Anda di halaman 1dari 15

BAB II

AKUNTANSI HUTANG

A. PENGERTIAN
Seperti yang diuraikan pada buku Pengantar Akuntansi, bahwa kewajiban atau utang
adalah pengorbanan ekonomis yang wajib dilakuna oleh perusahaan di masa yang akan datang
dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau
transaksi sebelumnya.
Tindakan atau transaksi tersebut antara lain : diterima uang, barang atau jasa atau
diakuinya suatu biaya atau kerugian.

Misalkan :
Meminjam uang kepada bank, membeli barang secara kredit, memanfaatkan jasa yang
diberikan oleh pihak lain, tetapi belum dibayar, timbulnya bunga pinjaman yang belum
dibayar dan sebagainya .
Sesuai dengan tenggang waktu penyelesaiannya, kewajiban diklasifikasikan dalam dua
kelompok, yaitu :
1. Utang jangka pendek
2. Utang jangka panjang

B. UTANG JANGKA PENDEK


Adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus
normal operasi perusahaan, dengan menggunakan sumber-sumber yang merupakan aktiva
lancar atau dengan menimbulkan utang jangka pendek lainnya.
Yang termasuk utang jangka pendek antara lain :
1. Utang usaha/dagang, yang timbul karena pembelian/perolehan persediaan/barang, atau
penerimaan jasa dalam rangka kegiatan normal perusahaan secara kredit
2. Utang pembelian aktiva tetap
3. Biaya yang harus dibayar, seperti bunga, sewa, upah, pajak, dll.
4. Pinjaman pada bank
5. Uang muka/persekot penjualan dan pendapatan diterima dimuka
6. Utang wesel
7. Bagian utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun setelah
tanggal neraca

Jenis & Pencatatan Utang Jangka Pendek


Akuntansi utang jangka pendek sebenarnya sudah dibahas pada buku pengantar
akuntansi namun demikian, untuk mengingat kembali berikut ini disajikan contoh yang
sederhana.
a. Utang Wesel/Wesel Bayar (Notes payable)
Adalah kewajiban kepada pihak lain yang dibuktikan dengan janji tertulis tanpa syarat
untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang telah ditentukan di kemudian
hari.
Utang wesel bisa terjadi karena adanya transaksi :
1. Pembelian barang
2. Penerimaan uang sebagai pinjaman
3. Sebagai pengganti utang dagang yang sudah jatuh tempo atau belum jatuh tempo
4. Janji akan membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu dengan cara mengaksep
wesel.

Utang wesel dibagi menjadi dua, yaitu :


1. Utang wesel yang tidak berbunga
Adalah utang wesel yang pada tanggal jatuh tempo pelunasannya hanya sebesar nilai
nominal wesel.
Contoh :
Tanggal 15 Agustus 1996 PT Makmur membeli barang dagangan dari UD Murni
seharga Rp. 5.000.000,- dengan syarat pembayaran 2/10, n/30.
Tanggal 25 Agustus 1996 oleh PT Makmur diserahkan promes 30 hari kepada UD
Murni sebagai pengganti uang dagangannya.
Tanggal 25 September 1996 PT Makmur melunasi promes yang telah diserahkan
kepada UD Murni.
2. Utang wesel yang berbunga
Adalah utang wesel yang pada tanggal jatuh tempo pelunasannya sebesar nilai nominal
wesel ditambah bunga yang sudah berjalan.
Contoh :
Tanggal 10 September 1996 dibeli barang dagang dari Toko Aris seharga Rp.
6.000.000,-dengan syarat 2/10, n/30.
Tanggal 20 September 1996 diserahkan promes per 30 hari kepada Toko Aris sebagai
pembayaran utang sebesar Rp. 6.000.000,- dengan bunga 12% pertahun.
Tanggal 20 Oktober 1996 promes dilunasi.

Catatan :
Sebetulnya wesel bayar bias saja dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo. Jika hal ini
dilaksanakan biasanya diperhitungkan potongan (diskonto). Bila yang dilunasi adalah
wesel bayar tanpa bunga, diskonto dicatat sebagai pendapatan bunga di kredit. Namun
bila yang dilunasi adalah wesel bayar yang berbunga, jika jumlah pelunasan lebih kecil
daripada nilai nominal maka selisihnya dicatat sebagai pendapatan bunga. Sebaliknya
jika jumlah yang dibayarkan lebih besar daripada nilai nominal, maka selisihnya dicatat
sebagai beban bunga. Pada waktu tutup buku agar diperhitungkan bunga yang sudah
berjalan yang merupakan utang bunga dan disajikan di dalam neraca.

b. Utang usaha
Adalah kewajiban yang timbul akibat terjadinya pembelian barang atau jasa secara
kredit. Transaksi yang ditimbulkan terjadinya utang usaha dicatat dikredit pada perkiraan
utang usaha. Perkiraan usaha di debit apabila terjadi retur pembelian atau utang usaha
dilunasi.
Contoh :
Pada tanggal 8 Agustus 1996 dibeli barang dagangan dari Ud Makmur sebesar Rp.
3.000.000,- dengan syarat 2/10, n/30.
Tanggal 10 Agustus sebagian barang dagangan dikirim kembali kepada UD Makmur
seharga Rp. 500.000,-karena tidak sesuai dengan pesanan.
Tanggal 8 September 1996 dibayar kepada UD Makmur sebagai pelunasan pembelian
barang dagangan pada tanggal 8 Agustus 1996.
Catatan :
Dalam dunia dagang, pada umumnya pembelian kredit dengan tenggang waktu antara 30
hari sampai 90 hari, maka jatuh tempo pembayaran utang usaha tidak lebih dari satu tahun.
Oleh karenanya utang usaha dapat dikelompokkan sebagai utang lancar.

c. Biaya yang masih harus dibayar atau utang biaya


Adalah biaya yang sudah terjadi dan sudah menjadi beban, tetapi belum dibayar karena
jatuh tempo pada akhir periode yang bersangkutan. Yang termasuk kelompok utang biaya
antara lain :
1. Utang gaji dan upah
Terjadinya utang gaji dan upah dapat digambarkan sbb :
Suatu perusahaan mempunyai ketentuan bahwa pembayaran upah dan gaji para
karyawan dilaksanakan setiap hari Sabtu, sedangkan tutup buku dilaksanakan pada 31
Desember. Kebetulan tanggal 31 Desember jatuh pada hari Kamis sehingga ada upah
dan gaji selama 4 hari yang belum dibayar karena belum jatuh tempo. Hal ini sudah
merupakan utang upah dan gaji bagi perusahaan dan harus dilaporkan di neraca pada
tanggal 31 Desember.

Contoh :
PT Satria membayar upah dan gaji para karyawan setiap Sabtu. Tanggal 31 Desember
perusahaan tutup buku jatuh tempo pada hari Kamis. Pada saat tutup buku masih ada
upah dan gaji yang belum dibarkan sebesar Rp. 4.000.000,-.
Dari data tsb pada tanggal 31 Desember dibuat ayat jurnal penyesuaian
Gaji dan upah Rp. 4.000.000,-
Utang gaji dan upah Rp. 4.000.000,-

Pada awal periode berikutnya harus dibuat ayat jurnal pembalik dengan tujuan untuk
menghindari kesalahan catat pada saat membayar
1 Januari Utang gaji dan upah Rp. 4.000.000,-
Gaji dan upah Rp. 4.000.000,-

2. Utang telepon dan listrik


Utang telepon dan listrik terjadi karena dalam menggunakan jasa ini pembayaran harus
dilakukan kemudian hari.

3. Utang bunga
Utang bunga timbul karena pada waktu perusahaan tutup buku, bunga belum jatuh
tempo sehingga belum dibayar.
Contoh :
Tanggal 1 November 1996 PT Abadi mempunyai utang wesel dengan nominal Rp.
2.000.000,- bunga 18% per tahun, jatuh tempo 31 Januari 1997. Tanggal 31 Desember
PT Abadi tutup buku. Pada waktu tutup buku berarti perusahaan mempunyai utang
bunga dari 1 November sampai dengan 31 Desember sekitar 2 bulan.
2𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
Besarnya utang bunga = x 18% x Rp. 2.000.000 = Rp. 60.000,- dan dibuat
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

jurnal penyesuaian.
Beban Bunga Rp. 60.000,-
Utang bunga Rp. 60.000,-

Kemudian 1 Januari 1997 (awal periode) dibuat jurnal pembalik


Utang bunga Rp. 60.000.-
Beban bunga Rp. 60.000,-

d. Utang pajak
1. Utang Pajak Penghasilan Karyawan
Adalah pajak yang dipotong oleh perusahaan atas gaji dan upah karyawan serta harus
disetorkan ke Kas Negara. Bila pada akhir periode ternyata pajak penghasilan
karyawan belum disetorkan maka keadaan demikian merupakan utang perusahaan dan
dilaporkan di neraca.
Contoh :
Daftar gaji dan upah dapat diketahui :
Jumlah gaji dan upah Rp. 7.500.000,-
Pajak penghasilan karyawan Rp. 1.125.000,- (-)
Gaji dan upah yang harus dibayarkan Rp. 6.375.000

Jurnal yang dibuat :


a) Dari daftar gaji dan upah dapat dijurnal
Gaji dan upah Rp. 7.500.000,-
Utang PPh karyawan Rp. 1.125.000,-
Utang gaji dan upah Rp. 6.375.000,-

b) Pada waktu gaji dan upah dibayar


Utang gaji dan upah Rp. 6.375.000,-
Kas Rp. 6.375.000,-

c) Pada waktu utang PPh karyawan disetorkan ke Kas Negara


Utang PPh karyawan Rp. 1.125.000,-
Kas Rp. 1.125.000,-

2. Utang Pajak Penghasilan


Pajak penghasilan perusahaan dihitung dan dikenakan dari penghasilan bersih
perusahaan pada akhir tahun. Dala praktik, cara pembayaran PPh perusahaan dapat
diangsur selama periode akuntansi sehingga pada akhir periode angsuran pajak biasa
lebih besar atau lebih kecil dari pajak penghasilan yang seharusnya dibayar oleh
perusahaan.
Jika selama periode jumlah angsuran pajak lebih kecil dari jumlah pajak yang
seharusnya dibayar, maka pada akhir periode masih ada hutang pajak dan dilaporkan
di neraca.
Contoh :
Dalam tahun 1996 setiap bulan PT Yudistira membayar angsuran pajak penghasilan
sebesar Rp. 125.000,-. Dari laporan keuangan perusahaan tanggal 31 Desember 1996
diketahui bahwa besarnya pajak penghasilan yang harus dibayar sebesar Rp.
1.750.000,-. Dengan demikian sampai tanggal 31 Desember 1996 pajak penghasilan
yang belum dibayar sebesar Rp. 1.750.000 – (12 x Rp. 125.000) = Rp. 250.000,-
Dari data diatas catatan yang dibuat jurnal oleh perusahaan sbb :
a) Setiap pembayaran angsuran pajak
Pajak penghasilan dibayar di muka Rp. 125.000,-
Kas Rp. 125.000,-

b) Tanggal 31 Desember 1996 dibuat jurnal penyesuaian


Pajak penghasilan Rp. 1.750.000,-
Utang pajak penghasilan Rp. 1.750.000,-

c) Tanggal 31 Desember 1996 dari perkiraan pajak penghasilan dibayar di muka


dengan jurnal penutup dipindahkan ke perkiraan utang pajak penghasilan
Utang pajak penghasilan Rp. 1.500.000,-
Pajak penghasilan dibayar di muka Rp. 1.500.000,-

Dari jurnal tsb bila dipindahkan ke buku besar perkiraan utang pajak penghasilan
akan menunjukkan saldo kredit Rp. 250.000,- dan saldo tsb merupakan utang pajak
yang harus dilaporkan di neraca.

e. Pendapatan diterima di muka


Kanga-kadang ada beberapa jenis pendapatan yang tidak diterima dimuka, seperti sewa
diterima di muka, komisi, dan uang langganan majalah dll. Jelas bila ini betul-betul terjadi
dapat dinyatakan sebagai utang jangka pendek karena adanya klaim terhadap perusahaan,
yaitu adanya kewajiban untuk menyerahkan barang atau jasa dalam periode yang tidak
lebih dari satu tahun.
Contoh :
Tanggal 1 Agustus 1996 diterima sewa rumah sebesar Rp. 3.000.000,- untuk 1 tahun. Dari
transaksi ini jika pada waktu terima sewa dicatat sebagai pendapatan, jurnalnya adalah
Kas Rp. 3.000.000,-
Pendapatan sewa Rp. 3.000.000,-
Tanggal 31 Desember 1996 adalah masa kahir periode, maka dari penerimaan uang sewa
yang betul-betul sudah merupakan pendapatan adalah masa 1 Agustus sampai dengan 31
5
Desember 1996 = 5 bulan atau 12 x Rp. 3.000.000,- = Rp. 1.250.000,-
7
Masa 1 Januari 1997 sampai 31 Juli 1997 = 7 bulan atau sebesar x Rp. 3.000.000 = Rp.
12

1.750.000,- merupakan penerimaan utang lancar yang harus dilaporkan di neraca dan
melalui jurnal penyesuaian akan dicatat dalam buku besar dengan perkiraan
Pendapatan sewa Rp. 1.750.000,-
Sewa diterima di muka Rp. 1.750.000,-

f. Utang jangka panjang yang segera jatuh tempo


Adalah bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo atau harus dibayar dalam waktu
tidak lebih dari 12 bulan setelah pos ini digolongkan sebagai utang jangka pendel, seperti
angsuran yang jatuh tempo atas obigasi, hipotik, atau wesel jangka panjang.
Contohnya :
Tanggal 31 Desember 1996 PT Hutama mempunyai utang obligasi Rp. 75.000.000,- yang
dibayar secara angsuran 1 tahun 1 kali jatuh tempo pada tanggal 8 Agustus sebesar Rp.
7.500.000,-. Dari jumlah utang obligasi sebesar Rp. 75.000.000,0 ternyata sebesar Rp.
7.500.000,- harus dibayar tanggal 8 Agustus 1997. Berarti setelah tanggal 31 Desember
1996 sampai dengan 8 Agustus 1997 waktu angsuran kurang dari 1 tahun, maka angsuran
yang akan dibayar tanggal 8 Agustus 1997 pada waktu membuat neraca 31 Desember
1996 sudah harus dilaporkan dan digolongkan sebagai utang jangka pendek. Sebelumnya
harus sudah tampak pada buku besar dibantu jurnal penyesuaian sbb :
Utang hipotek Rp. 7.500.000,-
Utang hipotek yang segera dibayar Rp. 7.500.000,-

Contoh Soal 1
Transaksi berikut ini diambil dari pembukuan PT. Amanah yang berhubungan dengan utang
jangka pendek.
1. Pembelian barang dagang dari PT. Papandayan Rp. 1.500.000,- syarat pembayaran 2/10.
n/20
2. Di beli sebuah kendaraan seharga Rp. 30.000.000,- dengan uang muka Rp. 6.000.000,-
sisanya diangsur bulanan selama satu tahun
3. Di pinjam dari BDN cabang Kebayoran uang sejumlah Rp. 10.000.000,-biaya administrasi
dan provisi Rp. 105.000,-
4. Di beli dan di bayar dengan sebuah wesel per 30 hari barang dagang Rp. 2.000.000,-
5. Di lunasi kepada PT Papandayan Rp. 1.500.000,- potongan tunai 2%
6. PT amanah menyewakan sebagian ruangan. Sewa diterima dimuka untuk 2 tahun sebesar
Rp. 3.000.000,-
7. Data penyesuaian pada tanggal 31 Desember 1994 sebagai berikut :
a. Gaji pegawai bulan Desember yang belum dibayar Rp. 750.000,-
b. Bunga yang belum dibayar Rp. 400.000,-
Dari transaksi diatas, dicatat dalam jurnal sebagai berikut :
Tanggal Keterangan Debit Kredit
1 Pembelian Rp. 1.500.000,- -
Utang dagang - Rp. 1.500.000,-
2 Kendaraan Rp. 30.000.000,- -
Utang dagang - Rp. 24.000.000,-
Kas - Rp. 6.000.000,-
3 Kas Rp. 9.895.000,- -
Biaya administrasi Rp. 105.000,- -
Utang bank - Rp. 10.000.000,-
4 Pembelian Rp. 2.000.000,- -
Utang wesel - Rp. 2.000.000,-
5 Utang dagang Rp. 1.500.000,- -
Potongan pembelian - Rp. 30.000,-
Kas - Rp. 1.470.000,-
6 Kas Rp. 3.000.000,- -
Sewa dibayar dimuka - Rp. 3.000.000,-
7.a Biaya gaji Rp. 750.000,- -
Utang gaji - Rp. 750.000,-
7.b Biaya Bunga Rp. 400.000,- -
Utang bunga - Rp. 40.000,-

C. UTANG JANGKA PANJANG


Utang jangka panjang adalah utang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari
satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan kelompok aktiva lancar.
Yang termasuk utang jangka panjang antara lain :
1. Utang hipotik
2. Utang obligasi
3. Kredit bank jangka panjang
4. Utang wesel jangka panjang
Utang jangka panjang biasanya timbul karena adanya kebutuhan dana untuk pembelian aktiva
tetap, penambahan jumlah modal kerja permanen, pembelian perusahaan lain atau
mengadakan perluasan perusahaan.
Pada bab ini hanya akan dibahas Utang Hipotik dan Utang Obligasi
1. Utang hipotik adalah utang jangaka panjang dengan jaminan benda tidak bergerak.
Persetujuan hipotik dibuat dengan akte notaris. Semua biaya yang berkaitan dengan
hipotik, seperti biaya akte notaris, provisi dan lain-lain ditanggung oleh peminjam.

Contoh Soal 2
Pada tanggal 1 Juli 1994 PT Amanah meminjam uang kepada BDN Cabang Kemayoran
sebesar Rp. 50.000.000,-dengan jaminan gedung dan tanahnya senilai Rp. 100.000.000,-.
Lama pinjaman 5 tahun bunga 12% setahun. Biaya yang diperhitungkan/dibebankan oleh
bank sebagai berikut :
Biaya akte Rp. 250.000,- dan provisi kredit Rp. 1%

Di tanyakan :
a. Jurnal pada saat penutupan hipotik
b. Jurnal penyesuaian dan jurnal pembalik (yang diperlukan)
c. Jurnal pada saat membayar angsuran pertama

Jawab :
a. Jurnal pada saat penutupan hipotik (1 Juli 1994)
Kas Rp. 49.250.000,-
Biaya akte dan lain-lain Rp. 250.000,-
Biaya administrasi bank Rp. 500.000,-
Utang hipotik Rp. 50.000.000,-

b. Jurnal penyesuaian (31 Desember 1995)


Biaya bunga Rp. 3.000.000,-
Utang Bunga Rp. 3.000.000,-

𝑅𝑝.50.000.000,−𝑥 6 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑥 12
Caranya : = Rp. 3.000.000,-
12 𝑥 100

Jurnal pembalik (1 Januari 1995)


Utang Bunga Rp. 3.000.0000,-
Biaya bunga Rp. 3.000.000,-

c. Jurnal pada saat membayar angsuran pertama (1 Juli 1995)


Utang hipotik Rp. 10.000.000,-
Biaya bunga Rp. 6.000.000,-
Kas Rp. 16.000.000,-

Caranya : Rp. 50.000.000,- x 12% = Rp. 6.000.000,-

Catatan :
Untuk memisahkan bagian utang jangka panjang yang akan jatuh tempo pada periode
berikutnya (menjadi utang jangka pendek) pada tiap akhir periode dapat di buat jurnal
penyesuaian sebagai berikut :
31 Des Utang hipotik Rp. 10.000.000,-
Utang angsuran hipotik Rp. 10.000.000,-
(Untuk mencatat utang jangka panjang yang dipisahkan menjadi utang jangka
pendek)
Sehingga jurnal yang dapat dibuat pada saat membayar angsuran pertama sebagai
berikut :
Utang angsuran hipotik Rp. 10.000.000,-
Biaya Bunga Rp. 6.000.000,-
Kas Rp. 16.000.000,-
2. Utang Obligasi

D. UTANG BERSYARAT (Contingent Liabilities)


E. PENYAJIAN UTANG DI NERACA

F. LATIHAN SOAL
1. Jawablah pertanyaan dibawah ini !
a. Jelaskan yang dimaksud dengan utang!
b. Jelaskan perbedaan antara utang jangka pendek dengan utang jangka panjang!
c. Sebutkan jenis-jenis utang jangka pendek
d. Sebutkan jenis-jenis utang jangka panjang
e. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan utang hipotik!
f. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan utang obligasi!
g. Jelaskan dengan singkat, apakah yang di maksud dengan :
❖ Nilai nominal obligasi
❖ Tanggal kupon
❖ Agio obligasi
❖ Disagio obligasi
h. Sebutkan dan jelaskan dua metode/cara pencatatan utang obligasi
i. Sebutkan dan jelaskan dengan singkat, kapan saja timbul pencatatan biaya bunga
obligasi.

2. Berikut ini sebagian transaksi yang terjadi pada CV Angkasa selama bulan Oktober 1992.
Tanggal Transaksi
1 Di beli dari PT Sumber Agung barang dagang seharga Rp. 7.500.000,-
dengan syarat pembayaran 2/10, n/30
4 Di kirim kembali kepada PT Sumber Agung sebagian barang seharga Rp.
1.000.000,- karena tidak sesuai dengan pesanan
8 Di beli dan di bayar dengan wesel per 30 hari, barang dagang seharga Rp.
1.500.000,-
10 Dibayar kepada PT. Sumber Agung, pelunasan faktur tanggal 1 Oktober
1992
15 Diterima dimuka sewa gedung untuk 2 tahun terhitung mulai tanggal 15
Oktober 1992 sampai dengan 15 Oktober 1993 sebesar Rp. 4.000.000,-
20 Dibeli dengan kredit dari PD Sakura
Inventaris Toko Rp. 1.400.000
Inventaris kantor Rp. 800.000
25 Ditutup pinjaman prolongasi dari BRI Rp. 5.000.000,-
Biaya provisi dan lain-lain Rp. 57.500,-
Di minta :
Buatlah jurnalnya!

3. PD. Berseri pada tanggal 1 November 1992 menutup pinjaman hipotik kepada bank
BUKOPIN cabang Surakarta Rp. 20.000.000,- selama 4 tahun. Bunga 15% setahun. Biaya
administrasi dan lain-lain Rp. 275.000,-.
Ditanyakan :
a. Jurnal pada saat penutupan hipotik
b. Jurnal penyesuaian 31 Desember 1992
c. Jurnal pada saat membayar angsuran tahun pertama

4. PT Dewata menutup utang hipotik kepada Bank Bumi Putra Rp. 100.000.000,- dengan
jaminan tanah dan bangunan senilai Rp. 180.000.000,- lamanya pinjaman 5 tahun, bunga
10,5% setahun. Pada tanggal 27 Novemver 1992 telah dikeluarkan biaya akte dan biaya
administrasi bank Rp. 350.000,- (catat dalam rekening biaya administrasi bank). Tanggal
1 Desember 1992 pinjaman diterima, potongan provisi 1%)
Ditanya :
Buatlah jurnal yang berhubungan dengan penutupan hipotik tersebut untuk tahun 1992
dan tahun 1993.

5. Berikut ini adalah transaksi yang terjadi selama tahun 2017 pada PT Sinar Mas:
a. Pada tanggal 1 Agustus membeli barang dagangan seharga Rp. 70.000.000,- dari PT
Karya Mandiri , syarat n/30
b. Tanggal 30 Agustus menarik wesel 18% untuk mengganti utang karena ada dana untuk
membayar PT Karya Mandiri
c. Tanggal 29 September perusahaan membayar wesel beserta bunganya kepada PT
Karya Mandiri
d. Pada tanggal 5 Oktober membeli barang dagangan seharga Rp. 25.600.000,- dari PT
Karya Jadi dengan menandatangani wesel jangka waktu pelunasan 30 hari tanpa bunga
e. Tanggal 4 November PT Sinar Mas membayar wesel Rp. 25.600.000,- kepada PT
Karya Jadi
f. Penjualan bulan Desember berjumlah Rp. 286.500.000,- dan perusahaan memungut
PPN 10% yang akan disetorkan ke kantor pajak pada bulan Januari
g. Perusahaan memiliki utang wesel jangka panjang sejumlah Rp. 350.000.000,- dari
jumlah tsb pada tanggal 31 Desember dilunasi sebesar Rp. 150.000.000,- ditambah
dengan bunga sebesar Rp. 3.500.000,- yang baru akan dibayarkan bulan Januari tahun
berikutnya.
Di minta :
Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi diatas!

6. Berikut transaksi yang terjadi pada PT Angela tahun 2017


a. Pada tanggal 30 September, perusahaan menandatangani wesel berjangka 6 bulan
dengan tingkat bunga 9% untuk pembelian barang dagangan seharga Rp. 88.000.000,-
. Pada tanggal jatuh tempo, wesel ini akan dibayar sebesar nilai nominal ditambah
dengan bunga.
b. Tanggal 31 Oktober, perusahaan mendiskontokan wesel senilai Rp. 50.000.000,- je
Bank Mayapada dan menerima kas sejumlah Rp. 46.000.000,-. Tingkat bunga wesel
pertahun 12%.
c. Tanggal 30 November, perusahaan menerima sewa gedung diterima di muka sebesar
Rp. 30.000.000,-. Penerimaan kas sebesar ini untuk masa sewa 3 bulan.
d. Penjualan selama bulan Desember berjumlah Rp. 328.100.000,- dan perusahaan
memotong PPN 10%. PPN ini akan dikirimka ke kantor pajak awal Januari tahun
berikutnya.
e. Perusahaan memiliki utang jangka panjang sebesar Rp. 500.000.000,-. Dari jumlah
tersebut yang jatih tempo tahun ini berjumlah Rp. 100.000.000,- beserta bunga sebesar
Rp. 2.100.000,-
Di minta :
Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi diatas!

7. Berikut adalah transaksi yang terjadi selama tahun 2016 pada CV Prima Jaya Abadi.
Jan 8 Dibeli barang dagangan secara kredit seharga Rp25.600.000,00 dari PT Astra
Internasional. Faktur tertanggal 7 Januari, dengan termin 2/10, n/30.
Feb 5 Dipinjam uang dari Bank Mandiri dengan cara mendiskontokan wesel dengan
diskonto 12% dan berjangka 60 hari senilai Rp25.000.000,00. Karena tanggal
jatuh tempo wesel sebelum akhir periode, maka diskonto wesel dibebankan ke
beban bunga.
Maret10 Dibayar utang kepada PT Sinar Surya dengan menyerahkan kas sebesar
Rp2.100.000,00 dan sebuah wesel berbunga 12% dan berjangka 60 hari senilai
Rp13.500.000,00.
April 5 Dilunasi wesel yang didiskontokan ke Bank Mandiri.
Mei10 Dilunasi wesel yang diserahkan kepada PT Sinarjaya.
Nov 1 Dipinjam uang dari Bank Mandiri dengan menyerahkan wesel dengan diskonto
15% dan berjangka 90 hari, senilai Rp30.000.000,00.
Des 16 Dipinjam uang dari Bank Danamon, dengan menyerahkan wesel berbunga 15%
dan berjangka 60 hari, yang bernilai Rp25.000.000,00.
Des 31 Dibuat penyesuaian untuk mencatat bunga wesel tanggal 1 November.
31 Dibuat penyesuaian untuk mencatat bunga wesel yang terutang kepada Bank
Danamon.
Di minta :
Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi diatas!