Anda di halaman 1dari 12

8.

TERAPI HERPES
Tujuan Pengobatan herpes yaitu untuk meredakan gejala dan untuk mempersingkat gejala
klinis, mencegah komplikasi dan kekambuhan, dan untuk menurunkan risiko penularan penyakit.
Asiklovir oral, valasiklovir, dan famsiklovir adalah pengobatan pilihan untuk out pasien dengan
herpes genital episode pertama. Perawatan tidak mencegah latensi atau perubahan frekuensi dan
tingkat keparahan kekambuhan berikutnya. Terapi antivirus oral mengurangi frekuensi dan
tingkat keparahan kekambuhan 70% sampai 80% pada pasien yang sering mengalami
kekambuhan. Acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir telah digunakan untuk mencegah
reaktivasi infeksi pada pasien seropositif untuk HSV yang menjalani prosedur transplantasi atau
kemoterapi induksi untuk leukemia akut. Keamanan asiklovir, famciclovir, dan terapi
valacyclovir selama kehamilan ditetapkan tidak aman, meskipun tidak ada bukti efek teratogenik
asiklovir pada manusia (Dipiro et, al. 2015).
A. Terapi Farmakologi
1. Acyclovir
Saat ini acyclovir masih menjadi modalitas terapi utama pada infeksi HSV tipe 1 dan 2.
Hanya saja, bioavailabilitas nya hanya sekitar 15-30% dengan pemberian per oral. Umumnya
herpes simpleks diterapi dengan preparat oral, kecuali pada infeksi HSV berat dan pasien
imunokompromais dimana acyclovir diberikan melalui jalur intravena.
Acyclovir topikal hanya diindikasikan pada herpes labialis dan herpes genitalis dengan gejala
yang ringan. Pemberian perapat topikal dalam 48 jam munculnya lesi terbukti mengurangi gejala
dan mencegah rekurensi yang parah.
Sebaiknya preparat acyclovir dihindari pemberiannya pada wanita hamil, terutama pada
kehamilan kurang dari 15 minggu. sWalaupun data beberapa studi menunjukkan umumnya tidak
ada kelainan yang ditimbulkan melalui pemberian preparat oral dan topikal acyclovir pada
wanita hamil, namun masih sedikit bukti yang menunjang keamanan pemberian acyclovir pada
massa awal kehamilan.
Untuk terapi herpes simpleks primer dapat diberikan acyclovir, 5 x 200 mg/hari per oral selama 7
hari atau Acyclovir 3 x 400 mg/hari selama 7 hari . Sedangkan pada infeksi rekuren dapat
diberikan acyclovir 5 x 200 mg/hari per oral selama 5 hari atau Acyclovir 3 x 400 mg/hari
selama 5 hari. Dosis perlu disesuaikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal (McGregor
SP. 2018; KemenKes RI, 2016; Sauerbrei A, 2016; Patul Rajul et al. 2017).
2. Valacyclovir
Valacyclovir adalah prodrug ( L-valyl ester) dari acyclovir. Setelah diminum, kemudian obat
diubah menjadi acyclovir oleh enzim hepar valacyclovir hydrolase. Oral valacyclovir memiliki
bioavailabilitas 54 %, mampu mencapai metabolit aktif 3 sampai 4 kali lebih tinggi dari pada
acyclovir oral. Sehingga pemberiannya dapat lebih dijarangkan dan berhubungan dengan
pengurangan efek samping.
Valacyclovir tidak direkomendasikan sebagai terapi pilihan pada anak dan remaja karena
efektivitas dan keamanannya belum dipelajari secara adekuat dalam kelompok usia tersebut. Hal
ini juga berlaku pada pasien hamil, karena belum ada bukti yang cukup mengenai efek terhadap
wanita hamil.
Untuk terapi herpes simpleks genital primer, dapat diberikan valacyclovir 2 x 500 mg/hari
per oral selama 7 hari. Pada kasus rekuren dapat diberikan valacyclovir 2 x 500 mg/hari per oral
selama 5 hari.
Pada tatalaksana orolabial herpes, pada pasien imunokompeten rekomendasi saat ini adalah
oral valacyclovir 2 gram dua kali sehari untuk satu hari saja. Untuk pasien dengan
imunokompromais, dosisnya adalah oral valacyclovir 500 mg dua kali sehari (Patul Rajul et al.
2017; KemenKes RI, 2016; Sauerbrei A, 2016)..

3. Famsiklovir
Famsiklovir adalah bentuk inaktif dari diacetyl ester, prodrug dari Penciclovir.
Bioavailabilitas Famsiklovir adalah 77 % setelah pemberian peroral. Famsiklovir juga tidak
direkomendasikan pemberiannya pada anak-anak, remaja, pasien imunokompromais kurang dari
25 tahun, serta wanita hamil.
Famsiklovir 250 mg per oral tiga kali sehari selama 7–10 hari dapat diberikan sebagai terapi
herpes genitalis primer. Untuk infeksi rekuren famsiklovir 250 mg per oral dua kali sehari dapat
menjadi alternatif (Saleh et,al. 2019; CDC. 2015; Patul Rajul et al. 2017).

 Kasus Infeksi Berat


Terapi acyclovir intravena diindikasikan pada kasus infeksi HSV berat atau dengan
komplikasi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit contohnya (pneumonitis atau
hepatitis), atau pada herpes simpleks dengan komplikasi sistem saraf pusat (ensefalitis).
Rekomendasi yang dianjurkan adalah acyclovir 5–10 mg/kg IV tiap 8 jam selama 2–7 hari
hingga perbaikan klinis terlihat. Selanjutnya dilanjutkan dengan antiviral terapi peroral sampai
setidaknya 10 hari (CDC. 2015).

 Herpes Genital Rekuren pada Ibu Hamil


Rekomendasi regimen sebagai terapi supresif pada wanita hamil dengan herpes genital
rekuren adalah acyclovir 400 mg per oral tiga kali sehari atau valacyclovir 500 mg dua kali
sehari. Terapi dimulai pada usia kehamilan 36 minggu. Hal ini penting karena risiko transmisi
infeksi pada neonatus dari ibu yang terinfeksi cukup tinggi (30%–50%) (CDC. 2015).
Rekomendasi pengobatan khusus disajikan pada Tabel 8-1 (Dipiro et, al. 2015)
Table 8-1 Pengobatan Herpes Genital
Tipe Infeksi Regimen yang direkomendasikan a,b Regimen alternatif
Episode Klinik Asiklovir 400 mg PO tiga kali sehari selama 7– Asiklovir 5–10 mg /
Pertama Herpis 10 hari, d kg IV setiap 8 jam
Genital c atau selama 2-7 hari atau
Asiklovir 200 mg PO lima kali sehari selama 7– sampai perbaikan
10 hari, d klinis terjadi, diikuti
atau dengan terapi oral
Famciclovir 250 mg PO tiga kali setiap hari untuk menyelesaikan
selama 7–10 hari, d setidaknya 10 hari dari
atau total terapi e
Valacyclovir 1 g PO dua kali sehari untuk 7–10
hari d
Infeksi Rekuren ko
Terapi Episodik Asiklovir 400 mg PO tiga kali sehari selama 5
harif
atau
Asiklovir 800 mg PO dua kali sehari untuk 5
harif
atau
Asiklovir 800 mg PO tiga kali sehari selama 2
hari, f
atau
Famciclovir 125 mg PO dua kali sehari untuk 5
hari, f
Atau
Famciclovir 1 g PO dua kali sehari selama 1
hari,f
atau
Famciclovir 500 mg PO sekali, diikuti dengan
250 mg PO dua kali sehari selama 2 hari, f
atau
Valacyclovir 500 mg PO dua kali sehari selama
3 hari, f
atau
Valacyclovir 1 g PO 1 x / hr selama 5 hari f
Terapi Supresif Asiklovir 400 mg PO dua kali sehari,
atau
Famciclovir 250 mg PO dua kali sehari,
atau
Valacyclovir 500 mg atau 1.000 mg PO
sekali sehari g
Keterangan:
CDC, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit; HIV, virus human immunodeficiency; PO, secara lisan.
a, Rekomendasinya adalah dari CDC.
b, Pasien yang terinfeksi HIV membutuhkan terapi yang lebih agresif.
c, Episode pertama primer atau nonprimer.
d, Durasi pengobatan dapat diperpanjang jika penyembuhan tidak sempurna setelah 10 hari.
e, Hanya untuk pasien dengan gejala berat atau komplikasi yang memerlukan rawat inap.
f, Membutuhkan inisiasi terapi dalam waktu 24 jam setelah onset lesi atau selama prodrome yang mendahuluinya
beberapa wabah.
g, Valacyclovir 500 mg tampaknya kurang efektif dibandingkan rejimen valacyclovir dan asiklovir lain pada pasien
dengan 10 atau lebih kekambuhan per tahun.

B. Terapi Non Farmakologi


Tindakan paliatif dan suportif adalah landasan terapi untuk pasien dengan genital herpes
(herpes umum). Untuk mengurangi nyeri yang ditimbulkan oleh herpes, cara-cara ini dapat
dilakukan selama masa penyembuhan herpes, antara lain:
 Mengonsumsi obat pereda nyeri
 Mandi dengan menggunakan air suam
 Kompres dengan air hangat atau atau air dingin pada kulit yang terkena
 Menggunakan pakaian dalam berbahan katun
 Menggunakan pakaian longgar
 Menjaga area koreng tetap kering dan bersih
C.Efek Samping
1.Acyclovir
Indikasi penggunaan acyclovir adalah mengobati herpes simplek genital, herpes labialis, herpes
zoster,VHS ensefalitis,VHS neonatal, VHS mukokutan pada pasien yang memiliki respon imun
yang diperlemah atau immunocompromised, dan varicella-zoster.
Acyclovir memiliki efek samping pada sistem saraf pusat; dilaporkan terjadi malaise sekitar
12%, sakit kepala 2%,gangguansistempencernaan berupa mual 2-5%, muntah 3%, diare 2-3%
(Herlina dkk ,2014)
2.Valasiklovir
Asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir merupakan obat untuk infeksi HSV dan VZV yang
dapat menyebabkan toksisitas dalam penggunaannya. Toksisitas asiklovir sangat sedikit, profil
keamanan baik. Kadang-kadang toksisitas terjadi pada ginjal karena obat diekskresikan melalui
ginjal. Dosis mungkin memerlukan penyesuaian pada pasien gagal ginjal. Sedangkan
valasiklovir dan famsiklovir memiliki toksisitas yang sama dengan asiklovir (Goura dan Tim,
2009). Dalam penelitian double-blind, pasien sebanyak 398 orang yang mengkonsumsi
valasiklovir ditemukan efek samping umum berupa sakit kepala (10%), mual (4%), diare (3%),
dan kelelahan (1,5%) (Leone, 2002).
3.Famciklovir
Famciclovir 250mg, Efek samping obat, sakit kepala dan mual. (ISO Vol 51,2018)
Pemberian obat antivirus dalam 72 jam setelah awitan HZ akut dapat menurunkan intensitas dan
durasi NPH. Hal ini disebabkan karena pemberian antivirus pada awal terapi dapat menurunkan
kerusakan saraf akibat infeksi HZ.Namun bukti terkini menunjukkan pasien akan tetap
mendapatkan keuntungan dariobat antivirus walaupun terapi diberikan terlambat lebih dari 3
hari(Leone,2002).
D.Interaksi
Obat Mayor Moderat Minor Keterangan

Acyclovir -Cidofovi -Adefovir Aminofilin Mayor


-Diatrizoat -Balsalazide memantine -Cidofovir,diatrizoat,everolimus,
- -cladribine mikofenolat inotersen,iodamida,iodipamide,iodixan
everolimu -clofarabine mofetil ol,iohexol,iopamidol,iopromida,iothal
s -siklosporin asam amate,ioversol,ioxaglate,ioxilan,metriz
-inotersen -entecavir mikofenolat amide,sirolimus,tacrolimus,temsirolim
-iodamida -etotoksin oxtriphyllin us,tenofovir,tenofovir alafenamide
iodipamid -fosphenytoin e (dapat menyebabkan masalah ginjal,
e -givosiran probenesid dan menggabungkannya dengan obat
iodixanol -ifosfamid teofilin lain yang juga dapat mempengaruhi
iohexol -litium zidovudine ginjal seperti asiklovir dapat
iopamidol -meperidin meningkatkan risiko tersebut.
iopromida -mephenytoin -tiZANidine
iothalamat -mesalamine Asiklovir secara bermakna dapat
e -olsalazine meningkatkan kadar dan efek
ioversol.dl -pemetrexed tiZANidine dalam darah pada
l -fenitoin beberapa pasien. Hal ini dapat
ioxaglate -plazomisin menyebabkan tekanan darah turun
ioxilan -ramelteon secara berlebihan, terutama saat Anda
metrizami -remdesivir bangkit dari posisi duduk atau
de -sulfasalazine berbaring.
sirolimus -talimogen -vaksin virus varicella, vaksin zoster
tacrolimus laherparepve hidup (Obat antivirus seperti asiklovir
temsirolim c dapat mengurangi aktivitas vaksin)
us.dll -trospium -disfungsi ginjal
tenofovir -dehidrasi Asiklovir terutama dieliminasi oleh
tenofoviral -hemodialisis ginjal. Pasien dengan gangguan ginjal
afenamide - mungkin berisiko lebih besar untuk
vaksin Neurotoksisit neuro- dan nefrotoksisitas (termasuk
virus as kerusakan lebih lanjut dalam fungsi
varicella ginjal, kerusakan tubular dan gagal
vaksin ginjal akut) dari asiklovir karena
zoster penurunan klirens obat. Terapi dengan
hidup- asiklovir harus diberikan dengan hati-
disfungsi hati pada pasien dengan gangguan
ginjal ginjal. Penyesuaian dosis dianjurkan
pada pasien dengan disfungsi ginjal
sedang sampai berat.
Moderat
- Adefovir, Balsalazide, cladribine
Clofarabine,siklosporin,entecavir,etoto
ksin,givosiran,ifosfamid,litium,meperi
din,mephenytoin,mesalamine,olsalazin
e,pemetrexed,fenitoin,plazomisin,rame
lteon remdesivir,sulfasalazine
, (dapat meningkatkan kadar darah
atau menambah efek samping dari
kedua obat tersebut.)
-fosphenytoin
Kombinasi ini dapat memengaruhi
kadar fosphenytoin dalam tubuh.
-talimogen laherparepvec(dapat
mengurangi keefektifitan talimogen
laherparepvec dalam tubuh)
-trospium
Dapat meningkatkan tingkat darah dan
efek dari kedua obat .
-Hemodiliasis
Asiklovir terutama dieliminasi oleh
ginjal. Pasien dengan gangguan ginjal
mungkin berisiko lebih besar untuk
neuro- dan nefrotoksisitas (termasuk
kerusakan lebih lanjut dalam fungsi
ginjal, kerusakan tubular dan gagal
ginjal akut) dari asiklovir karena
penurunan klirens obat. Terapi dengan
asiklovir harus diberikan dengan hati-
hati pada pasien dengan gangguan
ginjal. Penyesuaian dosis dianjurkan
pada pasien dengan disfungsi ginjal
sedang sampai berat.
Minor
Informasi untuk interaksi kecil ini
hanya tersedia di tingkat membaca
profesional.
Valacyclovi cidofovir Adefovir simetidin Mayor
r diatrizoate amikacin memantine Cidofovirdiatrizoate,everolimus,inoter
everolimu amikacin mikofenolat sen,iodamide,iodipamide,iodixanol,ioh
s liposom mofetil exol,iopamidol,iopromide,iothalamate
inotersen balsalazide asam Ioversol,ioxaglate,ioxilan,metrizamide
iodamide carboplatin mikofenolat Sirolimus,tacrolimus,temsirolimus,ten
iodipamid cisplatin probenesid ofovir,tenofovir alafenamide(dapat
e cladribine zidovudine. menyebabkan masalah ginjal, dan
iodixanol clofarabine dll menggabungkannya dengan obat lain
iohexol cyclosporine yang juga dapat mempengaruhi ginjal
iopamidol entecavir seperti asiklovir dapat meningkatkan
iopromide foscarnet risiko tersebut.
iothalamat gentamicin Moderat
e givosiran -Adefovir
ioversol ipodate Menggunakan valACYclovir bersama
ioxaglate meperidine dengan adefovir dapat meningkatkan
ioxilan mesalamine kadar darah atau menambah efek
metrizami methotrexate samping dari salah satu pengobatan.
de neomycin - Cladribine
sirolimus netilmicin dapat mengurangi keefektifan
tacrolimus olsalazine cladribine, meskipun ini belum
temsirolim oxaliplatin dipelajari secara ekstensif.
us paromomycin -amikacin,amikacin
tenofovir pemetrexed liposom,balsalazide,carboplatin,cisplat
tenofovir pentamidine in, clofarabine,cyclosporine( dapat
alafenami plazomicin menyebabkan kerusakan pada ginjal,
de remdesivir dan menggunakannya dengan obat lain
vaksin streptomycin yang juga dapat mempengaruhi ginjal
virus sulfasalazine seperti amikacin dapat meningkatkan
varicell talimogene risiko tersebut.)
vaksin laherparepve Minor
zoster c Informasi untuk interaksi kecil ini
hidup tobramycin hanya tersedia di tingkat membaca
gangguan trospium profesional.
ginjal hemodialysis
TTP /
HUS

Famciclovir vaksin Cladribine digitoksin Minor


virus entecavir probenesid -vaksin virus varicella, vaksin zoster
varicella pemetrexed hidup (Obat antivirus seperti asiklovir
vaksin penyakit hati dapat mengurangi aktivitas vaksin)
zoster -Disfungsi Ginjal
hidup metabolit antivirus aktif dari
disfungsi famciclovir, terutama dieliminasi oleh
ginjal ginjal. Gagal ginjal akut telah
dilaporkan pada pasien dengan
penyakit ginjal yang mendasari yang
tidak menerima pengurangan dosis
yang tepat. Penyesuaian dosis
direkomendasikan untuk pasien
dengan gangguan ginjal sedang
sampai berat (CrCl <60 mL / menit)
Moderat
-Pemetrexed
Famciclovir dapat meningkatkan kadar
PEMEtrexed dalam darah.
-Cladribin
dapat mengurangi keefektifan
cladribine.
-Entecavir
Menggunakan entecavir bersama
dengan famciclovir dapat
meningkatkan tingkat darah dari salah
satu atau kedua obat.
Minor
Informasi untuk interaksi kecil ini
hanya tersedia di tingkat membaca
profesional.

Dapus
Ikatan Apoteker Indonesia. 2018. ISO (Information Spesialite Obat Indonesia, Volume 51 2017-
2018. Jakarta : PT ISFI Penerbitan.

Center for Disease Control and Prevention . 2015. Genital HSV Infections. 2015 Sexually
Transmitted Diseases Treatment Guidelines.
DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and DiPiro C. V. 2015. Pharmacotherapy
Handbook, Ninth Edit., McGraw-Hill Education Companies, Inggris.
Herlina, dkk ,2014 .Management of recurrent herpes simplex labialis.Universitas
Hasanuddin.Makassar.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi
Menular Seksual .
Leone PA, Trottier S, Miller JM, 2002. Valacyclovir for episodic treatment ofgenital herpes: a
shorter 3-day treatment course compared with 5-day treatment. Clin Infect Dis;
34(7):958–62.
McGregor SP. 2018. Dermatologic Manifestations of Herpes Simplex Differential Diagnoses.
Patul Rajul et al. 2017. European guidelines for the management of genital herpes. International
Journal of STD & AIDS 0 (0) 1–14.
Saleh,Dahlia and Sharma Sandeep. 2019. Herpes Simplex Type 1.
Sauerbrei A. 2016. Herpes Genitalis: Diagnosis, Treatment and Prevention. Geburtshilfe
Frauenheilkd; 76 (12): 1310–1317.