Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH PENGANTAR ILMU KEHIDUPAN

KASUS PENELITIAN DI BIDANG BIOTEKNOLOGI LINGKUNGAN


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Kehidupan Dosen

Pengampu: Tri Ardyati, M.Agr.,Ph.D

Disusun Oleh:
Fiki Herianto (205090501111047)
M. Hassan Haryo W. (205090500111001)
Salma Fitri Nugroho (205090501111028)
Sekar Delvita Sephianita (205090507111035)
Statistika-C

JURUSAN STATISTIKA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2020
A. Defini Bioteknologi Lingkungan
Bioteknologi adalah penggunaan organisme atau komponennya dalam proses
industri atau komersial, yang dapat dibantu oleh teknik manipulasi genetik dalam
pengembangannya.
Bioteknologi lingkungan merupakan salah satu cabang dalam bioteknologi yang
berkembang secara pesat terutama berkaitan dengan teknologi modern dalam
mengatasi suatu limbah berbahaya di lingkungan. Bioteknologi lingkungan diharapkan
dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

B. Data Limbah Di Indonesia

C. Limbah
Limbah bersumber dari berbagai aktivitas manusia, yang berasal dari materil sisa
yang sudah tidak dipakai lagi. Limbah dihasilkan dari aktivitas industri dan aktivitas
domestik, Menurut Abdurrahman (2006), berdasarkan wujud limbah yang dihasilkan,
limbah terbagi 3 yaitu :
1. Limbah Padat
Limbah padat adalah limbah yang memiliki wujud padat yang bersifat kering
dan tidak dapat berpindah kecuali dipindahkan. Limbah padat ini biasanya
berasal dari sisa makanan, sayuran, potongan kayu, ampas hasil industri, dan
lain-lain.
2. Limbah cair
Limbah cair adalah limbah yang memiliki wujud cair. Limbah cair ini selalu
larut dalam air dan selalu berpindah (kecuali ditempatkan pada wadah/bak).
Contoh dari limbah cair ini adalah air bekas cuci pakaian dan piring, limbah
cair dari industri, dan lain-lain.
3. Limbah gas
Limbah gas adalah limbah yang berwujud gas. Limbah gas bisa dilihat dalam
bentuk asap dan selalu bergerak sehingga penyebarannya luas. Contoh dari
limbah gas adalah gas buangan kendaraan bermotor, buangan gas dari hasil
industri

D. Dampak Limbah terhadap Kesehatan dan Lingkungan


Limbah B3 terutama logam berat seperti merkuri, timbal atau zat dioksin,
memiliki sifat beracun, karsinogenik (menyebabkan kanker), dan mutagenik
(menyebabkan cacat bawaan). Pengaruh terhadap kesehatan dapat merusak sistem saraf
otak, dan menyebabkan cacat bawaan hingga kematian. Dampak eksternalnya berupa
degradasi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Tanah,
air dan udara di sekitar lokasi pemrosesan limbah umumnya telah tercemar logam berat
dan senyawa-senyawa beracun.

E. Pengelolaan Limbah
1. Biogas
Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobic atau fermentasi
bahan-bahan organik seperti kotoran manusia dan hewan, limbah rumah tangga, dan
limbah organik. Proses ini memiliki peluang besar untuk menghasilkan energi
alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan bahan bakar fosil.
Tahapan proses pembentukan biogas, yaitu :
a) Tahap Hidrolisis (Tahap Pelarutan)
Pada tahap hidrolisis, bahan yang tidak larut seperti selulosa, polisakarida dan
lemak diubah menjadi bahan yang larut dalam air seperti glukosa. Tahap
pelarutan berlangsung pada suhu 25oC di digester. Reaksi :
b) Tahap Asidogenesis (Tahap Pengasaman)
Pada tahap asidogenesis, bakteri asam menghasilkan asam asetat dalam suasana
anaerob. Tahap ini berlangsung pada suhu 25oC di digester. Untuk menghasilkan
asam asetat, bakteri memerlukan oksigen dan karbon yang diperoleh dari
oksigen yang terlarut dalam larutan. Reaksi :

c) Tahap Metanogenesis
Pada tahap metanogenesis, bakteri metana membentuk gas metana secara
perlahan secara anaerob. Proses ini berlangsung selama 14 hari dengan suhu
25oC di dalam digester. Pada proses ini dihasilkan 70% CH4, 30 % CO2, sedikit
H2 dan H2S. Reaksi :
2. Bioremediasi

Bioremediasi adalah Proses pemecahan bahan organik berbahaya secara


biologis menjadi senyawa lain seperti karbondioksida, metana, dan air yang
bertujuan untuk menghilangkan atau mendetoksi polutan yang mencemari
lingkungan. Bioremediasi digunakan untuk memulihkan kondisi tanah yang
tercemar dan biasanya berlangsung secara alami, tetapi prosesnya berjalan sangat
lama. Agar berlangsung lebih baik dan cepat maka menggukakan dua metode yaitu:

a) Menstimulasi populasi mikroorganisme indigenous yang disebut biostimulasi.


b) Menambahkan populasi mikroorganisme oksogenous yang disebut
bioaugmentasi.
Jenis-jenis bioremediasi adalah sebagai berikut.
a) Biostimulasi
Biostimulasi adalah proses penambahan suatu nutrisi dan oksigen ke suatu
tempat yang tercemar, bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan aktifitas
bakteri yang ada di dalam tempat tercemar itu.
b) Bioaugmentasi
Bioaugmentasi adalah penambahan bakteri tertentu pada suatu tempat tercemar
yang berfungsi sebagai pembersih kontaminan yang ada di daerah tersebut. Cara
ini yang paling sering digunakan dalam menghilangkan kontaminasi di suatu
tempat. Namun ada beberapa hambatan yang ditemui ketika cara ini digunakan.
Sangat sulit untuk mengontrol kondisi situs yang tercemar agar mikroorganisme
dapat berkembang dengan optimal.
c) Biodegradasi
Biodegradasi adalah proses dimana bahan organik yang dirombak oleh enzim
yang dihasilkan oleh organisme hidup. Biodegradasi adalah istilah yang sering
digunakan dalam kaitannya dengan ekologi, pengelolaan sampah dan lingkungan
proses pemulihan (bioremediation). Bahan organik dapat didegradasi dengan
secara aerob, maupun anaerob.
Mikroorganisme dalam proses bioremediasi, yaitu Pseudomonas sp. ;
Alcaligenes sp. ; Acinetobacter sp. ; Bacillus sp. ; Thiobaillus ferrooxidants.
DAFTAR PUSTAKA

Retrieved from http://e-journal.uajy.ac.id/12896/3/BL013712.pdf


Retrieved from http://repository.unair.ac.id/25631/14/14.%20Bab%202.pdf
Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/229062-none-6d6750a9.pdf
Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/45408/3/BAB_II.pdf

Sa'diyah, W., Endang S., & Ibrohim (2016, September). Pengembangan Modul Bioteknologi Lingkungan
Berbasis Penelitian Matakuliah Bioteknologi Untuk Mahasiswa S1 Universitas Negeri Malang. Jurnal
Pendidikan:Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1, 1781. Retrieved from
http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/
LAMPIRAN
Deskripsi tugas anggota Kelompok 6 :
1. Fiki Herianto (205090501111047)
a. Mencari pustaka mengenai limbah
b. Menyusun makalah presentasi.
2. M. Hassan Haryo W. (205090500111001)
a. Mencari pustaka mengenai bioremediasi.
b. Menyusun presentasi dengan media PPT
3. Salma Fitri Nugroho (205090501111028)
a. Mencari pustaka mengenai biogas
b. Menyusun presentasi dengan media PPT.
4. Sekar Delvita Sephianita (205090507111035)
a. Mencari pustaka mengenai bioteknologi lingkungan
b. Menyusun makalah presentasi.