Anda di halaman 1dari 46

Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

BAB I

PENDAHULUAN

Peneliti memilih tema Efektivitas kegiatan operasional pemasaran melalui iklan dan kegiatan
marketing public relations IM3 di wilayah IMT karena peneliti melihat banyaknya mahasiswa yang
berpindah ke Indosat-IM3 karena tertarik produknya melalui iklan.

Sehingga peneliti mengangkat tema ini.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berdasarkan pada factor tarif (telepon,
SMS, MMS) terjangkau, harga voucer isi ulangnya murah, jaringan yang bagus, adanya hadiah, iklan
yang menarik, kemudahan isi ulang yang menyebabkan konsumen memilih indosat-IM3, dan mengetahui
faktor utamanya dalam pemindahan merek tersebut.

Jenis penelitian ini adalah survey yang dilakukan pada mahasiswa Institut Manajemen TELKOM
yang melakukan perpindahan merek dari provider lain ke provider Indosat-IM3. Populasi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang menggunakan produk Indosat-IM3 di
kalangan mahasiswa Institut Manajemen TELKOM. Sampel penelitian ini adalah 50 mahasiswa yang
dianggap telah cukup mewakili populasi yang diteliti. Teknik penarikan sampel menggunakan accidental
sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengambil responden yang kebetulan ada,
dalam arti siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel
bila dipandang orang yang ditemui itu cocok sebagai sumber data. Model analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif dan wicoxon.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis kesesuaian kepuasan menunjukkan


bahwa diantara faktor-faktor tarif, harga voucer, jaringan, hadiah, iklan, isi ulang yang paling
mempengaruhi konsumen untuk membeli provider lain adalah tarif. Begitu juga dengan faktor utama
yang dipilih konsumen antara tarif, harga voucer, jaringan, hadiah, iklan, isi ulang yang paling
mempengaruhi konsumen berpindah produk ke Indosat-IM3 adalah tarif. Sedangkan berdasarkan hasil uji
Wicoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan persepsi konsumen terhadap atribut
kualitas jasa antara jasa telepon seluler yang satu dengan telepon seluler lain selain Indosat-IM3 sebelum
melakukan perpindan merek. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku konsumen untuk berpindah pada

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 1
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

penyedia jasa telepon seluler dari provider lain menuju Indosat-IM3 dipengaruhi oleh tarif telepon, SMS,
MMS yang murah, harga voucer isi ulang yang murah, jaringan yang bagus dimana saja berada, ingin
mendapatkan hadiah, atribut iklan yang menarik, dan Isi ulangnya ada dimana saja termasuk di kantor
layanannya.

I.1 Tinjauan Objek studi

Perusahaan melakukan promosi gencar-gencaran untuk meraih sebanyak mungkin konsumen


merupakan hal yang biasa. Maklum saja, daya beli masyarakat rendah, serta menjamurnya competitor,
membuat pihak manajemen perusahaan harus memutar otak namun dapat terus bertahan dan
memenangkan persaingan. Namun, ditengah-tengah kondisi yang demikian, ternyata terdapat beberapa
sector usaha yang memiliki kesempatan bertumbuh lebih baik dan memiliki tingkat profitabilitas lebih
tinggi bila dibandingkan sector usaha lainnya. Banyak pengusaha memasukkan sector telekomunikasi
sebagai salah satu sector usaha dengan profitabilitas yang tinggi di tahun 2006. Bagaimana tidak, dari
waktu ke waktu akses komunikasi justru semakin mudah, murah dan cepat, termasuk di dalamnya
teknologi telepon seluler. Tahun 2007 saja diperkirakan pelanggan seluler di Indonesia mencapai 80 juta,
dan pada 2008 dan 2009 naik hingga 20% per tahunnya, ini adalah tujuan utama kegiatan operasionalnya.

Hal ini di satu sisi memang merupakan kesempatan emas bagi para operator layanan seluler,
namun di sisi lain bukannya tanpa tantangan. Para operator seluler berlomba-lomba meraih kesempatan
ini, membuat persaingan sangat ketat. Hal ini terlihat dari insentif yang ditawarkan, potongan harga yang
tidak tanggung-tanggung serta intensitas penyampaian iklan yang begitu gencar.

I.2 Latar belakang masalah

Ketatnya persaingan di antara operator seluler membuat iklan yang ditampilkan cenderung saling
berbalas. Kondisi saling berbalas ini sesungguhnya telah berlangsung cukup lama. Namun, akhir-akhir ini
ketatnya persaingan semakin terlihat. Hampir semua pesan yang disampaikan pada iklan-iklan operator
seluler isinya seragam, yaitu tentang tariff. Hanya indosat yang terlihat masih rajin mengeluarkan iklan
tentang fitur-fiturnya. Pada iklan tentang tariff, masing-masing operator pun menurunkan tarifnya, atau
meluncurkan produk baru di samping produk yang sudah ada, dengan tariff lebih murah.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 2
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Untuk selanjutnya peneliti akan membedakan antara kegiatan proyek dan kegiatan operasi

Perbedaan Kegiatan Proyek VS Operasional :

No. Kegiatan Proyek Kegiatan Operasional


1. Bercorak dinamis, nonrutin Berulang-ulang, rutin (pemasaran)
Berlangsung dalam jangka panjang (target
2. Siklus proyek relatif pendek
pemasaran dan perluasan pangsa pasar)
Intensitas kegiatan relatif sama
Intensitas kegiatan dalam periode siklus proyek berubah-(mempertahankan pelanggan dan konsumen
3.
ubah (naik-turun) dengan fitur-fitur menarik serta menarik
daya beli pemakai baru)
Kegiatan harus diselesaikan berdasarkan anggaran danBatasan anggaran dan jadwal tidak setajam
4.
jadwal yang telah ditentukan proyek
Terdiri dari macam-macam kegiatan yang memerlukanMacam kegiatan tidak terlalu banyak
5.
berbagai disiplin ilmu
Keperluan sumber daya berubah, baik macam maupunMacam dan volume keperluan sumber daya
6.
volumenya relatif konstant.

Perbedaan yang bersifat mendasar antara Kegiatan Proyek VS Kegiatan Operasional:

• Kegiatan operasi didasarkan pada konsep mendayagunakan sistem yang telah ada, apakah
berbentuk pabrik, gedung atau fasilitas yang lain, secara terus-menerus dan berulang-ulang.
• Sedangkan kegiatan proyek bermaksud mewujudkan atau membangun sistem yang belum ada.

Karena pemasaran juga turut dapat dikategorikan sebagai kegiatan operasional yang konstan
dilakukan terus menerus pada tiap periode tertentu baik untuk guna jangka pendek maupun jangka
panjang, promosi ini berguna untuk menyampaikan produk yang sudah terselesaikan oleh proyek tertentu
misalnya di tahun 2007 im3 berniat membuat proyek potongan harga besar-besaran dan di akhir 2008 dan
tahun-tahun berikutnya maka hingga sekaranglah proyek ini dipublikasikan mengunakan jasa pemasaran.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 3
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Sebagai salah satu alat komunikasi pemasaran, iklan memiliki beberapa kelemahan. Meyakinkan
konsumen tidak cukup dengan menggunakan komunikasi pemasaran yang hanya mengandalkan
priklanan, yang mana hanya muncul 30 detik di layar kaca atau kolom iklan di majalah. Lantyka
mengatakan “pada iklan display misalnya, ada keterbatasan ruang untuk bercerita tentang banyak hal”.
Umumnya informasi yang disampaikan menjadi tidak lengkap. Iklan juga menjadi tidak memiliki
kredibilitas dikarenakan perusahaan membeli space iklan, sehingga mereka bisa berkata apa saja yang
baik-baik mengenai produknya.

Selain advertising seperti disebutkan, masih ada alat komunikasi lainnya yang bisa sangat
berperan dalam membuat orang tertarik untuk membeli dan menggunakan suatu produk, yaitu : Public
Relations, untuk lebih lanjutnya :

Memberitahu oang mengenai kegiatan operasional yang rutin kita jalani yaituh misalnya dalam
hal memasarkan mengenai produk dan membuat orang lain tertarik untuk membeli, dibutuhkan lebih dari
sekedar iklan dan upaya sales. Rasa dan keinginan seseorang terbentuk dari pengaruh yang tidak kelihatan
(tidak menonjol), seperti dari apa yang mereka baca, dengar di radio, lihat di televisi atau film, serta dari
pembicaraan orang lain. Faktor-faktor ini memiliki efek yang tak terkira pada keinginan mereka dalam
membeli. Factor-faktor ini menciptakan keinginan terhadap sebuah produk maupun jasa, serta
mendukung iklan yang pada akhirnya adalah pencapaian visi an misi kegitan operasional. Sekian banyak
cara yang dikerjakan oleh Public Relations dalam menciptakan keinginan tersebut harus ada dala
program pemasaran modern.

Pada saat praktisi Public Relations ikut dalam kegiatan promosi seperti diatas, upaya mereka
dapat disebut sebagai marketing public relations.

Salah satu contoh dari kegiatan operasional im3 yang dilaksanakan oleh marketing public
relations seperti acara “IM3-Jawa Pos Campus Expo” yang diadakan tiap tahun (sejak tahun 2004) oleh
IM3. Program ini merupakan salah satu bentuk program operasional IM3 yang rutin diadakan dengan
menghubungkan MPR PT. Indosat. Pada tahun 2006 lalu program ini diikuti oleh lebih dari 60 lembaga
pendidikan. Selain pameran, jua diadakan beberapa seminar dan lokakarya yang semua temanya
berhubungan dengan teknologi informasi dan multimedia. Kegiatan ini di satu sisi merupakan kegiatan
yang melibatkan khalayak, menyediakan apa yang menjadi kebutuhan sehingga bias meraih simpati
public. Namun, di sisi lain juga menciptakan publisitas, menciptakan brand awareness terhadap merk im3,
mengkomunikasikan bahwa im3 adalah kartunya anak muda, serta memperkuat citranya sebagai produk

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 4
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

berteknologi tinggi. Selain itu melalui seminar dan lokakarya yang diadakan, Marketing Public Relations
bisa mendidik khalayak sehubungan dengan produk im3. Misalnya saja salah satu lokakarya bertajuk
“Digital Photography melalui Hand Phone” .

Melihat begitu vital serta potensialnya perencanaan proyek, perencanaan kegiatan operasional
apalagi berkaitan dengan publisitas dari sebuah produk, peneliti tertarik untuk mengevaluasi hasil
kegiatan rutin im3 ini yaitu publisitas im3 yang dilakukan tiap tahun. Peneliti berharap melalui penelitian
ini, pihak manajemen perusahaan bisa memperoleh gambaran mengenai pemberitaan produknya. Selain
itu, melalui publisitas yang ada peneliti ingin melihat bagaimana sebenarnya kegiatan utama operasional
itu sendiri dan peran Marketing Public Relations PT. Indosat dalam komunikasi pemasaran dan
efektifitasnya terhadap rencana-rencana yang sudah ada.

PT. Indosat sendiri merupakan operator seluler yang disebutkan oleh “Mobile News”, majalah
seluler terbitan singapura, meraih predikat sebagai operator yang unggul untuk kawasan Asia, bersama 31
operator seluler lain di Asia (“Best GPRS”,2004”.”Mobile News” menyebutkan Indosat sebagai “The
Leading Operator in Asia”. Keunggulan Indosat terutama dalam hal teknologi GPRS (General Packet
Radio Service) dan multimedia. Indosat juga memenangkan penghargaan sebagai “Best Penyedia GPRS”
versi majalah “Seluler”. Im3 sendiri merupakan produk dari Indosat yang memiliki komposisi pelanggan
terbasar di antara produk Indosat lainnya.

Komposisi pelanggan im3 bahkan mencapai 65% dari keseluruhan pelanggan PT. Indosat.
Sementara produk Indosat lainnya seperti Mentari memiliki pelanggan sebanyak 31% dan sisanya adalah
pengguna matrix. Pertumbuhan pasar terbesar juga masih dipegang oleh im3. Keunikan lainnya adalah
im3 merupakan satu-satunya produk operator seluler di Indonesia yang secara spesifik membidik pasar
remaja atau yang berjiwa muda. Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan diri untuk menganalisis
publisitas im3 . Pemilihan media dikarenakan adanya perubahan hasil penjualan akibat penggunaan
media. Oleh karena itu im3 sangat jeli sekali dalam memilih media untuk kegiatan operasionalnya.

Namun pada dasarnya manajemen im3 keberatan perusahaaannya digabungkan dengan PT.
Satelindo meski keduanya adalah milik PT.Indosat. Alasannya, im3 sudah bisa berkembang dengan cirri
tersendiri, punya citra positif. “Membangun citra itu mahal, jangan kami dipaksa digabung sehingga hasil
kerja kami sia-sia” ujar seorang petinggi im3 ketika penggabungan ini dimunculkan.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 5
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Karena dasar inilah peneliti ingin melihat gambaran dan kecenderungan pemberitaan mulai dari
pada saat perubahan itu belum terjadi hingga saat ini.

I.3 Perumusan masalah

Pertanyaan permasalahan yang ingin dijawab oleh penelitian ini adalah

a. Bagaimana efektivitas iklan kartu perdana Indosat-IM3 pada media televisi yang sudah
dilaksanakan ?
b. Bagaimana hubungan antara efektivitas iklan pada media televisi dengan keputusan
konsumen membeli kartu perdana Indosat-IM3 ?
c. Bagaimana strategi periklanan di masa yang akan datang berdasarkan informasi dari
efektivitas iklan pada media televisi dalam hubungannya dengan keputusan konsumen membeli
kartu perdana Indosat –IM3 ?
d. Bagaimana kaitannya periklanan dengan marketing public relations?

I.4 TUJUAN PENELITIAN

a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keefektifan iklan yang sudah
dilaksanakan

b. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat mengenai keefektifan media
periklanan melalui televisi yang telah dilakukan oleh pihak Indosat-IM3, yang berhubungan
dengan keputusan membeli konsumen dan diharapkan dapat menjadi masukan kepada pihak
Indsat-IM3 dalam merancang dan menerapkan media periklanannya.

c. Hasil dari penelitian ini juga dihaapkan mampu merumuskan strategi periklanan yang lebih tajam,
tapat dan akurat untuk mempengaruhi keputusan pembelian kartu perdana Indosat-IM3

d. Penilitian ini diharapkan mampu merumuskan kaitan kegiatan marketing public relations
terhadap kegiatan iklan dan pengaruhnya terhadap jumlah pelanggan Institut Manajemen
TELKOM

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 6
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

I.5 Lingkup Penelitian

Penelitian dilakukan di Bandung tepatnya di kampus Institut Manajemen TELKOM di Jl.


Gegerkalong Hilir No.47, responden adalah para mahasiswa dan mahasiswi Institut Manajemen
TELKOM dengan maksud mempermudah penelitian, jadi apabila terjadi ketidak akuratan maka peneliti
akan dengan mudah memperbaiki kuesioner dan menyebarkannya kembali pada responden lain di
wilayah yang sama.

I.6 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat mengenai keefektivan iklan im3
dalam menumbuhkan minat beli konsumen dan loyalitas konsumen terhadap provider im3 di kampus
IMT.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 7
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Kajian Pustaka

Industri jasa pada saat ini merupakan sektor ekonomi yang sangat besar dan tumbuh sangat pesat.
Pertumbuhan tersebut selain diakibatkan oleh pertumbuhan jenis jasa yang sudah ada sebelumnya, juga
disebabkan oleh munculnya jenis jasa baru, sebagai akibat dari tuntutan dan perkembangan teknologi.
Dipandang dari konteks globalisasi, pesatnya pertumbuhan bisnis jasa antar negara ditandai dengan
meningkatnya intensitas pemasaran lintas Negara serta terjadinya aliansi berbagai penyedia jasa di dunia.
Perkembangan tersebut pada akhirnya mampu memberikan tekanan yang kuat terhadap perombakan
regulasi, khususnya pengenduran proteksi dan pemanfaatan teknologi baru yang secara langsung akan
berdampak kepada menguatnya kompetisi dalam industry (Lovelock, 2004 : 2). Kondisi ini secara
langsung menghadapkan para pelaku bisnis kepada permasalahan persaingan usaha yang semakin tinggi.
Mereka dituntut untuk mampu mengidentifikasikan bentuk persaingan yang akan dihadapi, menetapkan
berbagai standar kinerjanya serta mengenali secara baik para pesaingnya.
Dinamika yang terjadi pada sektor jasa terlihat dari perkembangan berbagai industri seperti
perbankan, asuransi, penerbangan, telekomunikasi, retail, konsultan dan pengacara. Selain itu terlihat juga
dari maraknya organisasi nirlaba seperti LSM, lembaga pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi yang
kini semakin menyadari perlunya peningkatan orientasi kepada pelanggan atau konsumen. Perusahaan
manufaktur kini juga telah menyadari perlunya elemen jasa pada produknya sebagai upaya peningkatan
competitive advantage bisnisnya (Hurriyati, 2005: 41). Implikasi penting dari fenomena ini adalah
semakin tingginya tingkat persaingan, sehingga diperlukan manajemen pemasaran jasa yang berbeda
dibandingkan dengan pemasaran tradisional (barang). Zeithaml and Bitner (2003 : 319) menyatakan
bahwa pemasaran jasa adalah mengenai janji-janji, janji yang dibuat kepada pelanggan dan harus dijaga.
Kerangka kerja strategik diketahui sebagai service triangle (Gambar 2.1) yang memperkuat
pentingnya orang dalam perusahaan menjaga janji mereka dan sukses dalam membangun customer
relationship. Segitiga menggambarkan tiga kelompok yang saling berhubungan yang bekerja bersama
untuk mengembangkan, mempromosikan dan menyampaikan jasa. Ketiga pemain utama ini diberi nama
pada poin segitiga: perusahaan (SBU atau departemen atau manajemen), pelanggan dan provider
(pemberi jasa). Provider dapat pegawai perusahaan, subkontraktor, atau pihak luar yang menyampaikan

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 8
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

jasa perusahaan. Antara ketiga poin segitiga ini, tiga tipe pemasaran harus dijalankan agar jasa dapat
disampaikan dengan sukses: pemasaran eksternal (external marketing), pemasaran interaktif (interactive
marketing), dan pemasaran internal (internal marketing). Pada sisi kanan segitiga adalah usaha pemasaran
eksternal yaitu membangun harapan pelanggan dan membuat janji kepada pelanggan mengenai apa yang
akan disampaikan. Sesuatu atau seseorang yang mengkomunikasikan kepada pelanggan sebelum
menyampaikan jasa dapat dipandang sebagai bagian dari fungsi pemasaran eksternal. Pemasaran
eksternal yang merupakan permulaan dari pemasaran jasa adalah janji yang dibuat harus ditepati.
Pada dasar segitiga adalah akhir dari pemasaran jasa yaitu pemasaran interaktif atau real time
marketing. Disini janji ditepati atau dilanggar oleh karyawan, subkontraktor atau agen. Ini merupakan
titik kritis. Apabila janji tidak ditepati pelanggan akan tidak puas dan seringkali meninggalkan
perusahaan. Sisi kiri segitiga menunjukkan peran kritis yang dimainkan pemasaran internal. Ini
merupakan kegiatan manajemen untuk membuat provider memiliki kemampuan untuk menyampaikan
janji-janji yaitu perekrutan, pelatihan, motivasi, pemberian imbalan, menyediakan peralatan dan
teknologi. Apabila provider tidak mampu dan tidak ingin memenuhi janji yang dibuat, perusahaan akan
gagal, dan segitiga jasa akan runtuh.
Kotler and Keller (2006 : 372) mengemukakan pengertian jasa (service) sebagai berikut: “A
service is any act or performance that one party can offer to another that is essentially intangible and
does not result in the ownership of anything. Its production may or may not be tied to a physical
product.” (Jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain
yang secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan. Produksi jasa dapat
terikat atau tidak terikat pada suatu produk fisik).
Selanjutnya Stanton (2002 : 537) mengemukakan definisi jasa sebagai berikut: “Services are
identifiable, intangible activities that are the main object of a transaction designed to provide want-
satisfaction to customers. By this definition we exclude supplementary services that support the sale of
goods or other services.”
Zeithaml and Bitner (2003 : 3) mengemukakan definisi jasa sebagai berikut: Include all
economic activities whose output is not a physical product or construction, is generally consumed at the
time it is produced, and provided added value in forms (such as convenience, amusement, timeliness,
comfort, or health) that are essentially intangible concerns of its first purchaser.
Jasa pada dasarnya adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam
pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara
prinsip tidak berwujud bagi pembeli pertamanya.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 9
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Berdasarkan beberapa definisi di atas maka jasa pada dasarnya adalah sesuatu yang mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut:
1. suatu yang tidak berwujud, tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen
2. proses produksi jasa dapat menggunakan atau tidak menggunakan bantuan suatu produk fisik
3. jasa tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemilikan
4. terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.

II.2 Landasan Teori

Kegiatan periklanan dan promosi penjualan diharapkan dapat membantu perusahaan sebagai
sarana informasi yang dapat mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan
pertukaran dalam pemasaran sehingga dapat meningkatkan volume penjualan. Apabila kegiatan
periklanan dan promosi penjualan yang efektif tidak dilakukan, maka akan merupakan ancaman bagi
perusahaan, dimana konsumen dapat beralih kepada produk pesaing. Pengukuran efektivitas iklan dapat
dilakukan dengan 6 cara, yakni memori, persuasi, komunikasi, frame by frame, brand performance
tracking dan yang terakhir direct response. Evaluasi dampak iklan pada memori memiliki 2 tingkatan
yakni recognition dan recall.

Recognition mengukur kemampuan konsumen mengingat kembali iklan yang telah dilihatnya
ketika ada sebuah stimuli tertentu dari luar, sementara recall mengukur kemampuan telah diterimanya
pada saat-saat tertentu yang dibutuhkan (tidak perlu dengan stimuli). Pemikiran bahwa efektivitas iklan
diukur dari kemampuannya menempatkan diri ke dalam memori konsumen ini didasari bahwa kalau
iklannya sendiri tidak mampu diingat, apalagi produk yang diiklankan.

Ukuran persuasi berbicara tentang kemampuan iklan melakukan persuasi terhadap konsumen
sehingga attitude (cognitive, feeling, behavior) mereka berubah. Salah satu jenis ukuran yang sering
digunakan untuk mengimplementasikan konsumen ini adalah dengan cara memperlihatkan perbedaan-
perbedaan minat beli konsumen antara sebelum dan sesudah melihat iklan. MARS (Marketing &
Research Specialist) memiliki istilah pengukuran yang disebutkan sebagai PSI (Potential Switching
Index), yakni sebuah index yang mengukur kekuatan iklan untuk men-switch intensi konsumen pada
brand tertentu menjadi ke brand yang diiklankan. Index bernilai negatif berarti iklan-iklan yang
dievaluasi justru menghancurkan minat beli penontonnya, sementara yang positif sebaliknya. Index
bernilai 50 berarti bahwa iklan tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan pangsa pasarnya dengan

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 10
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

setengah kali lebih tinggi dari pangsanya yang sekarang. Perhitungan ini serupa dengan Gain index yang
digunakan oleh MARS ketika mengukur performance merek.

Jenis pengukuran ketiga adalah komunikasi, yakni mengevaluasi kemampuan iklan


menyampaikan pesan yang harus dibawanya. Bisa terjadi sebuah iklan memiliki eksekusi yang sangat
sangat bagus dan menggunakan artis sangat populer, tetapi pesan yang ditangkap oleh konsumen sangat
berbeda dibandingkan dengan yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pengiklan. Iklan-iklan produk
yang sudah sudah mature pada umumnya lebih bersifat emotional bounding., sehingga lebih sulit
dipahami maksudnya dibandingkan dengan iklan produk baru (atau produk lama yang diperbaharui) yang
lebih bersifat prepositioning. Sementara itu metode evaluasi frame by frame digunakan untuk melihat
bagian perbagian iklan yang kemungkinan dianggap oleh konsumen tidak menarik atau bahkan tidak
masuk akal sehingga bisa dipotong atau ditambah. Evaluasi ini dapat digunakan misalnya untuk
membuat iklan versi 30 detik menjadi 15 detik. Kekuatan evaluasi ini ada pada kemampuannya untuk
mengavaluasi setiap adegan yang muncul, tetapi kelemahannya adalah hanya mengevaluasi iklannya saja
dan tidak melihat dampaknya pada produk/merek yang dibawanya.

Berbeda dengan keempat ukuran yang lain yang lebih berat fokusnya pada evaluasi iklannya
sendiri, tehnik brand performance tracking dilakukan untuk mengevaluasi dampak iklan pada mereknya
sendiri. Salah satu kunci dari jenis pengukuran ini adalah secara kuantitatif mengukur pengaruh iklan
pada setiap level dari proses pengambilan keputusan konsumen. Dengan demikian apabila tujuan iklan
adalah untuk meningkatkan awareness misalnya, dengan metode ini diukur secara kuantitatif besarnya
awareness konsumen dan calon konsumennya, baik sebelum ataupun sesudah iklan ditayangkan, sehingga
dapat dihitung gapnya. Atau kalau iklan memiliki objective untuk meningkatkan komitmen
konsumennya (mempertinggi loyalitas) dapat juga diukur loyalitas konsumen pada produk sebelum iklan
ditayangkan dan sesudahnya. Walaupun secara sekilas metode pengukuran ini terlihat sangat sahih, tetapi
sebenarnya pengukuran ini masih berbias. Seperti diketahui bahwa informasi yang masuk ke benak
konsumen tidak berasal dari advertising saja melainkan juga dari program Integrated Marketing
Communication yang lain, sehingga dampaknya pada merek sebenarnya agregat dari keseluruhan
program tersebut.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 11
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Pengirim Mengirim Menerima Penerima


Media
Pesan Pesan

Bunyi

Umpan Respon
Balik

Pemilihan media juga merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh perusahaan. Karena media
iklan juga bisa mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk. Karena jenis media memiliki
kemampuan yang berbeda-beda dalam hal demonstrasi, visualisasi, penjelasan, keyakinan, dan warna.
Hanya tinggal bagaimana perusahaan dapat membuat masyarakat percaya dan membeli produknya.
Pasar
Sasaran Tujuan Iklan Tidak
Konsume
Ikla n tidak
Efektif
nnn tertarik
Perusaha Penempata Penyampai
Menginform nnn terhadap
an (IM3) n Pasar an Pesan
asikan nnn produk
Membujuk
Mengingatk n
Efektif
an
Bauran
Pemasaran

Ketertarika
n konsumen
terhadap
produk

Keputusa
n
pembelia
n oleh
konsume
n produk

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 12
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

II.3 Kerangka Pikiran Hipotesis

Untuk perusahaan yang marketing oriented, perilaku pelanggan harus dijadikan acuan dalam
menyusun strategi pemasaran. Hal ini menjadi semakin krusial, juga pasar sudah sangat heterogen dan
varian produk di industri sudah sangat lebar. Industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang sudah sangat
colorfull juga memerlukan pengetahuan mengenai prilaku pelanggan yang akurat, sebagai dasar untuk
meformulasikan strategi pemasaran yang efektif. Oleh karena itu dibutuhkan metode dan stretegi yang
akurat untuk menarik konsumen dan menambah jumlah pelanggan yang ada. Proyek ini sangat berkaitan
erat dengan strategi pemaaran baik melalui media iklan dan marketing public relations.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 13
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

BAB III

METODE PENELITIAN

Penelitian dapat dikategorikan ke dalam beberapa tipe, yaitu:

• Berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk pengujian hipotetis, yaitu studi yang biasanya
dilakukan untuk menjelaskan suatu hubungan tertentu.
• Berdasarkan tipe penyelidikannya penelitian ini menggunakan metode korelasional, yaitu suatu
metode yang dilakukan apabila penelitian bertujuan untuk menggambarkan variabel-variabel
yang penting yang berhubungan dengan suatu masalah. Dalam hal ini peneliti ingin mendapatkan
gambaran tentang hubungan antara efektifitas iklan dengan keputusan membeli konsumen.
• Berdasarkan horison waktunya termasuk dalam studi cross sectional, yaitu penelitian dilakukan
dimana data hanya diambil satu kali, pada satu periode waktu, untuk menjawab pertanyaan
penelitian atau hipotesis penelitian.
Berdasarkan studi setting termasuk noncontrived setting yaitu penelitian yang dilakukan dalam
lingkungan yang normal, yang biasanya terjadi. Dalam penelitian ini peneliti tidak melakukan manipulasi
(intervensi) apapun.

Variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut

a. Variable Independent (X) : efektivitas iklan IM3

• Subvariable : • Message (Pesan)

• Mission (misi) • Media

• Money (uang) • Measurement (pengukuran)

b. Variabel Dependent (Y) : peningkatan jumlah pelanggan


Sub variable :

o Kognitif
o Afektif
o Konatif

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 14
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

III.1 Operasional Variabel

Variabel Definisi Dimensi Indikator


Variabel

Efektifitas Iklan • Mission • Tujuan periklanan


(misi) • Sasaran Penjualan
Money (uang) • Frekuensi periklanan
• Anggaran periklanan
• Message (pesan) • Kemudahan mengingat
pesan
• Daya tarik
• Media • Jenis Media (TV)
• Dampak frekuensi &
jangkauan
• Penentuan waktu tayang
iklan.

• Measureme • Dampak periklanan


nt (pengukuran)
Keputusan Suatu Kognitif • Kesadaran akan
Pembelian keputusan yang keberadaan perusahaan
Konsumen diambil beserta produk yang
seorang calon dihasilkan
pembeli • Kemampuan
membedakan produk
menyangkut
perusahaan dengan
kepastian apa produk-produk lain
yang akan yang sejenis
membeli • Kemampuan
produk tersebut mempercayai isi dan
atau tidak maksud pesan atau iklan

Afektif • Kemampuan mengingat


pesan
• Minat terhadap terhadap
produk
Konatif • Kecenderungan memilih
produk
• Keputusan membeli

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 15
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

III.2 Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dan sumber data dalam penyusunan laporan penelitian ini
menggunakan 2 sumber data ,yaitu :

a. Data Primer
Data ini diperoleh secara langsung melalui observasi lapangan dengan pihak
yang terkait.. Observasi ini dilakukan sebagai informasi tambahan dalam
analisis efektifitas iklan “IM3” di televisi.

b. Data Sekunder
Data sekunder ini diperoleh melalui literatur dan teori-teori yang menunjang
penelitian maupun sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian.

Adapun skala pengukuran yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

1. Skala Liekert
Untuk mengukur sub-variabel karakteristik responden yang meliputi tingkat
usia, uang saku, dan semester. Selain itu skala ini juga digunakan untuk
mengukur keputusan membeli.

2. Skala Ordinal
Untuk mengukur efektifitas iklan.

III.2.1 Populasi
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah konsumen di kota Bandung
wilayah kampus Institut Manajemen TELKOM tepatnya mahasiswa dan
mahasiswi pengguna penyedia jasa telekomunikasi seluler Indosat-IM3

III.2.2 Metode pengambilan sampel


Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu
sampel yang diambil dari unsur-unsur populasi yang sesuai dengan
tujuan penelitian ( Cooper and Emory, 1997 : 102 ). Pengambilan data

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 16
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

akan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan sejak tanggal 23 April 2009


sampai dengan 23 Mei 2009 (tidak termasuk hari libur).

III.2.3 Jumlah Sampel


Menurut pendapat Kerlingger dalam buku Kusmanto ( 1990:240 ) yang
menyatakan bahwa sampel besar akan memberikan hasil yang baik. Dan
sampel yang terlalu kecil akan memberikan hasil yang kurang baik.
Selain itu menurut Singaribuan ( 1995:171) dikatakan bahwa jumlah
sampel minimal dipakai untuk objek penelitian adalah sebesar 30 jika
populasinya tidak terbatas.
Dalam penelitian ini kita mengambil sample sebesar 50. Dengan
menggunakan metode accidental sampling, yaitu pengambilan sampel
yang dilakukan dengan mengambil responden yang kebetulan ada,
dalam arti siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan
peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang
yang ditemui itu cocok sebagai sumber data.

III.3 Validitas & Reliabilitas

Untuk mengetahui apakah kuesioner yang telah dibuat dapat digunakan atau tidak, maka terlebih
dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner yang akan disebarkan kepada
responden yang sesungguhnya. Dalam menguji validitas digunakan koefisien-koefisien korelasi rank
Spearman’s, sedangkan untuk menguji reliabilitas digunakan koefisien korelasi Product Moment.
Kuesioner dianggap valid dan reliabel apabila nilai koefisien korelasi rank Spearman hitung dan nilai
koefisien korelsi Product Moment hitung lebih besar daripada nilai koefisien korelasi rank Spearman
hitung table.

 Uji Validitas

Uji validitas mengukur sejauh mana suatu uji (pengukuran) mengukur apa yang
benar- benar diukur dan nilai minimal validitas adalah sebesar 0,3.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 17
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Uji korelasi bertujuan untuk menguji hubungn antara dua variabel yang tidak
menunjukkan hubungan fungsional (berhubungan bukan berarti disebabkan. Keeratan
hubungan ini dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi. Uji korelasi terdiri dari
Pearson, Spearman, dan Kendall. Jika sampel data lebih dari 50 (sampel besar) dan
kondisi data normal, sebaiknya menggunakan korelasi Pearson (karena memenuhi asumsi
parametrik). Jika sampel kurang dari 50 (sampel kecil) maka menggunakan korelasi
Sparmen atau Kendall (karena memenuhi asumsi non parametrik).

Rumus Pearson :

n (∑XY) - ( ∑X. ∑Y)


r=
√( n∑X2 – (∑X)2) ( n∑Y2 – (∑Y)2 )

n = jumlah sampel
x = skor total responden
y = skor total pernyataan masing-masing responden

Koefisien korelasi memiliki nilai antara -1 hingga +1. sifat nilai koefisien korelasi
adalah Plus (+) atau minus (-). Hal ini menunjukkan arah korelasi. Makna sifat korelasi:
1. Korelasi Positif (+), berarti jika variabel X1 mengalami kenaikan maka variabel X2
juga mengalami kenaikan, dan sebaliknya.
2. Korelasi negatif (-), berarti jika variabel X1 mengalami kenaikan maka variabel X2
mengalami penurunan, dan sebaliknya.

 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukkan stabilitas dan konsistensi alat ukur
dalam mengukur konsep.untuk menguji reliabilitas kuesioner, penulis menggunakan
Alpha Cronbach dengan nilai minimal reliabilitas sebesar 0,7.

r11 = k 1- ∑2 ‫ס‬b r11 = reliabilitas instrumen k


= banyak butir varian
Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47
2 ‫ ס‬t = varians
Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi total
Kelas C kelompok 10 Page 18
∑2 ‫ס‬b = jumlah varians butir
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

k-1
2 ‫ס‬t

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 19
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan pengujian non-parametrik.


Menurut Fredy Rangkuti (2001:179), “Pengujian non-parametrik adalah pengujian yang
bebas dari persyaratan atau kondisi yang membatasi pemakaian “, dengan demikian
pengujian tidak membutuhkan sample yang diperoleh dari populasi yang terdistribusi
normal dan tidak membutuhkan bilangan sampel dalam ukuran besar.

Analisis data dilakukan dengan dua cara :

• Statistik Deskriptif
Metode statistik yang bertujuan untuk menggambarkan perilaku variable
yang diamati berdasarkan data yang diperoleh. Pada cara ini data yang
diperoleh dipasangkan, sehingga menjadi suatu pasangan data, dimana X
menunjukkan variabel efektifitas iklan pada media televisi dan Y yang
menunjukkan variabel keputusan membeli konsumen.

Nilai X dan Y diperoleh dari setiap jawaban yang diberikan skor dengan
criteria menurut skala Liekert sebagai berikut :

Sangat setuju : 4

Setuju : 3

Tidak Setuju : 2

Sangat Tidak Setuju : 1

• Statistik Inferensial
Metode statistik yang ditujukan untuk menguji hipotesis dan penarikan
kesimpulan berdasarkan data sample. Dimana pada cara ini digunakan
pengujian hipotesis yang dihitung dengan menggunakan perhitungan korelasi
pangkat Spearman.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 20
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Setelah data yang dibutuhkan terkumpul, langkah selanjutnya adalah melakukan


pengolahan data agar data yang masih terkesan bertebaran dapat disusun sedemikian
rupa sehingga lebih mudah dimanfaatkan dalam analisis oleh alat-alat analisisnya untuk
menjawab tujuan risetnya.

Untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan bila skala pengukuran datanya berbentuk


ordinal, dapat digunakan teknik statistik spearmen’s yang menggunakan SPSS. Dari
hasil perhitungan tersebut, agak berbeda dengan hasil perhitungan melalui SPSS. Pada
hasil perhitungan diatas, semua item dinyatakan valid karena memiliki nilai koefisien
<0.3. Jika dilihat dari perhitungan yang menggunakan SPSS (terlampir), alphanya
menunjukkan angka 0,753 yang dianggap baik untuk digunakan. Itu menunjukan item-
item (terlampir) valid dan ada saling keterikatan.

Selanjutnya yaitu menentukan rancangan pengujian hipotesis, yaitu untuk


menentukan H0 ditolak atau diterima dengan membandingkan antara Zhitung dengan Ztabel.
Selanjutnya hipotesis yang telah dikemukakan dapat dijabarkan ke dalam hipotesis
statistik sebagai berikut :

H0 : Tidak terdapat pengaruh efektifitas iklan televisi (Variabel X) terhadap


keputusan pembelian konsumen (Variabel Y).

H1 : Terdapat pengaruh efektifitas iklan televisi (Variabel X) terhadap


keputusan pembelian konsumen (Variabel Y)

Untuk hasil t positif ditentukan berdasarkan berikut :

Jika Zhitung > Ztabel maka H0 ditolak

Jika Zhitung < Ztabel maka H0 diterima

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 21
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Reliability

Keputusan Membeli

Warnings

The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the
analysis.

Case Processing Summary Reliability Statistics

N %

Cases Valid 50 100.0

Excluded(
0 .0
a)
Cronbach's
Total 50 100.0 Alpha N of Items

.772 6

a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Item-Total Statistics

Corrected Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Item-Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted

Item1 11.6600 7.617 .370 .774

Item2 11.6800 7.896 .359 .774

Item3 11.3800 7.955 .435 .758

Item4 11.0600 6.425 .682 .693

Item5 10.8400 5.729 .785 .656

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 22
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Item6 10.8800 6.924 .492 .746

Tabulasi Keputusan Membeli

ITEM

RESPONDEN 1 2 3 4 5 6

1 3 3 2 3 3 2

2 1 1 1 1 1 3

3 2 2 2 1 1 2

4 2 2 2 3 2 3

5 1 1 2 1 1 1

6 3 2 3 2 4 3

7 2 2 2 2 3 2

8 2 2 2 2 2 2

9 1 1 1 1 1 1

10 2 2 2 2 2 2

11 2 2 2 2 2 2

12 2 1 2 4 4 4

13 2 2 2 3 2 2

14 2 2 2 2 2 2

15 2 1 2 2 3 3

16 2 2 2 2 3 3

17 2 2 3 3 3 3

18 1 1 2 2 2 2

19 1 1 2 2 2 2

20 2 2 3 2 2 3

21 3 2 2 2 3 3

22 1 1 1 3 3 4

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 23
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

23 1 1 2 2 3 2

24 2 2 3 3 3 3

25 1 1 2 3 2 3

26 2 2 2 3 3 4

27 1 2 2 2 3 3

28 3 3 2 3 3 3

29 2 2 2 2 3 2

30 1 3 2 2 3 2

31 1 3 2 3 3 3

32 3 3 1 3 3 2

33 2 2 2 3 4 4

34 2 2 3 3 3 3

35 1 1 2 3 3 3

36 1 2 3 3 4 4

37 1 1 2 4 4 4

38 2 2 2 4 4 4

39 1 1 3 4 3 4

40 2 2 2 2 2 2

41 1 1 1 1 1 1

42 2 2 4 3 3 3

43 4 4 3 3 4 2

44 2 1 2 2 2 2

45 1 2 2 2 2 2

46 2 1 2 2 2 2

47 2 2 3 3 3 3

48 4 2 2 3 4 3

49 2 2 2 2 2 2

50 2 2 2 2 3 2

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 24
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

TOTAL 92 91 106 122 133 131

Tabulasi pendapat responden mengenai iklan

RESPONDEN ITEM

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2 1 2 2 2 3 4 3 2 3 4 1 2

3 3 2 2 2 1 3 2 3 1 3 1 3

4 1 2 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1

5 1 2 2 2 3 2 2 1 2 1 2 2

6 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1

7 2 4 3 3 2 4 3 2 2 1 2 2

8 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2

9 1 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2

10 1 1 1 2 3 3 2 1 1 1 2 2

11 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

12 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2

13 1 1 2 3 4 4 2 2 2 3 2 2

14 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2

15 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3

16 1 2 2 1 2 3 2 2 2 1 1 2

17 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2

18 1 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2

19 1 1 1 2 2 3 2 2 2 2 2 2

20 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2

21 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2

22 1 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 25
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

23 1 1 2 1 3 3 1 1 1 1 1 2

24 1 1 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2

25 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2

26 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2

27 1 1 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2

28 1 1 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3

29 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2

30 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

31 1 2 2 2 2 3 2 2 3 3 1 2

32 1 1 2 2 3 3 2 2 2 2 1 4

33 1 2 2 2 3 4 3 2 3 3 1 2

34 1 3 3 2 2 3 2 2 2 1 1 1

35 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3

36 1 1 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2

37 1 2 2 3 3 4 3 3 3 2 2 2

38 1 1 1 1 4 4 2 2 2 2 3 2

39 1 2 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2

40 1 1 3 2 4 3 3 2 2 2 3 2

41 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2

42 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1

43 2 2 4 3 3 3 4 4 2 3 2 3

44 4 3 3 4 1 3 2 1 4 2 2 1

45 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 1

46 1 2 2 2 1 2 3 3 3 2 2 1

47 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2

48 1 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2

49 2 4 3 4 3 1 2 1 1 1 1 1

50 1 1 2 1 3 3 1 1 1 1 1 2

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 26
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

TOTAL 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2

70 94 105 105 124 138 110 97 103 97 89 99

IV.1 Uji Coba Instrumen

Uji coba instrumen merupakan salah satu bagian terpenting dalam penelitian karena disini
instrumen penelitian yang digunakan akan diketahui tingkat kepercayaan dari data yang diperoleh
sehingga tingkat kepercayaan pada analisis dan kesimpulan yang diperoleh dapat dipercaya. Dalam
pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan angket dihadapkan pada dua persoalan
pokok. Kedua permasalahan tersebut yaitu berupa validitas dan reliabilitas angket yang digunakan
untuk mengumpulkan data tersebut. Suatu pengumpulan data menggunakan angket tanpa mengetahui
bagaimana tingkat validitas dan reliabilitas angket tersebut, maka tingkat kepercayaan yang diberikan
pada data yang diperoleh sangat tipis sekali. Dengan demikian tingkat kepercayaan tingkat atas
kepercayaan hasil analisis dan kesimpulan yang diambil juga sangat tipis sekali. Oleh karena itu
sebelum melakukan penelitian sesungguhnya perlu terlebih dahulu melakukan uji tingkat validitas
dan reliabilitasnya. Disini penulis menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner
dikatakan valid jika pertanyaan pada kusioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur.
Reliabilitas kuesioner menggambarkan pada kemantapan dan stabilitas alat ukur yang digunakan,
sehingga akan memberikan hasil pengukuran yang tidak berubah-ubah.

IV.1.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah di susun
dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Validitas suatu
instrumen akan menggambarkan tingkat kemampuan alat ukur yang digunakan untuk
mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran. Dengan demikian
permasalahan validitas instrumen (angket) untuk mengukur apa yang diukur, maka
disebut valid dan sebaliknya apabila tidak mampu mengukur apa yang diukur, maka
dinyatakan tidak valid. Kriteria yang digunakan atau batas minimum suatu instrumen atau
angket dinyatakan valid apabila (Sudarmanto, 2005; 79) :

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 27
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

1. Harga koefisien korelasi yang diperoleh dari analisis dibandingkan dengan harga
koefisien korelasi pada tabel dengan tingkat kepercayaan yang telah dipilih.
2. Dibuat suatu ukuran tertentu, suatu instrumen dinyatakan valid bila harga koefisien
rtabel < r hitung maka dinyatakan valid, apabila rtabel > rhitung maka tidak valid.
Dimana (Sujarweni) : df = n-2 (sig 5%, n = jumlah sampel) sehingga nilai r tabel =
0,312 Kemudian mencari jumlah skor setiap pertanyaan dari setiap responden dengan
memilih menu transform � compute sehingga muncul kotak dialog, dalam kotak
functions pilih SUM kemudian dimasukkan dalam kotak numeric expression dan
semua variabel(X1.1,X1.2...X1.6) dimasukkan dalam fungsi SUM dengan member
tanda koma diantara variabel-variabel tersebut, sedangkan dalam kotak target variable
ditulis X1(untuk pertanyaan variabel X1), setelah variabel X1 terisi langkah tersebut
diulangi lagi untuk variabel-variabel yang lain. Langkah berikutnya memilih menu
Analize- correlate � Bivariate, sehingga muncul kotak dialog, pada kotak variables
diisi dengan semua variabel yang akan diuji termasuk variabel X1, X2 kemudian
dipilih kotak Pearson � ok.

Tabel 4.1
Validitas Item Pertanyaan

IV.1.2 Uji Reliabilitas

Suatu alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi atau dapat dipercaya,
apabila alat ukur tersebut stabil sehingga dapat diandalkan (dependability) dan dapat
digunakan untuk meramalkan (pedictability). Dengan demikian alat ukur tersebut akan
memberikan hasil pengukuran yang tidak berubah-ubah dan akan memberikan hasil yang
serupa apabila digunakan berkali-kali. Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian
bahwa, sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data yang tidak bersifat tendensius atau mengarahkan responden untuk
memilih-milih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang reliabel akan menghasilkan
data yang sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Untuk pengujian reliabilitas
(Sudarmanto, 2005; 89) dilakukan dengan membandingkan rhitung(alpha) dengan r table
Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47
Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 28
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

dengan syarat alpha positif dan lebih besar dari r tabel. Uji reliabilitas dapat dilakukan
secara bersama-sama terhadap seluruh butir pertanyaan, jika nilai Alpha > 0.60 maka
reliabel dan jika nilai Alpha < 0,60 maka tidak reliabel. Langkah yang dilakukan yaitu
mencari jumlah skor belahan pertama (ganjil) dan kedua (genap) dengan cara memilih
menu transform-compute sehingga muncul kotak dialog, dalam kotak functions dipilih
SUM dan dimasukkan dalam kotak numeric expression setelah itu dimasukkan semua
variabel bernomor ganjil(X11,X13,X15) atau semua variabel bernomor genap
(X12,X14,X16) kedalam fungsi SUM dengan memberi tanda koma diantara
variabelvariabel tersebut, sedangkan dalam kotak target variabel ditulis X1gj(untuk
pertanyaan variabel X1ganjil), cara tersebut diulang untuk mencari jumlah skor belahan
pada variabel yang lain. Setelah masing-masing variabel memiliki jumlah skor genap dan
ganjil langkah selanjutnya adalah mencari koefisien alpha, dengan memilih menu Analize
- Scale - Reliability Analiysis sehingga muncul kotak dialog, dalam kotak items
dimasukkan variabel X1(jumlah skor variabel X1),X1gj,X1gn kemudian dalam kotak
statistik dipilih item- OK. Hasilnya terlampir pada lampiran menunjukkan untuk data
konsumen yang menggunakan Exelcomindo reliabel karena 0.894> 0.60 dan untuk data
konsumen yang berpindah ke provider lain menunjukkan reliabel karena 0,892 > 0.60 .

IV.2 Analisis Deskriptif Responden

Analisis deskriptif responden merupakan analisis karakteristik responden yang digunakan unruk
mengetahui gambaran umum dari seluruh mahasiswa IMT yang melakukan perpindahan merek dari
provider lain ke IM3. Analisis ini menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner, yang kemudian
dapat dideskripsikan untuk mengetahui gambaran secara umum responden. Hasil kuesioner yang
diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan dapat diimplementasikan dalam analisis berikut ini

4.2.1 Analisis Deskriptif


Analisis deskriptif bersifat memberikan penjelasan mengenai obyek yang diteliti.
Analisis disini adalah bersifat uraian dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden.
Jawaban-jawaban yang telah diberikan responden melalui kuesioner yang dibagikan,
selanjutnya dibuat perhitungan yang presentasinya kemudian dilakukan penafsiran terhadap
data tersebut yaitu dengan membaca dan mengenali tabel-tabel.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 29
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

a. Analisa deskriptif berdasarkan identitas responden

1. Karakteristik responden berdasar jenis kelamin


Dari hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan jenis kelamin, di dapatkan data
sebagai berikut:
Profil Responden Berdasar Jenis Kelamin Dari kuesioner diketahui bahwa dari
50 responden terdiri dari (41%) laki-laki
dan 59% adalah perempuan.
Dengan begitu hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yang paling
banyak adalah perempuan yaitu 59%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian
mahasiswa dan mahasiswi IMT ( Institut Manajemen Telkom) yang berperan sebagai
responden dan mengisi kuesioner yang diedarkan lebih banyak adalah perempuan.

2. Karakteristik responden berdasar umur atau usia


Dari hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan umur atau usia, di dapatkan
data sebagai berikut:
Berdasarkan data reponden dari 50 kuesioner yang disebarkan menunjukkan usia
responden yang berumur 15-20 tahun 42%, 21-26 tahun 56%, 27-32 tahun 2% dan
yang berumur � 32 tahun 0% yang berarti tidak ada respon yang berumur lebih dari
32 tahun sehingga dapat di asumsikan bahwa mayoritas responden adalah yang
berumur 21-26 tahun yaitu 56%.

3. Karakteristik responden berdasar pendidikan terakhir


Dari hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan pendidikan terakhir, di dapatkan data
sebagai berikut:
Profil Responden Berdasar Pendidikan Terakhir Dari pengisisn kuesioner dapat
diasumsikan profil responden berdasar pendidikan terakhir adalah SMA
sebanyak 100%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden adalah
yang pendidikan terakhirnya SMA yaitu ada 50 orang.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 30
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

4 Karakteristik responden berdasar jenjang studi saat ini


Dari hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan jenjang studi saat ini, di
dapatkan data sebagai berikut:
Berdasarkan dari hasil kuesioner yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh
para responden, didapatkan data bahwa reponden saat ini studi pada S1 Manajemen
Bisnis Telekomunikasi dan Informatika serta S1 Media Komunikasi

5. Karakteristik responden berdasar pendapatan atau uang kiriman


Berdasarkan kuesioner yang disebarkan dapat diketahui data responden untuk
pendapatan atau uang kiriman, yaitu � 500.000 ada sebanyak 25%, antara 500.000
sampai 1.500.000 sebanyak 68%, antara 1.600.000 sampai 2.600.000 sebanyak 5%,
dan yang terakhir � 2.600.000 sebanyak 2% sehingga dapat ditarik kesimpulan
ratarata pendapatan atau uang kiriman yang diterima responden adalah antara 500.000
sampai 1.500.000 yaitu ada 68 orang atau 68%.

6. Karakteristik responden berdasar penggunaan provider lain sebelum menggunakan


IM3
Dari hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan penggunaan provider lain sebelum
menggunakan IM3, di dapatkan data sebagai berikut:
Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh data responden berdasar penggunaan
provider lain sebelum menggunakan IM3 menunjukkan responden menggunakan
Telkomsel ( seperti Simpati, AS, Halo ) yaitu sebanyak 73%, yang menggunakan
Exelcomindo ( Bebas, jempol ) yaitu sebanyak 20%, dan Three yaitu sebanyak 7%.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata responden dulu sebelum menggunakan IM3,
responden menggunakan Telkomsel.

b. Deskriptif terhadap Variabel Penelitian

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 31
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Persepsi konsumen terhadap atribut kualitas jasa yang terdiri dari tarif telepon,
SMS, MMS yang murah, harga voucer isi ulang yang murah, jaringan yang bagus dimana
saja berada, ingin mendapatkan hadiah, atribut iklan yang menarik dan Isi ulangnya ada
dimana saja termasuk di kantor layanannya. Penilaian responden terhadap variabel ini
diukur dengan skor terendah 1 untuk jawaban sangat tidak setuju dan tertinggi 4 untuk
jawaban sangat setuju. Untuk mendeskripsikan jawaban variabel dapat ditunjukkan
dengan nilai rata-rata variabel. Berpedoman pada nilai minimum dan nilai maksimum
maka dapat ditentukan interval penilaian untuk persepsi per item pertanyaan sebagai
berikut:
Skor minimum = 1
Skor maksimum = 4
Interval = 0,75
Nilai rata-rata 1,00 – 1,74 = Sangat Tidak Baik
Nilai rata-rata 1,75 – 2,49 = Tidak Baik
Nilai rata-rata 2,50 – 3,24 = Baik
Nilai rata-rata 3,25 – 4,00 = Sangat BAik

1. Persepsi Konsumen terhadap Provider Selain IM3


Berdasarkan data reponden dari 50 kuesioner yang disebarkan, dimana setiap
satu pertanyaan mempunyai 50 jawaban, sehingga dari enam pertanyaan didapatkan
300 jawaban. Sehingga dapat di asumsikan bahwa yang mempengaruhi konsumen
menggunakan provider lain selain IM3, peringkatnya adalah Tarif telepon, SMS,
MMS murah yaitu dengan rata-rata sebesar 3,54 (sangat baik). Selanjutnya
dipengaruhi oleh atribut harga voucer isi ulang yang murah dengan rata-rata penilaian
sebesar 3,19 (baik), jaringan yang bagus dengan rata-rata sebesar 3,06 (baik), ingin
mendapatkan hadiah dengan rata-rata sebesar 2,87 (baik), iklan yang menarik sebesar
2,86 (baik) dan terakhir adalah isi ulangnya ada dimana saja dengan rata-rata sebesar
2,56 (baik). Hasil ini juga didukung dengan hasil secara keseluruhan yang
menunjukkan ratarata penilaian sebesar 2,56 (baik)

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 32
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

2. Persepsi Konsumen terhadap Profider IM3


Berdasarkan data reponden dari 50 kuesioner yang disebarkan, dimana setiap
satu pertanyaan mempunyai 50 jawaban, sehingga dari enam pertanyaan didapatkan
300 jawaban. Sehingga dapat di asumsikan bahwa yang mempengaruhi konsumen
menggunakan provider IM3, peringkatnya adalah Tarif telepon, SMS, MMS murah
yaitu dengan rata-rata sebesar 3,79 (sangat baik). Selanjutnya dipengaruhi oleh atribut
isi ulangnya yang mudah dengan rata-rata sebesar 3,85 (sangat baik), iklan yang
menarik dengan rata-rata penilaian sebesar 3,68 (sangat baik), ingin mendapatkan
hadiah dengan rata-rata sebesar 3,63 (sangat baik), harga voucer isi ulang yang murah
dengan rata-rata sebesar 3,61 (sangat baik), dan terakhir adalah jaringan voucer isi
ulang yang murah dengan rata-rata sebesar 3,60 (sangat baik). Hasil ini juga didukung
dengan hasil secara keseluruhan yang menunjukkan rata-rata penilaian sebesar 3,36
(Sangat baik)

4.2.2 Analisis Kuantitatif


Analisis kuantitatif yaitu analisis data yang berdasarkan pada perhitungan obyektif
dan dibuktikan secara statistik. Analisis data ini meliputi analisis perbedaan persepsi (gap)
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih IM3 dengan
ketika masih menggunakan provider selain IM3, dan uji bertanda Wilcoxon. Dengan adanya
perbedaan ini menunjukkan bahwa perpindahan merek yang dilakukan oleh konsumen,
memang disebabkan karena adanya kualitas jasa yang diberikan oleh IM3 lebih baik
dibandingkan dengan provider lain, bukan karena faktor kebetulan saja, misalnya untuk
mencari kebutuhan variasi, atau hanya untuk gaya hidup saja.

1. Analisis Gap dan Uji Bertanda Wilcoxon


Analisis Wilcoxon digunakan untuk mengetahui perbedaan antara persepsi konsumen
terhadap kualitas jasa pada provider IM3 dan persepsi konsumen ketika dulu masih
menggunakan provider selain IM3 ditinjau dari faktor tarif (telepon, SMS, MMS)
terjangkau, harga voucer isi ulang murah, jaringan yang luas, hadiah yang menarik, iklan
diberbagai media, dan kemudahan isi ulang . Dari hasil perhitungan diperoleh hasil

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 33
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

seperti ditampilkan pada Tabel 4.10. Untuk menginterpretasikan tingkat perpindahan


konsumen dihitung dengan interval gap (perbedaan persepsi) terbesar dan terkecil yaitu :
Nilai Gap tertinggi : 4 –1 = 3
Nilai Gap terendah : 1 – 4 = -3
Interval = 4
3 - (-3)
= 1,5
Sehingga dapat ditentukan kriteria :
Jika Gap / perbedaan bernilai -3,00 s/d -1,50 : Sangat negatif
Jika Gap/ perbedaan bernilai –1,49 s/d -0,01 : Negatif
Jika Gap/ perbedaan bernilai 0,00 s/d 1,49 : positif
Jika Gap/ perbedaan bernilai 1,50 s/d 3,00 : Sangat Positif
Hasil perhitungan tingkat perpindahan merek yang dilakukan oleh konsumen dari
provider selain IM3 ke provider IM3 dapat ditunjukkan pada Tabel berikut:
Pada Tabel 4.10 nilai perbedaan persepsi konsumen terhadap atributatribut kualitas jasa
pada provider IM3 dan provider lain diperoleh dengan mengurangkan persepsi pada
provider IM3 dengan provider lain, sedangkan p-value menunjukkan probabilitas
kesalahan yang dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan secara
signifikan perberdaan persepsi atribut kualitas jasa antara provider IM3 dengan provider
lainnya sebelum menggunakan IM3. Jika nilai p-value < 0,05, maka terjadi perbedaan
(gap) secara signifikan dan sebaliknya jika p-value > 0,05 maka tidak terjadi perbedaan
(gap) yang signifikan. Dari Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa penilaian responden dari
persepsi konsumen terhadap atribut tarif telepon, SMS, MMS yang murah merupakan
atribut yang dinilai paling tinggi oleh responden pada provider IM3 dengan skor 3,85
artinya bahwa konsumen pada provider IM3, telah memperoleh kepuasan yang tinggi
terhadap harga tariff telepon, termasuk tarif SMS, MMS yang sangat murah, terutama
dalam penggunaan bagi sesama IM3. Bahkan pihak IM3 terus mengembangkan produk
dan jasa yang ditawarkan, yang lebih menarik lagi, misalnya untuk program IM3 SMS
BANGET dengan Tarif Rp.1 per sms tarif sama saja. Sedangkan dari provider lain
responden atribut isi ulangnya ada dimana saja termasuk di kantor layanannya menmpati
urutan tertinggi yaitu sebesar 3,54 artinya bahwa dulu ketika konsumen masih
menggunakan provider lain, kepuasan yang dicapai atas pelayanan yang diberikan

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 34
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

terdapat pada isi ulang. Hal ini terlihat dari rata-rata skor atas atribut tersebut yang
kepentingannya paling tinggi diantara atribut yang lain.
Hasil analisis perpindahan merek seperti pada Tabel di atas dapat diketahui
bahwa rata-rata perbedaan (gap) sebesar 0,68. Nilai ini termasuk dalam kategori positif.
Hal ini karena nilai Perbedaan persepsi (gap) ini berada pada rentang 0 sampai dengan
1.5. Untuk memperjelas kesimpulan ini dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.1. Tingkat Perpindahan Merek.


Secara parsial jika ditinjau dari besarnya gap, atribut tarif telepon, SMS, MMS
yang murah mempunyai nilai gap terbesar yaitu sebesar 1,29, artinya perpindahan merek
konsumen dari provider lain ke provider IM3 secara positif sangat dipengaruhi oleh tarif
telepon, SMS, MMS yang murah yang diterapkan oleh provider IM3, dibandingkan
dengan provider lain. Hasil ini menunjukkan bahwa keinginan konsumen akan
mendapatkan tarif telepon, SMS, MMS yang murah telah didapat ketika konsumen
menggunakan provider IM3 yang tidak didapat pada provider sebelumnya. Selanjutnya
Perpindahan merek secara berurutan diikuti oleh atribut iklan yang menarik, ingin
mendapatkan hadiah, jaringan yang bagus dimana saja berada, harga voucer isi ulang
yang murah dan urutan terakhir karena isi ulangnya ada di mana saja termasuk di kantor
layanan..
Berdasarkan Tabel 4.10 maka dapat dijelaskan bahwa seluruh atribut terjadi
perbedaan signifikan antara persepsi terhadap atribut kualitas jasa pada provider lain
dengan provider IM3 Hal ini dibuktikan dengan probabilitas pada keenam atribut tersebut
dibawah taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku perpindahan
konsumen terhadap penyedia jasa telepon seluler dari provider lain menunju provider
IM3 baik secara keseluruhan maupun secara parsial sangat dipengaruhi oleh atribut-
atribut yang melekat ada kualitas jasa seperti tarif telepon, SMS, MMS yang murah,
harga voucer isi ulang yang murah, jaringan yang bagus dimana saja berada, ingin
mendapatkan hadiah, atribut iklan yang menarik, dan Isi ulangnya ada dimana saja
termasuk di kantor layanannya.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 35
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti, dianalisis dan dibahas mengenai
perpindahan konsumen pada penyedia jasa selular dari provider lain menuju ke IM3 dapat ditarik
kesimpulan:
1) Berdasarkan hasil analisis persepsi konsumen terhadap profider selain IM3 menunjukkan
bahwa sebagian besar telah memberikan persepsi yang baik terutama pada atribut harga
voucher, jaringan, hadiah, iklan, dan isi ulang, sedangkan untuk tarif telepon, SMS, MMS
yang murah dipersepsikan sangat baik.
2) Berdasarkan hasil analisis persepsi konsumen terhadap profider Exelcomindo menunjukkan
bahwa seluruh atribut dalam kualitas jasa Exelcomindo dipersepsikan sangat baik yaitu pada
tarif telepon, SMS, MMS yang murah, harga voucer, jaringan, hadiah, iklan, dan isi ulang
jadi dapat disimpulkan bahwa iklan yang sudah diadakan sangat efektif.
3) Dari hasil total analisis uji Wicoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara
signifikan persepsi konsumen terhadap atribut kualitas jasa antara jasa telepon seluler IM3
dengan telepon seluler lain selain IM3 sebelum melakukan perpindan merek. Hal ini
menunjukkan bahwa perilaku konsumen untuk berpindah pada penyedia jasa telepon seluler
dari provider lain menuju IM3 dipengaruhi oleh tarif telepon, SMS, MMS yang murah, harga
voucer isi ulang yang murah, jaringan yang bagus dimana saja berada, ingin mendapatkan
hadiah, atribut iklan yang menarik, dan Isi ulangnya ada dimana saja termasuk di kantor
layanannya.
4) Bentuk iklan dan promosi melalui marketing public relations sangat memepengaruhi jumlah
konsumen dan pelanggan.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 36
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, analisis data serta kesimpulan di atas maka penulis mencoba
memberikan saran-saran sebagai berikut:

1) Tarif telepon, SMS, MMS yang murah merupakan motivasi utama konsumen untuk
melakukan perpindahan merek dari provider selain IM3 ke IM3 karena memiliki perbedaan
paling besar yaitu sebesar 1,29. Untuk itu pihak IM3 harus dapat mempertahankan harga
yang selama ini telah ditetapkan, agar tetap terkesan murah, misalnya dengan program-
program yang telah dilakukan selamam ini seperti telepon sepuasnya untuk waktu 1 jam
dengan tarif sangat murah Rp.600.
2) Atribut isi ulang yang mudah merupakan urutan paling akhir bagi konsumen untuk
melakukan perpindahan merek ke IM3. Untuk itu fasilitas isi ulang dan teknologinya di
uptodate, misalnya kemudahan isi ulang lewat internet, atau meningkatkan distribusi
penjualan pulsa,agar pada waktu-waktu tertentu pulsa telepon tidak menjadi barang yang
langka.
3) Menggelorakan system arketing public relations agar konsumen lebih tertarik.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 37
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Daftar Pustaka
 Hand Book Mata kuliah Metodologi Penelitian
 Phillip Kottler
 www.dikti.org
 www.mobile-8.com
 www.berita-ponsel.com
 www.gatra.com
 Agus Santoso (2003), Analisis Motivasi Konsumen Dalam Membeli Sim Card Kartu
 Halo, Skripsi Sarjana(tidak dipublikasikan), FE UII, Yogyakarta
 Griffin (2003), Customer Loyalty, Erlangga, Jakarta
 Indrio Gito Sudarmo (1994), Manajemen Pemasaran, BPFE, Yogyakarta
 Kotler & Amstrong (2001), Prinsip-Prinsip Pemasaran, Erlangga, Jakarta\
 Kiptiyah (1998), Pengaruh Ketidak Puasan Konsumen Karakteristik Kategori
Produk
 Dan Mencari Variasi Terhadap Keputusan Perpindahan Merek, Skripsi Sarjana(tidak
 dipublikasikan), FE UII, Yogyakarta
 Lupiyoadi dan Hamdani (2006), Manajemen Pemasaran, Salemba Empat,
Jakarta
 Singgih Santoso(2003), Mengatasi Berbagai Masalah Statistik dengan SPSS versi
11.5,Elex Media Komputindo, Jakarta
 Wiratna Sujarweni (2007), Panduan Mudah Menggunakan SPSS Dan Contoh
Penelitian Bidang Ekonomi, Ardana Media, Yogyakarta
 Yazid (2001), Manajemen Pemasaran Jasa Konsep dan Implementasi, ekononisia,

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 38
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

Lampiran

Indosat Corporate Profile

PT Indosat , Tbk was established in 1967 as a foreign investment company to provide


international telecommunications services in Indonesia, commencing its operations in 1969 with
the inauguration of the Jatiluhur earth station. In1980, the Government of Indonesia acquired all
of the shares of Indosat, which then became a State-Owned Enterprise (SOE). In 1994, Indosat
listed its shares on the Jakarta Stock Exchange, the Surabaya Stock Exchange and the New York
Stock Exchange, achieving the distinction of being the first SOE to be listed overseas.

From 1969 until 1990, Indosat provided switched and non-switched international
telecommunications services, including international direct dialling telephony, international data
network communications, international leased lines and international television transmission
services.

Entering the 21st century and in keeping with the global trends, the Government of
Indonesia decided to deregulate the national telecommunications sector, opening it up to free
market competition. From 2001, all cross-ownerships between Indosat and the domestic
telecommunications provider, Telkom, have been eliminated, whereas the exclusivity rights of
the two telecommunications service providers will be terminated in several stages.

Indosat pursued a main course of development of its cellular business starting in the mid
90's. In 2001, we established PT Indosat Multi Media Mobile (IM3), followed by acquiring full
control of PT Satelit Palapa Indonesia, thus making IndosatGroup the second largest cellular
operator in Indonesia.

At the end of 2002, the Government of Indonesia undertook a 41.94% divestment of its
shares in Indosat to Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. through the holding company of
Indonesia Communications Limited. With this divestment, Indosat is once again a foreign
investment company, offering full fledged, integrated network and services in information and
communication solutions.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 39
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

On November 2003, following the signing of the Merger Deed to merge Satelindo, IM3
and Bimagraha into Indosat, Indosat emerges as a cellular focused Full Network Service Provider
(FNSP). By consolidating its cellular, fixed telecommunications and MIDI services into a single
organization, Indosat is well-positioned to be the telecommunication service provider with the
comprehensive range of products offering in Indonesia . This was followed by a comprehensive
transformation program, launched in 2004, encompassing in human resouces, technology,
platform and corporate culture and values. The transformation has started to demonstrate
encouraging results as the company posted record revenues that surpassed Rp 10 trilion threshold
and increased in margin its 10th year as a publicly listed company.

Indosat is the second largest mobile operator with 16.704.639 subscriber base by the end
2006. Indosat launched its 3.5G for the Jakarta and Surabaya regions in November 29, 2006.
Indosat 3.5G in the intermediate generation of the 3G technology, which enables subscribers to
enjoy better quality voice, video or hifh speed data/internet access of up to 3.6 Mbps or around 9
times faster than standard 3G service. All Indosat node B has utilized the HSDPA (High Speed
Downlink Packet Access) technology. Indosat is the first 3G operator , which fully adopt the
HSDPA technology base in Indonesia.

On December 15, 2006, Indosat has accepted 2 channels no. 589 and 630 on its 800 MHz
frequency band to operate Local Wireless Fixed Telecommunication Network in Jabotabek area.
Following the approval of these 2 channels, Indosat will continue to expense local wireless fixed
telecommunication services in Jabotabek area and continue to develop cellular services thoughout
Indonesia.

2007 was one of Indosat’s best years ever in terms of operational results, network
expansion and enhancement, product and service innovation, and customer service delivery. Our
cellular customer has achieved 24.5 million subscribers and served with 10.760 numbers of BTS
in all over the nation. Indosat also committed to applying principles of good corporate
governance towards the highest standard. We will continue to develop and promote growth for
the company in 2008. With our strong brand in the market and improved network coverage, we
are confident we can maintain our growth momentum.

Indosat Kembangkan Dompetku

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 40
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

PT Indosat Tbk. menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan layanan Dompetku


dengan beberapa mitra, antara lain, Bank Mandiri, Artajasa, Abhimata Citra Abadi, WIN dan
PVSTAR. Layanan ini merupakan jasa pembayaran dan pembelian barang dari merchant tertentu
yang menjadi rekanan Indosat melalui handphone dengan menggunakan kartu seluler Indosat.
Semua pelanggan Indosat baik Matrix, Mentari maupun IM3 dapat mengaktifkan nomor SIM
card-nya sebagai virtual account yang bisa dipakai untuk pembayaran atau pembelian barang.
Untuk dapat memanfaatkan layanan ini, pelanggan Matrix, Mentari dan IM3 harus melakukan
registrasi di Galeri Indosat.

Selain bertujuan membangun kerja sama dengan industri yang berbeda, dengan program ini
diharapkan semakin banyak pelanggan dan calon pelanggan Indosat serta partnernya yang bisa
menikmati kelebihan Dompetku. Melalui layanan Dompetku, pelanggan tak perlu lagi membawa
banyak uang tunai untuk berbelanja, karena transaksi bisa dilakukan lewat ponsel. Bahkan, lewat
Dompetku juga bisa dilakukan penarikan tunai, sehingga sangat praktis dan aman,h ungkap
Guntur S. Siboro, Direktur Pemasaran Indosat.

Operasi kembangkan dompet seperti di berita Rabu, 7 Mei 2008

Data Nielsen Consumer Insight juga mencatat bahwa peringkat pertama dalam jumlah
belanja iklan terbesar di Indonesia ternyata ditempati oleh Communication Equoment Service
(CES), yang terdiri produk SIM Card serta handset (“belanja iklan”,2007). Pada tahun 2006
tercatat belanja iklan untuk produk yang ergolong CES bias mencapai Rp. 1,976 trilyun dan pada
2009 tercatat belanja iklan lebih ke persaingan harga dari fitur-fitur terbaru.

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 41
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

KUESIONER

Analisis Efektifitas Iklan Dalam Hubungannya Dengan


Keputusan Mahasiswa dan Mahasiswi IMT Untuk Menjadi
Konsumen serta Pelangan Tetap

Responden yang terhormat,

Di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu yang Anda miliki, dengan segala
kerendahan hati saya mengharapkan kesediaan anda meluangkan waktu untuk dapat mengisi
kuesioner ini. Kuesioner ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Riset Bisnis dan
Telekomunikasi di Institut Manajemen TELKOM. Adapun kuesioner ini hanya digunakan untuk
kepentingan ilmiah sehingga semua jawaban anda akan dijamin kerahasiaannya. Atas
kesediaannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Ttd

Cintya Indah Suciati ( 106401361)

Dumasari Triana Putri Siregar ( 106401364 )

Eva Ratnasari Perangin-angin ( 106401365 )

Reni Kusbandari ( 106401387 )

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 42
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

A. Profil Responden.
(Berilah tanda (x ) pada salah satu kolom di bawah ini sesuai dengan pilihan anda)

1. Anda kuliah di _____________________________


2. Jenis kelamin Anda?
Pria Wanita
3. Berapakah usia Anda saat ini?
Kurang dari 17 tahun 23 – 27 tahun
18 – 22 tahun 28 tahun ke atas
4. Uang saku Anda selama sebulan?
Kurang dari Rp.100.000 Rp 301.000– Rp.500.000
Rp 100.000– Rp.300.000 Lebih dari Rp 500.000

B. Efektivitas Iklan.
(Berilah tanda (x ) pada salah satu kolom di bawah ini sesuai dengan pilihan anda)

1. Manfaat iklan bagi anda?


Informasi baru
Memperjelas informasi sebelumnya
Menimbulkan keinginan untuk membeli
Ukuran/patokan dalam membeli suatu produk
Lainnya (sebutkan)...
2. Berapa kali anda melihat iklan Indosat-IM3 dalam 1 bulan?
Kurang dari 2 kali 5 – 10 kali
2 – 5 kali lebih dari 10 kali
3. Apa stasiun televisi yang sering anda tonton?
RCTI LATIVI
SCTV TVRI
ANTEVE METRO TV
INDOSIAR GLOBAL TV
TPI Lainnya (sebutkan)...
4. Pada jam berapa biasanya anda menonton televisi?
Jam 05.00 – 10.00 Jam 17.00 – 21.00
Jam 10.00 – 14.00 Diatas jam 21.00
Jam 14.00 – 17.00
5. Apa acara televisi yang paling anda sukai?
Berita / informasi
Musik
Kuis Acara olahraga
Film Konsultasi / interaktif
Acara memasak Talkshow
Lainnya (sebutkan)..

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 43
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

6. Motif apa yang akan mendasari anda membeli sim card IM3?
Kebutuhan mendesak Tertarik karena
Anjuran teman melihat iklan
Ingin mencoba Lainnya (sebutkan)...
7. Keunggulan-keunggulan apa yang menjadi pertimbangan anda saat membeli kartu
perdana?
Coverage paling luas Eksklusif dan
Aman dari memiliki prestise
penggandaan Voucher mudah
Features lebih didapat
beragam Harga perdana murah
Biaya pulsa murah Kualitas suara jernih
Bebas roaming
8. Kesan yang anda tangkap dari sebuah iklan?
Isi pesan Jingle iklan
Cara penyampaian Lainnya (sebutkan)...
pesan
9. Menurut anda bagaimana isi iklan yang menarik?
Yang menampilkan kelebihan-kelebihan produk sehingga menimbulkan
rasa tertarik untuk membeli produk tersebut.
Yang menyentuh emosi sehingga timbul keinginan untuk membeli
Yang menunjukkan kelebihan dan kekurangan dari produk yang
diiklankan
10. Menurut anda media apa yang paling efektif untuk promosi?
Media cetak
Kontak langsung dengan pembeli (pameran, event, berhadiah, dll)
Media elektronik
Lainnya (sebutkan)...
11. Menurut anda media elektronik apa yang paling efektif sebagai media promosi?
Radio Internet
TV Lainnya (sebutkan).

C. Pendapat Responden Mengenai Efektifitas Iklan.


(Berilah tanda (√ ) pada salah satu kolom di bawah ini sesuai dengan pilihan anda)

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

No Uraian SS S TS STS

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 44
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

1. Anda mengetahui bahwa IM3 adalah produk dari Indosat

2. Anda dapat menyadari keberadaan kartu perdana IM3

3. Anda dapat mempercayai maksud dan isi iklan IM3

4. Anda dapat mengingat pesan yang disampaikan melalui


iklannya

5. Anda berminat terhadap kartu perdana IM3

6. Anda cenderung memilih kartu perdana IM3

7. Penjelasan yang disampaikan melalui iklan sudah jelas

8. pesan yang disampaikan melalui iklan mudah diingat

9. Ide iklan yang ditampilkan original

10. Slogan iklan menarik

11. Ilustrasi gambar menarik

12. Lagu/jingle yang digunakan sebagai latar, menarik

A. Pendapat Responden Yang Berhubungan dengan Proses Kognitif,


Afektif, dan Konatif.
(Berilah tanda (√ ) pada salah satu kolom di bawah ini sesuai dengan pilihan anda)

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

No Uraian SS S TS STS

1. Anda dapat menyadari keberadaan produk IM3

2. Anda dapat membedakan produk IM3 dengan produk perusahaan


lain yang sejenis berdasarkan atribut yang dimilikinya

3. Anda dapat mempercayai maksud dan isi iklan IM3

4. Anda berminat terhadap produk IM3

5. Anda cenderung memilih produk IM3 dibanding produk sejenis

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 45
Efektivitas Iklan IM3 terhadap Peningkatan Jumlah Pelanggan di Institut Manajemen Telkom

lainnya

6. Anda memutuskan untuk membeli IM3 setelah memperhatikan


iklannya

Institut Manajemen Telkom Jl. Gegerkalong Hilir No.47


Tahun Perkuliahan 2009/2010 Riset Bisnis Telekomunikasi
Kelas C kelompok 10 Page 46