Anda di halaman 1dari 15

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten

Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jadwal kegiatan penelitian di lakukan selama

3 bulan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Jadwal Kegiatan Penelitian

Bulan
Kegiatan I II III
Minggu
I II III IV I II III IV I II III IV
Persiapan
Studi Literatur
Kegiatan Lapangan
Pengolahan Data
Penyusunan
Laporan
Seminar

24
Sumber : 1. Peta administrasi lembar kupang-atambua 2010, 2.RBI skala 1:25000, 1996
Geografis, Datum WGS 84, Proyeksi DMS, UTM, Datum WGS 84, Zone -51 s.
Gambar 3.1 Peta Lokasi Kesampaian Daerah Penelitian

3.2. Metode Penelitian

Merajuk pada latar belakang dan tujuan penelitian maka metode penelitian

yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas sounding dengan

konfigurasi schlumberger. Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui

nilai resistivitas batuan yang terkandung di daerah penelitian, sehingga dapat

diperkirakan litologi bawah tanah dan jenis akuifer di daerah penelitian.

3.3. Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi :

3.3.1. Studi Literatur

Studi literatur merupakan tahap awal dalam melakukan penelitian yaitu

kegiatan mendapatkan literatur berupa textbook, tulisan ilmiah dan

25
informasi yang didapat dari internet atau bacaan dari berbagai sumber

yang dapat dipakai sebagai penunjang dalam melakukan penelitian ini.

3.3.2. Pengumpulan Data

Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer dan data

sekunder.

a. Data primer berupa :

1. Geologi permukaan melalui pengamatan batuan dan

singkapan.

2. Hasil pengukuran Geolistrik

b. Data sekunder berupa :

1. Peta topografi dengan skala 1 : 250.000

2. Peta geologi regional

3.3.3. Pelaksanaan

a. Persiapan

Tahap persiapan berupa persiapan administrasi, peralatan dan

bahan yang akan dugunakan serta personil

b. Penentuan lintasan geolistrik

Kegiatan yang dilakukan berupa penentuan koordinat titik

pengukuran geolistrik dengan mempertimbangkan data geologi

regional yang memungkinkan terdapatnya akuifer dan

memperhatikan kondisi topografinya serta berdasarkan permintaan

masyarakat agar apabila jika dapat dilanjutkan dengan pemboran

maka lokasinya harus berada dekat dengan rumah warga agar

warga tidak kesulitan dalam mengambil air. Dalam penelitian kali

26
ini akan dilakukan sebanyak 6 (enam) titik. Peralatan yang

digunakan pada kegiatan ini adalah GPS (Global Positioning

System). .

c. Pengukuran geolistrik

Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi

bawah permukaan berdasarkan sebaran nilai tahanan jenis serta

daerah yang berpotensi mengandung akuifer. Hasil dari

pengukuran geolistrik ini akan digambarkan dalam bentuk sebaran

tahanan jenis batuan dari setiap titik lokasi pengukuran yang ditulis

pada lembar pengukuran seperti pada gambar 3.2 dibawah ini.

Sebaran tahanan jenis batuan tersebut menggambarkan kondisi

lapisan batuan dan struktur geologi setempat di bawah permukaan

secara vertikal.

Tabel 3.2. Contoh Lembar Pengukuran

27
d. Pengolahan Data

Data hasil pengukuran tahanan jenis akan diolah menggunakan

software IP2WIN untuk mengetahui nilai tahanan jenis, lalu

dilakukan interpretasi berdasarkan nilai tahanan jenis, kemudian

dilanjutkan dengan pembuatan penampang tahanan jenis litologi

bawah permukaan dan pembuatan penampang yang mengandung

akuifer.

3.4. Pengolahan Data Menggunakan Software IPI2WIN

3.4.1. Input data di IPI2WIN

a. Jalankan program IPI2WIN maka akan muncul window (jendela)

seperti gambar dibawah

b. Klik File> New VES Point (Ctrl+Alt+N), maka akan muncul New

VES Point window seperti pada gambar

28
Catatan:

Kolom AB/2 digunakan untuk input data AB/2 (jaral antara elektroda arus

yang menginjeksi listrik ke tanah), kolom MN digunakan untuk input data

MN (jarak antara elektroda potensial yang menangkap sinyal listrik hasil

injeksi), SP digunakan untuk input data Self Potensial, V untuk data

viltasem I untuk data arus listrik, dan K untuk data geometric factor. Kolom

Rho_a merupakan kolom data apparen resistivity (hasil perhitungan nilai

resistivitas dengan geometric factor).

c. Sebelum data dimasukkan terlebih dahulu pilih konfigurasi elektroda

yang digunakan, misal pada contoh ini dipilih konfigurasi

Schlumberger.

29
d. Data dimasukkan dengan klik langsung pada kolom New VES

Window. Setelah data dimasukkan maka akan tampak titik pada

sebelah kanan kolom. Setelah data selesai dimasukkan klik tombol

OK.

Catatan: Data dapat disimpan dalam format *.txt dengan klik tombol Save

TXT.

30
e. Akan muncul Save As Window, tentukan lokasi penyimpanan file

kemudian beri nama file yang disimpan tersebut, kemudian klik

tombol Save.

f. Akan muncul tampilan grafik dan tabel seperti pada gambar dibawah

31
Catatan:

Tabel memberikan informasi tentang resistivity layer. kolom ρ adalah nilai

resistivitas tiap lapisan. Kolom Alt adalah altitude atau kedalaman dari

elevasi. Kolom d memberikan informasi tentang kedalaman dari permukaan

tanah. Kolom h memberikan informasi tentang ketebalan tiap lapisan

dengan nilai resistivitas yang berbeda. Grafil warna hitam dan merah

memberikan informasi tentang hubungan nilai AB/2 dan apparent

resistivity, grafik warna biru memberikan informasi tentang variasi dari nilai

resistivitas yang ada (banyaknya lapisan yang memiliki nilai resistivitas

berbeda).

g. Tulisan error pda tepi atas tabel menunjukan tingkat kesalahan data

dan perlu dikoreksi dengan cara klik Point> Inversion

Hasilnya terjadi perubahan grafik, data pda tabel, serta nilai eror pada

tepi atas tabel.

32
3.4.2. Join Data dan Pembuatan Pseudo Cross Section

a. Jalankan kembali program IPI2WIN kemudian klik File>Open

seperti pada gambar dibawah

b. Tampak window open data file, pilih file VES yang telah disimpan

lalu klik open

33
c. Muncul grafik dan tabel dari file VES yang telah dipilih, lalu klik

File>Add File untuk join data VES

d. Muncul Open data file window, pilih VES lain yang akan

digabungkan dengan file VES yang sebelumnya, klik tombol Open

34
e. Muncul window Save united profile, tentukan lokasi dimana VES

satu dan VES dua disimpan, beri nama file gabungan tersebut

kemudian klik tombol save.

f. Muncul window information, pada Coordinate Table kolom N adalah

jumlah titik yang digabungkan, VES name adalah nama dari tiap titik

yang dapat diganti dengan klik pada kolom VES_name, X adalah

jarak antara titik yang digabungkan , Z adalah elevasi dari masing-

masing VES. Pilih array type dari dua data yang digabungkan

tersebut, misalnya Schulumberger. Kemudian klik tombol Ok.

35
g. Muncul tabel dan lapisan warna-warni yang merupakan distribusi

nilai resistivitas secara vertikal dari dua VES yang telah diinterpolasi.

Lapisan tersebut merupakan pseudo cross-section dari dua titik

tersebut.

h. Untuk menampilkan informasi secara lengkap klik Window>IP8

36
i. Akan muncul tampilan Pseudo Cross-Section, Resistivity Cross

Section, tabel dan grafik.

37
3.5. Diagram Alir

Mulai

Studi Literatur

Rumusan Masalah

Pengumpulan Data

Pengumpulan Data Primer : Pengumpulan Data Sekunder :


Geologi permukaan dan hasil
pengukuran geolistrik Peta geologi, peta topografi

Pengolahan Data

Nilai resistivitas

1. Interpretasi Litologi bawah permukaan


2. Penentuan lapisan yang mengandung akuifer

Hasil dan Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.2. Diagram Alir Penelitian

38