Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Skor nilai :

CRITICAL JURNAL REVIEW TELAAH KURIKULUM

( Strategic Management in the Implementation of Curriculum 2013


in Elementary School in Indonesia )
(Juniaria HS, Bettin, dkk. 2017)

DISUSUN OLEH :
Nama Mahasiswa : Andrian Ricy Hutapea
Nim : 5193121004
Dosen Pengampu : Dr.Keysar Panjaitan M.pd
Mata Kuliah : Telaah Kurikulum

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan kepada Allah SWT, karena atas Karunia-Nya saya dapat
mengerjakan tugas Critical Journal Review ini tepat pada waktunya untuk memenuhi tugas
mata kuliah Telaah Kurikulum. Terimakasih saya ucapkan kepada Dosen Pengampu
Bapak Dr.Keysar panjaitan M.pd dengan mata kuliah Telaah Kurikulum yang telah
memberikan bimbingan kepada penulis selama proses pembelajaran Telaah Kurikulum

Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas Critical Journal Review mata Telaah
Kurikulum. Penulis berharap tugas ini dapat dijadikan referensi bagi pembaca lainnya.
Kritik dan saran yang membangun dapat diberikan agar tugas Critical Journal Review ini
menjadi lebih baik pada penulisan tugas berikutnya. Akhir kata penulis mengucapkan
terimakasih, semoga Critical Journal ini dapat menambah Ilmu Pengetahuan pembaca.

Medan, 10 Desember 2020

Penulis

Andrian Ricy Hutapea

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………… 2

DAFTAR ISI ………………………………………………………….. 3

BAB I. PENDAHULUAN
A. Rasionalisasi Pentingnya CJR …………………………………… 4
B. Tujuan Penulisan CJR …………………………………………… 4
C. Manfaat CJR …………………………………………………….... 4
D. Identitas Jurnal ……………………………………………………. 5

BAB II. RINGKASAN JURNAL


A. Pendahuluan ……………………………………………………… 6
B. Metodologi Penelitian …………………………………………… 7
C. Hasil dan Pembahasan …………………………………………… 7

BAB III. PEMBAHASAN ANALISIS / KRITIKAN


A. Kelebihan dan kekurangan ………………………………………. 11

BAB IV. PENUTUP


A. Kesimpulan ……………………………………………………...... 12
B. Saran ……………………………………………………………… 13

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 14

BAB I
PENDAHULUAN

3
A. Rasionalisasi Pentingnya CJR
Sehubungan dengan diterapkannya kurikulum KKNI pada Universitas Negeri
Medan para Mahasiswa. dituntut untuk menyelesaikan enam tugas yang salah satunya
adalah Critical Journal Review. Dalam Critical Journal Review mahasiswa dituntut
untuk mengkaji, mengkritisi, dan meringkas suatu jurnal.

Dalam Critical Journal Review ini merupakan salah satu upaya untuk
menjadikan mahasiswa yang berpikir logis dan kritis serta tanggap. Critical Journal
Review juga melatih dan menguatkan pemahaman mahasiswa di era digital yang kita
tahu masyarakat dituntut untuk berpikir maju kedepan.

B. Tujuan Penulisan CJR


 Untuk memenuhi tugas mata kuliah Telaah Kurikulum
 Untuk melatih kemampuan dalam menyajikan Critical Journal Review
 Untuk melatih kemampuan menganalisa, mengkritik, dan meringkas suatu jurnal
 Agar terbiasa berfikir logis terhadap suatu hal

C. Manfaat CJR
 Bagi Penulis:
Dalam penulisan Critical Journal Review ini banyak manfaat yang di
dapat. Salah satunya adalah pemahaman penulis terhadap keseluruhan materi
sehingga dapat menambah pengetahuan dan juga mampu mengkritik ataupun
berpikir logis.
 Bagi Pembaca :
Bagi pembaca manfaat dalam membaca Critical Journal Review ini adalah
pembaca menjadi lebih paham mengenai tema dalam jurnal ini.

4
D. Identitas Jurnal

Judul : Strategic Management in the Implementation of Curriculum 2013 in


Elementary School in Indonesia
Penulis : Bettin Juniaria HS, Ahmad Sonhadji K.H., Imron Arifin, M. Huda
A.Y
Nama Jurnal : International Journal of Learning and Development
Tahun : Juli, 2017
Volume, No : 7, 3
Halaman : 93-108
ISSN : 164-4063
Situs : http://ijld.macrothink.org

5
BAB II
RINGKASAN JURNAL

A. Pendahuluan
Sekolah dasar memegang peranan penting dalam sistem pendidikan nasional
sejak sekolah dasar menjalankan pendidikan dasar yang menjadi dasar bagi siswa untuk
mengembangkan diri untuk tumbuh sebagai generasi yang sangat baik bangsa. Sonhadji
(2012) menyatakan bahwa sekolah dasar adalah tingkat pendidikan formal strategis yang
mempengaruhi tingkat lebih lanjut pendidikan karena merupakan dasar untuk tingkat
sekolah menengah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sekolah dasar perlu dilakukan.
Bafadal (2012) juga menyatakan bahwa sekolah dasar harus dikelola dengan baik untuk
melakukan pendidikan dasar yang berkualitas tinggi. sekolah dasar dibatasi untuk
beberapa komponen lain salah satunya adalah kurikulum. Triwiyanto (2015)
menyebutkan bahwa kurikulum adalah jantung dari pendidikan. Tidak hanya itu berisi
tujuan yang mendorong siswa untuk mencapai target tertentu, tetapi juga mengandung
desain konten dan bagaimana belajar mengajar harus dilakukan untuk membekali siswa
dengan cukup pengetahuan, kompetensi, keterampilan dan nilai-nilai yang akan mereka
butuhkan di masa depan mereka.
Salah satu aspek yang paling penting dari kurikulum adalah manajemen
kurikulum. manajemen kurikulum adalah penting karena bersinergi unsur-unsur dari
kurikulum dengan komponen lain dari pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional. Hal ini disebutkan dalam Peraturan Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2015
tentang revisi kedua dari Peraturan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan yang kurikulum dipandang sebagai seperangkat rencana yang meliputi
tujuan, konten dan pengajaran dan bahan serta bimbingan belajar untuk mengelola
kegiatan belajar mengajar untuk mencapai target tertentu. Peneliti tertarik untuk
melakukan studi tentang manajemen strategis diterapkan pada pelaksanaan 2013
kurikulum di sekolah-sekolah target utama yaitu: (1) beberapa studi telah dilakukan pada
manajemen strategis diterapkan di sekolah dasar, (2) studi tentang manajemen strategis
diterapkan pada pelaksanaan kurikulum 2013 adalah sebuah novel dan sampai masalah
tanggal karena ada belum ada studi pada materi yang tersedia, (3) isu-isu yang unik
ditangkap dalam studi pendahuluan terkait dengan rencana strategis dan sistem
pengajaran dan pembelajaran di sekolah dasar sasaran.

6
Fokus penelitian ini meliputi: (1) Memahami proses merancang rencana strategis
diterapkan pada pelaksanaan kurikulum 2013 yang meliputi: a) perencanaan langkah, b)
merancang langkah (review pada visi, misi, tujuan, analisis internal , merancang program dan
rencana, mengatur rencana pendanaan dan pendanaan sumber, dan menentukan dia
monitoring dan sistem evaluasi dan c) legalisasi rencana; (2) pelaksanaan manajemen
strategis yang telah ditentukan ke arah kurikulum 2013 yang meliputi: a) susunan dokumen
kurikulum; b) peningkatan guru dan pendidik kemampuan; c) pemenuhan, d) pendanaan dan
e) perubahan dari budaya sekolah dan (3) evaluasi pada penerapan manajemen strategis
dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang meliputi fasilitas: a) keberhasilan kurikulum 2013
penerapan; b) masalah yang ditemukan selama pelaksanaan kurikulum 2013; dan c) solusi
untuk masalah

B. METODE PENELITIAN
Penelitian ini diberikan dalam tiga sekolah dasar di Indonesia: SD Negeri Blimbing
3 Malang, SD Insan Amanah Malang, dan SD Katolik Mardiwiyata 2 Malang.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga teknik: (1) wawancara
mendalam, (2) observasi partisipatif, dan (3) analisis dokumen. Data yang diperoleh
kemudian dianalisis dalam dua langkah: analisis individu-kasus dan analisis lintas kasus.
Untuk menjamin validitas data, kredibilitas, transferabilitas dan konfirmabilitas tes
diberikan.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil pada: 1) proses merancang rencana strategis dari kurikulum
2013; 2) pelaksanaan strategi untuk kurikulum 2013, dan 3) evaluasi atas strategi yang
digunakan dalam pelaksanaan kurikulum 2013, peneliti mempresentasikan hasil studi
tentang manajemen strategis dalam pelaksanaan 2013 kurikulum di sekolah dasar,
terutama sekolah-sekolah yang berpartisipasi sebagai target dalam proyek percontohan
seperti yang ditunjukkan pada Gambar.

7
1. Merancang Rencana Strategis Pelaksanaan 2013 Kurikulum
Merancang rencana strategis dalam pelaksanaan kurikulum 2013 dilakukan dalam tiga
langkah: perencanaan langkah, merancang langkah, dan legalisasi. Penjelasan ketiga
langkah disajikan sebagai berikut.
1.1. Persiapan
Pada langkah persiapan, tim khusus yang akan merancang rencana strategis
ditunjuk oleh kepala sekolah yang tim terdiri dari stakeholder sekolah yang
bekerja dan membuat koordinasi terkait dengan tugas.

1.2. Merancang
Langkah ini dimulai dengan meninjau visi, misi, tujuan, analisis lingkungan,
rencana dan program penentuan, penentuan pendanaan dan sumber, pengaturan
pemantauan dan evaluasi sistem, dan yang terakhir adalah dokumentasi dalam
bentuk buku. Urutan kegiatan tersebut meliputi
 Meninjau Visi, Misi, Dan Tujuan Sekolah.
 Analisis Lingkungan.
 Merancang Program Dan Rencana.
 Penentuan Rencana Pendanaan Dan Sumber
 Pengaturan Sistem Monitoring Dan Evaluasi.
 Dokumentasi Dalam Bentuk Buku.

8
1.3. Legalisasi
Dengan legalisasi dokumen, rencana strategis harus dilaksanakan. Bryson (2004)
menjelaskan bahwa rencana strategis adalah upaya yang kuat untuk menghasilkan
keputusan dan tindakan tertentu membentuk dan membimbing organisasi untuk
melakukan program-program tertentu dan alasan untuk melakukannya.

2. Penerapan Strategi Dalam Implementasi Kurikulum 2013


Berdasarkan hasil fokus II penelitian ini pada penerapan strategi
dalampelaksanaan kurikulum 2013, ditemukan bahwa ada lima aspek yang diidentifikasi
yang; menciptakan dokumen kurikulum, mengembangkan kemampuan guru dan
karyawan, memenuhi fasilitas yang sesuai, pendanaan dan mengubah budaya sekolah.
Masing-masing poin dijelaskan sebagai berikut.
2.1. Membuat Dokumen Kurikulum
2.2. Pengembangan Profesional Guru dan Karyawan
2.3. Pemenuhan Fasilitas Tepat
2.4. Pendanaan
2.5. Mengubah Budaya Sekolah

3. Evaluasi Strategi Diterapkan pada Pelaksanaan 2013 Kurikulum


Evaluasi dianggap sebagai proses pengumpulan data hingga analisis data, yang
disebutkan oleh Grondlund (1982) sebagai proses sistematis pengumpulan data, analisis
data, dan interpretasi data untuk melihat seberapa jauh siswa telah mencapai tujuan
pembelajaran. Cronbach (1990) mendefinisikan evaluasi dalam lingkup yang lebih luas
sebagai pengumpulan data dan penggunaan informasi tertentu untuk membuat kebijakan
yang berkaitan dengan program pendidikan. Dia juga menyebutkan bahwa Evaluasi juga
bermanfaat untuk pengembangan program.
Hasil fokus ketiga penelitian ini pada strategi evaluasi yang digunakan dalam
pelaksanaan kurikulum 2013 termasuk tiga aspek; keberhasilan pelaksanaan kurikulum
2013, masalah yang ditemukan selama pelaksanaan kurikulum 2013, dan solusi terhadap
masalah. Ketiga aspek tersebut berkorelasi satu sama lain dan mereka semua diarahkan
pada optimalisasi keberhasilan pelaksanaan 2013 kurikulum. Hal ini dinyatakan oleh
Rusman (2011) bahwa evaluasi signifikan dan berkelanjutan diperlukan untuk
mendukung pengembangan kurikulum yang efektif dan bermakna. Dari hasil evaluasi,
revisi dan penyesuaian dapat dilakukan sebelum kurikulum diluncurkan seperti yang
9
dinyatakan oleh Sonhadji dan Huda (2014) pemantauan itu, evaluasi dan pelaporan adalah
langkah-langkah penting untuk melihat tingkat keberhasilan program tertentu. Masing-
masing poin dijelaskan sebagai berikut.
3.1. Keberhasilan Pelaksanaan 2013 Kurikulum
Keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013 meliputi: Baik sosialisasi;
implementasi yang berlangsung sejalan dengan bimbingan, prinsip dan prosedur;
analisis material; Kesesuaian perencanaan pelajaran, Penggunaan pendekatan
pengajaran yang sesuai dan metode; penilaian otentik; Corordination; Komunitas
sekolah target untuk proyek percontohan 2013 kurikulum; dan Kesesuaian laporan.
Tingkat keberhasilan dari aspek-aspek menunjukkan keberhasilan implementaion
manajemen strategis. Saud (2005) divieds indikator ke dalam (1) distribusi yang jelas
wewenang dan tanggung jawab dalam mengelola programsl sekolah (2)
kepemimpinan profesional dan demokratis yang memungkinkan partisipatif dan
transparan pengambilan keputusan oleh kepala sekolah dan pengelola sekolah; (3)
kesesuaian fasilitas yang tersedia untuk mendukung program sekolah; (4) kualitas
tinggi dari pekerjaan dan kinerja guru dan kepala sekolah dalam melakukan tugas
sehari-hari dan (5) particpation tinggi dan dukungan dari pemangku kepentingan
lokal, terutama dari orang tua dan masyarakat terhadap keberhasilan program sekolah
dari aspek apapun.
3.2. Masalah Ditemukan di Implementasi 2013 Kurikulum
Masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 termasuk;
Mindset shitfting; waktu persiapan yang terbatas; Belum pengembangan material
yang optimal; Kurangnya media pembelajaran; penggunaan yang tidak teknik
evaluasi; dan Mangament program dan dana.
3.3. Solusi untuk Masalah Ditemukan di Implementasi 2013 Kurikulum
Solusi terhadap masalah tersebut termasuk; pelatihan pengembangan
profesional diadakan bagi guru dan karyawan; Efektivitas biaya guru; Skala Prioritas;
Meninjau bahan dan merancang modul; non-stop inovasi programand penerapan
evalusion berbasis tema. Berbagai solusi yang diambil oleh sekolah untuk mengatasi
masalah yang dihadapi selama pelaksanaan kurikulum 2013 diarahkan untuk
mencapai tujuan kurikulum 2013

10
BAB III
PEMBAHASAN ANALISIS/KRITIKAN

A. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL


 Dilihat dari aspek tampilan Jurnal, Jurnal yang direview adalah tampilannya
cukup menarik, halaman awalnya juga bagus, kreatif dan berwarna. Jurnal ini
juga adalah jurnal internasional yang terakreditasi, terdapat ISSN, volume,
nomor Jurnal, nama Jurnal, dan bahkan alamat situs untuk mendapatkannya.
 Dari aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font
adalah : Lay out dan tata letaknya juga bagus, tidak terlalu rapat satu sama
lainnya. Sehingga dapat membuat pembaca tidak bosan dan malas untuk
membaca. Karena pada umumnya jika kita membaca sesuatu yang memiliki
font yang kecil dan rapat-rapat, kita pasti akan enggan untuk membaca Jurnal
tersebut. Dan font yang digunakan di jurnal ini adalah times new roman, font
yang biasa digunakan dan mudah untuk dibaca.
 Dari aspek isi jurnal: Jurnal ini memiliki pembahasan yang cukup jelas dan
akurat. Metodologi penelitiannya pun di jabarkan dengan jelas, Seperti yang
telah saya paparkan diatas, kita dapat memahami bagaimana manajemen yang
strategis dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Dan
di jurnal ini memasukkan beberapa pendapat penulis tentang suatu hal.
Sehingga si penulis tidak hanya membuat Jurnal ini dengan asal-asalan.
penjelasan lebih banyak, lengkap, dan mendalam disertai dengan beberapa
pendapat ahli yang akurat.
Namun pada bagian hasil dan pembahasan tidak dapat saya temukan
pembahasan tentang sekolah-sekolah dasar yang menjadi subjek atau
responden dalam penelitian ini. Tidak ada dibahas bagaimana mereka
melakukan penelitian, dan apa yang terjadi pada saat observasi dan
wawancara, lalu apa hasil yang di dapat dari kegiatan tersebut. Dan hal
tersebut membuat saya bingung.
 Dari aspek tata bahasa : Ada beberapa kata dalam jurnal ini yang tidak dalam
bentuk bahasa Inggris. Dan tata bahasa atau kata-kata di Jurnal ini yang
kurang saya fahami, terjadi banyak pengulangan kata dan kata-katanya

11
berbelit-belit. Tapi itu hanyalah sebagian kecil dari jurnal ini. Secara
kesuluruhan Jurnal ini cukup bagus.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Merancang Rencana Strategis Pelaksanaan 2013 Kurikulum
Merancang rencana strategis dalam pelaksanaan kurikulum 2013 dilakukan
dalam tiga langkah: perencanaan langkah, merancang langkah, dan legalisasi.
Penjelasan ketiga langkah disajikan sebagai berikut.
3.4. Persiapan
Pada langkah persiapan, tim khusus yang akan merancang rencana strategis
ditunjuk oleh kepala sekolah yang tim terdiri dari stakeholder sekolah yang
bekerja dan membuat koordinasi terkait dengan tugas.
3.5. Merancang
Langkah ini dimulai dengan Meninjau Visi, Misi, Dan Tujuan Sekolah,
Analisis Lingkungan, Merancang Program Dan Rencana, Penentuan Rencana
Pendanaan Dan Sumber, Pengaturan Sistem Monitoring Dan Evaluasi,
Dokumentasi Dalam Bentuk Buku.
3.6. Legalisasi
Dengan legalisasi dokumen, rencana strategis harus dilaksanakan untuk
menghasilkan keputusan dan tindakan tertentu membentuk dan membimbing
organisasi untuk melakukan program-program tertentu.
2. Penerapan Strategi Dalam Implementasi Kurikulum 2013
Penerapan strategi dalam pelaksanaan kurikulum 2013, ditemukan bahwa ada lima
aspek yang diidentifikasi yang masing-masing poin dijelaskan sebagai berikut ;
Membuat Dokumen Kurikulum, Pengembangan Profesional Guru dan Karyawan,
Pemenuhan Fasilitas Tepat, Pendanaan, Mengubah Budaya Sekolah
3. Evaluasi Strategi Diterapkan pada Pelaksanaan 2013 Kurikulum
Hasil fokus ketiga penelitian ini pada strategi evaluasi yang digunakan dalam
pelaksanaan kurikulum 2013 termasuk tiga aspek; keberhasilan pelaksanaan kurikulum
2013, masalah yang ditemukan selama pelaksanaan kurikulum 2013, dan solusi terhadap

12
masalah. Ketiga aspek tersebut berkorelasi satu sama lain dan mereka semua diarahkan
pada optimalisasi keberhasilan pelaksanaan 2013 kurikulum.

B. Saran
Saya sangat menyarankan Jurnal ini untuk dibaca. Karena Jurnal ini bagus dan
cukup lengkap untuk membahas dan mengetahui tentang strategi manajemen dalam
implementasi kurikulum 2013. jurnal ini sangat membantu bagi mahasiswa dalam
memilih referensi jurnal untuk dibaca, dan dijadikan bahan untuk pengkritikan yang
berhubungan dengan kurikulum.

13
DAFTAR PUSTAKA

Juniaria HS, Bettin, dkk . 2017. Strategic Management in the Implementation of Curriculum
2013 in Elementary School in Indonesia. International Journal of Learning and
Development. Vol. 7, No. 3. Hal : 93-108

14