Anda di halaman 1dari 15

JURNAL LENGKAP

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 1

JUDUL PERCOBAAN :FULL WAVE RECTIFIER


HARI/TANGGAL PERC. :Jum’at/01 Januari 2021

NAMA : ASRIANDI
NIM : 60400116018
JURUSAN : FISIKA
KELOMPOK : 1(SATU)
ASISTEN : NURUL KHAERANI ANWAR

LABORATORIUM ELEKTRONIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2020

PENYEARAH GELOMBANG PENUH (FULL WAVE


RECTIFIER)
Asriandi1, Kasturi Ramadhani2, Yunarti3
123
Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
E-mail : Asriandi.mks93@gmail.com

Abstrak

Telah dilakukan percobaan elektronika dasar 1 yang berjudul “penyearah


gelombang penuh”. Percobaan ini dilaksanakan di laboratorium elektronika pada tanggal 01
Januari 2021. Penyearah gelombang penuh adalah ekuivalen dengan dua kali rangkaian
penyearah setengah gelombang, Komponen riak ini dapat direduksi dengan sebuah jaringan
penapis (filter). Tapis yang paling sederhana sering digunakan adalah kapasitor elektrolit.
Percobaan ini bertujuan untuk memahami prinsip kerja dioda sebagai penyearah gelombang
penuh, untuk mengetahui prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah gelombang penuh,
untuk memahami fungsi dioda sebagai penyearah gelombang, untuk mengetahui pengaruh
pemasangan kapasitor pada keluaran untuk rangkaian penyearah gelombang penuh, untuk
menentukan besar riak tegangan dan regangan keluaran hasil penyearahan dan filter pada
penyearah gelombang penuh dan menghitung regulasi tegangan (Voltage-Regulation)
penyearah gelombang penuh. Adapun alat dan komponen yang digunakan yaitu multimeter,
transformator step down, diode penyearah, diode jembatan, elektrolit condensator, resistor,
kabel penghung serta osiloskop digunakan untuk mengukur tegangan input, tegangan output
dan tegangan riak pada penyearah gelombang penuh baik yang menggunakan dua dioda
dan juga empat dioda, dapat dilihat bahwa pada pengukuran tegangan input, osiloskop
menunjukkan gelombang sinusoidal yang nilainya sangat besar sedangkan untuk tegangan
outputnya menunjukkan gelombang sinusoidal yang nilainya sangat kecil.

Kata kunci : Penyearah Gelombang Penuh, Sumber Tegangan AC (Alternating Current),


kuat arus dan penyearah setengah gelombang
PENDAHULUAN

Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang berfungsi untuk


mengubah arus bolak balik (Ac) menjdi arus searah (Diroct Curront atau DC).
Komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah adalah dioda. Karena
dioda memiliki sifat hanya memperbolehkan arus listrik melawannya dalam satu
arah.

Pada alat yang digunakan untuk mengubah sumber arus bolak balik (AC)
menjadi

sinyal sumber arus searah(DC) disebut dengan Roctifior. Gelombang Ac yang


berbetuk gelombang sinus hanya dapat dilihat dengan alat ukur CRO- Rangkaian
rectifier banyak menggunakan trafo stop down yang digunakan untuk menurunkan
tegangan sesuai dengan perbandingan transformator yang diguanakn. Penyearah
dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu penyearah setengah gelombang dan
penyearah gelombang penuh. Fungsi DCO dalam suatu rangkaian elektronika yang
digunakan untuk mngetahui nilai kapasitas, sedangkan DCO dalam satuan (AIF)
fungsi dco sebagai penyimpan muatan listrik sementara dan pemfilter arus dan
tegang.

Berdasarkan uraian diatas, hal yang melatar belakangi dilakukannya


percobaan ini adalah untuk memahami prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah
gelombang penuh, untuk mengukur dan menghitung besaran-besaran yang
berkaitan pada rangkaian penyearah gelombang penuh, untuk memahami fungsi
dioda sebagai penyearah gelombang, untuk mengetahui pengaruh pemasangan
kapasitor pada keluaran untuk rangkaian penyearah gelombang penuh, untuk
menentukan besar riak tegangan dan regangan keluaran hasil penyearahan dan
filter pada penyearah gelombang penuh, dan untuk menghitung regulasi tegangan
(Voltage-Regulation) penyearah gelombang penuh.
Tujuan pada percobaan ini adalah bagaimana prinsip kerja dioda sebagai
penyearah gelombang penuh, bagaimana prinsip kerja dari suatu rangkaian
penyearah gelombang penuh, agaimana pengaruh pemasangan kapasitor pada
keluaran untuk rangkaian penyearah gelombang penuh, variabel-variabel apa saja
yang harus diukur dan dihitung pada percobaan penyearah gelombang penuh
sebelum dan sesudah difilter serta seberapa besar regulasi tegangan (Voltage
Regulation) pada percobaan penyearah gelombang penuh.

TINJAUAN PUSTAKA

Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang berfungsi


untuk mengubah arus bolak balik (DC) menjadi arus searah (AC). Komponen
elektronika yang berfungsi sebagai penyearah adalah diode, karena diode memiliki
sifat hanya memperbolehkan arus listrik melewatinya dalam satu arh saja(Anonim,
2015).

Penyearah dibedakan dua jenis, penyearah setengah gelombang dan


penyearah
gelombang penuh . Sedangkan penyearah gelombang penuh di bagi dua yaitu
penyearah gelombang penuh dengan center tap (CT) dan penyearah gelombang
penuh dengan menggunakan diode bridge(Strisno,1986).
1. Penyearah setengah gelombang
Merupakan rangkaian penyearah yang paling sederhana, yang terdiri
dari satu diode. Saat digunakan sebagai penyearah setengah gelombang diode
menyearahka tegangan ac yang berbentuk gelombang sinus menjadi tegangan
DC hanya selama siklus posifit tegangan AC saja. Sedangkan pada saat siklus
negatifnya diode mengalami panjar balik sehingga tegangan beban(output)
menjadi nol(Anonim, 2015).
2. Penyearah gelombang penuh dengan dioda jembatan
Rangkaian dioda jembatan adalah rangkaian penyearah gelombang
penuh yang paling popular dan paling banyak digunakan dalam rangkaian
elektronika. Rangkaian pada dioda jembatan menggunakan tempat utnuk dioda
sebagai penyearahnya(Setiadi,2004).

Sebuah jembatan dioda adalah pengaturan dari empat atau lebih diode
dalam rangkaian jembatan konfigurasi yang menyediakan lantas output baik
untuk polantas input. Ketika digunakan pada aplikasi yang paling umum untuk
konfersi dari arus bolak balik masukan(Ac) menjadi arus searah (DC) output,
diketahui sebagai jembatan penyearah. Sebuah jembatan penyearah
menyediakan gelombang penuh perbaikan dari input AC dua kawat. Sehingga
biaya lebih rendah dibandingkan dengan penyearah tiga (III) masukan kawat
transpormator dengan pusat mengetuk gulungan sekunder(Anonim, 2014).
3. Penyearah dilengkapi filter kapasitor
Agar tegangan penyearah gelombang Ac lebih rata dan menjadi tegangan
DC maka dipasang filter kapasitor pada bagian output rangkaian penyearah
(Anonim, 2015).

Untuk menekan ripple yang terjadi dan proses penyearah gelombang Ac,
setelah dipasang filter kapasitor maka output dari rangkaian penyearah gelombang
penuh ini akan menjadi tegangan DC(Direc current) yang diformulasikan sebagai
berikut :

(1)
kemudian untuk nilai siple tegangan yang ada

(2)

Rangkaian setengah gelombang artinya hasil penyearah hanya pada bagian


positif, yaitu setengah panjang gelombang, dari tegangan bolak balik sebagai
sumbernya. Untuk mengurangi besarnya tegangan yang sampai ke dioda digunakan
trafo, yang kumparan primernya dapat langsung dihubungkan ke jala-jala
listrik(Malvino,1985: 129).
Berikut ini ditunjukkan rangkaian penyearah setengah gelombang. Artinya
hasil penyearahan hanya pada bagian positif, yaitu setengah panjang gelombang
dari tegangan bolak-balik sebagai sumbernya. Untuk mengurangi besarnya tegangan
yang sampai ke diode digunakan trafo, yang kumparan primernya dapat langsung
dihubungkan k ejala-jala listrik. Jumlah lilitan kumparan kedua arus dihitung
sedemikian rupa sehingga tegangan sekundenya masih dalam batas tegangan dioda
yang diperkenakan(Eggleston, 2001: 80).

Gambar 1. Rangkaian penyearah setengah gelombang

Dengan menambahkan kapasitas paralel dengan beban R pada rangkaian


penyearah maka tegangan riak akan semakin ditekan. Kapasitor dapat mengimpan
muatan listrik sementara, pada saat tegangan sumber menurun.(Plocher,2004).

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis praktikum yang dilakukan adalah penyearah gelombang penuh. Waktu


dilaksanakannya percobaan ini pada jam 10.00 – 11.30 WITA, pada hari jumat, 01
Januari 2021. Di Laboratorium Elektronika, Lantai 2 Jurusan Fisika, Fakultas Sains
dan Teknolagi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Samata – Gowa.

Adapun alat dan komponen yang digunakan adalah Osiloskop Sinar katoda
(CRO), Voltmeter digital, Trafo/Transformator step down, Dioda penyearah, Dioda
jembatan (dioda bridge), Elektrolit condensator (EICO), Resistor, Kabel
penghubung, dan Kabel colokan + Cup listrik.

Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :


a. Penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda
Perlu diingat, cara nilai spesifikasi masing-masing komponen yang digunakan.
1. Memperhatikan kit rangkaian penyearah gelombang penuh yang telah
disiapkan, mengenali setiap bagian pada kit tersebut dan membandingkan
dengan skema rangkaian dibawah ini:

Gambar 2. penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda


(Tim Dosen, 2020 : 25)
2. Menghubungkan input salah satu channel osiloskop dengan terminal input
(Vin) dari rangkaian untuk memperoleh tampilan gelombang puncak-ke-
puncak (VPP) p dan gambar bentuk gelombangnya (atau photo secara langsung
tampilan bentuk gelombangnya dengan camera).
3. Kemudian menghubungkan input salah satu channel dari voltmeter digital
dengan terminal input (Vin) dari rangkaian untuk memperoleh tegangan input
(Vrms) dari voltmeter. Catat nilai tegangan masukan (Vrms).
4. Memindahkan probe osiloskop ke output (Vout) rangkaian untuk mengamati
5. tampilan keluaran. Mencatat ini sebagai tegangan keluaran (V out) dan gambar
bentuk gelombangnya.
6. Sekarang gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan keluaran dari
rangkaian. Mencatat sebagai nilai tegangan dc (Vdc).
7. Mengulangi kegiatan (2) sampai dengan (5) dengan memparalel hambatan
beban dengan sebuah kapasitor elektrolit (Elco), dan catat hasil pengukuran
tegangan riak (Vrpp) penunjukkan osiloskop, amati perubahan tampilan
gelombang akibat penambahan kapasitor dan gambarkan bentuk
gelombangnya kemudian bandingkan hasilnya dengan perhitungan:
8. Mengulangi kegiatan 6 dengan menggunakan kapasitor yang berbeda.
b. Penyearah gelombang penuh jembatan dengan 4 dioda
1. Merangkai kit percobaan seperti pada gambar berikut:

Gambar 3. penyearah gelombang penuh jembatan


2. Menghubungkan input salah satu channel osiloskop dengan terminal input
(Vin) dari rangkaian untuk memperoleh tampilan gelombang puncak-ke-
puncak (VPP) p dan gambar bentuk gelombangnya (atau photo secara
langsung tampilan bentuk gelombangnya dengan camera).
3. Kemudian menghubungkan input salah satu channel dari voltmeter digital
dengan terminal input (Vin) dari rangkaian untuk memperoleh tegangan input
(Vrms) dari voltmeter. Catat nilai tegangan masukan (Vrms).
4. Pindahkan probe osiloskop ke output (V out) rangkaian untuk mengamati
tampilan keluaran. Catat ini sebagai tegangan keluaran (Vout) dan gambar
bentuk gelombangnya.
5. Sekarang gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan keluaran dari
rangkaian. Catat sebagai nilai tegangan dc (Vdc).
6. Ulangi kegiatan (2) sampai dengan (5) dengan memparalel hambatan beban
dengan sebuah kapasitor elektrolit (Elco), dan catat hasil pengukuran
tegangan riak (Vrpp) penunjukkan osiloskop, amati perubahan tampilan
gelombang akibat penambahan kapasitor dan gambarkan bentuk
gelombangnya kemudian bandingkan hasilnya dengan perhitungan:
7. Ulangi kegiatan 6 dengan menggunakan kapasitor yang berbeda.

(Tim Dosen, 2020).

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
Spesifikasi komponen yang digunakan :
R = 220 Ω
F = 50 Hz
1. Penyearah Gelombang Penuh dengan 2 Dioda
Tegangan Input
Vin VP-P dari CRO = 12,6 V
Vin (rms) dari voltmeter = 6,3 V
Tegangan Output
Vout VP-P dari CRO = 6,2 V
Vout VDC dari voltmeter =5V
Tegangan Riak
Vr (p-p)1 CRO C1 = 100 µF = 3,2 V
Vr (p-p)2 CRO C2 = 220 µF = 2,1 V
2. Penyearah gelombang penuh dengan dioda jembatan
Tegangan Input
Vin VP-P dari CRO = 12,8 V
Vin (rms) dari voltmeter = 6,7 V
Tegangan Output
Vout VP-P dari CRO = 6,5 V
Vout VDC dari voltmeter = 5,2 V
Tegangan Riak
Vr (p-p)1 CRO C1 = 120 µF = 2,4 V
Vr (p-p)2 CRO C2 = 220 µF = 2,2 V

Grafik

1. Penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda


Vin p-p dari CRO
= 12,6 Volt
Vout p-p dari CRO
= 6,2 Volt
Vr (p-p)1 CRO C1
= 120 μf = 3,2 Volt
Vr (p-p)2 CRO C2
= 220 μf = 2,1Volt
2. Penyearah gelombang penuh dengan diode jembatan
Vin p-p dari CRO
= 12,8 Volt
Vout p-p dari CRO
= 6,5Volt
Vr (p-p)1 CRO C1
= 120 μf = 2,4 Volt
Vr (p-p)2 CRO C2
= 220 μf = 2,2 Volt

Pembahasan
Penyearah gelombang penuh adalah ekuivalen dengan dua kali rangkaian
penyearah setengah gelombang bentuk gelombang dan tegangan keluaran dari suatu
rangkaian penyearah tidaklah sepenuhnya berbentuk DC murni, akan tetapi memiliki
komponen riak. Komponen riak ini dapat direduksi dengan sebuah jaringan penapis
(filter). Tapis yang paling sederhana yang sering digunakan adalah kapasitor
elektrolit.
Berdasarkan pada grafik penunjukkan osiloskop untuk setiap pengukuran
tegangan input, tegangan output dan tegangan riak pada penyearah gelombang penuh
baik yang menggunakan 2 dioda maupun 4 dioda, dapat dilihat bahwa pada
pengukuran tegangan input, osiloskop menunjukkan gelombang sinusoidal yang
nilainya sangat besar sedangkan untuk tegangan outputnya menunjukkan gelombang
sinusoidal yang nilainya kecil. Adapun untuk hasil tegangan riak atau setelah
difilter dengan elektrolit kapasitor keluaran yang dihasilkan d ihaluskan. Semakin
besar kapasitor yang digunakan maka keluarannya akan semakin halus.

Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis data yang telah dilakukan


menunjukkan bahwa percobaan ini sesuai dengan teori yang ada karena tegangan
riak dari hasil penyearah dan filter bergantung pada besarnya nilai kapasitor yang
digunakan yaitu semakin besar nilai kapasitas kapasitornya maka semakin kecil
tegangan riak yang dihasilkan dan begitu pula sebaliknya semakin kecil nilai
kapasitas kapasitornya maka semakin besar tegangan riaknya.

PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan pada percobaan ini adalah bahwa prinsip kerja dari suatu
rangkaian penyearah gelombang penuh adalah tegangan yang berbentuk gelombang
sinusoidal yang terdiri dari sinyal gelombang negatif yaitu berupa gelombang yang
bernilai positif saja karena terdapat dioda yang menyerahkan arus AC menjadi DC.
Besaran-besaran yang diukur pada penyearah gelombang penuh yaitu tegangan
output, tegangan input (Vin) serta tegangan riak, sedangkan besaran yang dihitung
yaitu Vrms, Vp, tegangan ripple riak, VDC, dan Vr atau regulasi tegangan. Fungsi
dioda sebagai penyearah gelombang penuh yaitu dioda bekerja dengan
menyearahkan tegangan dengan dengan arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah.
Pengaruh kapasitor pada rangkaian penyearah gelombang penuh yaitu sebagai filter
atau pelapis tegangan sebelum kebeban. Kapasitor yang dipasang pada rangkaian
akan menyaring dan menghaluskan keluaran yang masih kasar sehingga keluaran
yang berbentuk adalah keluaran yang berbentuk ripple. Pada rangkaian penyearah
gelombang penuh semakin besar nilai kapasior yang digunakan, maka keluarannya
akan semakin halus. Untuk menghitung besar riak dan tegangan keluaran hasil
penyearah dan filter pada penyearah gelombang penuh yaitu :

- Besar tegangan riak

(3)
- Besar tegangan keluaran

(4)

Regulasi tegangan pada penyearah gelombang penuh dapat ditentukan dengan


menggunakan persamaan sebagai berikut :

(5)

Saran

Saran pada percobaan ini sebaiknya pada percobaan selanjutnya, praktikan


menggunakan resistor yang nilainya berbeda agar dapat dibandingkan pada kurva
grafik yang dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Penyearah setengah gelombang. hhtp:// elektro zone html. (diakses
pada 05 Desember 2020).
Anonim.2015. penyearah setengah gelombang. http://aku ingin tahu. html (diakses
pada 05 Desember 2020).
Blocher,richaml. 2004. Basic elekpronics. Yogyakarta: Andi .
Eggleston, Denis L. 2001. Basic Electronis For Scientist and Engineers. Singapore :
Cambridge University Press.
Malvino, Albert Paul. 1985. Prinsip-prinsip Elektronika Jilid 2. Jakarta :Erlangga.
Setiadi, Melani. 2004.Elektronika digital. Yogyakarta: Andi.
Sutrisno. 1986. Elektronika dasar teori dan penerapannya. Bandung: ITB.

LAPORAN SEMENTARA
Judul Percobaan : Penyearah Gelombang Penuh

Nama/NIM : Asriandi / 60400116018

Kelas/Kelompok :B/1

Hari/Tanggal : Jum’at / 01 Januari 2021

Waktu : 10.00 - Selasai

: 1. Kasturi Ramadhani

Rekan Kerja 2. Yunarti

3. Muh. Ridwan
Asisten : Nurul Khaerani Anwar

HASIL PENGAMATAN

1. Penyearah Gelombang Penuh dengan 2 Dioda

Tegangan Input
Vin Vp-p dari CRO = 12,6 V
Vin (rms) dari Voltmeter = 6,3 V

Tegangan Output

VOut V(p-p) dari CRO = 6,2 V

VOut VDC dari Voltmeter =5V

Tegangan Riak

Vr (p-p)1 CRO C1 = 120 = 3,2 V

Vr (p-p)2 CRO C2 = 220 = 2,1 V

2. Penyearah Gelombang Penuh dengan Dioda Jembatan

Tegangan Input
Vin Vp-p dari CRO = 12,8 V

Vin (rms) dari Voltmeter = 6,7 V

Tegangan Output

VOut V(p-p) dari CRO = 6,5 V

VOut VDC dari Voltmeter = 5,2 V

Tegangan Riak

Vr (p-p)1 CRO C1 = 120 = 2,4 V Vr (p-p)2 CRO C2


= 220 = 2,2 V
Mengetahui

Samata, 01 / Desember 2021


Asisten Praktikan
Nurul Khaerani Anwar Asriandi

NIM : 604001160 NIM : 60400116018