Anda di halaman 1dari 1

Apa bedanya impedansi dengan resistansi?

Ada yg bisa tolong jelasin secara rinci ga apa perbedaan antara keduanya? Yg gua
tau dua2nya adalah hambatan, terus impedansi hanya untuk arus AC dan resistansi
untuk arus DC. Ada yg bisa kasi contoh lebih jelasnya ga? terus gimana caranya
menghitung impedansi?
---
Hambatan sudah punya istilahnya sendiri:
Hambatan = Resistensi (R)
Impedansi dilambangkan Z.
Namun keduanya memiliki 'satuan' yang sama: OHM.
Impedansi tidak semata-mata hambatan. Dia adalah gabungan hasil reaksi hambatan
(R, resistensi) dan kapasitas elektron (C, capacitance). Maka, dalam bahasa di l
iteratur elektronika Indonesia lama (tua, sekitar era '80 an), impedansi ini per
nah coba di-Indonesianisasi sebagai: REAKTANSI. Mungkin hendak menunjukkan imped
ansi sebagai hasil reaksi hambatan dan kapasitansi secara bersamaan.
Ambil contoh speaker. Gimamna mengukur impedansi speaker? Dengan alat pengukur h
ambatan? Dengan OHM-meter?? Dijamin salah!! Karena 8 ohm pada sebuah speaker (mi
salnya) bukanlah hambatan sebesar 8 ohm. Tetapi impedansi sebesar 8 ohm. Jadi sa
tuannya sama, tapi merujuk kepada hal yg berbeda.
Impedansi bisa dilihat sebagai reaksi, dengan contoh sbb:
- Anda menghubungkan sebuah efek gitar ke ampli. Sampai Volume-nya mentok, suara
nya tetep aja pelan.... Ini bisa terjadi karena impedansinya ga match. Dulu (aku
alami sekitar era thn 90-an) ini sering kejadian kalo pake Boss Metalizer (MZ-2
) ke beberapa model ampli marshall yg solid state. Ini bebrarti suara tertahan (
terhambat, R) akibat impedansi yg ga match.
- Bisa juga, akibat impedansi ga match, suara jadi muddy... Mendem, kurang trebl
e. Ini berarti lebih berhubungan ke persoalan frekuensi suara -- dan frekuensi s
uara dekat sekali hubungannya dengan kapasitor dan kapasitansi.
Tapi, dalam impedansi, keduanya ga pernah bekerja sendiri. Selalu bersamaan. Sua
ra yg pelan, tertahan, akan diiringi dengan warna suara (tone, frekuensi) yg ane
h. Begitupun sebaliknya.
Tentang Low Impedance dan High Impedance juga bisa dipahami dengan lebih mudah s
ebagai beban. Begini:
Anda seorang yg kuat mengangkat beban 50kg dengan satu tangan. Anda dititipkan J
eruk 4 kg untuk dibawa. Kuatkah Anda? Tentu saja.... Tetapi seorang anak kecil y
g hanya sanggup mengangkat 2 kg, ituptun ngos-ngosan, akan kesulitan membawa jer
uk tersebut.
Contoh nyata:
Ada efek gitar dengan impedansi output 10 k Ohm. Artinya output efek gitar ini a
kan memberikan beban sebesar 10 k Ohm. Efek ini dicolok ke sebuah ampli yang INP
UTNYA sanggup menampung beban s/d 100 k Ohm -- artinya impedansi inputnya 100 k
Ohm. Apa yg terjadi?? Ya.... Suara normal lah!! Karena si ampli hanya diberikan
beban impedansi di bawah kemampuannya.
Sebagian besar unit audio sekarang sudah nggak pernah punya masalah dengan imped
ansi. Kebanyakan mereka set impedansi input 100 kilo Ohm s/d 1 Mega Ohm (1000 ki
lo Ohm). Sedangkan outputnya rata2 berkisar 10 kilo Ohm s/d di bawah 100 kilo Oh
m. Jadi, menghubungkan berbagai unit audio tidak akan menjadi masalah sekarang.
Beda dengan jaman dulu di mana masih terlalu banyak standard ukuran yg dipakai.
Seperti kisahku pada efek Boss MZ-2 versus ampli Marshall di atas.