Anda di halaman 1dari 1

Akhir-akhir ini kita sering saksikan bahwa kelompok ​islamphobia ​yang melakukan aksi

penyerangan terhadap Islam, mulai dari aksi terorisme, pencekalan, penyiksaan bahkan
pembunuhan secara besar-besaran. Menurut kami ini bukan persoalan yang biasa dan kita
tidak boleh tinggal diam.

Tidak hanya itu, kita juga sempat mendapat kabar bahwa adanya mobil yang sengaja masuk
di kawasan Masjidil Haram hingga berakhir dan menabrak pintu masuk masjid. Kemudian
adanya percobaan pengrusakan Makam Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang
Alhamdulillah dapat di gagalkan oleh pengunjung. Dan kali ini berlanjut dengan penghinaan
terhadap Baginda Nabiyullah Muhammad Shollallahu Alaihi Wassalam yang baru-baru ini di
lakukan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron Laknatullah Alaihi.

Kami selaku umat muslim apa bila Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam di hina maka
kami akan bersuara dan mengecam, sebab kami tidak akan rela apabila seseorang yg telah
berjasa dalam memperbaiki peradaban manusia, membebaskan dari penjajahan di masa
jahiliah, sebagai garda terdepan dalam menegakkan ​Amar Makruf Nahi Mungkar.
Jika Rasulullah dihina tentu siapa saja pasti akan melawan, apalagi jika yang melakukan
penghinaan apalagi yang di tuju adalah Muhammad Shollallahu Alaihi Wassalam sebagai
Rahmat bagi seluruh alam.

Sesungguhnya kami sangat sadar secara kekuatan militer kita belum cukup mampu
melawan mereka, jika dengan kekuatan fisik kita juga akan di cap sebagai terorisme karena
melakukan penyerangan, sehingga kami berkesimpulan untuk ikut melakukan perlawanan
lewat ekonomi dengan cara mengambil bagian dari aksi memboikot produk Prancis yang
ada di Indonesia. Kami menyadari jika menyerang dari sisi ekonomi menjadi sangat efektif
untuk melemahkan pendapatan negara.

Untuk itu kami dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tanjung Selor mengajak segenap
Masyarakat, Pelajar, Mahasiswa, Organisasi Masyarakat, LSM dan Pemerintah daerah yang
ada di Kabupaten Bulungan untuk dapat berkerjasama dan melakukan aksi "Boikot Produk
Prancis" Sebagai bentuk pengabdian kita kepada Pancasila dan mempertegas semboyan
Bhinneka Tunggal Ika.

Selanjutnya kami akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah daerah
dan Anggota Legislatif dalam hal ini Bupati dan DPRD Kabupaten Bulungan.