Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dika Humairah C.

NIM : 200210303036
Kelas : A
Mata kuliah : Geologi umum
Kajian fenomena : Banjir

Banjir Bandang di daerah kecamatan Panti 2006

Banjir adalah salah satu fenomena alam yang dimana daratan yang tergenang oleh aliran air yang
berlebihan. Sedangkan banjir bandang merupakan banjir besar yang datang secara tiba-tiba
meluap sehingga menghanyutkan benda-benda besar. Contoh banjir bandang yang pernah saya
alami ialah banjir bandang di desa Suci kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur tanggal 31
Desember 2005 yakni saat menjelang pergantian tahun tepatnya pada hari Senin, 1 Januari 2006.
Secara ekologis wilayah Panti terletak pada wilayah dengan topografi perbukitan, disisi utara
kawasan ini adalah pegunungan Argopuro. Dengan tingkat kemiringan yang tinggi, wilayah
Panti rentan terhadap aliran air yang deras. Tanda-tanda jika akan terjadinya banjir sudah dapat
dibaca oleh masyarakat sekitar seperti aawan hitam dan angin kencang yang menyelimuti
kawasan tersebut dan ditambah dengan curah hujan di Kabupaten Jember selama 3 hari saat itu
terhitung mengguyur sangat deras menjelang akhir tahun sehingga menyebabkan naiknya tingkat
kejenuhan tanah.
Pegunungan Argopuro sebagai kawasan lindung , yang merupakan daerah resapan air, beralih
fungsi menjadi perkebunan kopi dan kakao, serta hutan produksi kemudian terjadi penebangan
yang mengakibatkan penggundulan hutan. Apabila dilihat dari udara, lereng pegunungan
Argopuro memang tampak hijau dan dipenuhi tanaman subur. Tetapi setelah dilihat secara detail,
hijaunya gunung bukan dari lebatnya pepohonan yang berakar kuat, melainkan tanaman kopi dan
kakao. Hal itu berdampak tanah tidak mampu menyerap air pada musim penghujan dengan
intensitas air cukup besar. Akibatnya, aliran air dari curah hujan yang sangat deras tidak mampu
untuk ditampung oleh tanaman.
Kondisi fisik kawasan atas pegunungan Argopuro sebagai pemici adanya bencana yakni ditandai
dengan karakteristik batuan kuarter muda,tidak kompak,memiliki endapan tebal serta tingkat
lereng yang tinggi. Lokasi tersebut juga ditandai dengan adanya hasil pelapukan intensif pada
formasi pegunungan tersier yakni gunung api tua kompleks Hyang-Argopuro yang mudah lepas
dengan kandungan mineral lempung tinggi sebagai hasil pelapukan lanjut batuan.
Sebagian daerah hujan lereng Argopuro mempunyai kemiringan lebih dari 40 derajat dan
memiliki struktur tanah yang relatif lebih tebal sehingga menyebabkan rawan adanya longsor.
Titik-titik longsor dengan radius cukup besar terjadi terutama di wilayah bagian atas pada lereng
bukit. Secara lebih spesifik, survei pada bencana menunjukkan bahwa terjadi longsoran dan
retakan yang menutup penampang sungai sehingga menyebabkan air meluap akibat dilewatinya
kapasitas tampung (passing capacity).
Banjir yang terjadi ini merupakan banjir bandang bercampur longsoran tanah melewati rute
sungai Kaliputih-Dinoyo dan menghantam perumahan penduduk serta fasilitas umum di
kecamatan Panti.
Dampak yang diakibatkan dari fenomena banjir bandang di kecamatan Panti inj banyak
infrastruktur pendidikan,sekolah,perkantoran,saluran listrik dan layanan publik tergerus banjir.
Selain itu, tanaman,binatang ternak juga menjadi korban banjir bandang.