Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

 Identifikasi benih sangat berperan penting dalam program pengujian kualitas


benih.Pegangan utama dalam proses identifikasi adalah morfologi benih.Benih merupakan
biji yang memiliki fungsi agronomis.Proses identifikasi  secara fisik dimaksudkan untuk
mengetahui karakteristik benih.Karakteristik benih seperti ukuran benih merupakan
komponen penting untuk penentuan daya tumbuh benih.Benih yang baik adalah benih yang
seragam bentuknya.Peralatan prosesing benih seringkali tidak tepat  dalam menyeleksi benih
yang seragam.Benih yang tidak seragam akan mempengaruhi kecepatan dan daya tumbuh
benih.Oleh karena itu,proses identifikasi perlu dilakukan.

1.2Tujuan pratikum

Mengidentifikasi benih berdasarkan atas sifat-sifat


fisik,bentuk,warna,ukuran,permukaan kulit,embrio,endorsperm,serta warna dan bentuk
kecambahnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA(DISERTAI REFERENSI PENDUKUNG)

  Benih matang pada umumnya terdiri dari tiga struktur dasar, yaitu embrio, jaringan
penyimpanan bahan makanan dan kulit benih. Embrio terdiri dari sumbu embrio yang
mengandung daun lembaga atau kotiledon, plumula, hipokotil dan bahan akar. Jaringan
penyimpanan bahan makanan dari suatu benih mungkin dalam bentuk daun lembaga,
endosperma atau perisperma. Kulit benih dapat terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan luar
yangrelatif kuat dan lapisan dalam yang lebih tipis. Pada benih tertentu dapat pula hanya
merupakan lapisan tunggal saja. Tipe perkecambahan benih mungkin saja hypogeal atau
mungkin pula epigeal. Pada kecambah hypogeal kotiledon tetap tinggal dalam tanah, tetapi
pada kecambah yang epigeal kotiledon terangkat ke atas karena hipokotil bertambah panjang
lebih cepat dari epikotil (Kartasapoetra, 1986).
     Perkecambahan adalah permulaan munculnya pertumbuhan aktif yang menghasilkan
pecahnya kulit biji dan munculnya semai. Perkecambahan meliputi peristiwa-peristiwa
fisiologis dan morfologis.Peristiwa fisiologis meliputi imbibisi dan absorbsi air,hidrasi
jaringan pencernaan,absorbsi oksigen,pengaktifan enzim dan pencernaan,transpor molekul
yang terhidrolisis ke sumbu embrio,dan peningkatan respirasi serta asimilasi.Peristiwa
morfologis meliputi inisiasi pembelahan dan munculnya pembelahan(Gardner et al., 1991).
       Dalam pengembangan tanaman berbunga , perkecambahan biji adalah transisi dari
embrio diam yang telah berkembang dari bakal biji yang dibuahi , menjadi tanaman aktif
baru . Tanda terlihat bahwa perkecambahan telah selesai adalah penonjolan radikula,cikal
bakal akar melalui kulit biji .Proses perkecambahan diawali dengan penyerapan air oleh
benih (imbibisi) dan berakhir dengan dimulainya perpanjangan sumbu embrio di dalam
benih. Hasil perkecambahan dari kombinasi banyak peristiwa seluler dan metabolisme
dikoordinasikan oleh jaringan peraturan yang kompleks yang meliputi dormansi benih ,
kemampuan intrinsik untuk memblokir sementara radikula perpanjangan untuk
mengoptimalkan waktu perkecambahan.(Bove,2001 cit.Anonim.2014).
      Kualitas benih yang baik memiliki daya tumbuh dan indeks vigor yang tinggi.Indeks
vigor merupakan keserampakan benih dalam berkecambah.Indeks vigor yang tinggi dapat
diperoleh dengan cara menjaga kondisi lingkungan saat penyimpanan.Perkecambahan dan
pertumbuhan embrio merupakan proses penting pada tanaman untuk pertanian dan ekosistem
alami(Morla et al.,2011).
    Dalam konteks agronomi,benih dituntut berkualitas tinggi.Benih yang baik akan
menghasilkan tanaman yang berkualitas baik.Benih yang baik hanya didapatkan melalui
pengujian kualitas benih.Hasil dari pengujian dapat memberikan jaminan kepada petani dan
masyarakat untuk mendapatkan benih sesuai  Standar Nasional Indonesia (SNI) 
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1. Alat

Berikut ini alat yang digunakan dalam mengidentifikasi benih:


 Pingset
 Kaca pembesar
 Buku tulis
 Pulpen
 Rol
 Kertas putih polos
 Meja

3.2. Bahan

Berikut ini adalah bahan yang digunakan untuk mengidentifikasi benih


- Padi(Oryza sativa)
- Kedelai(Glycine max)
- Jagung(Zea mays)
- Kangkung(Ipomoea reptana)

3.3. Cara Kerja

Berikut ini adalah langkah-langkah atau cara kerja mengidentifikasi benih


1)Alat dan bahan yg di sediakan di kumpulkan
2) Benih yang telah disediakan diambil
3) Letakan kertas putih polos diatas meja,
4) Ambil benih dan letakan diatas kertas lalu diidentifikasi atau diamati sesuai format yang diajukan,
5)Kaca pembesar digunakan untuk melihat benih agar lebih jelas
6) Hasil pengamatan dari benih-benih
7) Rapikan dan bersihkan kembali alat dan bahan yang telah terpak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHSAN

Identifikasi benih merupakan langkah penting untuk mengetahui karakteristik benih


dan kualitasnya.Identifikasi benih dapat memberikan gambaran fisik benih sehingga
karakteristik untuk menentukan kualitas dapat diketahui.Identifikasi secara fisik dilakukan
dengan melihat kenampakan benih,ukuran,dan berat benih.

A.Identifikasi Biji

1. Padi(Oryza sativa)

Padi Berdasarkan bentuk gabahnya, buah padi terbagi menjadi beberapa bentuk yaitu
ramping, memanjang, sedang dan gemuk (lihat gambar dibawah)).Buah padi merupakan
bagian yang umum digunakan sebagai bahan tanam (benih). Buah padi adalah ovary yang
telah masak, bersatu dengan lemma dan palea. Buah ini merupakan hasil penyerbukan dan
pembuahan yang terdiri dari embrio (lembaga), endosperm dan bekatul (buah padi yang
berwarna coklat Struktur gabah ditunjukkan pada Gambar dibawah ini. Gabah terdiri dari biji
yang terbungkus oleh sekam. Biji yang sehari-hari dikenal dengan nama beras pecah kulit
adalah karyopsis yang terdiri dari janin (embrio) dan endosperm yang diselimuti lapisan
aleuron, kemudian tegmen dan lapisan terluar disebut perikarp. Embrio terdiri atas kotiledon
dan sumbu embrio (embryo axis) yang dapat tumbuh menjadi akar, dan daun saat
perkecambahan berlangsung. Dalam jenis-jenis japonica, sekam terdiri dari gluma rudimenter
dan sebagian dari tangkai gabah (pedicel), sedangkan pada jenis-jenis indica, sekam dibentuk
oleh palea, lemma mandul dan rakhilla. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan
bagian tanaman, di mana gabah itu lepas atau rontok (disarticulation). Pada jenis-jenis
japonika, gabah lepas dari malai pada bagian bawah gluma, sedangakan pada jenis-jenis
indika, disarticulation letaknya diatas gluma((Anonim,2013).Berdasarkan pengamatan,benih
padi memilikibentuk lonjong,berwarna kuning,panjang 10,5 mm,lebar2,2 mm,tebal 1,5
mm,permukaan kasar dan berat 100 gram 2,5 gr.

2. Kedelai(Glycine max)
   Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan
endospperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau,
coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji
kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak
pipih. biji kedelai mempunyai ukuran bervariasi, mulai dari kecil (sekitar 7-9 g/100
biji), sedang (10-13g/100 biji), dan besar (>13 g/100 biji). Bentuk biji bervariasi, tergantung
pada varietas tanaman, yaitu bulat, agak gepeng, dan bulat telur. Namun demikian, sebagian
besar biji berbentuk bulat telur, Biji kedelai tidak mengalami masa dormansi sehingga setelah
prosespembijian selesai, biji kedelai dapat langsung ditanam. Namun demikian, biji tersebut
harus mempunyai kadar air berkisar 12-13%(Anonim,2013). Berdasarkan pengamatan,benih
kedelai memiliki bentuk agak bulat,berwarna hitam,panjang 8 mm,lebar 6,9 mm,tebal 5
mm,permukaan halus dan berat 100 gram 11,68 gr.

3.Jagung(Zea mays)

  

  Biji jagung disebut kariopsis, dinding ovari atau perikarp menyatu dengan kulit biji atau
testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pericarp
berupa lapisan luar yang tipis, berfungsi mencegah embrio dari organisme pengganggu dan
kehilangan air,endosperm sebagai cadangan makanan, mencapai 75% dari bobot biji yang
mengandung 90% pati dan 10% protein, mineral, minyak, dan lainnya serta embrio (lembaga)
sebagai miniatur tanaman yang terdiri atas plamule, akar radikal, scutelum, dan koleoptil
(Hardman and Gunsolus 1998 cit.Subekti dkk.,2011). Berdasarkan pengamatan,benih jagung
memiliki bentuk pipih,berwarna kuning,panjang 13 mm,lebar 10 mm,tebal 3,1
mm,permukaan halus dan berat 100 gram 23,02 gr.

4. Kangkung(Ipomoea reptana)

Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat. Berwarna cokelat atau kehitam-
hitaman, dan termasuk biji berkeping dua.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Setiap benih memiliki fisik yang berbeda bergantung pada jenis benih,embrio setiap
benih ada yang memiliki warna yang serupa dengan endosperm dan tidak.Tipe
perkecambahan ada dua yaitu epigeal dan hypogeal yang ditentukan oleh jenis penyimpanan
cadangan makanan pada tanaman.Identifikasi benih berguna untuk menentukan kualitas
benih. 
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011.Botani
Tanaman. <http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19699/4/Chapter
%20II.pdf>.Diakses tanggal 8 April 2014.

Anonim.2011.Tanaman Caisism.<http://sosek09fpus01.blogspot.com/2011/06/tanaman-
caisim.html>.Diakses tanggal 7 April 2014.
Anonim.2011.Sorgum.<http://digilib.unila.ac.id/1081/3/BAB%20II.pdf>. Diakses tanggal 7
April 2014.

Anonim.2011.Tanaman Gandum.<http://guncitorvum.wordpress.com/2011/10/23/tanaman-
gandum/>. Diakses tanggal 7 April 2014.