Anda di halaman 1dari 14

1

1.1 Penggunaan limbah anorganik (manfaatkan barang bekas)

Limbah anorganik adalah limbah yang berasal bukan dari makhluk hidup. Limbah
anorganik memerlukan waktu yang lama atau bahkan tidak dapat terdegradasi
secara alami. Limbah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbaharui
seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa limbah
anorganik pada tingkat rumah tangga diantaranya styrofoam, plastik, kaleng, dan
bahan gelas atau beling.

Salah satu pemanfaatan limbah anorganik adalah dengan cara proses daur ulang
(recycle). Daur ulang merupakan upaya untuk mengolah barang atau benda yang
sudah tidak dipakai agar dapat dipakai kembali. Limbah anorganik seperti barang
bekas dapat diubah menjadi barang yang cantik dan unik serta bernilai jual tinggi.
Beberapa limbah anorganik yang dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang,
misalnya:

1. Sampah plastik
Sampah plastik biasanya digunakan sebagai pembungkus barang. Plastik juga
digunakan sebagai perabotan rumah tangga seperti ember, piring, gelas, dan
lain sebagainya. Keunggulan barang-barang yang terbuat dari plastik yaitu
tidak berkarat dan tahan lama. Banyaknya pemanfaatan plastik berdampak
pada banyaknya sampah plastik. Padahal untuk hancur secara alami jika

2
dikubur dalam tanah memerlukan waktu yang sangat lama. Karena itu, upaya
yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan limbah plastik untuk didaur ulang
menjadi barang yang sama fungsinya dengan fungsi semula maupun digunakan
untuk fungsi yang berbeda. Misalnya ember plastik bekas dapat didaur ulang
dan hasil daur ulangnya setelah dihancurkan dapat berupa ember kembali atau
dibuat produk lain seperti sendok plastik, tempat sampah, atau pot bunga.
Plastik dari bekas makanan ringan atau sabun deterjen dapat didaur ulang
menjdai kerajinan misalnya kantong, dompet, tas laptop, tas belanja, sandal,
atau payung. Botol bekas minuman bisa dimanfaatkan untuk membuat mainan
anak-anak. Sedotan minuman dapat dibuat bunga-bungaan, asbak, pot, bingkai
foto, taplak meja, hiasan dinding atau hiasan lainnya.
2. Sampah logam
Sampah dari bahan logam seperti besi, kaleng, alumunium, timah, dan lain
sebagainya dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita. Sampah
dari bahan kaleng biasanya yang paling banyak kita temukan dan yang paling
mudah kita manfaatkan menjadi barang lain yang bermanfaat. Sampah dari
bahan kaleng dapat dijadikan berbagai jenis barang kerajinan yang bermanfaat.
Berbagai produk yang dapat dihasilkan dari limbah kaleng di antaranya tempat
sampah, vas bunga, gantungan kunci, celengan, gif box, dll.
3. Sampah Gelas atau Kaca
Sampah gelas atau kaca yang sudah pecah dapat didaur ulang menjadi barang-
barang sama seperti barang semula atau menjadi barang lain seperti botol yang
baru, vas bunga, cindera mata, atau hiasan-hiasan lainnya yang mempunyai
nilai artistik dan ekonomis.
4. Sampah kertas
Sampah dari kertas dapat didaur ulang baik secara langsung ataupun tak
langsung. Secara langsung artinya kertas tersebut langsung dibuat kerajinan
atau barang yang berguna lainnya. Sedangkan secara tak langsung artinya
kertas tersebut dapat dilebur terlebih dahulu menjadi kertas bubur, kemudian
dibuat berbagai kerajinan. Hasil daur ulang kertas banyak sekali ragamnya
seperti kotak hiasan, sampul buku, bingkai photo, tempat pinsil, dan lain
sebagainya.

3
Berikut merupakan beberapa contoh penggunaan barang bekas yang telah diubah
bentuk atau di daur ulang:

Tutup lampu hias dari kaleng bekas Dompet koin dari botol bekas

Frame mosaik dari CD bekas

Vas bunga dari botol kaca bekas Tempat pensil dari kaleng bekas

1.2 Pengolahan limbah anorganik yang ramah lingkungan (daur ulang)

Mengenai proses daur ulang, ada baiknya apabila mengetahui jenis limbah
anorganik yang dapat didaur ulang. Beberapa limbah anorganik yang dapat diolah
melalui proses daur ulang, misalnya plastik, gelas, logam, kertas, dan kaca.

4
Berikut ini prinsip-prinsip yang diterapkan dalam pengelolaan sampah anorganik
(4R):

a. Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau


material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material,
semakin banyak sampah yang dihasilkan.
b. Re-use (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa
dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali
pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang
sebelum ia menjadi sampah.
c. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak
berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang,
namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga
yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Teknologi daur ulang,
khususnya bagi sampah plastik, sampah kaca, dan sampah logam, merupakan
suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah,
untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut.
d. Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah
barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan
lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah
lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila
berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak
bisa didegradasi secara alami.

1.3 Cara Pengolahan Bahan Anorganik (Barang Bekas)

Limbah anorganik seperti botol, kaca, plastik dan kaleng, sebelum dibuang ke
TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sebaiknya dipilih terlebih dahulu. Karena
sampah ini masih ada kemungkinan untuk dimanfaatkan ulang maupun untuk
didaur ulang. Berikut ini adalah cara pengolahan bahan anorganik agar menjadi
barang yang dapat digunakan kembali (daur ulang).

1. Dompet koin dari botol bekas

5
Bahan dan alat yang perlukan yaitu:

 Botol bekas minuman


 Lem perekat
 Cutter/pisau/gunting
 Resleting

Cara membuat:

 Siapkan 2 botol bekas, potong kedua ujung bawah botol.


 Satukan kedua botol bekas yang telah disiapkan.
 Kemudian pasang resleting untuk menyatukan kedua potongan botol dengan
menggunakan lem perekat.

2. Membuat tutup lampu hias dari kaleng bekas

Bahan dan alat yang diperlukan yaitu:


 Kaleng bekas
 Alat ukir
 Kuas
 Cat

Cara membuat:
 Pertama ukir kaleng menggunakan alat ukir sesuai dengan bentuk yang
diinginkan.

6
 Cat kaleng tersebut supaya terligat indah. Hal ini memang membutuhkan
keahlian khusus dan ketelatenan untuk membuat ukirannya. Tapi anda bisa
memperlajarinya dengan melihat berbagai sumber yang tersedia.
 Memasang perangkat elektronik, membutuhkan keahlian khusus.

3. Kepingan CD bekas jadi frame mosaik

Bahan dan alat yang diperlukan yaitu:


 CD bekas
 Kertas karton tebal
 Lem plastik/lem kaca
 Gunting

Cara membuat:

 CD terdiri dari dua bagian yang dilekatkan, yaitu bagian depan yang biasanya
berfungsi sebagai cover dan bagian belakang yang berkilau.
 Menggunting CD yang kedua bagiannya masih melekat akan menyulitkan.
Karena itu, rendam CD dalam air panas selama beberapa menit dahulu.
 Kemudian pisahkan kedua lempengannya.
 Gunting-gunting bagian CD yang berkilau dengan pola sesuai keinginan dan
sisihkan.
 Potonglah kertas karton tebal yang disesuaikan dengan ukuran cermin.
 Tempelkan potongan CD dengan lem plastik/lem kaca di seluruh
permukaan frame karton, atur seartistik mungkin.
 Cermin dengan frame mosaik dari CD bekas pun siap digantung di salah satu
sudut ruangan.

7
4. Vas bunga dari botol kaca bekas

Bahan dan alat yang perlu disiapkan yaitu:

 Botol kaca
 Cat
 Kertas kado dengan berbagai motif
 Gunting
 Lem
 Vernis

Cara membuat:

8
 Pertama-tama cat botol sampai rata. Cat ini akan digunakan sebagai
background untuk motifnya nanti, jadi lebih baik dicat polos saja.
 Sambil mengeringkan cat pada botol, mulailah memotong motif-motif dari
kertas kado yang sudah kamu siapkan. Bisa menggunakan motif apapun yang
tersedia. Bisa motif bunga, pita, atau motif-motif lainnya.
 Setelah kamu memastikan cat di botol sudah kering sempurna, tempelkan
motif-motif yang sudah kamu potong tadi ke badan botol.
 Tambahkan vernis khusus decoupage jika ingin hasil karyamu tahan lama.
Kamu tinggal mengoleskan cairan vernis.

5. Tempat pensil dari kaleng bekas

Bahan dan alat yang perlu disiapkan yaitu :

 Kaleng bekas
 Kain flanel
 Gunting
 Seperangkat lem tembak
 Jarum dan benang
 Dakron

Cara membuat :

9
 Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
 Gunting kain flanel sesuai ukuran kaleng (sisi kaleng dan lingkaran untuk
bagian bawah). Lalu gunting kain flanel sesuai ukuran kaleng bekas.
 Tempelkan kain flanel supaya menutupi bagian luar kaleng bekas dengan
menggunakan lem tembak, jahit bagian yang masih terbuka.
 Buat pola sesuai dengan keinginan seperti, mata hidung, tangan, kaki, dan
telinga hamster (di sini akan dibuat bentuk hamster).
 Lalu gunting pola yang sudah dibuat.
 Satukan 2 pola bagian kaki, lalu dijahit bagian pinggir pola dan mengisinya
dengan dakron.
 Lakukan hal yang sama untuk pola bagian tangan dan telinga.
 Tempelkan pola hamster ke kaleng bekas yang sudah dilapisi dengan kain
flanel dengan mengggunakan lem tembak.

1.4 Fungsi Bahan Yang Ditambahkan dalam Pengolahan Limbah Anorganik

Berikut ini adalah fungsi bahan tambahan dalam pengolahan limbah anorganik:

1. Dompet koin dari botol bekas


 Lem perekat, berfungsi untuk menyatukan resleting dengan kedua potongan
botol.
 Resleting, berfungsi untuk membuka atau menutup dompet.

2. Lampu hias dari kaleng bekas


 Cat, berfungsi untuk memberi warna kaleng bekas agar terlihat indah.

10
3. Kepingan CD bekas jadi frame mosaik
 Kertas karton tebal, berfungsi sebagai alas untuk menempelkan potongan-
potongan CD.
 Lem plastik/lem kaca, berfungsi untuk menempelkan potongan CD di seluruh
permukaan frame karton.

4. Vas bunga dari botol kaca bekas


 Cat, berfungsi untuk mewarnai polos pada kaca bekas yang akan digunakan
sebagai background untuk motifnya.
 Kertas kado dengan berbagai motif, berfungsi untuk menempelkannya ke
badan botol dan memperindah botol bekas.
 Lem, berfungsi untuk menempelkan kertas kado motif ke badan botol.
 Vernis, berfungsi untuk membuat warna pada botol bekas menjadi tahan
lama.

5. Tempat pensil dari kaleng bekas


 Kain flanel, berfungsi untuk membuat karakter sekaligus menutupi kaleng
bekas agar terlihat indah.
 Seperangkat lem tembak, berfungsi untuk menempelkan kain flanel pada
kaleng bekas.
 Jarum dan benang, berfungsi untuk membuat karakter tambahan yang akan
ditempelkan pada kain flanel.
 Dakron (berupa isian bantal), berfungsi untuk membuat karakter tambahan
bervolume

1.5 Produk yang Dihasilkan dan Penggunaannya


Berikut ini adalah kegunaan produk dari limbah anorganik :

1. Dompet koin dari botol bekas

11
Produk ini dapat digunakan untuk tempat menyimpan koin atau barang
barang yang ukurannya kecil seperti cincin, bros dan lain-lain.

2. Tutup lampu dari Kaleng Bekas

Tutup lampu dari kaleng bekas ini dapat digunakan untuk hiasan pada lampu
tidur.
3. Kepingan CD bekas jadi frame mosaik

Produk ini berguna untuk bercermin dan memperindah ruangan.


4. Vas bunga dari botol kaca bekas

12
Produk ini berguna sebagai vas bunga dan memperindah ruangan.
5. Tempat pensil dari kaleng bekas

Produk ini dapat digunakan untuk menyimpan pensil dan alat tulis lainnya
agar tidak beserakan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Artiningsih, NKA, 2008. Peran Serta Masyarakat Dalam Pengeloaan Sampah


Rumah Tangga. Semarang: Universitas Diponegoro.

Darto, K. A. 2007. Kisah Sukses Pengelolaan Persampahan di Berbagai Wilayah


di Indonesia. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

14