Anda di halaman 1dari 1

BAB V

KESIMPULAN

OCT adalah jenis baru dari modalitas pencitraan optik. OCT menggunakan pencitraan

tomografi potong lintang resolusi tinggi dari mikrostruktur internal dalam material dan sistem

biologis dengan mengukur cahaya hamburan balik atau pantulan balik. Gambaran OCT

adalah set data dua dimensi yang mewakili hamburan balik optik dalam bidang penampang

melalui jaringan. Resolusi gambar 1 hingga 15 μm dapat dicapai satu hingga dua orde

besarnya lebih tinggi dari USG konvensional. Pencitraan dapat dilakukan di tempat dan real-

time. Fitur unik dari teknologi ini memungkinkan berbagai penelitian dan aplikasi klinis.

OCT memberikan hasil pencitraan yang sangat baik terutama untuk mendeteksi gangguan

yang terjadi di bagian retina dan glaukoma. Oleh karena itu, OCT sangat membantu klinisi untuk

mendeteksi dini, menegakkan diagnosis, mengikuti perjalanan penyakit, dan memberikan

penatalaksanaan yang tepat. Pengukuran lapisan serat saraf retina (NFL) berpotensi berguna di

awal diagnosis glaukoma dan deteksi dini perkembangan glaukoma. Selain dalam deteksi

dini glaukoma, OCT juga bisa menjadi pemeriksaan penunjang yang mendukung follow-up

perkembangan glaukoma bahkan meski secara klinis gejala lebih lanjut tersebut belum

terdetekssi. Dengan pendekatan non-invasif, lebih sensitif dan kompleks, OCT dapat menjadi

pilihan dalam guideline glaukoma.