Anda di halaman 1dari 16

PENGENALAN DAN PENGETESAN KOMPONEN

ELEKTRONIKA
Asriandi1, Muh. Ridwan2, Kasturi Ramadhani3, Yunarti4
1
Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
Email: Asriandi.mks@gmail.com

Abstrak

Telah dilakukan percobaan dengan judul percobaan Pengenalan dan Pengetesan


Komponen Elektronika. Praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen aktif,
pasif, dan komponen penunjang pada komponen dasar elektronik, mengenal beberapa
wujud, simbol rangkaian serta nilai besaran komponen elektronika, mengetahui kegunaan
komponen elektronika, mengetes komponen apakah masih berfungsi baik atau tidak, serta
memahami fungsi multimeter ( multitester ) sebagai alat tes komponen elektonika.
Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan
dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat
seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya.
Pada percobaan pengenalan dan pengetesan komponen elektronika digunakan tiga
komponen elektronika yaitu komponen aktif, komponen pasif dan komponen penunjang.
Dari percobaan maka diketahui bagaimana bentuk, spesifikasi, nama dan jenis komponen
serta simbol rangkaian dari tiap komponen yang di tes.

Kata kunci : Komponen aktif, komponen pasif dan komponen penunjang, arus dan
tegangan

PENDAHULUAN

Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang
dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik
dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel,
semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat seperti ini
merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit
elektronikanya dalah bagian dan teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu /teknik
elektronika dan instrumentasi(Mikarajuddin, 2008).

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang


mengadopsi

elektronika sebagai basis teknologinya. Contoh : di rumah, kita sering melihat


televisi, mendengarkan lagu melalui pemutar kaset pita atau VCD, mendengarkan
radio, berkomunikasi dengan telepon. Di kantor biasanya menggunkan komputer,
mencetak dengan mesin cetak elektronik, mengirim pesan dengan faksmili,
berkomunikasi dengan telepon genggam. Di pabrik kita memakai alat deteksi
mengoperasikan robot perakit dan sebagianya. Bahkan, di jalan raya kita bisa melihat
lampu lalu lintas. Lampu penerangan jalan yang otomatis hidup bila malam tiba atau
papan reklame yang terlihat indah berkelap-kelip dan masih banyak contoh yang
lainnya. Dari pembahasan diatas yang salah satu alat elektronika yaitu transformator
(trafo) adalah suatu alat elektonika ke sirkuit lainnya melalui pasangan magnet.
Trafo mempunyai dua bagian diantaranya yaitu bagian input ( primer ) dan bagian
output (sekunder). Bahwa pada zaman sekarang ini kita tidak akan lepas dari
perangkat yang menggunakan elektronika sebagai dasar teknologinya.

Berdasarkan uraian diatas, yang melatar belakangi dilakukannya percobaan


ini adalah untuk mengidentifikasi komponen aktif, pasif dan komponen penunjang
pada komponen dasar elektronika, untuk mengenal beberapa wujud, syimbol
rangkaian
serta nilai besaran komponen elektronika, untuk mengetahui elektronika, untuk
mengetes komponen apakah masih berfungsi baik atau tidak dan untuk memahami
fungsi multimeter sebagai alat tes komponen elektronika.

Tujuan yang ingin dicapai dalam percobaan ini adalah untuk mengidentifikasi
komponen aktif, pasif, dan komponen penunjang pada komponen dasar elektronik.
untuk mengenal beberapa wujud, symbol rangkaian serta nilai besaran komponen
elektronika,
untuk mengetahui kegunaan komponen elektronika untuk mengetes komponen
apakah masih berfungsi baik atau tidak, dan untuk memahami fungsi multimeter
( multitester ) sebagai alat tes komponen elektonika.

TINJAUAN PUSTAKA

Pada dasarnya komponen dalam elektronika dibagi menjadi tiga bagian yaitu
komponen aktif, komponen pasif, komponen penunjang. Beberapa komponen dasar
elektronika adalah resistor, kaasitor, dioda, transistor, transformator, dan masih
banyak lagi. Pemahaman terhadap karakteristik dan aplikasi dari komponen aktif,
komonen pasif, dan komponen penunjang merupakan hal yang sangat penting dalam
memahami cara kerja dari sebuah rangkaian. Komponen aktif merupakan salah satu
jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam
rangkaian elektronika yang dapat bekerja menguatkan dan menyearahkan sinyal
listrik serta dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang
lainnya(Mikarajuddin, 2008).

Komponen elektronika yang merupakan komponen aktif yaitu dioda dan


transistor. Komponen pasif merupakan salah satu komponen elektronika yang
bekerja tanpa memerlukan arus listrik sehingga tidak dapat mengubah dan tidak
dapat menyearahkan listrik serta tidak dapat pula mengubah suatu energi ke bentuk
yang lainnya. Komponen yang termasuk komponen pasif yaitu kapasitor, transistor,
potensiometer dan masih banyak yang lainnya. Komponen penunjang merupakan
komponen yang melengkapi komponen aktif dan komponen pasif, contohnya yaitu
baterai, kabel penghubung, soket, fluk serta banyak lagi(Mikarajuddin, 2008).

Berikut ini merupakan jenis-jenis dari komponen-komponen elektronika


beserta
fungsinya:
1. Resistor
Resistor atau yang disebut hambatan merupakan komponen elektronika pasif
yang memiliki fungsi menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian
elektronika, satuan nilai dari resistor atau hambatan adalah ohm(Ω). Nilai resistor
memiliki dengan kode angka ataupun gelang warna yang terdapat pada kadar resistor
tersebut.
2. Kapasitor

Kapasitor atau disebut juga dengan kondensator adalah komponen


elektronika pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik sementara waktu,
fungsi dari kapasitor diantaranya sebagai perata arus pada rectifer dan juga sebagai
filter didalam rangkaian power supply. Satuan nilai untuk kapasitor adalah farat(F).
3. Induktor

Induktor atau yang disebut juga coil (kumparan) merupakan komponen


elektronika pasif yang berfungsi sebagai pengatur frekuensi, filter dan juga sebagai
alat kopel atau penyambung. Satuan dari induktansi untuk induktor adalah henry(H).
4. Dioda

Dioda merupakan komponen aktif elektronika yang memiliki fungsi


untuk
menghantar arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya
diada terdiri dari dua elektroda yaitu anoda dan katoda. Berdasarkan fungsinya dioda
terdiri atas:
a. Dioda penyearah, sebagai penyearah arus bolak-balik(AC) dan arus searah(DC).
b. Dioda zener sebagai pengaman rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh
dioda zener sendiri. Tegangan tersebut sering disebut tegangan zener.
c. LED (Light Emithing Diode) dida yang dapat memancarkan cahaya
monokromatik.
d. Dioda foto yaitu dioda yang peka terhadap cahaya sehingga sering dijadikan
sebagai
sensor.
e. Dioda schottky adalah dioda yang memiliki fungsi sebagai pengendali.
5. Transistor

Transistor merupakan komponen aktif elektronika yang memiliki banyak


fungsi dan merupakan komponen yang memegang peranan yang sangat penting
dalam dunia elektronika modern ini. Beberapa fungsi dari transistor adalah sebagai
penguat arus, sebagai pemutus dan penghubung arus, strabilisasi tegangan, modulasi.
Sinyal penyearah, dan sebagainya. Transistor terdiri dari tiga terminal (kaki) yaitu
base atau basis (B), emitor(E), dan collector atau korektor(K), transisor terdiri dari
dua tipe struktur yaitu PNP dan NPN.
6. Integrated Circuit (IC)

IC merupakan komponen elektronika aktif yaitu terdiri dari gabungan ratusan


bahkan jutaan transistor, resistor dan komponen lainnya yang di integrasikan menjadi
sebuah rangkaian elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Komponen elektronika
berupa sebuah alat berupa benda yang menjadi bagian penting/pendukung suatu
rangkaian elektronika yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Mulai dari
menempel langsung pada papan rangkian baik berupa PCB, CCB, protoboard
maupun veroboard dengan cara disolder atau tidak menempel langsung pada papan
rangkian (dengan alat penghubung lain, misalnya kabel). Komponen elektronika ini
terdiri dari satu atau lebih bahan elktronika, yang terdiri dari satu atau beberapa
unsur materi dan jika disatukan, untuk desain rangkaian yang diinginkan dapat
berfungsi sesuai dengan fungsi masing-masing komponen, ada yang untuk mengatur
arus dan tegangan, meratakan arus, menyekat arus, memperkuat sinyal arus dan
masih banyak fungsi lainnya(Kamajaya, 2007).

Bahan-bahan komponen elktronika yaitu bahan-bahan yng menentukan


kinerja (performace) dari peralatan/komponen listrik-elektronika dan sistem
insulasinya, seperti dalam membangkitkan, mentransmisikan, menyearahkan,
memperkuat, dan memodulasi sinyal listrik, dalam bekerjanya peralatan dan
komponen listrik/elektonika, bahan-bahan tersebut mengalami medan listrik/medan
magnet(Basuki, 2009).

Dua macam komponen elektronika yang kita pelajari dalam elektonika yaitu
komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif adalah jenis komponen
elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian
elektronika, contoh komponen aktif ini adalah transistor dan IC juga lampu tabung.
Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen-komponen ini.
Sedangkan komponen pasif adalah jenis komponen elktronika yang bekerja tanpa
memerlukan arus listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor,
tansformator/trafo, dioda dan sebagainya(Basuki,2009).

Dalam dasar elektronika penggunaan kedua jenis komponen hampir


selalu
digunakan besamasama, kecuali dalam rangkaian-rangkaian pasif yang hanya
menggunakan komponen-komponen pasif saja misalnya rangkaian baxaldall pasif,
tapis
pasif dan sebagainya. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen
aktif dan psif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil
ukuran fisiknya(Cheng, 2008).

Resistor adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap


rangkaian elektronikanya karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik. Dengan
resistor listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan(Cheng, 2008).

Untuk membaca kode pada resistor yang dipermasalahkan terjemahkan satu


persatu tersebut.Warna pertama cokelat, berarti angka 1, warna kedua merah, berarti
angka 2, warna ketiga merah berarti multifier, perkalian dengan 10 pangkat 2 kalau
diterjemahkan 12 × 102 = 1200. Berarti 1200 ohm dengan nilai toleransi sebesar
10%. Akurasi dari resistor tersebut berarti 1200 × (10 : 100) = 120. Jadi nilai
sebernarnya dari resistor tersebut adalah maximum 1200+120= 1320 ohm,
sedangkan nilai minimumnya adalah 1200-120 = 1080 ohm(Basuki, 2009).
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik
dalam bentuk muatan listrik selama selang waktu tertentu tnpa disertai adanya reaksi
kimia. Kapasitor banyak banyak digunakan pada peralatan elektronika seperti pada
lampu kilat kamera, cadangan energi pada komputer saat energi listrik mati,
pelindung sistem RAM pada komputer dan lain-lain. Saat kapasitor diberi tegangan,
kapasitor akan menjadi bermuatan. Satu pelat menjadi bermuatan positif dan pelat
yang lainnya bermuatan negatif. Jumlah masing-masing muatan pada kedua pelat
tersebut sama. Jumlah muatan Q yang terdapat pada muatan sebanding dengan beda
potensial V sesuai dengan persamaan Q = CV. Dengan menunjukkan kapasitansi
kapasitor. Kapasitansi kapasitor adalah kemampuan kapasitor untuk menyimpan
energi listrik(Mikarajuddin, 2008).

Jenis-jenis kapasitor berdasarkan bahan dielektrik dan penggunaannya,


kapasitor dibagi menjadi beberapa jenis seperti berikut:
1. Kapasitor variabel (Varco) kapasitor ini digunakan untuk tunik pesawat radio
atau mencari gelombang radio. Kapasitor ini menggunakan udara sebagai bahan
dielektriknya.
2. Kapasitor keramik mempunyai dielektrik yang terbuat dari keramik. Kapasitor
ini memiliki elektroda logam dan dielektriknya terdiri atas campuran titanium
oksida dan oksida lain. Kekuatan dielektriknya baik sekali sehingga mempunyai
kapasitas yang besar. Kapasitor kertas mempunyai dielektrik yang terbuat dari
kertas. Kapasitor kertas mempunyai lapisan-lapisan kertas setebal 0,05-0,02 mm
diantara dua lembar kertas aluminium. Kapasitor plastik mempunyai selaput
plastik sebagai dielektriknya. Kapasitor ini mempunyai elektroda logam dan
lapisan dielektik yang terbuat dari bahan polisterina, milar atau Teflon dengan
tebal 0,0064 mm. Kapasitor elektrolit mempunyai dielektrik berupa oksida
aluminium. Elektroda positif terbuat dari bahan logam, seperti titalium(Arif
Sudarjo, 2000).

Adapun ayat al-qur'an yang berkaitan pada penelitian ini yaitu QS. al
furqan ayat 53 yang berbunyi :
َ ‫ ا ٌج َو َج َع‬K‫ َذا ِم ْل ٌح أُ َج‬Kَ‫ات َو ٰه‬
‫ رًا‬Kْ‫ا َو ِحج‬K‫ا بَرْ زَ ًخ‬K‫ل بَ ْينَهُ َم‬K ْ ‫ َذا ع‬Kَ‫َوهُ َو الَّ ِذي َم َر َج ْالبَحْ َر ْي ِن ٰه‬
ٌ ‫ َر‬Kُ‫ذبٌ ف‬Kَ
‫َمحْ جُورًا‬
Artinya : Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan);
yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan
antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.(Qs.Al-Furqan : 53).

Hubungan ayat diatas dengan percobaan yaitu pada ayat tersebut


menyebutkan

tentang dalam tafsir Quraish shihab (Dan Dialah yang membiarkan dua laut
mengalir) secara berdampingan (yang ini tawar lagi segar) sangat tawar lagi
menyegarkan (dan yang lain asin lagi pahit) asin sekali sehingga rasanya pahit (dan
Dia jadikan antara keduanya dinding) batas yang menyebabkan kedua air tersebut
tidak membaur, antara yang satu dengan yang lainnya (dan batas yang menghalangi)
yakni penghalang yang mencegah keduanya untuk bercampur. Hal ini seperti
sebelumnya yang telah dijelaskan dalam komponen-komponen elektronika.

METODOLOGI PENELITIAN

Praktikum ini dilaksanakan Pada Hari Jum’at , 04 Desember 2020, Pukul


10.00 s/d 15.00 WITA. Di Laboratorium Elektronika, Lantai 2 Jurusan Fisika,
Fakultas Sains dan Teknolagi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Samata
– Gowa.

Alat dan komponen yang digunakan dalam percobaan ini adalah multimeter /
multitester, konektor, kapasitor biasa, kapasitor elco, resistor tetep, transistor
(transistor NPN dan PNP), transistor sama kaki, transistor topi dan transistor lubang,
IC (integrated circuit), potensiometer ganda, potensiometer tunggal, baterai, trimpot,
kapasitor keramik, kapasitor mika, kapasitor milar, inductor, dioda penyearah, socket
banana, plug banana, kabel penghubung, trafo (trafo step up dan trafo step down),
dioda zener, dioda LED, resistor cincin, fuse dan saklar.
Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada percobaan ini yakni, dapat mengkelompokkan komponen


elektronika berdasarkan komponen aktif, komponen pasif dan komponen penunjang.
1. Pengetesan Tahanan

- Memutar saklar multimeter kearah ohm ( 1x. 10x, dan seterusnya sesuai dengan
nilai dari resistor yang diukur ).
- Mengkalibrasikan multimeter dengan menyentuhkan kedua probe dan atur adjust
jarum multimeter menunjukkan nol.
- Menyentuhkan masing – masing ujung probe multimeter pada masing – masing
kaki resistor.
- Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
- Megulangi dengan jenis resistor yang lain.

2. Pengetesan Kapasitor

- Mengkalibrasikan multimeter dengan kedudukan saklar pada posisi ohm ( x10, x


1 k, dan seterusnya ).
- Menyentuhkan masing-masing ujung probe multimeter pada masing-masing kaki
kapasitor.
- Mengamati keadaan jarum apakah bergerak kemudian kembali atau tidak.
- Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
- Megulangi pengetesan dengan jenis kapasitor yang lain.

3. Pengetesan Dioda

- Mengkalibrasikan multimeter dengan kedudukan saklar pada posisi ( x10, x 1 k,


dan
seterusnya ).
- Menentukan kaki anoda dan kaki katoda dari dioda.
- Menyentuhkan masing-masing ujung probe multimeter pada masing-masing kaki
dioda.
- Memperhatikan keadaan jarum.
- Menukarkan polaritas sentuhan probe multimeter.
- Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
- Megulangi pengetesan dengan jenis dioda yang lain.

4. Pengetesan Transistor

- Mengkalibrasikan multimeter dengan kedudukan saklar pada posisi ( x 10 x 1 k


dan
seterusnya).
- Menyentuhkan salah satu ujung kabel probe multimeter pada satu kaki transistor,
kemudian satu ujung probe disentuhkan kekaki transistor yang lain, jika jarum
pada multimeter semua bergerak penuh maka kaki yang dibuat tetap adalah kaki
basis. Sedangkan jika tidak maka pindahkan probe yang dibuat konstan kekaki
transistor yang lain, kemudian sentuhkan ujung probe yang lain pada kedua kaki
transistor yang lain. Jika masih ada keadaan jarum yang tidak bergerak, maka
coba tukar probe multimeter. Dengan cara yang sama tentukan kaki basis.
- Mengetahui apakah transistor rusak atau baik, maka setelah mengetahui kaki
basis maka tukarkan probe multimeter. Jika jarum multimeter tetap bergerak,
maka transistor sudah rusak.
- Untuk multimeter digital, transistor dapat di tes lamgsung.
- Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
- Mengulangi dengan jenis transistor yang lain.
5. Pengetesan Transformator
- Mengkalibrasikan multimeter dengan kedudukan saklar pada posisi ( x10, x 1 k,
dan
seterusnya ).
- Mengambil salah satu trafo yang disediakan.
- Menyentuhkan kedua probe multimeter pada kaki sekunder mengamati keadaan
jarum.
- Menyentuhkan kedua probe multimeter pada kaki primer mengamati keadaan
jarum.
- Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Tabel 1 : Hasil Pengamatan Komponen Aktif

Bentuk komponen Keadaan Harga


No Simbol Ket
Komponen Nama Jenis Jarum Pustaka

Dioda
1. Bergera Baik
penyeara
k
h

Dioda
2. Bergera Baik
zener k

3. LED Bergera Baik


k

Transisto
r
4. Transisto Bergera Baik
NPN
r k
Transistor
PNP

5. IC Bergera Baik
k

Transisto
6. r Bergera Baik
Sama k
kaki

Transisto
Bergera Baik
7. r
k
Lubang

Transisto Bergera Baik


8.
k
r
Topi

Tabel 2 : Hasil Pengamatan Komponen Pasif

Bentuk Komponen Keadaan Harga


No Simbol Ket
Komponen Nama Jenis Bergera Pustaka
k

Resistor
Tetap
1. Resistor Bergera 150 Ω Baik
dan
Tetap k
Cincin

Potensio
Meter
Resistor
2. Ganda Bergera Baik
variabel dan k
Tunggal

Keramik
Kapasito Tidak
3. Dan Rusak
r Bergera
Mika
biasa k

Kapasito
4.
r Bergera 3300 µf Baik
Elektrolit k

Bergera Baik
LDR
5. k

6. Induktor Bergera Baik


k

7. Trimpot Bergera Baik


k

Trafo
step up Bergera 110 B Baik
k
Trafo
Trafo
8. step Bergera 220 B Baik
down k

Kapasito
9. Bergera Baik
r k
Milar

Tabel 4.3 : Hasil Pengamatan Komponen Penunjang

Bentuk Komponen Keadaan Harga


No Simbol Ket
Komponen Nama Jenis Bergerak Pustaka

1. Soket Baik
Bergerak
Banana

2. Baterai Bergerak 1,5 V Baik

Kabel
3. Bergerak Baik
Penghubung

4.
Saklar Bergerak Baik
5. Fuse Bergerak Baik

6. Plug Banana Bergerak Baik

Pembahasan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa


komponen elektronika dibagi atas tiga jenis komponen yaitu komponen aktif,
komponen pasif dan komponen penunjang. Komponen aktif terbagi atas beberapa
macam yaitu Dioda, Transistor dan IC (Integrated Circuit). Pada percobaan ini ada
tiga jenis diode yang
digunakan yaitu LED (Light Emiting Diode), Dioda Zener dan Dioda Penyearah.
Sedangkan transistor yang digunakan pada percobaan ini adalah transistor topi,
transistor sama kaki dan transistor lubang.

Pada percobaan ini diketahui pula komponen pasif yang terdiri atas resistor,
kapasitor, induktor dan transformator (trafo). Resistor yang digunakan pada
percobaan ini yaitu resistor batu, resistor cincin, trimpot dan potensiometer.
Sedangkan kapasior yang digunakan pada percobaan ini yaitu kapasitor elko,
kapasitor mika, kapasitor milar dan kapasitor keramik.

Selain komponen pasif dan komponen aktif, pada percobaan ini digunakan
pula komponen penunjang yang terdiri dari socket banana.baterai, kabel
penghubung, fuse ,plug banana dan saklar.

PENUTUP

Kesimpulan dari percobaan ini adalah Komponen aktif terdiri atas diode,
transistor, dan IC ( Integrated Circuit ), komponen pasif terdiri atas resistor,
kapasitor, dan trafo dan komponen penunjang terdiri atas socket banana, plug
banana, fuse, baterai, kabel penghubung dan saklar. Seperti yang telah diketahui
resistor mrmiliki bentuk berupa persegi panjang yang pada masing-masing ujungnya
memiliki kawat. Kegunaan dari komponen elektronika khususnya pada resistror
berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian
elektronika. Cara untuk mengetes komponen elektronika apakah berfungsi baik atau
tidak yaitu dengan menyentuhkan kedua ujung probe multimeter pada kaki dari
komponen elektronika yang ingin dites. Multimeter ( multitester ) berfungsi untuk
mengetahui ukuran tegangan lisrik, resistansi dan arus listrik.

Saran yang ingin di sampaikan pada percobaan ini adalah sebaiknya dengan
menggunakan multimeter yang lebih modern yang ada pada laboratorium. Agar
percobaan selanjutnya berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Arif sudarjo, 2000. Elektronika 1. Surabaya : Yudistira.


Basuki, 2009. Elektonika Edisi kedua. Bandung : ITB.
Cheng, 2008. Elektronika. Jakarta : Erlangga.
Kamajaya, 2007. Elektonika Universitas. Jakarta : Erlangga.
Mikarajuddin, 2008. Elektronika Dasar. Jakarta : Erlangga