Anda di halaman 1dari 6

INDEPT, Vol 1, No.

3, Oktober 2011 ISSN 2087 - 9240

WEB 3.0: TEKNOLOGI WEB MASA DEPAN


Ananto E. Prasetiadi, ST., MT
Dosen Tetap Teknik Elektro
Universitas Nurtanio Bandung
Email : ananto.prasetiadi@yahoo.com

Abstrak – Seperti yang telah kita ketahui bersama, perkembangan teknologi internet semakin pesat
akhir-akhir ini. Di masa yang akan datang, diprediksi bahwa akan terbentuk generasi baru dari web,
yaitu Web 3.0. Berbeda dengan teknologi web yang ada sekarang, internet akan semakin pintar pada
Web 3.0. Bahkan, browser pada Web 3.0 dapat menjadi asisten pribadi kita yang dapat membantu
pencarian informasi di dunia maya. Dalam tulisan ini, akan dibahas mengenai Web 3.0, yaitu sejarah
perkembangannya, tren teknologi, serta tantangan ke depannya.

1. Latar Belakang Dengan banyaknya pengguna di dunia,


Pada zaman sekarang ini, dunia internet akan semakin berpengaruh di dalam
teknologi telekomunikasi dan informasi (TIK) kehidupan sehari-hari. Dengan hanya
berkembang dengan pesat. Salah satu pemicu menggunakan search engine seperti Google,
utamanya adalah perkembangan terknologi kita dapat memperoleh berbagai macam
internet yang banyak dipergunakan oleh informasi. Selain itu, kegiatan ekonomi akan
penduduk dunia. Di Indonesia sendiri, pengguna semakin mudah dengan adanya teknologi
internet mencapai 25 juta di tahun 2009 dan internet. Bahkan, menurut Wikipedia, internet
menempati peringkat ke-5 di Asia [1]. lebih identik terhadap penyebaran ilmu
pengetahuan dan informasi dibandingkan
dengan buku dan perpustakaan [2].
Salah satu bagian yang menarik dari
internet adalah web. Melalui web, kita dapat
mengakses informasi tidak hanya berupa teks,
melainkan juga suara, gambar, video, dan
animasi. Web sendiri sebenarnya merupakan
kumpulan dokumen yang sangat banyak yang
berada pada komputer server (web server).
Server-server ini tersebar di lima benua,
termasuk Indonesia, dan terhubung menjadi
satu melalui jaringan internet [3].
Kebutuhan dan kebiasaan pengguna
internet (web) selalu berubah-ubah dan
cenderung bertambah. Jika dahulu cukup
Gambar 1. Penggunaan Internet di Asia [1] dengan hanya mencari informasi tertentu,
akhir-akhir ini interaksi sosial di dunia maya

1
INDEPT, Vol 1, No. 3, Oktober 2011 ISSN 2087 - 9240

sudah menjadi suatu kebutuhan. Hal ini dapat glimmerings of Web 2.0 are beginning to
dilihat dari maraknya penggunaan situs-situs appear, and we are just starting to see how that
jejaring social, seperti Facebook, Twitter, embryo might develop. The Web will be
Friendster, dan sebagainya. Generasi web yang understood not as screenfulls of text and
seperti ini disebut era Web 2.0 [4]. graphics but as a transport mechanism, the
Di masa yang akan datang, tren ether through which interactivity happens. It
penggunaan internet akan berubah lagi will [...] appear on your computer screen, [...] on
sehingga dibutuhkan teknologi web yang lebih your TV set [...] your car dashboard [...] your cell
maju lagi. Teknologi ini adalah Web 3.0, di mana phone [...] hand-held game machines [...] maybe
web browser kita seolah-olah berperan seperti even your microwave oven.”
asisten pribadi kita di mana kita bisa Meskipun demikian, istilah Web 2.0
berkonsultasi dan berkomunikasi dengannya mulai muncul ke permukaan ketika Tim O’Reilly
[5]. Jadi, tidak perlu heran ketika nantinya Web dari O’Reilly Media mengadakan konferensi
3.0 berkembang, web browser dapat menjawab Web 2.0 pertama kalinya di tahun 2004. Pada
pertanyaan-pertanyaan kita, bahkan untuk hakikatnya, Web 2.0 menggambarkan aplikasi
model pertanyaan seperti, “Di mana sebaiknya web yang memungkinkan kita untuk berbagi
saya makan siang hari ini?” Dalam tulisan ini, informasi, interoperability, user-centered
akan dibahas lebih lanjut mengenai Web 3.0. design, dan berkolaborasi. Intinya, user
dimungkinkan untuk berkontribusi terhadap
2. Perkembangan Teknologi Sebelum Web 3.0 konten informasi yang tersedia dalam web. Hal
2.1 Web 1.0 ini berbeda dengan Web 1.0, di mana user
Istilah Web 1.0 sebenarnya merupakan hanya menjadi pengguna pasif yang hanya
retronim, maksudnya istilah ini tidak ada menelan informasi pada website tertentu.
sebelum booming-nya era Web 2.0 pada tahun Sebagai contoh ,dapat dilihat perbedaan cara
2004. Ciri-ciri Web 1.0 adalah sebagai berikut kerja enskiolpedia Britannica Online (perwakilan
[6]. Web 1.0) dan Wikipedia (perwakilan Web 2.0).
1. Web pages bersifat statik, di mana website Ensiklopedia Britannica Online menampilkan
hanya bersifat “read-only” sehingga terjadi artikel yang dibuat oleh pakar di bidang masing-
komunikasi satu arah. Pembaca hanya masing untuk dipublikasikan secara periodik,
dapat menerima informasi, tanpa sedangkan Wikipedia mempercayai user
berpartisipasi dalam memberikan anonymous untuk membuat atau merubah
infromasi. konten kapan saja. Selain Wikipedia, contoh
2. Penggunaan frameset, yaitu tampilan aplikasi Web 2.0 lainnya adalah komunitas
beberapa buah web page dalam satu berbasis web, situs jejaring sosial (Facebook,
window. Twitter, dll.), video sharing (seperti youtube),
3. Penggunaan tag HTML seperti <blink> dan blog, dan masih banyak lagi [7].
<marquee> Berikut ini adalah beberapa karakteristik
4. Adanya fitur buku tamu online Web 2.0 [5].
5. Penggunaan button dengan format GIF, 1. Pengguna web dapat mengubah isi web
biasanya 88 x 31 untuk promosi produk page, seperti pada Wikipedia (contoh
sebelumnya).
2.2 Web 2.0 2. Penggunaan web page untuk berhubungan
Istilah Web 2.0 diperkenalkan oleh dengan user lain, seperti pada situs
Darcy DiNucci dalam artikelnya yang berjudul Facebook atau MySpace yang booming
“Fragmented Future”, yaitu [7]: karena pengguna mudah untuk menjalin
“The Web we know now, which loads into a silaturahmi dengan rekannya, bahkan
browser window in essentially static screenfulls, dengan teman-teman lama yang sudah
is only an embryo of the Web to come. The first lama tidak dijumpai.

2
INDEPT, Vol 1, No. 3, Oktober 2011 ISSN 2087 - 9240

3. Share content yang cepat dan efisien, yang dituju, penginapan, trasnportasi, dan
seperti YouTube, dimana member dapat sebagainya. Dengan menggunakan
membuat video dan mengunggahnya, lalu teknologi web (search engine), kita dapat
orang lain dapat melihat video tersebut mencari lokasi, penginapan, serta
dalam waktu yang relatif cepat setelah transportasi yang sesuai dengan kondisi
pengunggahan video (dapat kurang dari 1 keuangan kita, tentunya sebisa mungkin
jam). tanpa mengurangi kenyamanan kita dalam
4. Cara baru untuk mendapatkan informasi, berekreasi. Pencarian informasi ini
yaitu Really Simple Syndication (RSS). memakan waktu yang cukup lama, kadang-
Dengan menggunakan RSS, user dapat kadang sampai beberapa jam. Dengan
menerima notifikasi apabila suatu web adanya teknologi Web 3.0, pencarian ini
page ter-update. dilakukan oleh internet itu sendiri. Browser
5. Koneksi internet tidak terbatas melalui menganalisis data-data yang didapatkan
komputer, tetapi juga dapat melalui dan menampilkan hasil analisisnya ke user.
perangkat lain, seperti telepon seluler. Hal ini tentu akan lebih praktis.
2. Misaklan kita memasukkan keyword
3. Overview Web 3.0 “Jupiter” di search engine, apa yang akan
Dengan boomingnya Web 2.0, para muncul? Ternyata ada banyak
pakar internet mulai berpikir untuk kemungkinan, misalnya artikel tentang
mengembangkan generasi selanjutnya dari Web sebuah planet yang bernama Jupiter atau
2.0, yaitu Web 3.0. Konsep Web 3.0 pertama salah satu produk kendaraan bermotor.
kali diperkenalkan pada tahun 2001, yaitu saat Search engine hanya menampilkan daftar
Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, website yang mengandung keyword
menulis sebuah artikel ilmiah yang tersebut, namun tidak mengetahui apakah
menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah hasil pencarian tersebut relevan atau tidak
sarana bagi mesin untuk membaca halaman- dengan yang kita inginkan. Dengan adanya
halaman Web. Hal ini berarti bahwa mesin akan Web 3.0, search engine dapat menganalisis
memiliki kemampuan membaca Web sama konteks dari keyword yang kita masukkan,
seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini yaitu apakah tentang sebuah planet atau
[8]. kendaraan bermotor.
Sebenarnya, definisi Web 3.0 masih 3. Setiap user mempunyai profil internet yang
belum jelas [9]. Beberapa pakar berpendapat unik berdasarkan catatan kebiasaan kita
bahwa browser dapat menjadi asisten pribadi ketika mengakses internet. Web 3.0
user yang mengetahui segala sesuatu tentang memanfaatkan history ini ketika kita
user tersebut dan dapat mencari berbagai melakukan searching. Artinya, ketika dua
informasi di internet untuk menjawab orang yang berbeda melakukan searching
pertanyaan yang kita ajukan. Sehingga tidak dengan keyword yang sama, hasil yang
salah jika ada yang menganggap bahwa Web 3.0 ditampilkan kemungkinan dapat berbeda,
ibarat database raksasa. Dalam Web 3.0, sesuai dengan rekaman browsing masing-
internet digunakan untuk membuat koneksi masing pengguna internet.
dengan informasi, sementara di Web 2.0
biasanya internet digunakan untuk berkoneksi 4. Tren Teknologi di Era Web 3.0
dengan teman kita. Web 3.0 tentunya memiliki teknologi
Berikut ini adalah beberapa gambaran tentang yang mendukung implementasinya. Teknologi
Web 3.0 [5]. tersebut kemungkinan adalah sebagai berikut.
1. Misalnya kita ingin pergi berlibur ke sebuah
pantai dengan anggaran yang terbatas.
Untuk itu, kita perlu menentukan lokasi

3
INDEPT, Vol 1, No. 3, Oktober 2011 ISSN 2087 - 9240

4.1 Application Programming Interface (API) 2. Orang tua : satu generasi langsung di
dan Mashup [5] atas seseorang
API merupakan sebuah interface yang 3. Kakak/adik : seseorang yang memiliki
diimplementasikan dengan menggunakan orang tua yang sama dengan seseorang
software sehingga software tersebut dapat 4. Keponakan : anak dari kakak/adik
berinteraksi dengan software lain, seperti seseorang
halnya user interface yang memungkinkan user 5. Bibi/Paman : kakak/adik orang tua
untuk berinteraksi dengan komputer [10]. seseorang
Dengan demikian, developer sebuah aplikasi 6. Sepupu : anak dari paman/bibi
dapat memanfaatkan aplikasi lain, seperti game seseorang
yang memanfaatkan API Facebook (misalnya Agar Web Semantik dapat lebih efektif,
Farmville, dsb.). API memungkinkan untuk ontologi harus mendetail dan komprehensif.
menggabungkan beberapa aplikasi ke dalam Menrurut Berbers-Lee, ontologi akan muncul
suatu aplikasi baru yang disebut Mashup. dalam bentuk metadata, yaitu informasi yang
Sebagai contoh, ada sebuah aplikasi yang terkandung dalam kode halaman web yang
memungkinkan user melakukan review tidak dapat dilihat oleh manusia, namun dapat
terhadap beberapa rumah makan. Seorang dibaca oleh komputer.
developer dapat menggabungkan program ini Proses pembangunan ontologi ini
dengan Google Maps sehingga aplikasi mashup merupakan pekerjaan yang berat dan memakan
ini memungkinkan user untuk melihat review waktu. Di sisi lain, beberapa orang dengan
rumah makan sambil mengetahui lokasinya. senang hati memberi label atau tag pada objek
web atau informasi tertentu. Sebagai contoh,
4.2 Web Semantik [5],[9] ada beberapa blog dan situs photo sharing yang
Web semantik ini merupakan konsep menggunakan tag sehingga akan lebih mudah
yang cukup penting dalam Web 3.0. Bahkan ada untuk mengklasifikasikan informasi. Bahkan,
yang menyebut Web 3.0 sebagai Web Semantik Google sampai membuat permainan tentang
itu sendiri. Konsep ini diperkenalkan oleh Tim masalah tag ini [11]. Dengan adanya berbagai
Berners-Lee. Semantik sendiri merupakan macam tag dan label ini, Web 3.0 dapat
cabang linguistik yang mempelajari makna yang mencari informasi yang relevan dan
terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis memberitahukan hasilnya ke user.
representasi lain. Jadi, dengan Web Semantik Walaupun masih belum sepenuhnya
ini, komputer dapat menginterpretasikan direalisasikan, Web 3.0 telah memiliki beberapa
informasi pada suatu web page dengan standar operasional untuk bisa menjalankan
menggunakan suatu agen software yang akan fungsinya dalam menampung metadata,
menjelajahi web untuk mencari informasi yang misalnya Resource Description Framework (RDF)
relevan. Software ini dapat melakukan hal dan the Web Ontology Language (OWL). Konsep
tersebut karena web semantik memiliki Web Semantik metadata juga telah dijalankan
kumpulan informasi yang disebut sebagai pada Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar
ontologi. Ontologi adalah sebuah file yang Networks, dan sebuah development platform,
mendefinisikan hubungan dalam kumpulan Jena, di Hewlett-Packard.
istilah.
Sebagai contoh, perhatikan istilah “sepupu” 4.3 Tampilan Web 3 Dimensi [9]
yang merupakan hubungan kekeluargaan antara Berbicara tentang Web 3.0 berarti
dua orang yang berbeda dengan kakek atau membicarakan kemampuan internet yang
nenek yang sama. Ontologi mendefinisikan semakin cerdas. Namun, beberapa pakar
hubungan kekeluargaan sebagai berikut. melewatkan satu hal yang mungkin cukup
1. Kakek/nenek : dua generasi langsung di penting dalam perkembangan teknologi web ke
atas seseorang (subyek) depannya, yaitu tampilan 3 dimensi dari web

4
INDEPT, Vol 1, No. 3, Oktober 2011 ISSN 2087 - 9240

[12]. Tampilan 3 dimensi ini mayoritas 4.6 Ubiquitous Web [9]


berhubungan dengan pembuatan dunia virtual Maksudnya, teknologi Web 3.0 hadir di
3 dimensi, seperti di situs Second Life mana-mana dalam kehidupan, misalnya di
(http://secondlife.com/) yang telah memiliki 13 komputer, di telepon seluler, dan bahkan dapat
juta akun dan 38 ribu user yang log in pada saat saja muncul di furniture, pakaian, perkakas, dan
yang bersamaan. Aplikasi ini memungkinkan sebagainya. Dengan demikian, seseorang akan
user untuk hidup di dunia virtual yang tidak selalu terhubung ke internet. Sebagai contoh,
pernah mereka rasakan di kehidupan nyata. jendela dan pintu terhubung ke internet
Penduduk dunia virtual dapat menjelajah, sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh,
bertemu dengan penduduk dunia virtual misalnya dapat menutup diri sendiri ketika
lainnya, bersosialisasi, berpartisipasi dalam hujan. Terkait pembahasan dari bab
suatu grup, dan lain-lain. Interaksi sosial dalam sebelumnya tentang profil pengguna internet,
dunia virtual terjadi melalui pesan teks, audio, secara otomatis peralatan di rumah dapat juga
ataupun video [9]. “mengetahui” kebiasaan-kebiasaan kita [9].

4.4 Web yang Bersifat Media-Sentris [9] 5. Tantangan ke Depan [9]


Hal ini merujuk pada penggunaan suatu 5.1 Kemungkinan Gagalnya Web 3.0 [9]
objek media untuk mencari media lain. Di masa Kesuksesan suatu teknologi baru sangat
depan, search engine akan menjadikan media, diperngaruhi oleh cara teknologi tersebut
misalnya gambar, sebagai input untuk mencari menampilkan diri ke user. Beberapa hal yang
suatu informasi. Misalnya, kita ingin mencari perlu diperhatikan terkait dengan hal ini adalah
sebuah kapal dengan fitur tertentu, kita cukup masalah user interface, yaitu Web 3.0 harus
memasukkan gambar kapal ke search engine, mudah digunakan oleh user dan
lalu search engine akan menampilkan gambar interoperabilitas yang perlu diperhatikan
kapal dengan fitur yang sama. Hal ini juga dapat sehingga kebutuhan user terpenuhi [9].
diaplikasikan pada media lain, seperti audio dan
video. Beberapa situs yang telah memanfaatkan 5.2 Masalah Privasi dan Keamanan [9]
hal ini adalah http://riya.com yang secara Dengan semakin besar pengaruh
otomatis men-tag sebuah gambar dengan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari,
menggunakan fitur pengenalan wajah dan masalah privasi dan keamanan dalam dunia
http://like.com yang melakukan pencarian maya menjadi suatu hal yang penting. Misalkan
suatu produk dengan menggunakan gambar browser Web 3.0 mendapatkan informasi
yang mirip. Lebih lanjut lagi, sistem harus tentang kita dari kebiasaan browsing, orang lain
semakin canggih, misalnya dapat mengenali dapat saja mempelajari kehidupan kita dengan
gerakan tangan, suara, wajah orang, mood, dan memperhatikan kebiasaan browsing kita.
sebagainya. Dengan demikian, hal ini dapat Seseorang dapat saja mencari informasi pribadi
mendukung terjadinya interaksi sosial dalam kita di web dan tentunya aktivitas serta data
dunia maya [9]. pribadi kita akan menjadi konsumsi publik [5].
Pada zaman sekarang ini saja, masalah
4.5 Web Sosial [9] privasi ini sudah sulit untuk dikontrol. Padahal,
Web sosial ini mendeskripsikan user perlu untuk mengetahui dan mengontrol
bagaimana pengguna dapat saling bersosialisasi informasi privat apa saja yang diperbolehkan
atau berinteraksi satu sama lain melalui web. untuk diterbitkan di web. Oleh karena itu, Web
Meskipun konsep ini sudah ada di Web 2.0, 3.0 perlu memperhatikan masalah ini dan
bidang ini akan terus berevolusi seiring dengan mengatur bagaimana seharusnya interaksi
perkembangan teknologi web itu sendiri antara manusia – komputer terjadi.
sehingga perlu diperhitungkan dalam
memprediksi evolusi next generation web [9].

5
INDEPT, Vol 1, No. 3, Oktober 2011 ISSN 2087 - 9240

5.3 Masalah Sosial, Etika, dan Budaya [9] 7. Referensi


Berbagai masalah yang berkaitan dengan [1]. Internet World Stats, [Online documents],
hal ini dapat dilihat sebagai berikut. [Cited: May 18, 2010]
1. Dengan semakin pintarnya komputer, http://www.internetworldstats.com/stats
manusia mungkin dapat dikendalikan oleh 3.htm
mesin, seperti yang ditunjukkan oleh film- [2]. Internet, [Online documents], [Cited: May
film science fiction ala Hollywood, seperti 18, 2010]
The Matrix. Ini merupakan salah satu http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
perkiraan yang cukup ekstrim. [3]. Web, [Online documents], [Cited: May
2. Manusia semakin sulit untuk bersosialisasi 18, 2010]
dengan sesamanya di dunia nyata karena http://id.wikipedia.org/wiki/Web
terjebak di dalam dunia maya yang tidak [4]. Bambang Dwi Atmoko, "Setelah Web 2.0,
realistis. Artinya, terjadi pergeseran budaya Kini Giliran Web 3.0" [Online document],
dari generasi pendahulu yang lebih [cited: May 18, 2010],
menekankan interaksi antar manusia. http://netsains.com/2007/07/setelah-
Selain itu, manusia akan menjadi kurang web-20-kini-giliran-web-30/
percaya diri karena lebih percaya pada [5]. Jonathan Strickland, "How Web 3.0 Will
komputer. Work," [Online document], [cited: May
18, 2010],
6. Penutup http://computer.howstuffworks.com/we
Dari uraian ini, dapat dilihat bahwa b-30.htm
teknologi web berkembang dengan pesatnya [6]. Web 1.0, [Online documents], [Cited:
menuju ke era Web 3.0. Pada era ini, internet May 18, 2010]
akan semakin cerdas dan memahami informasi http://en.wikipedia.org/wiki/Web_1.0
sehingga dapat dijadikan asisten pribadi kita. [7]. Web 2.0, [Online documents], [Cited:
Teknologi Web 3.0 didukung oleh teknologi May 18, 2010]
seperti Web Semantik, API, Mashup, 3D Web, http://en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0
dan sebagainya. Di samping memiliki kelebihan [8]. Web 3.0, [Online documents], [Cited:
yang telah disebutkan, teknologi ini memiliki May 18, 2010]
kelemahan yang tidak boleh diabaikan dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Web_3.0
hal masalah privasi, keamanan, dan sosial- [9]. J.M. Silva, Abu Saleh M.M. Rahman and
budaya. Untuk itu, perlu segera dicari solusi A.E. Saddik, “Web 3.0: A Vision for
untuk mengatasi permasalahan ini sehingga Bridging the Gap between Real and
dampak negatif teknologi Web 3.0 dapat Virtual”, Proceeding of the 1st ACM
diminimalisasi. Apabila dapat diatasi, bukan International Workshop on
tidak mungkin teknologi ini akan booming di Communicability Design and Evaluation in
masa yang akan datang. Cultural and Ecological Multimedia
System, Oct. 2008, pp.9-14.
[10]. Application Programming Interface,
[Online documents], [Cited: May 18,
2010]
http://en.wikipedia.org/wiki/Application_
programming_interface
[11]. Google Images Labeler, [Online
documents], [Cited: May 18, 2010]
http://images.google.com /imagelabeler/