Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang atas rahmatnya sehingga kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Kemunduran Islam pada Periode
Pertengahan”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata pelajaran
Sejarah KebudayaanIslam disekolah.

Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki untuk itu, kritik dan saran dari semua
pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
A.     Kemunduran Islam pada Periode Pertengahan
B.     Perkembangan Islam pada Periode Pertengahan
C.     Meneladan Perkembagan Islam Periode Pertengahan

BAB III PENUTUP


A.     Kesimpulan
B.     Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa agama Islam diturunkan oleh Allah kepada Nabi
Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Sejak saat itulah,Rasulullah SAW mulai menyebarkan
agama Islam ke seluruh penjuru dunia khususnya Jazirah Arab.
Agama Islam mulai berkembang semakin pesat ke seluruh Arab Saudi, walaupun masih
mendapat penolakan dan ancaman dari para kaum kafir Quraisy. Dengan usaha keras dan pantang
menyerah dari Rasulullah SAW agama Islam telah menyebar ke seluruh penjuru Arab. Hingga beliau
wafat, perjuangan untuk menyiarkan dan mendirikan agama Islam tidaklah berhenti begitu saja.
Sepeninggalan beliau, perjuangan tersebut dilanjutkan oleh para 4 khalifah yaitu Abu Bakar As-
Siddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka semua hanya
mempunyai 1 tujuan yaitu memperjuangkan agama Tauhid yaitu agama Islam.
            Dalam sejarahnya Islam terbagi menjadi ke dalam 3 periode yaitu:
            1. Periode Klasik (650-1250 M)
            2. Periode Pertengahan (1250-1800 M)
            3. Periode Modern (1800-sekarang)
Sebagai umat Islam yang bertaqwa kepada Allah SWT, maka kita haruslah juga mengetahui
bagaimana perkembangan Islam, terutama pada abad Pertengahan yang tentunya sangat berperan
penting dalam perkembangan agama Islam sampai sekarang ini.

B.     Rumusan Masalah


1.    Bagaimana dunia Islam pada abad pertengahan?
2.    Bagaimana perkembangan ajaran Islam pada abad pertengahan?
3.    Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan?
4.    Bagaimana perkembangan kebudayaan Islam pada abad pertengahan?

C.     Tujuan
1.    Untuk mengetahui dunia Islam pada abad pertengahan.
2.    Untuk mengetehui perkembangan ajaran Islam pada abad pertengahan.
3.    Untuk mengetahui perkembangan ilmu pengethuan pada abad pertengahan.
4.    Untuk mengetahui perkembangan kebudayaan Islam pada abad pertengahan.
BAB II
PEMBAHASAN

A.     Kemunduran Islam pada Periode Pertengahan


Dinasti Abbsiyah dianggap sebagai representasi kejayaan Islam sekaligus titik tolak
kemunduran Islam. Imperium yang pernah berdiri selama ±500 tahun tersebut telah banyak
memberikan konstribusi bagi perkembangan peradaban Islam, baik dalam bidang social, politik,
ekonomi, dan budaya.
Kejayaan Islam pada saat itu bisa ditemukan dari banyaknya karya yang dihasilkan ilmuwan
Islam dan menjadi cikal bakal muncunya beberapa keilmuan yang berkembang saat ini. Misalnya,
kedokteran yang dikembangkan Ibnu Sina, Ilmu Sejarah oleh Ibnu Khaldun, astronomi oleh Al-
Farabi, filsafat oleh Ibnu Rusyd, dan sebagainya.
Dinasti Abbasyiah banyak mengalami beberapa persoalan yang lambat laun meminta tumbal
kehancurannya sendiri. Kemunduran yang terjadi pada masa Abbasyiah banyak disebabkan oleh
beberapa persoalan internal, sperti :
a.       Penaklukan yang tergesa-gesa dan tidak usai
b.      Metode administrasi yang tidak kondusif bagi penciptaan stabilitas negara
c.       Eksploitasi dan pajak berlebihan yang dibebankan kepada rakyat
d.      Garis perpecahan Arab dan Non-Arab
e.       Pertikaian para pasukan yang terdiri dari orang-orang Turki
f.       Banyak munculnya sekte-sekte yang kemudian berafiliasi
g.       Para petinggi keerajaan hanya memikirkan kesenangan pribadi, bersenang-senang, dan akhirnya
keturunan yang dihasilkan tidak berkualitas.

Factor-fakor inilah yang kemudian memperlemahkan kekuasaan dan kekuatan Abbasyiah


dimata daerah-daerah kekuasaannya. Hal ini membuat bebarapadaerah berani memproklamirkan diri
sebagai sebuah kekuasaan baru dengan menyandang gelar khalifah seperti munculnya Dinsti
Fathimiyyah di Andalusia dan Dinasti Umayyah di Spanyol.

B.     Perkembangan Islam pada Periode Pertengahan


1.      Kerajaan Usmani (1300-1922)

Usmani adalah sebuah kesultanan yang berpusat di Istambul, Turki. Kerajaan Usmani
merupakan salah satu dari tiga kerajaan besar Islam pada masa pertneghan, selain Safawi dan Mugal.
Kerajaan Usmani berasal dari suku bangsa pengembara yang bermukim di wilayah Asia Tengah.
Mereka termasuk suku Kayi, salah satu suku di Turki Barat yang terancam gelombang keganasan
serbuan bangsa Mongol.
Dinasti Usmani didirkan oleh Usman, putra Ertogol dari kabilah Oghuz di daerah Mongol.
Mereka dating ke Turki untuk meminta perlindungan kepada penguasa Saljuk dari serangan orang-
orang Mongol. Mereka juga membantu Sultan Alaudin II berperang melawan Bizantium. Usman lalu
dipercaya menjadi panglima perang Dinasti Seljuk, menggantikan ayahnya. setelahSultan Alauddiin
wafat, Usman mengambil alih kekuasaan, dan sejak itulah berdiri kerajaan Usmani. Usman
mengumumkan dirinya sebagai “Padidyah Al-Usman” (raja besar keluarga Usman). Wilayah
kerajaan Usmani semakini meluas dengan melakukan beberapa wilayah. Pada masa ini terjadi
beragam kemajuan dalam berbagai bidang, antara lain :

Bidang Pemerintahan dan Militer


Raja-raja Dinasti Usmani bergelar sultan dan khalifah sekaigus. Sultan menguasai kekuasaan
duniawi, dan khalifah berkuasa bidang agama/spiritual. Dalam menjalankan roda pemerintahannya,
sultan/khalifah dibantu seorang mufti atau yang dikenal dengan Syaikhul Islam yang mewakili
sultan/khlifah dalam melaksanakan wewenang agamanya dan Shadrul A’zam yang mewakili Kepala
Negara.
Masa ini telah memiliki sistem pemerintahan yang baik. Kekuatan militernya pun dapat
diandalkan. Perubahan mendasar yang dilakukan oleh Orkhan adalah dalam menata meiliter telah
mampu mendongkrak kekuatan militer menjadi mesinperang yang andal. Pada masa ini muncul
kelompok elite militer yang disebut Janissaryatau Inkisyariyah yang merupakan kekuatan penghancur
dan penakluk negeri-negeri non-muslim.

Bidang Pengetahuan dan Budaya


Sebagaimana terdapat dalam istana sultan-sultanArab dan Persia, Syair merupakan ekspresi
utama kesenian raja. Syair istana didasarkan pada aruz. Aruz adalah sebuah irama persajakan dari
irama syair Aram, yang secara tegas ditekankan pada peristilahan Arab dan Persia. Beberapa bentuk
kesenian yang utama adalah kesenian yang sebelumnya telah dikembangkan dalam syair-syair istana
Persia, seperti Qasida, Gazal, Masnawi, dan Ruba’i.

Bidang Arsirektur
Dalam bidang arsitektur, mesjid-mesjid disana membuktikan kemajuannya. Kepekaan Dinasti
Usmani juga tercermin dalam seni arsitektur. Sejumlah mesjid dan perguruan Usmani
mengekspresikan besarnya perhatian Usmani terhadap ajaran Islam. Mereka juga merancang beberapa
bangunan, seperti kubah tunggal yang sangat besar, menara-menara yang tinggi menjulang, dan
sejumlah bangunan tiang yang menyangga ruang tengah istana.

Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, Dinasti Usmani melakukan pengorganisasian pada sistem
pendidikan madrasah yang tersebar luas. Madrasah Usmani pertama didirikan di Iznik pada tahun
1331 M. ketika itu sejumlah ulama didatangkan dari Iran dan Mesir untuk mengembangkan
pengajaran Muslim dibeberapa territorial yang baru. Beberapa sultan masa belakangan juga
mendirikan perguruan di Bursa, Edirne, dan Istambul.

Bidang Agama
Kerajaan Turki Usmani mempunyai beberapa peranan yang sangat strategis dan penting
sehingga dalam masalah pemerintah pun diperlukan fatwa dari mufti. Tanpa adanya fatwa, hukum
dalam bidang keagamaan dan kerajaan tidak berjalan. Padamasa ini muncul dua aliran tarekat, yaitu
Bektasyi dan Maulawiyah. Aliran tarkat Bektasyi banyak berpengaruh dilingkungan militer.
Sedangkan tarekat Maulawiyah banyak berpengaruh di lingkungan pejabat pemerintahan.

2.      Kerajaan Safawi

Safawi adalah sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di Persia (kini Iran) pada masa
pertengahan dan menjadi salah satu kerajaan besar di dunia Islam. Kerajaan ini di didirikan oleh syeh
Ismail I pada 907 H/ 1501M di Tabriz. Safawi berasal dari sebuah gerakan tarekat bernama Safawiyah
yang kemudian berubah menjadi suatu gerakan politik. Gerakan tarekat ini dipimpin oleh Syekh
Safiudin Ishaq dari keturunan Imam Syiah yang ketujuh bernama Musa al-ka.zim. gerakan tarekat ini
militant, sehingga pada akhirnya memasuki wilayah politik dan pemerintahan.
Kerajaan Safawi mencapai puncak kejayaannya pada masa kepemimpinan Syah Abbas I (1588-
1629 M). pada masa ini kerajaan Safawi bukan hanya mampu meredam konflik internal di dalam
negeri dan merebut wilayah yang melepaskan diri, tetapi juga mampu melebarkan wilayahnya sampai
ke Tabriz, Sirwan, dan kepulauan Harmuz, bahkan melebar ke pelabuhan Bandar Abbas.
Pada kurun pemerintah kerajaan Safawi telah banyak mengalami kemajuan yang signifikan
dalam berbagai bidang, diantaranya adalah :

Bidang Pemerintahan dan Ploitik


Secara administrative, struktur organisasi pemerintahan kerajaan Safawi dapat dibagi secara
horizontal dan vertical. Secara horizontal, pembagiab tersebut didasarkan pada garis kesukuan atau
kedaerahan. Sedangkan secara vertical, mencakupdua jenis, yaitu istana (dargah) dan secretariat
negara (diwan atau mamalik). Aktivitas penyelenggaraan negar dipercayakan kepada para amir (yang
terdiri atas kepala suku) tingkat atas dan wazir (menteri) yang tergabung kedalam suatu dewan (jangi).
Di samping itu ada lembaga lain yang tercakup dalam dewan tersebut (majelis nivis) yang terdiri atas
sejarawan istana, sekretaris pribadi syah, dan kepala intelijen.
Bidang Ekonomi
Pemusatan kekuatan politik tidak dapat dipisahkan dari dukungan sistem ekonomi dan
dikendalikan langsung oleh kekuasaan pusat. Untuk kepentingan itu, Syah Abbas I melakukan
pemusatan sistem pertanian, yaitu dengan upaua memperbanyak pengalihan tanah negara menjadi
tanah raja.
Situasi dalam negeri yang terkendali membuat masyarakat Safawi menjadi tenang dan giat
berusaha, sehingga pertumbuhan ekonominya semakin baik. Dengan adanya pelabuhan Bandar
Abbas, perdagangan antara Timur dan Barat semakin ramai sehingga sector perdagangan semakin
maju. Selain itu, Safawi juga mengalami kemajuan dalam bidang pertanian, terutama didaerah bulan
sabit yang subur.

Bidang Ilmu Pengetahuan


Untuk lebih memperlancar sosialisasi dan memaparkan ajaran syiah, syah abbas I mendirikan
lembaga pendidikan syiah, yaitu sekolah telogi. Perolehan negara dari sector pertanian yang terus
bertambah telah memungkinkan Syah abbas I mampu membagun dan membiayai penerapan sistem
pendidikan syiah.
Pada masa ini juga banyak melahirkan ilmuan dalam bergagai siplin ilmu sehinga mendapatkan
khasanah ilmu pengetahuan,misalnya bahaudin Muhammad bin Husain al-amili al-juba’I, Muhammad
baqir astarabadi, sadrudin Muhammad bin Ibrahim syirazi (mulla syadra), dan Muhammad baqir
majelisi.

Bidang Pembagunan dan Seni


Pada masa ini banyak di bagun gedung-gedung yang megah dan indah, baik iyu bagunan
kantor, mesjed, rumah sakit, maupun jembatan raksasa. Gedun-gedung tersebut di bagun dengan gaya
arsitektur yang indah. Dalam bidang seni, missalnya terlihat dalam kegiatan kerajinan tangan,
keramik, karpet, dan seni lukis.

3.      Kerajaan Mugal (1526-1857 M)

Kerajan Mugal di india didirikan oleh zahirudin babur (1482-1530 M). secara genologis babur
merupakan cucu timur lenk (dari pihak ayah) dan keturunan Genghis Khan (dari pihak ibu).
Ekspansinya ke India dimulai dengan menundukan penguasa setempat yaitu Ibrahim Lodi dengan
bantuan Alam Khan dan gubernur Lahore. Tahun 1525 M ia berhasil menguasaiPunjab dan
meneruskannya ke Delhitahun 1526 M. sejak itu Babur dapat menguasai India dan mendirikan Dinasti
Mugal yang beribukota di Delhi.
Selama pemerintahannya, kerajaan Mugal telah banyak memberikan konstribusi yang cukup
besar bagig abad pertengahan antara lain sebagai berikut :

Bidang Politik dan Militer


Sistem yang menonjol adalah plotik sulh e-kul atau toleransi universal. Sistem ini sangat tepat,
sebab mayoritas masyarakat India beragama Hindu, sedangkan pemerintahan Mugal beragama Islam.
Di sisi lain terdapat juga ras atau etnis di India. Lembaga yang merupakan produk dari sistem ini
adalah Din-i-Illahi an Mansabdhari.

Bidang Ekonomi
Konstribusi Mugal di bidang ekonomi adalah memajukan pertanian, terutama untuk tanaman
padi, kacang, tebu, rempah-rempah, tembakau, dan kapas. Pemerintah membentuk lembaga khusus
untuk mengatur masalah pertanian. Wilayah terkecil disebut deh, dan beberapa deh tergabung dalam
bergana (kewedanan). Setiap komunitas petani dipimpin oleh Mukaddam. Melalui Mukaddam,
pemerintah berhubungan dengan petani.
Bidang Seni dan Arsitektur
Hasil karya seni dan arsitektur Mugal sangat terkenal dan bisa dinikmati hingga saat ini. Ciri
yang menonjol dari arsitektur Mugal adalah pemakaian ukiran dan marmer yang timbul dengan
kombinasi warna-warni. Bangunan yang menunjukkan cirri ini antara lain : benteng merah, istana-
istana, makam kerajaan, dan yang paling mengagumkan adalah Taj Mahal Aghra. Istana ini dibangun
oleh Syeh Jehan (Penguasa Mugal Kelima) khusus untuk istrinya Noor Mahal yang cantik jelita.
Bangunan lain yang bermotif sama adalah masjid Raya Delhi yang berlapis marmer dan sebuah istana
di Lahore.

Bidang Ilmu Pengetahuan


Dinasti Mugal juga banyak memberikan sumbangan dibidang imlu pengetahuan. Sejak berdiri,
banyak ilmuan yang datang ke India untuk menuntut ilmu pengetahuan. Bahkan istana Mugal pun
menjadi pusat kegiatan kebudayaan. Hal ini Karena adanya dukungan dari penguasa dan bangsawan
serta ulama. Aurangzeb (penguasa Mugal Keenam)misalnya, memberikan sejumlah uang dan tanah
dalam sejumlah yang besar untuk membangun pusat pendidikan di Lucknow.

C.     Meneladani Perkembagan Islam Periode Pertengahan


Sejarah merupakan realitas masa lalu, keseluruhan fakta, atau merupakan peristiwa yang unik
dan berlaku hanya sekali dan tidak berulang untuk keduakalinya. Oleh karena itu, ada pandangan
bahwa masa silam tidak perlu dihiraukan lagi, anggap saja masa silam itu “kuburan”.
Peristiwanya mungkin tidak akan terulang kembali, akan tetapi pola-polanya akan tetap
mempengaruhi kehidupan kita saat ini. Apa yang kita lakukan saat ini akan selalu terpengaruh oleh
kejadian-kejadian yang ada dimasa lalu. Sebagai contoh cara kita bergaul, berbicara, memilih, bahkan
belajar juga dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekeliling kita pada masa lalu.
Dari pembahasan diatas, kita bisa mengambil ibrah mamfaat yang akan kalian terapkan untuk
kehidupan saat ini.
1)      Semangat yang dimiliki oleh ketiga kerajaan tersebut patut di tiru.
2)      Kekuasaan yang diberikan bukan dijadikan alat untuk menguasai aset-aset masyarakat.
3)      Mengembangkan islam bukan hanya ibadah ritual belaka.
4)      Semangat persatuan dan kesatuan yang dibina oleh ketiga kerajaan besar (usmani, safawi, dan
mugal) dapat membagun kerajaan pada zamannya perlu dibanggakan.
5)      Semangat kerja keras dan panyang menyerah yang dilakukan oleh rakyat dan pemimpin pada
pertengahan telah membuahkan hasil yang gemilang dengan berdirinya tiga kerajaan besar.
6)      Kreatifitas dan ketekunan yang dimiliki para ilmuwan pada masa pertengahan telah melahirkan
berbagai ilmu pengetahuan dan perkembangan kebudayaan.
BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Perkembangan Islam, mengalami dua fase yaitu fase kemajuan dan fase kemunduran. Fase
kemajuan terjadi pada tahun 650 -1250 M yang ditandai dengan sangat luasnya kekuasaan Islam, ilmu
dan sain mengalami kemajuan dan penyatuan antar wilayah Islam dan fase kemunduran terjadi pada
tahun 1250 – 1500 M yang ditandai dengan kekuasaan Islam terpecah-pecah dan menjadi kerajaan-
kerajaan yang terpisah pisah.

B.     Saran
1.    Sebaiknya, kita harus lebih memahami lagi tentang sejrah perkembangan Islam khususnya pada
abad pertengahan.
2.    Sebaiknya, kita juga harus melestarikan budaya-budaya Islam yang berkembang khususnya
ditanah air kita agar tidak punah.
3.    Sebaiknya, kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar tidak mengalami
kehancuran seperti akibat godaan setan yang terkutuk.
DAFTAR PUSTAKA
http: //id.scribd.com/doc/110643481/Makalah-Perkembangan-Islam-Abad-Pertengahan
http://kampilmoe.blogspot.com/2012/11/makalah-perkembangan-agama-islam-abad.html
http://sejarah.kompasiana.com/2010/10/05/perkembangan-islam-abad-pertengahan/
Syamsuri. 2006. Pendidikan Agama Islam Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.