Anda di halaman 1dari 7

c c

 
  

 
 

1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Nadi Kecamatan
Bulukerto Kabupaten Wonogiri. Memiliki 6 ruang kelas, 1 kantor kepala sekolah
dan guru, dengan tenaga kependidikan sejumlah 10 orang yang terdiri dari kepala
sekolah, guru, dan penjaga. Alasan yang mendasari penelitian dilaksanakan di SD
Negeri 2 Nadi, yaitu:
a. Pengajaran dengan model problem based learning belum pernah diteliti di SD
Negeri 2 Nadi.
b. Berdasarkan hasil pengamatan penelitian di lapangan terdapat permasalahan
dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
c. Penghematan waktu dan biaya, karena lokasi penelitian dekat dengan tempat
tinggal peneliti.
2. Waktu Penelitian
Waktu pelaksanaan penelitian ini selama 6 bulan bulan, yakni pada
semester genap tahun ajaran 2010/2011.

c  
 
Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 2 Nadi
sebanyak 22 siswa terdiri dari 11 siswa putra dan 11 siswa putri. Dengan
pertimbangan bahwa pemahaman konsep gaya magnet dalam pembelajaran IPA
masih rendah.

 c  
 
1. Bentuk Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini lebih
menekankan pada masalah proses. Sedangkan data yang akan diperoleh berupa
data yang langsung tercatat dari kegiatan lapangan, maka bentuk pendekatan yang
perlu digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dan jenis
penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research).
Menurut Wardhani, dkk (2008: 13) penelitian tindakan kelas merupakan
terjemahan dari Classroom Action Research yang berarti satu action research yang
dilakukan di kelas.
Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di
dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki
kinerjanya sebagai guru. Penelitian tindakan kelas berangkat dari permasalahan
yang riil yang dihadapi oleh guru dalam proses belajar mengajar.

2. Strategi Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan strategi model siklus. Adapun langkah-
langkah pelaksanaan PTK dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan
(planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting)
(Suharsimi Arikuntoro, 2008: 16). Secara jelas langkah-langkah tersebut dapat
digambarkan pada Gambar 2. Sebagai berikut:


 

 ! "  




 

Rancangan Penelitiannya sebagai berikut:


a. Perencanaan Tindakan
Kegiatan ini meliputi:
1) Membuat perencanaan pengajaran.
2) Membuat lembar observasi.
3) Membuat alat evaluasi.
b. Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan
pembelajaran.
c. Observasi
Tahap ini dilaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dengan
menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.
d. Refleksi
Pada tahap ini data-data yang diperoleh melalui pengamatan dikumpulkan
dan dianalisis, guna mengetahui seberapa jauh tindakan telah membawa
perubahan dan perubahan apa yang terjadi.

  
Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang rendahnya
pemahaman konsep gaya magnet dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA).
Data penelitian ini dikumpulkan dari berbagai sumber yang meliputi:
1. Informan atau nara sumber, yaitu guru dan siswa SD Negeri 2 Nadi Bulukerto
Wonogiri.
2. Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pwmbwlajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA)
3. Dokumen atau arsip yang antara lain berupa kurikulum, rencana pelaksanaan
pembelajaran, hasil belajar siswa, dan buku penilaian.

  

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi
pengamatan/observasi, tes, dan dokumentasi yang masing-masing secara singkat
diuraikan berikut ini:
1. Pengamatan/Observasi
Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukan peneliti
dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang
diselidiki. Observasi yang dilaksanakan dalam penelitian tindakan ini adalah
observasi langsung. Observasi langsung adalah observasi yang dilakukan
tanpa perantara (langsung) terhadap objek yang diamati. Observasi langsung
ini dilakukan pada guru dan siswa kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto
Wonogiri untuk mengetahui pemahaman dan perkembangan siswa dalam
proses pembelajaran yang sedang berlangsung sesuai dengan siklus yang ada.
Observasi ini bertujuan untuk memantau dan mengamati proses
pembelajaran IPA mengenai gaya magnet yang dilakukan guru dan siswa di
dalam kelas sejak sebelum melaksanakan tindakan, saat pelaksanaan tindakan
sampai akhir tindakan untuk menata langkah-langkah perbaikan agar lebih
efektif dan efisien.
2. Tes
Tes digunakan untuk mengetahui perkembangan pemahaman
konsep gaya magnet, yang merupakan serangkaian pertanyaan yang harus
dijawab / dilakukan untuk menunjukkan seberapa baik orang mengetahui
tentang sesuatu atau seberapa baik orang dapat melakukan sesuatu. Tes ini
diberikan pada awal penelitian untuk mengidentifikasi kekurangan atau
kelemahan siswa dalam pembelajaran gaya magnet. Selain itu, tes ini
dilakukan di setiap akhir pertemuan untuk mengetahui peningkatan
pemahaman konsep gaya magnet pada siswa. Dengan kata lain tes disusun
dan dilakukan untuk mengetahui tingkat perkembangan pemahaman konsep
gaya magnet pada siswa kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto Wonogiri tahun
pelajaran 2010/2011 yang ditandai dengan nilai tes yang diperoleh siswa
sesuai dengan siklus yang ada.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau
variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,
notulen, rapat, agenda, dan sebagainya ( Suharsimi Arikuntoro, 2006: 231).
Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan peneliti untuk
memperoleh daftar nilai, daftar hadir siswa, daftar nama siswa kelas V dan
arsip-arsip lain yang dimiliki guru kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto
Wonogiri.
· #"
Untuk menjamin dan mengembangkan validitas data yang dikumpulkan
dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan trianggulasi.
Adapun dari trianggulasi yang ada hanya menggunakan 2 teknik:
1. Trianggulasi Data (sumber0 dengan cara mengumpulkan data sejenis dari
sumber berbeda. Dengan teknik ini diharapkan dapat memberikan informasi
yang lebih tepat sesuai keadaan siswa. Dalam penelitian ini membandingkan
hasil pengamatan dengan data isi dokumen yang terkait misal arsip nilai,
absen dan lainnya.
2. Trianggulasi Metode. Jenis trianggulasi metode ini dilakukan dengan
mengumpulkan data sejenis tetapi dengan menggunakan teknik pengumpulan
data yang berbeda. Yang ditekankan adalah penggunaan teknik atau metode
pengumpulan data yang berbeda dan bahkan lebih jelas untuk diusahakan
mengarah pada sumber data yang sama untuk menguji kemantapan
informasinya. Dalam penelitian ini membandingkan hasil pengamatan
kegiatan siswa yang dilakukan oleh observer dengan hasil pengamatan guru
itu sendiri
  ""
Analisis data adalah cara mngolah data yang sudah diperoleh dari
dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model
analisis interaktif (Miles dan Huberman, 2007: 20). Model analisis interaktif ini
mempunyai tiga komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan
kesimpulan atau verifikasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini digunakan
untuk menganalisis data-data yang berhasil dikumpulkan.
1. Reduksi data
Data-data penelitian yang telah dikumpulkan selanjutnya direduksi.
Reduksi adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan,
pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan
tertulis di lapangan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang
menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu
dan mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa sehingga
kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik kesimpulan/diverifikasi.
2. Penyajian data
Setelah data direduksi langkah selanjutnya yaitu diadakan
penyajian data. Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang
memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan
tindakan. Dengan melihat penyajian data, maka akan dimengerti apa yang
terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis ataupun
tindakan lain berdasarkan pengertian tersebut. Dalam pelaksanaan penelitian
penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama
bagi analisis kualitatif yang valid. Untuk menampilkan data-data tersebut agar
lebih menarik maka diperlukan penyajian yang menarik pula. Dalam
penyajian ini dapat dilakukan melalui berbagai macam cara visual misalnya
gambar, grafik, chart network, diagram, matrik dan sebagainya (Miles dan
Hubberman, 2007: 17)
3. Penarikan kesimpulan
Data-data dari hasil penelitian setelah direduksi disajikan langkah
terakhir adalah penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari data-data yang
telah didapatkan dari laporan penelitian selanjutnya digabungkan dan
disimpulkan serta diuji kebenarannya. Penarikan kesimpulan merupakan
bagian dari suatu kegiatan dari konfigurasi yang utuh sehingga kesimpulan-
kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi data
yaitu pemeriksaan tentang benar dan tidaknya hasil dari laporan penelitian.
Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di lapangan, kesimpulan dapat
ditinjau sebagai makna-makna yang muncul dari data yang harus diuji
kebenarannya, kekokohannya dan kecocokannya yaitu yang merupakan
validitasnya. (Milles dan Hubberman, 2007: 19)

 $%  &"
Penelitian dikatakan berhasil dan ada peningkatan apabila jumlah siswa
yang memperoleh nilai sesuai dengan KKM (• 65) di kelas pada siklus I mencapai
65% (kurang lebih 15 siswa, kemudian pada siklus II mencapai 70% (kurang lebih
16 siswa), dan pada akhir siklus III mencapai 75% (kurang lebih 17 siswa)

 
$" 
 
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 3 siklus yang masing-
masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan
refleksi. Pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan pembelajaran yang dalam
satu siklus ada dua kali tatap muka yang masing-masing 2x35 menit. Tiap Siklus
dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai, seperti yang telah didesain.
Untuk mengetahui pemahaman konsep gaya magnet pada pelajaran IPA siswa
kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto Wonogiri diadakan obsrvasi terhadap
pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
Berdasarkan hasil temuan di kelas, maka peneliti berusaha meningkatkan
pemahaman konsep gaya magnet pada pelajaran IPA siswa V dengan menerapkan
Model „   
   dan menghubungkan dengan konsep lain yang
telah dikuasai siswa.