Anda di halaman 1dari 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

HIDROKARBON

Nama : ...................

Kelas : ...................

SOAL !

1. Jelaskan pengertian senyawa hidrokarbon dan dibagi menjadi berapa kelompok


senyawa hidrokarbon tersebut berdasarkan jenis ikatan pada rantai karbonnnya?
2. Apa rumus umum alkuna dan bagaimana bisa didapatkan rumus umum tersebut?
3. Tuliskan nama senyawa alkuna sesuai dengan aturan IUPAC yag mempunyai rumus
struktur berikut:

4. Tuliskan isomer rantai dan posisi dari C5H8!


KUNCI JAWABAN HIDROKARBON

1. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang tersusun dari atom karbon dan
hydrogen. Berdasarkan ikatan yang pada rantai karbonnya, hidrokarbon dibedakan
menjadi:
a. Hidrokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada rantai karbonnya semua berikatan
tunggal. Hidrokarbon ini disebut juga sebagai alkana.
b. Hidrokarbon tak jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan
rangkap dua atau tiga. Hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap dua disebut
dengan dengan alkena dan hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap tiga disebut
alkuna.
2. Rumus umum molekul alkane adalah CnH2n-2. Rumus tersebut didapat dengan
mengamati deret homolog alkena yaitu deretan rumus molekul alkena menunjukkan
bahwa pada setiap anggota yang satu ke anggota berikutnya bertambah sebanyak
CH2. Jadi dengan melihat selisih antara anggota satu ke anggota berikutnya pada
deret homolog alkuna tersebut, maka dapat dituliskan rumus umum molekul alkuna
yaitu CnH2n-2.

3.

3,5-dimetil-3-propil-1-heksuna

4. Isomer dari C5H8

i. 1-pentuna

ii. 2-pentuna

iii. 3-metil-1-butuna
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

TERMOKIMIA

Nama : ...................

Kelas : ...................

SOAL !

1.  Diketahui  H2O(l)           H2O(g)      ΔH = + 40 kJ/mol, berapakah kalor yang diperlukan


untuk penguapan 4,5 gram H2O (Ar H = 1,0 Ar O = 16) ?.
2. Berapakah kalor yang dihasilkan pada pembakaran 4,48 Liter gas karbon standar
sesuai reaksi sbb:
C(g)  +  O2(g)       CO2(g)    ΔH = -394 kJ/mol
3. C(g)  +  O2 (g)           CO2 ΔHof = -393,5 kJ/mol menghasilkan 22 gr CO2, berapakah kalor
yang diperlukan untuk menghasilkan gas CO2 tersebut?
4. Bila diketahui energi ikatan rata-rata N-H pada NH 3 = 391 kJ/mol, H-H = 435 Kj/mol,
energi ikatan rata-rata rangkap tiga N= 946 kJ/mol, maka entalpi pembentukan gas
NH3 adalah….
5. Diketahui reaksi –reaksi :
1.      C (s)  +  ½ O2 (g)                CO(g)    ΔH = – a kJ
2.      2CO(s)  +  O2(g)                2CO(g)   ΔH = – b kJ
3.      C(s)  + O2(g)                      CO(g)   ΔH = – c kJ
Menurut hukum Hess, hubungan antara a,b, dan c diberikan oleh ungkapan..
KUNCI JAWABAN TERMOKIMIA

1. Mr H2O = 18 g/mol

Massa H2O = 4,5 gr

Mol H2O = 4,5 g/18 g mol-1  = 0,25 mol

ΔH = Q/n

Q = ΔH x n

   = + 40 kJ/mol x 0,25 mol

= + 10 kJ

2. Mol pembakaran gas karbon = 4,48 L/22,4 Lmol-1

                                            = 0,2 mol

ΔH = Q/n

Q = ΔH x n

   = -394 kJ/mol x 0,2 mol

Q   = 78,8 Kj

3. mol CO2 = Massa/Mr


                = 22 gr/44g mol-1
                =0,5 mol
ΔH = Q/n
Q = ΔH x n
    = -393,5 kJ/mol x 0,5 mol
Q    = – 196,75 kJ

4. N2 + 3H2            2NH3
ΔH = Σ energi ikatan rata2 reaktan  – Σ energi ikatan rata2 produk
      =     (1 (946 kJ/mol + 3 (435 kJmol)   – (2×3 (391 kJ/mol))
 
    = 946 kJ/mol + 1305 kJ/mol – 2346 kJ/mol
    = 2251 kJ/mol – 2346 kJ/mol
ΔH = – 95 kJ/mol  (ini untuk 2 mol NH3)
ΔH untuk 1 mol = -95 kJ/mol/ 2mol = – 47,5 kJ/mol
5. Ambil persamaan 2 dan 3 lalu eliminasikanlah kedua persamaan tersebut :
2CO(s)  +  O2(g)                2CO(g)                    ΔH = – b kJ     (x  1  )
CO(g)                     C(s) + O2(g)                           ΔH =   c kJ     (x   2 )
Sehingga menghasilkan persamaan :
2CO(s)  +  O2(g)           2CO(g)      ΔH = – b kJ
2CO(g)              2C(s)  +  2O2(g)      ΔH = 2c kJ
 
Sehingga menghasilkan persamaan :
2CO(s) + O2 (g)            2C(s)  +  2O2(g)  ΔH = – b + 2c
Lalu eliminasikan kembali dengan persamaan 1:
2CO(s) + O2 (g)        2C(s)  +  2O2(g)  ΔH = – b + 2c      (x 1)
C(s)  +  ½ O2(g)        CO(g)      ΔH = – a                          (x2)
 
2CO(s) + O2 (g)       2C(s)  +  2O2(g)  ΔH = – b + 2c       
2C(S)  + O2(g)         2CO(g)               ΔH = – 2a
 
Sehingga menghasilkan persamaan :
2CO(s)             2CO(g)          ΔH  = – b + 2c – 2a
ΔH = – b + 2c -2a
Jawabannya :   2c = 2a + b
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

KESETIMBANGAN

Nama : ...................

Kelas : ...................

SOAL !

1. Saat kesetimbangan terdapat 0,5 mol dari awalnya 2 mol, sehingga A yang bereaksi
adalah 1,5 mol. Gunakan untuk menentukan mol-mol yang lain saat kesetimbangan.

2. N2O4 adalah gas tidak berwarna hampir sedangkan NO2 adalah berwarna coklat tua.
Bagaimana untuk menentukan apakah sistem berikut berada di ekuilibrium?

N2O4(g) → 2NO2(g)

3. Kesetimbangan Kimia digambarkan sebagai proses yang dinamis, namun hal ini
ditandai oleh sifat makroskopik konstan. Bagaimana bisa demikian?

4. 2 mol PCl5 dimasukkan ke dalam wadah 2 L dan dipanasi pada suhu 250 °C untuk
mencapai keadaan setimbang, ketika 60% PCl5 terurai menjadai PCl3 dan Cl2. Nilai
tetapan kesetimbangan, Kc, untuk reaksi PCl5 (g) ⇌ PCl3 (g) + Cl2 (g) adalah …
5. Dalam kesetimbangan: A (g) + B (g) ⇌ C (g) + D (g)
Ketika 1 mol masing-masing reaktan dicampur, terbentuk 0,6 mol setiap produk,
berapakah nilai tetapan kesetimbangan reaksi tersebut jika volume wadah tertutup
adalah 1 L?
KUNCI JAWABAN KESETIMBANGAN

1.

2. Reaksi : N2O4(g) -> 2NO2(g)


Tak berwarna coklat
Bila sejumlah gas N2O4 dimasukkan ke dalam botol tertutup, gas yang semula tak
berwarna secara perlahan-lahan akan berubah menjadi coklat. Pada suatu saat
warna tersebut akan tidak bertambah pakat, tetapi secara bertahap akan menjadi
semakin coklat.

Pada suatu saat warna tersebut akan tidak bertambah pekat, pada saat itulah terjadi
kesetimbangan. Pada saat setimbang tersebut masih ada gas N2O4. Hal ini dapat
dibuktikan dengan mendinginkan tabung tersebut. Pada saat didinginkan warna
coklat semakin pucat, ini menunjukkan bahwa gas NO2 terbentuk lebih banyak.

3. Bersifat dinamis artinya secara mikroskopis reaksi berlangsung terus menerus


dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi
peruraian. Pada kondisi setimbang, laju reaksi ke kanan sama dengan ke kiri,
sehingga selalu konstan.
4.
5.