Anda di halaman 1dari 12

PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG

Asriandi1, Muh.Ridwan2, Yunarti3, Kasturi Ramadhani4


1
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
E-mail : Asriandi.mks93@gmail.com

Abstrak

Telah dilakukan percobaan elektronika dasar satu yang berjudul “penyearah


setengah gelombang”. Percobaan ini dilaksanakan di laboratorium elektronika pada
tanggal 25 Desember 2020. Sebagian besar peralatan elektronik memerlukan arus
searah untuk dapat untuk dapat bekerja. Oleh karna karena itu dibutuhkan alat yang
dapat berfungsi sebagai penyearah tegangan bolak-balik (AC) menjadi arus searah
(DC). penyearah yang mengubah sumber AC menjdai DC. Bagian terpenting dari
adaptor adalah dengan berfungsinya dioda sebagai penyearah. Komponen-komponen
yang terdapat pada praktikum penyearah setengah gelombang yaitu, osiloskop (CRO),
volt meter, trafo atau transformator step down, dioda penyearah, elektrolit kondensator
atau biasa di sebut elco, resistor, dan kabel penghubung. Tujuan dari rangkaian
penyearah setengah gelombang adalah mengubah tegangan AC dari jala-jala menjadi
tegangan DC dengan memotong gelombang nagatif pada gelombang AC. Sehingga
gelombang AC yang terdiri dari fase positif dan fase negatif akan menjadi fase positif
saja dan fase negatif dipotong. Pada rangkaian ini yang berfungsi sebagai penyearah
gelombang adalah dioda, sedangkan trafo berfungsi sebagai penurun tegangan, dari
sumber primer ke sumber sekunder yang selanjutnya diserahkan oleh dioda. Pada
penyearah gelombang, dioda berfungsi sebagai penghantar pada siklus positif dan tidak
berfungsi sebagai penghantar pada siklus negatif. Hasil pengamatan dari spesifikasi
komponen yang digunakan yaitu R = 370 Ω, BT = 5V/Div,NST = 1 V/ Skala, tegangan
input dari Vin V(P-P) dari CRO = 10 V dan V in (rms) dari voltmeter = 3 V, untuk tegangan
outputnya di dapatkan hasil Vout V(P-P) dari CRO = 4,5 V dan Vout (VDC) dari voltmeter = 2
V, dan untuk hasil dari tegangan riak yaitu V r (Vp-p)1 CRO C1 = 300 µF = 0,3 V, Vr (Vp-
p)2 CRO C2 = 330 µF = 0,4 V dan Vr(Vp-p)3 CRO C3 = 220 µF = 1 V.

Kata Kunci : Penyearah setengah gelombang, tegangan sumber AC, dioda

PENDAHULUAN

Tegangan arus efektif atau rms (root mean square) adalah tegangan arus
yang terukur oleh voltmeter (ampete meter). Resistensi dioda pada saat on (bias
maju) yang umum nilainya lebih kecil dari RL, dan pada saat dioda off (bias
mundur) resistensinya sangat besar atau dalam pembahasan disebut tidak
terhingga, sehingga arus dioda, tidak mengalir atau sama dengan 0. Dalam
perencanaan rangkaian penyearah yang juga penting untuk diketahui adalah
berapa tegangan maksimum yang boleh diberikan pada dioda. Tegangan
maksimum yang harus ditahan oleh dioda sering disebut dengan tegangan puncak
balik. Penyearahan arus ini dapat terjadi karena pada komponen dioda hanya
dapat dilalui dengan arus satu arah saja.

Dioda semikonduktor banyak digunakan sebagai penyearah. Penyearah


yang paling sederhana adalah penyearah setengah gelombang yaitu terdiri dari
sebuah dioda. Rangkaian penyearah setengah gelombang mendapat masukan dari
sekunder trafo yang berupa sinyal AC berbentuk sinus, Vi=Vm sin ωt. Dari
persamaan tersebut, Vm merupakan tegangan puncak atau tegangan maksimum.
Harga Vm ini hanya bias diukur dengan CRO yakni dengan melihat langsung
pada gelombangnya. Sedangkan pada umumnya harga yang tercantum pada
sekunder trafo adalah tegangan efektif. Hubungan antara tegangan puncak (Vm)
dengan tegangan efektif (Veff) atau tegangan rms(Vrms) yaitu :
Vm
Veff = Vrms = =¿ 0,707 Vm (1)
√2
Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang berfungsi
untuk mengubah arus bolak balik (Ac) menjdi arus searah (Diroct Curront atau
DC). Komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah adalah dioda.
Karena dioda memiliki sifat hanya memperbolehkan arus listrik melawannya
dalam satu arah.

Untuk mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah terdapat banyak


cara yang dapat digunakan. Salah satu cartanya adalah membuat rangkaian
penyearah setengah gelombang. Penyearah arus setengah gelombang (half wave
rectification) merupakan system penyearah arus dengan menggunakan satu blog
dioda atau rectifier tunggal. Dioda atau rectifier sendiri merupakan komponen
elektronika yang memiliki fungsi untuk menyearahkan arus bolak-balik sehingga
dapat merubah arus AC (Alternating Current) menjadi arus DC (Direct Curret).

Berdasarkan pada uraian diatas, maka yang melatar belakangi percobaan


ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja dioda sebagai penyearah gelombang,
untuk mengetahui prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah setengah
gelombang, untuk mempengaruhi pemasangan kapasitor pada keluaran untuk
rangkaian penyearah setengah gelombang, untuk mengetahui variabel-variabel
apa saja yang harus diukur dan dihitung pada percobaan penyearah setengah
gelombang sebelum dan sesudah difilter, serta seberapa besar regulasi tegangan
(Voltage Regulation) pada percobaan penyearah gelombang penuh.

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memahami prinsip kerja dari suatu
rangkaian penyearah setengah gelombang, untuk mengukur dan menghitung
besaran-besaran yang berlaku pada rangkaian penyearah setengah gelombang,
untuk memahami fungsi dioda sebagai penyearah gelombang, untuk mengetahui
pengaruh pemasangan kapasitor pada keluaran untuk rangkaian penyearah
gelombang, untuk menentukan besaran riak tegangan dan renggangan keliaran
hasil penyearah dan filter pada penyearah gelombang, untuk menghitung regulasi
tegangan (Voltage Regulation) penyearah gelombang.

TINJAUAN PUSTAKA

Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang mengubah


gelombang sinus AC menjadi deretan pulsa DC. Ini merupakan dasar atau langkah
awal untuk memperoleh arus DC yang halus yang dibutuhkan oleh suatu
perlalatan elektronika. Bentuk dari suatu rangkaian penyearah pada rangkaian ini
ialah rangkaian penyearah gelombang penuh (Malvino,2004: 129).

Rangkaian setengah gelombang artinya hasil penyearah hanya pada bagian


positif, yaitu setengah panjang gelombang, dari tegangan bolak balik sebagai
sumbernya. Untuk mengurangi besarnya tegangan yang sampai ke dioda
digunakan trafo, yang kumparan primernya dapat langsung dihubungkan ke jala-
jala listrik (Malvino,1985: 129).

Dioda merupakan komponen elektronik yang terdiri dari dua buah


elektroda yaitu anoda dan katoda yang digunakan untuk meratakan mengarahkan
aliran ke satu jurusan, yaitu dari anoda menuju katoda (Herman, 2007 : 41).

Untuk mengamati langsung bentuk grafik arus bolak-balik kita gunakan


sebuah osiloskop. Dari gambar sinusoidal yang terlihat pada layar osiloskop, kita
dapat menentukan nilai maksimum dan nilai puncak ke puncak dari arus bolak-
balik. Osiloskop adalah piranti pengujian yang sangat serbaguna yang dapat di
gunakan dalam beragama pengukuran, dimana aplikasi terpentingnya adalah
tampilan berupa bentuk gelombang tegangan terhadap waktu (Tipler, 2001: 131).

Gambar 1. Penyearah setengah gelombamg

Selain itu prinsip dari rangkaian penyearah setengah gelombang ini adalah
pada saat setengah gelombang pertama (puncak) melewati dioda bernilai positif
menyebabkan dioda dalam keadaan forward bias. Sehingga arus dari setengah
gelombang pertama ini bisa melewati diode. Pada setengah gelombang kedua
(lembah) yang bernilai negetif menyebabkan dioda dalam keadaan reverse bias,
sehingga arus dan setengah gelombang kedua yang bernilai negatif tidak dapat
melewatkan dioda (Sutanto :1994 :124).

Salah satu penggunaan dioda didasarkan pada kemampuan dioda untuk


menghantarkan arus hanya satu arah saja, bila dioda dipasang pada arus bolak
balik maka diubah dalam bentuk arus AC yang bentuk gelombangnya berbentuk
sinusoidal. Bentuk gelombang sinusoidal dari sumber tegangan V memiliki
harga puncak Vm volt dan harga efektif atau Vrms volt (Khandpur,1999:129).

Berikut ini ditunjukkan rangkaian penyearah setengah gelombang. Artinya


hasil penyearahan hanya pada bagian positif, yaitu setengah panjang gelombang
dari tegangan bolak-balik sebagai sumbernya. Untuk mengurangi besarnya
tegangan yang sampai ke diode digunakan trafo, yang kumparan primernya dapat
langsung dihubungkan kejala-jala listrik. Jumlah lilitan kumparan kedua arus
dihitung sedemikian rupa sehingga tegangan sekundenya masih dalam batas
tegangan dioda yang diperkenakan (Eggleston, 2001: 80).

Gambar 2. Rangkaian penyearah setengah gelombang


Suatu penyearah setengah gelombang akan menghasilkan keluaran
setengah gelombang. Bila dibuat penyearah setengah gelombang di Laboratorium,
akan ditemukan bahwa tegangan rata-ratanya sama dengan 0,318 kali tegangan
puncak. Harga rata-rata tersebut juga dikenal dengan sebutan harga dc.
Pengukuran tegangan tersebut dengan sebuah voltmeter dc akan memberi harga
rata-rata dari bentuk gelombang tersebut (Tim Asisten, 2016: 2).

AC (alternating current) adalah power supply yang polaritas (arah aliran)


switch berkala. Dalam beberapa kasus daya AC harus dikonversi untuk
mengarahkan arus searah (DC), yang menyediakan konstan tingkat tegangan dan
polaritas. Semua sistem digital (seperti komputer) harus menggunakan DC
(Feibel, 1996:24).

Rangkaian penyearah setengah gelombang adalah sebuah rangkaian


setengah gelombang (Half-Wave Rectifier). Sebuah dioda ideal dan sebuah
resistor Rlyang dirangkai secara seri dengan sebuah sumber daya AC. Bentuk
gelombang sinusoidal dari sumber V memiliki harga puncak Vm volt dan harga
efektif atau Vrms volt. Ketika m lebih positif dengan mengacu pada n, material
tipe-P (anoda) dioda adalah lebih positif dengan mengacu terhadap material
tipe-N (katoda). Ini adalah bias arah maju dan arus akan mengalir melalui
rangkaian seri. Arus ini akan akan mdenghasilkan suatu jatuh tegangan pada
ujung-ujung resistor beban Rl. Ketika n lebih positif dari pada m, materi tipe –N
(katoda) dari diodamenjadi lebuh positif mengacu pada matrial tipe –P (anoda).
Kondisi ini adalah bias adalah bias arah mundu, dan tidak arus yang mengalir
dalam rangkaian.Dalam hal ini diode dikatakan dalam keadaan menyearahkan
(Bakri,2008: 159).

Gambar 3. Grafik penyearah setengah gelombang


Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa rangkaian penyearah
setengah gelombang merupakan rangkaian yang terdiri dari transformator, diode
yang berfungsi sebagai penyearah arus atau tegangan AC menjadi DC,
resisitor sebagai penghambat arus dan kapasitor sebagai filter atau
penyimpan muatan sementara.

Adapun ayat yang berkaitan dengan firman Allah SWT. (Q.S. Nuh : 42)

yang berbunyi :

َ‫ى ٱرْ َكب َّم َعنَا َواَل تَ ُكن َّم َع ْٱل ٰ َكفِ ِرين‬ ِ ‫ج َك ْٱل ِجبَا ِل َونَاد َٰى نُو ٌح ٱ ْبنَهۥُ َو َكانَ فِى َمع‬
َّ َ‫ْز ٍل ٰيَبُن‬ ٍ ْ‫َو ِه َى تَجْ ِرى بِ ِه ْم فِى َمو‬

Artinya : Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana
gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di
tempat yang jaug terpencil : “hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama
kami dan jaganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir”.

Menurut tafsir yaitu kapal berlayar bersama mereka dalam golongan


ombak yang meninggi lagi memuncak hingga seperti gunung-gunung dan Nuh
memanggil putranya (putranya berada di tempat yang jauh dari kaum mukminim),
Nuh berkata kepada putranya “wahai putraku naiklah ke dalam kapal, dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang kafir kepada Allah, akibatnya kamu
akan tenggelam.

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat


Jenis praktikum yang dilakukan yakni penyearah setengah gelombang.
Waktu dilaksanakannya percobaan ini pada jam 10.30 – 12.00 WITA, pada hari
jumat, 25 Desember 2020, di Laboratorium Elektonika, Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Gowa-Samata.
B. Alat dan Komponen
Alat dan komponen yang digunakan pada percobaan ini yaitu :
1. Osiloskop (CRO), berfungsi untuk menghitung tegangan masuk dan keluar
pada rangkaian.
2. Voltmeter digital, berfungsi untuk menghitung nilai tegangan rangkaian dalam
bentuk nilai.
3. Trafo, berfungsi untuk menstabilkan tegangan yang didapatkan dari Arus
listrik.
4. Dioda penyearah, berfungsi untuk menyearahkan arus
5. Elektrolit kondensator (elko), berfungsi untuk memfilter arus
6. Resistor, berfungsi sebagai penstabil tegangan
7. Kabel penghubung, berfungsi sebagai penghubung antara komponen yang satu
dengan komponen yang lainnya.
C. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah :
Untuk melaksanakan kegiatan unit ini, diharapkan anda sudah terampil
dalam menggunakan osiloskop (syarat mutlak). Perlu diingat, cara nilai spesifikasi
masing-masing komponen yang anda gunakan.
1. Merangkai kit percobaan seperti pada gambar berikut :
2. Setelah yakin bahwa rangkaian anda telah benar, hubungkan input salah satu
channel osiloskop dengan terminal input (Vin) dari rangkaian untuk
memperoleh tampilan gelombang puncak ke puncak (VPP). Catat hasil
pengamatan anda ini sebagai nilai tegangan VPP dan gambar bentuk
gelombangnya diatas kertas grafik semilog (atau photo, secara langsung
tampilan bentuk gelombangnya dengan camera).
3. Kemudian hubungkan input salah satu channel dari volt meter digital dengan
terminal input (Vin) dari rangkaian untuk memperoleh tegangan input (Vrms)
dari voltmeter. Catat nilai tegangan masukan (Vrms).
4. Memindahkan probe osiloskop ke output (Vout) rangkaian untuk mengamati
tampilan keluaran. Catat ini sebagai tegangan keluaran (Vout) dan gambar
bentuk gelombangnya.
5. Sekarang gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan keluaran dari
rangkaian. Catat sebagai nilai tegangan dc (Vdc).
6. Menambahkan kapasitor pada keluaran dengan memparalelkan pada resistor,
dan cata hasil pengukuran tegangan riak (Vrpp) penunjukan osiloskop, amati
perubahan tampilan gelombang akibat penambahan kapasitor dan gambaran
bentuk gelombang kemudian bandingkan hasilnya dengan perhitungan :
1
vr ( p−p )= Vr → ( Vm=tegangan maksimum CRO )
fRʟC

HASIL DAN PEMBAHASAN


I. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan dari percobaan ini adalah :
Spesifikasi komponen yang digunakan :
R = 370 Ω
BT = 5 V/Div
NST= 1 V/Skala
Tegangan Input
Vin V(P-P) dari CRO = 10 V
Vin (rms) dari voltmeter = 3V
Tegangan Output
Vout V(P-P) dari CRO = 4,5 V
Vout (VDC) dari voltmeter =2V
Tegangan Riak
Vr (p-p)1 CRO C1 = 300µF = 0,3 V
Vr (p-p)1 CRO C2 = 330 µF = 0,4V
Vr(p-p)1 CRO C3 = 220 µF = 1 V
Perhatikan dan catat batas ukur CRO untuk volt/div pada channel yang
digunakan untuk time/div setiap pengukuran tegangan input maupun output.
2. Analisis Data
2.I Menghitung tegangan rata-rata osiloskop :
Vpp = Vin CRO
= 10 v
1
Vp = Vpp
2
1
= . 10
2
= 5 Volt
Vp
Vrms =
√2
5
=
√2
= 4,20 Volt
2.2 Menghitung tegangan riak (ripple)
F = 50 Hz
C1 = 300.10-3 F
Vin = CRO C1= 0,3 V
Vin
Vr (p-p)1 =
2 f RC 1
0,3
=
2 X 50 X 370 X 0,30.10−3
0,3.103
=
11100
= 0,0270 Volt
F = 50 Hz
C2 = 330 μf = 0,33. 10-3 F
Vin = CRO C2= 0,4 V
Vin
Vr (p-p)2 =
2 f RC 1
0,4
=
2 X 50 X 370 X 0,33.10−3
0,4 . 103
=
12210
= 0,0327 Volt
F = 50 Hz
C3 = 220 μf = 220. 10-3 F
Vin = CRO C3= 1V
Vin
Vr (p-p)3 =
2 f RC 1
1
=
2 X 50 X 370 X 0,22.10−3
1.103
=
8140
= 0,1228 Volt
2.3 Menghitung tegangan akhir
Vr (p-p1)1 = 0,3 V
Vr (p-p2)2 = 0,4 V
Vr (p-p3)3 = 1 V
V r ( p−p )1
V dc 1=V ¿ −
2
0,0270
= 0,3−
2
= 0,273 Volt
V r ( p−p )2
V dc 2=V ¿ −
2
0,0327
= 0,4−
2
= 0,3836Volt
V r ( p−p )3
V dc 3=V ¿ −
2
0,1228
=1−
2
= 0,9386 Volt
2.4 Menghitung regulasi tegangan
VNL = 5 Volt
VFL = 2,6 Volt
VNL−VFL
VR = X 100 %
VFL
3−4,5
VR = X 100 %
4,5
= -33 %
3. Pembahasan
Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang mengubah
gelombang sinus AC menjadi deretan pulsa DC. Ini merupakan dasar atau langkah
awal untuk memperoleh arus DC yang halus yang dibutuhkan oleh suatu
perlalatan elektronika. Bentuk dari suatu rangkaian penyearah pada rangkaian ini
ialah rangkaian penyearah gelombang penuh. Dioda adalah komponen elektronika
berbahan semikonduktor (germanium, silikon) yang mempunyai karakteristik
hanya dapat melewatkan arus forward saja dan menahan arus reverse atau sebagai
penyearah yang dapat merubah arus bolak – balik mejadi arus searah.

Dalam rangkaian penyearah setengah gelombang, hasil penyearah hanya


pada bagian positif yaitu setengah dari panjang gelombang, dari tegangan bolak-
balik sebagai sumbernya. Pada saat arus bolak-balik mengalir positif pada
setengah panjang gelombang pertama, sesuai dengan arah panah dioda, dioda
akan mengalirkan arus. Pada saat arus bolak-balik mengalir negative pada
setengah panjang gelombang berikutnya, berlawanan dengan arah dioda, dioda
tidak melewatkan arus.
Pada percobaan ini dilakukan untuk menghitung tegangan rata - rata
osiloskop (Vpp) sebesar 5 volt dan (Vrms) sebesar 4,20 volt, untuk menghitung
tegangan riak Vr(Vp-p)1 sebesar 0,0270 volt, Vr(Vp-p)2 sebesar 0,0327 volt dan
Vr(Vp-p)3 0,1228 volt, serta untuk menghitung tegangan akhir VDC1 sebesar 0,273
volt, VDC2 sebesar 0,3836 volt dan VDC3 sebesar 0,9386 volt dan untuk
menghitung regulasi tegangan VR sebesar -33%.

PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat disimpulkan bahwa prinsip dari dioda sebagai
penyearah setengah gelombang yaitu sebagai pengubah sinyal AC menjadi sinyal
DC, dioda meneruskan arus pada panjaran arah maju dan memblokir arus pada
panjaran arah balik dan gelombang tegangan yang terbentuk akan tebalik apabila
arah panah dioada dipasang dengan posisi terbalik. Penyearah setengah
gelombang hanya dapat menyearahkan sinyal yang bernilai positif saja. Kapasitor
berfungsi untuk menghilangkan fluktasi pada sinyal output setelah di searahkan.
Sinyal output memiliki nilai frekuensi yang sama dengan sinyal inputnya.Variabel
yang terukur dan terhitung yakni variable control (resistansi dan kapasitas
kapasitor), variable manifulatif (tegangan sumber) dan variable respon (tegangan
output). Tegangan regulasi dikembangkan pada beban yang sama dengan sinyal
AC sehingga sinyal DC memiliki nilai frekuensi.
B. Saran
Saran yang ingin disampaikan pada percobaan ini adalah sebaiknya
praktikan meneliti sebaik mungkin terhadap alat tersebut agar data yang diperoleh
sesuai yang inginkan maka praktikum selanjutnya berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Haris Bakri. 2008. Dasar-Dasar Elektronika. Makassar : UNM.


Dwi, Herman Surjono. 2007. Elektronika Teori dan Penerapan. Jawa Timur :
Cerdas Ulet Kreatif.
Eggleston, Denis L. 2001. Basic Electronis For Scientist and Engineers.
Singapore : Cambridge University Press.
Feibel, Werner . 1996. Encyclopedia Of Networking. AmerikaSerikat : Sybex Inc.
Khandpur, R.S. 1999. Basic Electronic Components Hardware. New Delhi: A
Scientific Society of Department of Electronics.
Malvino. 2004. Prinsip-prinsip Elektronika Jilid Satu. Jakarta: Salemba Teknika.
Malvino, Albert Paul. 1985. Prinsip-prinsip Elektronika Jilid 2. Jakarta :Erlangga.
Sutanto, 1994. Rangkaian Elektronika (Analog). Depok : Universitas Indonesia
(UI-Press).
Tim Asisten. 2016. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II. Makassar : UIN
Press.
Tipler, Paul A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta ; Erlangga.