Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada :Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

FORMULASI KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG


KEPOK (Musa balbisiana colla)

FORMULATION OF ANTI-ACNE CREAM FROM KEPOK BANANA SKIN


(Musa balbisiana colla)

Ai Rudiyat1, Rika Yulianti2, Indra3


123
Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada
E-mail korespondensi: indraf04@stikes-bth.ac.id

ABSTRAK

Jerawat merupakan penyakit pada permukaan kulit yang muncul pada saat kelenjar minyak pada kulit
terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan. Penelitian
ini bertujuan untuk membuat sediaan krim anti jerawat yang bersumber dari ekstrak kulit pisang
kepok. Kulit pisang kepok (Musa balbisiana colla) diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan
metode maserasi. Ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa balbisiana colla) digunakan sebagai
alternatif pengganti zat aktif dari bahan kimia sintetik dalam krim anti jerawat. Ekstrak etanol kulit
pisang kepok (Musa balbisiana colla) diuji konsentrasi hambat minimum, kemudian diformulasikan
ke dalam bentuk sediaan krim. Evaluasi sediaan krim diperoleh hasil uji organoleptik bau khas,
berwarna coklat, homogenitas yang stabil, pH 6,1, viskositas dan daya sebar mengalami peningkatan
dilihat dari lama penyimpanan. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan krim dengan variasi konsentrasi
ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa balbisiana colla) yaitu 10 %, 20 % dan 30 % dengan diameter
hambat yang dihasilkan 13,22 ± 0,35 mm, 13,86 ± 0,39 mm dan 14,19 ± 0,08 mm.

Kata Kunci : krim, jerawat, pisang kepok (Musa balbisiana colla).

Diterima: 21 Juni 2020 Direview: 13 Agustus 2020 Diterbitkan: 31 Agustus 2020

ABSTRACT

Acne is a disease on the surface of the skin that appears when the oil gland on the skin is too active so
that the pores of the skin will be clogged by excessive fat deposits. This research aims to make anti-
acne cream preparations sourced from kepok banana skin extract. Extraction process carried out with
maceration method and ethanol as a solvent. The evaluation study of cream anti-acne obtained
organoleptic test result of distinctive smell, brown, stable homogenity, pH 6.1, viscosity and spread of
coverage experienced increased views from the length of storage. Antibacterial activity of cream
preparations with variations of the concentration of ethanol extract of the kepok banana skin (Musa
Balbisiana Colla), which is 10%, 20% and 30% with a barrier diameter produced 13.22 ± 0.35 mm,
13.86 ± 0.39 mm and 14.19 ± 0.08 mm.

Keywords : Cream, blotch, kepok's banana

PENDAHULUAN debu dan kotoran lain, maka akan


Jerawat merupakan penyakit pada menyebabkan timbunan lemak dengan
permukaan kulit wajah, leher, dada, dan bintik hitam di atasnya yang disebut
punggung yang muncul pada saat kelenjar komedo. Jika pada komedo itu terdapat
minyak pada kulit terlalu aktif sehingga infeksi bakteri, maka terjadilah
pori-pori kulit akan tersumbat oleh peradangan yang dikenal dengan jerawat
timbunan lemak yang berlebihan. Jika yang ukuranya bervariasi mulai dari
timbunan itu bercampur dengan keringat, ukuran kecil sampai ukuran besar serta
170
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

berwarna merah, kadang-kadang bernanah mudah dicuci dengan air, serta pelepasan
serta menimbulkan rasa nyeri obat yang baik. Krim dipilih karena
(Djajadisastra, 2009). sediaan ini mempunyai keuntungan
Bakteri yang umum menginfeksi jerawat diantaranya mudah dioleskan pada kulit,
salah satunya adalah Propionibacterium mudah dicuci setelah dioleskan, krim
acnes. Diantara pengobatan anti jerawat dapat digunakan pada kulit dengan luka
yang sering digunakan antara lain yang basah, dan terdistribusi merata
pengobatan menggunakan obat-obatan (Anisa, 2013).
yang menggunakan obat sintetik yang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
berhasiat sebagai antibiotik dari beberapa mengetahui aktivitas anti bakteri ekstrak
pengobatan antibiotik ini ternyata etanol kulit pisang kepok (Musa balisiana
memiliki efek samping yang tidak baik colla) terhadap Propionibacerium acne
diantaranya iritasi, kulit menjadi dan untuk membuat formula krim yang
kemerahan dan kering kadang kulit juga memiliki aktivitas paling tinggi terhadap
terasa gatal, panas atau menyengat. Propionibacterium acne dari ekstrak kulit
Diantara tumbuhan yang dapat pisang kepok (Musa balbisiana colla)
dimanfaatkan sebagai obat anti jerawat dengan variasi konsentrasi ekstrak.
adalah kulit pisang kepok (Musa
METODE PENELITIAN
balbisiana) diketahui mempunyai
Alat dan Bahan
kandungan alkaloid, flavonoid, saponin
Alat yang digunakan dalam penelitian ini
dan tanin yang mampu menghambat
adalah maserator, rotary evaporator
pertumbuhan bakteri dan aktivitasnya
® ®
EYELA , oven (Memmert Beschickung
terhadap bakteri propionibacterium acne
Lading Modell 100-800), timbangan
(Ningsih, 2013).
elektrik (Mettle Toledo®JL 1502-6), jarum
Krim adalah sediaan setengah padat,
ose, autoclave, incubator (Memmert®),
berupa emulsi yang mengandung air tidak
viskometer (Brook field).
kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk
Bahan yang digunakan pada penelitian ini
pemakaian luar (Anisa, 2013). Sifat umum
adalah kulit pisang kepok (Musa
sediaan krim ialah mampu melekat pada
balbisiana colla), Asam stearat (PT
permukaan tempat pemakaian dalam
Bratachem), Trietanolamin (PT
waktu yang cukup lama sebelum sediaan
Bratachem), Adeps lanae (PT Bratachem),
ini dicuci atau dihilangkan (Anwar, 2012).
Parafin cair (Bratachem), Gliserol
Keuntungan sediaan krim ialah
(Bratachem), DMDM Hydantoin (PT
kemampuan penyebarannya yang baik
Bratachem), Aquadest, Etanol 96% (PT
pada kulit, memberikan efek dingin
Bratachem), Kloroform (PT Bratachem),
karena lambatnya penguapan air pada
Isolat bakteri Propionibacterium acne
kulit, memberikan efek dingin karena
Institut Teknologi Bandung (ITB) media
lambatnya penguapan air pada kulit,
171
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada :Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

Natrium Agar dan Mueller Hinton agar Propionibacerium acne, lalu cawan petri
(Oxoid). digoyang-goyangkan memutar yang
Determinasi bertujuan supaya bakteri dan media agar
Determinasi dilakukan di Lembaga Ilmu dapat bercampur merata. Kemudian
Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, dibiarkan beberapa saat supaya mengeras,
Bogor. Determinasi dilakukan untuk kemudian dibuat 4 lubang pada cawan
memastikan identitas dari pisang kepok petri. Ekstrak dengan konsentrasi 100%,
(Musa balbisiana colla) yang digunakan 90%, 80%, 70%, 60%, 50%, 40%, 30%,
sebagai sampel. 20%, 10%, dan 0 % sebanyak 50 µL
Ekstraksi dimasukan kedalam masing-masing
Kulit pisang kepok (Musa balbisiana lubang tersebut, tutup cawan petri,
cola) dibersihkan dari daging buah dan selanjutnya diinkubasi pada suhu 370 C
kotoran, debu yang menempel, kulit selama 24 jam dalam kondisi anaerob.
dikeringkan dengan dijemur dibawah sinar Aktivitas antibakteri ditandai dengan
matahari sampai kering kemudian dioven adanya daerah hambat yang berupa zona
0
pada suhu 40 C. Pengeringan dianggap bening di sekeliling lubang sumuran
cukup bila kulit pisang sudah rapuh. Kulit tersebut.
pisang yang sudah kering di blender dan Uji Konsentrasi Hambat Minimum
diayak dengan mesh no 40. (KHM)
Serbuk simplisia yang diperoleh Uji konsentrasi hambat minimum ekstrak
selanjutnya dilakukan skrining fitokimia etanol kulit pisang kepok (Musa
dan diekstraksi dengan metode maserasi balbisiana colla) dilakukan dengan
dengan pelarut etanol 96 %. Ekstrak cair metode sumuran. Suspensi bakteri
yang diperoleh kemudian dipekatkan Propionibacterium acne sebanyak 0,2 mL
dengan menggunakan rotary evavorator, dimasukan ke dalam cawan petri yang
ekstrak kental ditimbang dan dihitung telah berisi 20 mL agar Mueller Hinton
rendemennya. yang steril yang masih hangat dan belum
Pemantauan Mutu Ekstrak mengeras pada waktu pencampuran.
Ekstrak kental yang dipeoleh selanjutnya Cawan digerakan dengan gerakan
dilakukan pemantauan mutu ekstrak yang memutar supaya bakteri dan agar
meliputi skrining fitokimia dan kadar air. tercampur homogen dan dibiarkan
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak mengeras. Kemudian dibuat lubang
Uji aktivitas anti bakteri ekstrak sebanyak 4 lubang dengan jarak antar
kuit pisang kepok (Musa balbisiana colla) lubang yang sama. Kemudian ekstrak kulit
dilakukan dengan metode sumuran, yaitu pisang kepok (Musa balbisiana colla)
dengan memasukan agar Mueller Hinton dengan berbagai konsentrasi dimasukan
ke dalam cawan petri yang sudah dalam masing masing lubang sebanyak 50
disterilkan, kemudian masukan 0,2 ml µL, kemudian diinkubasi pada suhu 370 C
172
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

selama 18-24 jam dalam kondisi anaerob. Pada penelitian ini dibuat 3
Ukur diameter hambat yang terbentuk formula dengan perbedaan konsentrasi
yaitu berupa zona bening. dari ekstrak yang digunakan dan dibuat
Preformulasi deret konsentrasi yang berbeda.

Tabel 1. Rancangan formula


Konsentrasi
Bahan Formula 0 Formula 1 Formula 2 Formula 3
Ekstrak kulit pisang kapok 0% 10 % 20 % 30 %
Asam stearate 14,5 g 14,5 g 14,5 g 14,5 g
Trietanolamin 1,5 g 1,5 g 1,5 g 1,5 g
Adeps lanae 3 g 3 g 3 g 3 g
Parafin cair 25 g 25 g 25 g 25 g
DMDM Hydantoin 0,5 g 0,5 g 0,5 g 0,5 g
Aquadest sampai 100 g 100 g 100 g 100 g

Setelah ditimbang, bahan-bahan steril, kemudian masukan 0,2 mL suspensi


yang terdapat dalam formula dipisahkan bakteri Staphylococcus aureus kedalam
dalam dua kelompok, yaitu fase minyak cawan petri yang sudah disterilkan, lalu
(parafin cair, adeps lanae, asam stearat) cawan petri digoyang-goyang memutar
dan fase air (trietanolamin, DMDM supaya bakteri dan media agar dapat
hydantoin). Setiap fase dipanaskan pada bercampur merata. Kemudian dibiarkan
suhu 60-700 C ditangas air. Fase minyak beberapa saat supaya mengeras, setelah
dipisahkan ke dalam mortir panas dan mengeras maka dibuat lubang pada cawan
tambahkan fase air kemudian aduk sampai petri. Kemudian masukan bahan uji ke
dingin hingga terbentuk masa krim, dalam lubang tersebut, tutup cawan petri,
dintara pencampuran fase minyak dan air selanjutnya diinkubasi pada suhu 370 C
tambahkan ekstrak dengan variasi yang selama 24 jam. Setelah 24 jam aktivitas
berbeda-beda pada masing-masing antibakteri dapat dilihat dengan
formula. terbentuknya daerah hambat yang berupa
Evaluasi sediaan zona bening di sekeliling lubang sumuran
Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan tersebut.
organoleptik, pengukuran pH, uji Analisis Data
homogenitas krim, uji viskositas krim, uji Data uji aktivitas antibakteri sediaan krim
daya sebar krim. ekstrak kulit pisang kepok (Musa
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan balbisiana colla) dianalisis menggunakan
Uji aktivitas antibakteri krim anti jerawat program SPSS dengan metode Kruskal-
ekstrak etanol kulit pisang (Musa Walis dan Mann-Whitney.
balbisiana colla) dilakukan dengan
metode difusi sumuran, yaitu dengan
memasukan agar Mueller Hinton yang

173
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada :Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

HASIL DAN PEMBAHASAN Skrining Fitokimia Kulit Pisang Kepok


Determinasi Tanaman (Musa balbisiana colla)
Hasil determinasi menunjukan Hasil pemeriksaan skrining fitokimia
bahwa tanaman yang digunakan dalam serbuk simplisia dan ekstrak etanol kulit
penelitian ini adalah benar-benar tanaman pisang kepok (Musa balbisiana colla)
yang dimaksud. positif mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, saponin dan tanin.

Tabel 2. Hasil Skrining Fitokimia simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok (Musa balisiana
colla)
Metabolit Sekunder Hasil dari Simplisia Hasil Ekstrak
Alkaloid (+) (+)
Flavonoid (+) (+)
Saponin (+) (+)
Tanin (+) (+)
Ket : (+) terdeteksi, (-) tidak terdeteksi

Rendemen yang diperoleh dihitung kepok (Musa balbisiana colla) terhadap


perbandingan antara berat ekstrak yang bakteri Propionibacterium acne adalah 4
diperoleh dengan berat simplisia awal. % dengan diameter hambat 1,77 mm.
Rendemen ekstrak etanol kulit pisang Akan tetapi konsentrasi 4 % ini kurang
kepok (Musa balbisiana colla) yaitu efektif apabila digunakan pada formulasi,
sebesar 15,2 %. Hal ini telah memenuhi karena menurut Satyaningsih (2008), daya
persyaratan, karena rendemen tidak hambat pada rentang kurang dari 10 mm
kurang dari 10 % (Depkes RI, 2000). adalah lemah, 10-19 mm dikategorikan
Pengukuran kadar air ekstrak etanol kulit kuat dan lebih dari 20 mm dikategorikan
pisang kepok (Musa balbisiana colla) sangat kuat. Dengan demikian digunakan
yaitu sebesar 5 % telah memenuhi konsentrasi 10 %, 20 % dan 30 % yang
persyaratan, karena kurang dari 10 % digunaan pada formula I, II dan II dengan
(Depkes RI, 2000). Banyaknya kandungan diameter yang dihasilkan berturut-turut
air di dalam ekstrak akan mempengaruhi yaitu 7,9 mm, 10,15 mm dan 10,59 mm,
mutu ekstrak, dan menjadi tempat atau hal ini bertujuan untuk memperoleh
media pertumbuhan yang baik bagi aktivitas antibakteri yang lebih tinggi.
bakteri, sehingga akan menyebabkan Hasil Evaluasi Sediaan Sabun Mandi
menurunnya kualitas ekstrak. Cair
Hasil Uji Konsentrasi Hambat Organoleptik
Minimum Pemeriksaan organoleptik dilakukan
Setelah diinkubasi selama 24 jam dengan cara mengamati secara kasat mata
diperoleh hasil bahwa konsentrasi hambat sediaan krim ekstrak etanol kulit pisang
minimum ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa balbisiana colla) yang

174
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

meliputi warna dan aroma. Hasil dengan tidak terjadi perubahan warna dan
pengamatan menunjukan bahwa formula aroma selama penyimpanan 28 hari.
I, II dan III memiliki hasil yang baik,

Tabel 3. Hasil Pengamatan Organoleptik Selama Waktu Penyimpanan 28 hari


Formula Pengamatan Waktu Pengamatan
1 4 7 10 16 22 28
I Warna C C C C C C C
Aroma BK BK BK BK BK BK BK
II Warna C C C C C C C
Aroma BK BK BK BK BK BK BK
III Warna C C C C C C C
Aroma BK BK BK BK BK BK BK
Keterangan: C : Coklat
BK : Bau Khas

Pengukuran pH kepok (Musa balbisiana colla)


Pengukuran pH pada krim ekstrak memenuhi kriteria pH kulit, yaitu
etanol kulit pisang kepok (Musa berada dalam interval pH 4,5 – 6,5
balbisiana colla) pada formula I, II (Ningsih, 2013). Hasil pengukuran pH
dan III dilakukan 7 kali pengujian selama 28 hari penyimpanan dapat
selama 28 hari. Hasil pengukuran pH dilihat pada table 4.
sediaan krim ekstrak kulit pisang

Tabel 4. Hasil Pengukuran pH Selama Waktu Penyimpanan 28 hari


Formula Waktu Penyimpanan
1 4 7 10 16 22 28
I 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1
II 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1
III 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1 6,1

Diketahui berdasarkan tabel diatas dapat Uji homogenitas dilakukan secara visual
dijelaskan bahwa formula I, II dan III dengan mengoleskan krim pada kaca
memiliki pH yang sama pada objek secara merata. Homogenitas dapat
penyimpanan selama 28 hari yaitu 6,1 dan dilihat dengan tidak adanya partikel-
memenuhi kriteria pH kulit. partikel yang memisah pada sediaan yang
Uji Homogenitas Krim dioleskan pada kaca objek.

Tabel 5. Hasil pengujian homogenitas selama waktu penyimpanan 28 hari.


Formula Waktu penyimpanan
1 4 7 10 16 22 28
I Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen
II Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen
III Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen

Hasil dari pengujian homogenitas


menunjukan bahwa krim ekstrak etanol

175
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada :Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

kulit pisang kepok (Musa balbisiana penyimpanan 28 hari. Semakin besar


colla) selama penyimpanan dalam waktu konsentrasi yang diberikan maka daya
28 hari tidak mengalami perubahan. sebar sediaan semakin luas, hal ini
Viskositas sifatnya berbanding terbalik dengan
Pengukuran krim ekstrak etanol kulit viskositas, semakin besar konsentrasi
pisang kepok (Musa balbisiana colla) ekstrak semakin kecil viskositas suatu
dilakukan selama waktu penyimpanan 28 fluida dan semakin besar daya sebarnya
hari. (Munson, et al,. 2003).
Berdasarkan table 6 dapat diketahui Aktivitas Antibakteri Sediaan
bahwa semua formula mengalami Hasil uji aktivitas antibakteri krim dengan
peningkatan viskositas selama waktu konsentrasi ekstrak 30 % (Formula III)
penyimpanan 28 hari. Semakin besar diperoleh diameter hambat paling besar
konsentrasi ekstrak yang ditambahkan, dengan diameter 14,19 ± 0,08 mm.
maka viskositas sediaan semakin kecil. Terdapatnya kandungan alkaloid,
Viskositas sediaan meningkat disebabkan flavonoid, saponin dan tanin dalam
karena kehilangan sejumlah air dari sediaan dapat menghambat aktivitas.
sediaan (Munson, et al,. 2003). Propionibacteriun acne. Menurut
Uji Daya Sebar Krim Saraswati (2015), cara kerja alkaloid yaitu
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa menghambat bakteri dengan mengganggu
daya sebar krim ekstrak kulit pisang komponen penyusun dinding pada sel
kepok (Musa balbisiana colla) memiliki bakteri, sehingga tidak bisa meneruskan
kekentalan yang berbeda tiap formulanya aktivitas hidupnya.
dan mengalami peningkatan selama waktu

Tabel 6. Hasil pengamatan Viskositas Selama Waktu penyimpanan 28 Hari


Formula Waktu pengamatan
1 4 7 10 16 22 28
I 3043 3871 4015 4721 4743 4790 4810
II 2622 3137 3243 3250 3711 3572 3761
III 2101 2279 2373 2673 2980 3579 3661

Tabel 7. Hasil pengujian daya sebar selama waktu penyimpanan 28 hari.


Formula Beban Waktu Pengamatan
1 4 7 10 16 22 28
0 3,8 3,9 3,8 3,8 3,9 3,9 3,9
50 4,7 4,7 4,1 4,1 4 4 4
I 100 6,1 6 6 6 5,7 5,7 5,5
150 7,7 7,7 7,5 7,5 7,3 7,3 7,3
200 8,4 8,4 8,4 8,4 8,1 8,1 8,1
50 5,3 5,3 5,3 5,1 5,1 5,1 5,1
II 100 6,7 6,7 6,7 6,5 6,5 6,7 6,5
150 8,1 8,1 8,1 8 8 8 8
200 8,7 8,7 8,5 8,5 8,5 8,5 8,5
50 6,1 6,1 6,1 6,1 6 6 6
III 100 6,7 6,7 6,7 6,6 6,6 6,6 6,6
176
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

150 8,7 8,7 8,7 8,7 8,5 8,5 8,5


200 9,3 9,3 9 9 9 9 8,9

Mekanisme kerja flavonoid yaitu dengan paling baik. Pada sediaan yang ada
cara mendenaturasi protein sel bakteri dan dipasaran (La Tulipe®) yang mengandung
merusak membran sel, mekanisme kerja bahan terpinen-4 ol, salicylic acid dan
saponin yaitu dengan cara berdifusi sulfur diperoleh diameter hambat
melalui dinding sel, kemudian mengikat sebesar18,28 ± 0,06 mm. Bila
sitoplasma sehingga mengganggu dibandingkan dengan formula I, II, dan III
kesetabilan membran sel, hal ini sediaan di pasaran memiliki diameter
menyebabkan sitoplasma bocor keluar hambat yang paling besar. Diameter yang
dari sel yang mengakibatkan kematian sel, terbentuk berupa zona bening, yang
mekanisme kerja tanin yaitu dengan cara artinya bersifat membunuh, sedangkan
mengerutkan dinding sel, sehingga pada formula I, II dan III diameter
mengganggu permeabilitas sel itu sendiri. hambatnya berwarna keruh, yang artinya
Apabila ketiga formula dibandingkan, menghambat Propionibacterium acne.
maka formula III memiliki aktivitas yang

Tabel 8. Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan


Formula Diameter Hambat (mm)
Kontrol negatif 5,5 ± 0,06
I 12,57 ± 0,35
II 13,86 ± 0,39
III 14,19 ±0,08
Kontrol positif 18,28 ± 0,06

Berdasarkan hasil statistik Kruskal-Wallis (Musa balbisiana colla) memiliki aktivitas


pada pengujian aktivitas antibakteri antibakteri terhadap Propionibacterium
sediaan krim anti jerawat ekstrak etanol acne dan Semua formula memiliki
kulit pisang kepok (Musa balbisiana aktivitas antibakteri dan konsentrasi
colla) diperoleh nilai signifikasi 0,010 ekstrak 30 % merupakan formula yang
yang berarti kurang dari 0,05 menunjukan memiliki aktivitas paling tinggi.
bahwa H0 diterima, artinya ada perbedaan
DAFTAR PUSTAKA
secara sigifikan antara kontrol negatif, FI,
Anggraini, Deni., Malik, Masril., dan
FII, FIII dan kontrol positif. Maka
Susiladewi, Maria. 2011. Formulasi
dilanjutkan uji Mann-Whitney diperoleh
Krim Serbuk Getah Buah Pepaya
hasil terdapatnya perbedaan yang
(Carica papaya L) Sebagai Anti
bermakna pada formula I, II dan III.
Jerawat. Fakultas Farmasi
KESIMPULAN Universitas Andalas. Sekolah
Berdasarkan hasil penelitian yang Tinggi Ilmu Farmasi Riau.
dilakukan, diketahui kulit pisang kepok
177
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada :Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

Anisa, Juwita Puspa., Yamlean Paulina Standar Umum Ekstrak Tumbuhan


VY., Edy Hosea jaya. 2013. Obat. Jakarta: Departemen
Formulasi Krim Ekstrak Etanol Kesehatan Republik Indonesia.
Daun Lamun (Syringodium Departemen Kesehatan Republik
isoetifolium) Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia. 2014. Farmakope
Program Studi Farmasi FMIPA Indonesia Edisi V.Jakarta:
UNSRAT. Manado. ISSN 2302 – Departemen Kesehatan Republik
2493. Indonesia.
Anwar, Effionora, 2012. Eksipien dalam Departemen Kesehatan RI. 2008.
Sediaan Farmasi (Karakterisasi Farmakope Herbal Indonesia, Edisi
dan Aplikasi). Dian Rakyat : 1. Jakarta : Departemen Kesehatan
Jakarta. RI.
Chiu HL, SL Lee, CL Yeh, CT Shii and Djajadisastra, Joshita, et al., 2009.
CR Yeh. 2007. Musa balbisiana LA Formulasi Gel Topical Dari
Colla, a newly naturalized wild Ekstrak Nerii Folium Dalam
banana in Taiwan. Journal of Sediaan Anti Jerawat. Jurnal
Taiwan Agricultural Research 56, Fatmasi Indonesia Vol. 4 No. 4 Juli
215-223 (Abstract). 2009: 210-216. Universitas
De Langhe ED, Wattanachai Indonesia. Fakultas MIPA.
Yingcharoen, H Volkaert and S Dwidjoseputro, 2010.Dasar-Dasar
Piyapitchard. 2000. Biodiversity of Mikrobiologi. Penerbit Djembatan.
wild Musaceae in northern Jakarta.
Thailand. Proceedings of the 9th Febrianti M, Supriyatna, and Abdullah R.,
INIBAPASPNET Regional Advisory Kandungan Kimia Dan Aktivitas
Committee Meeting, South China
Sitotoksik Ekstrak Dan Fraksi Herba
Agricultural University,
Anting-Anting Terhadap Sel Kanker
Guangzhou, China, 2-5 November
Payudara MCF-7. JFI., Vol.7, No. 1,
1999. AB Molina and VN Roa
19-26, 2014.
(Editors), 71-82. INIBAP-
Ge XJ, MH Liu, WK Wang, BA Schaal
ASPNET.
and TY Chiang. 2005. Population
Departemen Kesehatan Republik
structure of wild bananas, Musa
Indonesia. 1995. Farmakope
balbisiana, in China determined by
Indonesia edisi IV. Jakarta:
SSR fingerprinting and cpDNA
Departemen Kesehatan Republik
PCR-RFLP. Molecular Ecology 14:
Indonesia.
933-944.
Departemen Kesehatan Republik
Herdiana, Yedi. 2007. Formulasi Gel
Indonesia. 2000. Parameter
Undesilenil Fenilalanin Dalam

178
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

Aktifitas Sebagai Pencerah Kulit, Pramasanti, T. 2008. Propionibacterium


Universitas Padjajaran Fakultas acne [onlen],
Farmasi. Jatinangor. (httpmikrobia.files.wordpress.com2
Herdiana, Yedi. 2007. Formulasi Gel 00805tri-asih-pramasanti-
Undesilenil Fenilalanin Dalam 078114019.pdf, diakses 03 Maret
Aktifitas Sebagai Pencerah Kulit 2016).
[Skripsi] Universitas Padjajaran, Purwanti, Vera. 2010. Uji Aktivitas
Fakultas Farmasi, Jatinangor. Antibakteri Penyebab Jerawat Dari
Lucyanti, Neny. 2014. Uji Efektivitas Daun Dewa (Gynura pseudochina
Antibateri Sediaan Krim Tipe M/A (Lour.) DC.). [Sekripsi] Fakultas
Dari Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Farmasi Universitas Andalas.

Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. Padang.

microcarpa) Terhadap Isolat Putranti, Ika Riska, 2013. Skrining


Fitokimia Dan Aktivitas
Propionibacterium acnes Secara In
Antioksidan Ekstrak Rumput Laut
Vitro. Naskah Publikasi Program
Sargassum duplicatum Dan
Studi Farmasi Fakultas Kedokteran
Turbinaria ornata Dari Jepara.
Universitas Tanjungpura.
[Tesis] Fakultas Perikanan Dan
Pontianak.
Ilmu Kelautan Universitas
Marwali, Harahap. 2000. Ilmu Penyakit
Diponogoro. Semarang.
Kulit. Jakarta : Hipokrates. pp. 6-
Saraswati, Faradhila Nur. 2015. Uji
14, 5.
aktivitas antibakteri ekstrak etanol
Munson, Brunce R., et al., 2003.
96% limbah kulit pisang kapok
Mekanika Fluida Edisi Keempat
kuning (Musa balbisiana) terhadap
Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
bakteri penyebab jerawat
ingsih, Ayu Putri., et al., 2013. “Uji
(Staphylococcus epidermidis,
Aktivitas Antibakteri Ekstrak
Staphylococcus aureus, dan
Kental Tanaman Pisang Kepok
Propionibacterium acne) [Skripsi]
Kuning (Musa paradisiaca Linn.)
Program Studi Farmasi Fakultas
terhadap Staphylococcus aureus
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
dan Escherichia coli”. Jurnal
Universitas Islam Negri Syarif
Biologi Universitas Andalas.
Hidayatullah. Jakarta.
Poerba, Yayu suryasari., dan Ahmad,
Sarma R, S Prasad and NK Mohan. 1995.
fajarudin. 2013. Analisa
Bhimkal, description and uses of a
Keragaman Genetik Musa
seeded edible banana of North
balbisiana Colla Berdasarkan
Eastern India. InfoMusa 4, 8.
Marka RAPD Dan ISSR* Pusat
Sotto, R.C., and RC Rabara. 2000.
Penelitian Biologi LIPI. Bogor.
Morphological diversity of Musa
179
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada :Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi
Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020

balbisiana Colla in the Philippines. Wijaya, Rizky Aris, 2013. Formulasi


InfoMusa 9, 28-30. Krim Ekstrak Lidah Buaya (Aloe
Susanti, Lina dan Kusmiyarsih, Pipid. vera) Sebagai Alternatif
2012. Formlasi Dan UJi Stabilitas Penyembuhan Luka Bakar [Skripsi]
Krim Ekstrak Etanolik Daun Bayam Program Studi Kimia Universitas
Duri (Amaranthus spinosus Negri Semarang.
L.).Fakultas Farmasi, Universitas
Setia Budi, Surakarta.

180