Anda di halaman 1dari 19

Makalah

Model Kerja Sama Antar Negara

“Indonesia dan Malaysia”

Di susun oleh:

Khairun Nur Azizah

(202010115121)

Kelas : 1/A2

Mata Kuliah Ilmu Negara

Fakultas Hukum-Ilmu Hukum

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

2020
Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah swt,


yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
karenanya penulis bisa menyelesaikan makalah yang bertema
“Model kerja sama antar negara” dengan judul “Kerja Sama antar
Indonesia dan Malaysia”. Adanya makalah ini bertujuan untuk
memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Negara”.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan syukur kepada


Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat
fisik maupun akal pikiran, sehingga bisa menyelesaikan makalah
tersebut. Dan penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak
Rahmat Ferdian Andi Rosidi., SHI., MH selaku Dosen mata kuliah
“Ilmu Negara”. Pula dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari


kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta
kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik
serta saran dari pembaca untuk makalah ini, agar makalah ini
nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi.

Bekasi, 14 November 2020

Penyusun

i
Daftar Isi

Judul

Kata Pengantar................................................................. i

Bab I Pendahuluan........................................................... 1

1.1 Latar Belakang............................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah...................................................... 2

Bab II Pembahasan........................................................... 3

2.1 Hubungan Kerja Sama Indonesia................................ 3

2.2 Konflik yang pernah terjadi antara indonesia dan

Malaysia..................................................................... 7

Bab III Penutup................................................................. 14

3.1 Kesimpulan................................................................. 14

3.2 Saran.......................................................................... 15

Daftar Pustaka.................................................................. 16

ii
BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Hubungan negara Indonesia dan Malaysia sudah terjalin


sangat lama. Hubungan kedua negara ini, bisa dikatakan sangat
dekat karena mempunyai rumpun yang sama yaitu rumpun
Melayu. Pula, mempunyai bahasa yang sama yaitu bahasa Melayu
dan letak geografis yang sangat dekat sehingga sangat mudah
untuk melakukan hubungan luar negeri. Walaupun, Indonesia
dan Malaysia adalah negara tetangga dan satu rumpun.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian rumpun


memiliki arti antara lain, kelompok tumbuhan yang tumbuh anak-
beranak seakan-akan mempunyai akar yang sama, golongan besar
bangsa atau bahasa yang sama asal dan jenisnya atau orang-
orang yang seketurunan sama nenek moyangnya. 1 Begitu juga
dengan Malaysia dan Indonesia yang mempunyai beberap
kesamaan.

Kesamaan  antara Indonesia dan Malaysia yang pertama


yaitu kesamaan bahasa. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa
melayu. Bahasa ini dapat ditarik ke belakang pada masa kejayaan
Kesultanan Malaka pada 1414, yang memiliki cakupan wilayah
peninsula Melayu dan sebagian wilayah Sumatera. Pada masa
tersebut, bahasa Melayu telah berkembang dengan pesat dengan
tingginya intensitas hubungan perdagangan di wilayah tersebut.
Kedua, dari aspek antropologis, suku Melayu merupakan etnis

1
KBBI, Edisii v, (Departemen Penddidikan Nasional, Jakrta,2016)

1
mayoritas di Malaysia (50,4 persen) yang memiliki status yang
cukup berpengaruh dalam kehidupan sosial, ekonomis, dan
bahkan politis. Ketiga, meskipun Malaysia memiliki penduduk
yang memeluk berbagai kepercayaan, Islam adalah agama resmi di
negeri tersebut mengingat sekitar 60,4 persen penduduknya
beragama Islam. Sementara itu, Indonesia yang memiliki
penduduk muslim terbesar di dunia secara resmi mengakui agama
dan kepercayaan lainnya, seperti Kristen Protestan, Katolik,
Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selanjutnya, suku melayu
merupakan etnis mayoritas di Malaysia. Malaysia yang berakar
pada etnis Melayu memiliki kebersamaan dengan Indonesia yang
juga memiliki etnis Melayu.

Sebagai negara berkembang Indonesia memerlukan kerja


sama internasional dengan negara-negara lain untuk dapat
mengejar ketinggalan dan dapat membangun negara Indonesia
menjadi negara yang maju. Kerja sama tersebut dapat berupa
tenaga ahli, penerapan teknologi modern, pengalihan
keterampilan, peningkatan industri pariwisata dan kerja sama
lainnya dalam berbagai ragam bentuk.2

Penanaman modal asing telah di buka dan perusahaan


asing diperkenankan mengadakan kegiatan sejauh tunduk kepada
perundang-undangan di indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana hubungan kerja sama Indonesia dengan


Malaysia?
2. Apakah ada konflik yang pernah terjadi dalam hubungan
kerja sama Indonesia dan Malaysia?
2
Sumarsono M, Indonesia dan Hubungan antarbangsa, (Sinar Harapan; Jakarta, 1985) Hal 135

2
BAB II

Pembahasan

2.1 Hubungan kerja sama Indonesia dan Malaysia

Indonesia dan Malaysia telah lama bekerja sama, berbagai


bentuk kerja sama sudah dilakukan hingga saat ini. Kerja sama
yang dilakukan meliputi berbagi bidang seperti bidang ekonomi,
bidang sosial, kebudayaan, bidang pendidikan, bidang pertanian,
bidang politik dan keamanan, bidang perdagangan dan kerja sama
anti teroris.

Dalam bidang pendidikan, bentuk kerja sama yang


dilakukan oleh kedua negara ini yaitu pertukaran pelajar yang di
laksanakan setiap tahunnya. Banyaknya, para pelajar di Indonesia
yang mengikuti ajang pencarian bakat di Malaysia, begitu pun
sebaliknya. Ada juga sekolah Indonesia di Malaysia, adanya
empat poin yang sudah di sepakati oleh dua negara ini yaitu
pertama, Indonesia meminta Malaysia agar memberi izin untuk
memperluas sekolah Indonesia di Malaysia. Kedua, memberikan
izin Indonesia untuk mengirimkan guru-guru ke sekolah tersebut
dan untuk mengajar anak-anak bersekolah tetapi pemerintah
Malaysia menekankan agar mengirim para pengajar yang
kompeten dan mempunyai tenggat waktu agar tidak selamanya
tinggal di Negeri Jiran . Ketiga, membantu pemerintah untuk
membangun asrama di Pulau Sebatik. Keempat, pemerintah
mengizinkan adanya pendirian community learning center (CLC).3
Pemerintah Indonesia juga sudah membangun sekolah SD,SMP,

3
Kemendikbud RI, dalam https://kemendikbud.go.id, di akses 17 Januari 2019, pukul 10.15

3
dan SMA di Malaysia, sekolah yangterbaru adalah sekolah
kinabalu yang di resmikan Anies Baswedan.

Dalam bidang pertanian yaitu pekebunan kelapa sawit.


Kelapa sawit adalah salah satu perkebunan yang berkembang
pesat di Indonesia. Hasil perkebunan kelapa sawit melebihi hasil
dari perkebunan lainnya. Menurut kementerian pertanian hasil
dari perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 23,52 juta ton
pada tahun 2012. Jika di rata-ratakan dari tahun 2008
pertumbuhan kelapa sawit mencapai 7,7 % per tahun. 4 Dengan
adanya perkebunan kelapa sawit yang membuka lahan di wilayah
perbatasan Indonesia dan Malaysia yaitu di daerah Nanga Badau
Kalimantan Barat membuat kedua negara ini semakin kokoh
untuk melakukan kerja sama internasional. Salah satu nama
perusahaan yang mengekspor kelapa sawit adalah “crude palm oil”
, dalam hal ini Indonesia dan Malaysia sudah setuju untuk
meningkatkan kapasitas perdagangan, berpartisipasi dalam
investasi dan bisnis, dan memfasilitasi para pedagang. Kedua
negara ini sama-sama menguasai 80 persen produksi kelapa sawit
di dunia, dan sangat menguntungkan bagi Indonesia dan
Malaysia.

Dalam bidang ekonomi, Malaysia adalah salah satu negara


yang menjadi tujuan utama Indonesia untuk mengirim para
tenaga kerjanya, adapun faktor yang mempengaruhi tenaga kerja
Indonesia untuk datang ke Malaysia di antaranya adalah upah
yang tinggi, lowongan kerja yang besar dan peluang kerja yang
banyak, terutama sejak dilaksanakan Dasar Ekonomi Baru (DEB)
yang dipandang cukup berhasil mengangkat Malaysia sebagai

4
Tuti Ermawati dan Yeni Saptia, Kinerja Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia, (CV. Budi Utama;
Yogyakarta, 2013) Hal 30

4
salah satu Negara Industri Baru (NIB) di Asia Tenggara. Begitu
puladengan faktor kesamaan budaya serta jarak yang relatif dekat
menjadikan Malaysia lebih menarik bagi warga Indonesia untuk
mencari pekerjaan.5 Pula, banyak sekali para investor yang ada di
Malaysia untuk berinvestasi di perusahaan yang ada di Indonesia.
Hal ini telah sedikit banyak membantu pemerintahan Indonesia
untuk meretas pengangguran yang ada di Indonesia. Mayoritas
para investor Malaysia berinvestasi dalam bidang industri. Jumlah
investasi Malaysia adalah sebesar 18% dari jumlah investasi asing
di Indonesia.

Malaysia mulai melakukan investasi di Indonesia sejak


tahun 2002 dengan berinvestasi di Bank Niaga. Awalnya, Malaysia
masih bingung karena belum diberikan perlindungan jaminan
untuk para investor, dengan adanya kendala tersebut Indonesia
telah memberikan perlindungan tersebut dengan membuat
perjanjian perlindungan investasi untuk para investor Malaysia
yang ada di Indonesia. Kerja sama dalam bidang sosial yaitu
banyak para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia yang
bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), pekerja
bangunan, petugas medis seperti perawat dan dokter, serta tenaga
kerja lainnya. Dan juga adanya pengiriman bantuan untuk orang-
orang yang terkena musibah atau bencana alam di Malaysia.
Kerja sama dalam bidang kebudayaan yaitu adanya pameran batik
di Malaysia, mengenalkan makanan khas Indonesia seperti
Rendang. Seperti tahun 2012, Malaysia mengajak Indonesia untuk
meningkatkan kerja sama yang sudah di jalani selama ini dalam
bidang seni budaya dan pariwisata. Malaysia membuat program
titian budaya yang bertema “Lawatan Khas Budaya-Mitra Seni ke
5
M. Arif Nasution, Orang Indonesia di Malaysia (Menjual Kemiskinan Membangun Identitas),
(Pustaka Pelajar; Yogyakarta, 2001) Hal 105

5
Kuala Lumpur” atau di sebut juga “Lawatan Mitra Budaya Mitra
Seni Indonesia ke Malaysia”, dan perwakilan Indonesia yang pergi
ke Negeri Jiran ini juga akan bekerja sama dengan Tourism
Malaysia yang ada di Jakarta. Hal tersebut tidak hanya untuk
mengenal kesenian dua negara ini saja, tetapi juga untuk promosi
pariwisata yang ada di kedua negara ini. Tujuan diadakannya
kerja sama ini untuk mempererat silaturahmi dan hubungan
bilateral Indonesia dan Malaysia.6 Dalam kerja sama ini Indonesia
akan mempersembahkan kesenian Tangklung (kolaborasi antara
kolintang dan angklung, tari Betawi dan tari gambyong dari
Banyuwangi. Dan Malaysia memperkenalkan beberapa tempat
pariwisatanya seperti Pavilion, dan Mid Valley.

Dalam bidang politik dan keamanan kerja sama yang terjalin


yaitu adalah konsultasi tingkat kepala pemerintahan yang terakhir
dilaksanakan tahun 2008, dalam konsultasi ini salah satu
kesepakatan yang disepakati oleh kedua negara ini pembentukan
EGP (Eminent Person Group) yang guna untuk menyusun
rekomendasi isu-isu bilateral serta dapat menyampaikan
rekomendasi rujukan pemerintah kedua negara ini. Dan EGP telah
di resmikan oleh Presiden RI dan PM Malaysia di sela-sela
penyelenggaraan KTT D-8 di Kuala Lumpur pada 7 Juli 2008. 7
Pada bidang perdagangan, Indonesia melakukan eskpor hasil
kekayaannya ke Malaysia dengan nilai total US$ 5,22 milyar atau
naik 19,00% di tahun 2007. Ekspor tahun 2007 ini lebih besar
dari tahun 2006. Total perdagangan bilateral Indonesia dan
Malaysia dalam bidang ini adalah senilai US$ 11,50 milyar, ekspor
ini terdiri atas migas dan non migas. Komoditi impor utama
Malaysia dai Indonesia antara lain elektronik, komponen
6
Id.wikipedia, dalam https://www.id.m.wikipedia.org, di akses 20 April 2012, pukul 15:40
7
Sumarsono M, Indonesia dan Hubungan Antarbangsa, (Sinar Harapan; Jakarta, 1985) Hal 140

6
kendaraan bermotor, kakao dan karet. Kerja sama kedua negara
ini juga terdapat dalam kerja sama anti teroris. Indonesia dan
Malaysia sepakat menjadikan teroris sebagai musuh bersama, dan
bertekad untuk memerangi teroris dengan melakukan pertukaran
intelejen.

Pertukaran intelejen ini sangat penting dalam menempatkan posisi


kedua ini negara ke tempat yang jauh lebih baik dalam memerangi
teroris yang mengancam kedua negara ini. Misalnya, TNI dan ATM
melakukan latihan gabungan, yang di fokuskan kan untuk
menjaga perbatasan wilayah antar kedua negara ini di
Kalimantan.

2.2 Konflik yang terjadi dalam hubungan kerja sama Indonesia


dan Malaysia

Hubungan kerja sama Indonesia dan Malaysia pernah


mengalami pasang surut dan perjalanan kerja sama kedua negara
ini tidak berjalan dengan mulus, banyak sekali muncul konflik
atau permasalahan yang pernah di hadapi dalam hubungan
bilateral kedua negara ini. Beberapa permasalahan tersebut
sebagai berikut, Pertama, permasalahan dalam perbatasan
wilayah seperti Selat Malaka. Selat Malaka merupakan jalur
perairan yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Cina
Selatan (SamudraPasifik), Selat Malaka membentang antara pulau
Sumatera di Indonesia sebelah Barat dan Semenanjung Malaysia. 8
Masalah Selat Malaka sempat akan di internasionalisasikan,
namun tidak jadi karena cukup negara-negara pantai yang
menjaga perairan tersebut, yaitu Malaysia dan Indonesia.
Penjagaan Selat Malaka dilakukan dengan cara masing-masing

8
Sumarsono M, Indonesia dan Hubungan Antarbangsa, (Sinar Harapan; Jakarta, 1985) Hal 14

7
Angkatan Laut uang di miliki oleh kedua negara ini berpatroli
bersama di sekitar wilayah perairan Selat Malaka. Hingga saat ini
masih belum jelas status dari Selat Malaka yang merupakan
bagian dari wilayah negara Indonesia atau Malaysia. Kedua,
permasala kuhan tentang Pulau Sipadan-Ligitan dan Masalah
Ambalat. Sengketa wilayah ini bermula dari pertemuan antara
kedua negara ini dalam penetapan batas kontinen antara
Indonesia dan Malaysia di Kuala Lumpur pada tanggal 22
September 1969. Pada waktu pembicaraan landas kontinen di laut
Sulawesi, kedua negara ini sama-sama mengklaim pulau Sipadan
dan Ligitan. Dalam menyelesaikan sengketa ini Indonesia dan
Malaysia mengadakan perundingan dari berbagai tingkat seperti
Senior Official Meetings dan yang lainnya namun tidak mendapat
hasil.9

Konflik ini terjadi karena Indonesia kurang memperhatikan


kondisi geografis terutama pulau-pulau terluar di Indonesia,
karena pulau ini adalah salah satu pulau yang berbatasan
langsung dengan Malaysia. Hal ini sudah terbukti dengan
hilangnya Pulau Sipadan-Ligitan yang di akui oleh Malaysia.
Skenario pengambilalihan pulau ini telah di persiapkan sejak lama
oleh nagara Negeri Jiran ini. Lalu pada tahun 2000 Malaysia telah
membawa masalah ini ke International Court Of Justice (IJC) yang
akhirnya di menangkan oleh Malaysia. Setelah sudah bisa
memiliki pulau Sipadan-Ligitan, Malaysia juga berambisi
menduduki Ambalat.

Ambalat adalah blok laut seluas 15.235 km² yang terletak di


Laut Sulawesi atau Selat Makassar di dekat perpanjangan

9
Saarah S.E, Jurnal Konflik Indonesia dan Malaysia, (Pratama Media; Solo, 2017) Hal 4

8
perbatasan darat antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Timur
Indonesia.10

Malaysia menduga bahwa Ambalat mengandung minyak dan


gas bumi yang nilainya sangat besar dan hingga mencapai
Miliaran Dollar AS. Krisis ini di mulai sejak PETRONAS
(Perusahaan Minyak Milik Malaysia memberikan konsensi
pengeboran minyak lepas pantai Sulawesi yaitu di blok Ambalat
kepada SHEEL (Perusahaan Milik Inggris dan Belanda) yang
membuat hubungan Indonesia dan Malaysia mengalami
ketegangan yang sangat mencemaskan. Hal ini membuat
Indonesia mengalami kerugian.

Ketiga, adanya Ilegal Logging atau penebangan liar. Kegiatan


ini adalah penebangan atau pengangkutan kayu yang tidak
memiki izin yang sah dan tidak mendapat izin dari otoritas
setempat. Karena Indonesia adalah negara yang mempunyai
potensi SDA yang sangat besar khususnya seperti hutan yang
memberikan hasil hutan yang sangat menjanjikan harganya jika di
jual seperti kayu, rotan, dan yang lainnya.

Persoalan ilegal logging sudah lama terjadi di Indonesia


kembali mencuat karena banyak sekali kayu-kayu di Indonesia
yang di curi dan di bawa keluar negeri. Malaysia yang berbatasan
langsung dengan Kalimantan juga di anggap sebagai “Pencuri”
hasil hutan Indonesia, para pelaku kayu tersebut membawa kayu-
kayu dari Indonesia dengan cara membeli kayu dan membiayai
para pencuri kayu dari Kalimantan dan Papua. Lalu, ilegal logging
ini juga di dukung dan di berikan dana dari Pengusaha Kayu
Malaysia. Dengan banyak kayu yang di curi, Indonesia mengalami

10
Id.wikipedia, dalam https://id.m.wikipedia.org, di akses 25 Januari 2015, pukul 17.55

9
kerugian yang sangat besar, merusak lingkungan hutan di
Indonesia, dan kayu-kayu hasil curian itu di jual ke negara Eropa
dan Jepang.11

Keempat, Persoalan tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKl).


Banyak sekali permasalahan dalam hal ini karena banyaknya TKI
ilegal yang membuat ganjalan dalam hubungan kerja sama antara
Indonesia dan Malaysia. Rumitnya penanganan TKI bukan saja
semata-mata berasal dari pihak Indonesia saja namun juga dari
negara Malaysia. Hal ini dia sebabkan karena adanya sudut
pandang yang berbeda dan keinginan yang berbeda.

Banyak sekali status TKI ilegal di Malaysia terjadi karena


beberapa hal. Hal yang pertama, para TKI sengaja masuk ke
wilayah Malaysia tanpa menggunakan dokumen yang lengkap dan
sah, melalui jalur yang tidak resmi di wilayah perbatasan antara
kedua negara ini. Kedua, mereka masuk ke Malaysia dengan visa
kunjungan wisata yang kemudian menyusup agar bisa kerja di
sana. Ketiga, TKI ilegal ini bisa terjadi jika masa berlaku dokumen
yang ia miliki sudah habis, namun yang bersangkutan masih tetap
bertahan dengan berpindah kerja atau melarikan diri. Keempat,
tenaga kerja yang semula legal dan bekerja dengan satu majikan
saja, tetapi karena adanya penganiayaan, pelecehan seksual, jam
kerja yang bertambah, gaji tidak di bayar itu mengakibatkan para
pekerja melarikan diri yang mengakibatkan dirinya berubah
menjadi TKI yang berstatus ilegal.12

Salah satu korban dari konflik ini adalah Mei Herniati TKI
yang berasal dari daerah Cirebon yang disiksa majikannya.

11
Sumarsono M, Indonesia dan Hubungan Antarbangsa, (Sinar Harapan; Jakarta, 1985) Hal 160
12
M. Maiwan, Hubungan Indonesia dan Malaysia, ( Aditya Media; Solo, Cetakan XI, 2012) Hal 3

10
Kelima, masalah asap yang berasal dari kebakaran hutan.
Hal ini terjadi karena setiap tahunnya banyak sekali bencana
kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Dampak dari
kebakaran hutan ini tidak merugikan negara Indonesia saja tapi
juga berdampak ke negara tetangga salah satunya adalah
Malaysia. Kebakaran hutan ini juga terjadi akibat penggundulan
hutan dan akibat fenomena El Nino yang menyebabkan
kekeringan yang menjadikan kebakaran hutan yang sangat hebat
seperti di Kalimantan. 13

Sehingga asapnya pun sangat tebal dan dapat membuat


infeksi pernapasan seperti sesak nafas. Karena luasnya kebakaran
hutan di Indonesia terbentuklah asap tebal yang hampir menutupi
beberapa wilayah yang ada di Malaysia dan membuat indeks
standar pencemaran udara di Malaysia mencapai titik yang
membahayakan.

Hal ini membuat warga negara Malaysia sangat geram dan


marah, karena sangat mengganggu kegiatan sehari-hari yang
mereka lakukan dan membuat jarak pandang yang terbatas pula
membuat mereka harus memakai masker jika melakukan kegiatan
diluar rumah.

Keenam, adanya permasalahan dalam kebudayaan.


Indonesia dan Malaysia mempunyai persamaan budaya karena
memiliki rumpun yang sama yaitu rumpun Melayu. Konflik ini
muncul karena negara Negri Jiran ini sering mengklaim
kebudayaan Indonesia adalah kebudayaannya sendiri. Tetapi
pengklaiman kebudayaan yang dilakukan Malaysia sangat lemah

13
M. Maiwan, Hubungan Indonesia dan Malaysia, ( Aditya Media; Solo, Cetakan XI, 2012) Hal 4

11
karena kebudayaan yang ia klaim itu sudah lebih dulu dikenal
oleh dunia bahwa itu adalah kebudayaan yang di miliki oleh
Indonesia. Yang paling membuat pemerintah Indonesia sangat
marah adalah Malaysia menggunakan hasil klaim budaya
Indonesia dijadikan ajang promosi pariwisata Malaysia. Yang
dilakukan Malaysia dengan mengklaim budaya Indonesia adalah
bagian dari krisis identitas yang di alami Malaysia dan untuk
mempertahankan eksistensinya sebagai negara yang kaya budaya.

Beberapa budaya Indonesia yang di klaim oleh Malaysia di


antaranya, lagi “Rasa Sayange” sebagai salah satu lagu yang di
gunakan oleh Departemen Pariwisata Malaysia untuk
mempromosikan pariwisata yang ada di Malaysia meluncur
pernyataan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan kebudayaan
milik Malaysia. Hal ini Ricuh tersebut segera disudahi oleh Menteri
Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia Rais Yatim
yang mengakui lagu Rasa Sayange adalah milik Indonesia. 14

Ada juga pengklaiman “Kain Batik” Untuk menghindari


polemik berkepanjangan, pemerintah Indonesia pun segera
mendaftarkan batik ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan.
Meski telah didaftarkan sejak 3 September 2008, UNESCO baru
mengakui batik sebagai warisan budaya Indonesia pada 2 Oktober
2009 setelah dilakukan pengujian, lalu juga seperti “Tari Reog
Ponorogo” bagian dari budaya mereka, jelas mengada-ngada. Dari
namanya saja sudah tampak bahwa Reog berasal dari Ponorogo.
Untuk menutupi hal tersebut, Duta Besar Malaysia untuk
Indonesia segera membantah bahwa Malaysia pernah mengklaim

14
Sumarsono M, Indonesia dan Hubungan Antarbangsa, (Sinar Harapan; Jakarta, 1985) Hal 161

12
Reog sebagai warisan budaya mereka, “Tari Pendet” dan “Tari
Piring juga pernah di klaim. 15

Wayang kulit pernah diklaim oleh Malaysia sebagai bagian


dari budaya mereka. Hal ini dikarenakan beberapa orang
Indonesia yang menetap di sana kerap mengadakan pertunjukan
wayang kulit. Untunglah, pada tanggal 27 November 2003
UNESCO mengakui Wayang Kulit sebagai warisan kebudayaan
Indonesia.

Malaysia pernah mengklaim Kuda Lumping sebagai budaya


mereka. Hal ini dikarenakan banyaknya orang-orang Jawa yang
menetap di Malaysia mewariskan budaya tersebut kepada anak-
anaknya di sana.

Masih banyak kebudayaan Indonesia yang di klaim oleh


malaysia seperti alat musik Angklung yang katanya adalah
warisan turun temurun yang di miliki malaysia. Ada pula
makanan Indonesia yang di klaim oleh Malaysia adalah Masakan
yang disebut-sebut sebagai masakan terenak di dunia versi CNN
ini pun tak lepas dari klaim Malaysia. Rendang pernah diklaim
Malaysia sebagai warisan budaya mereka karena banyak orang
Sumatera Barat yang tinggal di sana dan memasak rendang.

Sebenarnya masih banyak lagi warisan budaya Indonesia


yang pernah diklaim Malaysia sebagai budaya mereka. Misalnya
saja gamelan jawa, keris, nasi goreng, cendol, bahkan jamu

Bab III
15
Sumarsono M, Indonesia dan Hubungan Antarbangsa, (Sinar Harapan; Jakarta, 1985) Hal 162

13
Penutup

3.1 Kesimpulan

Dari analisa studi kasus model kerja sama antar negara


dapat di simpulkan bahwa hubungan kerja sama antar negara
Indonesia dan Malaysia itu adalah hubung bilateral. Indonesia dan
Malaysia adalah negara yang mempunyai rumpun yang sama dan
mempunyai bahasa yang sama yaitu bahasa Melayu

Kerja sama ini sangat menguntungkan bagi kedua belah


pihak karena hal ini bisa meningkatkan ekonomi kedua negara
dan sebagai ajang silaturahmi antar negara. Kerja sama kedua
negara ini juga tidak berjalan mulus karena ada beberapa konflik
yang pernah terjadi dari masalah pengklaiman kebudayaan,
pengklaiman makanan, dan ada juga hingga wilayah perbatasan
yang diakui oleh negara Malaysia seperti Selat Malaka, pulau
Sipadan dan Ligitan. Ada juga penganiayaan, pemerkosaan, dan
gaji yang tidak di bayar terhadap pekerja Indonesia yang biasa di
sebut TKI, sehingga membuat beberapa pekerja menjadi korban
dan menjadi orang yang depresi.Pada dasarnya hubungan antar
negara itu di pengaruhi oleh kepentingan masing-masing negara
dan hubungan antar negara dapat berjalan dengan baik jika
kepentingan tersebut tidak saling berbenturan. Hubungan
Indonesia dan Malaysia sebenarnya dapat di katakan telah cukup
baik, hanya tinggal kedua Negara saling menghargai. 16

3.2 Saran

16
Sumarsono M, Indonesia dan Hubungan Antarbangsa, (Sinar Harapan; Jakarta, 1985) Hal 163

14
Sebagai negara yang berkepulauan, Indonesia harus mejaga
kebutuhan wilayahnya dan perbatasan antara negara tetangga
seeprti Malaysia. Pulau-pulau kecil ini secara geografis sangatlah
strategis karena pulau inilah yang menjadi perbatasan dengan
Malaysia dan negara lainnya.

Kebanyakan pulau-pulau yang ada di pelosok indonesia itu


sangat kurang akan perhatian dari negaa sehingga banyak sekali
para pencuri yang dengan mudahnya masuk ke indoesia untuk
mencuri kekayaan indonesia. Pemerintah perlu mengembangkan
pengelolaan pulau-pulau tersebut sebagai wilayah konservasi atau
objek wisata. Pembagunan sarana pengamanan sangat di perlukan
seperti membangun pos pengamanan dengan personil yag
memadai.

Indonesia harus lebih teliti dan harus tetap menjaga agar


wilayahnya tidak di rebut lagi dan juga Kebudayaan yang di miliki
indonesia tidak di klaim lagi oleh Malaysia. Perlu, pemerintah
indonesia mendaftarkan semua kebudayaan indonesia ke pihak
UNESCO.

Daftar Pustaka

15
Sumarsono Mestiko, Indonesia dan Hubungan Antarbangsa,
(Jakarta: Sinar Harapan, 1985)

Tuti Ermawati dan Yeni Saptia, Kinerja Ekspor Minyak Kelapa


Sawit Indonesia, (Yogyakarta: CV. Budi Utama, 2013)

M. Arif Nasution, Orang Indonesia di Malaysia (Menjual


Kemiskinan Membangun Identitas), (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2001)

Saarah S.E, Jurnal Konflik Indonesia dan Malaysia, (Solo: Pratam


Media, 2017)

M. Maiwan, Hubungan Indonesia dan Malaysia, (Solo: Aditya


Media, Cetakan XI, 2012)

Id.wikipedia, Hubungan Kerja Sama Indonesia dan Malaysia,


dalam https://www.id.m.wikipedia.org, di akses 20 April 2012,
pukul 15:40

Kemendikbud RI, Kerja Sama Indonesia dan Malaysia Bidang


Pendidikan, dalam https://kemendikbud.go.id, di akses 17
Januari 2019, pukul 10.15

Id.wikipedia, Konflik Indonesia dan Malaysia tentang Pulau


Sipadan dan Ligitan, dalam https://id.m.wikipedia.org, di akses
25 Januari 2015, pukul 17.55

KBBI, Edisii v, (Jakarta: Departemen Penddidikan Nasional, 2016)

16