Anda di halaman 1dari 9

Nama : Aqwal Sabillah Purba

Kelas : Pai 5 Sem 5


Nim : 0301181003

STRATEGI PEMBELAJARAN INDIVIDUAL LEARNING

A. Pengertian Strategi Pembelajaran

Menurut Wina Sanjaya, pembelajaran individual dan pembelajaran kelompok merupakan


suatu strategi pembelajaran. Strategi dapat didefinisikan sebagai perencanaan yang berisi
tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Menurut Wina Sanjaya (2008 : 3) dari pengertian diatas terdapat dua hal yang harus kita
cermati, pertama strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan)
termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam
pembelajaran. Kedua strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hamzah B. Uno (2008 : 3) Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan
digunakan oleh pengajar untuk memilih kegiatan belajar yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi,
sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Memperhatikan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa strategi
pembelajaran merupakan rencana yang berisi tentang prosedur, langkah-langkah yang
didesain sedemikian rupa oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran
sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran,
sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Definisi di atas menjelaskan pula kepada kita bahwa pembelajaran tidak dapat dilakukan
secara sembarangan, pembelajaran memerlukan ketelitian, ketepatan dan kecerdikan seorang
pengajar dalam memutuskan rencana-rencana apakah yang akan dilaksanakan dalam proses
pembelajaran. Hasil akhir yang hendak dicapai dari penggunaan strategi pembelajaran adalah
tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Dengan demikian strategi apapun yang
akan digunakan dalam pembelajaran, tentunya dip akai dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran yang diinginkan.

B. Pengertian Media Pembelajaran Individual

Pembelajaran individual merupakan suatu strategi pembelajaran, hal ini dijelaskan oleh
Rowntree (1974) dalam Sanjaya (2008 : 128) membagi strategi pembelajaran ke dalam
strategi penyampaian-penemuan atau exposition-discovery leraning strategy dan strategi
pembelajaran kelompok dan strategi pembelajaran individual atau groups-individual learning
strategy. Menurut Wina Sanjaya (2008:128) strategi pembelajaran individual dilakukan oleh
siswa secara mandiri. Kecepatan, kelambatan dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat
ditentukan oleh kemampuan individu yang bersangkutan. Bahan pembelajaran serta
bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri. 
Dalam penggunaan strategi media pembelajaran individual terdapat sisi positif dan sisi
negatifnya. Sisi positif pengunaan strategi media pembelajaran individual sebagai berikut:

1. Terbangunya rasa percaya diri siswa


2. Siswa menjadi mandiri dalam melaksanakan pembelajaran
3. Siswa tidak memiliki ketergantungan pada orang lain.

Namun di sisi lain terdapat kelemahan strategi pembelajaran ini, diantaranya jika siswa
menemukan kendala dalam pembelajaran, minat dan perhatian siswa justru dikhawatirkan
berkurang karena kurangnya komunikasi belajar antar siswa, sementara enggan bertanya
kepada guru, tidak membiasakan siswa bekerjasama dalam sebuah team.
Menurut Muhammad Ali (2000 : 94) strategi belajar mengajar individual disamping
memungkinkan setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan potensinya, juga
memungkinkan setiap siswa menguasai seluruh bahan pelajaran secara penuh. “mastery
learning” atau belajar tuntas. Strategi pengajaran yang menganut konsep belajar tuntas,
sangat mementingkan perhatian terhadap perbedaan individual. Atas dasar ini sistem
penyampaian pengajaran dilakukan dengan mengarah kepada siswa belajar secara individual.
Muhammad Ali (2000 : 99) Menurut Sudjana,
Perbedaan-perbedaan individu dapat dilihat dari :
1. Perkembangan intelektual
2. Kemampuan berbahasa
3. Latar belakang pengalaman
4. Gaya belajar
5. Bakat dan minat
6. Kepribadian

Dalam pengajaran beberapa perbedaan yang harus diperhatikan, yakni:


1. Perbedaan umur
2. Perbedaan intelegensi
3. Perbedaan kesanggupan dan kecepatan
4. Perbedaan jenis kelamin

Perbedaan individual tersebut harus mendapat perhatian guru agar berhasil dalam
pemberian pembelajaran kepada siswa. Untuk mengetahui itu guru harus mengenal
perbedaan yang ada pada siswa, antara lain dengan cara:
1. Tes
2. Mengunjungi rumah prang tua siswa
3. Case study

C. Model-Model Pembelajaran Individual

Model pembelajaran individual menawarkan solusi terhadap masalah peserta didik yang


beraneka ragam tersebut. Pembelajaran individual memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk menentukan sendiri tempat, waktu, kapan dirinya merasa siap untuk menempuh
ulangan atau ujian. Pembelajaran individual mempunyai beberapa ciri, sebagai berikut:

1. Peserta didik belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing, tidak pada kelasnya


2. Peserta didik belajar secara tuntas, karena peserta didik akan ujian jika mereka siap
3. Setiap unit yang dipelajari memuat tujuan pembelajaran khusus yang jelas
4. Keberhasilan peserta didik diukur berdasarkan sistem nilai mutlak. Ia berkompetisi
dengan angka bukan dengan temannya.
Model pembelajaran individual ini bertitik tolak dari teori humanistik yaitu berorientasi
terhadap pengembangan diri individu. Perhatian utamanya pada emosional siswa untuk
mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya.
Model pembelajaran personal ini meliputi strategi pembelajaran sebagai berikut:
        
1. Pembelajaran nondirektif, bertujuan untuk membentuk kemampuan dan perkembangan
pribadi (kesadaran diri, pemahaman, dan konsep diri)
2. Latihan kesadaran, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal atau
kepedulian siswa
3. Sintetik, untuk mengembangkan kreativitas pribadi dan memecahkan masalah secara
kreatif
4. Sistem konseptual, untuk meningkatkan kompleksitas dasar pribadi yang luwes.

Menurut Hamzah B. Uno (2008 : 18) ada beberapa model pembelajaran yang termasuk
pada pendekatan pembelajaran individual, diantaranya adalah:

1. Model pembelajaran pengajaran tidak langsung (non directive teaching)


2. Model pembelajaran pelatihan kesadaran (awareness training)
3. Sinektik
4. Sistem konseptual
5. Model pembelajaran pertemuan kelas (clasroom meeting).

Berikut adalah model-model pembelajaran yang lain :


1. Distance learning (pembelajaran jarak jauh)
2. Resource-based learning (pembelajaran langsung dari sumber)
3. Computer-based training (pelatihan berbasis komputer)
4. Directed private study (belajar secara privat langsung)
Model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode dan
teknik pembelajaran. 4 kelompok model pembelajaran yaitu :
1. Model interaksi social
Pembelajaran yang berinteraksi langsung antara guru dan siswanya.
2. Model pengolahan informasi
Mengolah informasi yang akan di sampaikan kepada siswanya dan mengolah pelajaran
yang akan disampaikan kepada siswanya, mana yang baik ataupun yang kurang baik bagi
siswa.
3. Model Personal
Pembelajaran yang langsung kepada siswanya secara perorangan.
4. Model modifikasi tingkah laku
Setiap melakukan pembelajaran sebaiknya selalu mengganti suasa agar siswa tidak cepat
bosan terhadap pelajaran yang akan diajarkan.

D. Keuntungan dan Kelemahan Media Pembelajaran Individual


a) Keuntungan –keuntungan :
1. Melalui pembelajaran siswa tidak selalu tergantung kepada guru.
2. Melatih kemampuan komunikasi siswa dengan cara mengembangkan kemampuan
mengungkapkan ide atau gagasan.
3. Membantu siswa untuk respek kepada orang lain.
4. Dapat meningkatkan prestasi akademik siswa.
5. Meningkatkan motivasi dan rangsangan untuk berfikir

b) Kelemahan-kelemahan  :
1. Pembelajaran membatasi siswa yang berkemampuan tinggi dalam waktu belajar.
2. Dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru, bisa terjadi apa yang seharusnya.
dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.
3. Penilaian yang diberikan berdasarkan hasil usaha siswa.
E. Metode Media Pembelajaran Individual
Metode pembelajaran dapat pula diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang cara-cara
mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau seorang instruktur Sedangkan metode
mengajar adalah teknik penyajian yang dilakukan guru untuk mengajar / menyajikan bahan
pelajaran kepada siswa di dalam kelas atau pada saat berlangsungnya proses belajar
mengajar.
Metode yang digunakan dalam pembelajaran individual, yaitu sebagai berikut:

1. Metode Tanya Jawab


Untuk mencipatakan kehidupan interaksi belajar mengajar perlu guru menimbulkan
metode Tanya jawab atau dialaog, ialah suatu metode untuk memberi motivasi pada
siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya selama mendengar pelajaran .Metode
Tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang
perlu dijawab oleh anak didik. Dengan metode ini, antara lain dapat dikembangakan
keterampilaan mengamati, menginterprestasi, mengklasifikasi, membuat kesimpulan dan
menerapkan.
Penggunaan metode Tanya jawab bermaksud memotivasi anak didik untuk bertanya
selama proses belajar mengajar. Metode Tanya jawab mempunyai tujuan agar siswa
dapat mengerti atau mengingat ingat tentang apa yang dipelajari.

Metode Tanya jawab ini layak dipakai bila dilakukan :

a. sebagai pengulang pelajaran yang telah lalu


b. sebagai selingan dalam menjelaskan pelajaran.
c. Untuk merangsang siswa agar perhatian mereka terpusat pada masalah.

2. Metode Tugas

Metode tugas adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu
agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalah tugas yang dilaksanakan oleh siswa
dapat dilakukan didalam kelas, dihalaman sekolah, dan diperpustaan ataupun dirumah
asalkan tugas itu dapat dikerjakan.Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran
yang terlalu banyak sementara waktu sedikit. Tugas biasanya bisa dilaksanakan dirumah,
disekolah, dan diperpustakaan. Tugas bisa merangsang anak untuk aktif belajar, baik
secara individuala ataupun kelompok.

3. Metode Latihan
Metode latihan yang disebut juga metode training merupakan suatu cara mengajar
yang baik untuk menanamkan kebiasaan–kebiasaan tertentu, juga sebagai sarana untuk
memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Sebagai suatu metode yang diakui banyak
mempunyai kelebihan, juga tidak disangkal bahwa metode latihan mempunyai beberapa
kelemahan. Maka dari itu guru yang ingin mempergunakan metode latihan ini kiranya
tidak salah bila memahami metode ini.

4. Metode Pembiasaan
Secara Etimologi pembiasaan asal katanya adalah “biasa”. Dalam kamus besar bahasa
Indonesia kata “biasa” adalah, lazim dan umum, dalam kaitannya dengan metode
pengajaran dalam pendidikan Islam, dapat dikatakan bahwa pembiasaan adalah sebuah
cara yang dapat dilakukan untuk pembiasaan anak didik berfikir, bersikap dan bertindak
sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.
Pembiasaan dinilai sangat efektif jika pada penerapannya dilakukan terhadap peserta
didik yang berusia anak-anak kecil dari usia 3 – 11 tahun, karena anak seusianya
memiliki rekaman ingatan yang sangat kuat dan kondisi kepribadiannay yang belum
matang sehingga mereka mudah terlarut dalam kebiasaan-kebiasaan yang mereka
lakukan sehari – hari. Tetapi bukan tidak mungkin bila metode pemhajaran pembiasaan
ini diterapkan pada tingkat awal remaja dan remaja.

Oleh karena itu ada syarat-syarat dalam pemakaian metode ini yaitu:
a. Mulailah pembiasaan sejak dini.
b. Pembiasaan hendaknya dilakukan secara kontinu.
c. Pembiasaan hendaknya diawasi secara ketat.
d. Pembiasaan yang apa mulanya hanya bersifat mekanistis, hendaknya secara berangsur
berubah menjadi verbalistis.
5. Metode Keteladanan
Metode keteladanan memiliki peranan yang sangat signifikan dalam upaya
pencapaian keberhasilan pendidikan. Metode keteladanan juga suatu cara atau jalan yang
ditempuh seseorang dalam proses pengajaran melalui perbuatan atau tingkah laku yang
baik. Setiap siswa diarahkan pada program belajar masing-masing berdasarkan rencana
kegiatan belajar yang telah disiapkan oleh guru atau guru bersama siswa berdasarkan
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan dirumuskan secara operasional. Rencana
kegiatan ini berkaitan dengan materi pelajaran yang harus dipelajari atau kegiatan yang
harus dilakukan siswa.
Teknik yang digunakan dalam pembelajaran individual adalah teknik bertanya dan
memberi motivasi, menimbulkan rasa keinginan tahuan seorang siswa.Sedangkan
pendekatan yang tepat dalam pembelajaran individual adalah pendekatan
konstruksivisme, pendekatan masalah, dan realistik.

F. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tipe Pengajaran Indivdual


Faktor-faktor yang mempengaruhi tipe pengajaran individual, yaitu:
1. Staf pengaja
Staf pengajar berpengaruh dalam pengajaran individual pada siswa,diman
apengajar berfunsi sebagai pengarah dan motivator dalam proses belajar siswa.

2. Persoalan Penjadwalan
Sistem penjadwalan dalam pengajaran sangat berpengaruh dalam
pengajaran,dimana terkadang siswa perlu diberikan kesempatan untuk menentukan
sendiri kapan,tentang apa,dan dimana ia belajar.

3. Kondisi Ruangan
Kondisi ruangan merupakan factor pendukung dalam pengajaran,dimana kondisi
ruangan perlu diperhatikan agar siswa nyaman dalam proses belajar.
4. Tujuan Pengajaran
Tentunya tujuan pengajaran sangat diperlukan agar proses pembelajaran terarah
bagi siswa,dan demi tercapainya tujuan pengajaran siswa harus melalui tahap-tahap
yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa tersebut.

5. Perencanaan Keller
Perencanaan Keller terdiri atas sebuah buku teks standard an sejumlah pedoman
tertulis untuk belajar yang dimana pedoman tersebut berisi tujuan instruksional
tentang unit yang dipelajari dan bertindak sebgai penghubung antara buku teks
(materi buku) dengan pertanyaan-pertanyaan.Tipe ini memberikan kesempatan bagi
siswa untuk memilih urutan (jalur) unit-unit yang dipelajarinya
Dengan kata lain yaitu Bebas Terpimpin. Tipe ini memberikan keleluasaan
kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan siswa dapat meminta soal tes
dari bagian administrasi bila ia sudah siap untuk menempuhnya dan bila hasil
ulangannya tidak memuaskan ia dapat mengulangnya dengan soal tes yang ekuivalen
(remedial)sampai ia boleh pindah ke unit lain.

6. Pengajaran Mini
Pelajaran mini atau “minicourse” atau AT (Audio Tutorial) mulai dikembangkan
sekitar tahun 1961 oleh Samuel N.Postlet hwait dalam pelajaran botani di Universitas
Purdue,di Indiana,Amerika Serikat.Tipe ini terutama dipergunakan untuk ilmu
pengetahuan alam praktis seperti geologi atau biologi.Pelajaran mini umunya berupa
paket-paket kecil dengan media banyak,yang terdiri atas petunjuk untuk belajar yang
berisi tujuan instruksional khusus,rekaman komentar(penjelasan), slaids, film, model,
kaset,dan lain-lain
Dalam pelajaran mini siswa tidak belajar sesuai dengan kecepatannya,ia (terutama
yang lemah)tidak dapat belajar semaunya,ia harus lebih disiplin terhadap waktu yang
telah diatur. Pada setiap unit siswa belajar dibantu oleh gurunya,baik secara
individual maupun kelompok;ada diskusi.