Anda di halaman 1dari 22

“ANALISIS PENDEKATAN OBJEKTIF PADA CERPEN

BERJUDUL BERAS AKING”

Dosen Pengampu:
Elly Prihasty,S.Pd.,M.Pd
Oleh:
Grace Debora Br Sembiring (2203111050)
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra

FAKULTAS BAHASA DAN SENI


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,


Yang telah memberikan rahmat dan karuniannya sehingga saya
dapat menyelesaikan tugas Mini Riset ini.
Adapun yang menjadi judul tugas saya adalah “Analisis
Pendekatan ObJektif Pada Cerpen Yang Berjudul Beras Aking”.
Tujuan saya menyelesaikan tugas ini adalah untuk memenuhi
tugas dari mata kuliah Teori Dan Sejarah Sastra.
Saya sadar bahwa tugas yang saya selesaikan ini masih banyak
kekurangan, baik dari segi penulisan maupun dari segi materi
yang dituangkan pada tugas ini, karena keterbatasan ilmu yang
saya miliki, saya memohon maaf atas segala kekurangan dari
tugas yang saya perbuat ini.
Mudah-mudahan dengan adanya pembuatan tugas ini dapat
menberikan berupa manfaat berupa ilmu pengetahuan yang
bermanfaat bagi saya sebagai penulis mapun bagi pembaca.

Medan, 2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang Penelitian


Sastra merupakan wujud gagasan seseorang melalui pandangan terhadap
lingkungan sosial yang berada di sekelilingnya dengan menggunakan
bahasa yang indah. Sastra hadir sebagai hasil perenungan pengarang
terhadap fenomena yang ada. Sastra sebagai karya fiksi memiliki
pemahaman yang lebih mendalam, bukan hanya sekadar cerita khayal
atau angan dari pengarang saja, melainkan wujud dari kreativitas
pengarang dalam menggali dan mengolah gagasan yang ada dalam
pikirannya.
Salah satu bentuk karya sastra adalah Cerpen. Cerpen merupakan salah
satu karya sastra yang dihasilkan oleh seorang pengarang. Cerpen juga
dapat meberi manfaat karena didalamnya mengandung pesan moral yang
dapat diserap pembaca Unsur-unsur tersebut sengaja dipadukan
pengarang dan dibuat mirip dengan dunia yang nyata lengkap dengan
peristiwa-peristiwa di dalamnya, sehingga nampak seperti sungguh ada
dan terjadi. Unsur inilah yang akan menyebabkan karya sastra (cerpen)
hadir.
1.2. Isi cerpen
Cerpen Beras Aking menegaskan bahwa keadaan ekonomi bukanlah
menjadi hambatan seseorang dalam meraih cita-cita dan berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-citanya. Kemiskinan
adalah penyakit sosial yang berada dalam ruang lingkup materi sehingga
tidak berkaitan dengan kemampuan otak seseorang.
Cerpen ini dipilih dari segi nilai sosial dan pendidikan sehingga banyak
memberikan inspirasi bagi pembaca, hal itu berarti ada nilai-nilai positif
yang dapat diambil dan direalisasikan oleh pembaca dalam kehidupan
sehari-hari mereka, khususnya dalam hal pendidikan. Suatu karya sastra
yang baik adalah yang langsung memberi didikan kepada pembaca
tentang budi pekerti dan nilai-nilai moral, sesungguhnya hal ini telah
menyimpang dari hukum-hukum karya sastra sebagai karya seni dan
menjadikan karya sastra sebagai alat pendidikan yang langsung
sedangkan nilai seninya dijadikan atau dijatuhkan nomor dua.
Begitulah paham pertama dalam penilaian karya sastra yang secara tidak
langsung disimpulkan dari corak-corak roman Indonesia yang mula-
mula, ialah memberi pendidikan dan nasihat kepada pembaca.

1.3. Masalah Penelitian


Masalah penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah.
1.3.1. Bagaimana penggunaan bahasa dalam cerpen Beras Aking ?
1.3.2. Amanat apa yang terkandung dalam cerpen Beras Aking ?
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.4.1. Bagi Dosen
Hasil penelitian ini memberikan gambaran bagi guru tentang pendekatan
struktural genetik untuk dijadikan pedoman dalam pembelajaran sastra
yang menarik, kreatif, dan inovatif.
1.4.2. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini dapat menjadi jawaban dari masalah yang
dirumuskan. Selain itu, dengan selesainya penelitian ini diharapkan
dapat menjadi motivasi bagi peneliti untuk semakin aktif
menyumbangkan hasil karya ilmiah bagi dunia sastra dan pendidikan.
1.4.3. Bagi Pembaca
Hasil penelitian ini bagi pembaca diharapkan dapat lebih memahami isi
Cerpen Beras Aking dan mengambil manfaat darinya. Selain itu,
diharapkan pembaca semakin jeli dalam memilih bahan bacaan
(khususnya cerpen) dengan memilih cerpencerpen yang mengandung
pesan moral yang baik dan dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk
sarana pembinaan watak diri pribadi.
1.4.4. Bagi Peneliti yang Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi maupun
bahan pijakan peneliti ain untuk melakukan penelitian yang lebih
mendalam.
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dalam Cerpen Beras Aking karya Ayu Pangestu
adalah sebagai berikut :
1.5.1. Mendeskripsikan konteks sosial pengarang dalam Cerpen Beras
Aking karya Ayu Pangestu
1.5.2. Medeskripsikan gambaran masyarakat yang tercermin dalam
Cerpen Beras Aking karya Ayu Pangestu
1.5.3. Mendeskripsikan fungsi social dalam Cerpen Beras Aking karya
Ayu Pangestu.
1.6. Penjelasan Istilah
Cerpen adalah bacaan singkat yang dapat dibaca sekali duduk, dalam
waktu setengah sampai dua jam, genrenya mempunyai efek tunggal,
karakter, plot dan setting yang terbatas, tidak beragam dan tidak
kompleks (pengarang cerpen tidak melukiskan seluk beluk kehidupan
tokohnya secara menyeluruh, melainkan hanya menampilkan bagian-
bagian penting kehidupan tokoh yang berfungsi untuk mendukung
cerita tersebut yang juga bertujuan untuk menghemat penulisan cerita
karena terbatasnya ruang yang ada.)
Di dalam cerpen Unsur dibagi menjadi dua yaitu :
1.6.1 Unsur intrinsik
Unsur intrinsik adalahunsur-unsur yang membangun karya sastra itu
sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir
sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpaijika
orang membaca karya sastra.
1.6.2 Unsur Ektrinsik
Unsur Ektrinsik adalah unsur pembangun karya sastra prosa dari luar.
Cerpen Beras aking menceritakan tentang Seoran pemuda sarjana yang
bernama Wahyu menjual beras aking walaupun dia tahu bahwa ayahnya
tidak suka dengan pekerjaannya.Namun Wahyu tetap bertekad kuat
untuk menjalakan pekerjaannya karena niatnya membantu orang-orang
miskin untuk tetap hidup. Suatu hari ketika Wahyu pergi ke Jakarta
untuk menagih uang dari hasil penjualan beras aking , tapi hal buruk
terjadi yaitu mobil butut milik abahnya raib ketika ia mampir di sebuah
pasar.
BAB II
Kajian Pustaka

2.1 Unsur Intrinsik


2.1.1 Tema dan amanat
Tema adalah rumusan intisari cerita sebagai landasan idiil dalam
menentukan arah tujuan cerita . Sementara itu , amanat pada dasarnya
merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca
atau penonton.
2.1.1 Alur(plot)
Menurut buku Sugihastuti (2002:36) secara leksikal, plot atau alur
adalah (a) rangkaian peristiwan yang direka dan dijalin dengan seksama
dan menggerakkan jalan cerita melalui rumitan kearah klimaks dan
selesaian; (b) jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek
tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau
waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat).
Menurut buku Sugihastuti (2002:37) Struktur alur terdiri dari situation
(pengarang mulai melukiskan suatu keadaan),generating circumstances
(peristiwa yang bersangkut paut mulai bergerak),risting action(keadaan
mulai memuncak),climax(peristiwa-pwristiwa mencapai puncaknya),dan
denouement(pemecahan-pemecahan dari semua peristiwa).Apabila suatu
cerita mempunyai susunan struktur yang berurut maka plot itu disebut
lurus.dan sebalikanya jika plot dalam cerita tidak berurut maka plot itu
disebut plot bolak-balik(flashback).

2.1.2 Penokohan (perwatakan,karakterasi)


Dalam pembicaraan sebuah cerita pendek sering dipergunakan istilah-
istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan, atau
karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk
pengertian yang hampir sama. Tokoh cerita ialah orang-orang yang
ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama , yang oleh pembaca
ditafsirkan memilki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti
yang diespresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam
tindakan. Sedangkan penokohan ialah pelukisan gambaran yang jelas
tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita.
Penokohan sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana
perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah
cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada
pembaca. Penokohan sekaligus menunjuk pada teknik perwujudan dan
pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.
2.1.3 Latar (setting)
Sebuah cerita pada hakikatnya ialah peristiwa atau kejadian yang
menimpa atau dilakukan oleh satu atau beberapa orang tokoh pada suatu
waktu tertentu dan pada tempat tertentu. Latar ialah penempatan waktu
dan tempat beserta lingkungannya dalam prosa fiksi.

2.2 Unsur Ekstrinsik


2.2.1 Pengertian Unsur Ekstrinsik
Unsur Ektrinsik adalah unsur yang terkandung di luar cerita ,
contohnya riwayat penulis .
BAB III
Metodologi Penelitian

3.1 Metode penelitian


Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis
deskripsi kualitatif yang artinya data terurai dalam bentuk kata-kata atau
gambar-gambar bukan dalam bentuk angka-angka. Metode deskripsi ini
menggambarkan data secara kualitatif yaitu kedalam penghayatan
terhadap interaksi dalam konsep yang sedang dikaji secara empiris dan
menggunakan kata-kata. Penggunaan kutipan dalam novel juga diiku
sertaka untuk mempermudah deskripsi data.
Lagkah-langkah yang dilakukan penelitian untuk menganalisis data
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Membaca cerpen dengan cermat dan teliti secara berulang – ulang
untuk memahami isi teks dan unsure – unsure pembangun cerita dalam
cerpen.
b. Menafsirkan isi teks sesuai dengan pemahaman penelitian
berdasarkan pendekatan dan kerangka teori yang di gunakan.
c. Melakukan pencatatan terhadap aspek – aspek yang akan di teliti.
d. Mendata hal – hal penting cerpen dan mewakili apa yang di teliti
kemudian di catat dalam kartu data.
e. Data yang telah terkumpul di dokumentasikan untuk di pergunakan
sebagai sumber informasi dalam kerja penelitian.
3.2 Bentuk Penelitian
Bentuk penelitian ini adalah kualitatif.
3.3 Pendekatan Penelitian
Pendekatan Penelitian yang digunakan dalam Cerpen Beras aking
adalah Pendekatan Objektif dengan menggunakan Teori Struktural .
Teori Struktural adalah Asumsi bahwa karya sastra tersusun dari
berbagai unsur yang jalin menjalin,terstruktur.

3.4 Sumber Data dan Data Penelitian


3.4.1 Sumber data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen.
Dokumen yang digunakan adalah Cerpen Beras Aking karya Ayu
Pangestu edisi 18 diterbitkan pada 22 maret 2007

3.4.2 Data penelitian


Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan (kata,frasa dan kalimat) yang
berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan dan moral dalam cerpen Beras
Aking karya ayu pangestu yang dilihat dari karakter tokoh utama.

3.5 Teknik dan Alat Pengumpul Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan dlam penelitian ini adalah
teknik baca dan catat. Teknik baca dan catat adalah teknik yang
digunakan dengan jalan membaca teks tertulis, selanjutnya dicatat dalam
kartu data yang telah disediakan. Adapun tahap-tahap yang dilakukan
dlam metode ini adalah sebagai berikut :
Membaca novel dengan cermat dan diteliti secara berulang-ulang untuk
memahami isi teks dan unsur-unsur pembangunan cerita dalam novel.
a. Menafsirkan isi teks sesuai dengan pemahaman peneliti bedasrkan
pendekatan dan kerangka teori yang disesuaikan.
b. Melakukan pencatatan terhadap aspek-aspek yang akan diteliti
c. Mendata hal-hal penting novel dan mewakili apa yang ditulis
kemudian dicatat dalam kartu data.
d. Data yang terkumpul didokumentasikan untuk dipergunakan sebagai
sumber info dalam keja penelitian.

3.6 Langkah Analisis Data


Prosedur penelitian yang dilakukan peneliti terdiri dari beberapa tahap
sebagai berikut.
3.6.1 Pengumpulan data
Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data berupa kutipan-kutipan yang
menunjukkan penggambaran nilai social dan pendidikan serta
pemakaian gaya bahasa dari cerpen Beras Aking .
3.6.2 Penyeleksian data
Data-data yang telah dikumpulkan, kemudian diseleksi serta dipilah-
pilah mana saja yang akan dianalisis.
3.6.3 Menganalisis data yang telah diseleksi.
3.6.4 Membuat laporan penelitian.
Laporan penelitian merupakan tahap akhir dari serangkaian proses.
merupakan tahap penyampaian data-data yang telah dianalisis,
dirumuskan, dan ditarik kesimpulan. Kemudian dilakukan konsultasi
dengan pembimbing. Tulisan yang sudah baik disusun menjadi laporan
penelitian, disajikan dan diperbanyak
BAB IV
ANALISIS

4.1 Analisis Unsur Intrinsik Cerpen Beras Aking


4.1.1 Tema
Tema yang digunakan dalam Cerpen Beras Aking adalah Sosial dan
Pendidikan .

Kalimat yang menunjukan tema social :


“…..pengkonsumisi beras akingku adalah masyarakat miskin yang tidak
mampu lagi membeli beras yang harganya sudah menggila,sementara
cacing-cacing diperut terus menuntut atas kelaparannya.”

Kalimat yang menjukan tema pendidikan :


“Bapak yang hanya seorang petani garapan dan peternak , selama ini
membiayaiku hanya dengan upahhasil menggarap sawah orang dan
menjual ternak ternak kambingnya yang jumlahnya mencapai belasan.”

4.1.2 Alur (plot)


Alur/ Plot yang terdapat pada cerita Beras aking menggunakan alur
Maju, karena cerita ini memang menceritakan kehidupan yang terjadi.
Terdapat potongan kalimat yang menunjukkan bahwa cerita ini
menggunakan alur maju adalah kata “esok paginya “, yaitu terdapat pada
kalimat:”Esok paginya,baru nasi-nasi aking dipisahkan dari lauk-
pauknya…..”

Pada kalimat diatas terdapat kata “esok paginya “ , kata tersebut


menunjukkan waktu yang akan terjadi besok.

4.1.3 Penokohan (perwatakan,karakterisasi)

Tokoh utama : Wahyu


Alasan : Karena tokoh “ Wahyu “ yang menceritakan/ menggambarkan
kisah tentang kehidupan orang – orang desanya . Tokoh “ Wahyu “ juga
sering muncul didalam cerita tersebut.

Penokohan :
a. Wahyu
Perdulli
Suka menolong
Terdapat pada kalimat :“Ya.. Untungnya dua ratus lah, itu dari
perliternya. Tapi niat saya nolong pak.”

Tegas
Terdapat pada kalimat :“Ini pilihanku! Aku harus tetap menjalankan
usaha beras aking ini!”

Pekerja keras
Terdapat pada kalimat: “Demi mengigi hari hariku di kampung aku
beranikan diri untuk membuka usaha beras aking, dengan modal dari
tabunganku semasa kuliah.”

Sabar dan Pesimis


Terdapat pada kalimat:”ya bersabarlah pak ,mudah-mudahan ada jalan
terangnya.masalah rejeki wahyu tidak pernah takut ,yang penting kihtiar
dan doa sudah maksimal.”

b. Abah
Pekerja keras
Terpadat pada kalimat :”Bapak menyekolahkan kamu jauh-jauh , mahal ,
dengan usaha mati-matian,sampai ngutang-ngutang supaya kamu bisa
dapat kerja yang mapan,”ujar bapak saat aku baru lulus dan baru satu
bulan menjalankan usahaku.

c. Emak
Suka menolong
Terdapat pada kalimat :”……pertama kali aku merasakan beras
aking.Ibu yang memasaknya.”Mudah kaok yu masaknya. Nasi cukup
direndam hingga mekar.Ditiriskan terus dikukus”

d. Engko Chan
Suka berhutang
Terdapat padakalimat :”Engko Chan adalah satu-satunya agen yang
sering berhutang.”

e. John
Suka membantu
Terdapat pada kalimat : “….modal tabunganku semasa kuliah,hasil
membantu John, teman kuliahku yang membuka usaha warung “pecel
lele”.”

4.1.4 Latar (setting)


4.1.4.1 Latar cerita
Setting/ Latar cerita adalah tempat atau waktu terjadinya cerita.
Setting/ Latar dibagi menjadi 3:
4.1.4.1.1 Setting Waktu
Pagi
Tedapat pada kalimat :
”Aku mulai memburu nasi-nasi aking mulai pukul tujuh pagi selepas
duha.”
“Pagi ini, untuk pertama kalinya aku merasakan nasi aking.”

Senja
Terdapat pada kalimat :
“Senja aku pulang,dan segera merendam nasi-nasi aking itu dalam
baskom besar,emak sudah menyiapkannya sebelum aku datang.”
4.1.4..1.2 Setting Tempat
Rumah Wahyu
Terdapat pada kalimat :
“Pagi ini, untuk pertama kalinya aku merasakan nasi aking.Ibu yang
memasaknya.”

Pasar
Terdapat pada kalimat :
“Mobil butut ,tua ,milik abahku raib ketika mampir sebentar ke toilet
umum disebuah pasar.”

4.1.4.1.3 Setting Suasana


Hening
Terdapat pada kalimat :
“Aku diam saat itu.Jujur aku bingung bagaimana menjawabnya….”

Bingung
Terdapat pada kalimat:
“Bingung menyergap.Entahlah apakah abah akan senang karena mobil
butunya hilang dan aku mencari kerja di tempat lain,atau abah marah
karena mobilnya hilang.”

4.1.4.2 Latar Suasana


Setting / latar sosial adalah lukisan status yang menunjukan hakikat
seorang atau beberapa orang tokoh di dalam masyarakat yang ada di
sekelilingnya .
Terdapat pada kalimat :
“pengkonsumsi beras akingku adalah masyarakat miskin yang tidak
mampu lagi membeli beras yang harganya sudah menggila , sementara
cacing di perut terus menuntut atas kelaparannya. Dan usahaku ini
adalah solusi untuk mereka dan cacing itu.Ya, makan nasi aking adalah
sebuah pilihan rakyat miskin untuk tetap hidup.

4.1.5 Sudut pandang


Cerpen ini mempunyai sudut pandang bahwa “orang pertama pelaku
utama”
4.1.6 Amanat
Amanat yang terkandung dalam cerpen Beras Aking adalah :
4.1.6.1Keterbatasan ekonomi tidaklah menjadi penghambat seseorang
untuk menjadi sarjana
4.1.6.2Kita harus berpikir panjang sebelum mengambil keputusan agar
tidak menyesal di kemudian hari.
4.1.6.3 Kita harus mendengarkan nasehat orang tua agar tidak terjadi
hal-hal yang tidak di inginkan

4.1.7 Gaya Bahasa


Penggunaan bahasa yang digunakan oleh pengarang dalam cerita Beras
Aking menggunakan bahasa Komunikatif sehingga mudah dipahami
oleh pembaca. Pembaca bisa menangkap isi dan maksud yang ditulis
oleh pengarang karena bahasanya tidak sulit, sehingga pembaca tidak
perlu mencari arti kalimat tersebut.

4.2 Analisis Unsur Ektrinsik Cerpen Beras Aking


4.2.1. Cerpen beras aking ditulis oleh Ayu Pangestu
4.2.2. Nilai-nilai dalam cerita
Dalam cerpen ini terkandung nilai-nilai yang disisipkan oleh
pengarang. Nilai-nilai itu antara lain :
A. Nilai Sosial, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan norma –norma
dalam kehidupan masyarakat( misalnya, saling memberi, menolong, dan
tenggang rasa )
Terdapat pada kalimat :
“Pengkonsumsi beras akingku adalah masyarakat miskin yang tidak
mampu lagi membeli beras yang harganya sudah menggila”
“Usahaku ini adalah solusi untuk mereka dan cacing-cacing itu.Ya ,
makan nasi aking adalah sebuah pilihan rakyat-rakyat miskin untuk tetap
hidup.”
“Ya… untungnya dua ratus lah,itu dari perliternya.Tapi niat saya
nolong, Pak.”

B. Nilai Agama, yaitu nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan


aturan atau ajaran yang bersumber dari agama tertentu.
Terdapat pada kalimat:
“…kelak nanti bisa membiayai mereka pergi haji”
“….mulai pukul tujuh pagi selepas Dhuha”
“…wahyu tidak pernah takut,yang penting ikhtiar dan doa sudah
maksimal
BAB V
Penutup

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dapat di simpulkan bahwa nilai-nilai yang
terkandung dalam cerpen ini adalah :
5.1.1 Nilai Pendidikan
Nilai Pendidikan yang terdapat dalam cerpen Beras Aking karya Ayu
Pangestu dilihat dari karakter tokoh utama yaitu : keterbatasan ekonomi
tidaklah menjadi penghambat seseorang untuk menjadi sarjana
5.1.2 Nilai Moral
Nilai Moral yang terdapat dalam cerpen Beras Aking karya Ayu
Pangestu dilihat dari karakter tokoh utama yaitu : kita harus
mendengarkan nasehat orang tua agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di
inginkan

5.2 Saran
Berdasarkan hasil analisis data maka saran yang disampaikan adalah
sebagai berikut .
1. Hasil analisis cerpen ini dapat membantu mahasiswa agar lebih
paham mengenai pembelajaran analisis sebuah cerpen.
2. Hasil analisi cerpen ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi penulis
agar penulisan berikutnya lebih baik dan sempurna dari yang
sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Pangestu,Ayu.2007.Beras Aking.
Sugihastuti.2002 .Teori Apresiasi Sastra.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
(www.wikipedia.com) di kunjungi pada 29 Desember 2012