Anda di halaman 1dari 17

METODE PEMBELAJARAN INDIVIDUAL

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur

Dosen Pembimbing :Drs. Yudi Dirgantara, M.Pd

M. Minan Chusni, M.Pd.Si

Disusun oleh :

Kelompok 3

Fitria Fatimatul Warda (1152070027)

Futri Siti Haryani (1152070029)

Hanum Nur Fajriah (1152070030)

KELAS II A

PRODI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN SUNUNG DJATI

BANDUNG

2016

1
Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, Karena atas rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Metode
Pembelajaran Individual”. Salawat serta salam juga semoga tercurah limpahkan
kepada Nabi Muhammad SAW,kepada keluarganya,serta sahabatnya.

Makalah “Metode Pembelajaran Individual” ini penulis sampaikan kepada dosen


Belajar dan Pembelajaran Fisika sebagai salah satu tugas mata kuliah tersebut.
Dalam penulisan makalah ini,penulis menemukan banyak sekali kesulitan, namun
penulis menyadari bahwa semua kesulitan itu merupakan bagian dari proses
pembelajaran.

Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Drs. Yudi Dirgantara,


M.Pd dan Bapak M. Minan Chusni, M.Pd.Si selaku dosen mata kuliah Belajar dan
Pembelajaran Fisika yang telah memberikan bimbingan serta arahannya dalam
proses pembelajaran, tidak lupa kepada kedua orangtua yang telah memberikan
dukungan baik yang sifatnya moril maupun materiil.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca guna penulisan makalah
yang lebih baik di masa yangakan datang.

Bandung, 11 Februari
2016

Penulis

2
Daftar Isi

Kata Pengantar ....................................................................................................2

DaftarIsi ..............................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .........................................................................4


B. Rumusan Masalah ...................................................................................4
C. Tujuan .....................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

A. Metode Ceramah .....................................................................................7


B. Metode Tanya Jawab ..............................................................................9
C. Metode Diskusi .......................................................................................10
D. Metode Kerja Kelompok .........................................................................12
E. Metode Demonstrasi ...............................................................................13

BAB III PENUTUP

A. Simpulan .................................................................................................16

Daftar Pustaka .....................................................................................................17

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata
agar tujuan belajar mengajar yang telah disusun tercapai secara optimal.
Mata Pelajaran Fisika perlu diberikan secara dalam kepada peserta didik
tingkat atas untuk membekali kemampuan mereka berpikir ilmiah, logis,
analitis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama.
Dalam membelajarkan fisika kepada siswa, apabila guru masih
menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam
pembelajaran fisika cenderung berlangsung satu arah umumnyadari guru
ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran
cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik merasa jenuh
dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan fisika guru hendaknya
lebih memilih berbagai variasi metode yang sesuai dengan situasi sehingga
tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Maka dari itu untuk
para guru dan calon guru dapat mengetahui berbagai macam cara dan
penjelasan mengenai metode di dalam pembelajaran individual.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja macam-macam metode pembelajaran individual itu?
2. Bagaimana penjelasan tentang macam-macam metode pembelajaran
individual itu?
3. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode
pembelajaran individual itu?

4
C. Tujuan
Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,
khususnya para mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan Jurusan MIPA Universitas Islam Negeri Suunan Gunung
Djati Bandung agar nantinya dalam menggunakan metode pembelajaran
dapat menerapkan berbagai metode yang lebih bervariasi lagi.

5
BAB II

PEMBAHASAN

Menurut Abdul Majid dalam Strategi Pembelajaran menyebutkan bahwa


metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang
sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara
optimal. Menurut J. R. David dalam Teaching Strategies For College Class Room
(1976) yang tertulis dibuku Strategi Pembelajaran menyebutkan bahwa method is
a way in achieving something (cara mencapai sesuatu). Artinya, metode
digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan.

Metode apapun yang digunakan oleh pendidik/guru dalam proses


pembelajaran, yang perlu diperhatikan adalah akomodasi menyeluruh terhadap
prinsip-prinsip Kegiatan Belajar Mengajar.

Pertama, berpusat kepada anak didik (student oriented). Guru harus


memandang anak didik sebagai sesuatu yang unik, tidak ada dua orang anak didik
yang sama, sekalipun mereka kembar. Satu kesalahan jika guru memperlakukan
mereka secara sama. Gaya belajar (Learning Style) anak didik harus selalu
diperhatikan.

Kedua, belajar dengan melakukan (Learning by doing). Supaya proses


belajar itu menyenangkan, guru harus menyediakan kesempatan kepada anak
didik untuk melakukan apa yang dipelajarinya, sehingga ia memperoleh
pengalaman nyata.

Ketiga, mengembangkan kemampuan sosial. Proses pembelajaran dan


pendidikan sebagai wahana untuk memperoleh pengetahuan, juga sebagai sarana
untuk berinteraksi sosial (Learning to live together).

Keempat, mengembangkan keingintahuan dan imajinasi. Proses


pembelajaran dan pengetahuan harus dapat memancing rasa ingin tahu anak didik.

6
Juga mampu memompa daya imajinatif anak didik untuk berfikir kritis dan
kreatif.

Kelima, mengembangkan kreatifitas dan keterampilan memecahkan


masalah. Proses pembelajaran dan pendidikan yang dilakukan oleh guru
bagaimana merangsang kreatifitas dan daya imajinasi anak untuk menemukan
jawaban terhadap setiap masalah yang dihadapi anak didik.

Berikut beberapa metode yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran :

A. Metode Ceramah
Metode ceramah yang berasal dari kata lecture, memiliki arti dosen
atau metode dosen,metode ini lebih banyak dipergunakan dikalangan
deosen, karena dosen memberikan kuliah mimbar dan disampaikan dengan
ceramah dengan pertimbangan dosen berhadapan dengan banyak
mahasiswa yang mengikuti perkuliahan. (Martinis Yamin, 2010 : 153)
Metode ceramah ini banyak berbentuk penjelasan konsep, prinsip dan
fakta ,pada akhir perkuliahan ditutup dengan tanya jawab antara dosen dan
mahasiswa,namun demikian,pada sekolah tingkat lanjutan metode
ceramah dapat dipergunakan oleh guru,dan metode ini di variasi dengan
metode lain.

Sedangkan menurut Abdul Majid, (2011 : 137) Metoode ceramah


merupakan cara menyampaikan materi ilmu pengetahuan dan agama
kepada anak didik dilakukan secara lisan. Yang perlu diperhatikan,
hendaknya ceramah mudah diterima, isinya mudah dipahami serta mampu
menstimulasi pendengar (anak didik) untuk melakukan hal-hal yang baik
dan benar dari isi ceramah yang disampaikan.

Dalam Qur’an surat Thaha ayat 25-28

7
Artinya: “berkata Musa ‘ya Tuhanku! Lapangkan lah untukku
dadaku; dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan
dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.’”

Ayat-ayat tersebut memberikan gambaran bagaimana Nabi Musa


menyampaikan risalah dan mengajak Fir’aun yang tindakannya
melampaui batas itu untuk beriman kepada Allah SWT. Namun, dalam
situasi tertekan nabi Musa memohon kepada Allah SWT agar pembicaraan
yang disampaikan mempunyai bobot, logis, fasih dan jelas, sehingga orang
yang menjadi sasaran bicara (ceramah) tersebut dapat memahami,
mengerti, dan menerima apa yang disampaikan atau yang diceramahkan.

Sehingga, dapat kita ketahui bahwa metode ceramah ini adalah


metode yang sudah ada sejak zaman dahulu, dan masih digunakan hingga
zaman sekarang. Dimana banyak guru-guru yang menjadikan metode
ceramah ini untuk menjelaskan suatu materi pemebelajaran terhadap
siswanya.
Dapat disimpulkan metode ceramah adalah cara pengembangan proses
pembelajaran secara lisan yang dilakukan oleh pengajar kepada peserta
didik.

Kelebihan metode ceramah adalah :


1. Ceramah merupakan metode yang murah dikarenakan proses cermah
tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, Karen ceramah
hanya mengandalkan suara guru
2. Materi pelajaran dapat diringkas sehingga memerlukan waktu yang
singkat
3. Guru dapat mengatur materi mana yang harus lebih ditonjolkan
4. Waktu dapat diatur lebih sederhana oleh guru

Kekurangan metode ceramah adalah :

8
1. Peserta didik hanya dapat mengetahui materi dari satu sumber saja
yaitu guru
2. Ceramah dianggap sebagai metode yang membosankan
3. Sulit mengontrol sejauh mana pemahaman siswa

B. Metode Tanya Jawab


Tanya jawab adalah metode ngajar yang memungkinkan terjadinya
komunikasi langsung yang bersifat two way traffic karena pada saat yang
sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Metode tanya jawab
dimaksudkan untuk merangsang berfikir siswa dan bimbingannya dalam
mencapai atau mendapatkan pengetahuan. (Abdul Majid, 2014 : 210)

Metode Tanya jawab adalah mengajukan pertanyaan kepada


peserta didik. Metode ini digunakan untuk merangsang berfikir dan
membimbingnya dalam mencapai kebenaran.(Abdul Majid, 2011 : 138)

Metode ini memberi pengertian pada seseorang dan memancingnya


dengan umpan pertanyaan telah dijelaskan oleh Al-Qur’an surat Al-
Mu’minun: 84-90 sejak empat belas abad yang lalu, agar manusia lebih
menuju kepada arah berpikir yang logis.

Dapat disimpulkan bahwa Metode Tanya Jawab adalah cara


pembelajaran yng dilakukan secara langsung melalui dua arah antara guru
dan peserta didik.

Tujuan yang akan dicapai dari metode tanya jawab adalah sebagai berikut :

a. Untuk mengecek dan mengetahui sampai sejauh mana meteri


pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa.
b. Untuk merangsang siswa berfikir.
c. Memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan masalah yang
belum disampaikan.
d. Memotivasi siswa untuk menimbulkan sikap kompetisi dalam belajar.

9
e. Melatih murid untuk berpikir dan berbicara secara sistematis
berdasarkan pemikiran orisinil.

Kelebihan Metode Tanya jawab adalah sebagai berikut :


1. Dapat memusatkan kembali perhatian siswa terhadap materi
2. Menyelingi pembicaraan agar tidak bosan
3. Mengarahkan pengamatan dan pembicaraan mereka

Kekurangan Meode Tanya jawab adalah sebagai berikut :


1. Tanya jawab bias menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan

C. Metode Diskusi
Metode diskusi merupakan interaksi antara siswa dengan siswa
ataupun guru dengan siswa untuk menganalisis, menggali, atau
memperdebatkan masalah dan topik tertentu. (Martinis Yamin, 2010: 156)

Menurut Killen didalam buku Strategi Pembelajaran diskusi adalah


metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan.
Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan,
menjawab pertanyaan, nemambah dan memahami pegetahuan siswa, serta
untuk membuat suatu keputusan. Oleh karena itu diskusi bukanlah debat
yang bersifat argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman
yang menetukan keputusan tertentu secara bersama-sama.

Metode diskusi merupakan salah satu cara yang mendidik yang


berupa memecahkan maalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang
masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat
pendapatnya. Untuk mendapatkan hal yang disepakati, tentunya masing-
masing menghilangkan perasaan subjektivitas dan emosionalitas yang
akan mengurangi bobot pikir dan pertimbangan akal yang semestinya.
(Abdul Majid, 2011 : 141)

10
Jenis-jenis diskusi :

a. Diskusi dikelas
b. Diskusi kelompok kecil
c. Simposium
d. Diskusi panel
e. Seminar
f. Lokakarya

Kelebihan metode diskusi adalah :


a. Dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam
memberikan gagasan dan ide-ide
b. Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam
mengatasi setiap permasalahan
c. Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau
gagasan secara verbal
d. Dapat menghargai pendapat orang lain

Kekurangan metode dikusi adalah :

a. Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai 2 atau 3 oarang


yang memiliki keterampilan berbicara
b. Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas sehingga
kesimpulan menjadi kabur
c. Memerlukan waktu yang cukup panjang
d. Sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat smosional yang tidak
terkontrol

Dapat disimpulkan bahwa metode diskusi adalah cara


pembelajaran menganalisis dan mengajukan argumentasi tentang suatu
topik yang telah ditentukan guna memecahkan suatu masalah.

11
D. Metode Kerja Kelompok

Menurut Abdul Majid (2014 : 211) metode kerja kelompok


mengandung arti bahwa siswa dalam satu kelas dipandang satu kesatuan
(kelompok) tersendiri ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil.
Kelompok bisa dibuat berdasarkan:

a. Perbedaan individual dalam kemampuan belajar, terutama bila kelas


itu sifatnya heterogen dalam belajar
b. Perbedaan minat belajar
c. Pengelompokan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan kita berikan
d. Pengelompokan atas dasar wilayah tempat tinggal siswa
e. Pengelompokan secara random atau diundi
f. Pengelompokan atas dasar jenis kelamin

Untuk mencapai hasil yang baik, faktor yang harus diperhatikan


dalam kerja kelompok adalah:

1. Perlu adanya dorongan yang kuat untuk bekerja pada setiap anggota
2. Pemecahan masalah dapat dipandang sebagai satu unit yang
dipecahkan bersama, atau masalah dibagi-bagi untuk dikerjakan secara
individual
3. Persaingan yang sehat antarkelompok biasanya mendorong anak untuk
belajar
4. Situasi yang menyenangkan antar anggota banyak menetukan berhasil
tidaknya kerja kelompok

Kelebihan Metode Kerja Kelompok adalah sebagai berikut :

1. Dapat memupuk rasa kerjasama


2. Tuga lebih cepat terselesaikan
3. Adanya persaingan yang sehat

12
4. Akan dapat meningkatkan kualitas kepribadian siswa, seperti adanya
kerjasama, toleransi, berpikir kritis dan disiplin

Kekurangan Metode Kerja Kelompok adalah sebagai berikut :

1. Selalu bergantung kepada orang lain


2. Terlalu banyak persiapan-persiapan dan pengaturan yang kompleks
3. Kurangnya kontrol dari guru akan menyebabkan persaingan yang
negatif antar kelompok
4. Tugas yang diberikan biasanya hanya dikerjakan oleh orang-orang
tertentu, sehingga tidak semuanya bekerja

E. Metode Demonstrasi

Demonstrasi berarti pertunjukan. Dalam pengajaran menggunakan


metode demonstrasi dilakukan pertunjukan sesuatu proses, berkenaan
dengan bahan pengajaran.hall ini dilakukan baik oleh guru maupun orang
yang diundang ke kelas. Proses yang didemontrasikan diambil dari obyek
sebenarnya. (Muhammad Ali, 2007 : 84)

Dalam praktek, misalnya seorang guru akan mengajarkan


bagaimana membuat atau bagaimana proses bekerjanya sebuah bel listrik.
Seluruh komponen bel listrik disiapkan. Kemudoan dipertunjukan kepada
siswa cara membuat dan proses bekerjanya. Siswa mengamati dengan
seksama dan mencatat pokok-pokok penting dari demonstrasi itu.

Sedangkan menurut Abdul Majid (2014 : 197) metode demonstrasi


merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukan kepada siswa tentang suatu proses, situasi, atau benda
tertentu, baik sebenarnya atau sekedar tiruan.

Sebagai metode penyajian, demontrasi tidak terlepas dari


penjelasan secara lisan dari guru.

13
Langkah-langkah menggunakan metode demonstrasi

a. Merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses


demonstrasi berakhir
b. Menyiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan
dilakukan
c. Melakukan uji coba demonstrasi

Tahap pelaksanaan

1. Langkah pembukaan
- Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat
memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan
- Mengemukakan apa tujuan yang akan dicapai oleh siswa
- Mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan siswa
2. Langkah pelaksanaan demonstrasi
- Memulailah demonstrasi dengan kegiatan yang merangsang siswa
untuk berpikir
- Ciptakan suasana yang menyejukan dengan menghindari suasana
yang menegangkan
3. Langkah mengakhiri demonstrasi
Proses pembelajaan perlu diakhiri dengan memberikan tugas-
tugas yang ada kaitannya dengan pembelajaran.

Kelebihan metode demonstrasi adalah :

a. Terjadinya verbalisme akan dapat dihindari karena siswa disuruh


langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan
b. Proses pembelajaran akan lebih menarik karena siswa tak hanya
mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi
c. Dengan cara mengamati secara langsung, siswa akan memiliki
kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.

14
Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi
pembelajaran

Kekurangan metode demonstrasi adalah :

a. Memerlukan persiapan yang lebih matang


b. Memerluakan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai
untuk itu memerlukan yang lebih mahal
c. Memerlukan kemampuan dan keterampilan yang khusus sehingga
guru dituntut untuk bekerja lebih profesional

15
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Dapat disimpulkan bahwa metode atau cara di dalam
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar
tujuan belajar mengajar yang telah disusun tercapai secara optimal ada
bermacam-macam, diantaranya adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi,
kerja kelompok dan metode demonstrasi. Dari masing-masing metode
memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga dapat diketahui dengan mudah
metode mana yang dapat di gunakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang
memungkinkan.

16
Daftar Pustaka

Ali, Muhammad. 2007. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar
Baru Algensindo

Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Majid, Abdul. 2011. Perencanaan Pembelajaran. Bandung : PT Remaja


Rosdakarya

Yamin, Martinis. 2010. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan


Pendidikan. Jakarta : Gaung Persada Press

17