Anda di halaman 1dari 11

UNSUR-UNSUR , STRUKTUR, KAIDAH KEBAHASAAN, JENIS-JENIS

CERAMAH, KERANGKA PEMBUATAN TEKS CERAMAH, DAN HAL-HAL YANG


PERLU DIPERHATIKAN SAAT BERCERAMAH

Oleh Ahmad Badarudin, S.Pd.

A. UNSUR-UNSUR CERAMAH

Secara umum, ceramah, khotbah, dan sambutan merupakan bagian dari pidato. Berarti ketiganya
sama-sama kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan pikiran, gagasan, atau informasi kepada
pendengar yang bersifat persuasif. Akan tetapi, topik yang disampaikan berbeda.
Ceramah dan khotbah adalah pidato yang menyampaikan atau menyiarkan ajaran-ajaran agama,
sedangkan sambutan adalah pidato yang disampaikan sebagai pengantar atau pembuka dari suatu kegiatan.
Nah, kali ini kita akan membahas secara lebih mendalam mengenai ceramah. Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya, ceramah adalah pidato yang menyampaikan pidato ajaran agama. Ajaran-ajaran tersebut dapat
berupa nasihat, petuah, petunjuk, ataupun kisah-kisah.

Unsur-unsur Ceramah

1. Penceramah
Penceramah adalah orang yang melakukan kegiatan ceramah. Untuk menjadi penceramah, seseorang harus
memiliki ilmu yang mumpuni terhadap materi yang diberikan kepada pendengar.

2. Pendengar
Pendengar merupakan penerima nasihat-nasihat dari penceramah. Dalam hal ini, pendengar bisa siapa saja
tidak terbatas status sosial, umur, jenis kelamin, latar belakang, dan lain-lain.

3. Materi
Materi dalam ceramah berasal dari ajaran-ajaran agama. Akan tetapi, ceramah yang bagus adalah
ceramah yang mampu membuat pendengar tergugah dan terdorong untuk melakukan nasihat-nasihat yang
disampaikan oleh penceramah. Selain itu, materi hendaknya disusun secara sistematis sehingga materi yang
disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.

4. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara-cara yang digunakan seorang penceramah untuk menyampaikan materi.
Metode ceramah terbagi menjadi:

a) Impromptu, yakni metode ceramah tanpa persiapan. Biasanya penceramah yang melakukan metode
ini sudah memiliki jam terbang berceramah yang cukup tinggi.
b) Menghafal, yakni dilakukan dengan persiapan, kemudian menghafalnya.
c) Membaca naskah, yakni melakukan ceramah dengan naskah lengkap.
d) Ekstemporan, yakni metode ceramah yang menuliskan pokok-pokok pikiran sebagai catatan
pengingat.
5. Media Ceramah
Media ceramah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada pendengar.
Ceramah di zaman sekarang tidak hanya dilakukan di rumah ibadah, tetapi juga bisa di banyak tempat.
Adapun kegiatan ceramah bisa dilakukan secara langsung ataupun direkam sehingga pendengar bisa melihat
dari internet atau televisi.

B. STRUKTUR CERAMAH
1. Pendahuluan
 Pembuka: bagian ini berisi salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur.
 Pengantar: bagian ini adalah paragraf pengantar yang mengarah pada topik. Biasanya pengantar
berasal dari informasi atau berita yang faktual yang masih terkait dengan topik ceramah.
2. Isi Ceramah
 Inti: berisi paparan dari penceramah, pandangan umum, ilustrasi dari materi yang disampaikan.
 Gagasan: berisi ide besar yang ingin disampaikan kepada pendengar. Ceramah yang baik berisi
satu gagasan besar yang kemudian dikembangkan dalam subtopik.
3. Penutup
 Simpulan
 Ucapan permintaan maaf
 Salam penutup

C. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS CERAMAH

a) Kalimat simpleks dan kompleks


 Kalimat simpleks disebut juga kalimat tunggal, yaitu kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa atau satu
struktur predikat. Unsur inti (komponen inti) dalam satu kalimat simpleks hanya berisi satu informasi, yang
ditandai dengan adanya fungsi predikat. Kalimat simpleks adalah kalimat yang terbentuk dari satu klausa
lengkap. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata, sekurang-kurangnya memiliki subjek
dan predikat, dan berpotensi menjadi kalimat (Harimurti, 1999: 172).

 Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang tersusun atas klausa utama dan
klausa subordinatif. Klausa utama adalah induk kalimat, yang diikuti oleh anak kalimat atau klausa
subordinatif. Klausa utama dapat menjadi suatu kalimat utuh, tetapi klausa subordinatif memerlukan klausa
utama agar dapat menjadi kalimat yang padu. Hubungan antara klausa utama dan klausa subordinatif dalam
kalimat kompleks tidak setara.

Ciri-ciri Kalimat Simpleks dan Kompleks


Ciri-ciri kalimat simpleks
 Kalimat simpleks atau kalimat tunggal terdiri atas satu klausa lengkap. Satu klausa lengkap memiliki pola
S-P, S-P-O, S-P-O-K, S-P-O-K-Pel.
 Struktur kalimat simpleks sederhana dan tidak menggunakan kata penghubung atau konjungsi.
 Kalimat simpleks memiliki satu kejadian atau peristiwa.
 Kalimat simpleks memiliki 2 pola, yaitu:

Contoh kalimat: Mereka pindah ke Bogor

Contoh kalimat:
 Makan roti tidak membuatku kenyang (1)
 Para siswa akan belajar lebih giat lagi di semester baru. (2)
 Saya makan sate. (3)
 Mere ditegur guru dengan keras. (4)
 Turis-turis berjemur di tepi pantai. (5)

Ciri-ciri kalimat kompleks
 Hubungan antara klausa utama dan klausa subordinatif ditandai dengan penggunaan konjungsi
subordinatif, yaitu sejak, ketika, sambil, selama, setelah, sebelum, selesai, asalkan, apabila, jika,
seandainya, agar, supaya, walaupun, meskipun, sekalipun, sehingga, sampai, maka, dengan, tanpa,
bahwa, yang.
 Pada satu kalimat terdapat dua peristiwa atau kejadian.
 Menggunakan tanda koma antara klausa utama dan klausa subordinatif.
 Dalam satu kalimat terdapat dua subjek dan predikat.

 Kalimat kompleks terdiri atas dua jenis, yaitu:


 Kalimat kompleks paratatik, adalah kalimat yang kedua klausanya memiliki makna yang setara. Kalimat
ini dihubungkan menggunakan konjungsi setara, yaitu dan, serta, atau, melainkan, padahal, sedangkan,
tetapi. Contohnya pada kalimat berikut:

“Rani merapikan rumah dan mencuci semua piring kotor.”


“Kakak mengajak adik untuk berangkat sekolah bersama, tetapi adik ingin berangkat sendiri.”

 Kalimat kompleks hipotatik, adalah kalimat yaitu kedua klausanya memiliki makna yang tidak setara atau
tidak sejajar. Konjungsi yang menghubungkan kalimat ini di antaranya agar, walaupun, meskipun, sehingga,
maka, tanpa, bahwa, jika, namun, ketika, apabila. Contohnya pada kalimat berikut:
“Mona rajin mengerjakan tugas sekolah agar mendapatkan nilai bagus.”
“Roni sangat menyukai kucing walaupun pernah dicakar.”

Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kompleks


Perhatikan tabel berikut untuk membantu kamu memahami perbedaan kalimat simpleks dan kompleks.

Kalimat Simpleks Kalimat Kompleks


Memiliki satu subjek dan predikat Memiliki dua subjek dan predikat.
Menggunakan konjungsi dan tanda koma sebagai
Tidak menggunakan konjungsi dan tanda koma penghubung kedua klausa.
Bentuk kalimat sederhana
Bentuk kalimat terdiri atas dua klausa, yaitu klausa
utama dan klausa subordinatif.
Dalam satu kalimat memiliki satu kejadian atau Dalam satu kalimat terdapat dua peristiwa atau
peristiwa kejadian.

b) Kalimat imperatif dan deklaratif

 Kalimat Imperatif

Kalimat imperatif termasuk dalam jenis kalimat yang berdasarkan bentuk sintaksisnya tidak terkait
dengan fungsi pragmatis (bahasa sebagai alat komunikasi praktis).

Definisi imperatif berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat memerintah
atau memberi komando; mempunyai hak memberi komando; bersifat mengharuskan. Jadi, pengertian
kalimat imperatif jika dilihat dari makna tersebut adalah kalimat yang mengandung perintah didalamnya.
Kalimat perintah diartikan sebagai kalimat yang berfungsi meminta/ melarang seseorang untuk melakukan/
tidak melakukan sesuatu.

Kalimat imperatif biasanya dapat dilihat dari intonasi pembicaraan. Kalimat imperatif diucapkan
(bahasa lisan) oleh penutur dengan nada/ intonasi yang tinggi, sedangkan dalam bahasa tulis kalimat
imperatif ditandai dengan penggunaan tanda seru (!) pada akhir kalimat. Namun demikian tidak menutup
kemungkinan jika kalimat imperatif dituturkan dengan intonasi yang datar bergantung pada kondisi tertentu.

Selain ciri khas tersebut, kalimat imperatif dapat diketahui dari beberapa ciri lainnya, diantaranya adalah
sebagai berikut;

 Menggunakan unsur penegas, penghalus dan unsur perintah (harapan, larangan, ajakan, atau
permintaan)
 Pada umumnya intonasi tinggi hanya digunakan pada awal kalimat, sedangkan pada akhir kalimat
sering menggunakan nada lebih rendah
 Memiliki susunan yang inversi (membalikan posisi) artinya tidak selalu predikat- subjek
 Pelaku tindakan tidak selalu terungkap

Pada dasarnya kalimat imperatif difungsikan sebagai perintah terhadap suatu pengharapan atau keinginan
penutur. Biasanya kalimat imperatif berisi ajakan, permintaan, atau larangan.

Jenis jenis Kalimat Imperatif


Berdasarkan ciri-cirinya di atas, kalimat imperatif terbagi menjadi beberapa jenis yaitu intransitif; transitif;
halus; permintaan; harapan; larangan; dan pembiaran. Pada uraian berikut akan dipaparkan mengenai
beberapa jenis kalimat imperatif.

1. Kalimat Imperatif Intransitif


Kalimat imperatif intransitif adalah kalimat perintah yang terbentuk dari kalimat deklaratif (pernyataan)
intransitif yang berpredikat kata kerja dasar, frasa adjektif, dan frasa verbal yang berprefiks ber-, dan meng-,
ataupun frasa preposisional.
Contoh :

 Keluar !
 Pergi !
 Bersantailah ke kebun raya !
 Kamu masuk !
 Diam kalian !
 Tinggalkan kami !

2. Kalimat Imperatif Transitif


Kalimat imperatif transitif adalah kalimat perintah yang terbentuk dari predikat kata kerja transitif, kalimat
imperatif transitif hampir sama dengan bentuk kalimat deklaratif pasif.

Contoh :

 Pergilah kemanapun kamu mau !


 Ubahlah segala kebiasaan burukmu !
 Nikmatilah semua kekayaanmu !
 Perbaikilah atap rumahmu !
 Belikanlah adikmu es krim kesukaannya !
 Makanlah di sini saja !

3. Kalimat Imperatif Halus


Kalimat imperatif halus adalah bentuk kalimat perintah yang memakai kosakata halus seperti kata coba;
silahkan; tolong; sudilah kiranya; dan sebagainya.

Contoh :

 Tolong buatkan saya kopi !


 Silahkan Anda masuk ruang direktur kami !
 Cobalah kue buatanku !
 Sudilah kiranya Bapak mampir ke rumah saya !
 Tolong kirimkan surat ini ke wali kelasku !
 Tolong dicek kelengkapan surat– suratnya !
 Coba kita tunggu dulu penyidikan selanjutnya !

4. Kalimat Imperatif Permintaan


Kalimat imperatif permintaan adalah bentuk kalimat perintah yang menggunakan kata “minta” atau
“mohon”. Subjek dari kalimat imperatif permintaan tidak selalu dimunculkan dan biasanya subjek adalah
penutur sendiri.

Contoh :

 Mohon diterima dengan baik berkas ini !


 Mohon perhatiannya, Bapak-bapak sekalian !
 Mintalah secarik kertas di ruang sebelah !
 Mintalah maaf pada Ibumu !
 Mintalah ijin orang tuamu !
 Mohon waktunya sebentar saja !

5. Kalimat Imperatif Harapan


Kalimat imperatif harapan juga biasa disebut sebagai kalimat imperatif ajakan. Kalimat imperatif harapan
atau ajakan adalah kalimat perintah yang terdapat kata mengajak atau harapan didalamnya, biasanya diiikuti
dengan kata “ayo” atau “mari”.

Contoh :
 Marilah kita bersama- sama memajukan sekolah kita !
 Mari semua warga bergotong- royong membersihkan saluran air !
 Ayo kita jaga kebersihan pantai mulai sekarang !
 Hendaknya kita bekerja sama membangun solidaritas pekerja !
 Ayo rajin menabung !
 Mari ramai- ramai ke Monas !

6. Kalimat Imperatif Larangan


Kalimat imperatif larangan adalah kalimat perintah yang didalamnya mengandung larangan dengan ditandai
kata “jangan”.

Contoh :

 Jangan pernah menginjak rumah ini lagi !


 Janganlah membuang sampah di sembarang tempat !
 Jangan bercanda saat makan !
 Janganlah melanggar rambu lalu lintas !
 Jangan lupa mematikan kompor saat bepergian !

7. Kalimat Imperatif Pembiaran


Kalimat imperatif pembiaran adalah bentuk kalimat perintah yang didalamnya memuat kata biar; biarkan.
Kalimat perintah pembiaran merupakan bentuk kebalikan dari klaimat imperatif larangan. Kalimat imperatif
pembiaran artinya membiarkan sesuatu terjadi tanpa dilarang.

Contoh :

 Biarkan saja dia pergi !


 Biarlah semuanya terjadi !
 Biarkan penyu itu kembali ke habitatnya !
 Biar dia isi semua data itu sendiri !
 Biarkan dia menangis sekeras- kerasnya!

Secara singkat kalimat imperatif diartikan sebagai kalimat perintah yang diungkapkan berdasarkan maksud
yang berbeda. Perintah dapat berupa larangan, permohonan, atau membiarkan, bergantung pada intonasi
serta unsur kata yang dimasukkan dalam kalimat tersebut.

 Kalimat Deklaratif

Kata deklaratif berasal dari bahasa Latin “declaratio” yang berarti “pernyataan”. Deklaratif disebut
juga sebagai kalimat berita yang bersifat informatif, fakta (opini). dari pengertian singkat tersebut kalimat
deklaratif dapat diartikan sebagai suatu kalimat yang berbentuk pernyataan dan berfungsi
memberikan informasi mengenai suatu hal tanpa mengharapkan respon khusus. kalimat deklaratif termasuk
jenis kalimat sederhana yang hanya memiliki satu subjek dan predikat dengan diakhiri tanda petik (“).

Ciri khas lain pada kalimat deklaratif diantaranya adalah :

 Susunan kalimatnya bukan merupakan ciri khas (sama dengan kalimat lainnya)
 Diucapkan dengan intonasi datar dan netral (tidak ada bagian yang dinilai lebih penting dalam
kalimat)
 Kalimat deklaratif dapat ditempatkan pada awal atau akhir kalimat (pokok pembicaraan)

Jenis jenis Kalimat Deklaratif


Kalimat deklaratif di kelompokkan menjadi deklaratif aktif; pasif; inversi; langsung; dan tak langsung.
Berikut penjelasannya masing-masing :

1. Kalimat Deklaratif Aktif


Kalimat deklaratif aktif adalah kalimat yang bersifat aktif, subjeknya melakukan tindakan kepada objek.
Contoh :

 Sebuah mobil menabrak bahu jalan Gajah Mada Buleleng sekitar pukul 05.00 pagi tadi
 Aku dan paman pergi berlibur ke rumah nenek seminggu yang lalu
 Bapak Kapolri meminta seluruh jajarannya untuk bersama menjaga kedaulatan wilayah NKRI
 Kakek mengajari adik untuk menanam bunga matahari di halaman rumah
 Kakak sedang memperbaiki mainan adik yang rusak
 Elke meminjam meja adiknya untuk belajar
 Dian mengaku tidak sengaja membuang dokumen penting itu
 Sebilah pisau yang tajam dipakai untuk menyembelih hewan qurban

2. Kalimat Deklaratif Pasif


Kalimat deklaratif pasif adalah bentuk kalimat berita yang subjeknya dikenai tindakan oleh objek.

Contoh :

 Kalung korban kecelakaan dijarah oleh pihak yang masih dalam pengejaran aparat
 Kapal pencuri ikan di laut Indonesia sudah ditenggelamkan atas perintah Menteri Kelautan
 Pot bunga palem di depan rumah semalam ditabrak mobil pick up milik pak RT
 Sampah organik yang sudah membusuk dijadikan kompos oleh kakek
 Maling telepon genggam yang tertangkap tangan siang tadi dipukuli warga tanpa ampun
 Pagar gedung DPR itu menjadi korban amuk massa yang berdemo senin lalu
 Kandang ayam di samping rumah ikut hanyut saat banjir menerjang pekarangan rumah kemarin
 Aliran listrik di rumah kami terputus akibat petir yang menyambar semalam
 Beberapa buku koleksinya dijual murah demi membiayai pengobatan ibunya di rumah sakit
 Dinding ruang tamu terpaksa harus dicat ulang karena coretan keponakannya yang masih balita

3. Kalimat Deklaratif Inversi


Kalimat deklaratif inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek.

Contoh :

 Datanglah Ayahnya yang sudah lima belas tahun tak bertemu


 Dibentuklah batu itu menyerupai patung Ganesha sesuai amanat Ibunya sebelum meninggal
 Menangislah ibu usai dibentak anak perempuannya
 Disimpannya uang itu baik- baik untuk bekal diperjalanan esok
 Berkunjunglah ia ke Kalimantan tempat leluhurnya berasal
 Dihantamnya pot tanaman depan pagar itu saat ia memaksa masuk gedung dewan
 Dibuatkanlah roti bolu kesukaan nenek sebagai kado natal dari Ibu
 Berlarilah Ia kepelukan Ibunya
 Diusapnya wajah si nenek yang sudah basah karena keringat usai berjualan seharian
 Datanglah ia ke makam kakaknya dengan tangisan usai tiba dari Palu

4. Kalimat Deklaratif Langsung


Kalimat deklaratif langsung adalah bentuk kalimat berita yang berupa kutipan pembicaraan seseorang sesuai
apa yang dikatakan.

Contoh :

 Lina berkata, “Aku akan pergi ke makam nenek siang ini,”


 “Tim pengawas keuangan akan hadir memeriksa kantor besok.” Kata Pak Manajer
 “Aku yang akan mengantarmu ke rumah sakit sekarang.” Kata ayah kepada ibu
 Kakek bilang, “Ayo kita bercocok tanam besok pagi.”
 Bu Guru pernah bilang, “Anak-anak kita harus menjaga kebersihan sekolah bersama-sama.”
 “Bagaimana es krim nya Dik?”, tanya Ayah saat membelikan es krim favorit Adik siang tadi.
 Hakim sudah mengingatkan,”kalau hadirin tidak bisa tenang, sidang ini saya tunda.”
 Ayah Fajar sempat berpesan,”tolong jaga Fajar ya, dia masih manja wataknya.”
 “Sebelum berangkat mari kita berdoa dulu ya adik-adik.”, kata pembina pramuka.
 “Ayo Iwan, ikutlah makan bersama kami disini”, ungkap ibu pada sahabat kecilku itu.

5. Kalimat Deklaratif Tak Langsung


Kalimat deklaratif tidak langsung adalah kalimat yang mengungkapkan kembali ucapan orang lain.

Contoh :

 Ibu bilang semalam ayah demam tinggi


 Denis mengatakan kalau dirinya tidak suka naik bus
 Kapolsek Semampir menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut murni karena sopir bemo mengantuk
 Pak Bondan bilang anaknya sedang dirawat dirumah sakit karena terjangkit thypus
 Ari sempat berpesan untuk membelikan ia hadiah di hari ulang tahunnya
 Bu Kadek selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak tidur larut malam
 Pagi tadi Adit berpesan agar membelikannya nasi kuning untuk makan siang
 Pak RT berpesan kepada seluruh warga agar mengikuti senam sehat esok pagi
 Bu Guru bilang kita semua diwajibkan membaca meski hanya lima menit dalam sehari
 Bapak Presiden mengingatkan rakyatnya untuk tidak tersulut emosi menanggapi isu SARA

c) Kata sapaan
Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menyapa seseorang atau pihak kedua, baik tunggal
ataupun jamak. Kalimat atau kata sapaan seringkali dipakai dalam sebuah penyampaian kalimat berita baik
di televisi maupun di radio.

Ciri Ciri Kata Sapaan

 Kata sapaan itu tak mempunyai penbendaharaan kata sendiri tetapi menggunakan kata-kata dari
perbendaharaan nama diri dan kata nama perkerabatan.

Contoh :

1. San (Bentuk untuh : Hasan)


2. Li (Bentuk utuh : Ali)
3. Pak (Bentuk utuh Bapak)
4. Yah (Bentuk utuh Ayah)

Jenis Kata Sapaan


Kata sapaan terdiri beberapa jenis, seperti berikut ini.

1. Kata sapaan yang menunjukkan hubungan kerabat seperti kakek, nenek, bapak (ayah), ibu,
paman, bibi, abang, kakak, adik, ananda, mas, mbak.
2. Kata sapaan yang berbentuk kata ganti seperti kamu, engkau, saudara, anda, tuan, nyonya, nona,
dan sebagainya.
3. Kata sapaan yang menunjukkan rasa hormat seperti paduka yang mulia, yang terhormat, dan
lain-lain.
4. Kata sapaan yang diikuti nama seperti saudara Hasan, bapak Susanto, ibu Amir, dan sebagainya.

D. JENIS-JENIS CERAMAH

Ceramah akan dibagi menjadi dua jenis, yaitu ceramah khusus dan juga ceramah umum
1. Ceramah Khusus
Ceramah khusus memiliki sebuah tujuan untuk memberikan sebuah nasihat atau petunjuk-
petunjuk kepada khalayak atau pendengar tertentu dan bersifat khusus. Baik itu dari segi materi
ataupun faktor lainnya.

2. Ceramah Umum
Ceramah umum adalah sebuah ceramah yang berisi pesan yang bertujuan untuk memberikan
informasi yang ditujukan kepada para pendengar yang umum atau masyarakat luas.

E. KERANGKA PEMBUATAN TEKS CERAMAH

Langkah-langkah Menulis Teks


Ceramah

Menulis ceramah ada beberapa langkah


yang harus diperhatikan. antara lain
sebagai berikut.

1. Menentukan Tema

Tema merupakan pokok pikiran


atau dasar cerita yang sangat penting
dalam sebuah teks atau naskah ceramah.
Sebelum mulai membuat naskah
ceramah, tema harus sudah ditentukan
terlebih dahulu. Cara-cara untuk
menentukan tema sudah dibahas dalam
topik sebelumnya.

2. Menuliskan Bagian Pendahuluan

 Menuliskan salam pembuka


 Menuliskan sapaan hormat dan ucapan terima kasih
 Menuliskan ucapan syukur
 Menuliskan apa yang akan dibahas dalam ceramah

3. Menuliskan bagian isi ceramah

 Menuliskan pembahasan umum dari tema pidato/ceramah/khotbah


 Menuliskan pembahasan inti atau khusus yang akan berhubungan juga dengan tema utama

4. Menuliskan bagian penutup

 Menuliskan simpulan dari keseluruhan isi naskah pidato/ceramah/khotbah.


 Menuliskan permintaan maaf atas kekurangan dalam penyampaian serta isi pidato.
 Menuliskan salam penutup.

F. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT BERCERAMAH


Hal yang harus diperhatikan saat berceramah:
1. Pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Seorang yang akan berseramah harus paham betul mengenai materi yang akan disampaikan supaya
tidak terjadi kesalahpahaman
2. Tutur kata yang sopan.
Seorang penceramah harus menggunakan kata yang sopan, dan tidak boleh mengeluarkan kata-kata
kotor ketika berceramah.

3. Intonasi.
Seorang penceramah harus memperhatikan lantang atau tidaknya ketika ia berbicara agar dapat
didengar oleh seluruh hadririn.

4. Artikulasi yang jelas.


Seorang penceramah harus memperhatikan artikulasi yang jelas supaya tidak terjadi kesalahpahaman
dan sukar dimengerti.

5. Sikap tubuh.
Seorang penceramah tidak boleh menggerakkan tubuhnya secara berlebihan

CONTOH TEKS CERAMAH

Contoh Ceramah dengan Topik “Syukur”

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Marilah kita panjatkan segala puji dan puji syukur atas semua anugrah yang di berikan tuhan kepada
kita. karna dengan kita bersyukur kita akan mengetahui betapa besar anugrah yang harus kita
syukuri. Solawat dan salam kita haturkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai ungkapan rasa syukur
atas semua yang nabi ajakan kepada kita.

“Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari
karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”(Qur’an Surat.
Fathir:30).

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat.”(Qur’an Surat. ibrahim [14]:)Pada
kesmpatan ini, melalui contoh pidato agama islam ini akan sedikit menjelaskan tentang bentuk dari
perwujudan rasa syukur kita.

Syukur itu diwujudkan dalam tiga aspek:

1. Syukur dengan hati, yaitu menyadari dan menyakini bahwa semua nikmat dan karunia yang
diperoleh merupakan anugerah Allah dan berasal dari-Nya.

2. Syukur dengan lisan, yaitu dengan memuji Allah sebanyak-banyaknya.

3. Syukur dengan perbuatan, yaitu taat beribada kepada-Nya dan menggunakan karunia itu untuk
kebaikan.

Mari kita renungkan, tentang semua yang kita miliki tentang semua yang kita imikan, tentang semua
kekurangan yang kita miliki, dan bersyukurlah. Bersyukur itu adalah bagaimana kita merasa
bersyukur atas semua anugrah yang di anugrahkan kepada kita. Bersyukur itu mengungkapkan rasa
terima kasih atas semua yang yang di miliki.

Para pelopor, Bersyukurlah atas semua kelebihan, bersyukurlah atas semua kekurangan yang kita
miliki, dan bersyukurlah atas semua penderitaan yang tersa, dan bersyukurlah atas semua airmata
yang membuat kita berduka. Dan bersyukurlah Karena ada rahasia di balik rahasia, Maha sempurna
tuhan beserta rencananya. Bersyukurlah.

Wassalamualaukum Warahmatullahi Wabarakatuh