Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

“KONSEP PENGANGGURAN”
Untuk memenuhi salah satu tugas Ekonomi Sumber Daya Manusia
Dosen Pengampu : Lenti Susanna Saragih S.Pd., M.Si

DISUSUN OLEH :
Kelompok 4
Muhammad Nofrianto 7173141015
Muhammad Rifqy Lubis 7171141016
Vedro Mendrofa 7173341054
Novita Wulandari 7173341035
Astri Cristian Pasaribu 7163141007
Kelas B

PROGRAM STRUDI S1 PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019-2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga berkat
dari rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas Makalah ini dengan tepat pada waktu
yang telah ditentukan. Adapun topik atas tugas yang kami laksanakan ini adalah
“Konsep Pengangguran”. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberi kesempatan kepada kelompok 4 untuk membuat dan
menyelesaikan tugas Makalah ini. Sehingga kelompok memperoleh banyak ilmu,
informasi dan pengetahuan selama membuat dan menyelesaikan tugas ini.
Kelompok 4 berharap semoga hasil dari tugas ini berguna bagi pembaca
meskipun terdapat banyak ketidaksempurnaan di dalamnya. Akhir kata kami meminta
maaf sebesar-besarnya kepada pihak pembaca maupun pengoreksi jika terdapat
kesalahan dalam penulisan, penyusunan maupun kesalahan lain yang tidak berkenan di
hati pembaca maupun pengoreksi, karena hingga saat ini kami masih dalam proses
belajar. Oleh karena itu kami memohon kritik dan sarannya demi kemajauan bersama.

Medan, November 2020

KELOMPOK 4

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang..............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................1
1.3 Tujuan Masalah.............................................................................................1
1.4 Manfaat Penulisan.........................................................................................2

Bab 2 PEMBAHASAN
2.1 Definisi Pengangguran..................................................................................5
2.2 Tigkat Pengangguran dan Waktu Pengangguran..........................................5
2.3 Frekuensi Pengnguran...................................................................................5
2.4 Jenis-Jenis Pengangguran..............................................................................6
2.5 Konsep Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)..............................8
2.6 Penyebab Terjadninya Penganguran.............................................................8
2.7 Profil Pengangguran......................................................................................9
2.8 Setengah Pengangguran.................................................................................9
2.9 Teknik Perhitungan Setengah Pengangguran..............................................10
2.10 Kebijakan Penanggulangan Pengangguran...............................................11
Bab 3 Penutup
A. Kesimpulan..................................................................................................15
B. Saran............................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu permasalahan pokok perekonomian Indonesia adalah masalah pengangguran.
Pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas
dan masalah - masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Dengan jumlah angkatan kerja yang
cukup besar, arus migrasi yang terus mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai
saat ini, membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia
lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang
disebabkan antara lain: perusahaan yang menutup / mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi
atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat inventasi, hambatan dalam proses
ekspor impor, dan lain - lain.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan konsep pengangguran?
2. Apa saja tingkat pengangguran dan waktu pengangguran?
3. Apa saja frekuensi pengangguran?
4. Apa saja jenis-jenis pengangguran?
5. Apa yang dimaksud konsep pengangguran terbuka (open unemployment)?
6. Apa saja penyebab terjadinya pengangguran?
7. Apa saja prodil pengangguran?
8. Apa saja setengah pengangguran?
9. Bagaimana cara teknik perhitungan setengah penganguran
10. Apa saja kebijakan penanggulangan pengangguran?

1.4 Tujuan Masalah


1. Untuk mengetahui konsep pengangguran
2. Untuk mengetahui tingkat pengangguran dan waktu pengangguran
3. Untuk mengetahui frekuensi pengangguran

3
4. Untuk mengetahui jenis-jenis pengangguran
5. Untuk mengetahui pengangguran terbuka (open unemployment).
6. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pengangguran
7. Unuk mengetahui profil pengangguran
8. Unuk mengetahui setengah pengangguran
9. Untuk mengetahui teknik perhitungan setengah penganguran
10. Untuk mengetahui kebijakan penanggulangan pengangguran

1.4 Manfaat Penulisan


1. Memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai konsep pengangguran
2. Memberikan referensi tambahan bagi mahasiswa selain literature yang dipakai dalam
mengajar.
3. Memberikan pengkajian yang lebih signifikan mengenai konsep pengangguran

4
BAB II
PEMBASAHAN

2.1 Definisi Pengangguran


Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau
mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa
tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena
sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk angkatan kerja yang tidak
bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, sedang menunggu proyek pekerjaan
selanjutnya, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari
kerja  tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya
Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional), pengangguran
didefinisikan sebagai berikut:
- mereka yang sedang mencari pekerjaan dan saat itu tidak bekerja;
- mereka yang mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan seseorang
dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang baru;
- mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan
pekerjaan, disebut dengan penganggur putus asa; dan
- mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

2.2 Tingkat Pengangguran dan Waktu Menganggur


Lamanya rata-rata dari masa pengangguran adalah sangat singkat, kurang lebih 2 bulan
dan sebagian besar masa pengangguran berakhir di dalam sebulan. Tetapi, masih banyak orang-
orang yang menganggur dalam jangka waktu yang lama. Jadi, memang dengan mengetahui fakta
bahwa masa pengangguran berakhir bilamana seseorang ditarik dari angkatan kerja atau
mendapatkan pekerjaan, adalah mungkin bagi seseorang untuk mengalami beberapa masa-masa
pengangguran di dalam setahun dan benar-benar tidak bekerja sama sekali dalam tahun ini.

5
2.3 Frekuensi Pengangguran
Frekuensi pengangguran adalah jumlah waktu rata-rata per peiode dimana pekerja-
pekerja itu menjadi penganggur. Ada dua faktor penentu yang poko dari frekuensi pengangguran,
yaitu : yang pertama adalah perubahan permintaan akan tenaga kerja pada perusahaan-
perusahaan yang berbeda di dalam perekonomian. faktor penentu kedua dalah tingakat dimana
para pekerja baru memasuki angkatan kerja. Semakin cepat para pekerja baru memasuki
angkatan kerja, maka semakin cepat laju pertumbuhan angkatan kerja dan semakin tinggi
tingakat penganggurannya. Bahkan, apabila permintaan agregat adalah konstan, beberapa
perusahaan bertumbuh dan beberapa menurun. Perusahaan yang menurun akan kehilangan
tenaga kerja dan perusahaan yang bertumbuh akan menyewa tenaga kerja lebih banyak.
2.4 Jenis-jenis Pengangguran
1. Pengangguran Berdasarkan Jam Kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dibedakan menjadi 2 yaitu,
a. Setengah Penganggur Terpaksa, yaitu mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal
dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.
b. Setengah Penganggur Sukarela, yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal
tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain, misalnya
tenaga ahli yang gajinya sangat besar.
2. Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya
Berdasarkan penggolongan ini pengangguran dapat dibedakan kepada jenis pengangguran
berikut:
a. Pengangguran Normal atau Friksional Apabila dalam suatu perekonomian terdapat
pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja, maka
perekonomian itu sudah dianggap mencapai kesempatan kerja penuh (full employment).
Pengangguran sebanyak dua atau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran normal
atau pengangguran friksional.
b. Pengangguran Siklikal Perekonomian tidak selalu berkembang dengan konsisten.
Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi dan mendorong pengusaha menaikkan
produksi. Akibatnya, lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang.
Akan tetapi, pada masa lainnya permintaan agregat menurun dengan sangat
banyak.Kemerosotan permintaan agregat ini membuat perusahaan-perusahaan

6
mengurangi pekerjaan atau menutup usahanya. Akibatnya, pengangguran akan
bertambah. Kejadian ini terjadi dalam siklus konjungtur suatu negara yang mengalami
masa resesi dan masa depresi perekonomian. Pada masa resesi dan depresi banyak
perusahaan memberhentikan pekerjanya karena ketidakmampuan untuk memberikan
upah sehingga terjadi pengangguaran besar-besaran. Pengangguran karena hal tersebut
dinamakan pengangguran siklikal.
c. Pengangguran Struktural Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan
terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran. Kemunduran ini
ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor.Pertama, adanya barang baru yang lebih
baik. Kedua, kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. Ketiga,
biaya produksi sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. Keempat, ekspor produksi
industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain.
Kemunduran tersebut akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut
menurun. Hal ini menyebabkan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi
penganggur. Pengangguran jenis ini disebut sebagai pengangguran struktural atau
pengangguran yang disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.
d. Pengangguran Teknologi Pengangguran dapat juga disebabkan oleh adanya penggantian
tenaga kerja oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Contohnya, racun gulma dan rumput
bisa mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan, sawah, dan
lahan pertanian lain. Demikian juga, mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja
untuk membuat lubang, memotong rumput, membersihkan lahan, dan memungut hasil.Di
pabrik-pabrik, robot telah menggantikan kerja manusia. Pengangguran yang ditimbulkan
oleh pengangguran mesin dan kemajuan teknologi ini dinamakan pengangguran
teknologi.
3. Pengangguran Berdasarkan Cirinya
Berdasarkan cirinya, pengangguran dibedakan menjadi empat yaitu:
a. Pengangguran Terbuka Pengangguran ini terjadi karena pertambahan lapangan
pekerjaan yang lebih rendah daripada pertambahan tenaga kerja. Akibatnya dalam
perekonomian banyak tenaga kerja yang tidak memperoleh pekerjaan. Efek dari
keadaan ini dalam suatu jangka waktu yang cukup panjang adalah mereka tidak
melakukan suatu pekerjaan. Jadi, mereka menganggur secara nyata dan sepenuh

7
waktu sehingga dinamakan pengangguran terbuka. Untuk menghitung berapa besar
tingkat pengangguran terbuka, dapat dilakukan dengan rumus berikut :
Jumlah Pengangguran Terbuka
Tingkat Pengangguran Terbuka= x 100%
Angkatan Kerja
b. Pengangguran Tersembunyi Di negara berkembang seringkali ditemui jumlah pekerja
dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak daripada yang sebenarnya diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan ini
digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. Contohnya pelayan restoran yang
lebih banyak dari yang diperlukan dan keluarga petani dengan anggita keluarga yang
besar yang mengerjakan luas tanah yang sangat kecil.

c. Pengangguran Bermusim Pengangguran ini terutama terdapat di sekotor pertanian


dan perikanan. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan
pekerjaan dan terpaksa menganggur. Pada musim kemarau para petani tidak dapat
mengerjakan tanahnya. Selain itu, para petani tidak begitu aktif antara waktu sesudah
menanam dan sesudah menuai. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet,
nelayan, dan petani tidak melakukan pekerjaan lain maka mereka terpaksa
menganggur. Pengangguran seperti ini digolongkan sebagai pengangguran
bermusim.Untuk menghitung angka pengangguranmusiman menggunakan rumus :
Jumlah Pengangguran
Angka Pengangguran Musim= x 100%
Jumlah Angkatan Kerja

d. Setengah Menganggur Di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari


desa ke kota adalah sangat pesat. Sebagai akibatnya tidak semua orang yang pindah
ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Sebagiannya terpaksa menjadi
penganggur sepenuh waktu.Di samping itu adapula yang tidak menganggur, tetapi
tidak pula bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari
yang normal. Pekerja-pekerja yang mempunyai masa kerja seperti yang dijelaskan ini
digolongkan sebagai setengah menganggur atau dalam bahasa Inggris:
underemployed. Untuk menghitung berapa besar tingkat setengah menganggur, dapat
dilakukan dengan rumus berikut :

8
Bekerja Kurang35 xjam /minggu
Tingkat Setengah Menganggur = x 100%
Angkatan YangBekerja
2.5 Konsep Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
Pengangguran Terbuka (Open Unemployment. Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja
yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Penyebabnya antara lain: tidak tersedianya
lapangan kerja, tidak sesuai antara lapangan kerja denagn latar belakang pencari kerja, dan tidak
berusaha mencari pekerjaan secara keras karena memang malas.
2.6 Penyebab Terjadinya Pengangguran
Berdasarkan penyebab terjadinya Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran
dikelompokkan menjadi 7 macam:
1. Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan
adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka
lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi
persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu
daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang
lebih baik dari sebelumnya.
2. Pengangguran konjungtur (cycle unemployment)
Pengangguran konjungtur adalah pengangguran yang diakibatkan oleh adanya siklus konjungtur
(perubahan kegiatan perekonomian). Perekonomian suatu Negara sering menghadapi perubahan.
Bila permintaan terhadap barang dan jasa turun terjadilah penurunan permintaan missal terhadap
tenaga kerja.
3. Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur
ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan
oleh beberapa kemungkinan, seperti:
1. Akibat permintaan berkurang
2. Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
3. Akibat kebijakan pemerintah
4. Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
pengangguran yang terjadi karena pergantian waktu/trend. Misalnya tukang membuat kopiah,
pada saat bulan puasa dan menjelang hari Idul Fitri, pesanan akan produk kopiah meningkat
9
tajam. Sedangkan masa sesudah bulan puasa permintaan produk kopiah kembali turun sehingga
dia harus menganggur lagi.
4. Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi yaitu pengangguran yang disebabkan penggunaan teknologi seperti
mesin-mesin modern, sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja manusia.
5. Pengangguran yang disebabkan oleh isolasi geografis
Pengangguran ini dialami oleh masyarakat yang terpencil dari pusat kegiatan ekonomi.
Pengangguran seperti ini biasanya akan menimbulkan urbanisasi.
2.7 Profil Pengangguran
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
1. Pengangguran terselubung (disguised unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak
bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
2. Pengangguran setengah menganggur (under unemployment) adalah tenaga kerja yang
tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja
setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam
selama seminggu.
3. Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh
tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum
mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
2.8 Setengah Menganggur
Pengertian setengah menganggur adalah orang yang bekerja namun belum memenuhi kriteria
pekerja penuh. Contoh setengah menganggur dibagi 3 yaitu
1. Setengah menganggur berdasar pendapatan. Pengertian setengah menganggur menurut
pendapatan adalah orang yang bekerja namun penghasilannya lebih kecil daripada UMR.
2. Setengah menganggur menurut jam kerja, adalah orang yang bekerja namun dia kerja
kuran gdari 40 jam per minggu.
3. Setengah menganggur menurut produktivitas, adalah orang yang bekerja di bawah
standar produktivitas perusahaan contoh pekerja cacat atau pekerja yang baru masuk
kantor.
Adapun contoh setengah menganggur lainnya antara lain:
1. Setengah menganggur terpaksa. Pengertian setengah menganggur terpaksa adalah orang

10
yang tergolong setengah menganggur yang masih bersedia menerima pekerjaan lain atau
masih tetap berusaha mencari pekerjaan.
2. Setengah menganggur sukarela. Pengertian setengah menganggur sukarela adalah pekerja
yang termasuk golongan setengah menganggur yang sudah tidak bersedia menerima
pekerjaan lain atau tidak berusaha mencari pekerjaan, contohnya tenaga ahli yang gajinya
sangat besar.
3. Setengah menganggur kentara. Pengertian setengah menganggur kentara adalah para
pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam perminggu.
2.9 Teknik Perhitungan Setengah Menganggur
Indikator ini dapat dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah penduduk yang
termasuk dalam angkatan kerja dan sedang bekerja tetapi dengan jam kerja di bawah normal
(kurang dari 35 jam per minggu) dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja.
Rumus
Tingkat Setengah Pengangguran =
Jumlah pekerja yang bekerja kurang dari jam kerja normal x 100
Jumlah angkatan kerja

Data yang Diperlukan


Data jumlah pekerja berdasarkan jam kerja per minggu dan jumlah angkatan kerja.

Sumber Data
Data sebagai dasar penghitungan indikator ini bisa didapatkan dari Sensus Penduduk
(SP), Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas), dan Survei Ketenagakerjaan Nasional
(Sakernas).

Contoh
Berdasarkan data Sakernas 2004, persentase penduduk usia 15 tahun atau lebih yang
bekerja dengan jam kerja dibawah 35 jam seminggu berjumlah 30.213.692 orang sementara total
angkatan kerja 2004 berjumlah 103.973.387 orang. Sehingga tingkat setengah pengangguran
pada tahun 2004 sebesar 29% di bekasi.

11
Interpretasi
Semakin tinggi tingkat setengah pengangguran maka semakin rendah tingkat utilisasi
pekerja dan produktivitasnya. Akibatnya, pendapatan mereka pun rendah dan tidak ada jaminan
sosial atas mereka. Hal ini sering terjadi di sektor informal yang rentan terhadap kelangsungan
pekerja, pendapatan dan tidak tersedianya jaminan sosial. Sehingga pemerintah perlu membuat
kebijakan untuk meningkatkan kemampuan bekerja mereka seperti penambahan balai latihan
kerja.

Ilustrasi
Juminten, 27 tahun, seorang tukang cuci pakaian pada sebuah keluarga di Jakarta. Dalam
sehari, Juminten bekerja sebagai tukang cuci selama 3 jam di tempat majikannya di pagi hari,
pukul 05.00-08.00. Setelah itu dia kembali ke rumah dan mengurus anak dan suaminya. Hal ini
telah dia lakukan selama lima tahun terakhir.

Pertanyaan
Apakah Juminten termasuk ke dalam setengah pengangguran? Anda akan mampu
menjawab pertanyaan ini setelah mempelajari seluruh bagian Setengah pengangguran ini.

Jawaban Pertanyaan
Juminten termasuk ke dalam setengah pengangguran karena dalam seminggu dia bekerja
kurang dari 35 jam, dia bekerja sebagai pembantu selama 21 jam seminggu.
2.10 Kebijakan Penanggulangan Pengangguran
Secara umum cara mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan investasi,
meningkatkan kualitas SDM, transfer teknologi dan penemuan teknologi baru, pembenahan
perangkat hukum dalam bidang ketenagakerjaan, dan lainlain. Secara teknis kebijakan upaya-
upaya ke arah itu dapat ditempuh dengan berbagai kebijakan misalnya :
1. Menyelenggarakan bursa pasar kerja
Bursa tenaga kerja adalah penyampaian informasi oleh perusahaan-perusahaan atau pihak-
pihak yang membutuhkan tenaga kerja kepada masyarakat luas. Tujuan dari kegiatan ini adalah
agar terjadi komunikasi yang baik antara perusahaan dan pencari kerja. Selama ini banyak
informasi pasar kerja yang tidak mampu tersosialisasikan sampai ke masyarakat, sehingga

12
mengakibatkan informasi lowongan kerja hanya bisa diakses oleh golongan tertentu.
2. Menggalakkan kegiatan ekonomi informal
Kebijakan yang memihak kepada pengembangan sektor informal, dengan cara
mengembangkan industri rumah tangga sehingga mampu menyerap tenaga kerja. Dewasa ini
telah ada lembaga pemerintah yang khusus menangani masalah kegiatan ekonomi informal yakni
Departemen Koperasi dan UKM. Selain itu dalam pengembangan sektor informal diperlukan
keterpihakan dari Pemda setempat.
3. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja
Pengembangan sumber daya manusia dengan peningkatan keterampilan melalui pelatihan
bersertifikasi internasional. Berdasarkan survei tentang kualitas Tenaga Kerja menunjukkan
bahwa ranking Human Development Index Indonesia di Asia pada tahun 2000 berada di
peringkat 110. Sementara negara lain seperti Vietnam ada diperingkat 109, Filipina (77),
Thailand (69), Malaysia (59), Brunei Darussalam (32), Singapura (25), Jepang (9). Data ini
menunjukkan rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga peningkatan keterampilan
mereka menjadi sangat perlu dilakukan.
4. Meningkatkan mutu pendidikan
Mendorong majunya pendidikan, dengan pendidikan yang memadai memungkinkan
seseorang untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik. Dewasa ini sesuai dengan
perintah undang-undang, pemerintah diamanatkan untuk mengalokasikan dana APBN sebesar
20% untuk bidang pendidikan nasional.
5. Mendirikan pusat-pusat latihan kerja
Pusat-pusat latihan kerja perlu didirikan untuk melaksanakan pelatihan tenaga kerja untuk
mengisi formasi yang ada.
6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Pemerintah perlu terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga akan memberikan
peluang bagi penciptaan kesempatan kerja.
7. Mendorong investasi
Pemerintah perlu terus mendorong masuknya investasi baik dari dalam negeri maupun luar
negeri untuk menciptakan kesempatan kerja di Indonesia.
8. Meningkatkan transmigrasi
Transmigrasi merupakan langkah pemerintah meratakan jumlah penduduk dari pulau yang

13
berpenduduk padat ke pulau yang masih jarang penduduknya serta mengoptimalkan sumber
kekayaan alam yang ada.
9. Melakukan deregulasi dan debirokrasi
Deregulasi dan debirokrasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi
baru. Deregulasi artinya adalah perubahan peraturan aturan main terhadap bidang-bidang
tertentu. Deregulasi biasanya ke arah penyederhanaan peraturan. Debirokrasi artinya perubahan
struktur aparat pemerintah yang menangani bidang-bidang tertentu. Debirokrasi biasanya ke arah
penyederhanaan jumlah pegawai/lembaga pemerintah yang menangani suatu urusan tertentu.
10. Memperluas lapangan kerja
Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru terutama yang
bersifat padat karya. Dengan adanya era perdagangan bebas secara regional dan internasional
sebenarnya terbuka lapangan kerja yang semakin luas tidak saja di dalam negeri juga ke luar
negeri. Ini tergantung pada kesiapan tenaga kerja untuk bersaing secara bebas di pasar tenaga
kerja internasional.

14
BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, banyak
sekali terdapat pengangguran di mana-mana. Penyebab pengangguran di Indonesia ialah
terdapat pada masalah sumber daya manusia itu sendiri dan tentunya keterbatasan
lapangan pekerjaan. Indonesia sendiri menempati urutan ke 133 dalam hal tingkat
pengangguran di dunia, semakin rendah peringkatnya maka semakin banyak pula jumlah
pengangguran yang terdapat di Negara tersebut. Untuk mengatasi masalah pengangguran
ini pemerintah telah membuat suatu program untuk menampung para pengangguran.
Selain mengharapkan bantuan dari pemerintah sebaiknya kita secara pribadi juga harus
berusaha memperbaiki kualitas sumber daya kita agar tidak menjadi seorang
pengangguran dan menjadi beban pemerintah.
3.2 Saran
Dari kesimpulan di atas maka kami dapat menyarankan hal-hal sebagai berikut ;
1. Memperluas lapangan pekerjaan,
2. Menginformasikan lowongan pekerjaan yang ada di sektor lain kepada
masyarakat,
3. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja,
4. Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi
dengan cara memasukkan materi kurikulum pelatihan teknologi pada
sekolahsekolah
5. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang
kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan,
6. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan
(lowongan) kerja yang kosong,
7. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami
pengangguran, dan
8. Pengembangan transmigrasi untuk menambah lapangan kerja baru di bidang
agraris dan sektor lain.

15
DAFTAR PUSTAKA

http://tipscantikdanpintarmu.blogspot.com/2016/10/pengangguran-konsep-penganguran-
terbuka.html
file:///C:/Users/win7/Downloads/Makalahpengangguran_130918055149_phpapp0%20(1).pdf

16

Anda mungkin juga menyukai