Anda di halaman 1dari 5

MATERI

Peta konsep pengelompokkan proses metabolisme

Proses pertama yang akan kita bahas dalam metabolisme yaitu proses KATABOLISME. Jadi, apa
ya yang dimaksud dengan KATABOLISME? yuk kita baca penjelasan dibawah ini ...
Seperti yang telah dijelaskan diatas, dalam proses katabolisme terdapat proses respirasi yang
terjadi TANPA OKSIGEN atau lebih dikenal sebagai proses Respirasi Anaerob yang terdiri dari
Fermentasi asam laktat dan Fermentasi Alkohol. Tahapan proses RESPIRASI ANAEROB hanya
tahap GLIKOLISIS atau FERMENTASI saja seperti dibawah ini :

Selanjutnya, Respirasi Aerob atau proses respirasi dengan menggunakan OKSIGEN. Dimana,
tahap awal berupa pemecahan glukosa pada tahap GLIKOLISIS, membentuk asam piruvat yang
kemudian masuk ke tahap DEKARBOKSILASI OKSIDATIF membentuk asetik ko-A, tahap SIKLUS
KREBS, pada masing-masing tahapan tersebut akan membentuk energi(ATP) pada tahap
TRANSPOR ELEKTRON.
Berikut BUKANLAH PERTANYAAN yang harus dijawab melainkan PENJELASAN terkait PROSES
RESPIRASI AEROB. Maka, simaklah penjelasan berikut ini mengenai tahapan-tahapan dalam
proses Respirasi Aerob yang terdiri dari GLIKOLISIS, DEKARBOKSILASI OKSIDATIF, SIKLUS
KREBS, dan TRANSPOR ELEKTRON.

Tentunya kalian masih asing kan dengan istilah-istilah tersebut? yuk baca dan pahami
penjelasannya.

(1) TAHAP GLIKOLISIS : Tahap pertama respirasi aerob yang terjadi di dalam sitoplasma atau
sitosol. Pada tahap ini molekul glukosa akan diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana.
Hasil penguraian molekul glukosa pada glikolisis berupa 2 molekul ATP, 2 molekul asam piruvat,
dan 2 molekul NADH. ATP (adenosin trifosfat) merupakan sumber energi yang nantinya digunakan
untuk transpor aktif menuju mitokondria. Untuk 2 molekul NADH yang dihasilkan akan ditransfer
ke tahap transpor elektron. Berikut ini ringkasan tahap glikolisis : (GLUKOSA + 2ATP >>> 2 ASAM
PIRUVAT +2 NADH+2ATP). SELANJUTNYA

(2) TAHAP DEKARBOKSILASI OKSIDATIF : Tahap ini berlangsung di dalam mitokondria. Reaksi
pertama diawali dengan perubahan asam piruvat menjadi asetil koenzim A (asetil koA).
Perubahan tersebut menghasilkan molekul CO2 dan NADH. Artinya, satu molekul asam piruvat
akan menghasilkan 1 molekul asetil koA, CO2, dan NADH. Oleh karena pada tahap glikolisis
dihasilkan 2 asam piruvat, maka dekarboksilasi oksidatif menghasilkan 2 molekul asetil koA, 2
molekul CO2, dan 2 molekul NADH. Untuk memudahkan pemahamanmu tentang dekarboksilasi
oksidatif, perhatikan ringkasan berikut : (2 ASAM PIRUVAT + 2 KOENZIM A >>>>> 2 ASETIL KoA +
2 CO2 (Karbondioksida) + 2 NADH). SELANJUTNYA

(3) TAHAP SIKLUS KREBS : Pada tahap ini akan dihasilkan 2 molekul ATP, 6 molekul NADH, 2
molekul FADH2, dan 4 molekul CO2. Jika disederhanakan, siklus Kreb bisa dituliskan sebagai
berikut : ( 2 ASETIL KoA + 2 ASAM OKSALOASETAT >>> 6 NADH + 2 FADH2 + 2 ATP + 4 CO2
(KARBONDIOKSIDA). Terakhir

(4) TAHAP TRANSPOR ELEKTRON : Tahap ini merupakan tahap akhir pada respirasi aerob yang
disertai pembentukan ATP paling banyak. Transpor elektron berlangsung di dalam krista, yaitu
membran dalam mitokondria. Reaksi yang berlangsung di dalam transpor elektron adalah reaksi
reduksi dan oksidasi antara senyawa NADH dan FADH2. Kedua senyawa tersebut dihasilkan dari
tahapan sebelumnya. Senyawa yang terlibat dalam transpor elektron adalah koenzim Q, sitokrom
B, sitokrom C, sitokrom A, sitokrom A3, dan oksigen. Transpor elektron yang melibatkan oksidasi
NADH akan menghasilkan 3 ATP dan 1 H2O. Demikian halnya dengan oksidasi FADH2. Pada
oksidasi FADH2, jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit, yaitu 2 ATP. Hal itu disebabkan oleh
kecilnya energi yang dihasilkan dari oksidasi FADH2. Secara ringkas, pembentukan ATP dari
NADH dan FADH2 ditulis sebagai berikut : (OKSIDASI 1 NADH akan menghasilkan 3 ATP)
(OKSIDASI 1 FADH2 akan menghasilkan 2 ATP). Dengan demikian, tahap transpor elektron
menghasilkan 34 ATP dan 12 H2O. Jika seluruh ATP dijumlahkan (mulai glikolisis – transpor
elektron), akan dihasilkan seperti berikut : REAKSI GLIKOLISIS menghasilkan 2 ATP (digunakan
untuk TRANSPOR AKTIF), REAKSI DEKARBOKSILASI OKSIDATIF tidak menghasilkan ATP, REAKSI
SIKLUS KREBS menghasilkan 2 ATP, REAKSI TRANSPOR ELEKTRON menghasilkan 34 ATP. Jadi,
TOTAL ATP yang dihasilkan pada PROSES RESPIRASI AEROB sebesar 36 ATP.

Berikut contoh lain yang menggambarkan 4 Tahapan Respirasi Aerob. Namun, pada gambar
dibawah ini ada hal yang harus di pahami kembali, dimana pada gambar dibawah ini hasil akhir
energi(ATP) tertulis 38 ATP ini belum dikurangi 2 ATP yg dihasilkan saat tahap glikolisis akan
digunakan pada tahap transpor aktif, sehingga yang tadinya total ATP 38 - 2 ATP = 36 ATP yang
dihasilkan. Jadi pada akhirnya produk energi(ATP) proses Respirasi Aerob adalah 36 ATP.
Setelah kita memahami proses Respirasi Aerob dan Respirasi Anerob diatas, maka secara
kesimpulan dapat kita ketahui perbedaan Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob berdasarkan
pengertian, tempat reaksi, jumlah energi (ATP) yang dihasilkan hingga bentuk reaksinya.