Anda di halaman 1dari 6

Nama : Adi Wahyuman Marpaung

NIM : 190522020
Studi Kasus Audit atas Pelatihan Karyawan di Pt Indojewel_ Akuntansi S1 Ekstensi

1. Sebagai auditor, Anda diminta untuk mengelompokkan temuan audit tersebut di atas ke
dalam kelompok kondisi, kriteria, penyebab, dan akibat
Jawab:
No Kondisi Kriteria Penyebab Akibat
Perusahaan tidak memiliki Rencana Rencana Ketidaktuntasan
rencana pelatihan periodik pelatihan dan pelatihan baru program
dan menentukan program pengembangan dibuat setelah pengelolaan
pelatihan karyawan harus ada bagian yang pelatihan
disusun secara membutuhkan karyawan hingga
periodik pelatihan tahap akhir yang
bersama dengan mengarah pada
penyusunan ketidaksempurna
anggaran an keterampilan
perusahaan dan kemahiran
karyawan dalam
mengoperasikan
mesin baru
2 Perusahaan menganggarkan Pengelolaan Program Ketidaktuntasan
biaya pelatihan hanya pelatihan pelatihan program
sebesar 0,25% selama satu karyawan harus disusun pengelolaan
tahun dari laba bersih didukung berdasarkan pelatihan
setelah pajak sebelumnya dengan permintaan dari karyawan hingga
anggaran yang departemen yang tahap akhir yang
tersedia dan membutuhkan mengarah pada
memadai pelatihan ketidaksempurna
tersebut dan an keterampilan
disesuaikan dan kemahiran
dengan besarnya karyawan dalam
anggaran yang mengoperasikan
disetujui oleh mesin baru
Direktur
Akuntansi dan
Keuangan.
3 Pertanggungjawaban atas Laporan biaya Belum tersedia Tidak ada
Program Pelatihan Karyawan kualitas harus suatu sistem informasi
tidak dapat dilakukan terdokumentasi review dan sebagai umpan
untuk pelaporan yang balik dalam
menyediakan terdokumentasi peningkatkan
informasi tentang penilaian kualitas produk
sebagai umpan efektivitas dan yang dihasilkan
balik dalam efisiensi atas pelatihan
meningkatkan pelaksanaan keterampilan
kualitas proses pelatihan karyawan
dan produk yang
dihasilkan
4 Dana tidak mencukupi dalam Pengelolaan Program Tidak tersedia
melakukan program atas pelatihan pelatihan yang cukup dana
Pelatihan Karyawan karyawan harus dilakukan untuk
didukung disesuaikan melanjutkan
dengan anggaran dengan besarnya pelatihansampai
yang memadai anggaran yang pada praktik
disetujui oleh pelatihan
Direktur sehingga
Akuntansi dan pelatihan yang
Keuangan dilakukan hanya
merupakan
pelatihan
klasikal di kelas
5 Biaya kegagalan produk yang Tujuan pelatihan perusahaan tidak Banyaknya
terjadi pada tahun 2008 dan memiliki produk gagal
Mencapai Rp 825,25 juta. pengembangan rencana dalam proses
karyawan harus pelatihan produksi
dirumuskan periodik dan sehingga volume
dengan jelas dan menentukan atau output
disosialisasikan program produksi
ke seluruh pelatihan menjadi lebih
manajer lini berdasarkan kecil yang
untuk permintaan mengarah pada
Menurunkan manajer lini kenaikan harga
kegagalan yang harus pokok produksi
produk terealisasi dalam tanpa
waktu singkat peningkatan
tanpa melalui kualitas terhadap
identifikasi produk yang
untuk dihasilkan
menentukan
identifikasi
untuk
menentukan
pelatihan apa
yang
sesungguhnya
dibutuhkan oleh
para karyawan.
6 Pengembalian produk oleh Tujuan pelatihan perusahaan tidak Menurunnya
pelanggan yang terjadi dan memiliki volume
selama tahun 2008 sebesar pengembangan rencana penjualan akibat
7,5% karyawan harus pelatihan besarnya
dirumuskan periodik dan pengembalian
dengan jelas dan menentukan produk oleh
disosialisasikan program pelanggan
ke seluruh pelatihan
manajer lini berdasarkan
untuk permintaan
Menurunkan manajer lini
kegagalan yang harus
produk terealisasi dalam
waktu singkat
tanpa melalui
identifikasi
untuk
menentukan
identifikasi
untuk
menentukan
pelatihan apa
yang
sesungguhnya
dibutuhkan oleh
para karyawan.

2. Buat laporan audit atas pelatihan karyawan ini, lengkapi kesimpulan audit Anda dengan
temuan audit yang mendukung kesimpulan tersebut dan rumuskan rekomendasi yang Anda
berikan kepada PT. Indojewel sebagai alternatif perbaikan pengelolaan program pelatihan
karyawan di masa depan
Jawab:
BAB I
INFORMASI LATAR BELAKANG
PT. Indojewel bergerak di bidang produksi perhiasan berbahan dasar mutiara dan emas.
Mutiara yang digunakan adalah hasil pembudidayaan sendiri yang terintegrasi dalam rencana
bisnis perusahaan, sedangkan emas diperoleh dari dalam negeri. Desain produk sudah cukup
dikenal di pasar, merupakan hasil pengembangan bagian litbang perusahaan yang dipimpin
oleh tenaga ahli di bidangnya.
Perusahaan mempekerjakan 1.500 karyawan tetap dan sekitar 750 karyawan kontrak yang
dipekerjakan terutama sebagai staf produksi di divisi budidaya mutiara dan cleaning service
di seluruh divisi perusahaan, dengan penghasilan rata-rata sebesar 250% dari UMK yang
ditetapkan pemerintah.
Perusahaan menerapkan teknologi maju dalam produksi perhiasan dengan investasi sebesar
Rp1,75 triliun untuk membeli peranti keras dan Rp500 miliar untuk membeli perantilunak
termasuk sistem informasi, yang mengintegrasikan seluruh divisi ke dalam satu rangkaian
operasi dan sistem pelaporan.
Pelatihan karyawan bersifat situasional, sesuai dengan permintaan manajer lini dan sesuai
dengan anggaran yang tersedia.
Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Direktur Utama : Tn. Kevin Suparno
b. Direktur Akuntansi dan Keuangan : Tn. Cecep Mulyadi
c. Direktur Pemasaran : Nn. Sandra Gultom
d. Direktur Produksi : Tn. Steve Handayana
e. Manager SDM : Tn. Syam Nugroho
Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1. Menilai prosedur Pelatihan Karyawan yang dilakukan Perusahaan
2. Menilai ekonomisasi, efisiensi dan efektivitas Pelatihan Karyawan yang telah
dilaksanakan.
3. Memberi berbagai saran atas kelemahan dalam pelaksanaan Pelatihan Karyawan yang
ditemukan

BAB II
KESIMPULAN AUDIT
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat
menyimpulkan sebagai berikut:
Kondisi:
1. Tidak tersedia cukup dana untuk melakukan program pelatihan karyawan. Perusahaan
hanya menganggarkan biaya pelatihan sebesar 0,25% selama satu tahun dari laba bersih
setelah pajak tahun sebelumnya
2. Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan
3. Terjadi kegagalan produk pada tahun 2008 sebesar Rp. 825,25 juta
4. Pertanggungjawaban atas program pelatihan karyawan tidak dapat dilakukan
5. Pengembalian produk oleh pelanggan yang terjadi selama tahun 2008 sebesar 7,5%
Kriteria:
1. Pengelolaan program pelatihan karyawan harus didukung dengan anggaran yang memadai
2. Rencana pelatihan harus disusun secara periodik dengan menentukan pelatihan yang
dibutuhkan karyawan
3. Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan dengan jelas dan
disosialisasikan ke seluruh manajer lini untuk menurunkan kegagalan produk
4. Laporan biaya dan kualitas pelatihan harus terdokumentasi untuk menyediakan informasi
sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan
5. Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan dengan jelas dan
disosialisasikan ke seluruh manajer lini untuk menurunkan kegagalan produk
Penyebab:
1. Program pelatihan yang dilakukan disesuaikan dengan besarnya anggaran yang disetujui
oleh Direktur Akuntansi dan Keuangan tanpa melihat apa yang dibutuhkan dalam pelatihan
2. Rencana pelatihan baru dibuat setelah ada bagian yang membutuhkan pelatihan
3. Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan
berdasarkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh para karyawan
4. Tidak ada penilaian keberhasilan secara formal tentang penilaian efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan pelatihan
5. Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan
berdasarkan permintaan manajer lini yang harus terealisasi dalam waktu singkat tanpa
melalui identifikasi untuk menentukan identifikasi untuk menentukan pelatihan apa yang
sesungguhnya dibutuhkan oleh para karyawan
Akibat:
1. Pelatihan yang dilakukan hanya berupa pelatihan klasikal dikelas sehingga tidak cukup
waktu bagi karyawan untuk memahami materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut
2. Ketidaktuntasan program pengelolaan pelatihan karyawan hingga tahap akhir yang
mengarah pada ketidaksempurnaan keterampilan dan kemahiran karyawan dalam
mengoperasikan mesin baru
3. Banyaknya produk gagal dalam proses produksi sehingga volume atau output produksi
menjadi lebih kecil yang mengarah pada kenaikan harga pokok produksi tanpa peningkatan
kualitas terhadap produk yang dihasilkan
4. Tidak ada dokumen atau catatan yang bisa dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil
pelatihan yang telah dilakukan sehingga tidak ada informasi mengenai peningkatan kualitas
produk yang dihasilkan.
5. Menurunnya volume penjualan akibat besarnya pengembalian produk oleh pelanggan.

BAB III
REKOMENDASI
Hasil audit yag dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian
manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan utama adalah:
1. Kelemahan yang terjadi pada prosedur pelatihan karyawan yang belum terencana dengan
baik serta kurang terlatihnya karyawan dalam menggunakan mesin baru.
2. Kelemahan yang terjadi pada proses pendokumentasian laporan atas hasil pelatihan
karyawan.
Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau
langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
1. Perusahaan harus membuat program pelatihan karyawan yang dilakukan secara periodik
dan meningkatkan anggaran untuk mendukung pengelolaan pelatihan karyawan
2. Perusahaan harus melakukan penilaian terhadap pelatihan karyawan untuk perbaikan dan
melakukan benchmarking pada industri sejenis yang lebih berhasil dalam mengelola program
pelatihan karyawan
3. Perusahaan harus mendokumentasikan laporan biaya kualitas untuk menyediakan
informasi sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas proses dan produk yang
dihasilkan.
4. Pelatihan intensif dan terjadwal mesti dilakukan oleh karyawan, supaya mengefisienkan
penggunaan sumber daya dalam proses produksi yang gagal.
5. Memproduksi sedikit terlebih dahulu sampai karyawan menguasai mesin baru agar tidak
terjadi pemborosan sumber daya.
Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen,
tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang
lebih buruk pada Pelatihan Karyawan di masa yang akan datang.
BAB IV
RUANG LINGKUP AUDIT
Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah
Program Pelatihan Karyawan PT. Indojewel. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan
sistem pengendalian manajemen Program Pelatihan Karyawan, personalia yang bertugas
dalam program pelatihan karyawan, dan aktivitas Program Pelatihan Karyawan itu sendiri.

Anda mungkin juga menyukai