Anda di halaman 1dari 5

STRATEGI PELAKSANAAN

TINDAKAN KEPERAWATAN RESIKO BUNUH DIRI

SELASA 22 DESEMBER 2020

NI KADEK DIAH MAHAYANI


NIM. 2014901140

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


INSTITUT TEKNOLOGI DAN KESEHATAN BALI
DENPASAR

2020/2021
STRATEGI PELAKSANAAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI
TINDAKAN KEPERAWATAN HARI SENIN, 21 DESEMBER 2020

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Subjektif : Klien mengatakan merasa dirinya tidak pantas untuk hidup karena cacat,
klien juga mengatakan ingin mengakhiri hidupnya, tidak memiliki masa
depan dan merasa hidupnya tidak berguna lagi. Klien mengatakan bahwa
setiap melihat tali atau pisau klien berkeinginan untuk mengakhiri
hidupnya.
Objektif : Wajah klien tampak murung, tidak bersemangat, sorot mata sesekali
nampak tajam melihat sekeliling. Saat dilakukan pemeriksaan fisik
didapatkan hasil TD: 120/80 MmHg, Nadi: 80 x/menit, RR: 20 x/menit,
S: 36,5 oC
2. Diagnosa Keperawatan
Resiko Bunuh Diri
3. Tujuan khusus
Membina hubungan saling percaya dan melindungi klien dari percobaan bunuh diri
4. Tindakan keperawatan
Membina hubungan saling percaya dan melaksanakan SP 1 P resiko bunuh diri
1) Membina hubungan saling percaya dengan cara :
- Memperkanlakan diri kepada klien dengan sopan
- Menyapa klien dengan ramah
- Tanggapi pembicaraan klien dengan sabar dan tidak menyangkal
- Bicara dengan jelas
- Menunjukkan sifat hangat dan bersahabat
- Temani klien saat berkeinginan bunuh diri atau mencederai diri sendiri
meningkat
2) Mengidentifikasi -benda-benda yang dapat membahayakan pasien (misalnya
pisau, silet, gelas, ikat pinggang)
3) Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien
4) Melakukan kontrak treatment
5) Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri
6) Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
a. Orientasi
1. Salam Terapeutik
“Om swastyastu, selamat pagi pak, Perkenalkan saya Diah Mahayani mahasiswa
perawat dari ITEKES Bali. Saya senang dipanggil diah. Nama bapak siapa? Dan
senang saya panggil dengan bapak siapa?”
2. Evaluasi / Validasi
“Bagaimana perasaannya hari ini pak? Apakah kemarin tidurnya nyenyak pak?
3. Kontrak : topik, waktu dan tempat
1. Topik
“Bapak hari ini kita akan mengobrol tentang apa yang bapak M rasakan, ya pak
serta cara mengedalikan dorongan bunuh diri yapak?”
2. Waktu
“Bapak mau berapa lama ngobrolnya? Bagaimana kalau 30 menit pak? ”
3. Tempat
“Bapak mau mengobrol dimana? Bagaimana kalau mengobrolnya disini saja ya
pak?”
b. Kerja (langkah-langkah tindakan keperawatan)
- ”Bagaimana perasaan bapak M setelah kecelakaan ini terjadi? Apakah dengan
kecelakaan ini bapak M merasa paling menderita di dunia ini? Apakah bapak M
pernah kehilangan kepercayaan diri? Apakah bapak M merasa tidak berharga ?
Apakah bapak M berniat untuk menyakiti diri sendiri? Ingin bunuh diri atau
berharap bapak M mati? Apakah bapak M pernah mencoba bunuh diri? Apa
sebabnya dan bagaimana caranya?”
- ”Baiklah, tampaknya bapak M membutuhkan pertolongan segera karena ada
keinginan untuk mengakhiri hidup. Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar
bapak M ini untuk memastikan tidak ada benda – benda yang membahayakan
bapak M seperti pisau, silet, gelas kaca, piring kaca, ikat pinggang”
- “Karena bapak M mengungkapkan keinginan yang kuat untuk mengakhiri
hidup, saya tidak akan membiarkan bapak M sendiri sampai bapak M bisa tenang”
- ”Apa yang bapak M lakukan jika keinginan bunuh diri muncul?” ”Kalau
keinginan itu muncul, maka bapak M dapat memikirkan hal-hal positif seperti
diri bapak baik dan memikirkan bahwa diri bapak berharga selain itu untuk
mengatasinya bapak bisa dengan cara bapak M harus langsung meminta bantuan
kepada perawat di ruangan ini dan juga keluarga atau teman yang sedang
besuk. Misalnya bapak berteriak memanggil perawat sambil mengatakan “Tolong
suster keinginan bunuh diri saya muncul” Jadi bapak M jangan sendirian ya,
katakan kepada perawat, keluarga atau teman jika ada dorongan untuk mengakhiri
kehidupan.”
- “Bagaimana kalau kita berhatih cara mengendalikan dorongan bunuh itu?”Saya
percaya bapak M dapat mengendalikan keinginan untuk bunuh diri”

c. Terminasi
1. Evaluasi respon terhadap tindakan keperawatan
Subjektif :
“Bagaimana perasaan bapak setelah kenalan dan mengobrol dengan saya? Apakah
bapak merasa lebih baik? Apakah bapak masih ingat cara mengendalikan
keinginan bunuh diri?”
Objektif :
Klien mampu menyebutkan nama Perawat Klien mau diajak mengobrol tetapi
klien lebih banyak diam dan jarang merespon, klien tampak menunduk dan
sesekali menatap tajam kearah lain, klien hanya diam saat diajak untuk berlatih
cara mengendalikan dorongan bunuh diri
2. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang
telah dilakukan):
”Bapak nanti dilatih lagi ya cara mengendalikan keinginan bunuh diri serta bapak
harus menjauhi benda-benda yang dapat membahayakan bapak”
3. Kontrak yang akan datang (Topik, waktu, dan tempat):
a. Topik
“Baiklah pak, besok kita boleh bertemu lagi ya pak. Kita akan berlatih lagi
dan mengobrol lagi. Apakah bapak mau?”
1. Waktu
“Bapak mau ngobrol dan latihan jam berapa? Bagaimana kalau jam 10 pagi?”
2. Tempat
“Untuk tempatnya saya kesini lagi ya pak, keruangan bapak”