Anda di halaman 1dari 13

KARAKTERISTIK DIODA

Asriandi1, Muh. Ridwan2, Kasturi Ramadhani3, Yunarti4


1
Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi.
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
E-mail : Asriandi.mks93@gmail.com

Abstrak

Telah dilakukan pada penelitian elektronika dasar 1 yang berjudul “Karakteristik


Dioda” yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik arus pada dioda yang diberi
tegangan arah maju (panjar maju) dan arah mundur (panjar mundur), untuk mengetahui
perbedaan memdasar antara dioda penyearah dengan dioda zener, untuk memahami
prinsip kerja dioda penyearah dan dioda zener serta untuk mengetahui grafik hubungan
antara karakteristik arus-tegangan (I-V) dari dioda penyearah dan dioda zener. Adapun
alat dan komponen yang digunakan adalah Power Supply, Multimeter digital, Dioda
penyearah, Dioda zener, Potensiometer, Resistor Dan Kabel penghubung. Prinsip kerja
pada pecobaan ini yaitu pada dioda ideal dioda digambarkan seperti saklar ketika ON
maka dioda akan bekerja (aktif), pada percobaan ini terdapat dua kegiatan yaitu pada
kegiatan pertama kondisi forward bias dimana diperoleh titik kerja pada dioda penyearah
untuk panjar maju yaitu sebesar 0,062 Volt, 0,084 volt, 4 mA, 6 mA dan pada dioda
penyearah untuk panjar mundur sebesar -0,081 volt, -0,101 Volt dan 2 mA. Kegiatan kedua
yaitu kondisi reserve bias pada dioda zener untuk panjar maju yaitu 0,113 volt,0,123 volt
dan 4 mA. Pada dioda zener untuk panjar mundur memiliki titik kerja sebesar -0,061 Volt,
-0,071 volt dan -2 mA. Dari data yang diperoleh pada percobaan ini sehingga dapat
disimpulkan sesuai dengan teori yaitu menyatakan bahwa garis beban diperoleh dari
hubungan antara tegangan maksimun dan arus maksimun sehingga dapat diperoleh garis
lurus yang berpotongan pada karakteristik dioda. Dari titik perpotongan tersebut
didapatkan titik kerja (Q point). Pada bias maju dioda penyearah lebih cepat mengalami
arus maksimun dibandingkan dioda zener.

Kata kunci : karakteristik dioda, tegangan, arus, dioda penyearah dan dioda
zener.
PENDAHULUAN

Dioda merupakan perangkat semikonduktor sambungan P-N paling


sederhana yang memiliki sifat mengalirkan arus hanya dalam satu arah.Penipisan dan
penebalan lapisan deplesi antar sambungan menjadi kunci dari sifa diode
sambungan P-N. Berbeda dengan sebuah resistor, sebuah dioda tidak
berperilaku linier terhadap tegangan yang diberikan melainkan dioda yang
menghasilkan karakteristik I-V yang eksponensial. Dalam elektronika dikenal
beberapa komponen dasar elektronik yang diperlukan dalam membuah sebuah
rangkaian, salah satu diantaranya adalah dioda. Dalam pengelompokkan jenis
komponen elektronika, dioda termasuk komponen aktif karena hanya dapat bekerja
jika diberi catu daya.

Komponen ini juga memberikan resistansi yang sangat rendah terhadap


aliran arus pada suatu arah dan resistansi yang sangat tinggi pada arah yang
berlawanan. Karakteristik inilah yang memungkinkan dioda digunakan dalam
aplikasi-aplikasi yang menentukan rangkaian untuk memberikan tanggapan yang
berbeda sesuai dengan arah arus yang mengalir didalamnya. Dioda memegang
peranan penting dalam elektronika, diantaranya adalah untuk menghasilkan
tegangan searah dari tegangan bolak-balik, untuk membuat berbagai gelombang
isyarat, untuk mengatur tegangan searah, agar tidak berubah dengan beban maupun
dengan perubahan tegangan jala-jara (PLN), untuk saklar elektronik, LED, laser
semikonduktor, mengesah gelombang mikro dan lain-lain.

Berdasarkan uraian diatas, maka yang melatar belakangi percobaan Ini


adalah untuk mengetahui karakteristik arus pada dioda yang diberi tegangan arah
maju (panjar maju) dan arah mundur (panjar mundur), untuk mengetahui perbedaan
memdasar antara dioda penyearah dengan dioda zener, untuk memahami prinsip
kerja dioda penyearah dan dioda zener serta untuk mengetahui grafik hubungan
antara karakteristik arus-tegangan (I-V) dari dioda penyearah dan dioda zener.
Tujuan pada percobaan ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus pada
dioda yang diberi tegangan arah maju (panjar maju) dan arah mundur (panjar
mundur), untuk mengetahui perbedaan mendasar antara dioda penyearah dan dioda
zener, untuk memahami prinsip kerja dioda penyearah dan dioda zener serta
untuk mengetahui grafik hubungan antara karakteristik arus-tegangan (I-V) dari
dioda penyearah dan dioda zener.

TINJUAN PUSTAKA

Dioda merupakan perangkat semikonduktor sambungan P–N paling


sederhana yang memiliki sifat mengalirkan arus hanya dalam satu arah.
Penipisan dan penebalan lapisan deplesi antar persambungan menjadi kunci dari
sifat dioda sambungan P–N. Berbeda dengan sebuah resistor, sebuah dioda tidak
berperilaku linier terhadap tegangan yang diberikan melainkan dioda menghasilkan
karakteristik I–V yang eksponensial. Notasi atau symbol dioda sambungan P–N
ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar 1. Dioda sambungan P-N

Ada dua daerah operasi dioda sambungan P–N dan ada tiga kondisi bias yang dapat
diberikan:
1. Zero Bias – kondisi dimana tidak ada potensial Eksternal yang diberikan
kepada kedua ujung dioda menghasilkan keseimbangan jumlah pembawa
mayoritas, electron dan hole dengan keduanya bergerak dalamarah yang
berlawanan. Kondisi keseimbangan ini dikenal sebagai keseimbangan
dinamis(dynamic –equilibrium).
2. Reverse Bias – kondisi dimana kutub positif sumber potensial eksternal
dihubungkan kesisi N dioda dan kutub negative sumber potensial eksternal
dihubungkan kesisi P dioda.

Gambar 2. Kondisi Reverse Bias persambungan P-N

Kondisi ini menghasilkan suatu nilai resistansi yang tinggi antar persambungan
dan praktis tidak menghasilkan aliran pembawa muatan mayoritas dengan
meningkatnya potensial sumber. Namun, sejumlah arus kebocoran yang sangat
kecil akan melewati persambungan yang dapat diukur dalam orde microampere
(μA).
3. Forward Bias – Kondisi dimana kutub positif sumber potensial eksternal
dihubungkan kesisi P dioda dan kutub negative sumber potensial eksternal
dihubungkan kesisi N dioda.
Gambar 3. Kondisi Forward Bias persambungan P-N

Kondisi ini menghasilkan suatu nilai resistansi persambungan P – N yang sangat


rendah sehingga memungkinkan arus yang sangat besar mengalir walaupun hanya
dengan potensial sumber yang relative kecil. Perbedaan potensial actual yang
timbul pada kedua ujung persambungan diode akan bernilai tetap akibat aksi dari
lapisan deplesi yang bernilai sekitar 0,3Vuntuk germanium dan 0,7V untuk silicon
(Malvino, 2003).

DiodaZener

Telah dibahas sebelumnya bahwa dioda menahan arus dalam kondisi reverse
bias dan akan menghasilkan kerusakan (breakdown) bila tegangan balik yang
diberikan terlalu besar. Berbeda halnya dengan dioda zener atau biasa disebut dioda
breakdown, pada dasarnya sama dengan dioda sambungan P–N standar kecuali
dirancang secara khusus menghasilkan tegangan balik atau breakdown yang lebih
rendah dan relative konstan sehingga sangat baik digunakan dalam arah reverse bias
sebagai regulator tegangan. Titik dimana dioda zener mengalami breakdown atau
konduksi disebut tegangan zener”VZ” (Boylestad, 1989).

Dioda-dioda sering kali dikelompokkan menjadi jenis sinyal dan jenis


reclifter sesuai dengan bidang aplikasi utamanya. Dioda sinyal membutuhkan
karakteristik bias maju yang konsisten dengan jatuh tegangan maju yang rendah.
Dioda reclifter harus dapat menangani tegangan balik yang tinggi dan tegangan
maju yang besar(tim dosen, 2020).

METODOLOGI PERCOBAAN

Praktikum ini dilaksanakan Pada Hari Jum’at , 25 Desember 2020, Pukul


10.00 s/d 11.30 WITA. Di Laboratorium Elektronika, Lantai 2 Jurusan Fisika,
Fakultas Sains dan Teknolagi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Samata
– Gowa.

Adapun alat dan komponen yang digunakan dalam percobaan ini adalah
power supply berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, multimeter
berfungsi untuk mengukur besar kecilnya arus listrik, resistor berfungsi sebagai
penahan arus dan tegangan, kabel penghubung berfungsi untuk menghubungkan
antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya, potensiometer
berfungsi sebagai pengatur volume diperalatan Audio/Video, dioda penyearah
berfungsi sebagai penyearah tegangan arus AC menjadi arus DC dan dioda zener
berfungsi sebagai pengstabil tegangan arus listrik.

Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :


a. Membuat rangkaian percobaan seperti pada gambar rangkaian berikut.

Gambar 4. Rangkaian karakteristik dioda

b. Mengatur potensiometer pada posisi minimum dan mengamati pada


penunjukan kedua alat ukur.
c. Menaikkan tegangan bias dengan mengatur potensiometer.

d. Melakukan langkah kegiatan ke (3) untuk sebanyak 5 kali hingga maksimun.


e. Mengulangi langkah kegiatan ke ( 2 sampai 4 ) dengan membalik posisi dioda
( reverse bias ).
f. Selanjutnya mengulangi langkah kegiatan ke (2 sampai 5) dengan mengganti
dioda penyearah dan dioda zener.
g. Mencatat setiap hasil percobaan pada tabel pengamatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil pengamatan
a. Dioda penyearah
Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel lampiran 1 dan 2 maka diperoleh
data grafik sebagai berikut :
Grafik 1 : Hubungan antara tegangan (V) dan arus (I) pada dioda penyearah

a. Untuk menghitung I0 maju

=
= 0,00029 A
b. Untuk menghitung I0 mundur

= -0,00044 A
b. Dioda zener
Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel lampiran 3 dan 4 maka diperoleh

grafik sebagai berikut:


Grafik 2 : Hubungan antara tegangan (V) dan arus (I) pada dioda zener

a. Untuk menghitung maju

=
= 0,00048 A

b. Untuk menghitung mundur

=
= -0,00033 A
Pembahasan
Dioda merupakan perangkat semikonduktor sambungan P-N paling
sederhana yang memiliki sifat mengalirkan arus hanya dalam satu arah saja. Pada
percobaan ini terdapat dua kegiatan yaitu pada kegiatan pertama kondisi forward
bias pada dioda penyearah digunakan dioda yang terbuat dari germanium. Secara
percobaan pada dioda penyearah untuk panjar maju dioda mulai mengalirkan arus
pada saat tegangan yaitu 0,08 Volt keatas. Sedangkan pada dioda penyearah untuk
panjar mundur arus mulai mengalir kurang dari -0,12 Volt. untuk titik kerja atau Q
point diperoleh dari titik perpotongan antara karakteristik dioda dan garis beban
dimana diperoleh pada dioda penyearah untuk panjar maju yaitu 0,062 Volt, 0,084
Volt dan 4 mA, 6 mA dan pada dioda penyearah untuk panjar mundur yaitu -0,081
Volt, -0,101 Volt dan 2 mA.
Percobaan pada dioda zener untuk panjar maju dioda mulai mengalirkan arus
pada tegangan yaitu 0,13 Volt keatas. Sedangkan pada dioda zener untuk panjar
mundur arus mulai mengalir kurang dari -0,09 Volt. Untuk titik kerja diperoleh dari
titik perpotongan antara karakteristik dioda dan garis beban diperoleh pada dioda
zener untuk panjar maju yaitu 0,113 Volt, 0,123 Volt dan 4 mA. Sehingga dari
titik kerja tersebut diperoleh tegangan zener sebesar 4 Volt. Pada kondisi forward
bias arus lebih cepat mencapai titik maksimum pada dioda penyearah
dibandingkan dioda zener.
Pada kegiatan kedua adalah kondisi reserve bias. Pada kondisi ini dioda
penyearah tidak dapat bekerja karena dioda penyearah memang di desain hanya
dapat bekerja pada kondisi forward bias yang bekerja atau aktif pada kondisi
reserve bias hanyalah dioda zener karena dioda zener memang didesain bekerja Pada
daerah breakdown, sehingga grafik yang diperoleh dari dioda penyearah berbentuk
seperti gelombang. Untuk dioda zener titik kerja pada bias mundur diperoleh
sebesar -0,061 Volt, -0,071 dan –2 mA. Sehingga tegangan zener diperoleh sebesar
–0.061Volt.

PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah karakteristik dioda
penyearah dan dioda zener ketika diberi tegangan dan arus yaitu tampak jelas atau
memperlihatkan dengan jelas bahwa ada perbedaan yang terjadi jika masing-
masing dari dioda Ini dibalik (bias mundur) dan jika tidak dibalik (bias maju). Untuk
membedakan dioda penyearah dan dioda zener maka disebut breakdown, ketika
breakdown yang lebih rendah dan relative konstan sehingga sangat baik digunakan
dalam arah reverse bias sebagai regulator tegangan. Pada prinsip kerja dioda
pemyearah dan dioda zener yaitu memanfaatkan bias tidak terbalik yang ketika
arusnya mengalir melalui dioda, prinsip ini dipakai pada saat membutuhkan
tegangan DC dari sumber tegangan AC dan memanfaatkan bias terbalik dari arus
yang mengalir melalui dioda. Ini bisa terjadi ketika dioda diberi tegangan dan arus.
Untuk menggambarkan rangkaian karakteristik dioda penyearah dan dioda zener
maka dapat dilihat gambar rangkaian yang ditampilkan diatas.

Saran

Saran pada percobaan ini adalah sebaiknya percobaan selanjutnya, dapat


menggunakan hambatan yang nilai resistansinya berbeda agar data tersebut dapat
dibandingkan dengan teori. Sehingga praktikum selanjutnya mudah memperoleh
data.

DAFTAR PUSTAKA

Boylestad, R., & Nashelsky, L. (1989). Electronic Devices and Circuit Theory,
Fourth Edition. Delhi : Prentice Hall of India.
Malvino, A. P. (2003). Prinsip-Prinsip Elektronika, Buku 1, Jakarta : Salemba
Teknika.
Tim Asisten. 2020. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar I. Makassar : UIN Press.

LAMPIRAN
Tabel Pengamatan
A. Dioda Penyearah
Tabel 1. Dioda penyearah pada panjar maju

No. Tegangan (v) Arus (mA)


1. 0.00 0.00
2. 0.05 0.01
3. 0.06 0.02
4. 0.07 0.03
5. 0.08 0.04

Tabel 2. Dioda penyearah pada panjar mundur

No. Tegangan (v) Arus (mA)


1. 0.00 0.00
2. -0.05 0.00
3. -0.08 -0.01
4. -0.10 -0.01
5. -0.12 -0.02

B. Dioda Zener
Tabel 3. Dioda zener pada panjar maju

No. Tegangan (v) Arus (mA)


1. 0.00 0.00
2. 0.09 0.02
3. 0.11 0.03
4. 0.12 0.03
5. 0.13 0.04

Tabel 4. Dioda zener pada panjar mundur

No. Tegangan (v) Arus (mA)


1. 0.00 0.00
2. -0.04 0.00
3. -0.06 -0.01
4. -0.07 -0.01
5. -0.09 -0.02