Anda di halaman 1dari 8

2019-12-04 10:05 PM

PENTINGNYA AKREDITASI RUMAH SAKIT DALAM


PELAYANAN, KESELAMATAN, DAN PERLINDUNGAN KEPADA
PASIEN

Putri Leony Hasibuan / 181101058


putrileony1@gmail.com

Abstrak
Salah satu standar keselamatan yaitu sasaran keselamatan pasien atau Patient Safety Goals.
Sasaran keselamatan pasien merupakan syarat yang harus diterapkan oleh semua rumah sakit
yang diakreditasi oleh komisi akreditasi rumah sakit. Nine Life-Saving Safety Solutions dari
WHO Patient Safety (2007) merupakan acuan yang menjadi penyusun sasaran keselamatan
pasien ini yang juga digunakan oleh komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit PERSI
(KKPRSI), dan Joint Commission International (JCI).

Kata kunci: perawat, keselamatan, pelayanan.

1. Latar Belakang masyarakat, diantaranya adalah

Akreditasi Rumah Sakit yang penyediaan pelayanan kesehatan

ada di Indonesia dilakukan oleh Komisi termasuk penyediaan rumah sakit.

Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Di dalam Undang-Undang

Akreditasi rumah sakit adalah salah satu nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah

cara untuk menilai mutu pelayanan Sakit bagian ketiga pasal 40

rumah sakit. Peningkatan mutu menyatakan bahwa dalam upaya

pelayanan rumah sakit adalah hal yang meningkatkan mutu pelayanan Rumah

sangat penting, karena rumah sakit Sakit wajib dilakukan akreditasi secara

dapat memberikan pelayanan yang berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.

paling kritis dan berbahaya dalam Program akreditasi rumah sakit

pelayanan dan sasaran kegiatannya di Indonesia dimulai pada sejak tahun

adalah jiwa manusia. Tujuan penulisan 1996 yang mana merupakan

makalah ini adalah agar lebih dipahami pelaksanaan dari Sistem Kesehatan

bahwa akreditasi sangat penting bagi Nasional (SKN). SKN menjelaskan

peningkatan mutu rumah sakit. Peran bahwa akreditasi rumah sakit

Pemerintah sangat besar dalam merupakan penilaian terhadap mutu dan

meningkatkan kesejahteraan jangkauan pelayanan rumah sakit secara


2019-12-04 10:05 PM

berkala yang dapat digunakan untuk berkas rekam medis merupakan salah
penetapan kebijakan pengembangan satu bagian peningkatan kinerja sesuai
atau peningkatan mutu. standar akreditasi rumah sakit.

5. Pembahasan
2. Tujuan Akreditasi Rumah Sakit

Untuk mengetahui betapa merupakan pengakuan pemerintah

pentingnya akreditasi untuk suatu terhadap rumah sakit yang telah

rumah sakit terutama dalam memenuhi standar yang telah tetapkan.

menjalankan pelayanan, keselamatan, Tujuan umum akreditasi ialah untuk

dan perlindungan terhadap pasien. mendapatkan gambaran sejauh mana


pemenuhan standar yang ditetapkan

3. Metode rumah sakit di Indonesia, sehingga


mutu pelayanan dapat
Metode yang digunakan dalam
dipertanggungjawabkan. Akreditasi
penelitian ini yaitu deskriptif dengan
rumah sakit sangat bermanfaat baik bagi
pengumpulan data dari berbagai buku
rumah sakit itu sendiri, masyarakat
(textbook) ataupun jurnal.
maupun pemilik rumah sakit.
Akreditasi Rumah Sakit yang
4. Hasil
ada di Indonesia dilakukan oleh Komisi
Suatu rumah sakit harus
Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
memiliki akreditasi sebagai upaya
Akreditasi rumah sakit adalah salah satu
meningkatkan budaya keselamatan dan
cara untuk menilai mutu pelayanan
kualitas sehingga dapat dapat
rumah sakit. Peningkatan mutu
meningkatkan mutu pelayanannya.
pelayanan rumah sakit adalah hal yang
Standar akreditasi merupakan upaya
sangat penting, karena rumah sakit
untuk menyediakan suatu perangkat
dapat memberikan pelayanan yang
untuk mendorong suatu rumah sakit
paling kritis dan berbahaya dalam
untuk melakukan peningkatan mutu dan
pelayanan dan sasaran kegiatannya
keamanan pelayanan di rumah sakit.
adalah jiwa manusia. Tujuan penulisan
Rumah sakit secara teratur melakukan
makalah ini adalah agar lebih dipahami
penilaian terhadap isi dan kelengkapan
bahwa akreditasi sangat penting bagi
2019-12-04 10:05 PM

peningkatan mutu rumah sakit. Peran menyatakan rumah sakit harus


Pemerintah sangat besar dalam mempunyai program peningkatan mutu
meningkatkan kesejahteraan secara internal maupun eksternal, agar
masyarakat, diantaranya adalah dapat mengevaluasi seluruh kegiatan
penyediaan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan pelayanan bagi
termasuk penyediaan rumah sakit. pasien. Program peningkatan mutu
Penyediaan fasilitas pelayanan internal dilakukan menggunakan
kesehatan dalam rangka meningkatkan metode dan teknik yang dipilih dan
dan memelihara kesehatan, pengobatan ditetapkan oleh rumah sakit. Program
penyakit dan pemulihan kesehatan eksternal dapat dilakukan melalui
merupakan tanggung jawab pemerintah akreditasi, sertifikasi ISO dan lain-lain.
dan hak bagi masyarakat untuk ikut Di dalam Undang-Undang
serta. Diperlukan regulasi sehingga nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
peran ini dapat berjalan optimal. Sakit bagian ketiga pasal 40
Aktifitas regulasi secara umum menyatakan bahwa dalam upaya
merupakan pemberian izin, akreditasi meningkatkan mutu pelayanan Rumah
dan sertifikasi. Hal tersebut merupakan Sakit wajib dilakukan akreditasi secara
tiga cara utama dalam aktifitas regulasi berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.
pelayanan kesehatan yang dilaksanakan Program akreditasi rumah sakit
oleh Dinas Kesehatan. Akreditasi rumah di Indonesia dimulai pada sejak tahun
sakit merupakan suatu pengakuan yang 1996 yang mana merupakan
diberikan oleh pemerintah pada rumah pelaksanaan dari Sistem Kesehatan
sakit yang telah memenuhi standar yang Nasional (SKN). SKN menjelaskan
disyaratkan. bahwa akreditasi rumah sakit
Akreditasi rumah sakit adalah merupakan penilaian terhadap mutu dan
salah satu cara pemantauan pelaksanaan jangkauan pelayanan rumah sakit secara
pengukuran indikator dalam kinerja berkala yang dapat digunakan untuk
rumah sakit. Pengembangan penilaian penetapan kebijakan pengembangan
terhadap kinerja rumah sakit ialah tugas atau peningkatan mutu.
dari pemerintah yaitu departemen Terdapat beberapa Misi
kesehatan. Di dalam buku ”Pedoman pengembangan rumah sakit ditujukan
Penyelenggaraan Rumah Sakit” untuk hal-hal sebagai berikut :
2019-12-04 10:05 PM

1). Melindungi masyarakat dalam (3) memberikan jaminan dan kepuasan


akuntabilitas publik; terhadap customers dan masyarakat
2). Memacu perbaikan internal di rumah bahwa pelayanan yang diberikan oleh
sakit melalui feedback ke rumah sakit rumah sakit diselenggarakan sebaik
dan internal benchmark; mungkin.
3).Sebagai mekanisme pemberian Manfaat akreditasi bagi rumah
reward serta penyediaan konsultan; sakit antar::
4). Menciptakan iklim transparansi dan 1). Akreditasi dalat menjadi forum
kompetisi yang sehat untuk mencapai komunikasi dan konsultasi antara rumah
misi kesehatan prima; sakit dengan lembaga akreditasi yang
5).Tujuan benchmark antar rumah sakit. akan memberikan saran perbaikan untuk
6) Tujuan akreditasi rumah sakit. peningkatan mutu pelayanan rumah
Tujuan umum akreditasi yaitu sakit;
mendapat gambaran seberapa jauh 2). Melalui self evaluation, rumah sakit
rumah sakit di Indonesia memenuhi dapat mengetahui pelayanan yang
standar yang ditetapkan sehingga mutu berada pada bawah standar atau perlu
pelayanan rumah sakit dapat ditingkatkan;
dipertanggung jawabkan. 3). Penting untuk penerimaan tenaga;
Sedangkan tujuan khususnya 4). Menjadi salah satu alat untuk
meliputi: negosiasi dengan perusahaan asuransi
(1) memberikan pengakuan dan kesehatan;
penghargaan terhadap rumah sakit yang 5). Alat untuk memasarkan (marketing)
telah mencapai tingkat pelayanan pada masyarakat.
kesehatan sesuai dengan standar yang 6). Suatu saat pemerintah akan
telah ditetapkan, mensyaratkan akreditasi sebagai kriteria
(2) memberikan jaminan terhadap untuk memberi ijin rumah sakit yang
petugas rumah sakit bahwa semua sudah menjadi tempat pendidikan
fasilitas, tenaga dan lingkungan yang tenaga medis/ keperawatan;
diperlukan tersedia, sehingga dapat 7). Meningkatkan citra dan kepercayaan
mendukung upaya penyembuhan dan di rumah sakit.
pengobatan pasien dengan sebaik- Manfaat akreditasi bagi
baiknya, masyarakat adalah:
2019-12-04 10:05 PM

1). Masyarakat bisa memilih rumah berlaku dan perkembangan akreditasi


sakit yang baik pelayanannya; internasional.
2). Masyarakat dapat merasa lebih aman Dalam melaksanakan tugasnya,
mendapat pelayanan di rumah sakit KARS menjalankan fungsi:
yang sudah diakreditasi. (1) perumusan kebijakan dan tata
Manfaat akreditasi bagi laksana akreditasi rumah sakit,
karyawan rumah sakit ialah: (2) penyusunan rencana strategi
1). Merasa aman sebab sarana dan akreditasi rumah sakit,
prasarana sesuai standar; (3) mengangkat dan memberhentikan
2). Self assessment dapat menambah tenaga surveyor,
kesadaran akan pentingnya pemenuhan (4) menetapkan statuta KARS dan dan
standar serta peningkatan mutu. aturan internal pelaksanaan survei
Manfaat akreditasi untuk akreditasi,
pemilik rumah sakit ialah pemilik dapat (5) penetapan status akreditasi dan
mengetahui rumah sakitnya dikelola penerbitan sertifikasi akreditasi,
secara efisien dan efektif. Sesuai dengan (6) penyelenggaraan pendidikan dan
surat keputusan Menteri Kesehatan pelatihan di bidang akreditasi dan mutu
Republik Indonesia Nomor 1165 A layanan rumah sakit,
tahun 2004 tentang Komisi Akreditasi (7) pelaksanaan penelitian dan
Rumah Sakit, akreditasi Rumah Sakit di pengembangan di bidang akreditasi.
Indonesia dapat dilakukan oleh Komisi Metode yang digunakan pada
Akreditasi Rumah Sakit (KARS). program akreditasi ialah sebagai
KARS merupakan organisasi berikut:
penyelenggara akreditasi yang bersifat (1) survei pra akreditasi, rumah sakit
fungsional, non struktural, independen menilai diri sendiri (self assessment)
dan bertanggung jawab kepada Menteri. setelah menerima kuesioner pra
Tugas KARS ialah melakukan akreditasi,
perencanaan, pelaksanaan, (2) survei akreditasi, survei dilakukan
pengembangan dan pembinaan dalam oleh surveyor yang ditugaskan oleh
bidang akreditasi rumah sakit KARS. Survei ini dilakukan di lokasi
berdasarkan dengan ketentuan yang rumah sakit setelah kuesioner pra
akreditasi dievaluasi oleh KARS.
2019-12-04 10:05 PM

Namun pada pelaksanaannya rumah Ada empat kemungkinan status


sakit diminta menyusun rencana akreditasi yaitu:
kegiatan akreditasi dan dari rencana (1) Tidak terakreditasi, yaitu bila rumah
kegiatan rumah sakit tersebut Direktur sakit belum mampu memenuhi standar
Jendral Pelayanan Medik menentukan yang ditetapkan,
jadwal pelaksanan survei, dan rumah (2) Akreditasi bersyarat, yaitu apabila
sakit harus mengirimkan self nilai total lebih dari 65 % tapi kurang
assessment. dari 75 %, tidak ada nilai di bawah 60
KARS mempunyai surveyor %, dalam waktu satu tahun akan dinilai
yang bertugas mengadakan kunjungan lagi,
lapangan (site visit). (3) Akreditasi penuh, yaitu bila nilai
Ada tiga kategori surveyor, total lebih dari 75 %, tidak ada nilai di
yaitu: bawah 60 %, masa berlaku tiga tahun,
(1) surveyor administrasi, melakukan (4) Akreditasi istimewa, untuk 5 tahun
survei terhadap administrasi dan masa berlaku, didapat setelah tiga kali
manajemen, rekam medik, pelayanan berturut turut mendapat akreditasi
farmasi dan K3 (Keselamatan dan penuh. Penjaminanan mutu dan
Kesehatan Kerja), akreditasi.
(2) surveyor medik, melakukan survei Akreditasi rumah sakit adalah
terhadap pelayanan medis, pelayanan salah satu cara untuk menilai mutu
gawat darurat, pelayanan radiologi, pelayanan rumah sakit. Kegiatan
pelayanan laboratorium dan pelayanan akreditasi adalah penilaian sendiri (self
kamar operasi, assessment) yang dilakukan oleh rumah
(3) surveyor keperawatan, melakukan sakit dan proses penilaian dari luar
survei pada pelayanan keperawatan, (external peer review) untuk menilai
pengendalian infeksi nosokomial dan mutu layanan dihubungkan dengan
pelayanan perinatal risiko tinggi. standar dan cara penerapannya.
Status akreditasi ditetapkan oleh
Direktur Jendral Pelayanan Medik 6. Penutup
Departemen Kesehatan atas usulan dari
Rumah sakit wajib memiliki
KARS.
akreditasi dalam upaya untuk
meningkatkan kualitas pelayanan. Oleh
2019-12-04 10:05 PM

karena itu akreditasi berperan penting Tahun 2009 Tentang Rumah


dalam keselamatan pasien. Untuk Sakit. In: Kesehatan, K. (Ed.).
memperlancar proses keberhasilan Jakarta: Kementerian Kesehatan.
akreditasi suatu rumah sakit perlu Maghfiroh, L. and Rochmah, T. N.
didukung oleh pemerintah. Pemerintah (2017) ‘Analisis Kesiapan
daerah harus ambil peran dalam Puskesmas Demangan Kota
perencanaan pengakreditasian rumah Madiun Dalam Menghadapi
sakit. Akreditasi’, Jurnal MKMI, 13(4),
pp. 329– 336
7. Referensi Rahma, P.A. 2012. Akreditasi Rumah

Aihw 2013. Australian Hospital Sakit, Pengakuan Atas Kualitas

Statistic 2012 - 2013. Australian Layanan. Mutu Pelayanan

Institute Of Health And Welfare. Kesehatan. Oktober. Accessed

Bangun, W. 2012. Manajemen Sumber Oktober 26, 2019.

Daya Manusia. Jakarta: Penerbit http://mutupelayanankesehatan.ne

Erlangga. t/

Doucette, D. & Millin, B. 2011. Should index.php/component/content/arti

Key Performance Indicators For cle/19-headline/151.

Clinical Services Be Mandatory? Robbins, P.S., Judge, T.A.,. 2013.

The Canadian Journal Of Hospital Organizational Behavior. New

Pharmacy, 64. York: Prentice Hall.

Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., Rozner, S. 2013. Developing And

Donnelly, J.H., Konopaske, R., Using Key Performance

2012. Organizations: Behavior, Indicators A Toolkit For Health

Structure, Processes. Fourteenth Sector Managers.

Edition. New York: McGraw- Simamora. R.H. (2019). Buku Ajar:

Hill. Pelaksanaan Identifikasi Pasien.

Kaswan, 2015. Sikap Kerja: Dari Teori Ponorogo, Jawa Timur: Uwais

dan Implementasi Sampai Bukti. Inspirasi Indonesia.

Bandung: Alfabeta. Simamora. R.H. (2019). Documentation

Kemkes 2009. Undang-Undang Of Patient Identification into the

Republik Indonesia Nomor 44 Electronic System to Improve the


2019-12-04 10:05 PM

Quality of Nursing Services. To Set National Patient Safety


International Journal of Scientific Goals? An Empirical Evaluation
& Technology Research, 8(9), In Taiwan. International
1884-1836.

Simamora. R.H. (2019). Pengaruh


Penyuluhan Identifikasi Pasien
dengan Menggunakan Media
Audiovisual terhadap
Pengetahuan Pasien Rawat Inap.
Jurnal Keperawatan Silampari,
3(1), 342-253.
Soemohadiwidjoyo, A.T.,. 2015.
Panduan Praktis Menyusun KPI
(Key Performance Indicator).
Jakarta: Penerbit Raih Asa
Sukses.
Sutoto. 2013. Perubahan Paradigma
Akreditasi Versi 2012 untuk
Asesor Internal. Workshop Para
Pimpinan Rumah Sakit. Jakarta,
Juni 28-29.
Sunaryo. 2009. Keselamatan Pasien dan
risiko klinis. Diponegoro
Universty Press. Semarang.
Torang, S.,. 2013. Organisasi dan
Manjemen: Perilaku, Struktur,
Budaya dan Perubahan Oganisasi.
Bandung: Penerbit Alfabeta.
Wung, C. H.-Y., Yu, T.-H., Shih, C.-L.,
Lin, C.-C., Liao1, H.-H. &
Chung, K.-P. 2011. Is It Enough