Anda di halaman 1dari 30

Katalog: 1404076

Buku 2

  



BADAN PUSAT STATISTIK
Buku 2

  



BUKU 2 PEDOMAN PENCACAH
MODUL KETAHANAN SOSIAL
SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL
SUSENAS SEPTEMBER 2020

ISBN : -
No. Publikasi : 04320.2005
Katalog : 1404076

Ukuran Buku : B5 JIS


Jumlah Halaman : vi + 20 halaman

Naskah :
Direktorat Statistik Ketahanan Sosial,
Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat,
Direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei

Penyunting :
Direktorat Statistik Ketahanan Sosial

Desain Kover oleh :


Subdirektorat Statistik Lingkungan Hidup,
Direktorat Statistik Ketahanan Sosial

Penerbit :
© BPS RI

Pencetak :
Badan Pusat Statistik

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau


menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial
tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... iii


DAFTAR ISI ....................................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN
A. Umum ............................................................................................................... 1
B. Tujuan ............................................................................................................... 1
C. Ruang Lingkup .............................................................................................. 1
D. Jadwal Kegiatan Pencacahan Susenas September 2020 .............. 2
E. Daftar Isian yang Digunakan pada Susenas September 2020 .... 3

BAB II PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENCACAH SUSENAS


BAB II SEPTEMBER 2020
A. Tugas dan Kewajiban Pencacah ............................................................. 5
B. Skema Kegiatan Pencacah ........................................................................ 6
C. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Pencacah ...................................... 10

BAB III MASALAH DAN SOLUSI PENCACAHAN LAPANGAN


A. Identifikasi Muatan Rumah Tangga dalam Blok Sensus ............... 13
B. Pencacahan VSEN20.MH ........................................................................... 14
C. Lampiran ......................................................................................................... 17

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | v


BAB I
PENDAHULUAN

A. Umum
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menjadi sandaran utama untuk
memenuhi kebutuhan pemerintah dalam mengimplementasikan pembangunan
nasional agar sejalan dengan tujuan pembangunan internasional (Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs).
Susenas September 2020, disusun untuk memenuhi ketersediaan data statistik,
khususnya pada TPB/SDGs beberapa bidang tertentu (Lingkungan Hidup,
Perlindungan Sosial, dan Keamanan). Susenas dikumpulkan oleh Badan Pusat
Statistik (BPS) untuk memberikan potret kemajuan pembangunan. Terlebih lagi
bahwa dalam keadaan saat ini, sedang dalam masa Pandemi Covid-19 yang
kemungkinan akan berdampak pada sosial ekonomi masyarakat pada umumnya.
Terkait Pandemi Covid-19, pendataan Susenas September 2020 mengalami
adaptasi tertentu, namun demikian tantangan bagi kita adalah bagaimana agar
kita bersama-sama mengawal pelaksanaan Susenas September 2020 tetap dapat
menyediakan data pembangunan yang terpercaya di bidang sosial ekonomi.

B. Tujuan
Penyusunan buku pedoman pencacah ini bertujuan memberikan Prosedur
Operasional Standar/Standard Operational Procedure (SOP) yang harus dipatuhi
oleh pencacah dalam melaksanakan pencacahan rumah tangga Susenas
September 2020. SOP pendataan Susenas September 2020 mengalami beberapa
penyesuaian dibandingkan pendataan Susenas seperti biasanya. Oleh sebab itu,
beberapa prediksi permasalahan yang mungkin akan terjadi di lapangan, tersedia
pada buku pedoman ini dengan jumlah yang relatif terbatas mengingat adaptasi
ini baru pertama kali dilakukan pada Susenas sebagai dampak dari Pandemi
Covid-19 pada kegiatan pendataan di Badan Pusat Statistik.

C. Ruang Lingkup
Pendataan Susenas September 2020 mencakup 7.500 blok sensus atau
75.000 rumah tangga yang terdapat dalam blok sensus biasa, tidak termasuk
yang tinggal dalam blok sensus khusus, seperti kompleks militer dan sejenisnya
serta rumah tangga khusus yang berada di blok sensus biasa. 7.500 blok sensus
tersebut merupakan subsample Susenas maret 2020. Rumah tangga yang
terkena sampel pada Susenas Maret 2020 menjadi sampel rumah tangga Susenas
September 2020 (Panel Sampel Rumah Tangga).

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 1


D. Jadwal Pelaksanaan Susenas September 2020

No. Uraian Kegiatan Jadwal


(1) (2) (3)
A. PERSIAPAN
1. Pelatihan Admin Provinsi 22 - 23 Juli 2020
Upload dokumen Susenas
2. 6 - 10 Agustus 2020
September 2020
3. Pelatihan Innas 12- 14 Agustus 2020
4. Pelatihan Inda SUSENAS 18 - 28 Agustus 2020
31 Agustus –
5. Pelatihan petugas SUSENAS
14 September 2020
B. PELAKSANAAN
Identifikasi keberadaan rumah 16 – 20 September
6.
tangga sampel 2020
21 – 30 September
7. Pencacahan rumah tangga sampel
2020
21 September –
8. Pengawasan/ pemeriksaan
11 Oktober 2020
Monitoring kualitas dengan 21 September –
9.
menggunakan internet 4 Oktober 2020
Penyerahan hasil pencacahan ke 23 September –
10.
BPS Kab/Kota 11 Oktober 2020
Receiving, batching, editing, dan 23 September –
11.
coding di BPS Kab/Kota 11 Oktober 2020
C. PENGOLAHAN
Pengolahan data (data entri dan 25 September -
12. validasi sesuai program aplikasi) di 21 Oktober 2020
BPS Kab/Kota
Umpan balik hasil data entri yang
13. bermasalah ke Seksi Statistik Sosial 1 - 19 Oktober 2020
untuk di cek ke lapangan
Evaluasi kualitas data di tingkat
14. BPS Kab/Kota (setelah minimal 70 12 - 21 Oktober 2020
persen data terkumpul)
15. Pengiriman data ke BPS Provinsi 15 - 27 Oktober 2020

2 | Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


No. Uraian Kegiatan Jadwal
Evaluasi kualitas data dan
16. kelengkapan data oleh BPS 15 - 27 Oktober 2020
Provinsi
26 Oktober - 3
17. Pengiriman raw data ke BPS RI
November 2020

E. Daftar yang Digunakan pada Susenas September 2020

No. Jenis Daftar Uraian


(1) (2) (3)
Alat bantu pengenalan wilayah
Sketsa Peta BS
1. blok sensus yang terpilih sebagai
(SP2010-WB)
sampel
Kuesioner Identifikasi Rumah
2. VSEN20.IDENT
Tangga dalam Blok Sensus
Daftar Sampel Rumah Tangga
3. VSEN20.DSRT
Terpilih (2 rangkap)
Kuesioner Susenas Modul Hansos
4. VSEN20.MH
dan Konsumsi & Pengeluaran

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 3


BAB II
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR
PENCACAH SUSENAS SEPTEMBER 2020

Pencacah merupakan ujung tombak yang memegang peranan penting


dalam pelaksanaan suatu survei. Karena pentingnya peran pencacah, maka
pencacah harus mengerti hal-hal yang menjadi tugas dan kewajibannya.
A. Tugas dan Kewajiban Pencacah
Tugas dan kewajiban pencacah Susenas September 2020 adalah:
(1) Mengikuti pelatihan petugas lapangan Susenas September 2020
via aplikasi Moodle dengan sungguh-sungguh. Pelatihan petugas
dilaksanakan di masing-masing kabupaten/kota selama 3 (tiga) hari
efektif;
(2) Melakukan kegiatan identifikasi muatan rumah tangga dalam blok
sensus (dengan instrumen preprinted VSEN20.IDENT dan sketsa peta
SP2010-WB) sesuai skema identifikasi muatan rumah tangga dalam
blok sensus;
(3) Melakukan kegiatan pencacahan sampel rumah tangga (sesuai yang
tertera pada VSEN20.DSRT) dengan menggunakan daftar VSEN20.MH
sesuai skema pencacahan VSEN20.MH;
(4) Bertanggung jawab melaksanakan semua kegiatan identifikasi muatan
rumah tangga dan melaksanakan pencacahan VSEN20.MH untuk
seluruh blok sensus yang menjadi tanggung jawabnya;
(5) Menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh pencacah, pengawas,
pegawai BPS Kabupaten/Kota, aparat lingkungan di wilayah kerja, dan
semua responden;
(6) Bekerja sesuai dengan jadwal pelaksanaan Susenas September 2020
yang telah ditentukan.

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 5


B. Skema Kegiatan Pencacah

6
(1). Identifikasi Muatan Rumah Tangga dalam Blok Sensus

|
Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020
(1) Mekanisme Identifikasi dengan VSEN20.IDENT

Desain sampel Susenas September 2020 dirancang secara khusus


yang memperhitungkan dampak pandemi Covid-19 di Indonesia pada
kegiatan Badan Pusat Statistik. Mempertimbangkan perlindungan
kesehatan dan keselamatan petugas, kegiatan pemutakhiran muatan blok
sensus diubah mekanismenya menjadi identifikasi rumah tangga dalam
blok sensus yang terkena sampel pada Susenas Maret 2020 menjadi sampel
rumah tangga Susenas September 2020 (Panel Sampel Rumah Tangga),
estimasi provinsi. Pemilihan sampel dilakukan secara dua tahap dengan
tahap pertama yaitu memilih sebanyak 7.500 blok sensus dari blok Susenas
Maret 2020 di tiap strata kabupaten urban/rural, sesuai dengan tabel
alokasi. Disadari bahwa kemungkinan dengan keadaan pandemi Covid-19,
sebagian muatan blok sensus mengalami beberapa perubahan, maka pada
VSEN20.IDENT tersedia maksimal 15 rumah tangga yang harus diidentifikasi
bersama ketua/Pengurus SLS untuk mengetahui keberadaan rumah tangga
yang ada dalam daftar. Selama pelaksanaan identifikasi keberadaan rumah
tangga dalam VSEN20.IDENT kepada Ketua/Pengurus SLS, semua petugas
terkait diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan. Selanjutnya, tahapan
yang akan dilaksanakan petugas adalah sebagai berikut:
1. Pencacah menerima VSEN20.IDENT yang menjadi wilayah tugasnya,
kemudian bersama pengawas mengidentifikasi Satuan Lingkungan
Setempat (SLS) yang tercakup pada masing-masing blok sensus.
2. Pencacah berkoordinasi dengan Ketua/Pengurus SLS tersebut dalam
rangka melakukan identifikasi rumah tangga yang ada dalam Daftar
VSEN20.IDENT.
3. Pencacah berkoordinasi dengan ketua/pengurus SLS untuk menjelaskan
mekanisme pendataan Susenas September 2020 dan melakukan
identifikasi nama-nama KRT yang terdapat dalam VSEN20.IDENT.
4. Pencacah bersama ketua/pengurus SLS mengidentifikasi satu per satu
nama KRT yang tertulis dalam Blok V. Tuliskan hasil identifikasinya
pada kolom 8.
5. Petugas dapat melakukan probbing sehingga Ketua/Pengurus SLS
mudah menyimpulkan suatu rumah tangga masih ada atau tidak ada
lagi.
6. Pencacah dapat menggali informasi dari Ketua/Pengurus SLS mengenai
rumah tangga calon sampel perihal pendataan berikutnya, seperti
waktu dan metode pendataan yang tetap sesuai kebiasaan warga
setempat.

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 7


7. Pencacah selanjutnya menuliskan dan melengkapi isian nama, tanggal
identifikasi dan membubuhkan tanda tangan. Kemudian menyerahkan
daftar ini kepada Pengawas.
8. Pengawas memeriksa Daftar VSEN20.IDENT dari Pencacah, dan
mengisi/melengkapi VSEN20.DSRT berdasarkan hasil VSEN20.IDENT.
9. Pengawas melengkapi isian nama, tanggal pemeriksaan VSEN20.IDENT
dan membubuhkan tanda tangan.
10. Pengawas menyerahkan VSEN20.DSRT kepada pencacah.
11. Kemudian pencacah melanjutkan tahap pendataan dengan VSEN20.
MH.
Catatan:
• Setelah selesai pendataan seluruh rumah tangga, pencacah
harus mengisi VSEN20.DSRT blok V kolom 8 sesuai status hasil
pendataan/pencacahan.
• Setelah selesai pendataan, daftar VSEN20.IDENT dan VSEN20.DSRT
dikumpulkan beserta set dokumen VSEN20.MH.

8 | Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


(2). Pencacahan Kuesioner VSEN20.MH dengan metode Wawancara

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 9


Pendataan Susenas September 2020 dirancang secara khusus yang
memperhitungkan dampak pandemi Covid-19 di Indonesia pada kegiatan
Badan Pusat Statistik. Protokol kesehatan seoptimal mungkin diupayakan
dalam kegiatan lapangan Susenas September 2020.

(2) Mekanisme Pendataan dengan Metode Wawancara


Pendataan dilakukan dengan metode wawancara dengan
memperhatikan protokol kesehatan. Selanjutnya, mekanisme yang harus
dilaksanakan petugas adalah sebagai berikut:
1. Penghitungan dokumen di kantor BPS Kabupaten/Kota oleh petugas;
2. Petugas pendataan menerima dokumen pencacahan dari pengawas,
melakukan pengecekan dan mengisi tanda terima;
3. Petugas menuliskan identitas rumah tangga sampel maupun isian-isian
tertentu yang membutuhkan pengisian saat belum turun ke lapangan;
4. Petugas melaksanakan kunjungan pendataan dengan memperhatikan
protokol kesehatan;
5. Petugas memohon izin untuk melakukan pendataan Susenas September
2020 menggunakan kuesioner VSEN20.MH kepada responden;
6. Memeriksa kelengkapan isian VSEN20.MH dan menyampaikan bahwa
ada kemungkinan akan menghubungi kembali melalui komunikasi baik
langsung atau tidak langsung apabila terdapat jawaban yang masih
meragukan;
7. Melakukan pemeriksaan dokumen dengan melakukan pengecekan
konsistensi isian VSEN20.MH, memastikan kembali isian kuesioner
tersebut sudah lengkap dan benar, serta membuat laporan hasil
pendataan;
8. Melakukan penyerahan dokumen hasil pendataan dan laporan
pendataan kepada pengawas.

C. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Pencacah


(1) Menerima kelengkapan dokumen pencacahan
Meletakkan kelengkapan pelaksanaan Susenas September 2020 di
tempat yang aman (tidak diletakkan di tempat yang lembab dan/atau
mudah dijangkau anak-anak).
(2) Identifikasi muatan rumah tangga dalam blok sensus
Mendatangi aparat RT/RW untuk identifikasi rumah tangga dalam
blok sensus terpilih dengan VSEN20.IDENT yang menjadi tanggung
jawab pencacah.

10 | Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


(3) Menerima daftar VSEN20.DSRT yang berisi rumah tangga terpilih
sampel dari pengawas
Apabila rumah tangga terpilih tidak ditemukan atau menolak, maka
laporkan kepada pengawas. Pengawas akan memberikan sampel
rumah tangga yang terpilih dengan rumah tangga lain yang tersedia
pada VSEN20.IDENT.
(4) Pengisian VSEN20.MH
a. Pilih waktu terbaik untuk kunjungan ulang, yaitu saat responden
dapat ditemui dan diwawancara, sehingga VSEN20.MH dapat terisi
secara lengkap dan benar.
b. Seluruh pertanyaan pada kuesioner (kecuali terdapat perintah
lakukan pengamatan) harus ditanyakan pada responden. Tidak
diperkenankan mengisi sendiri VSEN20.MH dengan dugaan atau
perkiraan atau pengetahuan pencacah tentang responden.
c. Pertanyaan dalam format roster (nama anggota rumah tangga (ART)
per baris) seperti pada blok IV sampai dengan Blok V diselesaikan
dahulu dalam satu roster kemudian lanjut ke roster berikutnya.
d. Tanda garis tebal pada pertanyaan roster menunjukkan batas
pertanyaan untuk ART, isikan jawaban pertanyaan di dalam tanda
garis tebal untuk seluruh ART, lalu berpindah ke pertanyaan
selanjutnya.
e. Tanda garis dua pada pertanyaan roster menunjukkan perbedaan
kategori umur responden dalam satu blok pertanyaan.
f. Menyebutkan seluruh bahan makanan maupun bukan makanan
yang tertera pada VSEN20.MH.

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 11


BAB III
MASALAH DAN SOLUSI PENCACAHAN LAPANGAN

A. Identifikasi Rumah Tangga dalam Blok Sensus


(1) Masalah: Sketsa peta SP2010-WB yang diterima tidak sesuai identitas
wilayah tugas pencacah dan/atau kenyataan di lapangan.
Solusi: Laporkan masalah ini pada pengawas (lihat format laporan
harian pencacah di Lampiran 3), kemudian cek kesesuaian
identitas blok sensus dengan wilayah tugas pencacah. Jika
salah identitas blok sensus, maka minta kembali sketsa peta
pada pengawas sesuai identitas blok sensus wilayah tugas
pencacah.
(2) Beberapa kombinasi keadaan di lapangan yang mungkin ditemui
pencacah pada saat identifikasi muatan rumah tangga dalam blok
sensus adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan hasil pemutakhiran SP2010, bangunan sensus atau
rumah yang tercatat pada daftar VSEN20.IDENT dihuni oleh rumah
tangga dengan kepala rumah tangga (KRT) bernama Anwar.
Kemungkinan kejadian identifikasi pada September 2020 pada
bangunan sensus atau rumah tersebut adalah:
1. Menurut ketua/pengurus SLS, rumah tangga Anwar pindah
tetapi setelah diwawancarai/probing lebih lanjut, ternyata
menurut ketua/pengurus SLS rumah tangga Anwar pindah dan
masih dalam cakupan blok sensus.
Solusi: Coret alamat pada VSEN20.IDENT (Kolom 7), tuliskan
alamat yang benar. Pengawas menindaklanjuti pada
VSEN20.DSRT. Sampel rumah tangga dengan perbaikan
alamat pada VSEN20.IDENT, perbaikannya juga
dilakukan pada VSEN20.DSRT Kolom 6.
2. Menurut ketua/pengurus SLS, anggota rumah tangga Anwar ada
tetapi Anwar tidak lagi menjadi KRT bisa dikarenakan meninggal
dunia, cerai hidup, pindah, d.l.l.
Solusi: Coret Nama Kepala Rumah Tangga pada VSEN20.IDENT
(Kolom 6), tuliskan nama Kepala Rumah Tangga yang
baru. Pengawas menindaklanjuti pada VSEN20.DSRT.
Sampel rumah tangga dengan nama Kepala Rumah
Tangga yang baru yang diperbaiki pada VSEN20.IDENT,

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 13


perbaikannya juga dilakukan pada VSEN20.DSRT Kolom
5.
3. Penghuni rumah bukan rumah tangga Anwar (rumah tangga
baru).
Solusi: Hasil identifikasi masuk dalam kategori tidak ada.
Tuliskan kode “X” pada VSEN20.IDENT kolom 6 pada
Nama Kepala Rumah Tangga Anwar.
4. Menurut ketua/pengurus SLS, menjadi ART di rumah tangga lain.
Setelah diwawancarai/probing lebih lanjut, ternyata menurut
ketua/pengurus SLS rumah tangga Anwar telah menjadi rumah
tanggan lain (bergabung) yang rumahnya masih dalam blok
sensus yang sama ataupun blok sensus yang tidak sama.
Solusi: Hasil identifikasi masuk dalam kategori tidak ada.
Tuliskan kode “X” pada VSEN20.IDENT kolom 6
pada Nama Kepala Rumah Tangga Anwar. Apabila
rumah tangga lain tempat ruta tersebut bergabung
juga terpilih sampel, maka rumah tangga tersebut
dikategorikan ada (Kode “V”) VSEN20.IDENT kolom
6 dan Rumah Tangga, seperti yang telah dijelaskan,
dikategorikan tidak ada.

B. Pencacahan VSEN20.MH
(1) Masalah: Rumah tangga dianggap mempersulit dalam memberikan
jawaban dan/atau menolak wawancara.
Solusi: Lakukan pendekatan dengan baik pada responden dengan
tujuan wawancara dapat dilakukan secara lengkap dan benar.
Beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain:
a. Lakukan pendekatan secara personal pada responden.
Pilih waktu sesuai dengan kesediaan responden untuk
wawancara, misalnya jika responden bekerja pada siang
hari, maka lakukan wawancara saat responden sedang libur
kerja atau di waktu sesuai dengan kesepakatan responden
(sore atau malam hari).
b. Laporkan pada pengawas tentang keadaan ini. Minta
bantuan pengawas, pejabat BPS kabupaten/ kota, aparat
lingkungan setempat untuk melakukan pendekatan pada
responden.
c. Jika semua cara pendekatan pada responden telah

14 | Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


ditempuh, namun tidak berhasil mewawancarai responden
atau berhasil melakukan wawancara namun tidak lengkap
dan benar, langkah terakhir adalah membuat berita acara
penolakan secara resmi dengan tanda tangan responden
yang menolak diwawancarai (lihat format berita acara
penolakan responden di Lampiran 1).
(2) Masalah: Seluruh anggota rumah tangga tidak dapat ditemui untuk
wawancara selama masa pencacahan.
Solusi:
a. Cari informasi waktu keberadaan anggota rumah tangga
tersebut dari tetangga atau aparat lingkungan sekitar.
Kunjungi di waktu sesuai keberadaan rumah tangga.
b. Kunjungi rumah tangga beberapa kali pada waktu yang
berbeda sehingga dapat bertemu anggota rumah tangga
dan melakukan wawancara secara lengkap dan benar.
c. Jika sudah ditempuh berbagai cara, namun tetap tidak
dapat bertemu dengan anggota rumah tangga untuk
wawancara hingga batas akhir masa pencacahan, langkah
terakhir adalah buat berita acara nonrespon (lihat format
berita acara nonrespon selain penolakan responden di
Lampiran 2).
(3) Masalah: Terdapat perbedaan nama KRT antara hasil identifikasi dan
saat pencacahan.
Solusi: Isi rincian 110 pada VSEN20.MH sesuai dengan nama
yang tercantum di VSEN20.DSRT dan untuk isian Blok IV
Nama Kepala Rumah Tanggan (KRT) diisikan sesuai dengan
nama KRT pada saatpencacahan (sesuai kondisi lapangan).
Perubahan nama KRT tersebut diberikan keterangan pada
Blok Catatan.
(4) Masalah: Pada saat identifikasi, rumah tangga anak dan rumah tangga
ibunya terpisah karena tidak tinggal dalam satu rumah. Pada
saat pencacahan, rumah tangga ibu terpilih sebagai sampel
dan ternyata diketahui bahwa kebutuhan makanan ibu
tersebut dipenuhi oleh anaknya. Sementara kebutuhan untuk
keperluan sehari-harinya (non makanan) dipenuhi sendiri oleh
ibu tersebut.

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 15


Solusi:
a. Jika makanan yang diantarkan untuk rumah tangga ibu
berupa makanan yang sudah masak, maka rumah tangga
tersebut tetap dianggap sebagai bagian dari anggota
rumah tangga dari anaknya.
b. Jika makanan yang diantarkan berupa bahan makanan yang
harus dimasak terlebih dahulu oleh rumah tangga (ibu),
maka rumah tangga ibu tersebut dianggap sebagai rumah
tangga lain yang terpisah dari rumah tangga anaknya.
(5) Masalah: Rumah tangga yang terpilih sampel terdiri atas dua orang yang
sakit, sehingga tidak dapat diwawancara. Sehari- harinya, dua
orang tersebut dirawat oleh perawat (bukan ART). Perawat
tersebut sangat mengetahui kondisi rumah tangga tersebut.
Solusi: Dalam kasus ini pemberi informasi adalah tetap KRT
atau Pasangannya, perawat/ART ruta lain tersebut hanya
‘membantu’ mengambilkan dokumen atau meneruskan
informasi yang diberikan responden kepada petugas. Catat
dan laporkan pada pengawas tentang keadaan ini.
(6) Masalah: Pencatatan kode petugas untuk mitra yang memiliki NIP
(seperti guru yang menjadi PML).
Solusi: Dalam kasus ini pencatatan kode petugas menggunakan
kode mitra yang dibuat oleh BPS.

C. Lampiran
Beberapa format dilampirkan sebagai panduan pencacah, yaitu:
(1) Lampiran 1. Format Berita Acara Nonrespon Penolakan Responden;
(2) Lampiran 2. Format Berita Acara Nonrespon selain Penolakan
Responden;
(3) Lampiran 3. Format Laporan Harian Pencacah.

16 | Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


Lampiran 1. Format Berita Acara Nonrespon Penolakan Responden

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 17


Lampiran 2. Format Berita Acara Nonrespon selain Penolakan
Responden

18 | Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


Lampiran 3. Format Laporan Harian Pencacah

Pedoman Pencacah Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 19


Sensus
Penduduk
2020
# MencatatIndonesia

D ATA


BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No.6-8 Jakarta 10710
Telp: (021)3841195, 38442508, 3810291-4, Fax: (021) 3857946
Homepage: http//www.bps.go.id Email: bpshq@bps.go.id