Anda di halaman 1dari 28

CRITICAL BOOK REPORT (CBR)

APLIKASI DASAR KOMPUTER

Dosen pengampu :Ressy Dwitias Sari ,S.T,.M.T.I

KELOMPOK 10

ERINDA MAYRANI (2203111042)

NUR ANISAH LUBIS (2202111011)

GRACE DEBORA BR SEMBIRING(2203111050)

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa, sebab telah memberikan rahmat dan karunia Nya serta kesehatan kepada saya,
sehingga mampu menyelesaikan tugas “CRITICAL BOOK REVIEW”. Tugas ini di
buat untuk memenuhi salah satu mata kuliah Saya yaitu “APLIKASI DASAR
KOMPUTER”.
Tugas critical book review ini disusun dengan harapan dapat menambah
pengetahuan dan wawasan kita semua dapat bertambah. Saya menyadari bahwa
tugas critical book review ini masih jauh dari kesempurnaan
Apabila dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, Saya
mohon maaf karena sesungguhnya pengetahuan dan pemahaman saya masih
terbatas. Hanya yang Maha Kuasa yang paling sempurna, karena keterbatasan ilmu
dan pemahaman saya yang belum seberapa. Karena itu saya sangat menantikan saran
dan kritik dari pembaca yang sifat nya membangun guna menyempurnakan tugas ini.
Saya berharap semoga tugas critical book review ini dapat bermanfaat bagi pembaca
dan bagi Saya khususnya, Atas perhatiannya Saya mengucapkan terimakasih.

Medan,12 DESEMBER 2020

PENULIS
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Tujuan

1.3. Mamfaat

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku

2.2 Isi Ringkasan Buku Utama

2.3 Isi Ringkasan Buku Pembanding

2.4 Kelebihan Dan Kekurangan Buku

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran .

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

TIK adalah singkatan dari Teknologi Informasi Dan Komunikasi atau jika dalam
bahasa Inggris ‘Information and Communication Technologies’, jika di singkat
‘ICT’ dapat di artikan sebagai payung besar terminologi yang mencakup semua
peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan Informasi. Itulah secra singkat
mengenai pengertian teknologi informasi dan komunikasi.

Kata teknologi yaitu berasal dari bahasa Yunani “technologia”, atau “techne” yang
memiliki arti “keahlian” dan juga “logia” yang artinya “pengetahuan”. Dalam
pengertian yang sempit dapat di artikan teknologi adalah merupakan suatu yang
mengacu pada objek benda yang digunakan untuk kemudahan aktivitas manusia,
misalnya seperti mesin, perkakas, perangkat keras, dan lain-lain.

Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di
Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi
dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita
butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa


mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi
dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak
hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang
sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang
berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

1.2 TUJUAN

1.Agar dapat memahami Pengertian dan Perkembangan Teknologi

2. Agar dapat mengetahui tahap-tahap perkembangan Teknologi

3. Agar dapat mengetahui faktor pendorong dan pengahambat Teknologi Informasi


dan Komunikasi
4.Agar meningkatkan motivasi pembaca untuk lebih memperhatikan perkembangan
Teknologi Informasi dan Komunkasi

1.3 MANFAAT

1. Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi

2. Menambah pengetahuan serta wawasan para pembaca

3. Melatih kemampuan penulis dalam mengkritisi dan membandingkan 2/lebih buku.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 IDENTITAS BUKU

A. IDENTITAS BUKU UTAMA

Judul : Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi


Penulis : Dr. Munir, M.IT.
Penerbit : ALFABETA
ISBN : 978-979-8433-82-5
Tebal Buku : xii+201 hlm
Tahun : 2008

B. IDENTITAS BUKU PEMBANDING


Judul : Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Penulis : Ariesto Hadi Sutomo
Penerbit : GRAHA ILMU
ISBN : 978-979-756-822-1
Tebal buku : x+198 halaman
Tahun : 2011
2.2 RINGKASAN BUKU UTAMA
BAB I
HAKIKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
1.Pengertian Teknologi Informasi
Istilah teknologi informasi (information technology) mualai populer di akhir dekade
70-an. Menurut kamus oxford Teknologi informasi adalah studi atau penggunaan
peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis dan
mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.
Selanjutnya Lucas (2000) menyatakan bahwa teknologi informasi adalah segala
bentuk teknologi yang diterapkan untuk memperoses dan mengirimkan informasi
dalam bentuk elektronis, mikro komputer, komputer mainframe, pembaca barcode,
perangkat lunak, pemroses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (worksheet) dan
peralatan komunikasi dan jaringan. Sedangkan Wawan Wardiana (2000)
mengemukakan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk
mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, memanipulasi data
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.Dapat disimpulkan
bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk memperoleh
berita (informasi).
2. Teknologi komunikasi
Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah
struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap
individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan
individu-individu lain.
3. Pendekatan teknologi informasi dan komunikasi
•Tujuan Pendekatan TIK
TIK amat penting dalam dunia modern sekarang. Pendekatan TIK kita terapkan agar
siswa menjadi pribadi yang cerdas dan kritis menghadapi arus informasi global dari
media massa khususnya internet. Sebagai pribadi ia harus mampu mengambil
peluang secara positif dan konstruktif atas kemajuan TIK bagi pengembangan
dirinya dan masyarakatnya.
•Konsep Pendekatan TIK
Agar tujuan di atas dapat diwujudkan maka konsep pendekatan TIK dalam
pembelajaran seharusnya berorientasi kepada kegiatan siswa. Guru harus memberi
peluang bagi siswa untuk menerapkan dan mengembangkan penguasaan TIK dalam
mendukung kegiatan belajar mereka. Pendekatan TIK ini amat sesuai untuk
diterapkan dalam model pembelajaran Problem Base Instruction ataupun
Cooperative Learning. Dengan perencanaan yang kreatif guru dapat memberikan
tugas atau proyek yang harus dikerjakan siswa dengan memanfaatkan TIK sebagai
alat kerja maupun sumber informasi.
A. mencari dan menemukan informasi dari berbagai media dan sumber informasi,
menyeleksi secara kritis dan membuat sintesa yang obyektif (memanfaatkan
bibliography, browsing)
B. mengembangkan ide/kesimpulan menggunakan TIK untuk membuktikan dan
menguraikan proyek mereka secara akurat (memanfaatkan worksheed, spreadsheed).
C.bertukar dan berbagi informasi secara langsung dalam presentasi maupun secara
tidak langsung melalui berbagai media TIK (memanfaatkan powerpoint, flash,
publisher, e mail, blog, web etc. )
D.mereview, memodifikasi dan mengevaluasi proyek mereka, melakukan refleksi
atas mutu dan kemajuan pekerjaan mereka (memanfaatkan tanggapan, coments,
reply).

4. Strategi Perencanaan TIK dalam Pendidikan

Istilah strategi berasal dari kata benda strategos, merupakan gabungan dari kata
stratos (militer), dengan ago (memimpin). Pada awalnya, strategi berarti kegiatan
memimpin militer dalam menjalankan tugas-tugasnya dilapangan. Kemudian konsep
strategi diterapkan pula dalam bidang manajemen, dunia usaha, pengadilan, dan
pendidikan. Hard, Langley dan Rose dalam sudjana (1986) mengemukakan “Strategi
is perceived as plan or a set of explisit intention preceeding an controling actions”
(strategi dipahami sebagai rencana atau kehendak yang mendahului dan
mengendalikan kegiatan). Strategi merupakan rencana umum/pokok untuk mencapai
tujuan organisasi melalui alternatif pemilihan tindakan yang diperlukan dan alokasi
sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut

perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan dan diikuti dengan membuat
berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut, Fungsi
Pengorganisasian (Organizing)

perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan
sumberdaya fisik lain yang dimiliki untuk menjalankan rencana yang telah
ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan, Fungsi Pengarahan (Directing)
pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan
efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja
yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya, Fungsi Pengendalian (Controling)

pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah
dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

BAB 2

TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN

1. Perkembangan Informasi dalam Pembelajaran

Teknologi mulai diterapkan dalam pendidikan karena adanya pandangan, bahwa


sciencediyakini dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Berbagai macam
produk teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sebagaimana
dijelaskan pada bab 9 tentang sumber belajar dalam kurikulum berbasis TIK
menunjukkan bahwa kehadiran produk teknologi informasi dan komunikasi
(TIK)merupakan suatu keniscayaan dalam pendidikan, khususnya dalam
pembelajaran di masa sekarang dan masa mendatang.

Penggunaan TIK dalam pendidikan berkembang melalui tiga tahap, yaitu:

A.Penggunaan Audio Visual Aid(AVA)

Penggunaan Audio Visual Aid yaitu alat bantu berbentuk audio (memanfaatkan
pendengaran) dan Visual (memnafaatkan penglihatan) di kelas untuk
menyaīmpaikan materi pembelajaran.

B.Penggunaan materi-materi berprogram

Materi pembelajaran merupakan materi pembelajaran yang diambil dari subject .


Materipembelajaran ini dipecah ke dalam unit kecil, selanjutnya diprogram sesuai
dengan perangkat yang digunakan.

C.Penggunaan komputer dalam pendidikan


Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan teknologi.
Perkembanganteknologi telah mengubah masyarakat dari industri menjadi informasi,
ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya masyarakat berpendidikan yang
berbasis teknologi informasi atau komputer baik dari segi software(perangkat lunak)
maupun hardware (perangkat keras).

2. Teknologi Literasi (Melek Teknologi)

Pada abad sekarang ini merupakan era perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Perkembangan ini berdampak pada kehidupan masyarakat, karena pada
dasarnya kehidupan dalam semua aspek tidak lepas dari digerakan oleh pengetahuan
dan teknologi. Masyarakat dituntut untuk melek teknologi (technology literacy)
karena akan berperan dalam kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.
Masyarakat yang melek teknologi akan mampu memilih, merancang, membuat, dan
menggunakan hasil-hasil rekayasa teknologi tersebut.

Pembelajaranberbasis TIKakan berjalan efektif jika menerapkan


pembelajaranberpusat pada kegiatan peserta didik(student/learnedcentred learning),
yaitudengan:

A.Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan


dalam kehidupan nyata (kontekstual), sehingga pendidikan menjadi relevan dan
responif terhadap tuntutan kehidupan nyata sehari-hari. Implikasinya kurikulum
menjadi lebih menarik dan dapat merangsang minat atau motivasi peserta didik,
karena dapat langsung denganmudah menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan
nyata sehari-hari.

B.Menumbuhkan pemikiran reflektif.

C.Membantu perkembangan dan keterlibatan aktif dari peserta didik dalam proses
belajar.

3. Teknologi informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran.


Memanfaatkan TIK dalam pembelajaran antara lain dengan:

A..Pengajar dan peserta didik mampu mengakses kepada teknologi informasi dan
komunikasi.

B.Pengajar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi


informasi dan komunikasi, akrena pengaja berperan sebagai peserta didik yang harus
belajar terus menerus sepanjang hayat. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas
profesional dan kompetensinya.

C.Tersedia materi pembelajaran yang berkualitas dan bermakna meaningful).

4. Tujuan Mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi

Tujuan mempelajari teknologi informasi komunikasi(TIK) antara lain:

A..Pada aspek kognitif, dapat mengetahui, mengenal, atau memahami teknologi


informasi dan komunikasi. Meningkatkan pengetahuan dan minat peserta didik pada
teknologi, serta meningkatkan kemampuan berfikir ilmiahn sekaligus persiapan
untuk pendidikan, pekerjaan, dan peran di masyarakat pada masa yang akan datang.

B..Pada aspek afektip, dapat bersikap aktif, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu juga dapat menghargai
karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

C..Pada aspek psikomotor, dapat terampil memanfaatkan teknologi informasi dan


komunikasi untuk proses pembelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari.Membentuk
kemampuan dan minat peserta didik terhadap teknologi.

5.Peranan TIK dalam pendidikan

Peranan TIK dalam pendidikan, antara lain:

1.TIK sebagai Keterampilan (skill) dan Kompetensi

2.TIKsebagai Infrastruktur Pembelajaran

3. TIK sebagai Sumber Bahan Belajar

4. TIK sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pembelajaran


5. TIK sebagai Pendukung manajemen Pembelajaran

6. TIK sebagai Sistem Pendukung Keputusan

BAB 3

PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN

1. Perkembangan Internet
Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, Defense
Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan
riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah computer sehingga
membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.
Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain
sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Tahun
1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan
setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga
langsung menjadi populer.

2. Pengertian Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan


Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET
(Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan
bagaimana denganhardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa
melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Kepanjangan dari internet adalah interconnection-networking. Internet juga dapat
didefinisikan sebagai sebuah sistem komunikasi global yang dapat menghubungkan
komputer-komputer serta jaringan-jaringan komputer diseluruh duniayang saling
terhubung yang menggunakan serangkaian standar Internet Protocol (TPC/IP) untuk
melayani bermiliar-miliar pengguna di seluruh dunia. Internet merupakan jaringan
yang terdiri dari jutaan hal yang bersifat pribadi, umum, akademik, bisnis, dan
jaringan pemerintah, dari lokal maupun lingkup global.
3.Fungsi Internet

Internet untuk pembelajaran dapat difungsikan sebagai sumber belajar yang memuat
data dan fakta untuk referensi belajar. Data dan fakta itu selalu bisa diperbaharui,
sehingga dia tidak mudah basi, namun dapat pula ditampilkan berulang-ulang tanpa
tambahan biaya yang berarti. Hal ini berbeda dengan dengan data ‘tercetak’, dan
percobaan laboratorium convensional, dengan alat fisika dan unsur kimia. Oleh
sebab itu, internet, lebih mampu untuk ‘memuaskan’ rasa ingin tahu siswa, sekaligus
lebih murah.

Beberapa manfaat internet untuk kepentingan pembelajaran adalah:

1. Pengembangan Profesional

2.Meningkatkan pengetahuan

3. Berbagi sumber informasi diantara rekan sejawat/ sedepartemen

4. Berkomunikasi keseluruh belahan dunia·

5. Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secara langsung

6. Mengatur komunikasi secara teratur

7.Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional .

8. Sumber Belajar/Pusat Informasi

9. Informasi media dan metodologi pembelajaran

10. Bahan baku & bahan ajar untuk segala bidang pelajaran

11. Akses informasi IPTEK

12. Bahan Pustaka/referensi

13. Belajar sendiri secara cepat :

14. Meningkatkan pengetahuan

15. Belajar berinteraktif

16. Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian


17. Menambah wawasan, pergaulan, pengetahuan, pengembangan karier

18. Meningkatkan komunikasi dengan seluruh masyarakat lain

19. Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia

20. Informasi beasiswa, lowongan pekerjaan, pelatihan. Hiburan, dsb.

BAB 4

E-LEARNING: KONSEP DAN DESAIN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM


PENDIDIKAN

1. Pengertian dan ciri-ciri E-Learning

E-learning merupakan singkatan dariElektronic Learning, merupakan cara baru


dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya
sebagai sistem pembelajarannya. E-learningmerupakan dasar dan konsekuensi logis
dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

E-Learning merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relative baru di Indonesia.


Dalam pembelajaran itu pengajar itu pengajar dan peserta didik tidak perlu berada
pada tempat dan waktu yang sama untuk mrlangsungkan proses pembelajaran.

2. Kelebihan E-learning

Pembelajaran dengan E-Learning memiliki banyak kelebihan, seperti diberikan


berikut:

A.Memberikan pengalaman yang menarik dan bermakna bagi peserta didik karena
kemampuannya dapat berinteraksi langsung, sehingga pemahaman pemahaman
terhadap materi pembelajaran akan lebih bermakna, mudah dipahami, mudah diingat
dan mudah pula untuk diungkapkan kembali.

B.Dapat memperbaiki tingkat pemahaman dan daya ingat seseorang. (retention of


information) terhadap knowledge yang disampaikan, karena konten yang bervariasi ,
interaksi yang menarik perhatian, dan adanya interaksi dengan e-learner dan e-
instructor yang lain.

C.Adanya kerja sama dalam komunitas online, sehingga memudahkan


berlangsungnya proses transfer informasi dan komunikasi, sehingga setiap element
tidak akan kekurangmeningkatkan interaksi an sumber atau bahan belajar.

D.Administrasi dan pengurusan yang terpusat, sehingga memudahkan dilakukannya


akses dalam oprasionalnya.

3. Pengembangan E-Learning

Perkembangan teknologi e-learning telah memberikan nuansa baru di dalam


pendidikan kita. Jika waktu-waktu sebelumnya, secara konvensional guru atau dosen
melakukan proses pembelajaran dengan menghimpun siswa pada tempat atau
ruangan tertentu secara bersamaan, kondisi tersebit kini telah diperkaya dengan
berkembangnya perkembangan melalui jasa teknologi yang tidak lagi selalu
mengharuskan peserta didik berkumpul secara bersamaan dan dibatasi oleh waktu
dan tempat.

Perubahan wacana ekonomi yang kemudian diikuti oleh permintaan akan pekerja
yang berpengetahuan (knowledge worker) telah memicu keberadaan beberapa
lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan tinggi, bahwa dalam proses
pembelajarannya harus berbasis teknologi informasi (information and
telecommunication based learning).

4. Teknologi E-Learning

Beberapa produk teknologi e-learning dalam pembelajaran meliputi:

A. Audio Conreferencing

Merupakan salah satu teknologi e-learning teraktif paling sedarhana dan relative
murah untuk menyelenggarakan distance learning. Audio conferencing adalah
konferensi langsung dalam bentuk audio (suara) antar dua orang atau lebih yang
berada pada tempat berbeda, bahkan dapat melibatkan peserta yang banyak pada
lokasi yang tersebar dan berbeda.

B.Videobroadcasting

Penggunaan program e-learning dengan Videobroadcasting lebih banyak digunakan


dibandingkan dengan audio conferencing. Hal ini karena sifat Videobroadcasting
yang audio visual. Dalam prinsip belajar diungkapkan bahwa belajar akan lebih
berhasil jika melibatkan banyak indera. Sasaran peserta dalam jumlah yangbesar
(massal) dan menyebar (dispersed). Sebagai media transaksi pada umumnya
menggunakan media satelit. Peserta mengikuti program pembe,ajaran melalui
Videobroadcasting dengan cara melihat dan mendengar pesawat televise yang
berhubung ke stasiun tertentu melalui antenna penerima biasa atau antena parabola
yang dilengkapi decoder khusus.

C. Videoconferencing

Teknologi multimedia Videoconverencing dapat memungkinkan seluruh peserta


didik melihat, mendengar dan bekerja sama secara langsung. Sesuai dengan
namanya, fungsi Videoconverencing memberikan visualisasi secara langsung dan
lengkap kepada seluruh peserta didik dengan menggunakan multimedia (video, audio
dan data).

BAB 5

APLIKASI TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM DALAM PROSES


BELAJAR MENGAJAR

1. Multimedia dalam Pendidikan

kehadiran multimedia sebagai salah satu produk teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) dibidang pendidikan disambut gembira, karenaperanannya dalam membantu
mencapai tujuan pendidikan. Pendidikanbertujuan untuk mengoptimalkan
kemampuan peserta didik dan membantumengembangkan kemampuan yang
sempurna baik fisik, intelektual, maupunemosionalnya. Potensi kemampuan yang
dimiliki manusia ini hampertidakterbatas, namun hanya sebahagian kecil saja dari
potensi tersebut yang telahdikembangkan. Teknologi multimedia diharapkan mampu
mengatasi kendala dalamproses belajar mengajar dengan dikemasnya program-
program pendidikandalam media berbasis TIK. Meskipun Gagne (1971)
menyatakan, bahwa tidakada satu media yang sempurna yang dapat memenuhi
semua keperluan yangdiinginkan. Usaha yang maksimal untuk menjadikan produk
TIK ini menjadimedia yang dapat mengoptimalkan manusia, kiranya perlu terus
diupayakandan dikembangkan.

2. Konsep dan Karakteristik Multimedia

Konsep multimedia didefinisikan oleh Haffost (Feldmans,1994) sebagai suatu


system computer yang terdiri dari hardwere dan sofwere yang memberikan
kemudahan untuk menggabungkan gambar, video, fitigrafi, grafik dan animasi
dengan suara, teks, dan data yang dikendalikan dengan programcomputer. Sejalan
dengan hal tersebut, Thompson (1994) mendefinisikan multimedia sebagai suatu
system yang menggabungkan gambar, video,animasi, suara secara interaktif.
Multimedia adalah dasr dari teknologi modern yan g meliputi suara, teks, video,
gambar, dan data (Jayant, Ackland, Lawrence dan Rabiner, dalam Infotech, 1995).
Sedangkan Furrht (Internet 1996) dari Atlantic University, Florida mendefinsikan
multimedia sebagai gabungan antara berbagai media; teks, grafik, animasi, gambar
dan video.Dari definisi-definisi tersebut nampak adanya kesamaan bahwa teknologi
multimedia merangkumi berbagai media dalam satu sofwere pembelajaran yang
interaktif. Sajian multimedia dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan
peran computer sebagai media yang menampilkan teks, suara, grafik, video,animasi
dalam sebuah tampilan yang terintegrasi dan interaktif.

3. Keistimewaan Multimedia
Keistimewaan Multimedia Multimedia mempunyai beberapa keistimewaan yang
tidak dimiliki oleh media lain. Di antara keistimewaan itu adalah :

•Multimedia membolehkan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan


balik.

•Multimedia memberikan kebebasan kepada pelajar dalam menentukan topik


pembelajaran

• Multimedia memberikan kemudahan Kawalan yang sistematis dalam pembelajaran

4. Metodologi Pengembangan Multimedia

Usaha untuk membuat atau memperbaiki pembuatan program multimedia


pembelajaran terus dilakukan agar program yang dihasilkan dapat memenuhi standar
proses pembelajaran.Penekanan utama dalam pembuatan program ini adalah agar
program mudah digunakan, memenuhi keperluan pengembangan pengetahuan,
meningkatkan keterampilan dan kreativitas, dan menyediakan kemudahan interaktif
serta umpan balik. Pembangunan program multimedia pembelajaran khususnya
untuk keperluan anak-anak hendaknya mengandung unsure cerita, membuat
lukisan,menggambar sesuatu, menulis cerita dengan bantuan gambar. Dengan
demikian secara tidak langsung kemampuan peserta didik/ anak-anak tentang system
computer, kemampuan mengembangkan fikiran dan kemampuan mengembangkan
kosa kata dapat tergali.

2.3 RINGKASAN BUKU PEMBANDING

BAB 1

PENDAHULUAN BUKU

1. E-Learning

E-Learning atau electronic learning merupakan suatu proses perkembangan


teknologi yang diaplikasikan dalam hal penyampaian pengetahuan dalam proses
belajar mengajar, e-Learning kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk
mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang
sedang berkembang seperti Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia
mengalami masalah dalam proses perataan pendidikan bagi masyarakatnya
dikarenakan oleh jarak, oleh karena itu e-Learning merupakan pilihan yang dapat
diterapkan.

2. Blended Learning

Blended learning adalah metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap


muka dengan materionline secara harmonis. Perpaduan antara training konvensional
di mana trainer dan trainee bertemu langsung dengan training online yang bisa
diakses kapan saja, di mana saja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Adapun bentuk lain
dari blended learningadalah pertemuan virtual antara trainerdengan trainee. Mereka
mungkin saja berada di dua dunia berbeda, namun bisa saling memberi feedback,
bertanya, atau menjawab. Semuanya dilakukan secara real time. Sebagian
menyebutnya dengan long distance instructed learning, yang lain menyebutnya
virtual instructor led training training yang dipandu oleh instruktur betulan secara
virtual karena antara peserta dan instruktur berada di tempat yang berbeda. Apapun
namanya, model pembelajaran ini memanfaatkan teknologi IT lewat media video
conference, phone conference, atau chatting online.

3.Pembelajaran jarak Jauh

Pada saat ini system pendidikan jarak jauh telah mengintegrasikan pula berbagai
jenis media yang kemampuan interaktifnya semakin meningkat.

Dalam penyelenggaraan Sistem Pendidikan Jarak Jauh (SPJJ), penggunaan media


tampaknya telah menjadi keharusan. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar bahan
ajar pada SPJJ disampaikan melalui berbagai jenis media, baik cetak maupun non
cetak. Sepanjnag sejarah penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, media telah
digunakan sebagai sarana penyampai materi ajar. Adanya keterpisahan antara
pengajar dengan peserta didik , maka diperlukan media sebagai sarana
komunikasi yang menjembatani antara pengajar dengan peserta didik. Kehadiran
media inilah yang menjadi salah satu ciri kesamaan diantara institusi penyelenggara
SPJJ di semua tempat. Sementara yang membedakan institusi yang satu dengan yang
lain adalah pilihan jenis media yang digunakannya. Variasi penggunaan media antar
institusi penyelenggara PJJ sangat beragam mengingat banyaknya jenis media yang
bisa dimanfaatkan mulai media yang sederhana sampai yang canggih.

Contohnya antara lain: media cetak, media massa/siar/tayang, media pribadi/personal


chat, mendengarkan dan melakukan/video/TV/komputer.

BAB 2

PERKEMBANGAN KOMPUTER DALAM PENDIDIKAN

1. Perkembangan Komputer dalam Pendidikan

Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di
Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi
dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita
butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan
perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif
karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai
memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda
dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang
ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu,
berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan


infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang
untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan
infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh
informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi
informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar
sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang
tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan
juga tidak merata.

Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan
komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet.

2. Perkembangan Pendidikan dalam Era Globalisasi

Dalam menghadapi globalisasi tanpa adanya persiapan yang kuat maka globalisasi
akan menjadi sesuatu yang menakutkan dan akan berubah menjadi sesuatu yang
negatif. Cara untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi globalisasi ini adalah
dengan cara meningkatkan kesadaran dan memperluas wawasan. Cara untuk
meningkatkan dan memperluas wawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan
cara yang paling efektif adalah melalui pendidikan.

•Dampak positif globalisasi pendidikan:

a. Semakin mudahnya akses informasi.

b. Globalisasi dalam pendidikan akan menciptakan manusia yang professional dan


berstandar Internasional dalam bidang pendidikan.

c. Globalisasi akan membawa dunia pendidikan Indonesia bisa bersaing dengan


negara-negara lain.

d. Globalisasi akan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing.

e. Adanya perubahan struktur dan sistem pendidikan yang memiliki tujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan karena perkembangan ilmu pengetahuan dalam
pendidikan akan sangat pesat.

• Dampak negative globalisasi pendidikan:

a. Dunia pendidikan Indonesia bisa dikuasai oleh para pemilik modal.

b. Dunia pendidikan akan sangat tergantung pada teknologi, yang berdampak


munculnya “tradisi serba instant”.
c. Globalisasi akan melahirkan suatu golongan-golongan didalam dunia pendidikan.

d. Semakin terkikisnya kebudayaan akibat masuknya budaya dari luar.

e. Globalisasi mengakibatkan melonggarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh


negara.

BAB 3

MULTIMEDIA

1. Multimedia

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan


teks, suara, gambar, animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi
(link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan
berkomunikasi.

2. Objek Multimedia

• Teks; Teks merupakan dasar dari pengolahan kata dan informasi berbasis

multimedia. Dalam kenyataannya multimedia menyajikan informasi kepada audiens


dengancepat, karena tidak diperlukan membaca secara rinci dan teliti

• Image; image atau grafik berarti still image seperti foto


dan gambar. Manusia sangat berorientasi pada visual dan gambar merupakan sarana
yang sangat baik untuk menyajikan informasi.

• Animasi; pembentukan gerakan dari berbagai media atauobjek yang divariasikan


dengan gerakan transisi, efek-efek, juga suara yang selaras dengan gerakan animasi
tersebut atau animasi merupakan penayangan frame-frame gambar secara cepat
untuk menghasilkan kesan gerakan.

• Audio;penyajian audio atau suara merupakan cara lain untuk lebihmemperjelas


pengertian suatu informasi. Contohnya, narasi merupakan kelengkapan dari
penjelasan yang dilihat melalui video.

• Video; merupakan elemen multimedia paling kompleks karenapenyampaian


informasi yang lebih komunikatif dibandingkan gambar biasa. Walaupun terdiri dari
elemen-elemen yang sama seperti grafik, suara dan teks, namun bentuk video
berbeda dengan animasi.

3. Macam Multimedia

Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu:Multimedia linier yaitu Multimedia


linier adalah multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang
dapat dioperasikan oleh penguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan),
contohnya: TV dan film. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang
dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga
pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
Contohnya : multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain-lain.

4.Arsitektur Multimedia

Setiap tipe media dikelola dengan cara khusus sesuai dengan tipe media

•Dapat melakukan join antara struktur data berbeda

• Pemrosesan query yang relatif cepat dikarenakan struktur yang khusus

• Satu-satunya pilihan untuk bank data yang legal

5. Authoring System

Authoring System dibagi menjadi 6 macam, yaitu: dedicated authoring system,


timeline-based authoring, structured multimedia authoring, programmable authoring
system, multisource multi-user authoring system, dan telephone authoring system.

6. Penggunaan Multimedia

Pembelajaran berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan


dengan papan tulis dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir
semua unsur-unsur indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam
belajar, juga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran
dengan menggunakan multimedia akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan
lebih optimal. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan
sedini mungkin pada siswa akan teknologi.Teknologi multimedia ini, juga dapat
digunakan dalam mengembangkan Computer Assisted Learning (CAL). Computer
Assisted Learning (CAL) adalah perangkat lunak pendidikan yang diakses melalui
komputer dan meru-pakan bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer
sebagai “dosen”.

BAB 4

ONLINE LEARNING

1. Karakteristik E-Learning

karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:

A. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.

B. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)

C. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian
disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan
saja dan dimana saja.

D. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-


hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di
komputer.

2. Infrastruktur Online Learning

Infrastruktur untuk membangun e-learning meliputi :

1. Server
Server adalah komputer khusus yang bertugas melayani aplikasi-aplikasi jaringan.
Tingkat kebutuhan spesifikasi server sangat beragam dan tergantung pada fungsi
server dan sistem operasi yang terpasang. (Madcoms, 2003 : 21).

2. Client Server
Client Server adalah komputer yang memanfaatkan layanan dari server. Sistem
operasi jaringan Client Server memungkinkan untuk mensentralisasi fungsi dan
aplikasi kepada satu atau dua dedicated file server. Sebuah File server menjadi
jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya dan
menyediakan keamanan. Linux, Novel Netware, dan Windows NT adalah contoh
model sistem operasi jaringan Client Server. (Madcoms, 2003 : 3).

3. UTP
Kabel twisted pair dapat dibagi menjadi dua macam yaitu shielded yang memiliki
selubung pembungkus dan unshielded yang tidak mempunyaiselubung pembungkus.

4. Konsentrator
Konsentrator adalah perangkat yang digunakan untuk memperluas dan menambah
jumlah komputer dalam sebuah jaringan. Konsentrator terdiri dari dua jenis yaitu hub
dan switch. transfer data adalah 6,25 Kbps sedangkan pada switch kecepatan transfer
data adalah 100 Kbps. (Madcoms, 2003 : 19).

5. Modem
Modem singkatan dari Modulator Demodulator yang berfungsi untuk
mengkonversikan data digital ke data analog dari komputer pengguna ke komputer
server melalui jalur telepon dan sebaliknya. (Madcoms, 2003 : 127).

6. Setting LAN

Cara yang paling efektif dan efesien untuk menghubungkan satu komputer dengan
komputer yang lain atau menghubungkan sejumlah komputer ke internet adalah
dengan membangun jaringan lokal (local area network/LAN). Dengan adanya
jaringan maka hanya diperlukan satu sambungan saja ke internet yang bisa
dipergunakan secara bersama-sama oleh komputer yang tergabung dalam jaringan
tersebut.

7. SharingInternet
Agar semua computer client dapat terkoneksi dengan internet, maka koneksi internet
di server harus di sharing ke dalam jaringan LAN.

8. Trouble shooting Jaringan.

9. Jika koneksi antar komputer terputus maka kita harus mengecek penyebab
putusnya koneksi tersebut.
2.4 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

A.KELEBIHAN BUKU

1. BUKU UTAMA

• Memiliki banyak Informasi sehingga memuat sampai 213 halaman

• Sampul bukunya yang menarik

• Memuat gambar-gambar pada buku sehingga mendukung pembahasan isi buku

• Memiliki indentitas buku yang jelas

• Buku ini sangat revelan dengan tugas dan fungsi dari Teknologi Informasi dan
Komunikasi.

2. BUKU PEMBANDING

• Buku ini tersusun secara sistematis sehingga pembaca mudah mengetahuinya

• Buku ini membantu kita agar lebih mendalami TIK

• Buku ini dapat memperdalam pengetahuan mengenai Informasi dengan teknologi


zaman kini

• Buku ini dilengkapi dengan daftar pustaka sehingga menanmbah referensi daripada
pembaca

B. KELEMAHAN ISI BUKU

1. BUKU UTAMA

• Buku ini terdapat penulisannya masih banyak kesalahan, seperti salah pengejaan
huruf dan salah penulisan

• Dalam buku ini terdapat beberapa pembahasan yang menggunakan kalimat yang
sulit untuk dipahami

• Dalam buku ini membahas terlalu banyak dan bertele-tele sehingga sulit dipahami
2. BUKU PEMBANDING

• Bahasa yang digunakan dalam buku ini kurang efektif

• Dalam buku ini memiliki pembahasan isi buku yang kurang lengkap

• Pembahasan isi buku kurang mendalami isi buku sehingga kurang dibandingkan
dari buku lain

• Dalam buku ini terdapat kata-kata atau bahasa yang sulit dipahami

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa


mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi
dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak
hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang
sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang
berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Kata teknologi yaitu berasal dari bahasa Yunani “technologia”, atau “techne” yang
memiliki arti “keahlian” dan juga “logia” yang artinya “pengetahuan”. Dalam
pengertian yang sempit dapat di artikan teknologi adalah merupakan suatu yang
mengacu pada objek benda yang digunakan untuk kemudahan aktivitas manusia,
misalnya seperti mesin, perkakas, perangkat keras, dan lain-lain.

Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di
Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi
dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita
butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

3.2 SARAN
Untuk menjadi seorang yang memikliki intelektual yang baik, khususnya bagi para
pelajar didunia. Maka sangat diharuskan dalam minatnya untuk banyak membaca
buku,koran dan internet . Karena ada pepatah yang mengatakan bahwa membaca
adalah jendela dunia,kita bisa megelilingi dunia dengan cara membaca dan
memahami artinya ketika kita banyak membaca berarti kita telah melihat dan
mengetahui tentang kejadian kejadian dan pelajaran yang terjadi didalam dunia ini
melalui bacaan tersebut.

Untuk menambah pengetahuan kita, maka pengarang bermaksud menulis buku ini
agar pengetahuan kita tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi semakin
bertambah dan berkembang, maka dari itu kita sangat berkesempatan didalam
mengambil ilmu yang dimaksud didalam buku ini.Dan bagi pembaca dua buku itu
kalian bisah lebih tau tentang gejala alam yang ada dan apa saja yang termasuk di
alam itu dan kejadian apa saja yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan


Komunikasi,Bandung:Alfabeta, 2008

Ariesto H. Sutopo. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam


Pendidikan.Yogyakarta: Graha Ilmu