Anda di halaman 1dari 4

MATA KULIAH TAFSIR- PAI, HARI KAMIS

PERTEMUAN KE - 6, TANGGAL 26 NOVEMBER 2020


Tafsir ayat-ayat tentang Ibadah
a. Al-Dzariyat/51: 56
َ ‫ت ْال ِجنَّ َواإل ْن‬
ِ ‫س إِال لِ َيعْ ُب ُد‬
‫ون‬ ُ ‫َو َما َخلَ ْق‬
Artinya:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-
Ku”(Surat Al-Dzariyat/51: 56)
Penafsiran
Dalam ayat diatas Allah SWT. mejelaskan pada umat manusia bahwa Allah SWT. mencipta-
kan makhluk dimuka bumi ini, baik makhluk jin atau manusia dalam tujuan utama hanyalah untuk
beribadah dalam bentuk gerakan raga atau badan dan jiwa yang terfokus dalam pelaksanaan
menyembah Allah SWT. seperti shalat, puasa, menunaikan zakat serta melaksanaka ibadah haji.

b. Al-Baqarah/2: 21
َ ‫َيا أَ ُّي َها ال َّناسُ اعْ ُب ُدوا َر َّب ُك ُم الَّذِي َخلَ َق ُك ْم َوالَّذ‬
َ ‫ِين مِنْ َق ْبلِ ُك ْم لَ َعلَّ ُك ْم َت َّت ُق‬
‫ون‬
Artinya:”Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebe
lummu, agar kamu bertakwa”(Surat Al-Baqarah/2: 21)
Penafsiran
Dalam surat Al-Baqarah/2: 21 ini Allah SWT. menunjukkan bahwa Allah SWT. telah men-
ciptakan manusia dari nabi adam sebagai makhluk pertama sampai manusia sekarang ini di-
harapkan pada manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Menyerahkan diri kepada Allah SWT
adalah bagian dari mensyukuri atas nikmat yang Allah SWT. limpahkan pada manusia. Maka dalam
hal ini hanya orang-orang yang bertaqwa yang termasuk orang-orang yang melaksanakan ibadah
dengan menyerah diri kepada Allah SWT dan mensyukuri atas segala nikmat-Nya. Allah SWT.
hanya mengharapkan pada semua ciptaan-Nya hanya untuk beribadah dalam mengabdi diri beserta
jiwanya. Kehidupan manusia telah Allah SWT. jamin dalam semua pentingnya dan kebutuhan
dalam hidup di dunia. Oleh karena itu setiap umat manusia harus yakin akan adanya Allah SWT.
dengan bukti pelaksanaan ibadah yang dilakukannya.

c. Thaha/20: 14
‫إِ َّننِي أَ َنا هَّللا ُ ال إِلَ َه إِال أَ َنا َفاعْ ب ُْد ِني) َوأَق ِ)ِم الصَّال َة لِ ِذ ْك ِري‬
Artinya: ”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka
sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku”(Surat Thaha/20: 14)
Penafsiran
Dalam ayat di atas Surat Thaha/20: 14 Allah SWT. menegaskan hanya kepada Allah SWT
lah kita menyerah diri kita. Bentuk pelaksanaan ibadah tersebut, yang dilakukan semata-mata ka-
rena Allah SWT. dengan dimulai dari niat hingga berakhirnya suatu ibadah, baik shalat, puasa,
zakat dan menunaikan ibadah haji. Ini semua dilakukan dalam rangka mengingat sang Khaliq
pencipta alam semesta ini.

d. Yasin/36: 60-62
)ٌ ‫)وأَ ِن اعْ ُب ُدونِي َه َذا صِ َر‬
)61( ‫اط مُسْ َتقِي ٌم‬ َ 60( ٌ‫ان إِ َّن ُه لَ ُك ْم َع ُدوٌّ م ُِبين‬ َ ‫أَلَ ْم أَعْ َه ْد إِلَ ْي ُك ْم َيا َبنِي آ َد َم أَنْ ال َتعْ ُب ُدوا) ال َّشي‬
َ ‫ْط‬
)62(‫ون‬ َ ُ‫ض َّل ِم ْن ُك ْم ِج ِبال َك ِثيرً ا أَ َفلَ ْم َت ُكو ُنوا) َتعْ قِل‬
َ َ‫َولَ َق ْد أ‬
Artinya:”Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak men-
yembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",(60) dan hendaklah
kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus(61) Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan
sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan (62)”(Surat Yasin/36: 60-62)
Penafsiran
Pada surat Yasin/36: 60-62 Allah SWT. menegaskan perintah kepada anak adam, manusia
untuk beribadah kepada Allah SWT. semata-mata. Kalian sebagai manusia harus berpikir untuk
benar-benar dalam melakukan ibadah yang sepurna. Jangan sampai kalian ditipu oleh setan, karena
setan itu merupakan musuh kamu. Oleh karena itu, manusia harus berpedoman kepada Al-Qur’an
dan Hadis yang menjadi penunjuk atau panduan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
Supaya terarah kepada jalan yang sebenarnya sebagaimana yang Allah SWT. tetapkan dalam Al-
Qur’an.
Manusia harus waspada terhadap bisikan atau rayuan setan yang dapat menyesat masa depan
manusia itu sendiri. Karena sudah ada sebagian dari manusia yang disesatkan oleh setan seba-
gaimana Allah SWT. ceritakan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah harus
dilakukan dengan ikhlas hati dengan berpandukan kepada Al-Qur’an dan Hadis.

e. Maryam/19: 65
)65( ‫ض َو َما َب ْي َن ُه َما َفاعْ ب ُْدهُ َواصْ َط ِبرْ لِ ِع َبا َد ِت ِه َه ْل َتعْ لَ ُم لَ ُه َس ِم ًّ?)ًيا‬
ِ ْ‫ت َواألر‬
ِ ‫َربُّ ال َّس َم َاوا‬
Artinya:”Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka
sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada
seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?”(Surat Maryam/19: 65)
Penafsiran
Dalam Surat Maryam/19: 65 ini Allah SWT. menegaskan bahwa Allah SWTlah yang men-
ciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Maka manusia haruslah melaksanakan
ibadah atau menyembah Allah SWT. semata-mata. Allah SWT. tidak menyukai pelaksanaan ibadah
selain kepada-Nya. Dalam ayat diatas Allah SWT. memuji seorang hamba manusia, dalam me-
laksanakan ibadah tersebut. Dia melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan hatinya yang khusu’ hanya
semata-mata karena Allah SWT. Maryam menjadi contoh bagi kita dalam pelaksanaan ibadah
kepada Allah SWT.

f. Al-Nahl/16: 36
ْ ‫وت َف ِم ْن ُه ْ)م َمنْ َهدَى هَّللا ُ َو ِم ْن ُه ْم َمنْ َح َّق‬
‫ت َعلَ ْي ِه الضَّاللَ ُة‬ َّ ‫َولَ َق ْد َب َع ْث َنا فِي ُك ِّل أ ُ َّم ٍة َرسُوال أَ ِن اعْ ُب ُدوا هَّللا َ َواجْ َت ِنبُوا‬
َ ‫الطا ُغ‬
َ ‫ان َعا ِق َب ُة ْال ُم َك ِّذ ِب‬
‫ين‬ َ ‫ْف َك‬ ُ ‫ض َفا ْن‬
َ ‫ظرُوا) َكي‬ ِ ْ‫َفسِ يرُوا) فِي األر‬
Artinya:”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang
diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan
baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-
orang yang mendustakan (rasul-rasul)” ( Surat Al-Nahl/16: 36)
Penafsiran
Surat Al-Nahl/16: dalam ayat 36 ini, Allah SWT. menjelaskan bahwa Allah SWT. telah
mengutus rasul sebagai pembimbing manusia dalam setiap umat dalam melakukan ibadah dalam
waktu tertentu. Agar manusi senantiasa dapat beribadah dengan baik dan dapat menjauhi
kepercayaan yang tidak sesuai tata cara beribadah kepada Allah SWT. Maka ada sebagian umat
manusia yang mendapat petunjuk dari kesesatan dan ada yang tersesat dari petunjuk Allah SWT.
Orang-orang yang tersesat tersebut, mereka lari dari perintah Allah SWT. dan tidak mengikuti
ajakan rasul mereka, sehingga mereka mendapat azab Allah SWT. dalam kehidupan mereka.
Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang beriman ikutlah seruan rasul dan jauhi ajakan
pemimpin kita yang tidak berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadis yang disebutkan dalam ayat
dengan Thaghut. Thaghut ada dalam setiap masa dalam kehidupan manusia yang harus diwaspadai,
supaya amal ibadah kita menjadi sempurna.

g. Al-Hajj/22: 77
َ ‫َيا أَ ُّي َها الَّذ‬
َ ‫ِين آ َم ُنوا ارْ َكعُوا َواسْ ُج ُدوا َواعْ ُب ُدوا َر َّب ُك ْم َوا ْف َعلُوا) ْال َخي َْر لَ َعلَّ ُك ْم ُت ْفلِح‬
‫ُون‬
Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan
perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”(Surat Al-Hajj/22: 77)
Penafsiran
Dalan ayat diatas Allah SWT mengajak manusia yang beriman kepada Allah SWT. untuk
melakukan ibadah shalat dengan khusyu’ dan diikuti dengan hati yang ikhlas. Segala perbuatan
yang baik akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. sehingga manusia
tersebut mendapat kemenangan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

h. Al-Zumar/39: 2-3
)‫ِين ا َّت َخ ُذوا) مِنْ ُدو ِن ِه أَ ْولِ َيا َء َما َنعْ ُب ُد ُه ْم إِال لِ ُي َقرِّ بُو َنا‬
َ ‫)أَال هَّلِل ِ ال ِّدينُ ْال َخالِصُ َوالَّذ‬2( ‫اب ِب ْال َح ِّق َفاعْ ُب ِد‬ َ ‫ك ْال ِك َت‬ َ ‫إِ َّنا أَ ْن َز ْل َنا إِلَ ْي‬
)3( ‫ون إِنَّ هَّللا َ ال َي ْهدِي َمنْ ه َُو َكا ِذبٌ َك َّفا ٌر‬ َ ُ‫إِلَى هَّللا ِ ُز ْل َفى إِنَّ هَّللا َ َيحْ ُك ُم َب ْي َن ُه ْم فِي َما ُه ْم فِي ِه َي ْخ َتلِف‬
Artinya:”Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur'an) dengan (membawa)
kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya
kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung
selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan
kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara
mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-
orang yang pendusta dan sangat ingkar”.(Surat Al-Zumar/39: 2-3)
Penafsiran
Kandungan dari ayat diatas, di mana Allah SWT. menjelaskan bahwa Allah SWTlah yang
menurum Al-Qur’an yang menjadi pedoman bagi umat manusia. Al-Qur’an membawa kebenaran
bagi manusia dalam rangka melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Pelaksanaan ibadah yang
betul dan benar akan memberikan ketaatan kepada manusia yang dapat membersihkan dirinya dari
kesyirikan kepada Allah SWT. Hal ini Allah SWT. lah yang menjadi pelindung dari godaan setan
serta menjaga diri manusia dari perbuatan yang buruk.
Manusia yang beriman kepada Allah SWT. melakukan ibadah yang diperintahkan dan
menjauhi yang dilarang. Mereka senantiasa mendekatkan dirinya kepada AllahSWT. Akan Allah
SWT. berikan atau tunjukan jalan keluar dalam setiap masalah yang mereka alami, sehingga akan
jauh dari perselisihan di antara mereka, mereka akan dapat hidup dengan tenang dan damai.

i. Al-Mu’minun/23: 32
َ ُ‫ِيه ْ)م َرسُوال ِم ْن ُه ْم أَ ِن اعْ ُب ُدوا هَّللا َ َما لَ ُك ْم مِنْ إِلَ ٍه َغ ْي ُرهُ أَ َفال َت َّتق‬
‫ون‬ ِ ‫َفأَرْ َس ْل َنا) ف‬
Artinya :”Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang
berkata): "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya.
Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)”( Surat Al-Mu’minun/23: 32 ).
Penafsiran
Dalam ayat diatas Allah SWT. menjelaskan bahwa Allah SWT. mengutus seorang rasul
tersebut dari kalangan mereka sendiri dalam waktu tertentu pada suatu kaum. Hal ini memberikan
kemudahan bagi kaum tersebut untuk mempercayai atas segala ajakannya dalam rangka beribadah
kepada Allah SWT. Allah SWT. mengutuskan rasul untuk memberikan nasehat dan menjelaskan
tatacara beribadah kepada Allah SWT. yang benar dan betul, agar jauh dari kesalahan dalam
melakukan ibadah kepada Allah SWT.
Penegasan Allah SWT pada umat manusia untuk betul-betul melaksanakan ibadah tersebut
dengan penuh keyakinan tanpa ada syirikan kepada Allah SWT. Perbuatan syirik kepada Allah
SWT. sangat di murkai oleh Allah SWT. Maka orang-orang yang berimanlah yang termasuk orang-
orang yang bertaqwa kepada Allah SWT

j. Al-Anbiya’/21: 25, 92
ِ ‫ُول إِال ُنوحِي إِلَ ْي ِه أَ َّن ُه ال إِلَ َه إِال أَ َنا َفاعْ ُب ُد‬
)25( ‫ون‬ ٍ ‫ك مِنْ َرس‬ َ ِ‫َو َما أَرْ َس ْل َنا مِنْ َق ْبل‬
ُ ُ
)92( ‫ون‬ ِ ‫إِنَّ َه ِذ ِه أ َّم ُت ُك ْم أم ًَّة َوا ِح َد ًة َوأَ َنا َر ُّب ُك ْم َفاعْ ُب ُد‬
Artinya:”Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan
kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu
sekalian akan Aku".(25)
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah
Tuhanmu, maka sembahlah Aku.(92)” (Surat Al-Anbiya’/21)
Penafsiran
Dalam dua ayat diatas dalam satu surat Al-Anbiya’/21 Allah SWT. menegaskan bahwa jika-
pun Allah SWT. tidak mengutus seorang rasul dikalangan suatu kaum. Akan tetapi Allah SWT.
menurunkan wahyu yang berupa tanda-tanda alam yang memberikan pelajaran kepada umat
manusia untuk beribadah kepada ALLah SWT. dan menjauhi syirik kepada-Nya. Dunia ini dan
segala isinya dapat memberikan gambaran kepada manusia akan sang Penciptanya. Oleh karena itu,
manusia haruslah berpikir dengan akal yang sehat, akan memberikan jawaban yang sempurna
tentang pemilik alam ini.
Allah SWT. meresmikan satu agama yang mengarahkan umat manusia untuk mengamalkan
ajaran agama tersebut. Agama yang menunjukan kejalan yang sempurna dunia dan akhirat. Serta
menjelaskan tentang cara ibadah yang sempurna bagi umat manusia. Sehingga jauh dari perbuatan
syirik kepada Allah SWT.
k. Al-Kahfi/18: 110
َ ‫ان َيرْ جُو لِ َقا َء َر ِّب ِه َف ْل َيعْ َم ْل َع َمال‬
ْ‫صالِحً ا َوال ُي ْش ِرك‬ َ ‫قُ ْل إِ َّن َما أَ َنا َب َش ٌر م ِْثلُ ُك ْم ي‬
َ ‫ُوحى) إِلَيَّ أَ َّن َما إِلَ ُه ُك ْم إِلَ ٌه َوا ِح ٌد َف َمنْ َك‬
‫ِب ِع َبا َد ِة َر ِّب ِه أَ َح ًدا‬
Artinya:”Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwah-
yukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barang siapa
mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan
janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya".(Surat Al-
Kahfi/18: 110)
Penafsiran
Dalam ayat ini menjelaskan tentang penegasan Nabi Muhammad SWA. Berkata bahwa aku
adalah seorang manusia seperti kamu. Maka Nabi Muhammad SWA. mengarahkan kepada
umatnya untuk betul-betul melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Jika kaliam ini berjumpa
dengan tuhan kamu, maka laksanakan amal-amal shaleh dan menjauhi sekutu kepada Allah SWT.
Wassalam.