Anda di halaman 1dari 11

PORTOFOLIO

KOMUNITAS

Dosen Pengampu :

Ns. Sutrisno, S.Kep.,MAN

Disusun Oleh :

Muhammad Ikhsan (1801036)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN

UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU

2020/2021
RANGKUMAN PROSES BELAHAR

1. PENGANTAR KESEHATAN KOMUNITAS DAN KONSEP DASAR


A. Defenisi
Keperawatan komunitas adalah pealaynan keperawatan professional yang
ditunjukkan pada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi.

B. Sasaran Keperawatan Kesehatan Komunitas


1) Tingkat Individu, Perawat memberikan ASKEP pada individu yang
mempunyai masalah kesehatan tertentu misalnya : TBC ibu hamil, dll.
2) Tingkat Keluarga, Prioritas pelayanan perawatan kesehatan masyarakat di
fokuskan pada keluarga rawan yaitu : Keluarga yang belum terjangkau
pealayanan kesehatan, Keluarga dengan resiko tinggi, Keluarga dengan tindak
lanjut perawatan.
3) Tingkat komunitas, Asuhan ini diberikan untuk kelompok beresiko atau untuk
masyarakat binaan dengan memandang komunitas sebagai klien individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sehat atau sakit yang
mempunyai masalah kesehatan karena ketidaktahuan ketidakmauan serta
ketidakmampuan.

C. Strategi Intervensi Keperawatan komunitas


1) Proses Kelompok (Group Process)
2) Pendidikan Kesehatan (Health Promotion)
3) Kerjasama (Partnership)

D. Prinsip Prinsip Keperawatan Komunitas


1) Kemanfaatan, Pelaksanaannya harus memberiksan manfaat kepada suatu
komunitas
2) Otonomi, Masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan atau memilih
alternative yang disediakan
3) Keadilan, Upaya atau tindakan yang dilakukan harus sesuain kemampuan atau
kapasitas komunitas
E. Ruang Lingkup Keperawatan Komunitas
1) Promotif, melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan
2) Preventif, upaya pencegahan terjadinya suatu penyakit
3) Kuratif, upaya melakukan pengobatan kepada keluarga yang sakit
4) Rehabilitative, melakukan pemulihan bagi pasien yang dirawat
5) Resosialitatif, upaya mengembalikan penderita ke masyarakat yang karena
penyakitnya jadi dikucilkan oleh masyarakat lain

F. Falsafah Keperawatan
Falsafah adalah keyakinan terhadap suatu nilai yang menjadi pedoman. Jika
falsafah keperawatan itu suatu keyakinan dalam suatu subsistem dari system
kesehatan yang menampilkan kerjasama dengan profesi lain dalam
memberikan bantuan kesehatan secara menyeluruh.

2. EPIDEMIOLOGI DAN KEPENDUDUKAN


A. Pengertian
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi (penyebaran) dan
determinan (factor penentu) maslah kesehatan atau yang berkaitan dengan status
atau kejadian spesifikasi pada populasi , serta ilmu yang menjelaskan kejadian
suatu penyakit dimasyarakat (last, 1988).

B. Konsep Dasar
Epidemiologi merupakan bagian dari ilmu kesehatan masyarakat (Publik health)
yang menekankan perhatiannya terhadap keberadaan penyakit atau pun masalah
kesehatan lainnya dalam masyarakat. Menurut asal katanya, secara etimologis
epidemiologi berarti ilmu mengenai kejadian yang menimpa penduduk.
Epidemiologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata epi/upon yang berarti
pada atau tentang, demos = people yang berarti penduduk, dan logio = knowledge
yang berarti ilmu

C. Host, Agent, And Environment Model


1) Factor penjamu (host)
Faktor penjamu mempunyai karakteristik yang luas anatara lain: usia, jenis
kelamin, tas sosisal ekonomi, ststus perkawinan, riwayat penyakit, cara hidup,
hederiditas, nutisis dan imunitas. Faktor tersebut dapat memepngaruhi kondisi
host terhadap pertama: risiko terpapa sumber infeksi dan kedua: kerentanan
dan resistensi dari manusia terhadap suatu infeksi atau penyakit.
2) Faktor penyebab (agent)
Semua unsur atau element hidup maupun tak hidup, bila diikuti dengan kontak
yang efektif terhadapa manusia yang rentan dalam keadaan yang
memungkinkan akan memudahkan terjadinya suatu proses penyakit biologis,
kimia, nutrisi, mekanik dan agent fisik.
3) Factor lingkungan (environment model)
Faktor lingkungan diklasifikasikan dalam 4 komponen yaitu: lingungan fisik,
biologi, seksual, dan ekonomi.

D. Jenis – Jenis
1) Epidemiologi deskriptif
a) Who (siapa), berhubungan dengan usia,jenis kelamin,pendidikan,
pekerjaan, dan pendapatan
b) Where (dimana), berhubungan dengan kota, desa,pantai, gunung, dsb
c) When (kapan), berhubungan dengan musim hujan, musim panas atau
kemarau
2) Epidemiologi analitis : berkaitan dengan upaya epidemiologi untuk
menganalisis faktor penyebab (determinan) maslah kesehatan
3) Epidemiologi eksperimental : yang perlu dilakukan sebagai pembuktian bahwa
suatu faktor sebagai penyebab terjadinya faktor luaran (penyakit), maka diuji
faktor kebenarannya dengan percobaan atau eksperimental.

E. Aplikasi Epidemiologi dalamKeperawatan Komunitas


Perawat komunitas bekerja secara langsung dalam tatanan masyarakat yang
mencakup pelayan individu,keluarga,kelompok khusus,maupun masyarakat
luas.dalam melaksanakan tugasnya ,perawat bekerja sama dengan tim kesehatan
lain dan melibatkan kader kesehatan ,tokoh masyarakat serta lembaga swadaya
yang bekerja secara terpadu dan menyeruruh .perawat menggunakan epidemiologi
sebagai sumber yang sangat esensial dalam perencanaan ,perlakuan ,maupun
evaluasi.
3. KONSEP DASAR DAN TEORI DASARKEPERAWATAN KOMUNITAS
A. Pengertian Perawat Kesehatan Komunitas
Menurut WHO 1995 keperawatan komunitas adalah bidang keperawatan khusus
yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan
masyarakat, dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan
masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempurnaan
kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit, dan
bahaya yang lebih besar.

B. Sejarah Perkembangan Keperawatan Dunia


1) Masa sebelum masehi
Pada masa ini belumbegitu berkembang, sebabnya masyarkat lebih percaya
kepada dukun untuk mengobati penyakitnya.
2) Masa setelah masehi :
a) Masa penyebaran Kristen, pada masa Lord Constantine,yang mendirikan
Xenodhoeum atau hospes, yaitu tempat penampun orang yang
membutuhkan pertolongan dan perawatan
b) Masa penyebaran islam, memasuki abad VII, agamaislam tersebar ke
pelosok Negara. Pada masa ini di jazirah Arab sudah berkembang pesat
ilmu pengetahuan seperti : ilmu pasti, ilmu kimia,hygiene dan obat –
obatan. Tokoh keperawatannya bernama Rafida
c) Masa kekuasaan pada permulaan, abad XVI,strukturdan orientasi
masyarakat mengalami perubahan. Pada masa ini telah terjadi
kemunduran. Untuk memenuhi kekurangan tenaga tersebut maka
digunakanlah bekas wanita jalanan yang bertobat ssehingga derajat
seorang perawat turun sangat drastic dipandangan masyarakat.
d) Perkembangan di Inggris, perkembangan di sini dikemukakan oleh
Florence Nightingle. Pada perang Krim terjadi di Turki tahun 1854,
Florence dan 38 suster lainnya dikirim kesana untuk membantu. Berkat
mereka telah terjadi perubahan pada bidang hygiene dan keperawatan
dengan indicator angka kematian turun sampai 2%
C. Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia
1) Sebelum kemerdekaan
Pada masa VOC berkuasa, Gubernur Jendral Inggris Raffles (1812-1816),
telah memiliki semboyan “Kesehatan adalah milikmanusia”. Tahun 1819
didirikan RS Sadsverband yang berlokasi di Glodok-Jakarta Barat. Pada tahun
1919 rumah sakat tersebut dipindahkan ke Salemba dan sekarang dengan
nama RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dalam kurun 1816-1942telah
berdiri beberapa rumah sakit swasta lainnya.
2) Setelah kemerdekaan
a) Periode 1945 – 1962
Tenaga keperawatan yang masih menggunakan system pendidikan yang
telah ada, yaitu perawat lulusan pendidikan Belanda (MULO + 3 tahun
pendidikan), untuk ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat
jiwa. Baru kemudian tahun 1953 dibuka sekolah pengatur rawat dengan
tujuan menghasilkan tenaga perawat yang lebih berkualitas. Pada tahun
1955, dibuka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan SR
ditambah pendidikan satu tahun dan sekolah pengamat kesehatan, Pada
tahun 1962 telah dibuka Akademi Keperawatan.
b) Periode 1963 – 1983
Pada tahun 1972 tepatnya tanggal 17 April lahirlah organisasi profesi
dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Jakarta. Ini
merupakan suatau langkah maju dalam perkembangan keperawatan.
Namun baru mulai tahun 1983 organisasi profesi ini terlibat penuh dalam
pembenahan keperawatan melalui kerjasama dengan CHS, Depkes dan
organisasi lainnya.
c) Periode 1984 sampai dengan sekarang
Resmi dibukanya pendidikan S1 keperawatan dengan nama Progran Studi
Ilmu Keperawatan (PSIK) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi di
Jakarta. pada tahun 1992 dikeluarkannya UU No. 23 tentang kesehatan
yang mengakui tenaga keperawatan sebagai profesi. Pada tahun 1996
dibukanya PSIK di Universitas Padjajaran Bandung.
Pada tahun 1997 PSIK-UI berubah statusnya menjadi Fakultas Ilmu
Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), dan untuk meningkatkan
kualitas lulusan, pada tahun 1998 kurikulum pendidikan Ners disyahkan
dan digunakan. Selanjutnya juga pada tahun 1999 kurikulum D-III
keperawatan mulai dibenahi dan mulai digunakan pada tahun 2000 sampai
dengan sekarang.

D. Model Keperawatan yang Dikembangkan


1) Hildegard Peplau, teori ini berfokus pada individu dengan kebutuhan
2) Lydia E. Hall, memperkenalkan 3 teori lingkaran keperawatan yaitu lingkaran
kepedulian, lingkaran inti dan lingkaran keperawatan
3) Ernestine Weidenbach, the patient, a need for help, nurse, knowledge,
judgment, and nursing skill
4) Florence Nightingle, menekan pengaruh lingkungan atau environment
5) Virginia Henderson, model nrrd based atau aktivitas sehari – hari
6) Martha Rogers, konsep manusia sebagai unit
7) Dorothea Orem, keperawatan mandiri atau self care
8) Kings, komunitas
9) Betty Neuman, penggambaran aktivitas keperawatan penurunan stress
10) I.J Orlando
11) Sr. Calista Roy, model konseptual adaptasi
12) Johnson, system perilaku

4. ASKEP KEPERAWATAN KOMUNITAS RENTANG SEHAT SAKIT


A. Askep Komunitas
1) Pengkajian
2) Diagnose
3) Rencana asuhan keperawatan
4) Implementasi
5) Evaluasi

5. PROGRAM – PROGRAM KESEHATAN ATAU KEBIJAKAN MASALAH


KESEHATAN
A. Program Yang Mendukung Kesehatan Masyarakat
1) Kota layak anak
2) Bina keluarga lansia (BKL)
3) BKR
4) BPJS

B. Program Pemberantasan Penyakit menular


Bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan akibat
penyakit menular dan tidak menular.
Langkah-langkah pemberantasan Penyakit Menular Yaitu:
1) Mengumpulkan dan menganalisa data tentang penyakit
2) Melaporkan penyakit menular

Cara-cara Pencegahan Penyakit Menular Secara Umum, yaitu :

1) Mempertinggi nilai kesehatan.


2) Ditempuh dengan cara usaha kesehatan (hygiene) perorangan dan usaha
kesehatan lingkungan (sanitasi).
3) Memberikan vaksin/imunisasi.
4) Pemeriksaan berkala.

C. Program Pemberantasan Penyakit Tidak Menular


1) HIV program
2) TBC

6. ISU DAN KECENDERUNGAN DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS


A. Jenis Pendidikan Keperawatan
1) Pendidikan vokasi
2) Pendidikan akademik
3) Pendidikan profesi

B. Kewenangan Pendidikan dan Ruang Lingkup


Ruang lingkup pada keperawatan komunitas sudah ditetapkan oleh PBP-PPNI
2007 bahwa kualifikasi Perawat Kesehatan Komunitas (berdasarkan jenjang
pendidikan perawat. PK I dalam ruang lingkup ini perawat mampu memberikan
pelayanan keperawatan pada klien dan keluarga klien dengan tingkat
pendidikan minimal adalah D3 Keperawatan dengan memmiliki kompetensi
memberikan keperawatan dasar berdasarkan ilmu dasar keperawatan komunitas.
PK II dalam ruang lingkup ini perawat mampu memberikan pelayanan
keperawatan pada klien, keluarga klien dan kelompok dengan masalah
kesehatan tertentu, dengan tingkat pendidikan minimal adalah S1 Keperawatan
dan Ners Komunitas, dimana untuk S1 harus memiliki kompetensi
memberikan keperawatan dasar dalam lingkup keperawatan komunitas yang
masih dalam pengawasan bimbingan dari perawat senior dengan bimbingan yang
terbatas. Sedangkan untuk Ners Komunitas harus memiliki kompetensi
memberikan keperawatan dasar dalam lingkup keperawatan komunitas dalam
pengawasan bimbingan dari perawat senior yang sepenuhnya sudah
dilimpahkan atau diberikan kepercayaan oleh perawat senior.
PK III dalam ruang lingkup ini perawat mampu mengelola dalam
penanggulangan masalah kesehatan masyarakat, dengan tingkat pendidikan
minimal adalah magister (S2) Keperawatan Komunitas dengan memiliki
kompetensi melakukan tindakan keperawatan khusus dengan keputusan mandiri
dan bertanggung jawab sepenuhnya atas tindakan keperawatan yang diberikan.
PK IV dalam ruang lingkup ini perawat mampu dalam mengembangkan
penanggulangan masalah keperawatan kesehatan masyarakat yang komplek,
dengan tingkat pendidikan minimal adalah spesialis Komunitas. Pada tingkat
pendidikan ini perawat harus memiliki kompetensi melakukan tindakan
keperawatan khusus atau sub-spesialis dengan keputusan mandiri, memberikan
keperawatan dasar pada klien dalam lingkup keperawatan komunitas dengan
menyeluruh, utuh dan melakukan rujukan keperawatan.
PK V dalam ruang lingkup ini perawat mampu melakukan konsultasi dan
pengembangan pelayanan, dengan tingkat pendidikan doktor dan paling rendah
adalah magister. Doktor dalam tingkatan ini memiliki kompetensi yang tinggi
yaitu melakukan tindakan dan asuhan secara keperawatan khusus dengan
keputusan mandiri dan sebagai konsultan dalam lingkup komunitas.

C. Isu Pendidikan
1) Different population of learners requiredifferent teaching strategies (popilasi
siswa yang berbeda memerlukan strategi pembelajaran yang berbeda)
2) Barriers to learning (hambatan dalam pembelajaran)
3) Using technology in the program (penggunaan teknologi dalam program)
D. Isu dan Trend dalam Keprofesian Keperawatan Komunitas
1) Perubahan pada bidang profesi keperawatan
a) Perubahan ekonomi
b) Kependudukan
c) Iptek
d) Gaji
e) Pelatihan
f) Tuntutan profesi
2) Dampak perubahannya
a) Pengurangan anggaran
b) Otonomi dan akuntabilitas
c) Teknologi
d) Tempat praktik
e) Perbedaan batas kewenangan