Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM

PENGEMBANGAN ORGANISASI

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah pengembangan organisasi.

Dosen : Berlianti Pertiwi, M.Mpd

Kelompok 1:

Rahma Awaliyah

Resti Yusviani

Rizar Prihaningsih

Shakila Millenia

Kelas E
Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia
dan rahmat-Nya, kami dapat menyusun makalah yang berjudul “Pendekatan-Pendekatan
Dalam Pengembangan Organisasi” dengan lancar. 

Adapun maksud penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Organisasi. Harapan kami bahwa makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Pendekatan-Pendekatan
Dalam Pengembangan Organisasi yang menjadi salah satu materi pada mata kuliah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dengan keterbatasan
yang kami miliki. Kritik dan saran dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka
demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. 

Penulis,

Kelompok 1

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………..ii

Daftar Isi……………………………………………………………………………………...iii

BAB 1 (Pendahuluan)

A. Latar Belakang………………………………………………………………………........1
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………….......1
C. Tujuan………………………………………………………………………………….....1

BAB 2 (Pembahasan)

A. Unilateral Power (Kekuasaan Sepihak)………………………………………………......3


1. Pendekatan Yang Menggunakan Dekrit………………………………………….......3
2. Pendekatan Penggantian Pejabat…………………………………………………..…4
3. Pendekatan Struktural……………………….………………………………………..4

B. Shared Power (Kekuasaan Berbagi)……………………………………………………...5


1. Pendekatan Struktur…………………………………………………………………..7
2. Pendekatan Teknologi………………………………………………………………...7
3. Pendekatan Individu………………………………………………………………… .8
4. Pendekatan Grip OD………………………………………………………………….8

BAB 3 (Penutup)…………………………………………………………………………….9

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….10

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengembangan organisasi yaitu suatu usaha perubahan konsep atau kebijakan organisasi
agar organisasi menjadi lebih efektif. Dalam pengembangan organisasi, terdapat
pendekatan-pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengubah suatu organisasi yang
kurang baik maupun kurang efektif dijalankan untuk mencapai tujuan. Terdapat
perbedaan antara pendekatan yang satu dengan pendekatan yang lainnya.
Pendekatan – pendekatan yang ada dalam pengembangan organisasi ini, bertujuan untuk
membuat suatu perubahan baik dalam struktur, teknologinya, maupun dari pada individu
itu sendiri. Adanya usaha perbaikan dalam sudut prestasi organisasi, yang melalui
perumusan secara jelas dan hati – hati dalam hal bertanggung jawab. Makanya
pendekatan yang baik, yang didasari dengan pemikiran bahwa aliran kerja yang tepat,
akan menyebabkan perbaikan dalam produktifitas secara lansung dan cenderung
memperbaiki semangat dalam bekerja.

B. Rumusan Masalah
1. Apa tujuan digunakannya pendekatan organisasi?
2. Apa alasan dilakukan perubahan organisasi?
3. Apa saja pendekatan-pendekatan organisasi?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini agar kita semua mengetahui apa saja yang perlu
dilakukan jika organisasi mengalami suatu penurunan keefektifan dan langkah apa saja
yang harus kita lakukan melalui teori pendekatan-pendekatan organisasi agar organisasi
menjadi lebih efektif dan lebih baik.

1
BAB 2
PEMBAHASAN

1. Pendekatan Pendekatan dalam Pengembangan Organisasi

Pendekatan dalam perubahan organisasi pada dasarnya berkembang dari pemanfaatan


teori-teori perubahan sosial. Dimana didalam melakukan suatu perubahan perhatiannya
difokuskan pada pemerataan kekuasaan (power equalization) yang sebagai bagian dari
perubahan berencana.

Sebagaimana dikemukakan oleh Greiner, beliau menyatakan ada tiga pendekatan yang
sering digunakan oleh paara manajer dalam melakukan perubahan organisasi. Ketiga
pendakatan tersebut ialah Unilateral Power, shared Power dan Delegated Power.

Sepihak (unilateral) Bersama (shared) Delegasi (delegated)


(Penggunaan wewenang (Interaksi dan wewenang (Penekanannya pada
atasan atau manajemen bersama) pelaksana keputusan oleh
untuk melakukan keputusan) bawahan)

Minimum Maksimum
Tingkat partisipasi
bawahan

Berdasarkan pendapat W. Warner Burke dan Warren Schmidt, Tujuan digunakan


Pengembangan Organisasi adalah:

1. Memudahkan pengambilan keputusan dalam pekerjaan.


2. Memudahkan dalam merencanakan dan melaksanakan perubahan secara sistematis.
3. Meningkatkan rasa ikut memiliki visi organisasi secara meluas.
4. Menciptakan kondisi yang memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan atas
dasar kemampuan bukan atas dasar kedudukan seseorang dalam organisasi.

Kemudian alasan digunakan Pengembangan Organisasi adalah:

1. Terdapat sesuatu yang tidak beres dalam sistem.


2. Ada persoalan yang berkaitan dengan penyamaan persepsi.

2
3. Perubahan teknologi yang menuntut adanya perubahan misi.
4. Struktur dan peranan organisasi yang ada di dalamnya sudah tidak efektif.
5. Kompetisi yang terjadi lebih banyak merugikan daripada saling membantu.

Dengan mengetahui tujuan serta alasan dilakukannya perubahan organisasi, diharapkan


organisasi menyadari, termotivasi, dan mau melakukan perubahan demi masa depan
organisasi. Setelah organisasi mengetahui pentingnya melakukan perubahan, maka organisasi
juga perlu mempelajari teori-teori atau pendekatan-pendekatan yang cocok digunakan untuk
melakukan perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi pada saat itu.

Berikut ini terdapat 3 pendekatan yang sering digunakan untuk melakukan perubahan
organisasi, yakni:

A. Unilateral Power (Kekuasaan Sepihak)

Pendekatan unilateral power ini perkembangan organisasinya tidak melibatkan karyawan


atau bawahannya atau dengan arti lain bahwa organisasi akan berubah jika dilihat dari
pimpinannya dan pimpinanlah yang melakukan perubahan organisasi tersebut tanpa
melibatkan karyawan atau bawahannya.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa pendekatan unilateral power atau
kekuasaan sepihak ini merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan organisasi yang
tidak melibatkan karyawannya dalam melakukan perubahan organisasi tersebut dan
perubahan organisasi dapat terlihat dari cara pimpinannya itu bekerja.

Pendekatan ini sama halnya seperti gaya kepemimpinan otokratis dimana dalam
kepemimpinan ini ditandai dengan banyaknya petunjuk yang dikeluarkan oleh pemimpinnya
dan sangat terbatas peran serta dari karyawan atau bawahannya bahkan bisa saja para
karyawan atau bawahannya itu tidak ada peran serta dalam sebuah perencanaan dan
pengambilan keptusannya. Unilateral Power memiliki tiga pendekatan diantaranya meliputi:

1. Pendekatan yang Mempergunakan Dekrit


Pendekatan dekrit adalah suatu pendekatan yang menunjukkan bahwa perubahan suatu
organisasi dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kekuasaan formal yang cukup
tinggi. Pejabat tersebut melakukan perubahan dengan membuat suatu keputusan secara
sepihak dan kemudian mengumumkannya kepada bawahannya.
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dipahami, bahwa pendekatan ini merupakan suatu
pendekatan yang menggambarkan sebuah perubahan dalam organsasi, dilakukan secara

3
unlilateral atau sepihak tanpa campur tangan bawahan oleh seseorang yang memiliki
power atau kekuasaan yang tinggi dengan harapan perubahan tersebut dapat menggerakan
organisasi kearah tingkat fungsional yang lebih tinggi.
Seperti, sebuah organisasi akan melakukan perubahan agar dapat menyesuaikan dengan
keadaan lingkungan, namun perubahan dilakukan dengan keputusan dari atasan saja atau
dilakukan secara sepihak dan tanpa adanya campur tangan bawahan, hal ini bertujuan
agar atasan mudah dalam pengambilan keputusan untuk membuat perubahan dalam
organisasi.

2. Pendekatan Penggantian Pejabat


Pendekatan penggantian pejabat ialah suatu cara perubahan organisasi dengan cara
mengganti mereka yang memegang posisi penting dengan oranglain. Seperti suatu
organiasasi yang akan melakukan perubahan agar dapat bisa menyusaikan dengan
lingkungan sekitarnya, namun perubahan yang dilakukannya adalah dengan mengganti
atau merubah posisi seseorang yang dengan oranglain agar karyawan yang lain juga ikut
berkembang agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivaitas kerja pada organissi itu
sendiri.
Jika diibaratkan sama halnya seperti mutasi dimana terjadi perubahan jabatan, posisi
ataupun pekerjaan yang dilakukan baik secara horizontal maupun vertical di dalam
sebuah organisasi. Pada dasarnya mutasi itu sendiri termasuk pada fungsi pengembangan
karyawan dimana memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi kerja
dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi.

3. Pendekatan Struktural.
Dalam pendekatan struktural perubahan organisasi terjadi di bagian internal suatu
organisasi dan dilakukan melalui perubahan hubungan kerja, hubungan tanggung jawab,
wewenang, dan perubahan peranan.
Seperti, suatu organisasi akan melakukan perubahan agar dapat menyesuaikan dengan
lingkungan, namun perubahan dilakukan melalui perbaikan hubungan kerja antar anggota
dan hubungan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, hal ini dilakukan untuk
memperbaiki sistem kerja individu dalam suatu organisasi agar dapat meningkatkan
efektivitas organisasinya.

Pendekatan Struktural dibagi menjadi tiga kelompok diantaranya yaitu:

4
a. Desain Ulang Organisasi
Yakni adanya perubahan ulang struktur organisasi secara signifikan, dari struktur
yang datar dan ramping, dengan merampingkan atasan yang memiliki kekuasaan tidak
terlalu tinggi untuk memudahkan interaksi antara atasan yang paling tinggi dengan
bawahan.
b. Desentralisasi
Yakni menciptakan unit kerja yang kecil pada suatu organisasi, yang bertujuan agar
dapat meningkatkan motivasi dan prestasi pada anggota unit serta dapat memfokuskan
perhatian pada aktivitas organisasi yang berprioritas lebih tinggi.
c. Modifikasi Arus Kerja
Yakni pendekatan yang didasarkan bahwa dengan dilakukan arus kerja dan
pengelompokan keahlian yang tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara
langsung dan cenderung memperbaiki semangat kepuasan kerja. Seperti, dengan
melakukan pengelompokan spesialisasi secara hati-hati agar dapat mencapai
perbaikan produktifitas organisasi tersebut.

B. Shared Power (Kekuasaan Berbagi)


Perkembangan lingkungan organisasi mengalami perubahan yang begitu cepat. Hal ini
membutuhkan respon yang cepat dari semua anggota organisasi agar tujuan-tujuan yang
telah ditetapkan dapat tecapai. Untuk itu, peran pihak-pihak yang ada dalam organisasi
sangat penting untuk dapat melakukan pengembangan organisasi sehingga organisasi
dapat beradaptasi dengan lingkungan yang senantiasa berubah-ubah.

Hingga saat ini sejumlah pendekatan untuk meningkatkan pengembangan organisasi di


Indonesia telah diterapkan. Sehingga, hal tersebut bukanlah ranah kajian baru di
Indonesia. Biasanya, dukungan diberikan dalam tiga bentuk: (i) dukungan donor untuk
proyek-proyek penelitian (termasuk kolaborasi internasional, pendanaan untuk proyek
penelitian bersama antara peneliti Indonesia dan asing); (ii) perbantuan personel ke
lembaga penelitian Indonesia; dan (iii) dukungan donor untuk infrastruktur penelitian
lokal (Gordon, 2016).

Pendekatan-pendekatan perubahan organisasi pada dasarnya berkembang dari


pemanfaatan teori-teori perubahan sosial. Di mana didalam melakukan perubahan
organisasi, perhatian difokuskan pada pemerataan kekuasaan (power equalization)

5
sebagai bagian dari perubahan berencana. Sebagaimana dikemukakan oleh Greiner, ia
menyatakan terdapat tiga pendekatan yang sering digunakan para manajer dalam
melakukan perubahan organisasi. Ke tiga pendekatan tersebut adalah unilateral power,
shared power, dan delegated power (Istianda).

Terdapat dua macam pendekatan yang mencerminkan adanya pembagian kekuasaan.


Kedua pendekatan tersebut adalah pendekatan keputusan kelompok dan pendekatan
pemecahan persoalan. Dalam pendekatan Shared Power (keputusan kelompok) terjadi
suatu proses di mana para anggota ikut serta membahas saran perubahan yang sudah
dikemukakan oleh yang lain. Sasarannya adalah untuk mencari keputusan yang mendapat
dukungan dari semua anggota. Hal ini berarti bahwa menurut pendekatan ini maka teknik
mengadakan perubahan organisasi haruslah teknik yang telah disepakati secara bersama.
Pendekatan pemecahan persoalan mencakup ruang lingkup yang lebih luas dari
pendekatan keputusan kelompok. Dalam teknik ini para anggota tidak hanya diminta
untuk mencari jalan pemecahan, tetapi juga dalam merumuskan dan memecahkan
persoalan. Mereka terlibat dalam seluruh proses perubahan organisasi (Istianda).

Pengaktualisasian dari pendekatan pengembangan organisasi model Shared Power


(Kekuasaan Berbagi) ini dimana organisasi dalam melakukan pengembangannya
melibatkan partisipasi dari pihak-pihak atau agen pengembangan untuk melakukan
perubahan sesuai dengan nilai, kebutuhan maupun tujuan individu atau kelompok.
Manajer organisasi memerlukan reference power dan keterampilan untuk bekerja efektif
bersama berbagai pihak dalam mengembangkan suatu organisasi. Pengembangan
organisasi menggunakan pendekatan ini memerlukan waktu yang cukup lama, namun
perubahan tersebut akan lebih tahan lama dan terinternalisasi dalam suatu organisasi.

Suatu organisasi yang menerapkan pendekatan pengembangan organisasi dengan model


Shared Power (Kekuasaan Berbagi), menjadikan anggota organisasi dan pimpinan
mempunyai posisi yang sama dalam pengambilan keputusan untuk melakukan
pengembangan organisasi. Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para anggota
organisasi untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan organisasi. Sehingga setiap
pihak yang ada dalam organisasi menjadi pimpinan organisasi mempunyai wewenang
untuk mengambil keputusan dalam melakukan pengembangan organisasi agar tercapainya
tujuan organisasi yang lebih efektif dan efisien.

6
Pendekatan pengembangan organisasi model shared power ini berbeda dengan
pendekatan pengembangan organisasi model unilateral power, karena pengembangan
organisasi model share power ini bekerja teamwork bukan one man show. Keluhan,
saran, konflik, dan pendapat lebih mudah dicapai solusinya sehingga organisasi
meningkat kinerjanya (Hartono, 2017).
Harold J. Leavitt, menyatakan bahwa dalam pengembangan organisasi, ada beberapa
pendekatan yang dapat diubah organisasi itu melalui :
1. Pendekatan Struktur
Sasaran utama pendekatan struktur ini, adalah tertatanya struktur dan system
hubungan dalam organisasi dengan baik. Pendekatan struktural dibagi menjadi tiga
kelompok diantaranya yaitu :
a. Melalui aplikasi prinsip – prinsip perancangan organisasi klasik
Pendekatan ini berusaha untuk memperbaiki penciptaan pembagian kerja yang
tepat dari tanggung jawab jabatan para anggota organisasi, pengubahan rentang
manajemen, deskripsi jabatan dan sebagainya.
b. Desentralisasi
Hal ini didasarkan pada penciptaan satuan – satuan organisasi yang lebih kecil dan
dapat berdiri sendiri dan memutuskan perhatian pada kegiatan yang berorientasi
tinggi. Hasilnya perbaikan hasil kerja.
c. Modifikasi aliran kerja dalam organisasi
Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa aliran kerja dan pengelompokan
keahlian yang tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara lansung dan
cenderung memperbaiki semangat kepuasan kerja.
Contohnya organisasi yang melakukan pengembangan dalam segi struktur
organisasi menyangkut modifikasi dan pengaturan system internal, seperti acuan
kerja, ukuran dan komposisi kelompok kerja, system komunikasi, hubungan –
hubungan tanggung jawab atau wewenang.

2. Pendekatan Teknologi
Dalam hal memperbaiki prestasi, F.W. Taylor dan pengikutnya mencoba menganalisa
dan memperbaiki interaksi – interaksi pada karyawan dan mesin – mesin untuk
meningkatkan efisiensi organisasi sehubungan dengan perubahan teknologi.
Adakalanya perubahan yang dilakukan ternyata sering tidak cocok dengan struktur

7
organisasi. Hal ini dapat menciptakan ketidaksenangan dan pemutusan hubungan
diantara para anggota organisasi. Contohnya, pengenalan teknologi baru dalam
sebuah organisasi sehingga organisasi tersebut dapat menyesuaikan dengan
perkembangan teknologi.

3. Pendekatan Orang Atau Individu


Misalnya pengembangan organisasi dengan model pendekatan orang atau individu,
mengubah secara lansung perilaku karyawan melalui pemusatan pada keterampilan
sikap, persepsi dan pengharapan mereka, sehingga dapat melaksanakan tugas
organisasi dengan efektif. Oleh karenanya dapat mendorong para karyawan untuk
memprakarsai pengembangan organisasi pada struktur teknologi organisasi yang
mengarah pada perbaikan prestasi organisasi.

4. Pendekatan Grip OD
Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial
grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini
mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya
kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun
aspek produksi.

8
BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendekatan – pendekatan dalam pengembangan organisasi itu, ada yang berguna dan ada
juga sulit untuk diambil manfaatnya. Karena tidak semua dalam pendekatan – pendekatan
itu, bisa membawa perubahan bagi suatu organisasi. Baik dalam proses perencanaan
maupun pada tahap – tahap lainnya. Maka untuk tercapainya suatu tujuan itu dengan baik
dan terlaksana, harus adanya suatu perubahan yang mendasarinya, baik itu dari segi
strukturnya, teknologinya, sistemnya, tujuannya, maupun dari pihak orang atau individu
itu sendiri.

B. Saran
Jika ingin suatu perubahan atau ingin terlaksananya tujuan dengan baik, harus adanya
kesadaran, strategi yang baik, perencanaan yang matang, dan harus adanya saling
kepercayaan dengan sesama. Barulah nantinya perubahan bisa dilakukan oleh sebuah
organisasi.

9
DAFTAR PUSTAKA

Yulianti Devi, Meutia Intan Fitri. 2020. Perilaku & Pengembangan Organisasi.
Bandar Lampung: Pusaka Media.

Alfian, N. Gaya Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan Sebuah Organisasi.


Aria, 3-4.

Gordon, J. M. (2016). Studi Pengembangan Organisasi. Kementerian PNN/


Bappenas.

Hartono, C. Y. (2017). Analisis Gaya Kepemimpinan Direktur Utama di PT. Bukit


Mustika Persada.

Ulfia File. 2012. Perubahan Pengembangan Organisasi.


http://bumchuy.blogspot.com/2012/01/perubahan-pengembangan-organisasi.html .
Diakses 7 Oktober 2020.

Rudi Salam Sinulingga. 2020. Gaya-gaya Kepemimpinan.


https://www.kompasiana.com/rudisalamsinulingga/54f79ceca33311df1d8b4583/gaya
gaya-kepemimpinan?page=all .
Diakses 7 Oktober 2020.

http://etheses.uin-malang.ac.id/1732/5/09410145_Bab_2.pdf
Diakses pada tanggal 06 Oktober 2020, Pukul 21.30.

https://slideplayer-info.cdn.ampproject.org/v/s/slideplayer.info/amp/2590425/
Diakses pada tanggal 07 Oktober, Pukul 21.10.

https://core.ac.uk/download/pdf/130812215.pdf
Diakses pada tanggal l0

https://rusdintahir.wordpress.com/2011/12/13/leadership-decision-making-employee-
involvement/

10
Diakses pada jam 14:30

http://sahabatnazar.blogspot.com/2017/12/pendekatan-dalam-pengembangan-
organisasi.html
Diakses pada jam 19:45

11