Anda di halaman 1dari 34

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Geologi Daerah Penelitian

4.1.1 Morfologi

Morfologi daerah penelitian termasuk daerah yang relatif datar seperti pada

Gambar4.1.

Sumber : Dokumentasi Penulis


Gambar 4.1 Morfologi Daerah penelitian

4.1.2 Stratigrafi

1
Berdasarkan peta geologi lembar Ende, lokasi geolistrik berada pada formasi

Kiro (Tmk), Aluvium dan Endapan Pantai (Qac), dan Hasil Gunung Api Tua (QTv).

a. Formasi Kiro (Tmk)

Formasi ini terdiri atas lava dasit, breksi, tufa, lava riolit dan tufa kaca

b. Aluvium dan endapan pantai (Qac)

Formasi ini terdiri atas Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ; pasir,

lumpur dan lanau

c. Hasil Gunung Api Tua ( QTv)

Formasi ini terdiri atas Lava, breksi, aglomerat dan tufa pasiran, terseling tufa atau

breksi batuapung.

Gambar 4.2 Peta Geologi Lokasi Penelitian

2
4.1.3 Litologi Daerah Penelitian

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, litologi di daerah penelitian adalah

seperti Gambar 4.3.

Sumber : Dokumentasi Penulis


Gambar 4.3 Batuan yang ada di sekitar daerah penelititan

Jenis Batuan : Batuan Beku Intemediet

Deskripsi Batuan :

Warna : Abu-abu

Struktur : Masif

Tekstur :

Derajat Kristalisasi: Holokristalin

Ukuran : Fanerik sedang (1-5 MM)

Kemas :

3
1. Bentuk butir : Subhedral
2. Hub antr butir : Granular (hipidiomorfik granular)

Komposisi mineral : Kuarsa, muskovit, piroksin, plagioklas, amphibol, biotit.


Kuarsa 15%, piroksin 20%, biotit 5%, muskovit 20%,
plagioklas 10%, amphibol 30%

Kekerasan :

Berat jenis :

Nama batuan : Diorite (Huang, 1962)

Petrogenesa : berdasarkan warna batuan yaitu abu-abu, maka batuan ini

berasal dari magma yang bersifat intermediet. Berdasarkan tekstur fanerik sedang

(1-5 mm) maka batuan ini termasuk batuan jenis intrusif (pembentukan dari dalam)

yang membeku ssecara lambat di dalam permukaan bumi.

4.2 Penentuan Arah Lintasan Geolistrik

Proses Pengambilan data Geolistrik dilakukan terlebih dahulu peninjauan lokasi

penelitian, hal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum dan mendapatkan

informasi dan untuk membuat desain survey pendahuluan di lokasi yang

sesungguhnya..

Rencana titik ukur geolistrik ditentukan sebelum keberangkatan ke lapangan

dan harus memenuhi kriteria:

a. Penentuan titik ukur harus memperhatikan kondisi geologi misalnya posisi lintasan

titik ukur memotong arah struktur geologi dengan mempertimbangkan faktor

kesulitan medan (topografi).

4
b. Distribusi titik ukur tersusun dalam lintasan-lintasan sehingga membentuk grid,

kecuali pada medan (topografi) yang tidak memungkinkan dilakukan pengukuran

geolistrik maka dapat dipindahkan ke tempat lain.

c. Setiap lintasan diusahakan membentuk garis lurus dengan deviasi maksimum

sebesar 20o.

d. Titik pengukuran untuk data sounding umumnya berada pada daerah yang

dianggap prospek dan ingin diketahui lapisannya secara lebih detail.

Sumber : Olahan Penulis


Gambar 4.4 Peta Arah Titik Lintasan Geolistrik

4.3 Interpretasi Geolistrik Sounding

5
Adapun pelaksanaan Geolistrik Sounding pada setiap titik di daerah

pembangunan pabrik smelter dilanjutkan dengan interpretasi menggunakan

SoftwareIPI2WIN untuk menampilkan log resistiviti dan penampang litologi. Hasil

pengukuran log resistivitas serta interpretasi litologi batuan pada daerah Kolisia

adalah sebagai berikut:

Gambar 4.5 Peta Titik Lintasan Geolistrik

a. Titik sounding 1

6
Titik : 01 Koordidnat :
Bentangan : N 350 E X = 122° 06' 13.8"
Elevasi : 10 mdpl Y = -08° 31' 59.0"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
39.3 1.04 0 - 1.04 Pasir
91.7 1.33 1.04 - 2.37 Pasir
25.6 0.236 2.37 - 2.61 Pasir
12.4 0.38 2.61 - 2.99 Lempung
32.5 0.61 2.99 - 3.60 Pasir
63.9 0.867 3.60 - 4.46 Pasir
6.03 2.63 4.46 - 7.09 Lempung
42.9 5.29 7.09 - 12.38 Pasir
57.9 0.391 12.38 - 12.77 Pasir
80.1 13 12.77 - 25.77 Pasir
33.3 1.27 25.77 - 27.04 Pasir
9.77 19.5 27.04 - 46.54 Lempung
31.7 6.28 46.54 - 52.82 Pasir
42.9 33.9 52.82 - 86.72 Pasir
15.3 0 86.72 - 86.72 Lempung

Tabel 4.1 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 01


(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 1 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 13.8" E dan -08° 31' 59.0" dengan elevasi 10 mdpl. Tabel 4.1

menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis batuannya. Pendugaan

jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi daerah ini tersusun oleh

Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ; pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 2,61 m memiliki nilai resistivitas 25,6 – 91,7 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah pasir. Kedalaman 2,61 m – 2,99 m memiliki nilai

resistivitas 12,4 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman 2,99 m –

4,46 m memiliki nilai resistivitas 32,5 – 63,9 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

7
pasir. Kedalaman 4,46 m – 7,09 m memiliki resistivitas 6,03 Ωm diduga adalah

lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman 7,09 m – 27,04 m memiliki nilai

resistivitas 33,3 – 80,1 Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir. Kedalaman 27,04

m – 46,54 m memiliki nilai resistivitas 9,77 diduga lapisan batuannya adalah

lempung. Kedalaman 46,54 m – 86,72 m memiliki nilai resistivitas 31,7 – 42,9 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah pasir. Lapisan akuifer yang berada pada daerah ini

termasuk sebagai akuifer tertekan.

b. Titik sounding 2

Titik : 02 Koordidnat :
Bentangan : N 2930 E  X = 122° 06' 07.6"
Elevasi : 10 mdpl Y = -08° 31' 57.1"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
46.8 0.974 0 - 0.97 Pasir
120 0.388 0.97 - 1.36 Kerikil
11.4 0.822 1.36 - 2.18 Lempung
13.9 0.729 2.18 - 2.91 Lempung
82.8 0.752 2.91 - 3.67 Pasir
82.5 1.82 3.67 - 5.49 Pasir
10.8 1.19 5.49 - 6.68 Lempung
9.43 4.19 6.68 - 10.87 Lempung
82.1 2.37 10.87 - 13.24 Pasir
116 4.72 13.24 - 17.96 Kerikil
124 10.7 17.96 - 28.66 Kerikil
65.7 5.71 28.66 - 34.37 Pasir
4.36 13.8 34.37 - 48.17 Lempung
4.36 65.3 48.17 - 113.47 Lempung
12.5 0 113.47 - 113.47 Lempung
Tabel 4.2 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 02
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 2 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 07.6" E dan -08° 31' 57.1" S dengan elevasi 10 mdpl. Tabel

8
4.2 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis batuannya.

Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi daerah ini

tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ; pasir, lumpur dan

lanau.

Pada kedalaman 0 m – 0,97 m memiliki nilai resistivitas 46,8 Ωm diduga

lapisan batuannya adalah pasir. Pada kedalaman 0,97 m - 1,36 m memiliki nilai

resistivitas 120 Ωm diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 1,36 m –

2,91 m memiliki nilai resistivitas 11,4 – 13,9 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

lempung. Kedalaman 2,91 m – 5,49 m memiliki nilai resistivitas 82,5 - 82,8 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah pasir. Kedalaman 5,49 m – 10,87 m memiliki

resistivitas 9,43 - 10,8 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman

10,87 m – 13,24 memiliki nilai resistivitas 82,1 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

pasir. Kedalaman 13,24 m – 28,66 m memiliki nilai resistivitas 116 – 124 Ωm diduga

lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 28,66 m - 34,37 m memiliki nilai

resistivitas 65,7 Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir. Kedalaman 34,37 m –

113,47 m memiliki nilai resistivitas 4,36 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

lempung. Lapisan akuifer yang berada pada daerah ini termasuk sebagai akuifer

tertekan.

c. Titik sounding 3

Titik : 03 Koordidnat :
Bentangan : N 2840 E  X = 122° 06' 08.5"
Elevasi : 10 mdpl Y = -08° 32' 01.3"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)

9
28 0.939 0 - 0.94 Pasir
83.4 0.37 0.94 - 1.31 Pasir
12.6 1.87 1.31 - 3.18 Lempung
46.6 0.664 3.18 - 3.84 Pasir
25.6 2.73 3.84 - 6.57 Pasir
32.9 1.29 6.57 - 7.86 Pasir
122 3.44 7.86 - 11.30 Kerikil
66.3 3.02 11.30 - 14.32 Pasir
5.52 10.9 14.32 - 25.22 Lempung
7.41 2.94 25.22 - 28.16 Lempung
18.4 6.21 28.16 - 34.37 Lempung
205 13.3 34.37 - 47.67 Kerikil
34.1 8.04 47.67 - 55.71 Pasir
86.7 36.7 55.71 - 92.41 Pasir
28.2 0 92.41 - 92.41 Pasir
Tabel 4.3 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 03
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 3 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 08.5" E dan -08° 32' 01.3" S dengan elevasi 10 mdpl.

Tabel 4.3 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis

batuannya. Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi

daerah ini tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ;

pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 1,31 m memiliki nilai resistivitas 28 – 83,4

diduga lapisan batuannya adalah pasir . Kedalaman 1,31 m – 3,18 m, memiliki

nilai resistivitas 12,6 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung.

Kedalaman 3,18 m – 7,86 m memiliki nilai resistivitas 24,6 – 146,6 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah pasir, kedalaman 7,86 m – 11,30 m, memiliki

nilai resistivitas 122 Ωm diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman

11,30 m – 14,32 m memiliki nilai resistivitas 66,3 Ωm diduga lapisan

10
batuannya adalah pasir. Kedalaman 14,32 m – 34,37 m memiliki resistivitas

5,52 – 18,4 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman 34,37

m – 47,67 m memiliki nilai resistivitas 205 Ωm diduga lapisan batuannya

adalah kerikil. Kedalaman 47,67 – 92,41 m memiliki nilai resistivitas 28,2 –

86,7 Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir. Lapisan akuifer yang berada

pada daerah ini termasuk sebagai akuifertertekan.

d. Titik sounding 4

Titik : 04 Koordidnat :
Bentangan : N 1950 E  X = 122° 06' 07.1"
Elevasi : 10 mdpl Y = -08° 32' 10.5"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
30.9 0.893 0 - 0.89 Pasir
159 0.458 0.89 - 1.35 Kerikil
28.5 1.46 1.35 - 2.81 Pasir
54 0.904 2.81 - 3.72 Pasir
12.8 2.86 3.72 - 6.58 Lempung
11.8 1.89 6.58 - 8.47 Lempung
43.9 1.56 8.47 - 10.03 Pasir
186 5.35 10.03 - 15.38 Kerikil
93.2 4.22 15.38 - 19.60 Pasir
8.74 5.26 19.60 - 24.86 Lempung
6.26 12.6 24.86 - 37.46 Lempung
40.8 9.9 37.46 - 47.36 Pasir
149 25.8 47.36 - 73.16 Kerikil
46 18.2 73.16 - 91.36 Pasir
0.807 0 91.36 - 91.36 Lempung
Tabel 4.4 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 04

11
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 4 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 07.1" E dan 08° 32' 10.5" S dengan elevasi 10 mdpl.

Tabel 4.4 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis

batuannya. Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi

daerah ini tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ;

pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 3,72 m memiliki nilai resistivitas 28,5 – 54 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah pasir, dan terdapat lapisan batuan kerikil

pada kedalaman 0,89 m – 1,35 m dengan nilai resistivitas 159 Ωm.

Kedalaman 3,72 m – 8,47 m, memiliki nilai resistivitas 11,8 – 12,8 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman 8,47 m – 19,60 m

memiliki nilai resistivitas 43,9 – 93,2 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

pasir, serta terdapat lapisan batuan kerikil pada kedalaman 10,03 m – 15, 38 m

dengan nilai resistivitas 186 Ωm. Kedalaman 19,60 m – 37,46 m memiliki

resistivitas 6,26 – 8,74 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung.

Kedalaman 37,46 m – 91,36 m memiliki nilai resistivitas 40,8 - 46 Ωm diduga

lapisan batuannya adalah pasir serta terdapat lapisan batuan kerikil pada

kedalaman 47,36 m – 73, 16 m dengan nilai resistivitas 149 Ωm. Lapisan

akuifer yang berada pada daerah ini termasuk sebagai akuifer tertekan.

e. Titik sounding 5

Titik : 05 Koordidnat :
Bentangan : N 2700 E  X = 122° 06' 12.7"

12
Elevasi : 10 mdpl Y = - 08° 32' 06.7"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
31.5 1.02 0 - 1.02 Pasir
25.4 0.63 1.02 - 1.65 Pasir
39.8 0.611 1.65 - 2.26 Pasir
23.1 1.99 2.26 - 4.25 Lempung
13.6 2.07 4.25 - 6.32 Lempung
108 1.67 6.32 - 7.99 Kerikil
148 2.97 7.99 - 10.96 Kerikil
63.7 4.07 10.96 - 15.03 Pasir
9.77 5.58 15.03 - 20.61 Lempung
12.5 7.66 20.61 - 28.27 Lempung
106 17.1 28.27 - 45.37 Kerikil
68.4 6.53 45.37 - 51.90 Pasir
34.4 28.9 51.90 - 80.80 Pasir
1.98 19.2 80.80 - 100.00 Lempung
3.63 0 100.00 - 100.00 Lempung
Tabel 4.5 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 05
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 5 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 12.7" E dan -08° 32' 06.7" S dengan elevasi 10 mdpl.

Tabel 4.5 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis

batuannya. Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi

daerah ini tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ;

pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 2,26 m memiliki nilai resistivitas 23,1 – 31,5

Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir . Kedalaman 2,26 m – 6,32 m,

memiliki nilai resistivitas 13,6 – 23,1 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

lempung. Kedalaman 6,32 m – 10,96 m memiliki nilai resistivitas 108 - 148

Ωm diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 10,96 m – 15,03 m,

13
memiliki nilai resistivitas 63,7 Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir.

Kedalaman 15,03 m – 28,27 m memiliki resistivitas 9,77 – 12,5 Ωm diduga

lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman 28,27 m – 45,37 m memiliki

nilai resistivitas 106 Ωm diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman

45,37 m – 80,80 m memiliki resistivitas 34,4 – 68,4 Ωm diduga lapisan

batuannya adalah pasir. Kedalaman 80,80 m – 100 m memiliki resistivitas

1,98 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung. Lapisan akuifer yang

berada pada daerah ini termasuk sebagai akuifer tertekan.

f. Titik sounding 6

Titik : 06 Koordidnat :
Bentangan : N 200 E   X = 122° 06' 20.1"
Elevasi : 11 mdpl Y = - 08° 32' 13.6"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
204 1.23 0 - 1.23 Kerikil
174 0.0993 1.23 - 1.33 Kerikil
207 2.25 1.33 - 3.58 Kerikil
150 0.306 3.58 - 3.89 Kerikil
215 1.9 3.89 - 5.79 Kerikil
163 0.0406 5.79 - 5.83 Kerikil
12.4 2.38 5.83 - 8.21 Lempung
15.8 2.23 8.21 - 10.44 Lempung
174 4.62 10.44 - 15.06 Kerikil
56.5 6.09 15.06 - 21.15 Pasir
8.18 10.1 21.15 - 31.25 Lempung
33.4 4.07 31.25 - 35.32 Pasir
61.2 28.6 35.32 - 63.92 Pasir
8.1 21.7 63.92 - 85.62 Lempung
1.13 0 85.62 - 85.62 Lempung
Tabel 4.6 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 06
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

14
Titik sounding 6 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 20.1" E dan -08° 32' 13.6" S dengan elevasi 11 mdpl.

Tabel 4.6 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis

batuannya. Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi

daerah ini tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ;

pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 5,83 m memiliki nilai resistivitas 150 – 215

Ωm diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 5,834 m – 10,44 m,

memiliki nilai resistivitas 12,4 – 15,8 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

lempung. Kedalaman 10,44 m – 15,06 m memiliki nilai resistivitas 174 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 15,06 m – 21,15 m

memiliki resistivitas 56,5 Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir.

Kedalaman 21,15 m – 31,25 m memiliki resistivitas 8,18 Ωm diduga lapisan

batuannya adalah lempung. Kedalaman 31,25 m – 63,92 m memiliki nilai

resistivitas 33,4 – 61,2 Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir. Kedalaman

63,92 m – 85,62 m memiliki resistivitas 8,1 Ωm diduga lapisan batuannya

adalah lempung. Lapisan akuifer yang berada pada daerah ini termasuk

sebagai akuifer tertekan.

g. Titik sounding 7

Titik : 07 Koordidnat :
Bentangan : N 250 E   X = 122° 06' 17.8"
Elevasi : 11 mdpl Y = - 08° 32' 16.3"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
198 1.02 0 - 1.02 Kerikil

15
187 0.0832 1.02 - 1.10 Kerikil
200 1.12 1.10 - 2.22 Kerikil
127 0.298 2.22 - 2.52 Kerikil
128 0.748 2.52 - 3.27 Kerikil
206 2.6 3.27 - 5.87 Kerikil
12.9 2.79 5.87 - 8.66 Lempung
15.5 1.12 8.66 - 9.78 Lempung
80.9 7.9 9.78 - 17.68 Pasir
41.2 2.31 17.68 - 19.99 Pasir
8.46 14.2 19.99 - 34.19 Lempung
194 15.9 34.19 - 50.09 Kerikil
129 20.9 50.09 - 70.99 Kerikil
11.1 14.5 70.99 - 85.49 Lempung
3.54 0 85.49 - 85.49 Lempung
Tabel 4.7 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 07
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 7 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 17.8" E dan -08° 32' 16.3" S dengan elevasi 11 mdpl.

Tabel 4.7 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis

batuannya. Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi

daerah ini tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ;

pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 5,87 m memiliki nilai resistivitas 127 – 206

Ωm diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 5,87 m – 9,78 m,

memiliki nilai resistivitas 12,9 – 15,5 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

lempung. Kedalaman 9,78 m – 19,99 m memiliki nilai resistivitas 41,2 – 80,9

Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir. Kedalaman 19,99 m – 34,19 m

memiliki resistivitas 8,46 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung.

Kedalaman 34,19 m – 70,99 m memiliki nilai resistivitas 129 – 194 Ωm

16
diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 70,99 m – 85,49 m

memiliki resistivitas 11,1 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung.

Lapisan akuifer yang berada pada daerah ini termasuk sebagai akuifer

tertekan.

h. Titik sounding 8

Titik : 08 Koordidnat :
Bentangan : N 150 E  X = 122° 06' 19.7"
Elevasi : 12 mdpl Y = - 08° 32' 18.9"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
75.5 0.97 0 - 0.97 Pasir
193 0.461 0.97 - 1.43 Kerikil
33 0.719 1.43 - 2.15 Pasir
209 0.486 2.15 - 2.64 Kerikil
238 1.49 2.64 - 4.13 Kerikil
106 1.2 4.13 - 5.33 Kerikil
15.5 2.05 5.33 - 7.38 Lempung
17.1 2.39 7.38 - 9.77 Lempung
108 3.67 9.77 - 13.44 Kerikil
101 6.19 13.44 - 19.63 Kerikil
10.3 3.38 19.63 - 23.01 Lempung
8.74 10 23.01 - 33.01 Lempung
92.4 6.91 33.01 - 39.92 Pasir
161 46.6 39.92 - 86.52 Kerikil
23.7 0 86.52 - 86.52 Pasir
Tabel 4.8 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 08
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 8 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 19.7" E dan 08° 32' 18.9" S dengan elevasi 12 mdpl.

Tabel 4.8 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis

batuannya. Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi

17
daerah ini tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ;

pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 2,15 m memiliki nilai resistivitas 33 – 75,5 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah pasir serta lapisan batuan kerikil pada

kedalaman 0,97 m – 1,43 m dengan nilai resistivitas 193 Ωm. Kedalaman 2,15

m – 5,33 m memiliki resistivitas 106 - 238 Ωm diduga lapisan batuannya

adalah kerikil. Kedalaman 5,33 m – 9,77 m, memiliki nilai resistivitas 15,5 –

17,1 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman 9,77 m –

19,63 m memiliki nilai resistivitas 101 – 108 Ωm diduga lapisan batuannya

adalah kerikil. Kedalaman 19,63 m – 33,01 m memiliki resistivitas 8,74 –

10,1 Ωm diduga lapisan batuannya adalah lempung. Kedalaman 33,01 m –

39,92 m memiliki nilai resistivitas 92,4 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

pasir. Kedalaman 39,92 m – 86,52 m memiliki nilai resistivitas 161 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Lapisan akuifer yang berada pada

daerah ini termasuk sebagai akuifer tertekan.

i. Titik sounding 9

Titik : 09 Koordidnat :
Bentangan : N 150 E   X = 122° 06' 18.0"
Elevasi : 12 mdpl Y = - 08° 32' 23.1"
Tahanan Jenis Ketebalan Kedalaman Litologi
(Ωm) (m) (m)
98.9 0.95 0 - 0.95 Pasir
193 0.487 0.95 - 1.44 Kerikil
63.2 0.455 1.44 - 1.89 Pasir
137 0.666 1.89 - 2.56 Kerikil
193 5.62 2.56 - 8.18 Kerikil
69.7 0.567 8.18 - 8.75 Pasir

18
12.7 1.93 8.75 - 10.68 Lempung
16.7 1.56 10.68 - 12.24 Lempung
137 9.89 12.24 - 22.13 Kerikil
8.84 4.02 22.13 - 26.15 Lempung
10.9 12.2 26.15 - 38.35 Lempung
64.7 7.01 38.35 - 45.36 Pasir
120 29.8 45.36 - 75.16 Kerikil
41.9 16.8 75.16 - 91.96 Pasir
2.99 0 91.96 - 91.96 Lempung
Tabel 4.9 Hasil Interpretasi IPI2Win titk geolistrik 09
(Sumber : Data olahan penulis, 2019)

Titik sounding 9 merupakan titik sounding pengambilan data yang berada

pada koordinat 122° 06' 18.0" E dan -08° 32' 23.1" S dengan elevasi 12 mdpl.

Tabel 4.9 menunjukkan nilai resistivitas batuan serta pendugaan jenis

batuannya. Pendugaan jenis batuan tersebut berdasarkan peta geologi, litologi

daerah ini tersusun oleh Kerakal dan kerikil dari andesit, basal serta granit ;

pasir, lumpur dan lanau.

Pada kedalaman 0 m – 1,89 m memiliki nilai resistivitas 63,2 – 98,9

Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir serta lapisan batuan kerikil pada

kedalaman 0,95 m – 1,44 m dengan nilai resistivitas 193 Ωm. Kedalaman 1,89

– 8,18 memiliki nilai resistivitas 137 – 193 Ωm diduga lapisan batuannya

adalah kerikil. Kedalaman 8,18 m – 8,75 m memiliki nilai resistivitas 69,7

Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir. Kedalaman 8,75 m – 12,24 m,

memiliki nilai resistivitas 12,7 – 16,7 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

lempung. Kedalaman 12,24 m – 22,13 m memiliki nilai resistivitas 137 Ωm

diduga lapisan batuannya adalah kerikil. Kedalaman 22,13 m – 38,35 m

memiliki resistivitas 8,84 – 10,9 Ωm diduga lapisan batuannya adalah

19
lempung. Kedalaman 38,35 m – 91,96 m memiliki nilai resistivitas 41,9 –

64,7 Ωm diduga lapisan batuannya adalah pasir serta kerikil pada kedalaman

45,36 m – 75,16 m dengan nilai resisitivitas 120 Ωm. Lapisan akuifer yang

berada pada daerah ini termasuk sebagai akuifer tertekan.

4.3 Penampang Melintang

Korelasi dilakukan dengan cara menghubungkan titik-titik geolistrik menjadi

penampang dua dimensi. Korelasi penampang geolistrik dilakukan untuk

mengetahui sebaran akuifer didaerah penelitian.Korelasi dilakukan dengan

menggunakan Software RockWorks16. Pada penelitian ini korelasi geolistrik

dibuat dalam 5 lintasan yaitu lintasan A-A’, lintasan B-B’, lintasan C-C’,

lintasan D-D’, dan lintasan E-E’.

20
1. Penampang Melintang A-A’

Penampang melintang A-A’ merupakan sayatan melintang lintasan T01, T02

dan T04. Dari data hasil olahan Softwere Ip2win dapat dianomalikan bahwa

air tanah pada T01 berada pada lapisan pasir dengan kedalaman 46,54 – 86,72

m, T02 air tanah berada pada lapisan pasir dengan kedalaman 10,87 – 34,37

m, dan T04 air tanah berada pada lapisan pasir dan kerikil dengan kedalaman

37,46 – 91,36 m. Hasil olahan data dari Softwere Ip2win yang diinput

kedalam Softwere RockWorks16 sebagai korelasi penampang melintang A-A’

dapat dlihat pada gambar Gambar 4.6.

1. Penampang Melintang B-B’

Penampang melintang B-B’ merupakan sayatan melintang lintasan T02, T03

dan T05. Dari data hasil olahan Softwere Ip2win dapat dianomalikan bahwa

air tanah pada T02 berada pada lapisan pasir dengan kedalaman 10,87 – 34,37

m, T03 air tanah berada pada lapisan pasir dengan kedalaman 34,37 – 92,41

m, dan T05 air tanah berada pada lapisan pasir dan kerikil dengan kedalaman

28,27 – 80,80 m. Hasil olahan data dari Softwere Ip2win yang diinput

kedalam Softwere RockWorks16 sebagai korelasi penampang melintang B-B’

dapat dlihat pada gambar Gambar 4.7.

2. Penampang Melintang C-C’

Penampang melintang C-C’ merupakan sayatan melintang lintasan T01, T06

dan T08. Dari data hasil olahan Softwere Ip2win dapat dianomalikan bahwa

air tanah pada T01 berada pada lapisan pasir dengan kedalaman 46,54 – 86,72

m, T06 air tanah berada pada lapisan pasir dengan kedalaman 31,25 – 63,92

21
m, dan T08 air tanah berada pada lapisan pasir dan kerikil dengan kedalaman

33,01 – 86,52 m. Hasil olahan data dari Softwere Ip2win yang diinput

kedalam Softwere RockWorks16 sebagai korelasi penampang melintang C-C’

dapat dlihat pada gambar Gambar 4.8.

3. Penampang Melintang D-D’

Penampang melintang D-D’ merupakan sayatan melintang lintasan T06, T07

dan T09. Dari data hasil olahan Softwere Ip2win dapat dianomalikan bahwa

air tanah pada T06 berada pada lapisan pasir dengan kedalaman 31,25 – 63,92

m, T07 air tanah berada pada lapisan pasir dan kerikil dengan kedalaman

34,19 – 70,99 m, dan T09 air tanah berada pada lapisan pasir dan kerikil

dengan kedalaman 38,35 – 91,96 m. Hasil olahan data dari Softwere Ip2win

yang diinput kedalam Softwere RockWorks16 sebagai korelasi penampang

melintang D-D’ dapat dlihat pada gambar Gambar 4.9.

4. Penampang Melintang E-E’

Penampang melintang E-E’ merupakan sayatan melintang lintasan T04, T05

dan T06. Dari data hasil olahan Softwere Ip2win dapat dianomalikan bahwa

air tanah pada T04 berada pada lapisan pasir dan kerikil dengan kedalaman

37,46 – 91,36 m, T05 air tanah berada pada lapisan pasir dan kerikil dengan

kedalaman 28,27 – 80,80 m, dan T06 air tanah berada pada lapisan pasir

kedalaman 31,25 – 63,92 m. Hasil olahan data dari Softwere Ip2win yang

diinput kedalam Softwere RockWorks16 sebagai korelasi penampang

melintang E-E’ dapat dlihat pada gambar Gambar 4.10.

22
Gambar 4.6 Penampang Melintang A-A’

23
Gambar 4.7 Penampang Melintang B-B’

24
Gambar 4.8 Penampang Melintang C-C’

25
Gambar 4.9 Penampang Melintang D-D’

26
Gambar 4.10 Penampang Melintang E-E’

27
4.2 Analisis Potensi dan sebaran Air tanah

Dari hasil pengolahan menggunakan Software IPI2win dan korelasi penampang

diketahui nilai resistivitas memiliki kedalaman dari permukaan hingga kedalaman 113

meter, nilai resistivitas hasil olahan data tersebut kemudian dibuat dalam peta kontur

untuk mengatahui sebaran dan potensi Aquifer.

Pemetaan kontur berdasarkan nilai resistivitas memiliki rentang 25 meter.

Pemetaan ini menggunakan Software Surfer 14 dengan memasukan nilai koordinat Bujur

Timur sebagai nilai x, nilai koordinat Lintang Selatan sebagai nilai sumbu y dan nilai

resistivitas batuan sebagai nilai sumbu z maka akan didapatkan pemetaan kontur nilai

resistivitas daerah tersebut. Pemetaan ini dilakukan menyeliputi seluruh titik sounding

pada desa kolisia.

Pemetaan kontur resistivitas diambil dari titik dengan nilai elevasi terendah

sebagai nilai 0 meter secara vertikal. Kedalaman pemetaan kontur resistivitas dari 0-25

m, 25-50 m, 50-75 m dan 75-100 m.

Secara umum peta hidrogeologi daerah penelitian hanya mencantumkan warna

yang mengidintifikasikan bahwa daerah tersebut memiliki produktivitas air tanah yang

baik maupun kurang baik. Masih kurangnya informasi mengenai kedalaman potensi air

tanah pada kedalaman tertentu.

28
Peta Hidrogeologi Daerah Penelitian

Berdasarkan Peta Hidrogeologi Lembar Flores Titik pengambilan data geolistrik berada
pada daerah dengan jenis akuifer yang memiliki produktifitas setempat yang masuk melalui
ruang antar butir batuan.

1. Pemetaan dengan kedalaman 0 – 25 meter

29
Pada gambar menjelaskan pada kedalaman 0 – 25 meter menunjukkan distribusi batuan untuk

masing – masing titik yang ditandai dengan warna merah sebagai titik pengambilan data.

Titik sounding 2 didominasi warna cokelat, merupakan interpretasi lapisan batuan yang
mempunyai rentangan nilai resistivitas 101 – 130 Ωm, lapisan batuan ini diduga kerikil dengan
ketebalan lapisan sekitar 10,7 meter. Pada Titik sounding 3,4,5,6,7,8,dan 9 didominasi warna
hijau, merupakan interpretasi lapisan batuan yang mempunyai rentangan nilai resistivitas 0 – 30
Ωm, lapisan batuan ini diduga lempung dengan ketebalan lapisan berbeda – beda. Sedangkan
pada titik sounding 1 didominasi dengan warna kuning, merupakan interpretasi lapisan batuan
yang mempunyai rentangan nilai resistivitas 31 – 100 Ωm, lapisan batuan ini diduga pasir
dengan ketebalan 13 meter.

30
Pada gambar menjelaskan pada kedalaman 25 – 50 meter menunjukkan distribusi batuan untuk

masing – masing titik yang ditandai dengan warna merah sebagai titik pengambilan data.

Titik sounding 2 didominasi warna hijau, merupakan interpretasi lapisan batuan yang
mempunyai rentangan nilai resistivitas 0 – 30 Ωm, lapisan batuan ini diduga lempung dengan
ketebalan lapisan sekitar 65,3 meter. Pada Titik sounding 1,3,5, dan 6 didominasi warna kuning,
merupakan interpretasi lapisan batuan yang mempunyai rentangan nilai resistivitas 31 – 100 Ωm,
lapisan batuan ini diduga pasir dengan ketebalan lapisan berturut – turut yaitu 6,28 m, 8,04m,
6,53 m, dan 28,6 m. Sedangkan pada titik sounding 4,7,8, dan 9 didominasi dengan warna
cokelat, merupakan interpretasi lapisan batuan yang mempunyai rentangan nilai resistivitas 101 –
210 Ωm, lapisan batuan ini diduga kerikil dengan ketebalan lapisan berturut – turut 25,8 m, 15,9
m, 46,4 m, 29,8 m.

31
Pada gambar menjelaskan pada kedalaman 50 – 75 meter menunjukkan distribusi batuan untuk

masing – masing titik yang ditandai dengan warna merah sebagai titik pengambilan data.

Titik sounding 2,6, dan 7 didominasi warna hijau, merupakan interpretasi lapisan batuan yang
mempunyai rentangan nilai resistivitas 0 – 30 Ωm, lapisan batuan ini diduga lempung dengan
ketebalan lapisan berturut - turut 65,3 m, 21,7 m, 14,5 m. Pada Titik sounding 1,3,4, dan 5
didominasi warna kuning, merupakan interpretasi lapisan batuan yang mempunyai rentangan
nilai resistivitas 31 – 100 Ωm, lapisan batuan ini diduga pasir dengan ketebalan lapisan berturut
– turut yaitu 33,9 m, 36,7 m, 18,2 m, dan 28,9 m. Sedangkan pada titik sounding 8, dan 9
didominasi dengan warna cokelat, merupakan interpretasi lapisan batuan yang mempunyai
rentangan nilai resistivitas 101 – 210 Ωm, lapisan batuan ini diduga kerikil dengan ketebalan
lapisan berturut – turut 46,6 m, dan 29,8m.

32
Pada gambar menjelaskan pada kedalaman 50 – 75 meter menunjukkan distribusi batuan untuk

masing – masing titik yang ditandai dengan warna merah sebagai titik pengambilan data.

Titik sounding 2,5,6, dan 7 didominasi warna hijau, merupakan interpretasi lapisan batuan yang
mempunyai rentangan nilai resistivitas 0 – 30 Ωm, lapisan batuan ini diduga lempung dengan
ketebalan lapisan berturut - turut 65,3 m,19,2 m, 21,7 m, 14,5 m. Pada Titik sounding 1,3,4, dan
9 didominasi warna kuning, merupakan interpretasi lapisan batuan yang mempunyai rentangan
nilai resistivitas 31 – 110 Ωm, lapisan batuan ini diduga pasir dengan ketebalan lapisan berturut
– turut yaitu 33,9 m, 36,7 m, 18,2 m, dan 16,8 m. Sedangkan pada titik sounding 8 didominasi
dengan warna cokelat, merupakan interpretasi lapisan batuan yang mempunyai rentangan nilai
resistivitas 111 – 170 Ωm, lapisan batuan ini diduga kerikil dengan ketebalan lapisan sekitar 46,6
m.

33
Pada gambar ……. menunjukan distribusi potensi dan sebaran lapisan pembawa aguifer berdasarkan
kedalaman, dimana pada titik elevasi 0 meter merupakan lapisan topografi daerah penelitian,
Sedangkan pada kedalaman 0-25 meter lapisan pembawa aquifer terdapat titik sounding 1 dan 2 dengan
arah sebaran menuju barat memiliki nilai restivitas antara 33.3-126 dimana pada titik sounding 1
memiliki ketebalan 19.9 sedangkan titik sounding 2 memilik ketebalan 23.5 dengan potensi besar pada
titik sounding 2. Pada kedalaman 25-50 meter lapisan pembawa aquifer terdapat pada titik sounding
1,3,4,5,6,7,8, dan 9 dengan rentang nilai restivitas yakni 30-124 dengan jenis lapisan berupa pasir dan
kerikil, memiliki sebaran ke arah timur dengan potensi pada titik sounding 1

Pada kedalaman 50-75 lapisan pembawa aquifer tersebar ke arah selatan terdapat pada titik sounding
1,3,4,5, 8 dan 9 dengan rentang nilai restivitas berturut-turut yakni 34.1-160 berupas pasir dan kerikil
dimana pada kedalaman tersebut titik sounding yang memiliki potensi terbesar terdapat dititik sounding
8 dengan ketebalan lapisan yakni 46.6 m sedangkan pada kedalaman 75-100 meter lapisan aquifer
tersebar ke arah selatan dan timur dengan nilai restivitas yakni 23.1- 46.7 terdapat pada titik sounding
1,3, 4, 8 dan 9 dimana pada titik sounding yang memiliki potensi besar terdapat pada titik sounding 8.

34