Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KONSEP KEWIRAUSAHAAN

KELOMPOK 4 :
DINA FITRIANI
ERNA LEVIS
NUR HAYANI
SAROJA
SYAFRINI

PRODI S1 KEPERAWATAN PROGRAM B ROHIL


STIKes PAYUNG NEGERI
PEKANBARU
2020
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-NYA sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

Segala daya upaya penulis curahkan dalam pembuatan makalah ini karena penulis
berharap makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Penulis menyadari dalam penyusunan makalah
ini penulis banyak mendapat bantuan, pengarahan, bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena
itu penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu dalam pembuatan
makalah ini.

Semoga semua pihak yang telah membantu mendapat imbalan pahala dari Allah SWT.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh
kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dimasa
yang akan datang.

Akhir kata semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi perkembangan
ilmu pengetahuan khususnya ilmu keperawatan.

Rantau Bais, Oktober 2020

Penulis
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR...................................................................................................................2
DAFTAR ISI..................................................................................................................................3
BAB I...............................................................................................................................................4
PENDAHULUAN..........................................................................................................................4
A. Latar Belakang................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................5
C. Tujuan..............................................................................................................................5
BAB II.............................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.............................................................................................................................6
A. Karakteristik Wirausahawan........................................................................................6
B. Kreatifvitas dan Inovatif Wirausaha............................................................................7
C. Pengelolaan Bentuk Usaha.............................................................................................8
D. Pengelolaan Izin Usaha...................................................................................................8
E. Analisis Peluang Usaha.................................................................................................10
F. Bibliografi Enterfreneur..............................................................................................11
BAB III.........................................................................................................................................13
PENUTUP....................................................................................................................................13
A. Kesimpulan....................................................................................................................13
B. Saran..............................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................15
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kewirausahaan adalah padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa


Inggris, unternehmer dalam bahasa Jerman, ondernemen dalam bahasa Belanda. Sedangkan
di Indonesia diberi nama kewirausahaan . Kata entrepreneur berasal dari bahasa Perancis
yaitu entreprende yang berarti petualang, pengambil risiko, kontraktor, pengusaha (orang
yang mengusahakan suatu pekerjaan tertentu), dan pencipta yang menjual hasil ciptaannya.

Entrepreneurship adalah suatu kemampuan untuk mengelola sesuatu yang ada


dalam diri Anda untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal (baik) sehingga
bisa meningkatkan taraf hidup Anda dimasa mendatang.

Indonesia entrepreneurial skill untuk bisa menekan sekecil mungkin tingkat


kemiskinan yang tinggi. Menngandalkan investor asing untuk membuka lapangan kerja
tidaklah cukup, menghimbau kepada perusahaan untuk tidak mem-PHK karyawan atau
buruhnya juga sulit diwujudkan. Salah satu cara atau jalan terbaiknya adalah mengandalkan
sector pendidikan utnuk mengubah pola piker lulsannya dari berorientasi mencari kerja
menjadi mencetak lapangan kerja sendiri alias menjadi wirausahawan mandiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan


memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan
‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap
kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat
dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan
usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan,
mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya.
B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana karakteristik wirausahawan?


2. Seperti apa kreativitas dan inovasi wirausahawan?
3. Bagaimana pengelolaan bentuk wirausahawan?
4. Bagaimana pengelolaan izin usaha wirausahawan?
5. Bagaimana analisis peluang usaha wirausahawan?
6. Bagaimana bibliografi wirausahawan sukses?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut :

1. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik wirausahawan?


2. Untuk mengetahui seperti apa kreativitas dan inovasi wirausahawan?
3. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan bentuk wirausahawan?
4. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan izin usaha wirausahawan?
5. Untuk mengetahui bagaimana analisis peluang usaha wirausahawan?
6. Untuk mengetahui bagaimana bibliografi wirausahawan sukses?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Karakteristik Wirausahawan
Dari segi karakteristik perilaku, Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang
mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri.
Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya.
Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal,
bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha.
Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi
peluang, Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah “tanggapan terhadap
peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa
organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif.” (Pekerti, 1997).

Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang harus dimiliki dalam diri seorang
wirausahawan. Hal ini diperlukan agar wirausahawan mampu bersaing dengan dunia luar dan
mencapai kesuksesan.

Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memiliki keinginan dan keberanian.


Untuk memulai berwirausaha diperlukan keinginan dan keberanian yang kuat, siap
mental, fisik dan psikis. Karena ini adalah langkah awal menuju sebuah kesuksesan.
2. Memiliki intuisi.
Siapa saja bisa jadi wirausahawan, tidak ada tes atau wawancaranya. Orang yang
berpendidikan rendah maupun tinggi, orang yang modalnya sedikit atau banyak, bisa
melakukannya. Intuisi dapat diperoleh dengan cara saling berbagi pengalaman dengan
orang lain dan mempelajari pengalaman orang lain.
3. Berani mengambil risiko.
Segala sesuatu yang diperbuat pasti memiliki risiko. Seorang wirausawan harus siap
untuk sukses dan harus siap gagal, terlebih lagi jika ia belum memiliki pengalaman
apapun mengenai berwirausaha.
4. Bersikap optimis.
Sikap optimis sangat diperlukan untuk meraih kesuksesan, karena optimisme merupakan
dorongan dalam diri untuk terus maju.
5. Disiplin
Seorang wirausaha juga harus memiliki sikap disiplin. Sikap disiplin mampu
menggerakkan semangat dan motivasi untuk menjalankan usaha sehingga dapat
mencapai target.
6. Mandiri dan Realistis
Sebagai seorang yang mempelopori sebuah usaha, maka seorang wirausaha adalah orang
yang mandiri dalam melakukan sesuatu. Selai itu sikap realistis dalam membaca realita di
sekitarnya merupakan karakter seorang wirausaha.
7. Terampil
Seorang wirausaha harus mampu mencari dan menangkap peluang yang datang demi
menguntungkan usahanya. Berkomunikasi dengan siapapun, menangani masalah apapun,
dan mampu bekerja sama dengan pihak yang menguntungkan perusahaan.
8. Futuristik
Sebagai penggerak roda usaha, wirausaha memiliki kemampuan perencanaan dan
berpikir ke depan. Seorang wirausaha mampu mencari dan mengantisipasi segala hal
yang boleh jadi terjadi di masa yang akan datang.
9. Cerdas Finansial
Keuntungan finansial adalah hal yang tidak penting dibandingkan prestasi kerja seorang
wirausaha. Uang merupakan lambang konkret dari tercapainya tujuan dan sebagai bukti
kompetensi seorang wirausaha.

B. Kreatifvitas dan Inovatif Wirausaha

Kreatif merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda.


Sedangkan inovatif merupakan gagasan baru yang meninggalkan cara lama dalam bekerja.
Wirausaha yang kreatif dan inovatif akan membawa perusahaan sukses berkembang sesuai
zaman dalam menghadapi pasar.

Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses
pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.
Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara
sebagai berikut:

1. Pengembangan teknologi baru (developing new technology)


2. Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)
3. Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or
services)
4. Penemuan  cara-cara  yang  berbeda  untuk  menghasilkan barang dan jasa yang lebih
banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more
goods and services with fewer resources)

C. Pengelolaan Bentuk Usaha

Semakin berkembangnya teknologi menyebabkan munculnya berbagai jenis


wirausaha.

1. Milik Sendiri :
a. Restoran
b. Supermarket
c. Toko
d. Toko sembako
2. Bersama:
a. Firma
b. CV
c. PT
d. BUMN
e. Perusahaan Daerah
f. Koperasi

D. Pengelolaan Izin Usaha


Izin usaha atau perizinan usaha merupakan instrument atau alat yang bertujuan
membina, mengarahkan, mengawasi serta untuk menerbitkan penerbitan suatu usaha. Padas
umber lain disebutkan juga bahwa izin usaha ini juga merupakan bentuk perlindungan
terhadap pengelolaan usaha.

Izin usaha ini penting dan wajib dimiliki setiap pengusaha :

1. Izin usaha merupakan bukti yang sah bahwa usaha yang dijalankan sesuai dengan aturan
pemerintah.
2. Mereka yang memiliki izin usaha memiliki kesempatan untuk ikut dalam kegiatan
pelelangan yang diadakan pemerintah.
3. Izin usaha ini adalah alat perlidungan hukum yang sifatnya sah.
4. Izin usaha mempermudah proses pengembangan usaha.
5. Izin usaha membantu & melancarkan pemasaran usaha.

Izin usaha penting dan wajib dimiliki pengusaha sebab merupakan wujud perlindungan
hukum, penegakan aturan, memudahkan mengembangkan usaha dan lain lain.

Bentuk badan usaha bermacam-macam, ada yang berbadan hukum, ada juga yang tidak
berbadan hukum. Untuk yang berbadan hukum antara lain : Perseroan Terbatas (PT) dan
Koperasi. Sementara yang tidak berbadan hukum pilihannya adalah  Persekutuan
Komanditer, atau yang dikenal dengan Comanditaire Venootschap (CV), Persekutuan
Perdata, Firma, Perusahaan Perorangan (PO), dan Usaha Dagang (UD). Semua badan usaha
di atas memiliki karakteristik sendiri, namun berdasarkan pengalaman Easybiz, membuat PT
dan CV merupakan 2 (dua) opsi yang cukup populer di kalangan pelaku usaha.

Meski kesadaran membuat perusahaan sudah ada, tak jarang kendala-kendala berikut
menghambat niatan mereka yang ingin membuat perusahaan atau badan usaha. Ada
dokumen-dokumen legalitas yang perlu di persiapkan terlebih dahulu, diantaranya:

1. BPJS Ketenagakerjaan;
2. SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan);
3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Badan;
4. TDP (Tanda Daftar Perusahaan);
5. UUG (Undang-Undang Gangguan) atau HO;
6.  PKP (Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak);
7.  SKT (Sertifikasi Keterampilan) atau SKA (Surat Keterangan Keahlian); dan
8.  SBU (Sertifikasi Badan Usaha).

E. Analisis Peluang Usaha


Tujuan dilakukan Analisis Peluang Usaha sebagai berikut:

1. Mencegah kerugian atau kebangkrutan usaha.


2. Mengetahui produk atau jasanya jika dibutuhkan oleh pasar setempat.
3. Mengetahui minat konsumen akan produk atau jasa yang akan ditawarkan.
4. Mengetahui rugi laba ketika berbisnis.
5. Menetapkan teknik pemasaran yang tepat.
6. Mengetahui berapa lama usaha dapat berjalan.
7. Mengetahui jika usahanya memang layak dijalankan.
8. Mengetahui persaingan yang terjadi di pasar.

Mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki bisnis salah
satu cara untuk menganalisis peluang usaha. Dari analisis SWOT dapat dibedakan 2 jenis
analisis yaitu faktor internal (kekuatan dan kelemahan bisnis) dan  faktor  eksternal (peluang
dan ancaman).

1. Strength (Kekuatan)
Yang dimaksud dengan kekuatan adalah keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan atau
bisnis yang akan Anda jalankan. Kekuatan utama bisnis ini bisa memengaruhi secara
positif baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.
2. Weakness (Kelemahan)
Weakness merupakan kelemahan perusahaan, yang dapat berpengaruh secara negatif
pada perusahaan di saat ini ataupun di masa mendatang.
3. Opportunities (Peluang)
Opportunities merupakan peluang yang dimiliki oleh perusahaan sehingga mempunyai
kesempatan untuk dapat berkembang di masa mendatang.
4. Threats (Ancaman)
Threats merupakan ancaman yang mungkin bisa menjadi kendala bagi perusahaan untuk
dapat berkembang.
Analisis peluang usaha sangat penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan suatu
bisnis. Sering kali seorang entrepreneur mengalami dilema saat mendefinisikan produk atau
jasa yang hendak ditawarkan. Bahkan merasa ragu apakah produk tersebut unik dan layak
untuk dijual atau tidak. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mencari tahu kekuatan,
kelemahan, peluang, hingga ancaman yang mungkin saja terjadi.

Analisis peluang usaha sangat berguna dalam menyusun strategi perusahaan,


penjualan, hingga ide bisnis baru. Dalam setiap bisnis pasti memiliki tujuan yang ingin
dicapai. Ada kriteria-kriteria yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis baru.

Lebih jelas mengenai analisis peluang usaha antara lain :

1. Identifikasi peluang dan persaingan


2. Mengenal pasar lebih jauh
3. Modal untuk mengembangkan usaha
4. Kemampuan produksi
5. Merancang Business Plan
6. Sumber dana
7. Menyelaraskan persepsi di antara pemilik saham

F. Bibliografi Enterfreneur
1. Eka Tjpta Widjaja

Sebelum sukses menjadi seorang pengusaha terkaya, ia pernah berjualan permen. Eka
Tjipta Widjaja dikenal sebagai pendiri perusahaan grup Sinarmas. Perusahaan ini bergerak di
berbagai sektor, mulai dari Agribisnis, Keuangan, Makanan, Infrastruktur, Telekomunikasi,
dan Energi hingga Kesehatan dan Pendidikan.

Sejarah Sinarmas tidak terlepas dari kisah jatuh bangun Eka Tjipita Widjaja dalam
membangun bisnisnya tersebut. Ia lahir dari keluarga amat miskin. Merantau dari China ke
Makassar pada tahun 1932 dengan bekal 150 dollar hasil berhutang ke rentenir.

Sejak kecil ia terpaksa berhenti sekolah demi membayar utang keluarga. Mulai dari
berjualan permen, biskuit, berjualan kopi hingga berjualan kopra dilakoninya. Ketika
usahannya sedang tumbuh ia diuji ketika dagangannya dijarah oleh pemberontak Permesta. Ia
bangkut. Tak lama kemudian ia bangkit kembali.

Walaupun hanya lulusan SD tak menyurutkan niatnya untuk usaha. Ia kembali


berjualan permen hingga gula. Hasil berjualan ia kumpulkan untuk modal membuka usaha
baru.

Eka Tjipta Widjaja kemudian membeli perkebunan kelapa sawit di Riau dan
mendirikan perusahaan Sinarmas. Dari sinilah usahanya terus berkembang.

Ia memperluas usahanya ke sektor perbankan, kertas, hingga properti melalui bendera


Sinarmas Grup. Kini grup Sinarmas dikenal sebagai salah satu perusahaan terbesar di
Indonesia dengan usaha yang menggurita di berbagai sektor.

Eka Tjipta Widjaja sendiri kini dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di
Indonesia. Setiap tahun, ia langganan masuk dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia.
Pada tahun 2018, Majalah Globe Asia menaksir kekayaan Eka Tjipta Widjaja sekitar 195.7
triliun Rupiah.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kewirausahaan bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan sehingga banyak yang perlu
dipelajari dan diperhatikan untuk menjadi seorang wirausahawan. Dewasa ini kewirausahaan
sudah mulai berkembang diiringi oleh majunya teknologi, pengetahuan, dan faktor
pendorong lainnya. Semoga dengan berjalannya waktu wirausahawan di Indonesia ini bisa
bertambah dan membuat Indonesia sekahtera dan makmur.

Kewirausahaan adalah suatu sikap mental , pandangan, wawasan serta pola pikir dan
tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan selalu
berorientasi kepada pelanggan atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari
seseorang yang mampu memberikan nilai terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

Selain itu,terdapat pula karakteristik wirausaha yang berhasil dalam menjalankan


usahanya., Memiliki keinginan dan keberanian, kreativ dan inovatif, berorientasi pada
prestasi, berani mengambil resiko, kerja keras, disiplin, bertanggung jawab, komitmen pada
berbagai pihak, serta mengembangkanan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak

B. Saran
1. Saran bagi penulis
Sebaiknya penulis lebih meningkatkan wawasan mengenai kewirausahaan. Sehingga ,
penulis sebagai generasi muda sekarang ini,setelah lulus dari ranah perkuliahan, tidak
hanya menjalankan profesi sesuai jurusan yang diampu saja, namun juga dapat
menciptakan usaha dan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
2. Saran bagi masyarakat
Sebaiknya, di lingkungan masyarakat umumpun bisa diadakan sosialisasi mengenai dunia
kewirausahaan. Sehingga, masyarakat bisa paham bagaimana cara untuk berwirausaha.
Jika masyarakat bisa membuka usahanya sendiri, otomatis orang tersebut juga membuka
lapangan pekerjaan bagi orang lain yang masih berstatus pengangguran. Sehingga hal itu
juga bisa dijadikan sebuah keuntungan dalam mengurangi umlah pengangguran.
DAFTAR PUSTAKA

Dr.Suryana, M.Si., 2006. Kewirausahaan pedoman praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses.
Jakarta: Salemba Empat.

Fitriana Monica Sari, 2018. Cara Analisis Peluang Usaha bagi Pengusaha Pemula.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3801781/7-cara-analisis-peluang-usaha-bagi-
pengusaha-pemula, diperoleh pada tanggal 23 oktober 2020

Niko Ramadhani, 2020. Cara dan Tujuan Analisis Peluang Usaha yang Perlu di Ketahui!.
https://www.akseleran.co.id/blog/analisis-peluang-usaha/, pada tanggal 23 oktober 2020.

Nurul. 2016. Manfaat izin usaha bagi pengusaha dan pemerintah.


https://brainly.co.id/tugas/5868343. diperoleh pada tanggal 23 oktober 2020.

Questibrilia, B. 2019. Pengertian, Jenis, Bentuk dan Contoh wirausaha.


https://www.jojonomic.com/blog/badan-usaha/, diperoleh pada tanggal 23 oktober 2020.

Rizka Zakiya, 2018. Ilmu Fisika Material. https://saintif.com/pengertian-wirausaha/#, diperoleh


pada tanggal 23 oktober 2020

Sei, 2011. Pengenmabngan kewirausahaan. http://www.dikti.go.id/index.php?


option=com_content&view=article&id=1885:pengembangan-kewirausahaan-di-bidang-
industri-kreatif-dalam-meningkatkan-kualitas-bangsa-indonesia&catid=159:artikel-
kontributor&Itemid=231, diperoleh pada tanggal 23 oktober 2020.

Shuhada. 2020. Konsep Dasar Kewirausahaan. https://halangrintang.com/makalah-konsep-


dasar-kewirausahaan/, diperoleh pada tanggal 23 oktober 2020.

Wink. 2020. Biografi Pengusaha Sukses Indonesia Dengan Kisah Paling Inspiratif.
https://www.biografiku.com/biografi-pengusaha-sukses-indonesia-dengan-kisah-paling-
inspiratif, diperoleh pada tanggal 23 oktober 2020.