Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN HASIL PENELITIAN (MINI RISET)

PENGGUNAAN BAHASA NON BAKU DI LINGKUNGAN


MASYARAKAT
Tugas ini diajukan untuk memenuhi

tugas matakuliah:Pendidikan Bahasa Indonesia

DISUSUN OLEH:
NAMA : Andrian Ricy Hutapea
NIM : 5193121004
DOSEN PENGAMPU : Wahyu Wiji Astuti S.pd,M.A

PROGRAM STUDI (S1) Pend,TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FT UNIMED
DESEMBER-2020

i
KATA PENGANTAR

           Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Berkat dan
Rahmat-Nya yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan
dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Mini Riset tentang
“Penggunaan Bahasa Non Baku di Lingkungan Masayarakat ”. Tak lupa juga penulis
mengucapkan terimaksih kepada Ibu Wahyu Wiji Astuti selaku dosen pengampuh mata
kuliah pendidikan bahasa Indonesia

Juga tak lupa penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua
orang tua saya yang selalu ikut peran yakni yang selalu memberikan dukungan materi dan
moril dalam membantu kami untuk kelancaran dan kemudahan dalam menuntut ilmu .
Tujuan penulis menyelesaikan laporan ini ialah sebagai ketaatan dan kepatuhan seorang
Mahasiswa untuk melaksakan perintah dari dosen, serta ingin menyampaikan seberapa dalam
ilmu pengetahuan perkembangan peserta didik yang penulis ketahui.

            Dalam penulisan Laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada
teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu,
kritik dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini.
                                                     

Medan, Desember 2020

Andrian Ricy Hutapea

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................................2
1.3 Tujuan Masalah................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Bahasa Non Baku Pada Gambar II ( Praktek → Praktik ) ..............................................3
2.2 Bahasa Non Baku Pada Gambar II (Sebahagian → Sebagian ) ......................................4
2.3 Solusi Terhadap Penggunaan Bahasa Baku Pada Kedua Gambar ..................................6
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan.........................................................................................................................7
2. Saran...................................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu dari bangsa Indonesia yang sudah dipakai
oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia. Cikal
bakal bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara berawal dari pernyataaan
sikap politik pemuda nusantara dengan ikrar  sumpah pemuda. Dalam kedudukan bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional, disamping menjadi alat komunikasi antar etnis yang
mempunyai bahasa daerah masing-masing sebagai bahasa pertama, bahasa Indonesia menjadi
alat komunikasi efektif bagi terjalinnya hubungan antar etnis di Indonesia. Oleh karena itu
pengetahuan tentang bahasa baku cukup penting untuk mempelajari bahasa Indonesia secara
menyeluruh yang akhirnya bisa diterapkan dan dapat digunakan dengan baik dan benar
sehingga identitas kita sebagai bangsa Indonesia tidak akan hilang.

Bahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyrakat. Tidak hanya pelajar
dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia.
Dalam bahasa Indonesia itu ada yang disebut bahasa baku. Dimana bahasa baku merupakan
standar penggunaan bahasa yang dipakai dalam bahasa Indonesia. Istilah bahasa baku telah
dikenal oleh masyarakat luas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka
memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti
bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa
yang baik dan benar. “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku.
Begitu juga dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang baku”.
(Pateda, 1997 : 30). Slogan “pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”,
tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan itu hanyalah suatu
retorika yang tidak berwujud nyata, sebab masih diartikan bahwa di segala tempat kita harus
menggunakan bahasa baku.  Akan tetapi masih banyak masyarakat yang masih menggunakan
bahasa non baku sebagai tanda pengenal usaha mereka, dapt diartikan bahwa bahasa baku
(resmi) ini belum tersalurkan dengan baik di kalangan masyarakat tersebut.

1
 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka penulis membuat
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pendapat narasumber tehadap penggunaan bahasa non baku pada penulisan
kata “praktek” ?
2. Bagaimana pendapat narasumber tehadap penggunaan bahasa non baku pada penulisan
kata “Sebahagian” ?
3. Bagimana solusi yang baik terhadap penggunaan bahasa non baku pada penulisan kata
non baku tersebut ?

1.3 Tujuan Masalah

Berdasarkan rrumusan masalah yang telah diuraikan diatas maka penulis membuat tujuan
masalahmasalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pendapat narasumber tehadap penggunaan bahasa non baku pada
penulisan kata “praktek”
2. Untuk Mengetahui pendapat narasumber tehadap penggunaan bahasa non baku pada
penulisan kata “Sebahagian”
3. Untuk mengetahui solusi yang baik tehadap penggunaan bahasa non baku pada penulisan
kata non baku tersebut.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Bahasa Non Baku Pada Gambar II ( Praktek → Praktik )

Dari hasil pengamatan kami mengenai penggunaan bahasa baku dan non baku di
masyarakat kami menemukan berbagai penggunaan bahasa non baku yang kami temukan di
sekitar lingkungan. Dan kami mewawancarai beberapa orang mengenai pandangan mereka
terhadap penggunaan bahasa non baku tersebut. Pada saat kami melakukan wawancara
kepada narasumber, kami menunjukkan foto-foto mengenai penggunaan bahasa baku dan non
baku dan meminta pendapat mereka mengenai hal tersebut. Berikut ini adalah hasil
wawancara yang kami lakukan kepada beberapa orang mengenai penggunaan bahasa baku
pada gambar tersebut yaitu :

Sumber Gambar I : (di Jalan Belat )

a. Lidya Simatupang (mahasiswi, 21 Tahun)

3
Menurut saya itu penggunaan bahasa non baku tersebut sudah sering saya dengar,
saya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut soalnya menurut saya maknanya sama
dengan bahasa baku yang sebenarnya. Menurut pandangan saya penggunaan kata itu memang
tidak baku sesuai dengan apa yang saya pelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dulu
dan saya kira memang di lingkungan kita tidak pernah ada diskusi atau perdebatan mengenai
penggunaan bahasa non baku tersebut sehingga masyarakat tidak peduli dengan kata tersebut
dan cenderung untuk menggunakan penggunaan bahasa non baku tersebut.
b. Rina Damanik (Ibu Rumah Tangga, 32 Tahun )
Menurut saya itu arti bahasa baku atau tidak baku saya fikir sama saja. Karena arti
dan makna nya saya pahami dan mengerti dan persoalan baku atau tidak, saya merasa itu
tidak masalah selagi masih bisa saya pahami. Penggunaan kata tersebut sudah sering saya
lihat dan mengenai baku atau tidak bakunya kata tersebut saya rasa biasa saja karena arti dan
makna dari kalimat itu bisa dipahami oleh masyarakat awam pada umumnya.
c. Sanro Hutabarat (Karyawan, 34 Tahun)
Saya fikir apa yang ada dalam kalimat yang anda tunjukkan mengenai kalimat itu
biasa saja dan tidak ada kesalahan sama sekali karena artinya dapat saya pahami mengenai
kalimat itu dan persoalan baku atau tidak baku mengenai kata tersebut saya kurang tahu
seperti apa itu bahasa baku dan non baku. Penggunaan bahasa non baku seperti ini sudah
lama terjadi ada masyarakat yang diakibatkan penggunaan bahasa dan sosialisasi bahasa
indonesia yang benar dan efektif jarang dilakukan masyarakat sehingga menimbulkan
penggunaaan bahasa non baku di sekitar lingkungan kita

2.2 Bahasa Non Baku Pada Gambar II ( Sebahagian → Sebagian )

Dari hasil pengamatan kami mengenai penggunaan bahasa baku dan non baku di
masyarakat kami menemukan berbagai penggunaan bahasa non baku yang kami temukan di
sekitar lingkungan. Dan kami mewawancarai beberapa orang mengenai pandangan mereka
terhadap penggunaan bahasa non baku tersebut. Pada saat kami melakukan wawancara
kepada narasumber, kami menunjukkan foto-foto mengenai penggunaan bahasa baku dan non
baku dan meminta pendapat mereka mengenai hal tersebut. Berikut ini adalah hasil
wawancara yang kami lakukan kepada beberapa orang mengenai penggunaan bahasa baku
pada gambar tersebut yaitu :

4
Sumber gambar : Di Halaman Masjid Unimed

a. Bapak James Hutahaean yang kami jumpai di jalan pada tanggal 20 September 2017
adalah seorang buruh pabrik di PT. Tjipta Rimba Djaja. Saat kami menunjukkan foto ini,
menurut dia penggunaan bahasa nya salah. Karena dia yang biasa nya dilihat dan didengar
adalah kata “sebagian” bukan “sebahagian”. Bahkan Beliau menganggap jika itu salah
tulis atau ketidaksengajaan.
b. Ibu Dewi yang kami jumpai di suatu pusat perbelanjaan pada tanggal adalah seorang ibu
rumah tangga. Kami juga menunjukkan foto ini kepada Beliau. Respon nya sama seperti
bapak James, dia menganggap bahwa penggunaan bahasa itu salah dan tidak tepat. Karena
orang-orang yang membaca bisa salah paham. Kata “sebahagian” hampir sama dengan
kata “sebahagia”. Beliau juga menganggap jika yang menulis tersebut tidak mengetahui
bahasa-bahasa yang baik tersebut.
c. Novita Delima seorang mahasiswa POLMED USU. Dia juga kami tanyakan hal yang
sama. Dia berkata bahwa kata tersebut sebenarnya benar. Namun kata “sebahagian” itu
tidak umum digunakan dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini. “Sebahagian” dan
“sebagian” adalah kata yang sama dan memiliki makna kata yang sama juga. Hanya saja
kita lebih sering mendengar kata “sebagian” dan daripada “sebahagian”. Jadi tidak ada
yang salah dengan kata tersebut.
5
2.3 Solusi Terhadap Penggunaan Bahasa Baku Pada Kedua Gambar
Menurut kami memang banyak ditemukan di sekitar masyarakat penggunaan kata dan
kalimat yang tidak baku. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
penggunaan kalimat baku yang benar dan efektif. Seiring dengan hal itu maka perlu adanya
solusi yang tepat untuk menangani masalah ini .Solusi dari masalah ini menurut pendapat
kami adalah sebagai berikut :
a. Perlunya tingkat kesadaran masyarakat untuk saling mengingatkan penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar agar semakin bekurangnya penggunaan bahasa baku
tersebut .
b. Pemerintah perlu mensosialisasikan penggunaan bahasa baku yang efektif dan benar
kepada masyarakat
c. Pemerintah perlu menggiatkan mata pelajaran Bahasa Indonesia Ditingkat Pendidikan
Dasar hingga Pendidikan Tinggi dengan pembaharuan kurikulum ditiap jenjang
pendidikan tersebut
d. Perlu adanya edukasi tambahan terhadap masyarakat penggunaan bahasa indonesia yang
efektif dan penggunaaan bahasa yang baku
e. Adanya pengembangan penggunaan bahasa baku secara formal dalam bentuk organisasi
didalam masyarakat

6
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam kehidupan sehari hari untuk menggunakan
bahasa baku, sehingga mereka membiasakan bahasa non baku tersebut terus mengalir dalam
bahasa yang mereka gunakan, karena mereka berfikir bahwa arti dari bahasa non baku dan
baku tersebut memiliki arti yang sama. Penggunaan bahasa non baku tidak dipermasalahkan
dalam kehidupan sehari-hari karena dengan bahasa non baku masyarakat lebih mudah untuk
mengingatnya, padahal pernyataan yang seperti ini salah, seharusnya mereka sebagai bangsa
Indonesia lebih mencari tahu bahasa Indonesia yang baik dan benar.

3.2 Saran
Perlunya kita sebagai bangsa Indonesia untuk saling memberitahukan informasi yang
sangat penting tersebut untuk mencapai satu tujuan yaitu mencintai bahasa yang satu yaitu
bahasa Indonesia.

7
DAFTAR PUSTAKA

Sanggup, Barus.Drs,M.Pd.dkk.Pendidikan Bahasa Indonesia, 2014;Medan.Unimed Press