Anda di halaman 1dari 70

Muhammad Afif Harefa

7172220017
Akuntansi C 2017
Akuntansi Keuangan Daerah

LATIHAN LATIHAN AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH

BAB 1: “GAMBARAN UMUM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH”


Soal Pilihan Ganda
1. Akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam:
a. Akuntansi komersial dan akuntansi sektor publik.
b. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
c. Akuntansi manajemen dan akuntansi sektor jasa.
d. Akuntansi komersial dan akuntansi sosial.
Jawaban: A. Akuntansi komersial dan akuntansi sektor publik

2. Sistem pencatatan untuk penyusunan laporan keuangan menurut PP No. 24 Tahun 2005
tentang Standar Akuntansi Pemerintahan adalah:
a. Single Entry
b. Double Entry
c. Triple Entry
d. a, b, dan c benar
Jawaban: D. a, b, dan c benar

3. Laporan keuangan SKPD menurut PP No 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi


Pemerintahan adalah:
a. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca.
b. Laporan realisasi anggaran, catatan atas laporan keuangan, neraca.
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, neraca.
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, dan catatan atas laporan
keuangan.
Jawaban: D. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, dan catatan
atas laporan keuangan
4. Laporan keuangan SKPD menurut PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan adalah:
a. Laporan realisasi anggaran, laporan operasional, laporan perubahan saldo anggaran
lebih, laporan arus kas, neraca.
b. Laporan realisasi anggaran, laporan perubahan ekuitas, catatan atas laporan keuangan,
neraca, laporan operasional.
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, neraca, laporan operasional, laporan
perubahan saldo anggaran lebih.
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas laporan keuangan,
laporan operasional, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan perubahan
ekuitas.
Jawaban: D. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas
laporan keuangan, laporan operasional, laporan perubahan saldo
anggaran lebih, laporan perubahan ekuitas

5. Laporan keuangan pemerintah daerah menurut PP No. 24 Tahun 2005 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan adalah:
a. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca.
b. Laporan realisasi anggaran, catatan atas laporan keuangan, neraca.
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, neraca.
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, dan catatan atas laporan
keuangan.
Jawaban: D. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, dan catatan
atas laporan keuangan

6. Laporan keuangan pemerintah daerah menurut PP No. 71 Tahun 2010 tentang standar
akuntansi pemerintahan adalah:
a. Laporan realisasi anggaran, laporan operasional, laporan perubahan saldo anggaran
lebih, laporan arus kas, neraca.
b. Laporan realisasi anggaran, laporan perubahan ekuitas, catatan atas laporan keuangan,
neraca, laporan operasional, dan laporan perubahan saldo anggaran lebih.
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, neraca, laporan operasional, laporan
perubahan saldo anggaran lebih.
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas laporan keuangan,
laporan operasional, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan perubahan
ekuitas.
Jawaban: D. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas
laporan keuangan, laporan operasional, laporan perubahan saldo
anggaran lebih, laporan perubahan ekuitas

7. Basis akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan menurut PP No. 24 Tahun 2005
tentang Standar Akuntansi Pemerintahan adalah:
a. Basis kas
b. Basis akrual
c. Basis kas menuju akrual
d. a, b, dan c benar
Jawaban: C. Basis kas menuju akrual

8. Basis akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan menurut PP No. 71 Tahun 2005
tentang Standar Akutansi Pemerintahan adalah:
a. Basis kas
b. Basis akrual
c. Basis kas menuju akrual
d. a, b, dan c benar
Jawaban: B. Basis akrual

Soal Esai
1. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur laporan keuangan menurut PP No. 71 tahun 2010.
Jawab :
1) Laporan Realisasi Anggaran, menyediakan informasi mengenai anggaran dan
realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus defisit-LRA, dan pembiayaan
dari suatu entitas pelaporan.
2) Laporan  Perubahan Saldo Anggaran Lebih, memberikan ringkasan atas
pemanfaatan saldo anggaran dan pembiayaan pemerintah, sehingga suatu entitas
pelaporan harus menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdapat
dalam LP-SAL dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
3) Laporan  Operasional, menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan
operasional keuangan entitas pelaporan yang tercerminkan dalam pendapatan-LO,
beban, dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan yang
penyajiannya disandingkan dengan periode sebelumnya.
4) Laporan Perubahan Ekuitas, menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos Ekuitas
awal atau ekuitas tahun sebelumnya, Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan
dan koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas, yang antara lain
berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi
dan koreksi kesalahan mendasar.
5) Neraca, menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset,
kewajiban, dan ekuitas  pada tanggal tertentu.
6) Laporan Arus Kas, memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan,
perubahan kas dan setara kas selama suatu periode akuntansi serta saldo kas dan
setara kas pada tanggal pelaporan. Kas adalah uang baik yang dipegang secara tunai
oleh bendahara maupun yang disimpan pada bank dalam bentuk tabungan/giro.
7) Catatan atas Laporan Keuangan, memberikan informasi kualitatif dan
mengungkapkan kebijakan serta menjelaskan kinerja pemerintah dalam tahapan
pengelolaan keuangan negara.

2. Beri contoh perbedaan penerapan cash basis, accrual basis dan cash toward accrual.
Jawab :
 Dalam cash basis (pencatatan berbasis kas), jika terjadi transaksi, misalkan
pendapatan, akan tetapi belum ada kas yang diterima, maka transaksi tersebut belum
bisa dilakukan pencatatan. Dengan kata lain segala transaksi perlu adanya
keterlibatan kas untuk dilakukan pencatatan dalam metode ini.
 Dalam accrual basis (pencatatan berbasis akrual), berbeda dengan cash basis,
walaupun belum ada kas yang terlibat dalam transaksi, transaksi tersebut tetap dapat
dilakukan pencatatan, seperti misalkan penjualan kredit.
 Dalam metode pencatatan cash toward accrual, dapat dikatakan merupakan
campuran dari kedua metode pencatatan sebelumnya, dimana cash basis (pencatatan
berbasis kas) diterapkan untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer dan
pembiayaan sedangkan accrual basis (pencatatan berbasis akrual) diterapkan untuk
pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dana.
3. Ada beberapa prinsip akuntansi diantaranya prinsip substansi mengungguli bentuk
formal. Jelaskan dan beri contohnya.
Jawab :
Prinsip substansi mengungguli bentuk formal merupakan salah satu prinsip akuntansi
yang dimana informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan wajar transaksi serta
peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka transaksi atau peristiwa lain tersebut
perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi, dan bukan
hanya aspek formalitasnya. Apabila substansi transaksi atau peristiwa lain tidak
konsisten/berbeda dengan aspek formalitasnya, maka hal tersebut harus diungkapkan
dengan jelas dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Contoh, suatu transaksi yang seharusnya dikelompokkan sebagai belanja modal, tetapi di
dalam penyusunan anggaran dikelompokkan sebagai belanja barang dan jasa, maka di
dalam pelaporannya, informasi tentang belanja tersebut harus diberikan penjelasan di
dalam Catatan atas Laporan Keuangan dan harus dilakukan jurnal koreksi dan hasil dari
pengeluaran tersebut akan mempengaruhi neraca yaitu akan menambah nilai aset tetap.

4. Jelaskan basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintahan sesuai
dengan PP No. 71 tahun 2010.
Jawab :
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintahan sesuai dengan PP
No. 71 tahun 2010 adalah basis akrual untuk pengakuan pendapatan-LO, beban, aset,
kewajiban dan ekuitas.

5. Jelaskan sistem pencatatan single entry, double entry, dan triple entry serta beri
contohnya.
Jawab :
 Single Entry. Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi hanya dilakukan satu
kali. Transaksi yang mengakibatkan pemasukan kas akan dimasukkan dalam sisi
penerimaan, sedangkan yang mengurangi kas dimasukkan dalam sisi pengeluaran.
Kelebihan dalam penerapan sistem pencatatan ini ialah mudah dipahami dan
sederhana. Namun, dalam sistem ini kurang bagus untuk pelaporan karena sulit untuk
menemukan kesalahan pembukuan serta sulit melakukan kontrol keuangan. Karena itu
ada sistem pencatatan lain yang lebih baik.
Tanggal Keterangan Penerimaa Pengeluaran Saldo
n
1/4/2020 Saldo Bulan Lalu 1.000.000 1.000.000
5/4/2020 Pembelian perlengkapan 150.000 850.000
kantor
7/4/2020 Pendapatan retribusi 50.000 900.000
10/4/202 Pendapatan pajak 75.000 975.000
0
25/4/202 Pembelian peralatan kantor 30.000 945.000
0
Jumlah 1.125.000 180.000
31/4/202 Sisa 950.000
0

 Double Entry. Prinsipnya, metode pencatatan Double Entry sama dengan metode
pencatatan debit-kredit pada prinsip dasar akuntansi berterima umum. Namun, ada
sedikit perbedaan formulasi Persamaan Dasar Akuntansi di ranah Akuntansi
Keuangan Daerah. Pencatatan dengan metode Double Entry menggunakan Basis Kas
modifikasi. Maksud dari Basis Kas Modifikasi adalah pencatatan akuntansi hanya
berlaku pada pencatatan yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas
sedangkan pencatatan di luar penerimaan dan pengeluaran kas dicatat dengan basis
akrual.
Tanggal Uraian Ref Debit Kredit
Kas 1.500.000
5/4/2020
Ekuitas Dana 1.500.000
Belanja Dinas 350.000
10/4/2020
Kas 350.000

 Triple Entry. Metode pencatatan Triple Entry merupakan pengembangan dari metode
Double Entry. Pada prinsipnya sama dengan Double Entry dengan tambahan
pencatatan pada buku anggaran. Sederhananya, ketika pencatatan Double Entry
dilakukan, metode Triple Entry akan bekerja dengan melakukan pencatatan yang
dilakukan oleh PPK SKPD (Pejabat Pengelola Keuangan Surat Ketetapan Pajak
Daerah) dan SKPKD (Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah).
BAB 2: “LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAHAN DAERAH”
Soal Pilihan Ganda
1. Unsur yang terdapat dalam laporan realisasi anggaran adalah:
a. Pendapatan – LO, Belanja, Pembiayaan
b. Pendapatan – LO, Beban, Pembiayaan
c. Pendapatan – LRA, Beban – LRA, Pembiayaan
d. Pendapatan – LRA, Belanja, Pembiayaan
Jawaban: D. Pendapatan – LRA, Belanja, Pembiayaan

2. Unsur yang terdapat dalam laporan operasional adalah:


a. Pendapatan – LO, Belanja, Pembiayaan
b. Pendapatan – LO, Beban, Pembiayaan
c. Pendapatan – LRA, Beban – LRA, Pembiayaan
d. Pendapatan – LRA, Belanja, Pembiayaan
Jawaban: B. Pendapatan – LO, Beban, Pembiayaan

3. Klasifikasi belanja menurut Permendagri No. 13 Tahun 2006 dalam penyusunan APBD
adalah:
a. Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung
b. Belanja UP/GU/TU dan belanja-LS
c. Belanja Operasi dan Belanja Modal
d. Jawaban a, b, dan c tidak ada yang benar
Jawaban: A. Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung

4. Dalam membuat laporan akuntansi keuangan daerah, penyelenggara sistem akuntansi


harus mengacu pada:
a. Petunjuk teknis dari atasan
b. Melihat contoh pemerintah daerah yang lain
c. Penyataan Standar Akuntansi Pemerintahan
d. Jawaban a, b, dan c tidak ada yang benar
Jawaban: C. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan

5. Klasifikasi Belanja menurut PP No. 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi


pemerintahan dalam penyusunan laporan keuangan adalah:
a. Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung
b. Belanja UP/GU/TU dan belanja-LS
c. Belanja Operasi dan Belanja Modal
d. Jawaban a, b, dan c tidak ada yang benar
Jawaban: C. Belanja Operasi dan Belanja Modal

Soal Esai
1. Secara garis besar, laporan keuangan pemerintah dikelompokkan menjadi 3, sebut dan
jelaskan.
Jawab :
Laporan keuangan pemerintah terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran (budgetary
reports), laporan finansial, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Laporan
pelaksanaan anggaran terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan
Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL). Laporan finansial terdiri dari Neraca, Laporan
Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), dan Laporan Arus Kas (LAK).
CaLK merupakan laporan yang merinci atau menjelaskan lebih lanjut atas pos-pos
laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial dan merupakan laporan yang
tidak terpisahkan dari laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial.

2. Jelaskan tentang laporan realisasi anggaran, beri contoh format LRA untuk pemerintah
kabupaten.
Jawab :
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan
pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang
menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode
pelaporan.
Unsur yang dicakup secara langsung oleh Laporan Realisasi Anggaran terdiri dari
pendapatan-LRA, belanja, transfer, dan pembiayaan. Masing-masing unsur dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Pendapatan-LRA adalah penerimaan oleh Bendahara Umum Negara/Bendahara
Umum Daerah atau oleh entitas pemerintah lainnya yang menambah Saldo Anggaran
Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak
pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.
b. Belanja adalah semua pengeluaran oleh Bendahara Umum Negara/Bendahara Umum
Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran
bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
c. Transfer adalah penerimaan atau pengeluaran uang oleh suatu entitas pelaporan
dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil.
d. Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan/pengeluaran yang tidak
berpengaruh pada kekayaan bersih entitas yang perlu dibayar kembali dan/atau akan
diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun
anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan
untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran.
Contoh format:
3. Gambarkan diagram konversi laporan realisasi anggaran PPKD.
Jawab :

4. Jelaskan klasifikasi belanja menurut Permendagri No. 13 Tahun 2006 dan PP No. 71
Tahun 2010, buatlah diagram konversinya.
Jawab :
a. Permendagri No. 13 Tahun 2006, kelompok belanja terdiri dari belanja langsung dan
belanja tidak langsung. Pengklasfikasian belanja ini berdasarkan kriteria apakah suatu
belanja mempunyai kaitan langsung dengan program/kegiatan atau tidak.
b. PP No. 71 Tahun 2010, belanja dilaporkan bersama program dan kegiatan. Sehingga
belanja langsung dan belanja tidak langsung dikonversi menjadi belanja operasional
dan belanja modal.
5. Berikut proses penyusunan laporan keuangan dan laporan pelaksanaan anggaran menurut
PP No. 71 Tahun 2010. Apakah ada keterkaitan antara proses penyusunan laporan
keuangan dengan laporan pelaksanaan anggaran?
Jawab :
Laporan Operasional (LO) pada dasarnya adalah Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
yang disusun dengan basis akrual, sementara LRA merupakan bagian dari Laporan
Pelaksanaan Anggaran (LPA) disusun dengan menggunakan basis kas. LO ini jika
merujuk pada PP No. 24 Tahun 2005 dapat dipersamakan dengan Laporan Kinerja
Keuangan (LKK) yang pada PP No. 24 Tahun 2005 bersifat optional. Bila LO ini jika
disandingkan dengan laporan keuangan disektor swasta/bisnis dapat dipersamakan
dengan laporan Laba Rugi (income statement).

6. Jelaskan tentang laporan perubahan saldo anggaran lebih dan berikanlah contoh format
laporan tersebut.
Jawab :
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL) menyajikan informasi kenaikan
atau penurunan SAL tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laporan
Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP-SAL) menyajikan pos-pos berikut, yaitu: saldo
anggaran lebih awal (saldo tahun sebelumnya), penggunaan saldo anggaran lebih, Sisa
Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SILPA/SIKPA) tahun berjalan, koreksi kesalahan
pembukuan tahun sebelumnya, lain-lain dan Saldo anggaran lebih akhir untuk periode
berjalan. Pos-pos tersebut disajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya. LP-
SAL dimaksudkan untuk memberikan ringkasan atas pemanfaatan saldo anggaran dan
pembiayaan pemerintah, sehingga suatu entitas pelaporan harus menyajikan rincian lebih
lanjut dari unsur-unsur yang terdapat dalam LP-SAL dalam Catatan atas Laporan
Keuangan. Struktur LP-SAL baik pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Kabupaten/Kota tidak memiliki perbedaan.
Contoh format:

7. Jelaskan tentang laporan operasional dan berikanlah contoh format laporan tersebut.
Jawab :
Laporan Operasional merupakan laporan yang menyajikan ikhtisar sumber daya
ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola olehpemerintah
pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalamsatu periode
pelaporan. Laporan Operasional menyediakan informasi mengenaiseluruh kegiatan
operasional keuangan entitas pelaporan yang tercerminkan dalam pendapatan-LO, beban,
dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan yang penyajiannya
disandingkan dengan periode sebelumnya. Tujuan pelaporan operasi adalah memberikan
informasi tentang kegiatan operasional keuangan yang tercerminkan dalam pendapatan-
LO, beban, dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan.
Contoh format:

8. Jelaskan tentang belanja hibah, belanja bantuan sosial, dan belanja subsidi.
Jawab :
 Belanja hibah adalah pengeluaran pemerintah berupa transfer dalam bentuk uang,
barang atau jasa, bersifat tidak wajib yang secara spesifik telah ditetapkan
peruntukannya dan tidak mengikat serta tidak terus menerus kepada pemerintahan
negara lain, pemerintah daerah, masyarakat dan organisasi kemayarakatan serta
organisasi internasional.
 Belanja bantuan sosial adalah transfer uang atau barang yang diberikan kepada
masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial. Bantuan
sosial dapat langsung diberikan kepada anggota masyarakat dan/atau lembaga
kemasyarakatan termasuk didalamnya bantuan untuk lembaga non pemerintah bidang
pendidikan dan keagamaan. Pengeluaran ini dalam bentuk uang/ barang atau jasa
kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,
bersifat tidak terus menerus dan selektif.
 Belanja Subsidi adalah pengeluaran atau alokasi anggaran yang diberikan pemerintah
kepada perusahaan negara, lembaga pemerintah atau pihak ketiga lainnya yang
memproduksi, menjual, mengekspor atau mengimpor barang dan jasa untuk
memenuhi hajat hidup orang banyak agar harga jualnya dapat dijangkau masyarkat.
Belanja ini antara lain digunakan untuk penyaluran subsidi kepada masyarakat
melalui BUMN/BUMD dan pemsahaan swasta.

9. Jelaskan tentang pembentukan dana cadangan dan pencairan dana cadangan.


Jawab :
 Pembentukan dana cadangan adalah pengeluaran pembiayaan dalam rangka
mengisi dana cadangan. Pembentukan dana cadangan berarti pemindahan akun Kas
menjadi bentuk Dana Cadangan. Pembentukan dana cadangan disajikan di Laporan
Arus Kas dalam kelompok arus kas keluar dari aktivitas investasi. Pembentukan Dana
Cadangan harus didasarkan pada peraturan daerah tentang pembentukan Dana
Cadangan tersebut. sehingga dana cadangan tidak dapat digunakan untuk peruntukan
yang lain.
 Pencairan Dana Cadangan adalah penerimaan pembiayaan yang berasal dari
penggunaan dana cadangan untuk membiayai belanja. Pencairan dana cadangan
berarti pemindahan akun Dana Cadangan, yang kemungkinan dalam bentuk deposito,
menjadi bentuk kas yang dapat dipergunakan untuk pembiayaan kegiatan yang telah
direncanakan. Pencairan dana cadangan disajikan di Laporan Arus Kas dalam
kelompok arus masuk kas dari aktivitas investasi. Pencairan Dana Cadangan diakui
pada saat terbit dokumen pemindah-bukuan atau yang sejenisnya atas Dana
Cadangan, yang dikeluarkan oleh BUD atau Kuasa BUD atas persetujuan PPKD.
10. Pemerintah daerah tidak boleh melakukan pengeluaran kas yang mengakibatkan adanya
beban APBD sebelum rancangan Perda APBD disahkan dan ditempatkan dalam
lembaran daerah kecuali untuk belanja yang sifatnya wajib dan mengikat. Jelaskan apa
yang dimaksud dengan belanja wajib dan mengikat, berikan contohnya.
Jawab :
 Belanja wajib adalah belanja untuk terjaminnya kelangsungan pemenuhan
pendanaan pelayanan dasar masyarakat, contohnya belanja untuk antisipasi bencana
alam dan bencana, belanja pelayanan di bidang pendidikan seperti Bantuan
Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), Guru Tidak Tetap (GTT)/Pegawai Tidak
tetap (PTT), Jaminan Penyelenggaraan Pendidikan Daerah (JPPD), Belanja
Operasional Manajeman Mutu (BOMM).
 Belanja mengikat ialah belanja yang dibutuhkan secara terus-menerus dan harus
dialokasikan oleh pemerintah dengan jumlah yang cukup, contohnya belanja
pegawai terdiri dari gaji dan tunjangan (BTL), honorarium pegawai tidak tetap,
belanja barang dan jasa, antara lain belanja penerangan jalan umum, langganan
telepon, langganan listrik.
BAB 3: “AKUNTANSI PENDAPATAN”
Soal Pilihan Ganda
1. Pendapatan – LRA diakui:
a. Saat uang diterima direkening ke kas umum daerah
b. Saat uang di terima oleh bendahara penerimaan SKPD
c. Jawaban a dan b benar
d. Saat timbul hak atas pendapatan dan adanya aliran masuk sumber daya ekonomi
Jawaban: C. Jawaban a dan b benar

2. Pendapatan – LO diakui:
a. Timbulnya hak atas pendapatan
b. Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi baik sudah
diterima pembayaran secara tunai (realized) maupun yang masih berupa piutang
(realizable)
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
Jawaban: C. Jawaban a dan b benar

3. Pendapatan Asli Daerah – LO di PPKD fikelompokkan atas:


a. PAD melauli penetapan dan PAD tanpa penetapan
b. PAD melalui penetapan dan PAD hasil eksekusi jaminan
c. PAD tanpa penetapan dan PAD hasil eksekusi jaminan
d. PAD melalui penetapan, PAD tanpa penetapan dan hasil eksekusi jaminan
Jawaban: D. PAD melalui penetapan, PAD tanpa penetapan dan hasil eksekusi
jaminan

4. Pengakuan PAD melalui penetapan adalah:


a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Saat diterbitkan surat ketetapan atas PAD tersebut
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
Jawaban: B. Saat diterbitkan surat ketetapan atas PAD tersebut

5. Pengakuan PAD tanpa penetapan adalah:


a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Saat diterbitkan surat ketetapan atas PAD tersebut
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
Jawaban: A. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah

6. Pendapatan transfer diakui:


a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Saat pemerintah pusat mengeluarkan ketetapan mengenai jumlah dana transfer yang
akan diterima oleh pemerintah daerah
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
Jawaban: C. Jawaban a dan b benar

7. Jika terkait dengan kurang salur, maka pendapatan transfer diakui:


a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Saat terbitnya peraturan mengenai penetapan alokasi
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
Jawaban : B. Saat terbitnya peraturan mengenai penetapan alokasi

8. Pendapatan hibah diakui:


a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Saat APBD telah disetujui
c. Saat naskah perjanjian hibah ditandatangani
d. Jawaban a dan b benar
Jawaban: A. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah

9. Pendapatan non operasional diakui:


a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Berita acara kegiatan telah diterima
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
Jawaban: B. Berita acara kegiatan telah diterima
10. Pendapatan Non oeprasional mencakup antara lain:
a. Surplus penjualan aset nonlancar
b. Surplus penyelesaian kewajiban jangka panjang
c. Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
d. Jawaban a dan b benar
Jawaban: D. Jawaban a dan b benar

11. Pendapatan SKPD dapat dibagi menjadi dua, yaitu:


a. Pendapatan pajak yang didahului dengan surat ketetapan pajak dan pendapatan pajak
yang didahului dengan perhitungan sendiri oleh wajib pajak
b. Pendapatan pajak yang didahului dengan surat ketetapan pajak dan pendapatan
retribusi
c. Pendapatan pajak yang didahului dengan perhitungan sendiri oleh wajib pajak dan
pendapatan retribusi
d. Pendapatan pajak yang didahului dengan surat ketetapan pajak, pendapatan pajak
yang didahului dengan perhitungan sendiri oleh wajib pajak dan pendapatan retribusi
Jawaban: D. Pendapatan pajak yang didahului dengan surat ketetapan pajak,
pendapatan pajak yang didahului dengan perhitungan sendiri oleh
wajib pajak dan pendapatan retribusi

12. Pendapatan pajak di SKPD yang didahului dengan surat ketetapan pajak diakui:
a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Saat uang diterima di bendahara penerimaan SKPD
c. Saat surat ketetapan pajak telah terbit
d. Jawaban b dan c benar
Jawaban: C. Saat surat ketetapan ppajak telah terbit

13. Pendapatan pajak di SKPD yang di dahului dengan perhitungan sendiri oleh wajib pajak
diakui:
a. Saat uang diterima di rekening kas umum daerah
b. Saat uang diterima di bendahara penerimaan SKPD
c. Saat surat ketetapan ppajak telah terbit
d. Saat diselesaikannya perhitungan pajak oleh wajib pajak
Jawaban: C. Saat surat ketetapan ppajak telah terbit

14. Jurnal untuk laporan operasional di SKPD pada saat penerbitan surat ketetapan retribusi:
a. Tidak ada jurnal
b. Piutang Retribusi xxx
Pendapatan Retribusi – LO xxx
c. Piutang Retribusi xxx
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
d. Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan Retribusi – LO xxx
Jawaban: B. Piutang Retribusi xxx
Pendapatan Retribusi – LO xxx

15. Jurnal untuk laporan realisasi anggaran di SKPD pada saat penerbitan surat ketetapan
retribusi:
a. Tidak ada jurnal
b. Piutang Retribusi xxx
Pendapatan Retribusi – LRA xxx
c. Piutang Retribusi xxx
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
d. Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan Retribusi – LRA xxx
Jawaban: A. Tidak ada jurnal

16. Jurnal untuk laporan operasional di SKPD pada saat diterima setoran dari wajib pajak
atas retribusi:
a. Tidak ada jurnal
b. Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan Retribusi – LO xxx
c. Piutang Retribusi xxx
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
d. Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Piutang Retribusi xxx
Jawaban: D. Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Piutang Retribusi xxx

17. Jurnal untuk laporan realisasi anggaran di SKPD pada saat di terima setoran dari wajib
pajak atas retribusi:
a. Tidak ada jurnal
b. Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan Retribusi xxx
c. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
d. Estimasi Perubahan SAL xxx
Pendapatan Retribusi – LRA xxx
Jawaban: D. Estimasi Perubahan SAL xxx
Pendapatan Retribusi – LRA xxx

18. Pengakuan pengembalian pendapatan – LRA untuk tahun yang sama dengan tahun
anggaran:
a. Diakui sebagai pengurang pendapatan
b. Diakui sebagai belanja tak terduga
c. Diakui sebagai pengurang saldo anggaran lebih
d. Jawaban a, b, dan c benar
Jawaban: A. Diakui sebagai pengurang pendapatan

19. Pengakuan pengembalian pendapatan – LRA untuk tahun sebelum tahun anggaran dan
yang bersifat tidak berulang:
a. Diakui sebagai pengurang pendapatan
b. Diakui sebagai belanja tak terduga
c. Diakui sebagai pengurang saldo anggaran lebih
d. Jawaban a, b, dan c benar
Jawaban: C. Diakui sebagai pengurang saldo anggaran lebih

20. Pengakuan pengembalian pendapatan – LRA untuk tahun sebelum tahun anggaran dan
bersifat berulang:
a. Diakui sebagai pengurang pendapatan
b. Diakui sebagai belanja tak terduga
c. Diakui sebagai pengurang saldo anggaran lebih
d. Jawaban a, b, dan c benar
Jawaban: A. Diakui sebagai pengurang pendapatan

21. Pengakuan pengembalian pendapatan LO untuk tahun sama dengan tahun anggaran:
a. Diakui sebagai pengurang pendapatan
b. Diakui sebagai belanja tak terduga
c. Diakui sebagai pengurang ekuitas
d. Jawaban a, b, dan c benar
Jawaban: A. Diakui sebagai pengurang pendapatan

22. Pengakuan pengembalian pendapatan LO untuk tahun sebelum tahun anggaran dan
bersifat tidak berulang:
a. Diakui sebagai pengurang pendapatan
b. Diakui sebagai belanja tak terduga
c. Diakui sebagai pengurang ekuitas
d. Jawaban a, b, dan c benar
Jawaban: A. Diakui sebagai pengurang pendapatan

23. Pengakuan pengembalian pendapatan LO untuk tahun sebelum tahun anggaran dan
bersifat berulang:
a. Diakui sebagai pengurang pendapatan
b. Diakui sebagai belanja tak terduga
c. Diakui sebagai pengurang ekuitas
d. Jawaban a, b, dan c benar
Jawaban: A. Diakui sebagai pengurang pendapatan

Berikut transaksi untuk soal no. 24 – 25


Dinas kesehatan pada tanggal 1 Juli 2014 melakukan penjualan mobil ambulans seharga
Rp200.000.000. harga perolehan mobil ambulans sebesar Rp600.000.000, akumulasi
penyusutan per tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp480.000.000 dengan nilai penyusutan
per tahun sebesar Rp60.000.000.
24. Jurnal untuk menyusun laporan operasional setelah berita acara penjualan diserahkan
adalah:
a. Beban Penyusutan Rp 30.000.000
Kas di Bendahara Penerimaan Rp 200.000.000
Akumulasi Penyusutan Rp 450.000.000
Ambulans Rp 600.000.000
Suriplus atas Penjualan Ambulans Rp 80.000.000
b. Kas di Bendahara Penerimaan Rp 200.000.000
Pendapatan Lain-Lain Rp 200.000.000
c. Kas di Bendahara Penerimaan Rp 200.000.000
Akumulasi Penyusutan Rp 480.000.000
Ambulans Rp 600.000.000
Surplus atas Penjualan Ambulans Rp 80.000.000
d. Beban Penyusutan Rp 30.000.000
Kas di Bendahara Penerimaan Rp 200.000.000
Akumulasi Penyusutan Rp 480.000.000
Ambulans Rp 600.000.000
Surplus atas Penjualan Ambulans Rp 110.000.000
Jawaban: C. Kas di Bendahara Penerimaan Rp 200.000.000
Akumulasi Penyusutan Rp 480.000.000
Ambulans Rp 600.000.000
Surplus atas Penjualan Ambulans Rp 80.000.000

25. Jurnal untuk menyusun laporan realisasi anggaran setelah berita acara penjualan
diserahkan adalah:
a. Belanja Penyusutan Rp 30.000.000
Kas di Bendahara Penerimaan Rp 200.000.000
Akumulasi Penyusutan Rp 450.000.000
Ambulans Rp 600.000.000
Surplus atas Penjualan Ambulans Rp 80.000.000
b. Kas di Bendahara Penerimaan Rp 200.000.000
Pendapatan Lain-Lain – LRA Rp 200.000.000
c. Estimasi Perubahan SAL Rp 200.000.000
Pendapatan Lain-Lain – LRA Rp 200.000.000
d. Tidak ada jurnal
Jawaban: C. Estimasi Perubahan SAL Rp 200.000.000
Pendapatan Lain-Lain – LRA Rp 200.000.000

Soal Esai
1. Menurut PP No.71 Tahun 2010, pendapatan dibedakan atas pendapatan LRA dan
pendapatan LRA dan pendapatan-LO. Jelaskan.
Jawab :
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan, definisi pendapatan dibedakan atas Pendapatan LRA dan Pendapatan LO.
Pendapatan LRA adalah pendapatan yang berbasis kas yang digunakan untuk
penyusunan Laporan Realisasi Anggaran. Sedangkan pendapatan LO adalah pendapatan
yang berbasis akrual yang digunakan untuk penyusunan Laporan Operasional.

2. Jelaskan tentang pengakuan pendapatan-LRA dan pendapatan-LO


Jawab :
 Pengakuan Pendapatan LRA
Penggunaan basis kas mengakui pendapatan ketika pendapatan tersebut diterima di
rekening umum negara/daerah. Dengan kata lain, pendapatan diterima ketika
pemerintah sudah menerima dana secara tunai atas pendapatan tersebut. Namun, hal
lain yang perlu diingat adalah penerimaan kas tersebut merupakan hak pemerintah
yang tidak bisa dikembalikan. Ada kalanya, pemerintah menerima dana dari pihak
ketiga sebagai jaminan pelaksanaan suatu kegiatan. Dana ini harus dikembalikan
kembali ke pihak ketiga apabila kegiatan yang dipersyaratkan sudah dilakukan.
Penerimaan dana ini tidak boleh diakui sebagai pendapatan pemerintah.
Pendapatan-LRA diakui pada saat penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah
yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang
bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh
pemerintah. (PSAP No.3, Paragraf 21). Pengakuan pendapatan dengan berbasis kas
diakui dan dicatat pada saat kas atau setara kas diterima yang menambah saldo
anggaran lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.
Pendapatan di PPKD diakui pada saat diterima di Rekening Kas Umum Daerah.
Pendapatan diakui pada saat diterima oleh Bendahara Penerimaan untuk seluruh
transaksi SKPD. Selanjutnya berdasarkan ketentuan yang berlaku, bendahara
penerimaan segera menyetorkan uang yang diterima ke Rekening Kas Umum
Daerah. Dengan mempertim-bangkan Bendahara Penerimaan adalah pejabat
fungsional yang melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan
anggaran Perda SKPD, yang secara fungsional bertanggung jawab atas pelaksanaan
tugasnya pada PPKD selaku BUD.
 Pengakuan Pendapatan LO
Pendapatan-LO diakui pada saat hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai
penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu
dibayar kembali. (PSAP No. 2, paragraf 8). Menurut PSAP No. 12, paragraf 19,
Pendapatan-LO diakui pada saat :
a) Timbulnya hak atas pendapatan;
b) Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi.
Pendapatan-LO yang diperoleh berdasarkan peraturan perundang-undangan diakui
pada saat timbulnya hak untuk menagih pendapatan. Pendapatan-LO yang diperoleh
sebagai imbalan atas suatu pelayanan yang telah selesai diberikan berdasarkan
peraturan perundang-undangan, diakui pada saat timbulnya hak untuk menagih
imbalan. Pendapatan-LO yang diakui pada saat direalisasi adalah hak yang telah
diterima oleh pemerintah tanpa terlebih dahulu adanya penagihan.

3. Apa yang menjadi dasar pemikiran bahwa pendapatan hibah belum dapat diakui pada
saat naskah perjanjian hibah diterbitkan.
Jawab :
Pendapatan hibah-LO diakui pada saat dipenuhinya persyaratan yang ditetapkan dalam
perjanjian hibah. Pemenuhan persyaratan tersebut adalah sebagai berikut :
1) Apabila pemberi hibah akan mengeluarkan dana atau memberikan barang jika
entitas penerima hibah sudah melaksanakan suatu kegiatan atau persyaratan tertentu,
maka pendapatan hibah diakui pada saat entitas penerima hibah telah melaksanakan
kegiatan atau memenuhi persyaratan tersebut.
2) Apabila pemberi hibah akan mengeluarkan dana atau memberikan barang tanpa
persyaratan tertentu, maka :
 Terhadap pemberian hibah yang didasari oleh perjanjian antara pemberi dan
penerima hibah, maka pendapatan hibah diakui setelah timbulnya hak yang
ditandai dengan perjanjian hibah ditandatangani.
 Ada pemberi hibah mengeluarkan dana atau memberikan barang tanpa
persyaratan tertentu, maka pendapatan hibah diakui pada saat dana hibah/barang
tersebut diterima.
Maka dari itu, pendapatan hibah belum dapat diakui pada saat naskah perjanjian
hibah diterbitkan.

4. Apa yang menjadi dasar pemikiran bahwa pendapatan retribusi baru diakui setelah kas
diterima di bendahara penerimaan.
Jawab :
Tergantung metode pengakuan penerimaannya. Pendapatan retribusi biasanya diakui
berdasarkan metode pengakuan dengan cash basis, jika menggunakan metode cash basis
maka akan diakui ketika uang diterima. Maka dari itu, retribusi baru bisa diakui saat
uang atau kas telah diterima di bendahara penerimaan.

5. Apakah pendapatan pajak daerah tergolong dalam kelompok pendapatan daerah dengan
penetapan? Coba Anda kaitkan jawaban Anda dengan pengakuan pendapatan yang
tergolong dengan PAD dengan penetapan di PPKD dan pendapatan pajak daerah di
SKPD yang dikategorikan pendapatan pajak yang didahului dengan penerbitan surat
ketetapan.
Jawab :
Pemungutan pajak dapat didahului dengan penerbitan Surat Ketetapan Pajak Daerah
maupun peyetoran langsung oleh masyarakat. Terhadap kedua cara pemungutan tersebut
pengakuan pendapatan pajak dilakukan pada saat penyetoran oleh wajib pajak ke
rekening kas daerah. SKPD yang ebrwenang akan menerbitkan Surat Keterangan Pajak
Daerah (SKP Daerah) terkait. SKP Daerah akan menjadi dokumen sumber dalam
mengakui pendapatan pajak daerah setelah dilakukan pembayaran. Oleh karena itu,
pendapatan pajak daerah tergolong dalam kelompok pendapatan daerah dengan
penetapan.
6. Pada akhir tahun, dinas pendapatan daerah telah menetapkan pada piutang atas pajak
pendapatan sebesar Rp. 10.000.000. Bagaimanakah jurnalnya?
Jawab :
Piutang Pajak Daerah Rp 10.000.000
Pendapatan pajak – LO Rp 10.000.000

7. Jika piutang pada soal no. 6 diterima pada tahun berikutnya, bagaimana jurnal yang
harus dibuat? Siapa yang membuat jurnalnya? SKPD atau PPKD?
Jawab :
Yang membuat jurnal adalah pihak SKPD, karena piutang atas pendapatan pajak daerah
masih dalam keadaan diterima, bukan disetor ke PPKD
Jurnal:
Kas di Bendahara Penerimaan Rp 10.000.000
Piutang Pajak Daerah Rp 10.000.000

8. Berikut kutipan dari Permendagri No.64 Tahun 2013 terkait jurnal untuk mengakui
pendapatan.
a. Pendapatan Non Operasional – Surplus Penjualan Aset Nonlancar-LO
Jawab :
Sebagai transaksi realisasi anggaran karena pelunasan kewajiban tersebut merupakan
pengeluaran pembiayaan, Fungsi Akuntansi PPKD mencatat “Pengeluaran Pembiayaan”
di debit dan “Estimasi Perubahan SAL” di kredit.Pengeluaran untuk perolehan investasi
jangka pendek diakui sebagai pengeluaran kas pemerintah dan tidak dilaporkan sebagai
belanja atau pun pengeluaran pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA).
Apabila dalam pelepasan/penjualan investasi jangka pendek terdapat kenaikan atau
penurunan nilai dari nilai tercatatnya, maka selisihnya diakui sebagai penambah atau
pengurang SILPA dan sebagai keuntungan atau kerugian pada Laporan Operasional.
Keuntungan diakui pada saat harga pelepasan/penjualan (setelah dikurangi biaya
penjualan) lebih tinggi dari nilai tercatatnya, dan kerugian diakui pada saat harga
pelepasan/penjualan(setelah dikurangi biaya penjualan) lebih rendah dari nilai
tercatatnya.

b. Pendapatan Non Operasional – Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka


Panjang.
Jawab :
Pengeluaran kas dan/atau aset, penerimaan hibah dalam bentukinvestasi dan konversi
piutang atau aset lain menjadi investasi dapat diakui sebagai investasi jangka panjang
apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) Kemungkinan manfaat ekonomi dan manfaat sosial atau jasa potensial di masa yang
akan datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah dalam jangka
waktu lebih dari 12 bulan;
b) Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara andal (reliable).
Penerimaan kas dalam rangka perolehan investasi jangka panjang diakui sebagai
pengeluaran pembiayaan. Sedangkan penerimaan kas atas/penjualan investasi jangka
panjang diakui sebagai penerimaan pembiayaan. Penerimaan dan pengeluaran
pembiayaan disajikan dalam LRA.Pada saat pelepasan/penjualan investasi, apabila
terjadi perbedaan antarahasil pelepasan investasi dengan nilai tercatatnya harus
dibebankan atau dikreditkan kepada keuntungan/kerugian pelepasan investasi.
Keuntungan/kerugian pelepasan investasi disajikan dalam LO.

Soal Kasus
Berikut adalah data yang diperoleh dari BUD Kota X untuk tahun 2014 :
1. Tanggal 20 November 2014, BUD menerima nota kredit dari Bank Daerah berupa
penambahan rekening kas daerah atas penerimaan kas berikut :
a. Pajak daerah meliputi pajak hotel sebesar Rp 62.000.000 dan pajak restoran sebesar
Rp 37.000.000.
b. Retribusi daerah meliputi retribusi jasa umum sebesar Rp 201.000.000 dan retribusi
perizinan tertentu sebesar Rp 15.000.000.
Jawab :
a. Jurnal :
Untuk Penyusunan Laporan Operasional
Tg
Uraian Debit Kredit
l
Kas di BUD 315.000.000
Pendapatan Pajak Hotel-LO 62.000.000
Pendapatan Pajak RestoranLO 37.000.000
Pendapatan Restribusi jasa umum-
201.000.000
LO
Pendapatan Restribusi Perizinan-LO 15.000.000
b. Jurnal :
Untuk Penyusunan Laporan Operasional
Tg Uraian Debit Kredit
l
Estimasi Perubahan SAL 315.000.000
Pendapatan Pajak Hotel-LRA 62.000.000
Pendapatan Pajak Restoran-LRA 37.000.000
Pendapatan Restribusi jasa umum-
201.000.000
LRA
Pendapatan Restribusi Perizinan-
15.000.000
LRA

2. Tanggal 25 November 2014, dibayarkan kelebihan pembayaran pajak hiburan sebesar


Rp.10.000.000 berdasarkan SP2D No.257/PEMDAXYZ/XI/2014 atas pembayaran pajak
hiburan pada tahun anggaran berjalan.
Jawab :
Untuk Penyusunan Laporan Operasional
Tg
Uraian Debit Kredit
l
Pendapatan Pajak Hotel-LO 10.000.000
Kas di BUD 10.000.000

Untuk Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran


Tg
Uraian Debit Kredit
l
Pendapatan Pajak hotel-LRA 10.000.000
Estimasi Perubahan SAL 10.000.000

3. Pada Tanggal 26 November 2014, berdasarkan DIPA-DAU No. 1000/DIPA-DAU/2014


atas dana pagu sebesar Rp. 200.000.000.000, Pemerintah Daerah Kota X menerima
SP2D dari KPPN Z dan nota kredit dari Bank Daerah berupa Dana Alokasi Umum untuk
bulan Desember 2014 sebesar Rp. 25.000.000.000, dan Dana Alokasi Khusus untuk
bulan Desember 2014 sebesar Rp. 5.500.000.000, berdasarkan DIPA-DAK No.
1001/DIPA-DAK/2014 atas dana pagu sebesar Rp.60.000.000.000.
Jawab :

Untuk Penyusunan Laporan Operasional


Tg
Uraian Debit Kredit
l
Piutang DAU 60.000.000.000
Piutang DAK 200.000.000.00
Pendapatan DAU-LO 0 260.000.000.00
0
Untuk Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran
Tg
Uraian Debit Kredit
l
Tidak Ada Jurnal

 Pemerintah Daerah Kota X menerima SP2D dari KPPN Z dan nota kedit dari Bank
Daerah berupa Dana Alokasi Umum Bulan Desember 2014 sebesar Rp.
25.000.000.000
Untuk Penyusunan Laporan Operasional
Tg
Uraian Debit Kredit
l
Kas di BUD 25.000.000.000
Piutang DAU 25.000.000.000

Untuk Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran


Tgl Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan SAL 25.000.000.000
Pendapatan DAU-LRA 25.000.000.000

 Dana Alokasi Khusus Bulan Desember 2012 sebesar Rp. 5.500.000.000,-.


Untuk Penyusunan Laporan Operasional
Tgl Uraian Debit Kredit
Kas di BUD 5.500.000.000
Piutang DAK 5.500.000.000

Untuk Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran


Tgl Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan SAL 5.500.000.000
Pendapatan DAK-LRA 5.500.000.000

4. Pada Tanggal 28 November 2014, BUD menerima SP2D dari KPPN Z dan nota
kredit dari Bank Daerah atas penerimaan kas berikut :
a. Bagi Hasil Pajak sebesar Rp.27.500.000.
b. Bagi Hasil Sumber Daya Alam sebesar Rp.75.000.000.
Jawab :
a. Jurnal :
Untuk Penyusunan Laporan Operasional
Tg
Uraian Debit Kredit
l
Kas di BUD 102.500.000
Pendapatan Bagi Hasil 27.500.000
Pajak-LO
Pendapatan Bagi Hasil 75.000.000
Bukan Pajak-LO
b. Jurnal :
Untuk Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran
Tg
Uraian Debit Kredit
l
Estimasi Perubahan SAL 102.500.000
Pendapatan Bagi Hasil 27.500.000
Pajak-LRA
Pendapatan Bagi Hsl Bkn 75.000.000
Pajak-LRA
5. Tanggal
30 November 2014, dibayarkan kelebihan penerimaan pembiayaan dari pinjaman daerah
sebesar Rp.1.500.000.000, berdasarkan SP2D No. 300/PEMDAXYZ/XI/ 2014 atas
penerimaan pembiayaan dari pinjaman daerah pada tahun anggaran berjalan.
Jawab :
Untuk Penyusunan Laporan Operasional
Tgl Uraian Debit Kredit
Pendapatan Pajak Hotel-LO 1.500.000.000
Kas di BUD 1.500.000.000

Untuk Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran


Tgl Uraian Debit Kredit
Pendapatan pajak hotel-LRA 1.500.000.000
Estimasi Perubahan
1.500.000.000
SAL
BAB 4: “AKUNTANSI BELANJA DAN BEBAN”
Soal Pilihan Ganda
1. Belanja diakui :
a. Saat terjadi pengeluaran dari rekening kas umum daerah.
b. Saat pertanggungjawaban atas pengeluaran SKPD tersebut disahkan oleh unit yang
mempunyai fungsi perbendaharaan,
c. jawaban a dan b benar.
d. Saat timbul kewajiban atas belanja dan adanya aliran keluar dari sumber daya
ekonomi.
Jawaban: A. Saat terjadi pengeluaran dari rekening kas umum daerah

2. Beban diakui :
a. Saat terjadi pengeluaran dari rekening kas umum daerah.
b. Saat pertanggungjawaban atas pengeluaran SKPD tersebut disahkan oleh unit yang
mempunyai fungsi perbendaharaan.
c. Jawaban a dan b benar.
d. Saat timbul kewajiban, terjadi konsumsi aset, dan atau terjadinya penurunan manfaat
ekonomi atau potensi jasa.
Jawaban: D. Saat timbul kewajiban, terjadi konsumsi aset, dan atau terjadinya
penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa

3. Pengakuan pengembalian belanja untuk tahun yang sama dengan tahun anggaran :
a. Diakui sebagai pengurang belanja.
b. Diakui sebagai lain-lain PAD yang sah.
c. Diakui sebagai koreksi saldo anggaran lebih.
d. Jawaban a, b, dan c benar.
Jawaban: A. Diakui sebagai pengurang belanja

4. Pengakuan pengembalian belanja untuk tahun sebelum tahun anggaran :


a. Diakui sebagai pengurang belanja.
b. Diakui sebagai lain lain PAD yang sah.
c. Diakui sebagai koreksi saldo anggaran lebih
d. a,b, dan c benar.
Jawaban: B. Diakui sebagai lain lain PAD yang sah
5. Pengakuan pengembalian beban untuk tahun yang sama dengan tahun anggaran :
a. Diakui sebagai pengurang beban.
b. Diakui sebagai lain-lain PAD yang sah.
c. Diakui sebagai koreksi ekuitas.
d. Jawaban a, b, dan c benar.
Jawaban: A. Diakui sebagai pengurang beban

6. Pengakuan pengembalian beban untuk tahun sebelum tahun anggaran :


a. Diakui sebagai pengurang beban.
b. Diakui sebagai lain-lain PAD yang sah.
c. Diakui sebagai koreksi ekuitas.
d. Jawaban a, b, dan c benar.
Jawaban: C. Diakui sebagai koreksi ekuitas

Berikut transaksi untuk soal nomor 7-10.


Pada tanggal 5 Juni 2012, bendahara pengeluaran menerima SP2D-LS Rp 185.000.000 atas
pembelian mobil perpustakaan keliling dengan perkiraan masa manfaat mobil tersebut selama
5 tahun dan nilai residu pada akhir tahun kelima sebesar Rp 35.000.000.

7. Jurnal untuk laporan operasional di SKPD pada saat menerima SP2D-L5 tersebut :
a. Mobil Perpus. Keliling Rp 185.000.000
R/K PPKD Rp 185.000.000
b. Belanja Modal-Mobil Perpus. Keliling Rp 185.000.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 185.000.000
c. Mobil Perpustakaan Keliling Rp 185.000.000
Estimasi perubahan SAL Rp 185.000.000
d. Belanja modal-modal Perpus. Keliling Rp 185.000.000
Kas di bendahara penerimaan Rp 185.000.000
Jawaban: A. Mobil Perpus. Keliling Rp 185.000.000
R/K PPKD Rp 185.000.000

8. Jurnal untuk laporan realisasi anggaran di SKPD pada saat menerima SP2D-LS tersebut :
a. Mobil Perpustakaan Keliling Rp 185.000.000
R/K BUD Rp 185.000.000
b. Belanja Modal-Mobil Perpus. Keliling Rp 185.000.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 185.000.000
c. Mobil Perpustakaan Keliling Rp 185.000.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 185.000.000
d. Belanja Modal-Mobil Perpus. Keliling Rp 185.000.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 185.000.000
Jawaban: B. Belanja Modal-Mobil Perpustakaan Keliling Rp 185.000.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 185.000.000

9. Jurnal laporan operasional di SKPD pada saat akhir tahun atas depresiasi mobil
perpustakaan keliling tersebut :
a. Beban Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 30.000.000
Akumulasi Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 30.000.000
b. Tidak Ada Jurnal
c. Ekuitas Dana Investasi Rp 30.000.000
Akumulasi Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 30.000.000
d. Beban Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 37.000.000
Akumulasi Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 37.000.000
Jawaban: A. Beban Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 30.000.000
Akumulasi Penyusutan-
Mobil Perpustakaan Keliling Rp 30.000.000

10. Jurnal untuk laporan Realisasi Anggaran di SKPD pada saat akhir tahun atas depresiasi
mobil perpustakaan keliling tersebut :
a. Beban Penyusutan Mobil Perpus Keliling Rp 30.000.000
Akumulasi Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 30.000.000
b. Tidak Ada Jurnal
c. Ekuitas Dana Investasi Rp 30.000.000
Akumulasi Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 30.000.000
d. Beban Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 37.000.000
Akumulasi Penyusutan Mobil Perpus. Keliling Rp 37.000.000
Jawaban: B. Tidak Ada Jurnal
Berikut transaksi untuk soal nomor 11-16.
Pada tanggal 2 Maret 2012 dibeli alat tulis kantor senilai Rp 2.230.000 (termasuk PPN 10%
dan PPh Pasal 22 sebesar 1,5%), pajak disetor pada tanggal 4 Maret 2012, sementara pada
tanggal 31 Desember 2012 setelah dilakukan inventarisasi fisik, nilai persediaan sebesar Rp
230.000.

11. Jurnal untuk laporan realisasi anggaran di SKPD pada tanggal 2 Maret 2012 adalah :
a. Belanja Modal-ATK Rp 2.230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 2.000.000
b. Belanja ATK Rp 2.230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 2.000.000
c. Belanja ATK Rp 2.230.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 2.230.000
d. Persediaan ATK Rp 2.230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 2.000.000
Jawaban: C. Belanja ATK Rp 2.230.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 2.230.000

12. Jurnal untuk laporan operasional di SKPD pada tanggal 2 Maret 2012 adalah :
a. Belanja Modal-ATK Rp 2.230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 2.000.000
b. Belanja ATK Rp 2.230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 2.000.000
c. Belanja ATK Rp 2.230.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 2.230.000
d. Persediaan ATK Rp 2.230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 2.000.000
Jawaban: D. Persediaan ATK Rp 2.230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 2.000.000

13. Jurnal untuk laporan operasional di SKPD pada tanggal 4 Maret 2012 adalah :
a. Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 230.000
b. Tidak Ada Jurnal
c. Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 230.000
d. R/K BUD Rp 230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Jawaban: A. Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 230.000

14. Jurnal untuk laporan Realisasi Anggaran di SKPD pada tanggal 4 Maret adalah:
a. Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 230.000
b. Tidak Ada Jurnal
c. Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 230.000
d. R/K BUD Rp 230.000
Utang PPh Pasal 22 Rp 30.000
Utang PPN Rp 200.000
Jawaban: B. Tidak Ada Jurnal

15. Jurnal penyesuaian akhir tahun untuk laporari operasional adalah


a. Tidak Ada Jurnal
b. Belanja ATK Rp 2.000.000
Ekuitas Dana Lancar Rp 2.000.000
c. Beban ATK Rp 2.000.000
Persediaan ATK Rp 2.000.000
d. Belanja ATK Rp 2.000.000
Persediaan ATK Rp 2.000.000
Jawaban: C. Beban ATK Rp 2.000.000
Persediaan ATK Rp 2.000.000

16. Jurnal penyesuaian akhir tahun untuk laporan realisasi anggaran adala
a. Tidak Ada Jurnal
b. Belanja ATK Rp 2.000.000
Ekuitas Dana Lancar Rp 2.000.000
c. Beban ATK Rp 2.000.000
Persediaan ATK Rp 2.000.000
d. Belanja ATK Rp 2.000.000
Persediaan ATK Rp 2.000.000
Jawaban: A. Tidak Ada Jurnal

Soal Esai
1. Tanggal 15 Februari 2012, berdasarkan Surat Penyediaan Dana Belanja Daerah No. 25
Tahun 2012 dinas pendidikan sebagai kuasa BUD menerbitkan SP2D No. 0018 atas
nama CV. Fajar Mamuju sebesar Rp. 49.327.354, berdasarkan SPM-LS No. 0120 untuk
pembayaran sekaligus atas pekerjaan pengadaan peralatan dan mesin sebesar Rp.
55.000.000 (SPK No. 003/Diknas/2012tertanggal 2 januari 2012) yang terdiri atas :
a. Mesin tik sebesar Rp. 25.000.000
b. Mesin hitung sebesar Rp. 5.000.000
c. Mesin stensil sebesar Rp. 5.000.000
d. Filling cabinet sebesar Rp. 10.000.000
e. Whiteboard sebesar Rp 10.000.000
Atas pembayaran tersebut dikenakan dan dipotong PPN sebesar 10 % dan PPH Pasal 22
sebesar 1,5 %. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut
Jawab :
1. Jurnal atas transaksi penerimaan uang
Fungsi Akuntansi PPKD mencatat dengan Jurnal

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
R/K SKPD 55.000.000  
2/1/2012
  Kas di daerah   55.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
2/1/2012 Tidak ada jurnal

Fungsi Akuntansi SKPD mencatat dengan Jurnal


Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di bendahara
pengeluaran 55.000.000
2/1/2012  
 
  R/K PPKD 55.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
2/1/2012 Tidak ada jurnal

2. Jurnal atas pengeluaran peralatan dan mesin


Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Beban Peralatan dan
Mesin 49.327.354
15/2/2012
Kas di bendahara    
  pengeluaran 49.327.354

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Beban Peralatan dan
15/2/2012 Mesin 49.327.354  
  Estimasi   49.327.354
Perubahan SAL

3. Jurnal atas transaksi pemungutan pajak


Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas Di bendahara
Pengeluaran 5.224.214  
15/2/2012  
  Utang PPN 4.484.304
  Utang PPh Pasal 21   739.910

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
15/2/2012 Tidak ada jurnal

4. Jurnal atas transaksi penyetoran pajak di SKPD


Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Utang PPN 4.484.304
Utang PPH Pasal 21 739.910  
15/2/2012  
kas di bendahara  
  pengeluaran 5.224.214

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
15/2/2012 Tidak ada jurnal

2. Berikut adalah data yang diperoleh dari BUD Kota Dwijaya semesta untuk tahun 2014:
a. Tanggal 26 Maret 2012, berdasarkan Surat Penyediaan Dana Belanja Daerah Nomor
56 Tahun 2013, dinas peternakan sebagai kuasa BUD menerbitkan SP2D No. 0001
atas SPM uang persediaan No, 0545 beserta lampirannya sebesar Rp. 45.000.000
yang diajukan bendahara pengeluaran dinas peternakan
b. Tanggal 10 April 2014, berdasarkan Surat Penyediaan dana Belanja No. 23 tahun
2013, dinas peternakan sebagai Kuas BUD menerbitkan SP2D No. 0012 atas SPM
ganti Uang Persediaan No. 0101 beserta lampirannya sebesar Rp. 29.500.000 yang
diajukan bendahara pengelaran dinas peternakan dengan rincian :
i. Belanja ATK sebesar Rp. 7.500.000
ii. Belanja telepon dan listrik sebesar Rp. 4.000.000
iii. Belanja makanan dan minuman rapat sebesar Rp. 750.000
iv. Belanja perjalanan dinas di dalam daerah sebesra Rp. 2.250.000
v. Belanja perjalanan dinas keluar daerah sebesar Rp. 15.000.000
c. Tanggal 13 April 2014, berdasarkan Surat Penyediaan Dana Belanja Daerah Nomor
25 Tahun 2013, dinas peternakan sebagai kuasa BUD menerbitkan SP2D No. 0024
atas SPM Tambahan UP No, 0101 beserta lampirannya sebesar Rp 60.000.000 yang
diajukan bendahara pengeluaran dinas peternakan
d. Tanggal 10 mei 2014, kuasa BUD menerima nota kredit sebesar Rp 22.500.000 dari
Bank daerah atas setoran yang dilakukan oleh bendahara pengeluaran atas sisa kas
tambahan UP Bulan April yang tidak habis digunakan dalam satu bulan
e. Tanggal 15 April 2014, berdasarkan Surat Penyediaan Dana Belanja Daerah Nomor
25 Tahun 2013, dinas peternakan sebagai kuasa BUD menerbitkan SP2D No. 0018
atas nama CV. Fajar Mamuju sebesar Rp. 98.500.000, berdasarkan SPM- LS No.
0120 untuk pembayaran sekaligus atas pekerjaaan pengadaan peralatan dan mesin
sebesar Rp. 110.000.000 ( SPK No. 003/Diknas/2013 tertanggal 2Maret 2014) Atas
pembayaran tersebut dikenakan dan dipotong PPN sebesar 10% atas PPh pasal 22
sebesar 1,5 %
f. Tanggal 18 April 2014, BUD menerima bukti setoran dari bendahara pengeluaran
dinaspeternakan dan nota kredit dari Bank daerah atas pengembalian kelebihan biaya
perjalanan dinas keluar daerah bulan Maret 2014 sebesar Rp. 4.500.000
Jawab :
a.
Jurnal dari sisi PPKD
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
26/3/2014 R/K SKPD 45.000.000  
  Kas di daerah   45.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
26/3/2014 Tidak ada jurnal

Jurnal dari sisi SPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di bendahara
26/3/2014 pengeluaran 45.000.000  
  R/K PPKD   45.000.000
Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal Uraian Debit Kredit
26/3/2014 Tidak ada jurnal
b.
Jurnal dari sisi akuntansi PPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
R/K SKPD 29,500,000  
10/4/2014
  Kas di daerah   29,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
10/4/2014 Tidak ada jurnal

Jurnal dari sisi akuntansi SPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di bendahara
10/4/2014 pengeluaran 29,500,000  
  R/K PPKD   29,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
10/4/2014 Tidak ada jurnal

c.
Jurnal dari sisi akuntansi PPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
R/K SKPD 60,000,000  
13/4/2014
  Kas di daerah   60,000,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
13/4/2014 Tidak ada jurnal
Jurnal dari sisi akuntansi SPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di bendahara
13/4/2014 pengeluaran 60,000,000  
  R/K PPKD   60,000,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
13/4/2014 Tidak ada jurnal

d.
Jurnal dari sisi akuntansi PPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
R/K SKPD 22,500,000  
10/5/2014
  Kas di daerah   22,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
10/5/2014 Tidak ada jurnal

Jurnal dari sisi akuntansi SPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di bendahara
10/5/2014 pengeluaran 22,500,000  
  R/K PPKD   22,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
10/5/2014 Tidak ada jurnal
e. Jurnal atas Transaksi Penerbitan SP2D
Jurnal dari sisi akuntansi PPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di daerah 98,500,000  
15/4/2014
  R/K SPKD   98,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
15/4/2014 Tidak ada jurnal

Jurnal dari sisi akuntansi SPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
R/K PPKD 98,500,000  
15/4/2014 Kas di
bendahara
  pengeluaran   98,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
15/4/2014 Tidak ada jurnal
Jurnal atas pengadaan peralatan dan mesin

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Peralatan dan
15/4/2014 mesin 98,500,000  
  Kas di daerah   98,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Peralatan dan mesin 98,500,000  
15/4/2014 Estimasi
  perubahan SAL   98,500,000

Jurnal atas transaksi pemungutan pajak di SPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
15/4/2014 Kas Di daerah 10.000.000  
  Utang PPN   9.000.000
  Utang PPh Pasal 22   1.000.00
0

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
15/4/2014 Tidak ada jurnal

f.
Jurnal dari sisi akuntansi PPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di daerah 4,500,000  
18/4/2014
  R/K SKPD   4,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
18/4/2014 Tidak ada jurnal

Jurnal dari sisi akuntansi SPKD

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
R/K PPKD 4,500,000  
18/4/2014 Kas di
bendahara
  pengeluaran   4,500,000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
18/4/2014 Tidak ada jurnal

3. Tanggal 16 Februari 2014, berdasarkan Surat Penyediaan Dana Belanja Daerah No. 48
Tahun 2013, dinas pekerjaan umum (DPU) sebagai kuasa BUD menerbitkan SP2D No.
0023 atas nama CV. Kontruksi Jaya sebesar Rp 294.000.000, berdasarkan SPM-LS No.
0060 untuk pembayaran tahap I (30%) pekerjaan pembangunan gedung kantor DPU
sebesar Rp 330.000.000 (sesuai nilai kontrak sebesar Rp 1.100.000.000, dengan No.
Kontrak: 01/DPU/2013 tertanggal 2 Januari 2014 dan Laporan Kemajuan Pekerjaan No.
02/Progress/DPU/2014 tertanggal 10 Februari 2014). Atas transaksi tersebut dikenakan
dan dipotong PPN sebesar 10% dan PPh Pasal 23 sebesar 2%. Buatlah jurnal atas
transaksi tersebut.
Jawab :
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp. 39.600.000

2/1/2014 Utang PPN


Rp. 33.000.000
Utang PPh Pasal 23
Rp. 6.600.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
2/1/2014 Tidak Ada Jurnal

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Utang PPN Rp. 33.000.000
Utang PPh Pasal 23 Rp. 6.600.000
2/1/2014
Kas di Bendahara
Pengeluaran
Rp. 39.600.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
2/1/2014 Tidak Ada Jurnal

4. Tanggal 25 November 2005, dibayarkan kelebihan pembayaran pajak hiburan sebesar Rp


10.000.000 berdasarkan SP2D No. 257/PEMDAXYZ/II/2005 atas pembayaran pajak
hiburan pada tahun anggaran berjalan. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.
Jawab :
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
25/11/2005 Kas Rp. 10.000.000
Pendapatan Pajak Rp. 10.000.000
Hiburan

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
31/12/2005 Beban Kelebihan Pajak Rp. 10.000.000
Hiburan
Kas Rp. 10.000.000
5. Pada tanggal 26 November 2014, berdasarkan DIPA-DAU No. 1000/DIPA-DAU/2005
pagu sebesar Rp 200 Milyar, Pemerintah Daerah Kota X menerima SP2D dari KPPN Z
dan nota kredit dari Bank Daerah berupa Dana Alokasi Umum untuk bulan Desember
2005 sebesar Rp 25.000.000.000 dan Dana Alokasi Khusus untuk bulan Desember 2005
sebesar Rp 5.500.000.000, berdasarkan DIPA-DAK No. 1001/DIPA-DAK/2014 atas
dana pagu sebesar Rp 60 Milyar.
Jawab :
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
26/11/2014 Kas di Kas Daerah Rp. 25.000.000.000
Pendapatan Rp.
DAU-LO 25.000.000.000
26/11/2014 Kas di Kas Daerah Rp. 5. 500.000.000
Pendapatan Rp. 5.500.000.000
DAK-LO

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
26/11/201 Estimasi Perubahan SAL Rp. 25.000.000.000
4 Pendapatan DAU- Rp. 25.000.000.000
LO
26/11/201 Estimasi Perubahan SAL Rp. 5. 500.000.000
4 Pendapatan DAK- Rp. 5.500.000.000
LO
6. Pada tanggal 28 November 2005, BUD menerima SP2D dari KPPN Z dan nota kredit
dari Bank Daerah berupa penerimaan kas yang berasal dari :
a. Bagi hasil pajak sebesar Rp 27.500.000
b. Bagi hasil sumber daya alam sebesar Rp 75.000.000
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
26/11/2014 Kas di Kas Daerah Rp. 102.500.000
Pendapatan Bagi
Hasil Pajak LO Rp. 27.500.000
Pendapatan Bagi
Hasil Bukan Pajak LO Rp. 75.000.000
7. Tanggal 30 November 2005, dibayarkan kelebihan penerimaan pembiayaan dari
pinjaman daerah sebesar Rp 1.500.000.000 yang didasarkan pada SP2D No.
300/PEMDAXYZ/II/2005 atas penerimaan pembiayaan dari pinjaman daerah pada tahun
anggaran berjalan.
Jawab :
Penerimaan Pembiayaan Rp 1.500.000.000
Kas Daerah Rp 1.500.000.000
BAB 5: “AKUNTANSI BIAYA”

1. Pada tanggal 23 Mei 2013 diterbitkan 1.000 lembar obligasi daerah dengan harga
Rp5.000.000 per lembar, bunga ditetapkan 11% per tahun yang dijual dengan tingkat
diskonto sebesar 5%. Diskonto tersebut diamortisasi dengan metode garis lurus selama
10 tahun. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut pada tanggal 23 Mei 2013 dan pada
tanggal 31 Desember 2014.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas BUD 4.900.000.000
23/5/2013 Diskonto 100.000.000
Utang Obligasi 5.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan-SAL 4.900.000.000
31/12/2014 Penerimaan Pembiayaan –
4.900.000.000
Obligasi

2. Pada tanggal 18 Maret 2013 dilakukan pembentukan dana cadangan sebesar


Rp5.000.000.000. Pada tanggal 23 Mei 2014 dilakukan pencairan dana cadangan sebesar
Rp3.000.000.000. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Dana Cadangan 5.000.000.000
18/3/2013
Kas BUD 5.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran Pembiayaan –
5.000.000.000
18/3/2014 Pembentukan Dana Cadangan
Estimasi Perubahan SAL 5.000.000.000

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
23 Mei Kas BUD 3.000.000.000
2014 Dana Cadangan 3.000.000.000
Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal Uraian Debit Kredit
23 Mei Estimasi Perubahan SAL 3.000.000.000
2014 Penerimaan Pembiayaan –
3.000.000.000
Dana Cadangan

3. Pada akhir tahun 2013 terdapat piutang pajak yang ditangguhkan sebesar Rp20.000.000.
Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas BUD 20.000.000
31/12/2013
Piutang Pajak 20.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan SAL 20.000.000
31/12/2013 Penerimaan Pembiayan –
20.000.000
Piutang Pajak

4. Apakah saat penyusunan APBD, piutang pajak perlu dianggarkan sebagai penerimaan
pembiayaan ? Berikan alasan Anda.
Jawab :
Penerima pembiayaan menurut PSAP No.2 Paragraf 51 dan 54 adalah semua penerimaan
rekening kas umum negara/daerah lain berasal dari penerimaan pinjaman, penjualan
obligasi pemerintah, hasil privatisasi perusahaan negara/daerah, penerimaan kembali
pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga, penjualan investasi permanen lainnya, dan
pencairan dana cadangan. Sedangkan piutang pajak merupakan jumlah uang yang wajib
dibayar kepada Pemerintah Daerah dan/atau hak Pemerintah Daerah yang dapat dinilai
dengan uang sebagai akibat dari suatu penetapan pajak.
Oleh karena itu piutang pajak perlu dianggarkan sebagai penerimaan pembiayaan karena
piutang pajak merupakan salah satu pos penerimaan pembiayaan pada Neraca. Selain itu
jumlah dari piutang pajak yang diterima pemerintah akan mempengaruhi besaran APBD
suatu daerah.

5. Bagaimana jurnalnya jika piutang pajak sebesar Rp 20.000.000 dilunasi oleh wajib pajak
pada tanggal 5 Januari 2013?
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
5 Jan Piutang Pajak 20.000.000
2013 Kas BUD 20.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran Pembiayaan –
5 Jan 20.000.000
Pelusanan Piutang Pajak
2013
Estimasi Perubahan SAL 20.000.000

6. Apakah SKPD dalam menyusun anggaran SKPD boleh menganggarkan penerimaan


pembiayaan atau pengeluaran pembiayaan ? Berikan alasan Anda.
Jawab :
Tidak, karena penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan hanya dapat
dilakukan diSKPKD. Dengan demikian, akuntansi pembiayaan tidak diperlukan di
SKPD.

7. Jika ada piutang retribusi di SKPD, bagaimana perlakuannya dan jurnalnya pada akhir
tahun dan bagaimana jurnalnya saat retribusi tersebut dilunasi ?
Jawab :
Perlakuan akuntansi untuk transaksi piutang pada SKPD adalah:
a. Melakukan rekonsiliasi terhadap dokumen penetapan yang belum diterima
pembayarannya;
Pada saat penyusunan laporan keuangan, PPK-SKPD melakukan inventarisasi atas
dokumen penetapan Pendapatan-LO yang belum diterima pembayarannya. Terhadap
SKP/R-Daerah yang belum dibayar tersebut, PPK-SKPD mencatat pengakuan
Pendapatan-LO dan Piutang sebagai jurnal penyesuaian. Di awal tahun berikutnya,
PPK-SKPD melakukan jurnal balik atas jurnal penyesuaian pendapatan yang
dilakukan pada saat penyusunan laporan keuangan, untuk menghindari duplikasi
pencatatan Pendapatan-LO.
b. Pengakuan Bagian Lancar Piutang Jangka Panjang yang jatuh tempo pada periode
akuntansi berikutnya
Pada saat penyusunan laporan keuangan, PPK-SKPD berdasarkan bukti memorial
melakukan reklasifikasi Piutang Jangka Panjang ke Bagian Lancar Piutang Jangka
Panjang, yaitu piutang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun ke depan.
c. Menetapkan umur piutang sebagai dasar tingkat kolektabilitas piutang (aging
schedule) Berdasarkan buku piutang, PPK-SKPD membuat bukti memorial atas
jumlah piutang yang tak tertagih. Berdasar bukti memorial tersebut, PPK-SKPD
mencatat pengakuan Beban Penyisihan Piutang Tidak Tertagih dan pembentukan
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih. Penyisihan piutang tak tertagih tidak bersifat
akumulatif tetapi diterapkan pada saat penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan
perkembangan kualitas piutang.
d. Mencatat Penghapusbukuan dan Penghapustagihan Piutang.
Berdasarkan keputusan Kepala Daerah terkait penghapusbukuan dan
penghapustagihan piutang, maka PPK SKPD akan mencatat penghapusbukuan
piutang dengan mengurangkan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih dan Piutang.
Sedangkan untuk penghapustagihan piutang PPK tidak melakukan pencatatan ke
dalam jurnal.
Pada saat penerimaan piutang retribusi :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
12 Jul Piutang xxx
20xx Pendapatan-LO xxx

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
12 Jul Perubahan SAL xxx
20xx Pendapatan-LRA xxx

Pada saat pelunasan :


Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
31 Des Kas Bendahara Pengeluaran xxx
Piutang xxx
20xx

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
31 Des Kas Bendahara Pengeluaran Xxx
Piutang xxx
20xx
8. Pada bulan Agustus diperoleh data yang terkait dengan pembiayaan daerah, yaitu :
a. Penerimaan pinjaman daerah berjumlah Rp 75.000.000.000
b. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan berjumlah Rp 50.000.000.000
c. Pencairan dana cadangan berjumlah Rp 85.000.000.000
d. Penerimaan piutang daerah berjumlah Rp 10.000.000.000
e. Pembentukan dana cadangan berjumlah Rp 40.000.000.000
f. Pelunasan kewajiban jangka panjang berjumlah Rp 47.000.000.000
g. Penyertaan modal pemerintah daerah berjumlah Rp 30.000.000.000
h. Pemberian pinjaman daerah berjumlah Rp 20.000.000.000
Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.
Jawab :
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas BUD 75.000.000.000
a
Pinjaman Daerah 75.000.000.000
Kas BUD 50.000.000.000
b Penyertaan Modal Pemerintah
Daerah 50.000.000.000
Kas BUD 85.000.000.000
c
Dana Cadangan 85.000.000.000
Kas BUD 10.000.000.000
d
Piutang Daerah 10.000.000.000
Dana Cadangan 40.000.000.000
e
Kas BUD 40.000.000.000
Kewajiban Jangka Panjang 47.000.000.000
f
Kas BUD 47.000.000.000
Penyertaan Modal Pemerintah 30.000.000.000
g Daerah
Kas BUD 30.000.000.000
Pinjaman Daerah 20.000.000.000
h
Kas BUD 20.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan SAL 75.000.000.000
a Penerimaan Pembiayaan –
Pinjaman Daerah 75.000.000.000
Estimasi Perubahan SAL 50.000.000.000
Penerimaan Pembiayaan –
b
Hasil Penjualan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan 50.000.000.000
Estimasi Perubahan SAL 85.000.000.000
c Penerimaan Pembiayaan –
Dana Cadangan 85.000.000.000
Estimasi Perubahan SAL 10.000.000.000
d Penerimaan Pembiayaan –
Piutang Daerah 10.000.000.000
Pengeluaran Pembiayaan – 40.000.000.000
e Pembentukan Dana Cadangan
Estimasi Perubahan SAL 40.000.000.000
Pengeluaran Pembiayaan – 47.000.000.000
Pelunasan Kewajiban Jangka
f
Panjang
Estimasi Perubahan SAL 47.000.000.000
Pengeluaran Pembiayaan – 30.000.000.000
Penyertaan Modal Pemerintah
g
Daerah
Estimasi Perubahan SAL 30.000.000.000
Pengeluaran Pembiayaan – 20.000.000.000
h Pemberian Pinjaman Daerah
Estimasi Perubahan SAL 20.000.000.000

9. Pada tanggal 30 November 2013 dibayarkan kelebihan penerimaan pembiayaan dari


pinjaman daerah sebesar Rp1.500.000.000 berdasarkan SP2D No.300/PEMDA
XYZ/XI/2013 atas penerimaan pembiayaan dari pinjaman daerah pada tahun anggaran
sedang berjalan. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Pendapatan Penerimaan
30 Nov 1.500.000.000
Pembiayaan
2013
Kas BUD 1.500.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pendapatan Penerimaan
30 Nov 1.500.000.000
Pembiayaan
2013
Estimasi Perubahan SAL 1.500.000.000
BAB 7: “AKUNTANSI INVESTASI”
Soal Pilihan Ganda
1. Pemerintah Daerah Kabupaten Bratayuda Aksara menerima pendapatan bunga atas
obligasi dari PT. Rajawali Komunikasi sebesar Rp 30.000.000. Jurnal atas transaksi
tersebut akan dicatat untuk penyusunan laporan operasional:
a. Kas di Kas Daerah Rp 30.000.000
Pendapatan bunga_LO Rp 30.000.000
b. Estimasi Perubahan SAL Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LO Rp 30.000.000
c. Kas di Kas Daerah Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LRA Rp 30.000.000
d. Estimasi Perubahan SAL Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LRA Rp 30.000.000
Jawaban: A. Kas di Kas Daerah Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LO Rp 30.000.000

2. Pemerintah Daerah Kabupaten Bratayuda Aksara menerima pendapatan bunga atas


obligasi dari PT. Rajawali Komunkasi sebesar Rp 30.000.000. Jurnal atas transaksi
tersebut akan dicatat untuk penyusutan laporan realisasi anggaran:
a. Kas di Kas Daerah Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LO Rp 30.000.000
b. Estimasi Perubahan SAL Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LO Rp 30.000.000
c. Kas di Kas Daerah Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LRA Rp 30.000.000
d. Estimasi Perubahan SAL Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LRA Rp 30.000.000
Jawaban: D. Estimasi Perubahan SAL Rp 30.000.000
Pendapatan bunga-LRA Rp 30.000.000

3. Pemerintah Daerah Kabupaten Bratayuda Aksara membeli saham PT. Perkasa Citra
Media sebanyak 50.000 lembar dengan nilai nominal @ Rp 10.000 dan harga pasar @
Rp 12.000; biaya komisi dan administrasi sebesar Rp 5.000.000. Nilai perolehan aset
tersebut adalah:
a. Rp 500.000.000
b. Rp 600.000.000
c. Rp 605.000.000
d. Rp 505.000.000
Jawaban: C. Rp 605.000.000

4. Pemerintah Daerah Kabupaten Bratayuda membeli saham PT. Perkasa Citra Media
sebanyak 50.000 lembar dengan nilai nominal @ Rp 10.000 dan harga pasar @ Rp
12.000; biaya komisi dan administrasi sebesar Rp 5.000.000. Jurnal atas investasi saham
tersebut untuk laporan operasional dengan asumsi kepemilikan hanya 1% adalah:
a. Investasi Jangka Panjang Rp 605.000.000
Kas di Kas Daerah Rp 605.000.000
b. Investasi Jangka Panjang Rp 600.000.000
Kas di Kas Daerah Rp600.000.000
c. Kas Jangka Panjang Rp 600.000.000
Beban Komisi Rp 5.000.000
Kas di Kas Daerah Rp 605.000.000
d. Pengeluaran Pembiayaan-Investasi Rp 605.000.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 605.000.000
Jawaban: D. Pengeluaran Pembiayaan-Investasi Rp 605.000.000
Estimasi Perubahan SAL Rp 605.000.000

5. Pada tanggal 5 Juli 2010, Pemerintah Daerah Dharma Wacana Membeli obligasi PT.
Rahayu Pertiwi dengan nilai nominal Rp 50.000.000; obligasi tersebut akan jatuh tempo
pada tahun 2015, obligasi tersebut dicatat sebagai:
a. Investasi jangka pendek
b. Investasi menengah
c. Investasi nonpermanen
d. Investasi permanen
Jawaban: D. Investasi permanen

6. Dalam rangka peningkatan kinerja PDAM, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang selaku
pemilik tunggal saham PDAM berencana menerbitkan saham PDAM yang akan dijual
kepada investor dalam negeri sebanyak 1.000.000 lembar. Penertbitan saham ini akan
berimbas pada kepemilikan atas PDAM menjadi 50%. Dengan penjualan saham tersebut
PDAM memperoleh dana segar (cash) Rp 10 milyar. Pengaruh transaksi tersebut
mengakibatkan:
a. Kas di Kas Daerah bertambah
b. Penerimaan Pembiayaan bertambah
c. Nilai Investasi Pemerintah pada PDAM berkurang
d. Tidak memengaruhi Kas di Kas Daerah
Jawaban: C. Nilai investasi pemerintah pada PDAM berkurang

7. Menurut laporan keuangan tahun 2014, nilai investasi Pemerintah Kabupaten Bukit
Hijau pada Bank Daerah Dharma Wacana sebesar 10% atau senilai Rp 10 milyar.
Setengah dari penyertaan modal tersebut dijual kepada Pemerintah Kabupaten Bukit
Merah senilai Rp 6 milyar. Jurnal atas transaksi tersebut, akan dicatat sebagai:
a. Pendapatan sebesar Rp 6 milyar
b. Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 5 milyar
c. Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 6 milyar
d. Pendapatan sebesar Rp 1 milyar
Jawaban: C. Penerimaan pembiayaan Rp 6 milyar

Soal Kasus
1. Dilakukan perjanjian pemberian pinjaman kepada PDAM senilai Rp.1.000.000.000
dengan bunga sebesar 15%. Pencairan pinjaman terjadi tanggal 5 Maret 2014 dengan
SPM LS No.5340 dan SP2D No.999. Pelunasan pokok pinjaman beserta bunganya
dilakukan setiap tahun mulai tahun 2015. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
5 Maret 2014 Pinjaman kepada PDAM Rp1.000.000.000
Kas di Kas Daerah Rp1.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran Pembiayaan Rp1.000.000.000
5 Maret 2014 Pinjaman kepada PDAM
Estimasi Perubahan SAL Rp1.000.000.000
Penyusunan Laporan Operasional dan Neraca
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas di Kas Daerah Rp112.500.000
1 Januari 2015
Pendapatan Bunga-LO Rp112.500.000*
*9/12 x 15/100 x 1.000.000.000

Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan SAL Rp112.500.000
1 Januari 2015
Pendapatan Bunga-LRA Rp112.500.000

2. Pada tanggal 29 Oktober 2014 dilakukan pembelian surat utang pemerintah pusat dengan
harga 110% dari nilai nominalnya, dengan tingkat bunga 2,5%. Pembayarannya
dilaksanakan dengan SPM LS No.4352 dan SP2D No.919 senilai Rp330.000.000.
Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Investasi dalam Surat Utang Rp330.000.000
Negara
Kas di Kas Daerah Rp330.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran pembiayaan Rp330.000.000
Pembelian SUN
Estimasi Perubahan SAL Rp330.000.000

3. Dari data yang dimiliki penanggung jawab investasi daerah diperoleh informasi bahwa
pada tahun 2013 Pemerintah Daerah Kabupaten Bumi Pertiwi dengan PT Jasa Marga
melakukan kerjasama pembangunan jalan tol. Dalam perjanjian kerjasama tersebut
pemerintah daerah kabupaten Bumi Pertiwi mendapatkan bagian investasi sebesar
Rp50.000.000.000 dan telah melakukan kewajiban investasinya pada tahun 2013 sebesar
Rp25.000.000.000. Pada tanggal 25 November 2014 Pemerintah Daerah Kabupaten
Bumi Pertiwi melakukan pelunasan kewajiban investasinya dengan nilai yang sama
seperti sebelumnya, dengan SPM LS No. 3432 dan SP2D No.1001. Buatlah jurnal
transaksi diatas!
Jawab :

Jurnal Perolehan Investasi


Jurnal Pembayaran Investasi 2013
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
November Investasi dalam Proyek Pembangunan 25.000.000.0000
2013 Kas di Kas Daerah 25.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
November Pengeluaran Pembiayaan-Investasi 25.000.000.000
2013 Pemda
Perubahan SAL 25.000.000.000

Jurnal Kewajiban investasi

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
November Investasi dalam Proyek Pembangunan 25.000.000.000
2013 Kewajiban Investasi 25.000.000.000

Jurnal Pelunasan Kewajiban Investasi


Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
November Kewajiban Investasi 25.000.000.0000
2014 Kas di Kas Daerah 25.000.000.000

4. Dalam rangka penguatan modal KUMKM, Pemerintah Daerah Kabupaten Bumi Pertiwi
meluncurkan program dana berguli sebesar Rp1.500.000.000 dan telah dilakukan
pencairan dananya dengan SPM LS No.4563 dan SP2D No.1005. Buatlah jurnal atas
transaksi tersebut?
Jawab :
Berikut jurnal atas penyertaan modal pemerintah daerah
Laporan Operasional
Tangga Uraian Debit Kredit
l
Penyertaan Modal Pemerintah Rp1.500.000.000
Daerah
Kas di kas daerah Rp1.500.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tangga Uraian Debit Kredit
l
Pengeluaran Pembiayaan - Rp1.500.000.000
Penyertaan Modal Pemerintah
Daerah
Estimasi Perubahan SAL Rp1.500.000.000
5. Pemerintah daerah Kabupaten Bumi Pertiwi telah melakukan kesepakatan dengan
Pemerintah Daerah Provinsi Surya Dharma Pertiwi dan Bank Daerah Gunung Bahari
untuk membentuk badan usaha baru, yaitu bank Perkreditan Rakyat Putra Agung.
Struktur Permodalan Bank Perkreditan Rakyat Putra Agung adalah 50% dari Pemerintah
Daerah Provinsi Surya Dharma Pertiwi, 25% dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bumi
Pertiwi, dan 25% sisanya dari bank Daerah Gunung Bahari dengan total modal
Rp15.000.000.000. Pada tanggal 20 agustus 2006, Pemerintah Daerah Kabupaten Bumi
Pertiwi telah mentransfer dana sebesar Rp3.750.000.000 sebagai modal awal di BPR
tersebut. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut !
Jawab :
Jurnal Penyertaan Modal

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
20 Agustus Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 3.750.000.000
2006 Kas di Kas Daerah 3.750.000.000

Lapora Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
20 Agustus Pengeluaran Pembiayaan-Penyertaan 3.750.000.000
2006 Modal Pemerintah Daerah
Estimasi perubahan SAL 3.750.000.000
BAB 8: “AKUNTANSI ASET TETAP”
Soal Kasus I

Keterangan Debet Kredit


Kas di Kas Daerah 100.000.000
Silpa 100.000.000
Kas di Bendahara Penerimaan 20.000.000
Silpa 20.000.000
Kas di Bendahara Pengeluaran 15.000.000
Pendapatan yang ditangguhkan 15.000.000
Putang Pajak 200.000.000
Cadangan Piutang 200.000.000
Piutang Retribusi 125.000.000
Cadangan Piutang 125.000.000
Bagian Lancar Pinjaman kepada Pemda Lainnya 100.000.000
Cadangan Piutang 100.000.000
Investasi Jangka Panjang 350.000.000
Diinvestasikan dalam investasi jangka panjang 350.000.000
Tanah 400.000.000
Diinvestasikan dalam Aset Tetap 400.000.000
Bagian Lancar Pinjaman kepada Pemrintah Pusat 300.000.000
Cadangan Piutang 300.000.000
Pemerintah daerah Kabupaten Dermaga Khatulistiwa sedang melakukan penyusunan neraca
awal, sehingga dilakukan inventarisasi keuangan. Berdasarkan hasil inventasrisai tersebut
diperoleh data sebagai berikut:
1 Kas di Kas Daerah Rp 100.000.000
2 Kas di Bendahara Penerimaan Rp 20.000.000
3 Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 15.000.000
4 Piutang Pajak Rp 200.000.000
5 Piutang Retribusi Rp 125.000.000
6 Bagian lancer Pinjaman kepada Pemda lainnya Rp 100.000.000
7 Investasi Jangka Panjang Rp 350.000.000
8 Tanah Rp 400.000.000
9 Pinjaman kepada Pemerintah Pusat Rp 300.000.000
Anda diminta untuk membuat jurnal yang terkait dengan penyusunan neraca awal Pemerintah
Daerah Kabupaten Dermaga Khatulistiwa tersebut.
Jawab :

Soal Kasus II
Berikut merupakan sebagian transaksi yang terjadi selama tahun 2014:
1. Dilakukan pembelian atas:
a. Tanah senilai Rp500.000.000
b. Gedung dan Bangunan Rp1.000.000.000
c. Mesin dan peralatan Rp250.000.000
2. Dilakukan pembangunan atas jalan, irigasi, dan jaringan Rp750.000.000
3. Dilakukan penjualan atas mesin dan peralatan senilai Rp600.000.000, nilai buku dari
mesin dan peralatan ini adalah Rp750.000.000. Buatlah jurnal transaksinya.
Jawab :

1. Dilakukan pembelian atas :


LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Uraian Debit Kredit
a. Tanah 500.000.000
Kas di Kas Daerah 500.000.000
b Gedung dan Bangunan 1.000.000.000
. Kas di kas Daerah 1.000.000.000
c. Mesin dan Peralatan 250.000.000
Kas di Kas Daerah 250.000.000

LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
a. Belanja Modal-Tanah 500.000.000
Estimasi Perubahan SAL 500.000.000
b Belanja Modal-Gedung dan Bangunan 1.000.000.000
. Estimasi Perubahan SAL 1.000.000.000
c. Belanja Modal-Mesin dan Peralatan 250.000.000
Estimasi Perubahan SAL 250.000.000

2. Dilakukan pembangunan atas jalan, irigasi, dan jaringan Rp750.000.000


LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 750.000.000
Kas di Kas Daerah 750.000.000
LAPORAN REALISASI ANGGRAN
3. D i lUraian a k u Debit k a Kreditn p e
Belanja Modal-Jalan, Irigasi, dan 750.000.000 dan
Jaringan
Estimasi Perubahan SAL 750.000.000
peralatan ini adalah Rp750.000.000

LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
Kas di Bendahara Penerimaan 600.000.000
Kerugian Pertukaran Aset Tetap 150.000.000
Aset Tetap 750.000.000
LAPORAN REALISASI ANGGRAN
Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan SAL 600.000.000
Pendapatan Penjualan Aset
600.000.000
Tetap - LRA

Soal Kasus III


Setiap soal tidak terkait satu sama lain:
1. Pada akhir tahun dilakukan penyusutan atas Gedung dan Bangunan senilai
Rp750.000.000 yang memiliki masa manfaat selama 20 tahun. Anda diminta untuk
membuat jurnal penyusutan yang diperlukan.
Jawab :
Gedung dan Bangunan = 750.000.000 ÷ 20 tahun = 37.500.000

LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
Beban Penyusutan Gedung dan Bangunan 37.500.000
Akumulasi penyusutan Gedung dan
37.500.000
Bangunan

2. Pada tanggal 2 September 2013 dilakukan penghapusan peralatan yang sudah using dan
tidak dapat digunakan lagi, nilai buku peralatan tersebut adalah Rp200.000.000. Anda
diminta untuk membuat jurnal untuk mencatat proses penghapusan asset tetap tersebut.
Jawab :

LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
Akumulasi penyusutan Aset Tetap Peralatan 200.000.000
Aset Tetap Peralatan 200.000.000

3. Pada tanggal 28 November 2013 dilakukan pertukaran sebuah kendaraan yang dimiliki
oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotalama dengas sebuah kendaraan dari Dinas
Perhubungan Kabupaten Kotabang Nilai perolchan kendaraan lama adalah
Rp125,000.000 dengan jumlah akumulasi penyusutan sebesar Rp100.000.000, sedangkan
nilai peroichar kendaraan baru adalah Rp 100.000.000 dengan jumlah akumulasi
penyusutas sebesar Rp50.000.000. Anda diminta untuk melakukan pencatatan atas
transaksi tersebut.
Jawab :

LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 50.000.000
Aset Tetap (baru) 100.000.000
Aset Tetap (lama) 125.000.000
Keuntungan Pertukaran Aset Tetap 25.000.000

4. Berdasarkan data yang dimiliki pengelola barang didapatkan informasi bahwa gedung
kantor dinas pendidikan setempat sudah tidak dignakan lagi atau dihentikan
penggunaannya karena dinas pendidikan settmpat telah menempati kantor baru.
Berdasarkan data yang ada di dalam ncaa. nilai perolehan gedung kantor tersebut adalah
Rp500.000.000 dengan jumlah akumulasi penyusutan.
Jawab :

LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
Aset lainnya 500.000.000
Akumulasi Penyusutan Aset 450.000.000
Tetap
500.000.000
Gedung
Akumulasi Penyusutan Aset
450.000.000
Lainnya
5. B e r d a s a r k a
asset tetap telah dihapuskan karena rusak berat dan telah dikeluarkan surat keputusan
pengaruh hapusannya. Berikut data barang yang dihapuskan.
a. Kendaraan roda dua senilai Rp 9.000.000; akumulasi penyusutan sebesar Rp
9.000.000.
b. Alat music senilai Rp 2.500.000; akumulasi penyusutan sebesar Rp 2.250.000
c. Lukisan senilai Rp 1.000.000; akumulasi penyusutan sebesar Rp 1.000.000
Anda diminta untuk melakukan pencatatan atas transaksi tersebut.

Jawab :
LAPORAN OPERASIONAL
Uraian Debit Kredit
Akumulasi penyusutan kendaraan Roda Dua 9.000.000
a. Kendaraan Roda Dua 9.000.000
Akumulasi Penyusutan Alat Musik 2.250.000
b.
Defisit Penghapusan Aset 250.000
Alat Musik 2.500.000
Akumulasi Penyusutan Lukisan 1.000.0000
c.
Lukisan 1.000.000

6. Pada tanggal 24 Februari 2014 untuk melakukan pertukaran asset tetap, yang diminta
pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Rawas menukarkan barang kesenian senilai
Rp60.000.000 dengan 5 unit laptop milik PT. Citra Media senilai Rp75.000.000. Buatlah
jurnal atas pertukaran atau penjual asset tetap tersebut.
Jawab :
(D) Aset tetap (baru) – 5 unit laptop Rp 75.000.000
(K) Laba atas pertukaran asset Rp 15.000.000
(K) Aset tetap (lama) – baramg kesenian Rp 60.000.000
BAB 9: “AKUNTANSI DANA CADANGAN DAN ASET LAINNYA”

1. Tanggal 23 Mei 2013, berdasarkan Surat Keputusan Walikota Artha Jaya No.8 Tahun
2012 tentang Pencarian Dana Cadangan, pemerintah daerah akan mencairkan dana dari
rekening dana cadangan pembangunan gedung serbaguna sebesar Rp1.500.000.000.
Pembangunan gedung tersebut akan segera dimulai. Buatlah jurnal yang akan diperlukan
pada tanggal 23 Mei 2013.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
23/5/201 Kas BUD 1.500.000.000
3 Dana Cadangan 1.500.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Estimasi Perubahan SAL 1.500.000.000
23/5/201
Penerimaan Pembiayaan –
3
Pencairan Dana Cadangan 1.500.000.000

2. Pada Tanggal 18 Maret 2013 dilakukan penjualan mobil dinas kepada pegawai pemda,
nilai perolehan mobil dinas adalah Rp.250.000.000. Akumulasi penyusutan
Rp.200.000.000 dan setelah disetujui untuk dilakukan pembayaran melalui angsuran
selama 5 tahun dengan nilai tagih penjualan angsuran sebesar Rp.50.000.000. Buatlah
jurnal yang diperlukan pada tanggal 18 Maret 2013.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Akumulasi Penyusutan Rumah
23/5/201 Dinas 200.000.000
3 Tagihan Penjualan Angsuran 50.000.000
Rumah Dinas 250.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
23/5/201
Tidak Ada Jurnal
3
3. Pada tanggal 6 Agustus 2012 ditandatangani Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak
(SKTJM) atas nama Utari untuk tuntutan ganti rugi sebesar Rp 7.500.000. Jangka waktu
pelunasannya selama 36 bulan. Tuntutan ganti rugi ini muncul sebagai akibat dari
hilangnya sebuah sepeda motor dengan nilai perolehan Rp 15.000.000 dengan akumulasi
penyusutan sebesar Rp 2.500.000. Buatlah jurnal yang diperlukan pada tanggal 6
Agustus 2012.
Jawab :

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Akumulasi Penyusutan Sepeda
Motor 2.500.000
Tuntutan Ganti Rugi 7.500.000
6/8/2012
Kerugian atas Kehilangan
Sepeda Motor 5.000.000
Sepeda Motor 15.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
6/8/2012 Tidak Ada Jurnal
BAB 10: “AKUNTANSI KEWAJIBAN”
1. Berdasarkan transaksi selama satu tahun didapatkan informasi bahwa penerimaan PFK
sebesar Rp 45.000.000 dan penerimaan PFK tersebut telah disetorkan sebesar Rp
35.000.000, sehingga pada akhir tahun dilakukan pencatatan atas utang PFK.
Jawab :
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas Bendahara Pengeluaran 45.000.000
Kewajiban 45.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Tidak Ada Jurnal

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kewajiban PFK 35.000.000
Kas Bendahara
Pengeluaran 35.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Tidak Ada Jurnal

2. Pada akhir tahun 2012 didapatkan informasi bahwa terdapat pinjaman jangka panjang
kepada pemerintah pusat sebesar Rp1.000.000.000 dengan bunga 12% per tahun dan
pembayaran bunga dilakukan setiap tanggal 1 Juli.
Jawab :
Jurnal Penerimaan PFK

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas BUD 1.000.000.000
1/7/2012 Kewajiban Jangka Panjang-
Bank 1.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
1/7/2012 SILPA 1.000.000.000
Penerimaan pembiayaan-
pinjaman 1.000.000.000
Jurnal saat Penyetoran
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kewajiban Jangka Panjang- 880.000.000
1/7/2012 Bank Beban bunga 120.000.000
Kas BUD 1.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran pembiayaan-
Angsuran pinjaman 880.000.000
1/7/2012
Belanja Bunga 120.000.000
SILPA 1.000.000.000

3. Pada akhir tahun berdasarkan data dari pengelola utang daerah didapatkan informasi
bahwa utang jangka panjang per tanggal 31 Desember 2012 adalah:
 Utang kepada pemerintah pusat sebesar Rp 30.000.000.000 yang jangka waktunya
selama 5 tahun, dan diangsur setiap tahun sebesar Rp 6.000.000.000.
 Pinjaman kepada perusahaan daerah sebesar Rp 6.000.000.000 yang jangka
waktunya 3 tahun, dan diangsur setiap tahun sebesar Rp 2.000.000.000.

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa bagian utang jangka panjang yang akan jatuh
tempo pada tahun 2013 adalah sebagai berikut.
 Utang kepada pemerintah pusat sebesar Rp 6.000.000.000
 Utang kepada perusahaan daerah sebesar Rp 2.000.000.000
Jawab :
Pemerintah Pusat
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Utang jangka panjang-
Pemerintah pusat 6.000.000.000
Kas BUD 6.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran pembiayaan- 6.000.000.000
Angsuran pinjaman
SILPA 6.000.000.000
Pemerintah Daerah
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Utang jangka panjang lainnya 2.000.000.000
Kas BUD 2.000.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran pembiayaan-
Angsuran pinjaman 2.000.000.000
SILPA 2.000.000.000

4. Pada akhir tahun didapatkan data bahwa rapel gaji kepada pegawai atas kenaikan gaji
tahun 2012 belum dibayarkan sebesar Rp33.500.000. Kenaikan gaji tersebut sudah harus
dibayarkan pada bulan Oktober 2012, namun sampai akhir tahun belum dibayarkan oleh
pemerintah daerah.
Jawab :
Jurnal 31 Desember 2012

Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Beban Pembayaran Gaji 33.500.000
Kewajiban lancar lainnya 33.500.000

5. Terdapat MoU dengan pemerintah pusat untuk melakukan pinjaman jangka panjang
sebesar Rp 10.000.000.000 dengan bunga 12% per tahun yang pembayaran bunga dan
pokok pinjamannya dilakukan setiap tahun tanggal pembayaran bunga dan pokok
pinjamannya dilakukan setiap tanggal 5 Maret. Adapun transfer dari pemerintah pusat
diterima di rekening kas daerah tanggal 10 Maret 2005. Pada tahun 2006 sudah terdapat
kewajiban untuk pembayaran pokok utang jangka panjang sebesar Rp 2.000.000.000.
Jawab :
Jurnal Penerimaan Pinjaman
Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kas BUD
10/03/05 Kewajiban jangka panjang- 10.000.000.000
Pemerintah pusat 10.000.000.000
Laporan Realisasi Anggaran
Tanggal Uraian Debit Kredit
SILPA 10.000.000.000
10/03/05 Penerimaan pembiayaan -
Pinjaman Pemerintah pusat 10.000.000.000

Jurnal saat Pembayaran Angsuran


Laporan Operasional
Tanggal Uraian Debit Kredit
Kewajiban jangka panjang-
Pemerintah pusat 2.000.000.000
05/03/06
Beban Bunga 1.200.000.000
Kas BUD 3.200.000.000

Laporan Realisasi Anggaran


Tanggal Uraian Debit Kredit
Pengeluaran Pembiayaan -
Angsuran pinjaman pemerintah 2.000.000.000
05/03/06 pusat 1.200.000.000
Belanja Bunga
3.200.000.000
SILPA

Anda mungkin juga menyukai