Anda di halaman 1dari 9

MINI PROJECT

“ DATA KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA DI INDONESIA”

Dosen Pembimbing : Lenti Susanna Saragih, S.Pd, M.Si

DISUSUN OLEH :

Novita Wulandari

7173341035

Kelas : B

PTOGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
saya rahmat kesehatan dan kesempatan. Sehingga penulis bisa menyusun atau menyelesaikan
tugas ini dengan judul ” Data Kesejahteraan Tenaga Kerja Di Indonesia”.Penulisan ini
penulis sajikan secara ringkas dan sederhana sesuai dengan kemampuan yang penulis miliki,
dan tugas ini disususun dalam rangka memenuhi tugas pada mata kuliah Ekonomi Sumber
Daya Manusia.

Dalam penyusunan tugas ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritik
yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan tugas ini, dan
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen pengampu mata kuliah
Ekonomi Sumber Daya Manusia karena telah memberikan bimbingannya kepada kami untuk
menyelesaikan tugas ini hingga selesai.

Medan, Desember 2020

Penulis
PEMBAHASAN

Kesejahteraan merupakan dambaan setiap manusia dalam hidupnya. Kesejahteraan dapat


dikatakan sebagai suatu kondisi ketika seluruh kebutuhan manusia terpenuhi. Terpenuhinya
kebutuhan manusia dari kebutuhan yang bersifat paling dasar seperti makan, minum, dan
pakaian hingga kebutuhan untuk diakui dalam kehidupan masyarakat adalah salah satu hal
mendasar yang mampu membuat manusia merasakan kesejahteraan.

Menjadi manusia yang sejahtera tentu menjadi salah satu tujuan hidup, namun
kesejahteraan tidak dapat dicapai begitu saja. Banyak cara dan pengorbanan yang harus
dilewati untuk meraih kesejahteraan yang diidamkan oleh masing-masing individu, misalnya
dengan bekerja. Seperti yang diungkapkan William Glasser (Sumarnonugroho, 1984) bahwa
memenuhi kebutuhan dapat dicapai dengan jalur pendidikan atau melalui proses belajar. Ketika
bekerja individu akan merasakan proses belajar dalam dirinya karena individu akan banyak
mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Hal tersebut dapat
mengembangkan potensi individu dan membantu individu untuk meraih kesejahteraan seperti
yang dijelaskan Amartya Sen (Chamsyah, 2008) bahwa individu yang sejahtera adalah individu
yang dapat mengembangkan potensinya secara optimal serta dapat memenuhi kebutuhan hidup
seperti makan, minum, rasa aman, dan kesempatan memilih untuk mencapai kehidupan yang
layak. Individu yang ingin mencapai kesejahteraan dengan bekerja memiliki kesempatan untuk
dapat memilih pekerjaan yang sesuai dengan dirinya.

Indonesia yang termasuk pada negara berkembang menawarkan banyak lahan pekerjaan
di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja
seperti buruh. Buruh sangat dibutuhkan para pengusaha atau pemilik modal sebagai tenaga
kerja yang membantu menjalankan usahanya terutama pada kegiatan produksi (Syafa’at,
2008). Di Indonesia buruh memiliki peran yang penting dalam perekonomian negara karena
buruh merupakan penggerak utama perekonomian dan sistem modal dalam industri yang
sedang berkembang. Di sisi lain buruh juga menjadi barang jual industri disebabkan oleh
kondisi perekonomian negara yang semakin memburuk akibat krisis ekonomi yang membuat
posisi buruh dalam pembagian kerja menjadi semakin lemah (Rahardjo,2012).

Adam Smith (Chamsyah, 2008) mengemukakan bahwa kesejahteraan dapat diraih


dengan adanya pembagian kerja pada tugas tertentu, antar sektor, atau antar negara. Konsep
kesejahteraan Smith identik dengan pemenuhan kebutuhan melalui kegiatan produksi yang
mengarah pada industri dengan adanya pembagian kerja antara pengusaha sebagai pemilik
modal, pemerintah sebagai pemberi fasilitas industri, dan buruh sebagai salah satu faktor
produksi. Pihak industri atau pengusaha sebagai pemilik modal harus selalu menjaga kualitas
maupun kuantitas produksi agar mampu memenuhi target persaingan pasar global.

Demi mencapai hasil yang maksimal, para pengusaha menekan berbagai pengeluaran
yang memungkinkan untuk dihemat, salah satunya adalah mengatur pengeluaran untuk tenaga
kerja (Santoso, 2010). Pengusaha akan mencari pekerja yang dapat dibayar dengan upah yang
rendah dan waktu kerja yang lebih panjang karena mengejar hasil produksi yang tinggi
(Sugiyanto, 1997). Lemahnya posisi buruh dalam pembagian kerja tersebut membuat pihak
pengusaha memiliki kekuasaan terhadap kondisi kehidupan buruh, salah satunya adalah
dengan memberikan upah rendah (Syafa’at,2008).
DATA KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA
1)
Lapangan Pekerjaan Utama/Main Industry
A B C D E
Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average
Provinsi
Province Jam Upah/Gaji Bersih Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji Bersih
Kerja Net Kerja Bersih Kerja Bersih Kerja Bersih Kerja Net
Working Working Net Hours Working Net Hours Working Net Hours Working
Hours Wage/Salary Wage/Salary Wage/Salary Wage/Salary Hours Wage/Salary

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9 (10) (11)
Aceh 37 1 794 122 44 2 979 885 38 1 624 701 42 3 494 548 48 2 084 989
Sumatera Utara 43 2 161 060 36 2 925 668 43 2 409 573 45 2 885 177 46 2 491 828
Sumatera Barat 38 1 985 847 34 3 044 507 40 2 540 196 42 3 225 341 37 2 713 308
Riau 40 2 626 293 48 4 924 667 46 2 989 123 43 3 767 293 48 2 582 168
Jambi 35 1 508 698 46 2 485 594 46 2 411 289 44 2 832 976 43 2 088 111
Sumatera Selatan 36 1 507 671 48 3 506 194 42 2 342 525 48 3 937 696 41 2 991 905
Bengkulu 36 1 649 158 46 3 141 318 42 2 486 889 43 2 233 201 33 1 634 682
Lampung 41 1 876 360 47 2 419 123 41 2 029 600 39 2 499 272 47 1 941 320
Kepulauan Bangka Belitung 43 2 161 503 43 2 268 709 42 2 437 290 48 3 362 261 41 1 958 409
Kepulauan Riau 45 2 140 424 44 4 923 884 44 4 914 329 45 5 734 328 46 2 463 535
DKI Jakarta 45 3 361 851 36 10 942 112 44 4 166 043 41 5 020 418 44 3 115 795
Jawa Barat 41 1 672 222 40 7 440 066 41 2 983 552 48 3 623 513 46 2 711 524
Jawa Tengah 43 1 711 999 41 4 236 811 41 1 772 789 42 3 332 058 44 1 896 311
D.I. Yogyakarta 46 1 609 765 35 5 088 043 39 1 654 024 39 4 290 217 47 1 623 183
Jawa Timur 42 1 459 274 46 3 106 188 42 2 405 898 36 3 785 833 40 2 353 127
Banten 41 3 160 771 46 6 412 063 41 3 566 649 43 5 418 678 43 2 000 663
Bali 44 1 630 095 41 2 582 495 39 1 788 776 42 2 895 261 36 2 610 815
Nusa Tenggara Barat 36 1 344 625 49 4 411 131 42 1 280 414 45 6 559 336 37 1 958 365
Nusa Tenggara Timur 39 1 202 153 43 1 360 855 45 1 308 502 44 2 470 300 43 1 369 913
Kalimantan Barat 40 2 062 384 46 2 150 051 41 2 211 731 47 2 992 110 43 2 543 963
Kalimantan Tengah 42 2 560 211 45 2 787 280 45 2 743 974 46 3 590 631 46 3 279 708
Kalimantan Selatan 39 2 483 617 50 4 538 802 43 2 428 338 50 3 472 366 43 3 091 745
Kalimantan Timur 44 2 988 379 52 5 945 174 47 4 079 649 40 4 676 953 39 3 851 126
Kalimantan Utara 42 2 210 756 46 5 339 370 43 3 134 887 42 5 183 439 39 3 803 023
Sulawesi Utara 45 1 999 636 48 3 923 523 43 2 469 964 43 4 014 130 43 2 603 744
Sulawesi Tengah 40 1 489 872 43 3 966 201 45 2 537 904 51 2 735 783 33 1 604 778
Sulawesi Selatan 43 1 497 311 44 6 890 168 41 2 389 937 45 3 204 913 37 2 762 023
Sulawesi Tenggara 45 1 618 885 44 3 636 036 43 2 249 768 47 2 859 917 31 1 546 762
Gorontalo 45 1 393 905 54 2 050 691 47 1 575 288 49 4 338 142 41 3 031 751
Sulawesi Barat 38 1 679 387 41 2 107 670 38 1 632 016 33 1 989 873 NA NA
Maluku 39 1 480 084 38 3 458 475 42 2 305 729 47 2 898 218 35 3 094 030
Maluku Utara 40 1 173 345 52 4 799 937 47 2 872 142 49 3 347 277 35 2 156 313
Papua Barat 36 2 078 173 36 6 070 626 39 2 725 374 37 4 572 549 37 4 000 179
Papua 45 3 290 482 50 11 391 660 51 3 883 754 45 3 532 494 46 3 433 486
Rata-Rata/Average 41 1 907 188 46 4 478 006 41 2 635 446 44 3 734 427 43 2 449 753
1) A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry, and Fishing
B. Pertambangan dan Penggalian/Mining andQuarrying
C. IndustriPengolahan/Manufacturing
D. Pengadaan Listrik dan Gas/Electricity and GasSupply
E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang/Water Supply, Sewerage, Waste Management, and RemediationActivities
Lapangan Pekerjaan Utama/Main Industry 1)
F G H I J
Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average
Provinsi
Province Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji
Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji
Kerja Bersih Kerja Bersih Kerja Bersih
Kerja Bersih Kerja Bersih
Working Net Working Net Working Net
Working Net Working Net
Hours Wage/Salary Hours Wage/Salary Hours Wage/Salary
Hours Wage/Salary Hours Wage/Salary
(1) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)
Aceh 42 2 131 228 48 1 891 091 41 2 300 544 50 1 456 487 44 3 519 507
Sumatera Utara 42 2 508 935 47 2 133 584 46 2 369 815 47 1 818 647 47 2 263 330
Sumatera Barat 46 2 534 554 48 2 036 563 40 3 252 942 51 1 775 734 45 2 447 158
Riau 44 2 477 485 50 2 167 075 46 2 746 869 49 1 575 508 48 2 299 875
Jambi 45 2 199 968 50 1 956 938 45 2 484 073 51 1 613 773 48 1 995 181
Sumatera Selatan 45 2 260 267 48 1 953 797 49 3 536 766 53 1 428 769 38 2 145 023
Bengkulu 41 2 195 813 49 1 943 703 43 2 274 092 46 1 132 337 46 5 528 757
Lampung 42 2 183 122 46 1 926 690 40 2 013 892 48 1 438 137 46 2 240 990
Kepulauan Bangka Belitung 44 2 425 271 46 1 976 825 40 2 532 734 48 1 756 419 59 2 347 212
Kepulauan Riau 43 3 238 852 51 3 088 698 46 4 718 970 44 2 363 974 43 3 559 909
DKI Jakarta 43 5 112 816 45 3 784 796 44 4 325 136 45 3 195 810 41 4 851 867
Jawa Barat 43 3 150 601 47 2 660 295 44 3 685 167 45 2 160 771 43 5 066 555
Jawa Tengah 41 2 447 010 46 1 735 016 43 3 019 584 45 1 536 857 45 2 506 274
D.I. Yogyakarta 42 2 149 984 44 1 679 145 41 3 664 796 43 1 504 668 39 3 010 811
Jawa Timur 45 2 447 271 46 2 037 104 44 2 592 840 47 1 597 564 44 3 113 272
Banten 42 4 592 174 45 3 321 900 42 3 769 076 45 2 796 269 40 5 605 116
Bali 44 2 414 932 43 2 083 152 34 2 422 130 30 1 777 932 44 3 945 421
Nusa Tenggara Barat 44 2 288 468 47 1 620 834 39 2 008 653 40 1 447 106 38 1 733 485
Nusa Tenggara Timur 43 1 720 216 48 1 666 102 44 1 599 848 45 1 060 446 46 2 063 880
Kalimantan Barat 45 2 571 789 50 2 168 722 45 2 719 396 48 1 452 783 46 2 110 268
Kalimantan Tengah 42 2 830 327 49 2 205 199 42 2 319 778 52 1 720 387 38 2 593 225
Kalimantan Selatan 42 2 449 139 43 2 002 834 41 2 892 436 41 1 484 815 41 2 128 382
Kalimantan Timur 47 3 311 280 49 2 854 846 44 3 374 599 49 2 030 778 45 2 661 592
Kalimantan Utara 48 2 834 548 50 2 283 868 43 2 929 256 56 1 408 297 46 3 136 813
Sulawesi Utara 41 2 717 994 45 2 672 085 43 2 931 578 41 1 918 240 43 2 918 129
Sulawesi Tengah 42 1 930 297 47 1 748 765 39 2 101 289 46 1 266 929 42 2 275 510
Sulawesi Selatan 41 2 175 012 46 2 112 769 38 3 005 245 47 1 818 163 41 4 150 093
Sulawesi Tenggara 44 2 151 034 49 1 893 509 40 2 724 320 51 1 621 434 52 3 167 514
Gorontalo 48 2 126 101 49 1 637 117 42 1 815 537 47 1 092 525 50 2 263 959
Sulawesi Barat 41 1 706 102 48 1 228 306 40 2 064 990 49 1 053 135 30 1 796 610
Maluku 39 2 310 012 49 2 485 739 37 2 143 753 54 1 621 932 38 2 725 054
Maluku Utara 46 2 524 524 51 2 195 764 41 2 072 532 62 1 717 828 53 2 358 118
Papua Barat 44 2 826 705 49 2 491 871 44 2 803 052 47 2 515 009 42 3 843 018
Papua 42 3 890 220 50 2 804 317 43 4 604 921 42 3 078 081 46 3 987 037
Rata-Rata/Average 43 2 772 404 47 2 359 811 43 3 149 968 45 1 929 990 43 3 943 383

Catatan/Note:

1) F. Konstruksi/Construction

G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles
andMotorcycles
H. Transportasi dan Pergudangan/Transportation andStorage
I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum/ Accomodation and Food ServiceActivities
J. Informasi dan Komunikasi/Information andCommunication

Lapangan Pekerjaan Utama/Main Industry 1)


K L M,N O P
Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average Rata-Rata/Average
Provinsi
Province Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji Jam Upah/Gaji
Kerja Bersih Kerja Bersih Kerja Bersih
Kerja Bersih Kerja Bersih
Working Net Working Net Working Net Working Net Hours Working Net
Hours Wage/Salary Hours Wage/Salary Hours Wage/Salary Wage/Salary Hours Wage/Salary

(1) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29) (30) (31)
Aceh 42 3 746 631 NA NA 41 2 283 991 38 3 307 584 25 2 604 592
Sumatera Utara 44 3 552 837 53 3 117 599 45 2 513 850 40 3 375 095 28 2 350 012
Sumatera Barat 41 3 898 676 33 5 915 359 38 1 707 329 41 3 602 378 31 2 787 767
Riau 40 3 614 535 30 2 303 618 40 2 470 890 39 3 251 339 26 2 770 554
Jambi 41 3 409 562 49 1 974 341 45 2 459 059 38 2 880 962 28 2 600 149
Sumatera Selatan 44 3 573 288 37 2 186 850 43 2 576 432 40 2 822 845 28 2 253 149
Bengkulu 41 3 121 843 40 1 600 000 44 1 762 359 40 3 338 280 29 2 922 174
Lampung 43 3 146 504 68 2 563 173 39 1 958 163 37 3 300 889 23 2 344 669
Kepulauan Bangka Belitung 43 3 764 545 60 1 359 948 41 2 268 516 42 3 378 612 33 2 939 456
Kepulauan Riau 42 5 000 928 41 3 615 474 42 4 617 093 40 5 212 281 32 3 279 356
DKI Jakarta 39 5 524 184 47 3 905 489 43 5 056 485 40 5 988 679 32 4 056 197
Jawa Barat 41 4 746 881 48 3 189 739 44 3 690 707 40 4 507 666 29 2 858 021
Jawa Tengah 43 3 057 150 44 2 698 350 41 2 231 087 41 3 621 963 33 2 312 514
D.I. Yogyakarta 39 3 748 984 50 2 285 802 37 2 576 476 39 4 004 305 35 2 641 732
Jawa Timur 42 3 574 757 46 3 013 615 42 2 831 706 41 3 741 910 30 2 355 820
Banten 40 6 279 956 51 3 450 713 44 4 151 684 39 4 846 258 28 2 916 246
Bali 41 2 871 067 26 2 528 022 34 2 539 971 42 3 805 277 34 3 054 713
Nusa Tenggara Barat 43 3 026 312 43 2 144 461 43 1 774 518 40 3 317 256 27 2 211 415
Nusa Tenggara Timur 45 3 024 775 NA NA 37 1 835 679 38 3 093 113 27 2 021 870
Kalimantan Barat 42 4 215 241 48 1 449 012 45 2 449 226 39 3 309 306 27 2 711 895
Kalimantan Tengah 41 4 685 804 39 1 500 000 45 2 657 901 39 4 081 485 27 3 229 487
Kalimantan Selatan 41 3 629 625 43 2 101 315 40 2 283 598 36 3 521 863 26 2 546 636
Kalimantan Timur 39 3 906 855 30 3 320 572 44 3 656 837 37 4 100 717 27 2 886 843
Kalimantan Utara 46 3 855 771 58 1 881 250 38 2 576 215 37 4 232 426 31 3 566 013
Sulawesi Utara 43 4 134 901 46 1 831 586 43 3 195 229 38 3 866 098 27 3 585 531
Sulawesi Tengah 44 3 644 148 NA NA 40 2 200 003 36 2 948 887 27 2 893 944
Sulawesi Selatan 41 4 175 390 46 3 142 720 39 2 878 788 40 3 562 265 27 3 355 566
Sulawesi Tenggara 44 3 201 591 45 4 310 825 35 1 929 884 36 3 092 040 23 2 934 967
Gorontalo 43 3 585 870 75 2 250 000 37 1 785 503 38 3 000 042 33 2 938 532
Sulawesi Barat 43 2 931 310 NA NA 39 2 007 545 32 3 071 078 22 2 156 264
Maluku 40 4 231 090 NA NA 38 1 901 850 39 3 500 419 24 2 824 859
Maluku Utara 44 3 749 197 NA NA 34 2 075 434 35 3 403 331 24 2 577 709
Papua Barat 44 4 112 833 36 2 000 000 48 3 550 594 30 3 997 531 22 3 247 667
Papua 44 4 299 927 48 2 000 000 48 3 239 442 37 4 216 821 30 3 559 444
Rata-Rata/Average 42 4 148 675 47 3 350 489 43 3 348 635 39 3 791 221 29 2 670 091

Catatan/Note:

1)K. Jasa Keuangan dan Asuransi/Financial and InsuranceActivities

L. Real Estate/Real EstateActivities


M,N. Jasa Perusahaan /Business Activities

O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory
SocialSecurity
P. JasaPendidikan/Education
Rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja pada Februari 2020
mencapai 2,67 juta rupiah, mengalami peningkatan dibandingkan dengan Februari 2019
sebesar 2,55 juta rupiah. Terdapat perbedaan yang nyata antara rata-rata pendapatan
bersih sebulan pekerja bebas di pertanian dan nonpertanian dibandingkan dengan rata-
rata upah/gaji bersih buruh/karyawan/pegawai. Pada Februari 2020, rata-rata pendapatan
bersih sebulan pekerja bebas di sektor pertanian dan nonpertanian masing-masing sebesar
1,07 juta rupiah dan 1,76 juta rupiah. Sementara itu, rata-rata upah/gaji bersih sebulan
buruh/karyawan/pegawai mencapai 2,92 juta rupiah pada Februari 2020. Secara nominal,
baik rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja maupun
buruh/karyawan/pegawai mengalami peningkatan dibandingkan keadaan Februari 2019.

Jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki arti penting dalam meningkatkan


kesejahteraan para pekerja, terutama dalam menghadapi pandemi Penyakit Virus Corona
2019 (Covid-19) yang berdampak signifikan pada sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.
Oleh karena itu, para pemberi kerja baik di sektor pemerintahan maupun swasta, harus
mempersiapkan pekerja dalam menghadapi krisis dengan menyertakan mereka sebagai
anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Pemerintah telah
berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi penyelenggaraan jaminan sosial
ketenagakerjaan. Melalui publikasi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019, BPJS
Ketenagakerjaan diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanannya dalam melindungi
pekerja dengan meningkatkan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan
Kematian. Dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi Covid-19 menyebabkan
kegiatan operasional terhentinya banyak perusahaan yang dibarengi dengan jumlah
pekerja yang dirumahkan.

Anda mungkin juga menyukai