Anda di halaman 1dari 5

Nama : Sri vega wahyuni

Nim :112019004

Mk : Tafsir

a. Surat Hud/11: 120

َ ‫ك فِي َه ِذ ِه ْال َح ُّق َو َم ْوعِ َظ ٌة َوذ ِْك َرى ل ِْلم ُْؤ ِمن‬
‫ِين‬ َ ‫ك َو َجا َء‬ ُ ‫ك مِنْ أَ ْن َبا ِء الرُّ س ُِل َما ُن َثب‬
َ ‫ِّت ِب ِه فُ َؤا َد‬ َ ‫َو ُكال َنقُصُّ َعلَ ْي‬
Artinya:”Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang
dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta
pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”( Surat Hud/11: 120)

Pada kisah-kisah tersebut dapat menanamkan keyakinan yang mantap dan mendalam tentang apa
yang diserukan para rasul, seperti akidah bahwa Allah SWT. adalah Esa, bertaubat dan beribadah
kepada-Nya dengan ikhlas, meninggalkan kejahatan, baik yang nyata maupun yang tidak nyata.
Kesemuanya itu merupakan pelajaran dan peringatan yang bermanfaat bagi orang-orang mukmin
bahwa umat terdahulu itu ditimpakan azab kepadanya karena mereka telah berbuat aniaya dan
kerusakan di bumi. Dekian juga perihal pertentangan dan permusuhan yang dilancarkan oleh mereka
terhadap nabinya masing-masing, dan pendustaan serta gangguan mereka yang dilancarkan
terhadap para nabinya.

Lalu Allah menolong golongan orang-orang yang beriman dan menghinakan musuh-musuh-Nya yang
kafir.

b. Surat Al-Ahzab/ 33: 38-39,

ِ ‫ت هَّللا‬
ِ ‫اال‬6 ‫ون ِر َس‬6 َ ‫)الَّذ‬38(‫ان أَ ْم ُر هَّللا ِ َق َدرً ا َم ْقدُورً ا‬
َ 6‫ِين ُي َبلِّ ُغ‬ َ ‫ض هَّللا ُ لَ ُه ُس َّن َة هَّللا ِ فِي الَّذ‬
َ ‫ِين َخلَ ْوا مِنْ َق ْب ُل َو َك‬ َ ‫ان َعلَى ال َّن ِبيِّ مِنْ َح َر ٍج فِي َما َف َر‬
َ ‫َما َك‬
)39( ‫َو َي ْخ َش ْو َن ُه َوال َي ْخ َش ْو َن أَ َح ًدا إِال هَّللا َ َو َك َفى ِباهَّلل ِ َحسِ يبًا‬

Artinya:”Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya.
(Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu
dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku (38), (yaitu) orang-orang
yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut
kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan (39)”
(Surat Al-Ahzab/ 33: 38-39)

Tafsir Quran Surat Al-Ahzab Ayat 38 ini, Allah SWT. menjelaskan cerita bahwa Nabi Muhammad
SAW. tidak memikul dosa karena melakukan apa yang Allah SWT. halalkan, yaitu menikahi mantan
istri anak angkatnya setelah dia diceraikan, sebagaimana Allah SWT. menghalalkannya untuk nabi-
nabi sebelumnya. Ini adalah Sunnah Allah dalam agama pada orang-orang yang terdahulu dan
perkara Allah adalah sesuatu yang telah ditakdirkan dan pasti akan terlaksana.

Ketetapan Allah tentang pernikahan Zainab dengan Nabi adalah suatu ketetapan yang sudah pasti.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan at-Tirmidzi bahwa Zainab sering mem- bangga-banggakan dirinya di
hadapan istri-istri Nabi.

Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa tidak ada dosa atau tekanan pada Nabi Muhammad
SAW, dalam urusan yang telah Allah halalkan berupa menikahi mantan istri anak angkatnya.
Penafsiran Surat Al Ahzab : 39. Allah menerangkan bahwa rasul–rasul yang terdahulu dari Nabi
Muhammad itu telah melaksanakan sunatullah. Mereka adalah orang-orang yang penuh dengan
ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah.

c. Surat Fathir/35: 44

ِ ‫ ٰ َم ٰ َو‬6‫ٱلس‬
‫ت َواَل‬ َّ ‫ىْ ٍء فِى‬6‫زهُۥ مِن َش‬6 َ ‫ِين مِن َق ْبل ِِه ْم َو َكا ُن ٓو ۟ا أَ َش َّد ِم ْن ُه ْم قُ َّو ًة ۚ َو َما َك‬
َ 6‫ان ٱهَّلل ُ لِيُعْ ِج‬ َ ‫ان ٰ َعقِ َب ُة ٱلَّذ‬
َ ‫ْف َك‬ ۟ ‫نظر‬
َ ‫ُوا َكي‬ ِ ْ‫ُوا فِى ٱأْل َر‬
ُ ‫ض َف َي‬ ۟ ‫أَ َولَ ْم يَسِ ير‬
‫ان َعلِيمًا َقدِيرً ا‬ َ ‫ض ۚ إِ َّنهُۥ َك‬ َ ‫أْل‬
ِ ْ‫فِى ٱ ر‬
Artinya:”Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-
orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari
mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”( Surat Fathir/35: 44)

Penafsiran Quran Surat Fatir Ayat 44 ini Allah SWT. menceritakan Apakah orang-orang kafir Makkah
itu tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum
mereka seperti Ad, Tsamud dan semisal mereka, dan siksaan yang menimpa mereka semua, dan
negeri mereka yang dihancurkan karena kedustaan mereka kepada rasul, dan orang-orang kafir itu
lebih kuat dan lebih tangguh daripada orang-orang kafir Makkah ? tidak ada sesuatu pun di langit
dan di bumi yang bisa melemahkan Allah atau bisa luput dariNya. Dalam Tafsir Al-Mukhtashar /
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid 44. Dia Maha
Mengetahui segalanya, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia Maha Kuasa memberi azab
bagi orang yang menyelisihi dan menentang-Nya.

d. Surat Al-Ma’idah/5: 81-84

َ ‫ َد َاو ًة لِلَّذ‬6‫اس َع‬


‫وا‬66‫ِين آ َم ُن‬ ِ ‫ َّد ال َّن‬6‫ َدنَّ أَ َش‬6‫)لَ َت ِج‬81( ‫ون‬ َ ُ‫ق‬6‫اس‬ ِ ‫يرً ا ِم ْن ُه ْم َف‬66‫ا َء َولَكِنَّ َك ِث‬66‫ ُذو ُه ْم أَ ْولِ َي‬6‫ ِه َما ا َّت َخ‬6‫ون ِباهَّلل ِ َوال َّن ِبيِّ َو َما أ ُ ْن ِز َل إِلَ ْي‬َ ‫َولَ ْو َكا ُنوا ي ُْؤ ِم ُن‬
َ ‫ َت ْك ِبر‬6‫ين َورُهْ َبا ًنا َوأَ َّن ُه ْم ال َي ْس‬
( ‫ُون‬ َ 6‫ِّيس‬ِ ‫أَنَّ ِم ْن ُه ْم قِس‬66‫ك ِب‬ َ 6ِ‫ارى َذل‬ َ 6‫ص‬ َ ‫الُوا إِ َّنا َن‬66‫ِين َق‬ َ ‫وا الَّذ‬66‫ِين آ َم ُن‬ َ ‫ِين أَ ْش َر ُكوا َولَ َت ِجدَ نَّ أَ ْق َر َب ُه ْم َم َو َّد ًة لِلَّذ‬
َ ‫ْال َيهُودَ َوالَّذ‬
)83( ‫ِين‬ َ ‫ا ِهد‬6‫ع الش‬6َّ َ ُ ْ َ َّ َ
َ 6‫ون َر َّبنا آ َمنا فاكت ْبنا َم‬6 ُ ُ ِّ ْ ُ َ
َ 6‫ ق َيقول‬6‫وا م َِن ال َح‬66‫دَّمْ ِع ِممَّا َع َرف‬6‫ُول ت َرى أعْ ُين ُه ْم تفِيضُ م َِن ال‬ َ َ َ َ ْ ُ
ِ ‫) َوإِ َذا َس ِمعُوا َما أن ِز َل إِلى الرَّ س‬82
)84( ‫ِين‬ ْ َ ْ ْ ‫هَّلل‬
َ ‫َو َما لَ َنا ال ُن ْؤمِنُ ِبا ِ َو َما َجا َء َنا م َِن ال َح ِّق َو َنط َم ُع أنْ ي ُْد ِخلَ َنا َر ُّب َنا َم َع ال َق ْو ِم الصَّالِح‬
Artinya:”Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang
diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu
menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik )81)
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang
yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik, dan sesungguhnya kamu dapati
yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang
berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara
mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesung-
guhnya mereka tidak menyombongkan diri(82). Dan apabila mereka mendengarkan apa yang ditu-
runkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan
kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata:
"Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi
(atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw.)(83) Mengapa kami tidak akan beriman
kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar
Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?(84)" ( Surat Al-
Ma’idah/5: 81-84)

Pada Surat Al-Ma’idah/5: ayat 81 ini Allah SWT. menerangkan bahwa kalau masya- rakat Yahudi
yang tolong-menolong dengan kaum musyrik Arab itu beriman kepada Nabi Musa sebagaimana
pengakuan mereka, serta beriman kepada ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa, tentulah
mereka tidak mungkin tolong-menolong dengan orang-orang musyrik yang menyem- bah berhala.
Karena ajaran agama mereka yang murni tidak dapat membenarkan hal itu. Akan tetapi kebanyakan
mereka adalah orang fasik yang oleh karenanya mereka dapat bersatu dan berkerja sama karena
diikat oleh suatu kepentingan yaitu menentang Nabi Muhammad, menolak ajaran-ajaran Alquran
dan berusaha membikin jera orang yang beriman kepada Muhammad.SAW.

Dan kamu benar-benar akan mendapati orang yang paling dekat persahabatnnya dengan kaum
muslimin adalah orang-orang yang mengatakan, «sesungguhnya kami adalah kaum nasrani»
Demikian ini lantaran diantara mereka ada tokoh-tokoh agama yang zuhud, dan ahli-ahli ibadah di
dalam biara-biara yang larut dalam ibadah. Dan mereka adalah orang-orang yang tawdhu, tidak
sombong untuk mau menerima kebenaran. Dan mereka itu adalah orang-orang yang menerima
kerasulan Muhammad dan mengimaninya.

Dan ayat ini menjelaskan bahwa mereka itu lebih bersahabat dengan orang-orang mukmin karena di
antara mereka terdapat para ulama yang tekun beribadah, rendah hati, dan tidak sombong. Karena
hati orang-orang yang sombong tidak bisa dimasuki kebaikan.

Pada Surat Al-Ma’idah Ayat 83 Allah SWT menerangkan bahwa pada saat kaum Nasrani mendengar
dan memahami kandungan ayat-ayat Alquran, ada di antara mereka yang mencucurkan air mata
karena sangat terharu dan yakin atas kebenaran Alquran yang diturunkan Allah kepada Nabi
Muhammad yang ternyata membenarkan kitab suci mereka.

e. Surat Yusuf/12: ayat 3

َ ‫آن َوإِنْ ُك ْنتَ مِنْ َق ْبلِ ِه لَم َِن ْالغَافِل‬


‫ِين‬ َ ‫ص ِب َما أَ ْو َح ْي َنا إِلَ ْي‬
َ ْ‫ك َه َذا ْالقُر‬ َ ‫ك أَحْ َس َن ْال َق‬
ِ ‫ص‬ َ ‫َنحْ نُ َنقُصُّ َعلَ ْي‬
Artinya:”Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur'an ini
kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang
yang belum mengetahui”( Surat Yusuf/12: ayat 3)

Pada ayat ini, Allah mengkhususkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad SAW dan tentu saja untuk
diperhatikan oleh orang Arab dan umat manusia seluruhnya. Demikian juga halnya kisah Nabi Yusuf
ini adalah suatu kisah yang menarik sekali, dikisahkan dengan cara terperinci, tiap babak
mengandung hikmah yang dalam dan pelajaran yang besar manfaatnya bagi orang yang
memperhatikannya, apalagi bila dilihat dari segi keindahan susunan bahasa dan isi ceritanya yang
belum dikenal seluruhnya baik oleh Nabi Muhammad SAW sendiri maupun oleh kaum Quraisy dan
orang Arab pada umumnya.

Benarlah firman Allah SWT. yang mengatakan bahwa kisah Nabi Yusuf `alaihis salam yang akan
dikisahkan berikut ini adalah kisah yang paling baik, menarik, dan yang paling indah
penggambarannya.

f. Surat Al-Baqarah/2: 124-129

‫ِين‬ َّ ‫اس إِ َمامًا ۖ َقا َل َومِنْ ُذرِّ َّيتِي ۖ َقا َل اَل َي َنا ُل َع ْهدِي‬
َ ‫الظالِم‬ َ ُ‫ت َفأ َ َت َّمهُنَّ ۖ َقا َل إِ ِّني َجاعِ ل‬
ِ ‫ك لِل َّن‬ ٍ ‫َوإِ ِذ ا ْب َتلَ ٰى إِب َْراهِي َم َر ُّب ُه ِب َكلِ َما‬

Artinya:” Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan
larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu
imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah
berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.( Surat Al-Baqarah/2: 124)

Ada yang mengatakan manasik atau pekerjaan haji, ada pula berkumur-kumur, menghirup air ke
hidung, menggosok gigi, memotong kumis, membelah rambut, memotong kuku, mencabut bulu
ketiak, mencukur bulu kemaluan, berkhitan dan istinja maksudnya dikerjakannya secara sempurna.
yakni Allah Taala, Artinya contoh dan ikutan dalam keagamaan. maksudnya dari anak cucuku
dijadikan imam-imam. untuk dijadikan imam yakni orang-orang yang ingkar di antara mereka.

Ayat 125

َ ‫ا ِكف‬66‫ِلطا ِئفِين َو ْال َع‬


‫ِين‬ َ 6‫د َنا إِلَ ٰى إِ ْب‬6ْ 6‫ُصلًّى ۖ َو َع ِه‬
َّ ‫مَاعِ ي َل أَنْ َطه َِّرا َب ْيت َِي ل‬6‫راهِي َم َوإِ ْس‬6 َ ‫اس َوأَ ْم ًنا َوا َّتخ ُِذوا مِنْ َم َق ِام إِب َْراهِي َم م‬
ِ ‫َوإِ ْذ َج َع ْل َنا ْال َبيْتَ َم َثا َب ًة لِل َّن‬
‫َوالرُّ َّك ِع ال ُّسجُو ِد‬

Artinya:”Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi
manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan
telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang
thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (Surat Al-Baqarah/2: 125)

Dalam ayat ini Allah SWT menceritkan tentang yakni Kakbah maksudnya tempat berkumpul dari
segenap pelosok maksudnya aman dari penganiayaan dan serangan yang sering terjadi di tempat
lain. Sebagai contohnya pernah seseorang menemukan pembunuh bapaknya, tetapi ia tidak mau
membalas dendam di tempat ini, hai manusia yakni batu tempat berdirinya Nabi Ibrahim a.s.

Ayat 126

‫ه َقلِياًل ُث َّم أَضْ َطرُّ ُه‬6ُ ‫ت َمنْ آ َم َن ِم ْن ُه ْم ِباهَّلل ِ َو ْال َي ْو ِم اآْل خ ِِر ۖ َقا َل َو َمنْ َك َف َر َفأ ُ َم ِّت ُع‬ َّ ‫َوإِ ْذ َقا َل إِب َْراهِي ُم َربِّ اجْ َع ْل ٰ َه َذا َبلَ ًدا آ ِم ًنا َوارْ ُز ْق أَهْ لَ ُه م َِن‬
ِ ‫الث َم َرا‬
‫س ْالمَصِ ي ُر‬ َ ‫ار ۖ َو ِب ْئ‬
ِ ‫ب ال َّن‬ ِ ‫إِلَ ٰى َع َذا‬
Artinya:”Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa:“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman
sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara
mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri
kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk
tempat kembali”( Surat Al-Baqarah/2: 126).

Doanya dikabulkan Allah sehingga negeri Mekkah dijadikan sebagai suatu negeri yang suci, darah
manusia tidak boleh ditumpahkan, seorang pun tidak boleh dianiaya, tidak boleh pula diburu
binatang buruannya dan dicabut rumputnya.

g. Surat Ali Imran/3: 96-97

َ ‫ار ًكا َو ُه ًدى لِّ ْل َعالَم‬


‫ِين‬ َ ‫اس لَلَّذِي ِب َب َّك َة ُم َب‬ ٍ ‫إِنَّ أَ َّو َل َب ْي‬
ِ ‫ت وُ ضِ َع لِل َّن‬

Artinya:” Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah
Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”
( Surta Ali Imran/3: 96).

Dalam ayat ini Allah SWT menceritakan tentang untuk tempat ibadah di muka bumi dengan ba
sebagai nama lain dari Mekah. Dinamakan demikian karena Ka’bah mematahkan leher orang-orang
durhaka lagi aniaya. Baitullah ini dibina oleh malaikat sebelum diciptakannya Adam dan setelah itu
baru dibangun pula Masjidilaksa dan jarak di antara keduanya 40 tahun sebagai tersebut dalam
kedua hadis sahih.

Surat Ali Imran Ayat 97

َ ‫اع إِلَ ْي ِه َس ِبياًل ۚ َو َمن َك َف َر َفإِنَّ هَّللا َ َغنِيٌّ َع ِن ْال َعالَم‬


‫ِين‬ ِ ‫ان آ ِم ًنا ۗ َوهَّلِل ِ َعلَى ال َّن‬
ِ ‫اس ِح ُّج ْال َب ْي‬
َ ‫ت َم ِن اسْ َت َط‬ َ ‫دَخلَ ُه َك‬ ٌ ‫ات َب ِّي َن‬
َ ‫ات َّم َقا ُم إِب َْراهِي َم ۖ َو َمن‬ ٌ ‫فِي ِه آ َي‬

Artinya:” Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa
memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia
terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa
mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari
semesta alam(Surat Ali Imran Ayat 97)

Di antaranya pula dilipatgandakannya pahala kebaikan bagi yang shalat di dalamnya dan burung
tidak dapat terbang di atas Ka’bah artinya bebas dari ancaman pembunuhan, keaniayaan dan lain-
lain. ditafsirkan dengan adanya perbekalan dan kendaraan, menurut riwayat Hakim dan lain-lain.