% dari waktu penggunaan mobile web dan ini
mengalami peningkatan pada Oktober 2016, dimana preferensi konsumen
untuk mobile application menurut Yahoo's Flurry analytics mencapai 90%
(Smart Insights (Marketing Intelligence) Ltd, 2016).
Tingginya angka persentase pengunaan aplikasi mobile ini dirasa perlu
mendapat perhatian ketika mengembangkan sebuah sistem agar dapat
mengakomodasi kebutuhan akses informasi yang lebih cepat dan mudah.

8
Dengan adanya akses mobile dapat mempercepat aliran informasi yang
dibutuhkan nasabah dan petugas bank sampah. Berdasarkan uraian diatas,
dapat disimpulkan bahwa perlu dibangun sebuah sistem informasi berbasis
web dan mobile yang mampu mengatasi permasalahan operasional bank
sampah enviro. Sehingga aplikasi yang dibangun diharapkan dapat
membantu petugas dan nasabah Bank Sampah dalam proses pendaftaran
nasabah dan proses transaksi tabungan. Oleh karena itu dibangun sebuah
sistem informasi yang dibuat dalam tugas akhir dengan judul
“pembangunan sistem informasi pengelolaan bank sampah berbasis web
dan mobile dengan fitur lokasi pada Bank Sampah
1.3 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas kita dapat menyimpulkan masalah,yaitu:
1. Bagaimana cara meminimalisir sampah di sekolah
2. Bagaimana membangun sistem informasi pengelolaan bank sampah yang
dapat memenuhi kebutuhan Bank Sampah.
1.4 Tujuan
1. Agar dapat mengurangi masalah sampah di sekolah
2. Melakukan pengujian terhadap sistem informasi pengelolaan bank sampah
berbasis web dan mobile pada Bank Sampah.
1.5 Manfaat
Manfaat dilakukannya penelitian ini bagi Bank Sampah adalah sebagai
sistem informasi bank sampah yang berguna untuk operasional bank sampah.
Pihak yang terlibat dalam proses pengelolaan bank sampah yaitu nasabah,
pimpinan dan teller. Bagi nasabah dengan adanya penelitian ini memudahkan
nasabah untuk memberi tahu lokasi penjemputan sampah kepada
petugas(teller). Sedangkan bagi pimpinan dengan adanya penelitian ini
memudahkan teller untuk mengelola transaksi bank sampah. Dan bagi
pimpinan dengan adanya penelitian ini memudahkan pimpinan untuk melihat
laporan transaksi yang berlangsung di Bank sampah.

9
1.6 Batasan Masalah
Agar penelitian tidak menyimpang terlalu jauh dan ruang lingkup sistem yang
akan dibangun tidak terlalu luas, maka dari masalah-masalah yang ada
ditentukan batasan-batasan masalah sebagai berikut.
1. Sistem informasi pengelolaan bank sampah berbasis web dan mobile
dengan fitur lokasi pada Bank Sampah dibangun sampai pada tahap pengujian.
2. Platform mobile dibangun dengan sistem operasi Android.
3. Ruang lingkup sistem yang dibangun yaitu terkait pada proses penabungan
bank sampah yang dimulai proses pendaftaran nasabah baru sampai dengan
proses transaksi tabungan.

BAB 2
TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Bank Sampah
Bank sampah lahir dari program Jakarta Green and Clean
yaitu salah satu cara pengelolaan sampah skala rumah tangga, yang
menitik beratkan pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola
sampah rumah tangga. Bank sampah adalah tempat menabung
sampah yang telah terpilih menurut jenis sampah, sampah yang
ditabung pada bank sampah adalah sampah yang mempunyai nilai
ekonomis. Cara kerja bank sampah pada umumnya hampir sama
dengan bank lainnya, ada nasabah, pencatatan pembukuan dan
manajemen pengelolaannya, apabila dalam bank yang biasa kita
kenal yang disetorkan nasabah adalah uang akan tetapi dalam bank
sampah yang disetorkan adalah sampah yang mempunyai nilai
ekonomis, sedangkan pengelola bank sampah harus orang kreatif
dan inovatif serta memiliki jiwa kewirausahaan agar dapat
meningkatkan pendapatan masyarakat. Sistem kerja bank sampah
pengelolaan sampahnya berbasis rumah tangga, dengan

10
memberikan reward kepada yang berhasil memilah dan
menyetorkan sejumlah sampah (Unilever Green&Clean, 2010).
Bank sampah menjadi metode alternatif pengelolaan sampah yang
efektif, aman, sehat dan ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan
pada bank sampah, masyarakat menabung dalam bentuk sampah
yang sudah dikelompokkan sesuai jenisnya sehingga dapat
memudahkan pengelolaan bank sampah dalam melakukan
pengelolaan sampah seperti pemilahan dan pemisahan sampah
berdasarkan jenisnya sehingga tidak terjadi pencampuran antara
sampah organik Universitas Sumatera Utara 10 dan non organik
yang membuat bank sampah lebih efektif, aman, sehat dan ramah
lingkungan (Unilever Green&Clean, 2010). Konsep bank sampah
ini tidak jauh berbeda dengan konsep 3R (Reduse, Reuse,
Recycle). Jika dalam konsep 3R ditekankan bagaimana agar
mengurangi jumlah sampah yang ditimbulkan dengan
menggunakan atau mendaur ulangnya, dalam konsep bank sampah
ini, paling ditekankan adalah bagaimana agar sampah yang sudah
dianggap tidak berguna dan tidak memiliki manfaat dapat
memberikan manfaat tersendiri dalam bentuk uang, sehingga
masyarakat termotivasi untuk memilah sampah yang mereka
hasilkan. Proses pemilahan inilah yang mengurangi jumlah
timbunan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga sebagai
penghasil sampah terbesar di perkotaan. Konsep Bank Sampah
membuat masyarakat sadar bahwa sampah memiliki nilai jual yang
dapat menghasilkan uang, sehingga mereka peduli untuk
mengelolanya, mulai dari pemilahan, pengomposan, hingga
menjadikan sampah sebagai barang yang bisa digunakan kembali
dan bernilai ekonomis (Aryenti, 2011). Konsep bank sampah ini
menjadi salah satu solusi bagi pengelolaan sampah di Indonesia
yang masih bertumpu pada pendekatan akhir. Dengan program ini,
sampah mulai dikelola dari awal sumber timbunan sampah, yaitu

11
rumah tangga. Pemilihan yang dilakukan oleh masyarakat sejak
awal membuat timbunan sampah yang dihasilkan dan dibawa ke
tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi berkurang (Medan
Green&Clean, 2010). Keberadaan bank sampah mampu
memberikan nilai ekonomis bagi warga masyarakat. Bank sampah
merupakan sentra pengumpulan sampah non organik yang
mempunyai nilai harga diantaranya : (kertas, botol plastik, gelas
plastik, Universitas Sumatera Utara 11 kardus, plastik kemasan,
plastik kresek, koran, plastik sachetan, ember, kaleng, besi,
aluminium, dll). Jenis sampah non ini mempunyai nilai harga yang
berbeda berdasarkan jenisnya. Harga sangat beragam mulai dari
Rp. 100,- per kg sampai Rp. 8.000,- (Medan Green&Clean, 2010).
Pada tahun 2008 bank sampah di 5 wilayah DKI Jakarta sebanyak
50 sentra bank sampah yang meliputi 50 RW. Selanjutnya program
ini dikompetisikan untuk melihat kualitas dan kuantitas dari bank
sampah yang sudah dikelola oleh warga. Kriteria dari lomba
tersebut adalah kuota dari jumlah sampah non organik yang sudah
dimanfaatkan oleh warga serta mekanisme yang berjalan secara
berkelanjutan. Dengan adanya bank sampah, memberikan
keuntungan baik bagi warga maupun pelapak. Untuk pelapak
mendapatkan keuntungan dalam hal waktu dan kondisi sampah,
karena sampahnya sudah dipilah oleh warga. Untuk warga dapat
menikmati hasil sampah non organik yang sudah dikumpulkan di
bank sampah, yang dinilai dengan uang, selain itu kondisi
lingkungan juga menjadi bersih (Medan Green&Clean, 2010).

2 .2 Manajemen Bank Sampah

Manajemen Bank Sampah Cara menabung pada bank


sampah adalah setiap nasabah mendaftarkan pada pengelola,
pengelola akan mencatat nama nasabah dan setiap anggota akan
diberi buku tabungan secara resmi. Bagi nasabah yang ingin

12
menabung sampah, caranya cukup mudah, tinggal datang ke kantor
bank sampah dengan membawa sampah, sampah yang akan
ditabung harus sudah dipilah-pilah sesuai dengan jenisnya seperti
kertas, plastik, botol, kaleng, besi, alumunium dan lainnya
dimasukkan kekantong-kantong yang terpisah (Medan
Green&Clean, 2010). Sampah yang akan ditabung harus dalam
kondisi bersih dan kering. Petugas teller akan melakukan
penimbangan, pencatatan, pelabelan dan memasukkan sampah
pada tempat yang telah disediakan. Nasabah yang sudah menabung
dapat mencairkan uangnya sesuai dengan ketentuan yang telah
disepakati misalnya 3 atau 4 bulan sekali dapat mengambil
uangnya. Sedangkan jadwal menabung ditentukan oleh pengelola.
Pencatatan dibuku tabungan akan menjadi patokan berapa uang
yang sudah terkumpul oleh masing-masing nasabah, sedang pihak
bank sampah memberikan harga berdasarkan harga pasaran dari
pengumpul sampah. Berbeda dengan bank pada umumnya
menabung pada bank sampah tidak mendapat bunga. Untuk
keperluan administrasi dan upah pekerja pengelola akan memotong
tabungan nasabah sesuai dengan harga kesepakatan. Sementara itu,
dana yang terkumpul akan dikelola oleh bendahara (Unilever
Green&Clean, 2010).

2.3 Sampah

2.3.1 Pengertian Sampah

Menurut definisi World Health Organization (WHO)


“sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak
disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan
manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya”.

Dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2008 tentang


pengolahan sampah dinyatakan definisi sampah sebagai sisa

13
kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang
berbentuk padat ataupun cair.

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau


tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan
atau pemakaian barang rusak atau cacat dalam pembuatan
manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan
(Kementerian Lingkungan Hidup, 2005).

Berdasarkan uraian tersebut, sampah memiliki batasan yang


jelas sebagai sesuatu yang tidak diinginkan dan berasal dari
aktivitas manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Dengan
demikian sampah mengandung prinsip sebagai berikut :

1. Adanya sesuatu benda atau bahan padat.

2. Adanya hubungan langsung dengan kegiatan manusia.

3. Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi (Azwar, 1990).

2.3.2 Sumber, Jenis, dan Komposisi Sampah

Sumber sampah dapat berasal dari :

1. Sampah Domestik (Domestic Wastes)


Sampah ini terdiri dari bahan-bahan padat sebagai
hasil kegiatan rumah tangga yang sudah dipakai dan
dibuang, seperti: sisa-sisa makanan baik yang sudah
dimasak atau belum; bekas pembungkus baik itu kertas,
plastik daun, dan sebagainya;pakaian-pakaianbekas; bahan-
bahanbacaan, perabot rumah tangga;bahkan daun-daunan
dari kebun atau taman.
2. Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum
Sampah ini berasal dari tempat-tempat umum,
seperti pasar, tempat-tempat hiburan, terminal bus, stasiun

14
kereta api, sebagainya. Sampah tersebut dapat berupa
kertas, plastik, botol, daun, dan sebagainya.
3. Sampah yang berasal dari perkantoran
Sampah ini dari perkantoran baik dari perkantoran
pendidikan, perdagangan, departemen, perusahaan, dan
sebagainya. Sampah ini berupa kertas-kertas, plastik,
karbon, klip dan sebagainya. Umumnya sampah ini bersifat
kering, dan mudah terbakar (rubbish).
4. Sampah yang berasal dari jalan raya
Sampah ini berasal dari pembersihan jalan, yang
umumnya terdiri dari : kertaskertas, kardus-kardus, debu,
batu-batuan, pasir, sobekan ban, onderdil-onderdil
kenderaan yang jatuh, daun-daunan, plastik, dan
sebagainya.
5. Sampah yang berasal dari industri (industrial wastes)
Sampah ini berasal dari kawasan industri, termasuk
sampah yang berasal dari pembangunan industri, dan segala
sampah yang berasal dari proses produksi, misalnya :
sampah-sampah pengepakan barang, logam, plastik, kayu,
potongan tekstil, kaleng, dan sebagainya.
6. Sampah yang berasal dari pertanian/perkebunan
Sampah ini sebagai hasil dari perkebunan atau
pertanian misalnya: jerami, sisa sayur-mayur, batang padi,
batang jagung, ranting kayu yang patah, dan sebagainya.
7. Sampah yang berasal dari pertambangan
Sampah ini berasal dari pertambangan, dan
jenisnya tergantung dari jenis usaha pertambangan itu
sendiri, misalnya : batu-batuan, tanah/cadas, pasir sisa-sisa
pembakaran (arang), dan sebagainya.
8. Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan

15
Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan
ini, berupa : kotorankotoran ternak, sisa-sisa makanan,
bangkai binatang, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2003).
Adapun jenis sampah dapat dibedakan sebagai berikut
yaitu: 1. Sampah berdasarkan zat kimia yang terkandung
didalamnya
a) Sampah non organik Sampah non organik adalah
sampah yang umumnya tidak dapat membusuk, misalnya :
logam/besi, pecahan gelas, plastik, kain, dan sebagainya.
Sampah non organik memerlukan waktu yang lama untuk
dapat hancur. Menghilangkan sampah non organik dengan
cara membakarnya akan sangat berbahaya bagi kesehatan
karena dapat menyebabkan polusi dan gangguan
pernafasan, serta mencemari tanah.
b) Sampah organik Sampah organik adalah sampah
yang pada umumnya dapat membusuk, misalnya : sisa
makanan, daun-daunan, buah-buahan, potongan rumput,
dan sebagainya. Sampah organik terutama sisa makanan
yang dibiarkan begitu saja akan membusuk dan bisa
menjadi sumber penyakit karena menjadi tempat
perkembangbiakan vektor.
2. Sampah berdasarkan dapat dan tidaknya terbakar
a) Sampah yang mudah terbakar, misalnya : kertas, karet,
kayu, plastik, kain bekas dan sebagainya.
b) Sampah yang tidak dapat terbakar, misalnya kaleng-
kaleng bekas, besi/logam bekas, pecahan gelas, kaca, dan
sebagainya (Notoatmodjo, 2003).
3. Sampah berdasarkan karakteristiknya
a) Abu (Ashes) Merupakan sisa pembakaran dari bahan
yang mudah terbakar.

16
b) Sampah Jalanan (Street Sweeping) Berasal dari
pembersihan jalan dan trotoar, terdiri dari kertas-kertas
kotoran dan daun-daunan.
c) Jasad Binatang (Dead Animal) Yaitu jasad binatang
yang mati karena bencana alam, penyakit atau kecelakaan.
d) Sampah Pemukiman (Household Refuse) Yaitu sampah
campuran yang berasal dari daerah perumahan.
e) Bangkai Kenderaan (Abandoned vehicles) Yang
termasuk jenis sampah ini adalah bangkai mobil, truk,
kereta api, satelit, kapal laut, dan alat transportasi lainnya.
f) Sampah Industri Terdiri dari sampah padat yang berasal
dari industri pengolahan hasil bumi, tumbuh-tumbuhan dan
industri lainnya.
g) Sampah hasil penghancuran gedung/bangunan
(Demolotion Waste) Yaitu sampah yang berasal dari
perombakan gedung/bangunan.
h) Sampah dari daerah pembangunan Yaitu sampah yang
berasal dari sisa pembangunan gedung, perbaikan dan
perbaharuan gedung. Sampah dari daerah ini mengandung
tanah batubatuan, potongan kayu, alat perekat, kertas dan
lain-lain.
i) Sampah padat pada air buangan (sewage solid) Sampah
yang terdiri dari benda yang umumnya zat organik hasil
saringan pada pintu masuk suatu pusat pengolahan air
buangan.
j) Sampah khusus Yaitu sampah yang memerlukan
penanganan khusus dalam pengolahannya, misalnya kaleng
cat, film bekas, zat radioaktif dan zat yang toksis (Mukono,
2006).

2.3.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kuantitas Dan Kualitas


Sampah

17
Menurut Slamet (2009) sampah baik kualitas
maupun kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh berbagai
kegiatan dan taraf hidup masyarakat. Beberapa faktor yang
penting antara lain :
1. Jumlah Penduduk Ada kecenderungan semakin banyak
jumlah penduduk semakin banyak pula sampah yang
dihasilkan maka dari itu, pengelolaan sampah tentunya
harus disesuaikan dengan lajunya pertambahan penduduk.
2. Keadaan sosial ekonomi Semakin tinggi tingkat sosial
ekonomi masyarakat, semakin banyak jumlah perkapita
sampah yang akan dihasilkan. Jenis (anorganik) sampahnya
pun semakin banyak bersifat tidak dapat membusuk.
Perubahan jenis sampah ini, tergantung pada bahan yang
tersedia, peraturan yang berlaku, serta kesadaran
masyarakat akan persoalansampah.Kenaikan tingkat
kesejahteraan ini pun akan meningkatkan pertambahan
kegiatan konstruksi dan pembaharuan bangunan-
bangunan,produk pertanian, industri dan lain sebagainya
yang ini semua memiliki konsekuensi bertambahnya
volume dan jenis sampah.
3. Kemajuan teknologi Kemajuan teknologi akan
menambah jumlah maupun kualitas sampah, karena
pemakaian bahan baku yang semakin beragam, cara
pengepakan dan produk manufaktur yang semakin beragam
pula.
4. Tingkat pendidikan Untuk meningkatkan mutu
lingkungan, pendidikan mempunyai peranan penting karena
melalui pendidikan, manusia makin mengetahui dan sadar
akan bahaya limbah terhadap lingkungan, terutama bahaya
pencemaran terhadap kesehatan manusia dan dengan
pendidikan dapat ditanamkan berpikir kritis, kreatif, dan

18
rasional bagaimana cara pengolahan limbah tersebut.
Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat maka
semakin tinggi kesadaran dan kemampuan masyarakat
dalam pengelolaan sampah.

2.3.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Sampah

Kenyataan yang ada saat ini, sampah menjadi sulit


dikelola oleh karena berbagai hal :

1. Pesatnya perkembangan teknologi, lebih cepat dari


kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memahami
masalah persampahan.

2. Meningkatnya tingkat hidup masyarakat yang tidak disertai


dengan keselarasan pengetahuan tentang persampahan.

3. Meningkatnya biaya operasi, pengelolaan dan konstruksi di


segala bidang termasuk bidang persampahan.

4. Kebiasaan pengelolaan sampah yang tidak efisien, tidak


benar, menimbulkan pencemaran air, udara dan tanah, sehingga
juga memperbanyak populasi vektor pembawa penyakit seperti
lalat dan tikus.

5. Kegagalan dalam daur ulang maupun pemanfaatan kembali


barang bekas juga ketidakmampuan masyarakat dalam
memelihara barangnya sehingga cepat rusak, ataupun produk
manufaktur yang sangat rendah mutunya, sehingga cepat
menjadi sampah.

6. Semakin sulitnya mendapatkan lahan sebagai Tempat


Pembuangan Akhir (TPA) sampah, selain tanah serta formasi
tanah yang tidak cocok bagi pembuangan sampah juga terjadi
kompetisi yang semakin rumit akan penggunaan tanah.

19
7. Semakin banyaknya masyarakat yang berkeberatan bahwa
daerahnya dipakai sebagai tempat pembuangan sampah.

8. Kurangnya pengawasan dan pelaksanaan peraturan.

9. Sulitnya menyimpan sampah sementara yang cepat busuk,


karena cuaca yang semakin panas.

10. Sulitnya mencari partisipasi masyarakat untuk membuang


sampah pada tempatnya dan memelihara kebersihan.

11. Pembiayaan yang tidak memadai, mengingat bahwa sampai


saat ini kebanyakan sampah dikelola oleh pemerintah.
Pengelolaan sampah di masa lalu dan saat sekarang kurang
memperhatikan faktor non teknis dan non teknis seperti
partisipasi masyarakat dan penyuluhan tentang hidup sehat dan
bersih.

2.3.5 Hambatan dalam Pengelolaan Sampah

Menurut Slamet (2004) masalah pengelolaan sampah di


Indonesia merupakan masalah yang rumit karena :

1. Cepatnya perkembangan teknologi, lebih cepat daripada


kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memahami
persoalan persampahan.

2. Meningkatnya tingkat hidup masyarakat, yang tidak disertai


dengan keselarasan pengetahuan tentang persampahan.

3. Kebiasaan pengelolaan sampah yang tidak efisien


menimbulkan pencemaran udara, tanah dan air, gangguan
estetika dan memperbanyak populasi lalat dan tikus.

4. Semakin sulitnya mendapatkan lahan sebagai tempat


pembuangan akhir sampah, selain tanah serta formasi tanah

20
yang tidak cocok bagi pembuangan sampah, juga terjadi
kompetisi yang semakin rumit akan penggunaan tanah.

5. Semakin banyaknya masyarakat yang berkeberatan bahwa


daerahnya dipakai tempat pembuangan sampah.

6. Kurangnya pengawasan dan pelaksanaan peraturan.

7. Sulitnya menyimpan sampah sementara yang cepat busuk,


karena cuaca yang panas.

8. Sulitnya mencari partisipasi masyarakat untuk membuang


sampah pada tempatnya dan memelihara kebersihan.

9. Pembiayaan yang tidak memadai, mengingat bahwa sampai


saat ini kebanyakan sampah dikelola oleh jawatan pemerintah.
10. Pengelolaan sampah dimasa lalu dan saat ini kurang
memperhatikan faktor non teknis seperti partisipasi masyarakat
dan penyuluhan tentang hidup sehat dan bersih.

2.3Aplikasi
Apa yang dimaksud dengan aplikasi (application)? Dalam
ilmu komputer, pengertian aplikasi adalah suatu perangkat
lunak (software) atau program komputer yang beroperasi pada
sistem tertentu yang diciptakan dan dikembangkan untuk
melakukan perintah tertentu. Istilah aplikasi sendiri diambil
dari bahasa Inggris “application” yang dapat diartikan sebagai
penerapan atau penggunaan. Secara harfiah, aplikasi
merupakan suatu penerapan perangkat lunak atau software
yang dikembangkan untuk tujuan melakukan tugas-tugas
tertentu.

21
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di Bank Sampah di SMAN 1 Gerung Kecamatan


Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian dengan melakukan survey langsung
ke lokasi untuk mendapatkan informasi yang akurat dan mengumplkan data-data
yang terkait penelitian serta gambar dokumentasi.
Dalam pembangunan sistem informasi ini menggunakan metode waterfall.
1. Analisis Kebutuhan
Dalam perancangan sistem informasi bank sampah ini pengumpulan data
dilakukan dengan mendatangi kantor Bank Sampah SMAN 1 Gerung
untuk melakukan wawancara kepada beberapa petugas disana. Berikut

22
data daftar sampah yang dikelola di SMAN 1 Gerung terdapat pada Tabel
1.

Tabel 1. Daftar Jenis Sampah


No. Jenis Sampah Nama Sampah Harga/Kg
1. Logam Alumunium 9000
2. Logam Besi 3000
3. Logam Metal 2400
4. Non-logam Plastik 1400
5. Non-logam Kertas HVS 1600
6. Non-logam Kertas koran 1600
7. Non-logam Kardus 1400
8. Non-logam Gelas / kaca 350
9. Non-logam Botol plastik 400
10. Non-logam Botol kaca 700
11. Logam Kuningan 7250
12. Non-logam Kaca 2750
2. Desain Sistem
Tahapan dimana dilakukan penuangan pikiran dan perancangan sistem
terhadap solusi dari permasalahan yang ada dengan menggunakan
perangkat pemodelan sistem seperti diagram use case, dan diagram
aktifitas (activity diagram).

Gambar 1. Use Case Admin dan User / Nasabah


Berdasarkan gambar use case admin pada Gambar 1 dapat dijelaskan
bahwa admin memiliki hak untuk login, mencatat transaksi, memasukkan dan
mengedit data nasabah, serta memasukkan dan mengedit data sampah. Sedangkan
berdasarkan gambar use case user / nasabah dapat dijelaskan bahwa user hanya

23
memiliki hak untuk login, mengecek saldo secara mandiri serta melihat beranda,
galeri, dan profil.

Gambar 2. Diagram Activity Admin


Berdasarkan Gambar 2, diagram activity di atas dijelaskan bahwa Admin
diwajibkan untuk melakukan login sebelum pengoperasian. Admin memilih menu
“Transaksi” lalu klik tombol opsi “Transaksi” untuk mulai mencatat transaksi dari
nasabah. Jika sudah selesai klik “Simpan”. Sedangkan alur activity yang
dilakukan oleh User / Nasabah yaitu melakukan login terlebih dahulu melalui
akun masing-masing. Setelah login klik menu “Saldo” maka akan muncul detail
transaksi.

24
BAB 4

PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka


dapat disimpulkan bahwa Partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah di
sekolah kita sangatlah baik, karena adanya kesadaran siswa terhadap
pengelolaan sampah di sma 1 gerung dalam merencanakan kegiatan
pengelolaan sampah sangat aktif, melaksanakan kerjasama dan kemitraan
dalam organisasi pengelolaan sampah pada kegiatan di Bank Sampah dan
memiliki ide untuk mengembangkan sampah menjadi barang bermanfaat.

25
4.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diurakaikan diatas,


peneliti memberikan saran sebagai beriku: sebaiknya partisipasi siswa SMA
1GERUNG menyadari dan aktif dalam melakukan pengelolaan sampah agar
bisa mempertahankan semangat, motivasi dan kesadaran dalam keikutannya
dalam pengelolaan sampah di SMA 1 GERUNG.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/37302621/RANCANG_BANGUN_SISTEM_INFORMASI_B
ANK_SAMPAH_BERBASIS_WEB_Disusun_sebagai_salah_satu_syarat_menyelesaikan
_Jenjang_Strata_I_pada_Jurusan_Informatika_Fakultas_Komunikasi_dan_Informatik
a_Oleh_PROGRAM_STUDI_INFORMATIKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Sampah

https://foresteract.com/sampah/

Masruroh, Siti Ummi, dkk. 2015. Pengembangan Aplikasi Bank Sampah


menggunakan Layanan teknologi Informasi Cloud Computing pada Bank
Sampah Melati Bersih. Jurnal Teknik Informatika Vol. 8 No.2.
https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/689/jbptunikompp-gdl-liaherlani-34435-1-
unikom_l-l.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/62963/Chapter%20II.pdf?
sequence=4&isAllowed=y

26
27