Anda di halaman 1dari 6

Komputasi di mana-mana 

(atau " ubicomp ") adalah konsep dalam rekayasa perangkat


lunak dan ilmu komputer di mana komputasi dibuat muncul kapan saja dan di mana
saja. Berbeda dengan komputasi desktop , komputasi di mana-mana dapat terjadi
menggunakan perangkat apa pun, di lokasi mana pun, dan dalam format apa pun. Seorang
pengguna berinteraksi dengan komputer, yang bisa ada dalam berbagai bentuk,
termasuk komputer laptop , tablet , dan terminal dalam benda sehari-hari seperti lemari
es atau kacamata . Teknologi yang mendasari untuk mendukung komputasi di mana-mana
termasuk Internet , middleware tingkat lanjut, sistem operasi , kode seluler , sensor , 
mikroprosesor ,  I / O baru dan antarmuka pengguna , jaringan komputer , protokol seluler,
lokasi dan pemosisian, dan materi baru.
Paradigma ini juga digambarkan sebagai  komputasi pervasive ,  kecerdasan ambient  atau
"setiap perangkat".  Setiap istilah menekankan aspek yang sedikit berbeda. Ketika terutama
menyangkut objek yang terlibat, ini juga dikenal sebagai komputasi fisik , Internet of
Things , komputasi haptik dan "hal-hal yang berpikir". Daripada mengusulkan definisi
tunggal untuk komputasi di mana-mana dan untuk istilah terkait ini, taksonomi properti untuk
komputasi di mana-mana telah diusulkan, dari mana jenis atau rasa yang berbeda dari sistem
dan aplikasi di mana-mana dapat dijelaskan. Sentuhan komputasi di mana-mana
pada komputasi terdistribusi ,  komputasi seluler , komputasi lokasi, jaringan seluler,
jaringan sensor ,  interaksi manusia-komputer , teknologi rumah pintar yang sadar konteks,
dan kecerdasan buatan .
Komputasi di mana-mana adalah konsep menggunakan komputer kecil yang terhubung
dengan internet dan murah untuk membantu fungsi sehari-hari secara otomatis. Misalnya,
lingkungan komputer di mana-mana di mana-mana dapat menghubungkan pencahayaan dan
kontrol lingkungan dengan monitor biometrik pribadi yang dijalin ke dalam pakaian sehingga
pencahayaan dan kondisi pemanasan di ruangan dapat dimodulasi, terus menerus dan tidak
terlihat. Skenario umum lainnya adalah lemari es "sadar" akan isinya yang diberi tag dengan
tepat, mampu merencanakan berbagai menu dari makanan yang sebenarnya ada di tangan,
dan memperingatkan pengguna tentang makanan basi atau busuk.  Komputasi di mana-mana
menghadirkan tantangan di seluruh ilmu komputer dalam desain dan rekayasa sistem, dalam
pemodelan sistem, dan dalam desain antarmuka pengguna. Model interaksi manusia-
komputer kontemporer, apakah baris perintah , berbasis menu, atau berbasis GUI , tidak
sesuai dan tidak memadai untuk kasus di mana-mana. Hal ini menunjukkan bahwa paradigma
interaksi "alami" yang sesuai dengan komputasi di mana-mana yang sepenuhnya kuat belum
muncul - meskipun ada juga pengakuan di lapangan bahwa dalam banyak hal kita sudah
hidup di dunia. Perangkat kontemporer yang mendukung ide terakhir ini termasuk telepon
seluler , pemutar audio digital , tag identifikasi frekuensi radio , GPS , dan papan tulis
interaktif . Mark Weiser mengusulkan tiga bentuk dasar untuk perangkat komputasi di
mana - mana  :
 Tab : perangkat wearable yang berukuran sekitar satu sentimeter
 Bantalan : perangkat genggam yang ukurannya kira-kira satu desimeter
 Papan : perangkat layar interaktif yang lebih besar yang berukuran kira-kira satu meter

Perangkat komputasi di mana-mana yang diusulkan oleh Mark Weiser semuanya didasarkan
pada perangkat datar dengan ukuran berbeda dengan tampilan visual. [8] Memperluas di luar
konsep-konsep itu ada banyak sekali perangkat komputasi di mana-mana yang mungkin
ada. Beberapa bentuk tambahan yang telah dikonseptualisasikan adalah: [5]
 Debu : perangkat miniatur dapat tanpa tampilan keluaran visual, misalnya sistem mikro-
mekanis mikro ( MEMS ), mulai dari nanometer hingga mikrometer hingga milimeter. Lihat
juga Debu pintar .
 Kulit : kain berdasarkan polimer pemancar cahaya dan konduktif, perangkat komputer
organik, dapat dibentuk menjadi permukaan layar non-planar yang lebih fleksibel dan produk
seperti pakaian dan tirai, lihat layar OLED . Perangkat MEMS juga dapat dilukis ke berbagai
permukaan sehingga berbagai struktur dunia fisik dapat bertindak sebagai permukaan
jaringan MEMS.
 Clay : ansambel MEMS dapat dibentuk menjadi bentuk tiga dimensi sembarang sebagai
artefak yang menyerupai berbagai jenis objek fisik (lihat juga antarmuka berwujud ).

Dalam buku Manuel Castells The Rise of the Network Society , Castells mengemukakan


konsep bahwa akan ada evolusi perangkat komputasi yang berkelanjutan. Dia menyatakan
bahwa kita akan maju dari mikrokomputer yang berdiri sendiri dan mainframe
terdesentralisasi menuju komputasi yang meresap. Model Castells tentang sistem komputasi
pervasive, menggunakan contoh Internet sebagai awal dari sistem komputasi
pervasif. Perkembangan logis dari paradigma tersebut adalah sebuah sistem dimana logika
jaringan tersebut menjadi dapat diaplikasikan di setiap ranah aktivitas sehari-hari, di setiap
lokasi dan setiap konteks. Castells membayangkan sebuah sistem di mana miliaran miniatur,
perangkat komunikasi antar-komunikasi di mana-mana akan tersebar di seluruh dunia,
"seperti pigmen pada cat dinding".
Komputasi di mana-mana dapat dilihat terdiri dari banyak lapisan, masing-masing dengan
perannya sendiri, yang bersama-sama membentuk satu sistem:
 Lapisan 1: Lapisan manajemen tugas
o Memantau tugas pengguna, konteks, dan indeks
o Petakan tugas pengguna ke kebutuhan layanan di lingkungan
o Untuk mengelola dependensi yang kompleks

 Lapisan 2: Lapisan manajemen lingkungan


o Untuk memantau sumber daya dan kemampuannya
o Untuk memetakan kebutuhan layanan

 Lapisan 3: Lapisan lingkungan


o Untuk memantau sumber daya yang relevan
o Untuk mengelola keandalan sumber daya

Konsep dasar mengenai ubiquitous computing pertama sekali diperkenalkan oleh Gordon

Moore pada tahun1965. Moore mengamati bahwa jumlah transistor pada sebuah sirkuit

meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Pengamatan ini kemudian melahirkan Moore’s Law

Electronics yang menyakan “The future of Integrated Electronics is the future of electronics

itself. The advantages of integration will bring about a proliferation of electronics, pushing
this science into many areas. Integrated circuits will lead to such wonder as home computer-

or at least terminal connected to a central computer-automatic control for automobiles,

personal portable communications equipment”. Moore mengemukakan bahwa di masa depan

seluruh alat elektronik akan saling terhubung dan dikontrol pada sebuah komputer secara

otomatis. Sementara itu istilah ubiquitous computing sendiri pertama sekali diperkenalkan

oleh Mark Weiser pada tahun 1988 di XEROX PARC ketika menjabat sebagai

direktur Computer Science Laboratory (CSL).

Weiser berpendapat bahwa di masa depan teknologi komputer akan kita temui ditanamkan

(embedded) pada setiap perangkat yang kita gunakan sehari-hari, dimana perangkat tersebut

akan mendukung aktifitas harian kita, dan relevan dengan aktifitas harian kita masing-

masing, mengelola rumah kita. Weiser menyebutkan “The most profound technologies are
those that disappear. They weave themselves into the fabric of everyday life until they

indistinguishable from it”. Menurut Weiser, ubiquitous computing adalah the next generation

computing environment dimana penggunanya secara terus menerus berinteraksi dengan

jaringan wireless  komputer, computing ada di seluruh aktifitas manusia dan invisible kepada

penggunanya. Ada tiga key points  menurut Wiser, yaitu: (1) Contrasting virtual reality yakni

menanamkan (embedded) komputer ke dalam real world, bukan real world kedalam

komputer; (2) Challenging the Personal Computing paradigm yakni terlalu berfokus pada

mesin dibandingkan task yang harus diselesaikan; (3) New Era of Computing yakni komputer

ada di setiap aktifitas kehidupan kita.

Gambar 1 merupakan contoh dari ubiquitous computing. Pengguna terhubung dengan

berbagai layanan yang diakses melalui smart devices pada smart environment  dengan

menggunakan smart interaction. Hal ini akan mengubah paradigma computing time shared

by many people menjadi human time shared by many computers. Bagaimana hal ini

dimungkinkan? Perkembangan teknologi komputer sendiri sah mendukung hal-hal berikut

ini: (1) Microprocessors sudah berukuran kecil sehingga mudah ditanamkan diperangkat

yang digunakan pada aktifitas sehari-hari; (2) Storage harganya sudah lebih terjangkau dan

dengan kapasitas yang besar; (3) Wireless networking tersedia untuk mendukung komunikasi;

(4) Material baru untuk mendukung berbagai bentuk kebutuhan seperti e-ink, dan tampilan
yang fleksibel.

Gambar 1. Ubiquitous System


Ubiquitous computing system  merupakan perubahan paradigma dari personal

computing menjadi physical integration. Pada era personal computing membutuhkan

perhatian penuh pengguna dan tidak menggimplentasikan context-awareness dalam

pengembangannya, sementara itu pada era ubiquitous computing system sudah

melibatkan context-awareness dan melibatkan human-computer pada sistem. Context-

awareness yang dimaksud adalah memodelkan aktifitas penggunanya (yang dapat diukur

secara tenjibel) dalam berbagai situasi untuk mempelajari kebiasaan pengguna dalam

mengoptimalkan sistem. Sehingga kita sulit membedakan aktifitas yang berinteraksi dengan

komputer atau manusia.

Gambar 2. InfoPad Arsitektur

Penerapan ubiquitous computing seperti pada Info Pad.InfoPad merupakan penelitian yang

dilakukan di universitas UC Berkeley, berkaitan dengan Ubiquitous Computing System.

Penelitian ini dimulai pada tahun 1992 yang bertujuan menyediakan informasi multimedia

yang akan diakses oleh 50 pengguna pada lokasi yang sudah ditentukan secara bersamaan.

InfoPad menggunakan devices yang menampilkan informasi multimedia secara portable

dengan wireless terminal dengan cost rendah.

Seluruhnya informasi multimedia disimpan di server. InfoPad menggunakan LCD dan stylus

untuk mendukung interaksi pengguna dengan devices. Pengembangan lebih lanjut lagi,

InfoPad menggunakan pengenalan suara (speech recognition) dalam menerima perintah dari

penggunanya. Pengenalan suara akan memetakan masing-masing suara ke perintah dari


pengguna jika menggunakan stylus. Seluruh pengolahan masukan data dan pengembalian

informasi dilakukan di server, InfoPad hanya bertujuan untuk menerima data dari pengguna

dan menampilkan informasi dari server.  InfoPad dapat digunakan pada daerah yang sudah

ditentukan UC Berkeley melalui wireless connection. Arsitektur InfoPad proyek seperti

tertera pada gambar diatas.