Anda di halaman 1dari 213

LAPORAN PELAKSANAN RENCANA TINDAK LANJUT

DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN


MULTI APLIKASI PEMBELAJARAN YANG VARIATIF
DARING MELALUI PEMBIMBIGAN PORTAL RUMAH
BELAJAR DI SMAN 1 LUWU TIMUR
TAHUN 2020

Oleh:
A M M A S M., S.Pd., M.Si.
NIP 19740511 200312 1 003

DINAS PENDIDIKAN PROPINSI SULAWESI SELATAN


SMA NEGERI 1 LUWU TIMUR
Jalan Montolalu - Malili
2020

i
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Diklat Calon Kepala Sekolah yang
disusun oleh:

Nama : Ammas M., S.Pd. M.Si.


NIP : 19740511 200312 1 003
Sekolah : SMA Negeri 1 Luwu Timur

Telah disetujui dan disyahkan sebagai bentuk pertanggungjawaban mengikuti Diklat Calon Kepala
Sekolah.

ii
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah, SWT, atas


bimbingan dan hidayah-Nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan
Tindak Lanjut (RTL) ini dengan judul: “Peningkatan Kemampuan Guru
Menggunakan Multi Aplikasi Pembelajaran Yang Variatif daring Melalui
Pembimbingan Portal Rumah Belajar Di SMAN 1 Luwu Timur Tahun 2020.
Penulisan Laporan Tindak Lanjut (RTL) ini dimaksudkan sebagai upaya
untuk meningkatkan profesionalisme calon kepala sekolah dalam bentuk penulisan
karya tulis ilmiah yang akan didokumentasikan sebagai bukti fisik dan tugas akhir
dalam mengikuti Diklat Calon Kepala Sekolah Tahun 2020.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis
sampaikan kepada:
1. Ibu plt. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, Kepala Lembaga Pengembangan dan
Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS), yang telah
mengarahkan kegiatan ini, sejak kegiatan Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala
Sekolah, sampai pada kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah,
2. Bapak Prof. Dr. Muh. Jufri, M.Psi. Psikolog, Kepala Dinas Pendidikan
Sulawesi Selatan yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada kami
untuk mengikuti seleksi dan diklat Calon Kepala Sekolah tahun 2020, sebagai
salah satu persyaratan dalam pengangkatan menjadi kepala sekolah,
3. Bapak Drs. Riadi Nugroho, M.Pd, Narasumber yang dengan arif bijaksana
telah mendampingi, membimbing kami dengan penuh semangat, tidak pernah
lelah melakukan pembimbingan satu persatu peserta, yang telah membekali kami
pengetahuan, keterampilan dan sikap profesionalisme dalam rangka
mempersiapkan kami menjadi calon Kepala Sekolah,
4. Bapak Drs. Taufik dan Bapak Drs. Anwar, M.Si. Panitia Pusat dan Panitia
Lokal yang telah membantu kami, memfasilitasi sehingga kami dapat mengikuti
kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah ini, dengan baik dan profesional,
5. Bapak Drs. Muh. Saleh M.M., Kepala SMA Negeri 1 Luwu Timur dan para
wakaseknya serta para guru, tenaga kependidikan yang telah memberikan

iii
kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan Rencana Proyek Kepemimpinan
(RPK) dalam rangka peningkatan kompetensi calon kepada sekolah dalam
mengidentifikasi masalah dan menemukan ide gagasan pemecahan masalahnya,
6. Bapak Sunardi S.Pd.,M.Pd, Kepala SMA Negeri 12 Luwu Timur beserta
wakasek dan stafnya , yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk
melakukan Magang di sekolah yang dipimpinnya dalam rangka peningkatan
kompetensi calon kepala sekolah,
7. Anakku Peserta Didik, yang telah menjadi Sampel dalam melakukan kegiatan
RPK ini, terima kasih dan penghargaan tak lupa kami persembahkan kepada
generasi calon penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa ke depan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam Laporan Tindak Lanjut (RTL)
ini tidak tertutup kemungkinan ditemukan berbagai kekurangan maupun kekeliruan,
baik yang menyangkut isi maupun teknik penulisan. Oleh Karena itu, dengan lapang
dada penulis berharap buah-buah pikiran dan masukan maupun kritikan demi
penyempurnaan Laporan Tindak Lanjut (RTL) ini.
Akhirnya, besar harapan kami semoga Laporan Tindak Lanjut (RTL) ini
bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Luwu Timur, Desember 2020
Penulis,

iv
DAFTAR ISI

Halaman Sampul ............................................................................................... i


Lembar Pengesahan .......................................................................................... ii
Kata Pengantar ................................................................................................... iii
Daftar Isi............................................................................................................ v
Daftar Lampiran................................................................................................. vi
Daftar Tabel....................................................................................................... vii
Daftar Gambar ................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Tujuan........................................................................................... 3
C. Hasil Yang Diharapkan ................................................................ 4
BAB II KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG ........................................ 5
A. Kondisi Sekolah Sendiri ................................................................ 5
B. Kondisi Sekolah Magang .............................................................. 18
BAB III PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT ............................ 26
A. Pelaksanaan RPK Sekolah Asal ...................................................... 26
B. Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi (PK) .................................... 44
BAB IV PENUTUP .......................................................................................... 53
A. Kesimpulan .................................................................................... 53
B. Saran .............................................................................................. 54
Daftar Pustaka ................................................................................................... 55
Lampiran-Lampiran
1. Matriks RPK ................................................................................................ 58
2. Jurnal Kegiatan Harian ................................................................................. 66
3. Rekap Hasil Monev RPK (4 macam) ............................................................ 77
4. Instrumen Monev RPK yang Sudah Terisi .................................................... 120
5. Bukti-Bukti Kegiatan RPK (Undangan, Daftar Hadir, Notulen, Foto) ........... 123
v
5. Matriks PK................................................................................................... 140
6. Instrumen Monev PK yang Sudah Terisi ...................................................... 142
7. Bukti Kegiatan PK (Daftar Hadir, Notulen/Catatan/Foto Kegiatan) .............. 146
8. SK Panitia Pelaksana RTL - RPK ................................................................. 174
9. Panduan Pelaksanaan RTL – RPK ............................................................... 178
10. Materi Pembimbingan Rumah Belajar .......................................................... 179

vi
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1:2 Keadaan Sarana Prasarana SMAN 1 Luwu Timur ................................ 6


2:2 Kedaan Guru dan Staf Tata Usaha SMAN 1 Luwu Timur..................... 7
3:3 Tahap Perencanaan Siklus 1 kegiatan RPK .......................................... 27
4:3 Materi RPK siklus 1 ............................................................................ 29
5:3 Hasil Tingkat Kemampuan Guru dalam Pembimbingan Portal
Rumah Belajar ..................................................................................... 32
6:3 Prosentase Ketercapaian Setiap Indikator soal Instrumen dalam
pemebimbigan Portal Rumah Belajar ................................................... 35
7:3 Kondisi Ketercapaian Hasil Ulangan harian Mata Pelajaran Fisika ...... 37
8:3 Keterlaksanaan Program RPK Siklus 1 ................................................. 38
9:3 Ketercapaian Pelaksanaan RPK Siklus 2 ............................................. 41
10: 3 Pencapaian Hasil AKPK ..................................................................... 47

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1:3 Grafik Prosentase Pengguna Aplikasi Dalam Kegjatan Pembelajaran


Pada masa Pandemi Covid 19 ............................................................... 31
2:3 Grafik Tigkat Kemampuan Guru Dalam Pembimbingan Portal Rumah
Belajar.................................................................................................. 33
3:3 Grafik Prosentase Kemamampuan Guru Setelah Pembimbingan
Siklus 2 ............................................................................................... 42

viii
BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang
Kepala Sekolah adalah guru yang diangkat dan diberikan tugas
sebagai Kepala Sekolah yang bertanggung jawab untuk merencanakan,
melaksanakan dan mengelola, berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah/Madrasah telah menetapkan bahwa ada 5 (lima) dimensi
kompetensi yang perlu dimiliki kepala sekolah, yaitu: Kepribadian,
Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi dan Sosial. Sejalan dengan
semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas
sekolah, maka meningkat pula tuntutan terhadap para kepala sekolah,
mereka diharapkan mampu melaksanakan fungsinya baik sebagai
manajer dan leader di sekolah dalam upaya meningkatkan mutu
pendidikan.
Dalam proses kepemimpinan kepala sekolah, dituntut untuk
mampu dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing,
mengarahkan, dan menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua siswa dan
pihak lain yang terkait untuk bekerja atau berperan serta dalam usaha
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah sebagai seorang
pemimpin tentunya akan memiliki kemampuan atau kecakapan-
kecakapan yang mendukung kemampuannya sebagai seorang pemimpin
di sekolah seperti kemampuan berkomunikasi yang baik, memiliki
kemampuan teknis dalam bidangnya, memiliki kemampuan analitis
yang tajam, bersikap tegas dan berani mengambil keputusan, etos
kerjanya inggi dan memiliki visi yang jelas, disamping itu, kepala
sekolah juga dituntut untuk membina dan mengelola seluruh
komponen sekolah lainnya sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
(SNP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

1
Berdasarkan Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon
Kepala Sekolah adalah penyiapan kompetensi calon kepala sekolah
untuk memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan
keterampilan dalam memimpin sekolah, yang bertujuan untuk 1.
memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara sikap,
pengetahuan, dan keterampilan pada dimensi kompetensi kepribadian,
manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial dengan pengalaman
empirik (kontekstual) sesuai karakteristik calon kepala sekolah; 2.
mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam
mengidentifikasi masalah pembelajaran untuk meningkatkan capaian
belajar peserta didik; 3.mengembangkan kemampuan calon kepala
sekolah dalam menentukan strategi penyelesaian masalah sehingga
dapat membangun budaya belajar sekolah dalam satu ekosistem
persekolahan; dan 4. mengembangkan kemampuan kepemimpinan
calon kepala sekolah dalam menggerakkan warga sekolah untuk
membantu penyelesaian masalah pembelajaran di sekolah, yang
bermuara pada terwujudnya student wellbeing.
Diklat Calon Kepala Sekolah dilaksanakan dengan 4 (empat)
tahap yaitu tahap On-the Job Training (OJT) 1, tahap In-Service
Training (IST) 1, tahap On-the Job Training (OJT) 2, dan tahap In-
Service Training (IST) 2. Kegiatan On-The Job Training merupakan
tahapan yang penting dalam rangka melatih calon kepala sekolah
membiasaakan bekerja bekerja berbasis data melalui kegiatan
pengamatan (observe) kondisi nyata dan mengidentifikasi masalah
pembelajaran, melakukan refleksi (reflect) atas hasil observasi, mencari
alternatif pemecahan masalah dan menyusun rencana kegiatan
pemecahan masalah dalam bentuk Rencana Projek Kepemimpinan dan
Peningkatan Kompetensi (plan) dan melaksanakan kegiatan sesuai
rencana (Act), melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan dan hasil
kegiatan (evaluate) dan merefleksi tindakan yang dilakukan (reflect).
2
Dalam kegiatan OJT 2, penulis melakukan kegiatan magang pada 2
(dua) sekolah di Kabupaten Luwu Timur yakni SMA Negeri 1 Luwu
Timur sebagai magang 1 tempat penulis bertugas dan SMA Negeri 12
Luwu Timur sebagai sekolah magang kedua.
Selama pelaksaaan kegiatan On-the Job Training (OJT) 2, penulis
melakukan kegiatan antara lain 1). Membuat Rencana Proyek
Kepemimpinan (RPK) dengan Judul “Peningkatan Kemampuan guru
Menggunakan multi aplikasi pembelajaran yang Variatif Daring
melalui pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu
Timur tahun 2020” yang sekaligus menjadi judul dari laporan OJT 2
dan Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Berdasarkan AKPK di
Sekolah Magang 2.
Tema yang penulis angkat dalam kegiatan On-the Job Training
(OJT) 2 adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan guru
menggunalan multi aplikasi pembelajaran yang variatif Daring melalui
pembimbingan portal rumah belajar pada masa pandemic Covid-19 di
magang 1 masih rendah, yakni hanya kurang lebih 30 % guru dari 42
orang guru yang mampu memanfaatkan media aplikasi yang variatif
dalam kegiatan pembelajaran. Disamping itu dari hasil penilaian
Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) penulis
sebagai peserta diklat calon kepala sekolah di temukan kelemahan
pada dimensi supervisi dan permasalahan pada kompetensi
Kewirausahaan yang belum optimal, maka penulis akan mengangkat
tema tulisan yang terkait dengan dimensi supervisi kepala sekolah dan
Kewirausahaan pada sekolah magang kedua.

B Tujuan
Kegiatan dan penyusunan laporan RTL On-the Job Training
(OJT) 2 yang dilakukan bertujuan untuk :

3
1. Menumbuh kembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada
dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi dan sosial bagi calon kepala sekolah;
2. Meningkatkan kemampuan calon Kepala sekolah dalam Penyusunan
hasil Pelaksanaan Rencana Tindakan Proyek Kepemimpinan.
3. Meningkatkan Kemampaun guru dalam pemanfaatan media Portal
Rumah belajar dalam kegiatan Pembelajaran
4. Meningkatkan kompetensi yang lemah berdasarkan hasil AKPK
sebagai calon kepala sekolah
5. Meningkatkan Prestasi belajar peserta didik, dalam pemanfaatan
portal Rumah Belajar

C Hasil yang diharapkan


Dengan melakukan kegiatan berupa program diklat penyiapan
Calon Kepala Sekolah melalui kegiatan pembekalan, melalui kegiatan
On The Job Training (OJT), dengan mewajibkan peserta menyusun
laporan diharapkan dapat menghasilkan calon kepala sekolah yang
kompeten dan profesional meliputi:
1. Meningkatnya Penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan
pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi, dan sosial bagi Calon kepala sekolah.
2. Kemampuan calon kepala sekolah dalam menyusun hasil pelaksaaan
tindakan kepemimpinan dapat meningkat
3. Meningkatnya kemampuan guru dalam pemanfaatan Portal Rumah
Belajar dalam kegiatan pembelajaran.
4. Meningkatnya kompetensi supervisi akademik dan
Kewirausahaan calon kepala sekolah yang merupakan aspek yang
lemah pada hasil AKPK.
5. Meningkatnya prestasi peserta didik, setelah pemanfaatn portal
Rumah Belajar dalam kegiatan pembelajaran

4
BAB II
KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG

A. Kondisi Sekolah Magang 1

SMA Negeri 1 Luwu Timur terletak di Jalan Montolalu Komp. PT.


Inco Malili ibu Kota Kab. Luwu Timur. Pada awalnya bangunan yang
terletak di Jalan Kompleks PT Inco Malili, di antaranya Klinik, Sekolah
Taman Kanak-kanan dan Club, dihibahkan ke Camat Malili pada tanggal 7
Juni 1978 dan selanjutnya Camat Malili M. Halid mengeluarkan
rekomendasi pertanggal 3 Maret 1979 ke Yayasan Langkanaraya untuk
memanfaatkan areal dan bangunan tersebut untuk dijadikan Sekolah (SMA
Swasta Langkanaraya) yang kebetulan lokasinya sangat sempit. Dengan
adanya rekomendasi tersebut, maka SMA Langkanaraya yang sebelumnya
berada di jalan Andi Djemma Malili (lokasi sekarang ditempati oleh MTs
As’Adiyah Malili) pindah ke lokasi baru eks bangunan PT. Inco tersebut.

Pada Tanggal 27 Februari 1979, SMA Swasta Langkanaraya


diusulkan menjadi sekolah negeri. Usulan tersebut diajukan oleh Yayasan
Pendidikan IKMAL Malili pimpinan Andi Hasan yang ditujukan ke
Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Sulawesi Selatan. Menanggapi usul tersebut maka selanjutnya keluar SK
Menteri No. 0190/0/1979 tentang penegerian sekolah swasta se Indonesia
salah satunya adalah SMA Langkanaraya Malili menjadi SMA Negeri
Malili pertanggal 3 September 1979 yang ditandatangani oleh Sekjen
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia T. Umar Ali
yang ditetapkan di Jakarta, ketetapan tersebut berlaku mulai 1 April 1979.
SMA Negeri 1 Luwu Timur yang luasnya 17.910 m2 berdasarkan sertifikat
dari BPN Kab. Luwu pertanggal 23 Juni 1999 no. 530.3/24/02/53-08/99,
yang ditandatangani oleh Darmawansyah, SH.

5
Hingga saat ini SMA Negeri 1 Luwu Timur, yang sebelumnya
bernama SMA Negeri 1 Malili sudah dipimpin oleh 6 (enam) kepala
sekolah, yakni:

1. Jamaluddin BA. (1979-1986);

2. Drs. Faisal Yusuf (1986-1994);

3. Drs. Firdaus Kantoro (1994-2001);

4. Drs. H. Hasanuddin Bengngareng (2001-2008);

5. Drs. Kasman, M.M. (2008-2015 ); dan,

6. Drs.Muh.Saleh,MM (2015-Sekarang).

SMA Negeri 1 Luwu Timur hingga saat ini memiliki 43 Orang Guru, 8
tenaga Kependidikan (TU) dan 1 orang pustakawan. Dan Jumlah
Rombongan Belajar sebanyak 30 kelas dengan jumlah siswa 978 orang, 10
kelas untuk Kelas 10, 10 kelas untuk kelas 11 dan 10 kelas untuk kelas 12.
Selain dari RKB, bangunan atau sarana lain adalah :

Tabel 1 : 1
Keadaan Sarana Prasarana

Ukuran
No Nama Gedung/sarana Jumlah
Pjg Lebar Ruang/Gedung

1 Aula 8 15 1
2 Gudang 9 18 1
3 Lab. Fisika 9 15 1
4 Lab. Kimia 9 15 1
5 Lab. Komputer 9 15 1
6 Lab. Biologi 9 15 1
7 Masjid 10 17 1
8 Ruang OSIS 8 9 1

6
9 Ruang Keterampilan 8 9 1
10 Perpustakaan 10 15 1
11 Ruang guru 8 6 2
12 Ruang kepsek 3 8 1
13 Ruang tu 3 4 1
14 UKS 8 9 1
15 Wc guru laki-laki 2 2 1
16 Wc guru perempuan 2 2 2
17 WC Siswa Perempuan 2 2 4
18 WC Siswa laki-laki 2 2 4
19 Lapangan volli - - 1
20 Lapangan bulu tangkis - - 1
21 Lapangan tennis - - 2
22 Kantin sekolah 6 3.5 7
23 Ruang ekstrakurkuler 4 4 4

Berikut adalah kondisi keadaan guru di SMA Negeri 1 Luwu


Timur Saat ini :

Tabel 2 : 1
Kedaan Guru dan Tata Usaha
SMAN 1 Luwu Timur Tahun 2020

MATA
PELAJARAN
NO NAMA LENGKAP L/P PANGKAT/GOL YANG KET
DIAJARKAN
/LULUSAN
A. GURU
Pembina Tk.I , Kep.
1 Drs. Muh. Saleh, M.M. L
IV/b Sekolah
Pembina Tk.I , Pend.
2 Drs. Yunus Pasapan L
IV/b Matematika
Pembina Tk.I ,
3 Manca Ruru Lumalan, L Pend. Bahasa
IV/b
7
S.Pd. Indonesia
Pembina Tk.I , Pendidikan Wakasek
4 Hudaya Rauf, S.Pd. P
IV/b Kimia Humas
Pembina Tk.I , Administrasi Wakasek
5 Ammas M, S.Pd., M.Si. L
IV/b Negara Sarpras
Pembina Tk.I , Pendidikan
6 Sitti Yusriah M, S.Pd. P
IV/b Kimia
Pembina Tk.I , Pendidikan
7 Asdiawati, S,Pd. P IV/b Matematika
Pembina Tk.I , Pendidikan
8 Mahwati, S.Pd. P
IV/b Biologi
Pembina Tk.I , Pend. Bahasa
9 Neneng Israyani, S.Pd. P
IV/b inggris
Pembina Tk.I , Pendidikan
10 Suharnati, S.Pd. P
IV/b Matematika
Pembina Tk.I , Pend. Bahasa Wakasek
11 Rita Asminarseh, S.Pd. P
IV/b inggris Kurikulum
Pend. Bahasa
12 Drs. Syahrudin L Pembina , IV/a
Jerman
Pendidikan
13 Aspriyati, S.Pd. P Pembina , IV/a
Kimia
Pendidikan
14 Akifah, S.Pd.I. P Pembina , IV/a
Agama Islam
Bahasa
15 Hj. Fitriyani, S.S. P Pembina , IV/a
Indonesia
Bio /
16 Hasnawati, S.Pd. P Pembina , IV/a
Prakarya
Pendidikan
17 Samsinar, S.Pd. P Pembina , IV/a
ekonomi
Pendidikan
18 Agustiani Miri,S.Pd. P Pembina , IV/a
Fisika
19 Bahra, S.Pd. P Pembina , IV/a PPKN
Asrina Pannaung,
20 P Pembina , IV/a Ilmu Sosial
S.Sos
Pendidikan
21 Meytron, S.Pd. L Penata Tk.I , III/d
Matematika
Pendidikan
22 Suherah, S. Pd. P Penata Tk.I , III/d
Geografi
Pend. Seni,
23 Sukmawaty, S.Pd. P Penata ,III/c Tari dan
Musik
Pendidikan
24 Gepriani Pasae, S.Pd P Penata ,III/c
Matematika
Penata Muda Tk.I Pend. Wakasek
25 Nicair HS, S.Pd. L
/ III/b Penjaskesrek Kesiswaan
Penata Muda /
26 Mery Sanga, S.Th. P Teologi
III/b
8
Kristen
Protestan
Penata Muda /
27 Dartiawati, SE P Manajemen
III/a
Kependidikan
28 Haedar Alwi P -
Islam
29 Laso' Natsar, S. Pd L - PPKN
Pend. Bahasa
30 Hasni, S.Pd. P -
Indonesia
Pendidikan
31 Albar, S.pd L -
Matematika
Pend. Bahasa
32 Islamiyah, S. Pd.I. P -
Inggris
Pendidikan
33 Munisra, S. Pd. P -
Geografi
Pendidikan
34 Eka Risnawati, S. Pd. P -
Kimia
Sosiologi
35 Rahmawati, S.Pd. P -
Peminatan
Jendria Trivena M, Pend. Bahasa
36 P -
S.Pd. Inggris
Tommy Renya'an, Dikjas
37 L -
S.Pd.
Pendidikan
38 Riska T, S.Pd. P -
Sejarah
Pendidikan
39 Nurhalima, S.Pd. P -
Fisika
Pendidikan
40 Nurtia Nurdin, S.Pd.i P -
Agama Islam
Andi Mappacalos, Pendidikan
41 P -
S.Pd. Sejarah
Pend.
42 Hasan, S.Pd. L -
Penjaskesrek
Pendidikan
43 Eka Sasmita, S.Pd. P -
Geografi
B. STAFF TU
1 Irfina Arifin, S.Pd. P Penata ,III/c S.1 Penjas KTU
Penata Muda / D3
2 Marlina, A.Md. P Pustakawan
III/b Pustakawan
Pengatur Muda Staf Tata
3 Surianti, S.Pd. P S.1 PPKN Usaha
/ II/a
Cleaning
4 Selvi P - SMA Service
Satpam
5 Baharuddin L - SMP Malam
Staf Tata
6 Mulyanita P - SMA Usaha

9
Staf Tata
7 Mariadi, SE L - S.1. Ekonomi Usaha
S.1
8 Hamka, S.Pd. L - Tehnisi
Matematika
S.1 ADM Staf Tata
9 Ahmar, S.Sos. L - Usaha
Negera

Berikut Identitas SMAN 1 Luwu Timur :

Nama : SMAN 1 LUWU TIMUR


NPSN : 40310154
Alamat : JL. MONTOLALU KOMP. PT INCO MALILI
Kode Pos : 92981
Desa/Kelurahan : Malili
Kecamatan/Kota (LN) : Kec. Malili
Kab.-Kota/Negara (LN) : Kab. Luwu Timur
Propinsi/Luar Negeri (LN) : Prov. Sulawesi Selatan
Status Sekolah : NEGERI
Waktu Penyelenggaraan : Sehari Penuh/5 hari
Jenjang Pendidikan : SMA
Naungan : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
No. SK. Pendirian : 0190/0/1979
Tanggal SK. Pendirian : 03/09/1979
No. SK. Operasional : 0190/0/1979
Tanggal SK. Operasional : 01/04/1979
File SK Operasional : 47429-6952948-1709833021.pdf
Akreditasi : A
No. SK. Akreditasi : 160/SK/BAP-SM/XI/2017
Tanggal SK. Akreditasi : 23/11/2017
No. Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat

Berikut adalah visi, Misi dan Tujuan SMA Negeri 1 Luwu Timur :

10
1) Visi Misi

Visi :

Terwujudnya Peserta Didik Yang Unggul Dalam Prestasi, Berkarakter


dan Berwawasan Lingkungan

Misi :

1. Membentuk peserta didik yang bermoral, berbudi pekerti yang


santun dan disiplin.
2. Membentuk peserta didik yang religius, nasionais, mandiri, gotong
royong dan integritas.
3. Mewujudkan tumbuhnya semangat keunggulan dan kompetitif
kepada seluruh warga sekolah berlandaskan imtaq dan iptek.
4. Menggali dan mengembangkan potensi siswa.
5. Menumbuh kembangkan sikap positif dalam rangka pembentukan
karakter bangsa.
6. Menciptakan suasana belajar dan mengajar yang aktif, kreatif,
efektif dan menyenangkan.
7. Menciptakan suasana lingkungan yang hijau, sejuk, bersih, indah
dan sehat.
8. Mengembangkan kurikulum yang berbasis lingkungan.
9. Menumbuh kembangkan sikap melestarikan lingkungan secara arif
dan bijaksana.

2) Tujuan Sekolah

Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta


relevan dengan kebutuhan masyarakat disekitar satuan pendidikan
serta standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah
dan pemerintah yang perlu dicapai dalam kurun waktu lima tahun,
maka tujuan UPT SMA Negeri 1 Luwu Timur dapat dirumuskan
sebagai berikut :

11
1. Mengembangkan budaya sekolah yang religius ( melalui
pembiasaan budaya salam, Doa sebelum/sesudah belajar, tadarrus
,kebaktian ,shalat dhuhur berjamaah dalam rangka menanamkan
tatakrama dalam pengalaman agama sehingga terbentuk
kpribadian dan sikap yang baik
2. Meningkatkan sarana prasarana pendidikan untuk dapat
terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien
3. Melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif,efisien dan
kondusif sesuai tuntutan kurikulum 2013
4. Meningkatkan kinerja stakeholder sekolah sesuai tupoksi dengan
prosentasi penilaian kinerja mencapai 95 %
5. Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengikuti berbagai
lomba ekstrakurikuler hingga meraih prestasi tingkat regional dan
Nasional
6. Meningkatkan kualitas lulusan melalui pencapaian nilai rata rata
UNBK yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya
7. Meningkatkan prosentase kelulusan siswa dalam melanjutkan
pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri
8. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat
dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan
sosial, budaya dan alam sekitarnya
9. Meningkatkan kualitas lingkungan Sekolah untuk mewujuddkan
Green, Clean and Healty
10. Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan
melalui MGMP, IHT ,dan Workshop pengembangan profesi

Kinerja SMA Negeri 1 Luwu Timur dilihat dari pencapaian


delapan standar nasional pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Standar Isi

SMA Negeri 1 Luwu Timur telah memiliki kurikulum


yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun
12
BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan
sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan
kebutuhan pembelajaran. Mata pelajaran Bahasa Daerah Bugis
adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah sebagai bentuk karakter
daerah dan pelestarian buadaya. Jumlah jam tatap muka keseluruhan di
SMA Negeri 1 Luwu Timur sebanyak 44 jam perpekan.
Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa
belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi
siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal
dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar
sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk
mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Hal ini
dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa
yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang
belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan.
Kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan mengacu kepada
kebutuhan pengembangan pribadi siswa. Program kegiatan
ektrakurikuler yang disediakan diantaranya pembinaan
kepramukaan, PMR, pembinaan OSN, mading, english club,
sepak bola, volly ball, basket, Marchin Band, taekwondo,
Pengembangan Rohani Islam, Pengembangan Rohani Kristiani,
Siswa Pencinta Alam, Komuitas Bank Sampah dan PIK-Remaja.
2. Standar Proses
Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan
Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan
panduan penyusunan KTSP berdasarkan permen 37 tahun 2018.
Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan
secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP.
Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum
sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebagian

13
masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan
beberapa perbaikan-perbaikan.
Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan
pembelajaran kondisi saat ini baik mata pelajaran muatan nasional
ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan
silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru
secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP.
RPP yang disusun guru sebagian masih meng-copy paste RPP
sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu
ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan
hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan
lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang
ada dalam masyarakat.
Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam
silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang
interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan
memotivasi siswa. Sebagian guru masih ada yang menggunakan
pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.
Keterbatasan media pembelajaran yang dimiliki sekolah
mengakibatkan terbatasnya sumber belajar. Namun beberapa guru
berupaya untuk membuat media pembelajaran yang dapat
dijadikan sumber belajar bagi siswa disamping memanfaatkan
buku-buku yang ada diperpustakaan. Ketersediaan buku untuk
siswa dalam memenuhi SPM sudah terpenuhi tetapi umur
penggunaan buku-buku paket yang singkat sangat terkait dengan
kepribadian siswa yang senang merusak atau menghilangkan
buku-buku yang dipinjamkan.
Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses
pembelajaran di kelas, pengawas, Kepala Sekolah, wakil kepala
sekolah dan guru-guru yang berkompeten, melakukan supervisi
14
dan evaluasi proses pembelajaran. Yang dilakukan secara berkala
dan berkelanjutan.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran
2018/2019 untuk masing-masing mata pelajaran pada jurusan MIA
dan IIS berturut-turut ; untuk jurusan MIA adalah Bahasa
Indonesia 75,04, Bahasa Inggris 50,40, Mataematika 36,60, Fisika
69,50, Kimia 53, 10 dan Biologi 54,60. Sedangkan untuk jurusan
Ilmu-ilmu Sosial adalah Bahasa Indonesia 77,06, Bahasa Inggris
50,28, Matematika 34,40, Geografi 68,20, Sosiologi 79,10 da
Ekonomi 57,60. Dari hasil Ujian Nasional di atas dapat
disimpulkan bahwa pencapaia nilai Bahasa Indonesia di kedua
jurusan tersebut memperlihatkan tingkat pencapaian target
kompetensi siswa yang lebih baik yang ditetapkan SKL dibanding
mata pelajaran yang lain.
Untuk penumbuhan budi pekerti dan mengembangkan
nilai-nilai karakter bangsa serta budaya masyarakat, SMA Negeri
1 Luwu Timur melaksanakan kegiatan literasi Alqur’an dan
ibadah kritiani (bagi yang beragama kristen) setiap hari jumat,
Sholat Jumat di sekolah, sholat dzuhur berjamaah di sekolah,
senam kesehatan jasmani setiap hari jumat, Jumat bersih dan
menyambut siswa di gerbang sekolah setiap pagi hari. Selain itu,
sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu,
baik guru ataupun siswa.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah guru 42 orang, PNS 26 orang dan Non-PNS 16
orang, sudah memenuhi standar jumlah tenaga kependidikan
sekolah. Semua guru sudah berkualifikasi S1.
Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
SMA Negeri 1 Luwu Timur belum terukur secara menyeluruh

15
karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat
pencapaian kompetensi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

5. Standar Sarana dan Prasarana


SMA Negeri 1 Luwu Timur memiliki luas lahan 17.910
m2 dengan jumlah gedung sebanyak 11 unit yang terdiri dari
kantor , Lab. Fisika, Lab. Biologi, Lab. Kimia, Lab Fisika, Lab
Komputer, Ruang OSIS / Ekstrakurikuler, ruang keterampilan,
Perpustakaan dan UKS. Ruang kelas yang digunakan sebagai
tempat proses belajar mengajar sebanyak 29 ruang dengan luas
masing-masing 72 m2 per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-
masing memiliki satu white board, satu meja dan kursi guru,
masing-masing satu meja dan kursi untuk setiap siswa.
Di dalam gedung kantor terdapat Ruang kepala sekolah
yang berukuran (4×9) m2 terdapat 2 lemari buku, 2 lemari piala
sepasang meja dan kursi kepala sekolah, dan 2 set kursi tamu.
Sarana dan prasana sekolah lainnya dalam gedung kantor tersebut
adalah, ruang guru 2 unit, ruang wakasek, ruang tata usaha. Di
lantai 2 (dua) bangunan tersebut terdapat Aula dan ruang BK.
6. Standar Pengelolaan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMA Negeri 1 Luwu
Timur sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat
ataupun pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya
memasang papan visi misi sekolah di dinding sekolah.
Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan
(RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM)
disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan
rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) telah
disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah melakukan
pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun mengacu pada

16
rekomendasi hasil EDS dan mengelompokkan ke dalam delapan
standar.

7. Standar Pembiayaan
SMA Negeri 1 Luwu Timur mempunyai RKAS yang
disusun oleh kepala sekolah, beberapa guru dan bendahara
sekolah. Penyusunan RKAS belum melibatkan secara langsung
pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang
relevan, namun demikian tetap mempertimbangkan usulan-
usulannya dan menyampaikan hasil penyusunan RKAS.
Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan
pemerintah berupa dana BOS APBN dan sumbangan dari orang
tua siswa. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan
lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling
menguntungkan dengan dunia usaha dan industri.
8. Standar Penilaian Pendidikan
Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun
perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan
kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-
masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru
kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya
menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan
harian.
Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan
harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan
kelas, ujian sekolah dan ujian nasional. Penilaian melalui ulangan
harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah
dibuat oleh sebagian guru.
Hasil penilaian sebagian guru pada pelaksanaan ulangan
harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi
17
berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Setiap guru
menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada
kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum.
Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebagian guru sebagai koreksi
untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.
B. Kondisi Sekolah Magang 2
SMA Negeri 12 Luwu Timur yang sebelumnya bernama
SMA Negeri 2 Malili, adalah Sekolah SLTA yang ke 4 yang ada di
Kota Malili, setelah SMAN 1 Luwu Timur, SMKN 1 Luwu Timur
dan MAN 1 Malili-Luwu Timur, Sekolah ini di bangun pada tahun
2010, dan memulai penerimaan siswa baru pada tahun pelajaran
2009/2010 dan siswanya dititip di SMAN 1 Luwu Timur (SMAN 1
Malili) kala itu, dan menamatkan alumni I (pertama) Tahun
Pelajaran 2011/2012. Kepala Sekolah Pertama adalah, Drs.
Muhammad Anwar (2010-2015), Drs. Kasman MM (2015-2018)
dan Sunardi, S.Pd., M.Pd. (2018 – sekarang)
Meskipun dibilang usianya masih baru sekolah ini memiliki
perkembangan yang sangat pesat baik dari sarana prasarana
maupun dari segi akademik dan non akademik. Sekolah yang
terletak di Jalan Dr. Samratulangi Lr. Pendidikan Keluruhan
Puncak Indah Kec. Malili. Memiliki Visi, Misi dan Tujuan sebagai
berikut:
1. VISI :

" Terwujudnya Peserta Didik yang Berkarakter Religius,


Mandiri, Unggul dan Berwawasan Lingkungan "

2. MISI :

1. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan


pengamalan ajaran agama.

18
2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan yang
berorientasi pada pencapaian kompetensi.
3. Menyelenggarakan pendidikan berkualitas melalui
pengembangan IPTEK berdasarkan minat, bakat dan
potensi peserta didik.
4. Menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dan
kemandirian.
5. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah dan
lembaga lain yang terkait.
6. Mengembangkan sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan.

3. Tujuan Sekolah
Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional
serta relevan dengan kebutuhan masyarakat disekitar satuan
pendidikan serta standar kompetensi lulusan yang sudah
ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah yang perlu dicapai
dalam kurun waktu lima tahun, maka tujuan UPT SMA Negeri
12 Luwu Timur dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Mengembangkan budaya sekolah yang religius (melalui
pembiasaan budaya salam, Doa sebelum/sesudah belajar,
tadarrus,kebaktian, shalat dhuhur berjamaah dalam rangka
menanamkan tatakrama dalam pengamalan agama sehingga
terbentuk kpribadian dan sikap yang baik.
2. Melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif,
efisien dan kondusif sesuai tuntutan kurikulum 2013 dan
berwawasan lingkungan
3. Meningkatkan sarana prasarana pendidikan untuk dapat
terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang efektif dan
efisien.

19
4. Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga
kependidikan melalui MGMP,IHT, dan Workshop
pengembangan profesi.
5. Meningkatkan prosentase kelulusan siswa dalam melanjutkan
pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
6. Meningkatkan kualitas lulusan melalui pencapaian nilai rata rata
UNBK yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
7. Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengikuti
berbagai lomba ekstrakurikuler hingga meraih prestasi tingkat
regional dan Nasional.
8. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat
dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan
sosial, budaya dan alam sekitarnya.
9. Meningkatkan kualitas lingkungan Sekolah untuk mewujudkan
sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Kinerja SMA Negeri 12 Luwu Timur dilihat dari pencapaian
delapan standar nasional pendidikan dapat diuraikan sebagai
berikut:
1. Standar Isi
Pencapaian nilai mutu berbasis Raport PMP Tahun 2019,
memperlihatkan kekuatan dan kelemahan pada beberapa indikator.
Kekuatan yang tampak adalah perangkat pembelajaran memuat
karakteristik kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan,
menyesuaikan tingkat kompetensi siswa, dan menyesuaikan ruang
lingkup materi pembelajaran. Pengembangan KTSP mengacu pada
kerangka dasar penyusunan dan melewati tahapan operasional
pengembangan. Sekolah juga menyelenggarakan aspek kurikulum
pada muatan lokal dan melaksanakan kegiatan pengembangan diri
siswa. Adapun kelemahan yang nampak adalah perangkat
pembelajaran masih ada yang belum memuat kompetensi sikap,

20
penyusunan KTSP belum melibatkan seluruh pemangku
kepentingan, dan pengaturan beban belajar yang tidak proposional.

2. Standar Proses
SMA Negeri 12 Luwu Timur merencanakan proses
pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan dan
mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan pengawas sekolah.
RPP disusun dengan lengkap dan sistematis. Metode
pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP
sebagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif,
menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa.
Sebagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran
konvensional dengan model pembelajaran langsung.
Pada aspek pengawasan dan penilaian otentik, sekolah
belum maksimal memanfaatkan hasil penilaian otentik.
Pelaksanaan supervisi proses pembelajaran kepada guru perlu
mendapat perhatian khusus. Sekolah juga belum maksimal dalam
menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran,
melakukan pemantauan proses pembelajaran, dan mengevaluasi
proses pembelajaran.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Pada standar kompetensi lulusan, siswa telah memiliki
perilaku yang mencerminkan sikap berkarakter, sehat jasmani dan
rohani, sikap disiplin, sikap peduli, sikap percaya diri,
bertanggungjawab, dan memiliki perilaku pembelajar sejati
sepanjang hayat. Lulusan SMA Negeri 12 Luwu Timur memiliki
keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, mandiri, kolaboratif,
dan kritis. Namun pada dimensi pengetahuan, siswa minim
dibekali pengetahuan faktual, prosedural, konseptual, dan
metakognitif.
21
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah guru yang ada sebanyak 25 orang (PNS 14 dan Non
PNS 11 ) dan tenaga administrasi sekolah 4 orang. Guru yang
sudah berkualifikasi S-2 4 orang dan bekualifikasi S1 21 orang,
selanjutnya tenaga adminintrasi sekolah berkualifikasi S-1 sebesar
3, SMA sederajat 1.
Dilihat dari Standar kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan, maka khusus tenaga pendidik/guru rata-rata sudah
mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) yang pada tahun 2015
telah diadakan dengan hasil 30% guru memiliki nilai rata-rata
65,00 ke atas atau telah melampui standar yang ditetapkan
Pemerintah pusat, sedangkan 70% masih dibawah standar yang
ada. Walaupun demikian semangat dan etos kerja guru tetap tinggi.
Standar kompetensi tenaga kependidikan SMA Negeri 12 Luwu
Timur, sampai saat ini belum terukur karena belum ada penilaian
yang mengukur seberapa tingkat pencapaian kompetensi masing-
masing.
5. Standar Sarana dan Prasarana
Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat kegiatan
KBM sebanyak 1 kantor, 1 perpustakaan. 1 mushallah, RKB 12
ruang, Lab Kimia 1, Lab Biologi, lab Komputer 1 dengan luas
masing-masing 63 m2 . Setiap ruang kelas dilengkapi dengan 1
papan tulis yaitu white board, 1 stel meja dan kursi guru, 1 buah
lemari pajangan, serta meja dan kursi sejumlah siswa yang ada. Di
samping itu ruang kelas dilengkapi pula dengan lambang
kenegaraan serta gambar presiden dan wakil presiden.
Ruang guru berukuran (8 × 9) m2 dilengkapi, memuat 25 stel
meja kursi guru, 1 white board untuk pengumuman, 2 lemari buku,
1 buah tempat minum, 1 papan kode etik guru dan 1 papan tata
tertib, 1 jam tembok, lambang kenegaraan, perlengkapan upacara,
jam dinding, dan perlengkapan memasak.
22
Ruang perpustakaan yang berukuran (8 × 9) m2 yang
dimanfaatkan khusus untuk kegiatan perpustakaan. Jumlah buku
teks dan buku referensi, buku bacaan, serta buku penunjang sudah
mencukupi. Sebagian ruang perpustakaan dimanfaatkan sebagai
ruang komuputer/multimedia dilengkapi dengan 10 unit komputer.
Ruang laboratorium lain yang dimiliki adalah Lab IPA yang sudah
memenuhi standar baik dari jumlah meubeler maupun peralatan lab
lainnya. Ruang kepala sekolah berukuran (4 × 5) m2 dilengkapi
dengan kamar kecil (WC) serta kelengkapan lainnya berupa lemari
etalase / pajangan, lemari arsip, 1 set meja kursi tamu , mesin
printer, AC, dan kelengkapan lainnya.
Sarana dan prasarana lain yang ada adalah ruang tata usaha, ,
gudang, WC siswa, ruang BK, ruang Osis, musholla, parkir siswa,
lapangan olah raga, tempat bermain, dan kantin sekolah.
6. Standar Pengelolaan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMA Negeri 12
Luwu Timur sudah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah
ataupun pemangku kepentingan melalui rapat. Rencana kerja
sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT), maupun rencana
kaerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga
sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran
sekolah (RKAS). RKAS disusun berdasarkan analisis kebutuhan
dan belum disusun berdasarkan pada pengelompokan ke dalam 8
SNP.
Kegiatan supervisi dilaksanakan secara berkala dan
terjadwal yang dapat dijadikan sebagai alat ukur kemajuan guru
dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Hasil dari
kegiatan supervisi dijadikan sebagai acuan untuk menentukan
kebijakan dan pemberian penghargaan dan teguran.
Proses pengumpulan, pengelolaan, dan penggunaan data sudah
menggunakan sistem TIK khususnya komputer. Jaringan internet
23
secara luas sudah ada. Saat ini sekolah maupun beberapa guru
menggunakan jaringan internet secara leluasa.

7. Standar Pembiayaan
SMA Negeri 12 Luwu Timur memiliki RKAS yang
disusun oleh tim yang dibentuk oleh kepala sekoah dengan
mempertimbangkan masukan dari komite sekolah, walaupun
dalam pelaksanaanya tidak semua tim ikut terlibat dalam
penyusunan tersebut. Sumber utama keuangan sekolah masih
bergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS, walaupun
ada sumber lain seperti, iuran usaha kantin sekolah, namun masih
belum maksimal. Sekolah belum melakukan peggalangan dana
dari sumber lain seperti kerjasama dengan dunia usaha dan
industri termasuk alumni.
Penyusunan rencana keuangan sekolah sudah disusun
sesuai prosedur dan disosialisasikan melalui rapat khusus. Laporan
penggunaan keuangan sekolah hanya disampaikan kepada
pemerintah selaku pemberi dana sedangkan pertanggungjawaban.
kepada guru dan pegawai hanya dilakukan secara lisan melalui
kegiatan rapat koordinasi sekolah.

8. Standar Penilaian Pendidikan


Semua guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan
penilaian berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi
Dasar (KD). KKM yang sudah ditetapkan masing-masing guru
mata pelajaran disampaikan oleh guru kepada siswa pada awal
tahun pelajaran. Pelaksanaan penilaian oleh guru dilaksanakan
melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester, ulangan kenaikan kelas, maupun penilaian ujian sekolah
dan ujian nasional.
24
Penilaian sikap juga dilakukan guru pada setiap akhir semester.
Hasil penilaian baik penilaian akademik maupun penilaian sikap
dilaporkan kepada kepala sekolah maupun orang tua siswa dalam
bentuk raport setiap tengah semester, akhir semester dan pemberian
ijazah untuk siswa yang sudah menyelesaikan seluruh kegiatan
pembelajaran selama 6 semester dan dinyatakan lulus berdasarkan
ketentuan dan persyaratan yang sudahhditetapkan.

25
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) Sekolah Asal


1) Judul RPK
“Peningkatan Kemampuan guru Menggunakan multi aplikasi
pembelajaran yang Variatif Daring melalui pembimbingan Portal Rumah
belajar di SMAN 1 Luwu Timur Tahun 2020”
2) Tujuan
Dalam Kegiatan RPK ini tujuan yang akan dicapai adalah untuk
Meningkatan Kemampuan guru Menggunakan multi aplikasi
pembelajaran yang variatif Daring melalui pembimbingan Portal Rumah
belajar di masa pandemi covid 19.
3) Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan yang akan dicapai dalam penelitian RPK ini
adalah :
1. Meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan aplikasi
pembelajaran yang lebih variatif dan kreatif dalam kegiatan
pembelajaran Jarak Jauh atau Daring di masa covid 19.
2. Meningkatnya motivasi siswa dalam kegiatan belajar melalui portal
rumah belajar di masa covid 19
4) Program Kegiatan
Meningkatkan Kemampuan guru Menggunakan multi aplikasi
pembelajaran yang variatif Daring melalui pembimbingan Portal Rumah
belajar di SMA Negeri 1 Luwu Timur.
5) Langkah-langkah Kegiatan
Siklus I
26
a. Persiapan
Sebelum pelaksanaan kegiatan Rencana Tindak Lanjut Proyek
kepemimpinan (RPK) terlebih dahulu diadakan koordinasi dengan
kepala sekolah terkait dengan rencana pelaksanaan kegiatan ini, dan
selanjutnya diadakan sosialisasi kepada warga sekolah melalui rapat
koordinasi yang dipimpin oleh kepala sekolah, dan pada tahap
persiapan ini pula telah dibentuk kepanitiaan dan ditetapkan wakasek
kurikulum bertindak selaku ketua panitia. Dan selajutnya menetapkan
jumlah peserta dan menentukan narasumber, dan langkah terakhir
pada persiapan ini adalah menyusun panduan kegiatan, yang di
dalamnya terdapat estimasi anggaran kegiatan serta jadwal
pelaksanaa. Tahap perencenaan persiapan dapat di lihat pada Tabel
berikut :

Tabel 3 : 3
Tahap Perencanaan Siklus 1 Kegiatan RPK
Waktu
No Jenis Kegiatan Pelaksanaa Keterangan
Sosialisasi dan
koordinasi Rapat
persiapan bersama
27 Oktober Bukti Kegiatan
1 warga sekolah yang
2020 Terlampir
akan terlibat dalam
pelaksanaan RPK dan
PK
27 Oktober Bukti Kegiatan
2 Menyusun Kepanitiaan
2020 Terlampir
Pembuatan SK panitia
dan Koordinasi dengan 28 Oktober SK Panitia
3
Narasumber dalam 2020 Terlampir
rangka persiapan

27
Kegiatan RPK.
Menyusun buku Buku Panduan
29 Oktober
4 panduan kegiatan IHT Kegiatan
2020
dan Jadwal pelaksanaan Terlampir

b. Pelaksanaan
Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan maka kegiatan ini dilkasanakan
dalam bentuk pembimbingan oleh Narasumber yang sudah ditetapkan
berdasarkan dengan pengalaman yang telah dimiliki sebagai sahabat
rumah belajar level 3 (tiga ) tahun 2019. Pada tahapan pelaksanaan
panitia mengarahkan kepada seluruh peserta untuk melaksanakan
registrasi dan pengisian daftar hadir sebelum kegiatan dimulai. Setelah
kegiatan pembukaan yang dibuka langsung oleh kepala UPT SMAN 1
Luwu Timur, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dan sosialisasi
tentang pemanfaatan portal Rumah Belajar kepada seluruh peserta
yang sudah ditetapkan. Pada sesi berikutnya pemateri telah
melaksanakan pembimbingan materi Portal Rumah Belajar tentang
cara login dan cara pengenalan terhadap fitur fitur yang tersedia dalam
Portal Rumah belajar ini. Demi penerapan secara optimal terhadap
Portal Rumah Belajar, Narasumber memberikan pendampingan
langsung mengadakan simulasi pemanfaatan terhadap semua fitur-
fitur yang tersedia pada portal Rumah Belajar, terutama pada fitur
Kelas Maya. Dari data isian instrument mentor 1 yang melaksanakan
observasi kepada 10 (sepuluh ) orang peserta yang megikuti kegiatan
ini telah memberikan penilaian 95,45 % terhadap keterlaksanaan
pembimbingan Portal Rumah Belajar. Dari prosesntase tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa hampir semua guru telah merespon positif
terhadap pelaksanaan pembimbingan Portal Rumah Belajar.

c. Monitoring dan Evaluasi

28
Selama 2 (dua) hari pelaksanaan kegiatan Rencana Proyek
Kepemimpinan Siklus I (Perftama) kami melaksanakan pengisian
instrument monev pada hari ke 2. Dalam Kegiatan Monitoring dan
evaluasi tersebut, Mentor 1 melaksanakan observasi terhadap 10 orang
peserta dan hasil yang di dicapai adalah 96,88 %. Dari data tersbut
hanya 1 (satu) instrument yang mendapatkan penilaian (3) . Karena
dari sepuluh guru yang dibimbing masih ada sebagaian peserta belum
bisa memilih sekolah penyelenngara pada fitur kelas maya.
d. Hasil
Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari Recana
Proyek Kepemimpinan (RPK) Diklat Calon Kepala Sekolah Tahu
2020, dijadwal ke dalam 2 Siklus. Siklus 1 dilaksanakan pada hari
Rabu – Kamis, tanggal 4 – 5 November 2020. Sedangkan Siklus ke 2
(dua) dijadwalkan pada hari Senin tanggal 16 - 17 November 2020
jika ada peserta yang mendapat kategori nilai dibawah 91.

Tabel 4 : 3
Materi RPK Siklus I

Hari/tgl Waktu Materi Narasumber


Siklus 1
08.30 – Sosialisasi / Indra Wulan
09.00 Pengenalan Hamzah, S.Pd.
Rabu Aplikasi Portal Rumah M.Pd.
4/11/20 09.00 – Belajar Rita Asminarseh,
12.00 Langkah-langkah S.Pd
pemanfaatan Fitur
13.00 – Rumah Belajar
15.00 Simulasi Penerapan
aplikasi rumah Belajar
dalam kegiatan
pembelajaran ( hari I)

29
Kamis 08.00 – Simulasi Penerapan
5/11/2020 15.00 aplikasi Portal Rumah Rita Asminarseh,
Belajar dalam kegiatan S.Pd
pembelajaran (hari II) .

Berdasarkan AKPK sebagai calon kepala sekolah, titik


kelemahan kami adalah kompetensi supervisi dan kompetensi
kewirausahaan, maka indikator sasaran RPK ini dititik beratkan pada
kedua kompetensi tersebut. Dan materi berfokus kepada peningkatan
kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran jarak jauh
atau daring di masa pandemic covid 19, untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa.
Dalam pelaksanaan kompetensi guru, calon kepala sekolah,
melaksanakan pengamatan terhadap peserta yang merupakan guru-
guru SMAN 1 Luwu Timur sebanyak 10 orang dan perwakilan siswa
sebagai sampel. Penetapan sampel ini diambil berdasarkan tingkat
kemampuan guru terhadap portal Rumah Belajar dari mereka yang
sepuluh orang ini ada yang sudah mengetahui dan menggunakannya
30
namun belum terlalu optimal, dan prosentase penggunanya hanya
berkisar 0,14% berdasarkan survey awal melalui google formulir.
Penetapan sampel ini adalah hal yang sangat penting dalam rangka
mendapatkan informasi yang akurat yang dapat diukur sesuai dengan
tujuan yang hendak dicapai. Hal ini senada dengan Seteevens (1951)
dalam buku Dr. Syamsir Torang (2009) bahwa pengukuran adalah
penetapan / pemberian angka terhadap objek atau fenomena menurut
aturan tertentu. Oleh karena itu sampel yang kami tetapkan adalah
peserta yang dapat membantu penulis dalam memberikan data yang
akurat sesuai tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan tingkat
kemampuannya.
Dalam kegiatan ini peserta ( guru dan siswa ) dibagikan
lembar materi/panduan kegiatan serta instrument yang telah disiapkan
oleh calon kepala sekolah. Dari kajian tersebut selanjutnya dianalisis
bersama sama oleh calon kepala sekolah dan guru. Selanjutnya guru-
guru di beri tugas untuk merancang media/materi yang akan diuploud
di Rumah Belajar.
Pada Kegiatan pembimbingan pada OJT 2, merupakan salah
satu upaya untuk meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah
demi peningkatan kualitas pembelajaran di masa covid 19. Seiring
rendahnya minat belajar siswa serta rasa bosan yang dirasakan oleh
siswa dengan alasan metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh
guru yang sangat monoton. Oleh karena itu guru dituntut untuk
menciptakan suasana mengajar daring yang menyenangkan dengan
menggunakan media yang variatif, sehingga selaku calon kepala
sekolah mengadakan pembimbingan portal Rumah Belajar terhadap
guru-guru dan 1 (satu) kelas siswa sebagai sampel dalam kegiatan ini.
Berikut grafik prosentase penggunaan aplikasi dalam kegiatan
pembelajaran masa covid 19 di SMAN 1 Luwu Timur.

70.00%
64.36% 31
60.00%

50.00%

40.00%
29.68%
Gambar 1 : 3 Grafik Prosentase Pengguna aplikasi dalam Kegiatan
pembelajaran masa covid 19 di SMAN 1 Luwu Timur

Berdasarkan pada grafik di atas terlihat bahwa betapa dominannya


penggunaan media watshap dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh
saat ini, dengan cara memposting materi dan memberikan tugas ke
dalam group Watshaap. Maka sangat wajar jika siswa muncul rasa
bosan dan menjenuhkan dan berdampak terhadap hasil prestasi
belajar siswa.
Berdasarkan pada jadwal siklus 1 (pertama) yang telah
disusun, simulasi penerapan aplikasi rumah belajar pada kegiatan
pembelajaran dilaksanakan dalam 2 hari, Hari pertama di berikan
pemaparan langkah-langkah penggunaan Portal Rumah Belajar dan
simulasi dan Hari kedua melanjutkan simulasi penggunaan aplikasi
rumah belajar dalam kegiatan pembelajaran
Indikator keberhasilan penerapan pelatihan Pembimbingan
Portal Rumah Belajar adalah apabila skor kemapuan guru sebagai
peserta pelatihan mencapai skor kemampuan guru minimal 91, dengan
kategori penilaian kualitatif Baik Sekali.
32
Tabel 5 : 3
Hasil Tingkat Kemampuan Peserta dalam
Pembimbingan Rumah Belajar
Pada Sikulus 1 (Pertama)

No Nama Peserta Nilai

1 Riska, S.Pd. 87,50

2 Nurtia Nurdin, S.Pd. 96,88

3 Albar, S.Pd. 93,75

4 Nurhalima, S.Pd. 100

5 Eka Risnawati, S.Pd. 93,75

6 Tommy Renyaan, S.Pd. 75,00

7 Mahwati, S.Pd. 93,75

8 Hasnawati, S.Pd. 96,88

9 Neneng Israyani, S.Pd. 93,75

10 Rahmawati, S.Pd. 96,88

Berikut adalah grafik tingkat kemampuan guru mengikuti


pembimbingan portal Rumah Belajar :

33
%
%

96.88 93.75 100


93.75 93.75 96.88 93.75 96.88
87.5
75.00

Gambar 2 : 3 Grafik tingkat kemampuan guru dalam


pembimbingan rumah Belajar Siklus 1

Dari hasil observasi pelaksanaan yang berlangsung selama


2 (dua) hari, maka nampak pada Tabel dan grafik di atas bahwa
sampai pada hari kedua masih ada 2 (dua) orang peserta yang belum
mampu mengapilakasikan Portal Rumah Belajar secara optimal dan
membutuhkan pembimbingan yang lebih lanjut dari Narasumber atau
dilaksnakan secara tutor sebaya pada siklus berikutnya atas nama an.
Riska T, S.Pd. (87,50) dan Tommi Renyaan, S.Pd. (75,00),.
Sedangkan Peserta yang lainnya sudah mendapat nilai di atas 91. Dan
1 (satu ) orang peserta mendapatkan nilai sempurna yaitu 100 (Amat
Baik).
Pencapaian nilai tersebut sangat memungkin kepada yang
bersangkutan untuk bertindak selaku tutor sebaya, sebagaimana yang
dikatakan oleh Anggela Merici dkk (2014) dalam Jurnalnya “Metode
Pembelajaran Tutor Sebaya” bahwa Syarat – syarat yang harus
dipenuhi untuk menjadi tutor sebaya antara lain, berprestasi baik,
dapat diterima atau disetujui oleh orang lain yang mendapat bantuan
34
sehingga leluasa bertanya, dapat menerangkan dengan jelas bahan
pengajaran yang dibutuhkan oleh peserta, berkepribadian ramah,
lancar berbicara, luwes dalam bergaul, tidak sombong dan memiliki
jiwa penolong serta memiliki daya kreatifitas yang cukup untuk
membimbing temannya.

35
Tabel 6 : 3
Prosentase Ketercapaian Setiap Indikator Soal
Dalam Pembimbingan Rumah Belajar

Prosentase
No Indikator Soal ketercapaian Kategori
Peserta
Peserta Sudah mengetahui secara
1 umum tentang manfaat Rumah 97,5 % A
Belajar
Peserta sudah mampu login dalam
2 kegiatan pembelajaran Kelas Maya 87,5 % A
Peserta sudah mampu memilih
3 sekolah penyelenggara pada fitur 85,00 % B
kelas maya
Peserta sudah dapat memanfaatkan
4 fitur Sumber belajar dalam kegiatan A
pembelajaran 97,5 %

Peserta sudah dapat dapat


5 mengunduh bahan ajar yang telah 97,5 % A
tersedia dalam fitur
6 Peserta sudah dapat memanfaatkan
fitur Bank soal sebagai bahan 95,00 % A
referensi pembuatan soal
Peserta sudah dapat dapat
7 menjadikan laboratorium maya A
sebagai media pembelajaran 87,5 %

praktek
Peserta dapat memanfaatkan
8 modul digital sebagai sumber 95,00 % A
referensi kegiatan pembelajaran

36
Berdasarkan table di atas dapat disimpulkan bahwa hampir semua
indikator instrument sudah berkategori amat baik (A) dengan prosentase
pencapaian ≤ 87,50 %, hanya 1 indikator yang berkategori (B) dengan
prosentase prolehan 85,00%. Ini menunjukkan bahwa peserta sudah
menggunakan dan memanfaatkan Portal Rumah Belajar secara optimal,
dari 8 (delapan) indikator instrument, kelemahan hanya terdapat pada
tingkat kemampuan peserta memilih sekolah penyelenggara pada fitur
kelas maya.
Dari Observasi yang dilaksanakan oleh guru terhadap siswa yang
dijadikan sampel telah terjadi pencapaian peningkatan prestasi siswa, ini
penting untuk dilakukan untuk mengukur ketercapaian kegiatan
pembimbingan terhadap peningkatan prestasi peserta didik, dan untuk
mengukur sampai sejauh mana tingkat pemanfaatan Portal Rumah Belajar
dalam meningkatkan hasil Belajarnya.
Senada dengan apa yang dijelaskan oleh Ngalim Poerwanto dalam
(caksyeh.blogspot.com 2013) bahwa Hasil belajar merupakan
kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung,
yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan,
pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik
dari sebelumnya. Hasil belajar merupakan salah satu indikator dari proses
belajar. Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh siswa
setelah mengalami aktivitas belajar.
Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu proses
pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa,
oleh karena itu dengan menggunakan portal Rumah Belajar dianggap
sebagai salah satu solusi untuk mencapai hal tersebut. Dari hasil analisis
peningkatan prestasi Peserta Didik telah didapatkan nilai rata-rata 93,61
dengan kategori amat baik.

37
Tabel 7 : 3
Kondisi Ketercapaian Hasil Ulangan Harian
Mata Pelajarn Fisika kelas 10 IPA 3
(KKM 75)

HASIL NILAI UH
NO NAMA SISWA
UH I Kriteria UH II
Kriteria
1 30
Adnan Ahmad Ramli TT 75 T
2 Ananda Dian Pratiwi S 80 T 80 T
3 Ade Maulida 60 TT 75 T
4 Akbar Jaya 60 TT 75 T
5 Ayunda Citra Amalia 80 T 80 T
6 Dinda Aulia Sari 60 TT 86 T
7 Firma Septiani Rudi 50 TT 86 T
8 Hartisa Yusfiana 70 TT 78 T
9 Ikram Maulana R 60 TT 78 T
10 Muh Fahrul Murphy 80 T 90 T
11 Muh Taufik Kemal 60 TT 76 T

12 Muh Yudi Izrami T


20 TT 80
Alfarezil
13 Muh. Filqadri T
60 TT 80
Faturrahman Haekal
14 Muh.Alief Hadan 60 TT 78 T
15 Muh.Safwan Nur Faiz 60 TT 78 T

16 Muhammad Raihan T
70 TT 80
Afif Subhan
17 Muthiara Syakila 70 TT 80 T
18 Mutia Ramadhani 40 TT 90 T
19 Nayla Fitria 50 TT 100 T

20 Nur Putri Rahmawati T


70 TT 100
Y.S
21 Nurul Asisah 70 TT 80 T
22 Nurul Hikma Fadilah 60 TT 86 T
23 Putri Anjellika Fahmil 70 TT 86 T
24 Rathu Pannaung 60 TT 78 T
25 Rezki Khadijah Hasir 60 TT 78 T
26 Refalina Dwi Zagita 30 TT 90 T
27 Sapriadi 50 TT 76 T
38
28 Shafira Azza Nabila 90 TT 80 T
29 Tiara 20 TT 80 T
30 Usnul Naila Idhar 70 TT 78 T
31 Vera Rupiana Putri 100 T 78 T

32 Zaenab Zalsabilah T
60 TT 80
Amrun
Nilai Rata-rata 60,31 82,00 T

Berdasarkan tabel pencapaian nilai pada ulangan harian II (Kedua)


mata pelajaran Fisika di atas telah terlihat bahwa prestasi belajar siswa
sangat meningkat dengan nilai rata-rata 82,00 jika dibandingkan dengan
ulangan harian I (Pertama) dengan nilai rata – rata hanya 60,31.
Pelaksanaan ulangan harian ini dilaksanakan setelah penerapan portal
Rumah Belajar di Kelas 10 IPA 3.

e. Refleksi
Refleksi dilakukan dengan menganalisis seluruh instrumen
observasi dan monitoring serta evaluasi yang telah diisi dan memeriksa
hasil kerja peserta. Berdasarkan hasil analisis kompetensi guru pada
siklus 1, diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 8 : 3
Keterlaksanaan Program Kegiatan RPK.
Siklus 1.

Rata-Rata
No. Jenis Instrumen
Awal Siklus 1
1 Keterlaksanaan Program Kegiatan - 95,45 %
2 Evaluasi Hasil Kegiatan - 96,88 %
3 Peningkatan prestasi siswa - 93,61 %
4 Student Wellbeing - 94,27 %
5 Peningkatan Kemampuan Guru 0,14% 92,81 %

Tabel di atas memperlihatkan tingkat keterlaksanaan Rencana


Proyek Kegiatan (RPK) Pembimbingan media portal Rumah Belajar
39
siklus 1. Semua istrumen berkategori amat baik dengan prosentase
prolehan > 90.
Analisis instrument keterlaksnaan Program Kegiatan 95,14 dengan
kategori amat baik, isian instrument yang dilaksanakan oleh mentor 1
pada hasil evaluasi kegiatan mencapai 96,88, , student wellbeing atau
tingkat kepuasaan siswa setelah menggunakan Portal Rumah Belajar
adalah 94,27, selanjutnya hasil observasi mentor 1 terhadap seluruh guru
atau peserta yang mengikuti pembimbingan terhadap peningkatan
kemampuan guru telah didapatkan hasil analisis rata-rata nilai adalah
92,81, yang sebelu mnya t ingkat kema mpuan dan pemanfaat an
Port al Rumah Bela jar hanya 0,14 % berdasarkan sur ve y
awal mela lui google for m. Sedangkan hasil analisis instrumen
peningkatan prestasi siswa mencapai 93,61.
Setelah dianalisis hasil kerja peserta secara spesifik, ternyata
masih ada 2 (dua) peserta yang belum mampu secara optimal dalam
memanfaatkan Portal Rumah Belajar dalam kegiatan pembelajaran. Hal
ini menjadi salah satu perlunya diadakan siklus 2 yang fokus
mendampingi peserta yang masih belum mampu memanfaatkan
media pembelajaran tersebut.

f. Tindak Lanjut
1. Melaporkan hasil evaluasi terkait tingkat partisipasi guru dan
siswa dalam menggunakan Portal Rumah Belajar pada rapat
koordinasi kegiatan pembelajaran jarak jauh.
2. Memberikan bimbingan tambahan kepada guru dan siswa yang
dianggap belum mahir dalam menggunakan portal rumah belajar
pada siklus 2 (dua)

40
Siklus 2
a. Persiapan
1). Berkonsultasi dengan kepala sekolah tentang perlunya mengadakan
siklus kedua pendampingan dalam pembuatan media portal Rumah
Belajar secara lebih intensif.
2). Menyusun perencanaan kegiatan yang meliputi nara sumber, bahan
dan materi kegiatan. Dalam hal ini, kegiatan yang akan dilakukan
adalah pendampingan/pembimbingan dan pemanfaatan tutor sebaya
bagi peserta yang sudah mampu menerapkan portal Rumah Belajar
dalam kegiatan pembelajaran dapat membimbing rekan sejawat.
3). Mensosialisasikan rencana kegiatan kepada semua guru yang menjadi
peserta pada siklus 1.
b. Pelaksanaan
1). Dalam pelaksanaan pendampingan pembimbingan portal Rumah
Belajar, penulis bertindak sebagai pendamping sedangkan peserta
yang sudah dianggap mahir dan mampu bertindak sebagai tutor
sebaya terhadap 2 (dua ) Peserta tersebut. Siklus 2 dilaksanakan
selama 2 hari, yakni senin – Selasa tanggal 16 – 17 November
20202.
2). Materi disampaikan dalam bentuk praktik secara langsung.

3). Metode partisipatif digunakan dalam membahas materi kegiatan


sehingga peserta secara langsung mempraktikkannya.
4). Kegiatan berorientasi pada proses sehingga output maupun
outcome dari pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan. Peran aktif peserta sangat diharapkan.
5). Pada akhir setiap kegiatan, panitia melakukan refleksi dan
evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
c. Monitoring dan Evaluasi

41
Peneliti melakukan Monitoring selama kegiatan RPK siklus ke 2
berlangsung dari awal hingga akhir kegiatan, selain itu melakukan evaluasi
tingkat kemampuan guru yang dibimbing oleh narasumber.
d. Hasil Kegiatan
Pada pembimbingan siklus ke 2 (dua) ini dilaksanakan selama 2
hari pada tanggal 16 – 17 November 2020 kepada peserta atas nama Riska
T., S.Pd. Nilai 87,50 dan Tommy Renyaan S.Pd. mendapatkan nilai 75.00
Dari hasil pembimbingan pada siklus 2 ini, keduanya memperlihatkan
progress yang meningkat pada tingkat kemampuan penggunaan portal
Rumah Belajar pada kegiatan pembelajaran.
Tabel 9 : 3
Pencapaian Hasil Pembimbingan Peserta Siklus 2
Ketercapaian
TOMMI R.
No Indikator Keberhasilan RISKA S.Pd.
S.Pd.
4 3 2 1 4 3 2 1
Peserta Sudah mengetahui secara
1 umum tentang manfaat Rumah √ √
Belajar
Peserta sudah mampu login
2 dalam kegiatan pembelajaran √ √
Kelas Maya
Peserta sudah mampu memilih
3 sekolah penyelenggara pada fitur √ √
kelas maya
Peserta sudah dapat
memanfaatkan fitur Sumber
4 √ √
belajar dalam kegiatan
pembelajaran
Peserta sudah dapat dapat
5 mengunduh bahan ajar yang telah √ √
tersedia dalam fitur
Peserta sudah dapat
memanfaatkan fitur Bank soal
6 √ √
sebagai bahan referensi
pembuatan soal.

42
Peserta sudah dapat dapat
menjadikan laboratorium maya
7 √ √
sebagai media pembelajaran
praktek
Peserta dapat memanfaatkan
8 modul digital sebagai sumber √ √
referensi kegiatan pembelajaran
Jumlah Skor 28 3 24 6
Total Skor Diperoleh 31 30
Hasil (Skor diperoleh : Skor
96,88 93,75
maksimal) x100)

Dari Tabel di atas menunjukkan bahwa kedua peserta yang


dibimbing pada siklus ke 2 (dua) menunjukka keberhasilan, indikator
instrument yang lemah dapat diperbaiki sehingga mencapai nilai di atas
91.
e. Refleksi
Refleksi dilakukan dengan menganalisis seluruh instrumen
observasi dan monitoring serta evaluasi yang telah diisi dan memeriksa
hasil kerja peserta. Berdasarkan hasil analisis kompetensi guru setelah
pelaksanaan siklus 2 diperoleh hasil sebagai berikut.

96
95.5
95
94.5
94
93.5 Siklus
93
92.5
92
91.5
91
Siklus 1 (92,81) Siklus 2 (95,63)

Gambar : Grafik Tingkat kemampuan guru setelah dilaksanakan


siklus 2

43
Berdasarkan grafik di atas, setelah pelaksanaan siklus ke 2
terhadap dua orang peserta yang belum mencapai nilai standar minimal,
maka didapatkan nilai rata rata 95,63 dan mendapatkan kategori amat
baik. Pada siklus 1 (pertama) sebelum pembimbingan 2 orang peserta
tersebut nilai yang didapatkan 92,81. Ini berarti telah mengalami
peningkatan sekitar 2.82 %.
6) Sumber Daya
Dalam Kegiatan Pelatihan ini penulis kategorikan ke dalam dua
bentuk Sumber daya yang dimikliki dalam rangka mendukung
kelancaran kegiatan, yaitu ; Sumber daya Manusia dan Sumber Daya
Non Manusia.
Sumber Daya Manusia
1. Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah factor pendukung yang banyak memberikan
dorongan moril dalam bentuk dukungan baik secara materi maupun non
materil. Demi terlaksanya kegiatan ini.
2. Narasumber
Objek penelitian yang kami angkat tidak dapat dipisahkan dengan
ketersediaan Sumber daya manusia yang kami miliki di sekolah,
Narasumber yang kami tunjuk adalah guru yang sudah menguasai judul
yang kami angkat. Guru tersebut adalah Sahabat Rumah Belajar level 3
tahun 2019, dan Sahabat Rumah Belajar level 4 tahun 2020. oleh karena
itu kegiatan ini kami anggap adalah kegiatan yang narasumbernya tidak
diragukan lagi kemampuannya.
3. Guru
Kegiatan ini bermaksud memberikan bimbingan secara langsung
kepada guru-guru untuk mampu memanfaatkan Portal Rumah Belajar di
dalam kegiatan Pembelajaran agar lebih variatif di masa Covid 19.
Sumber daya non manusia:
1. Lab. Komputer / Laptop
Sarana Yang kami miliki di Lab Komputer sangat memadai
44
2. Jaringan Internet
Jaringan internet di Lab Komputer memiliki Kapasitas 100 mbps
3. LCD Proyektor
LCD Proyektor terpasang secara permanen di Lab Komputer
4. Kertas HVS
Tersedia
5. Alat tulis
Tersedia

B. Peningkatan Kompetensi
1. Latar Belakang

Di jelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional


tahun 2007 tentang standar Kompetensi Kepala Sekolah berikut ini,
yakni:
a. Dimensi Kompetensi Kepribadian
1) Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan akhlak mulia,
menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah.
2) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
3) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai
kepala sekolah.
4) Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
5) Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan
sebagai kepala sekolah.
6) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

b. Dimensi Kompetensi Manajerial


1) Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan
perencanaan.
2) Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan.
3) Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya
manusia sekolah secara optimal.
45
4) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah menuju
organisasi pembelajar yang efektif.
5) Menciptakan budaya dan iklim sekolahyang kondusif dan
inovatif bagi pembelajaran peserta didik.

6) Mengelola guru dan staf dalamrangka pendayagunaan


sumber daya manusia secara optimal.
7) Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka
pendayagunaan secara optimal.
8) Mengelola hubungan sekolah dengan masyarakat dalam rangka
pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan
sekolah/madrasah.
9) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta
didik baru, penempatan, dan pengembangan kapasitas peserta
didik.
10) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
11) Mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan
yang akuntabel, tranparan, dan efisien.
12) Mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung
pencapaian tujuan sekolah.
13) Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung
kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah.
14) Mengelola informasi dalam mendukung penyusunan program
dan pengambilan keputusan.
15) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi
peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah.
16) Melakukan monitoring,evaluasi,dan pelaporan pelaksanaan
program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta
merencanakan tindak lanjutnya.

46
c. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan
1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai
organisasi pembelajar yang efektif.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin
sekolah.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala yang dihadapi sekolah.
5) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan
sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.
d. Dimensi Kompetensi Supervisi
1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka
peningkatan profesionalisme guru.
2) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
3) Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam
rangka peningkatan profesionalisme guru.
e. Dimensi Kompetensi Sosial
1) Bekerjasama dengan partner untuk kepentingan sekolah.
2) Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
3) Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.
Jenis kompetensi kepala sekolah memiliki lima unsur penting yang
harus diketahui dan dimiliki kepala sekolah sebagaimana yang telah
dijelaskan. Kompetensi kepala sekolah ini mencakup berbagai aspek sikap
seorang pemimpin dalam hal menjalankan tugas dan peran kepala
sekolah sebagai pendidik dan pengelola pendidikan. Dengan
kompetensi-kompetensi tersebut kepala sekolah dapat menjalankan
kegiatan di lingkungan sekolah sesuai dengan tujuan sekolah yang telah di
tetapkan pemerintah, sehingga mutu pendidikan sekolah tersebut
mengalami peningkatan tidak kemunduran.
47
Dari kelima Kompetensi tersebut telah dipilih 2 (dua) dalam Upaya
peningkatan kompetensi berbasis Analisis Kebutuhan Pengembangan
Keprofesian (AKPK) di sekolah lain (Sekolah magang 2 ). Penentuan
kompetensi yang akan ditingkatkan tersebut
menggunakan,.3..alternatif..yaitu:
1. Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang paling lemah (nilai paling
rendah)
2. Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang lemah
3. Kegiatan berdasarkan keunggulan sekolah magang tersebut

Tabel 10 : 3
PENCAPAIAN HASIL AKPK

No Kompetensi Skor
1. Kepribadian 95,83
2. Supervisi Akademik 66,67
3. Manajerial 75,00
4. Kewirausahaan 50,00
5. Sosial 95,00

Berdasarkan pencapaian hasil AKPK dalam di atas maka


Kompetensi Supervisi dan Kewirausahaan merupakan kompetensi yang
paling lemah dimiliki oleh calon kepala sekolah, oleh karena itu untuk
meningkatkan kompetensi Supervisi, maka calon kepala belajar tentang
supervisi dan Kompetesi Kewirausahaan di sekolah magang 2 yakni di
SMAN 12 Luwu Timur.
2. Langkah Kegiatan
Untuk mengetahui kegiatan yang dilaksanakan di SMAN 12 Luwu
Timur, calon kepala sekolah melakukan wawancara dengan Kepala
Sekolah, dan mengamati dokumen-dokumen supervise dan Dokumen
Kegiatan kewirausahaan yang dilaksanakan di SMAN 12 Luwu Timur
48
untuk dipelajari dan dijadikan bahan laporan hasil pembelajaran
Supervisi dan Kewirausahaan di sekolah magang 2
3. Hasil
Berdasarkan langkah kegiatan yang calon kepala sekolah kerjakan
di SMAN 12 Luwu Timur, kami paparkan sebagai berikut:
Pelaksanaan Supervisi Akademik
a. Rencana Pelaksanaan Supervisi Akademik
Kepala SMAN 12 Luwu Timur merencanakan pelaksanaan program
supervisi kepada guru di sebanyak dua kali dalam setahun untuk
setiap orang guru di sekolah. Adapun supervisi ini dilaksanakan
dengan menitikberatkan pada proses pembelajaran
b. Pendekatan Supervisi Akademik
Pendekatan supervisi akademik kepada guru yang dilaksanakan oleh
kepala Sekolah menggunakan dua cara yaitu pendekatan langsung
artinya sebagai kepala sekolah berhadapan atau berhubungan melalui
tatap muka di kelas pada waktu observasi kunjungan kelas, sedangkan
pendekatan tak langsung dengan menggunakan media komunikasi dan
diskusi kasus.
c. Teknik Supervisi Akademik
Tekhnik supervisi akademik yang akan digunakan dalam
melaksanakan interaksi atau hubungan timbal balik antara kepala
Sekolah dengan guru yang akan di supervisinya adalah teknik
supervisi individual.
d. Rencana Pelaksanaan Supervisi Akademik di SMAN 12 Luwu Timur
rencana pelaksanaannya disesuaikan dalam program akademik
dirancang berdasarkan jadwal pelajaran proses pembelajaran guru
tatap muka di kelas, mulai hari senin sampai dengan Jumat.
e. Kesepakatan dengan guru tentang pelaksanaan Supervisi Akademik
Kepala SMAN 12 Luwu Timur membuat kesepakatan dengan guru
yang akan dikunjungi untuk di supervisi akademik dalam
melaksanakan proses pembelajaran di kelas,
49
Hasil pengamatan yang dapat di pelajari :
1. Pelaksanaan supervisi akademik di SMAN 12 Luwu Timur secara
umum sudah sangat baik. Kepala sekolah cukup memahami
pengertian supervisi akademik, mampu menjalankan tugas dan
fungsinya sebagaimana mestinya, baik dilihat dari penerapan pola
supervisi, penetapan waktu pelaksanaan supervisi, maupun fokus
dari kegiatan supervisi itu sendiri. Pelaksanaan supervisi akademik
oleh Kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam
pengelolaan KBM, dapat mengubah kesadaran guru untuk
meningkatkan kemampuan profesionalnya. Kepala sekolah juga
telah mampu melibatkan guru-guru senior sebagai pendamping
dalam membantu kegiatan supervisi akademik;
2. Aspek-aspek yang menjadi sasaran supervisi akademik oleh Kepala
sekolah di SMAN 12 Luwu Timur dilaksanakan oleh Kepala
Sekolah dari berbagai aspek, yaitu aspek perencanaan pembelajaran
meliputi: program tahunan, program semester, silabus, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kalender pendidikan, jadwal
tatap muka, agenda harian, daftar nilai, kriteria ketuntasan
maksimal (KKM), dan absensi siswa. Aspek pelaksanaan PBM,
pengelolaan kelas mulai dari kegiatan membuka, kegiatan inti, dan
evaluasi pembelajaran. Sedangkan aspek tindak lanjut kegiatan
supervisi diarahkan pada upaya perbaikan mutu hasil pembelajaran.
Aspek yang paling dominan disupervisi atau yang menjadi prioritas
program supervisi akademik adalah aspek pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar;
3. Teknik yang dikembangkan oleh Kepala dalam melaksanakan
supervisi akademik di SMAN 12 Luwu Timur cukup bervariasi.
Teknik-teknik supervisi itu adalah teknik supervisi individual
(kunjungan kelas, observasi kelas, dan pertemuan individual), dan
teknik supervisi kelompok (pertemuan guru/rapat supervisi,
kepanitiaankepanitiaan atau tim pengembang kurikulum). Dilihat
50
dari pendekatannya, Kepala Sekolah dalam melakukan kegiatan
supervisi menerapkan tiga model pendekatan, yakni: menggunakan
pendekatan kedinasan, pendekatan sebagai mitra kerja, dan
pendekatan cara kekeluargaan;
4. Kendala Kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik
SMAN 12 Luwu Timur adalah terbatasnya waktu, hal tersebut
disebabkan tugas yang diemban Kepala Sekolah cukup banyak
bukan sekedar sebagai supervisor akademik. Jadwal kegiatan
supervisi ada kalanya sering terganggu oleh kegiatan atau tugas
lain, misalnya seperti rapatrapat dinas, ikut diklat/workshop, dan
kegiatan lainnya baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat
provinsi. Selanjutnya disebabkan jumlah guru sasaran supervisi
yang banyak; kadangkala jadwal kunjungan kelas bentrok dengan
kegiatannlain.
Pelaksanaan Kompetensi Kewirausahaan
Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.
a. Rencana Pelaksanaan
Kepala SMAN 12 Luwu Timur merencanakan pelaksanaan
program pengembangan inovasi yang ditikberatkan pada
peningkatan kompetensi guru dalam rangka menciptakan
suasana pembelajaran yang efektif yang ditengah covid 19.
b. Program Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Worksho Peningkatan
kompetensi TIK tenaga Pendidik dalam pembelajaran di
SMAN 12 Luwu Timur yang berlangsung dari tanggal 22 – 25
Oktober 2020.
c. Hasil
Berdasarkan langkah kegiatan yang calon kepala sekolah
kerjakan di SMAN 12 Luwu Timur, kami paparkan sebagai
berikut:

51
Hasil pengamatan yang dapat di pelajari :
1. Pelaksanaan kegiatan ini secara umum sudah sangat baik.
Kepala sekolah cukup memahami betapa pentingnya kegiatan
ini dalam rangka meningkatkan kompetensi guru demi
meningkatkan wawasan ilmu TIK tenaga pendidik di SMAN
12 Luwu Timur di masa pembelajaran Jarak jauh saat ini;
2. Pada Pelaksanaan kegiatan ini, guru-guru sangat merespon
positif dibuktikan dengan keikutsertaan semua guru atau
tenaga pendidik yang ada di SMAN 12 Luwu Timur,
menurutnya bahwa ini adalah sebuah ide pengembangan
inovasi pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh guru.
3. Kegiatan ini terlaksana selama 3 (tiga) hari tanpa kendala
apapun karena didukung oleh narasumber yang
berpengalaman dari SMA YPS Sorowako sebagai sekolah
mitra. Serta antusiasme peserta yang sangat tinggi, sehingga
melahirkan produk-prodek media pembelajaran yang akan
digunakan untuk pembelajaran jarak jauh demi meningkatkan
prestasi peserta didik. (Dokumen kegiatan terlampir)
Berdasarkan data yang kami peroleh di sekolah magang 2
menunjukkan bahwa Kepala SMA Negeri 12 Luwu Timur memiliki
motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsi sebagai pemimpin di sekolah, memperoleh persentase rata-rata
sebesar 98,68% yang berada pada kategori sangat baik. Hal ini disebabkan
mungkin karena kepala sekolah menyukai pekerjaannya dan bertanggung
jawab dalam menjal
ankan tugas dan fungsi sebagai pemimpin sekolah meskipun ada
beberapa jawaban dari responden yang berkategori cukup.
Hal tersebut menunjukkan masih adanya kepala sekolah yang perlu
memupuk lagi motivasi yang kuat di dalam dirinya. Sebagaimana pendapat
Reni Oktavia (2014: 602) dalam Wahyu Mutiarani (2015) bahwa kepala
sekolah yang memiliki motivasi kuat dalam menjalankan tugas pokok dan
52
fungsinya sebagai pemimpin sekolah akan mudah mengukir prestasi dalam
melaksanakan tugasnya serta akan membawa dampak positif bagi
perkembangan sekolah. Hal demikian juga akan menjadi motivasi bagi
pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam bekerja. Karena pada dasarnya
kepala sekolah sebagai motivator bagi warga sekolah dapat dicapai melalui
kerja keras, keinginan untuk sukses, dan motivasi kerja yang tinggi.

53
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan pelaksanaan R T L on the
job Training (OJT) yang penulis laksanakan, maka dari kegiatan
tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan dapat menumbuh
kembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada
dimensi kepribadian, manajerial supervise dan sosial sebagai
calon kepala sekolah
2. Dengan terlaksananya kegiatan Rencana Proyek
Kepemimpinan, dapat meningkatkan kemampuan kami untuk
melaksanakan penyusunan RTL sebagai calon Kepala Sekolah
3. Kegiatan Pembimbingan Aplikasi Portal Rumah Belajar
melalui Rencana Proyek kepemimpinan dapat
meningkatkan kompetensi kepemimpinan calon kepala
sekolah dan kemampuan guru dalam penerapan portal Rumah
Belajar dalam kegiatan Pembelajaran. Dari hasil analisis
kemampuan guru siklus pertama mencapai 92,81 dan siklus
kedua meningkat menjadi 95,63. telah terjadi peningkatan
sebesar 2,82 %.
4. Peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK dapat
meningkatkan kompetensi supervise akademik dan supervisi
kewirausahaan calon kepala sekolah.
5. Pelaksanaan Pembimbingan Portal Rumah Belajar dapat
meningkatkan prestasi peserta Didik

54
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan hasil kajian dan pelaksanaan
Rencana Tindak Lanjut (RTL) on the job Training (OJT), maka
penulis dapat mengemukakan saran-saran sebagai berikut:
1. Kepada Calon Kepala Sekolah terus mengembangkan
pengetahuan, sikap dan keterampilannya terkait dimensi-
dimensi yang harus dimiliki sebagai kepala sekolah
2. Sebagai Calon Kepala Sekolah, hendaknya memiliki
kemampuan dalam proses penyusunan Laporan Tindak Lanjut
dengan menggunakan referensi dan melibatkan berbagai pihak
demi kesempurnaan laporan
3. Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi
guru kedepannya terus ditingkatkan agar dapat membantu
guru-guru memecahakan persoalan-persoalan yang dihadapi
sehari-hari sesuai dengan tupoksinya sebagai guru profesional.
4. Kepada Kepala Sekolah magang 2 agar dapat bekerja sama
dengan calon kepala sekolah dalam program pengelolaan
pendidikan di sekolah sebagai upaya peningkatan kompetensi
kewirarausahaan dan kompetensi supervisi akademik sebagai
aspek terlemah dalam AKPK.
5. Untuk menciptaka proses pembelajaran yang kreatif dan
menyenangkan, maka perlu pelatihan atau pembimbingan
aplikasi pembelajaran yang dapat diguakan dalam kegiatan
belajar mengajar baik secara daring maupun luring dalam
rangka meningkatkan prestasi peserta didik

55
DAFTAR PUSTAKA

Amalia, Anna ,2020 penerapan e-learning dengan memanfaatkan portal


rumah belajar kemendikbud pada pelajaran pendidikan
agama islam (jurusan pendidikan agama islam fakultas ilmu
tarbiyah dan keguruan universitas islam negeri syarif
hidayatullah jakarta )
Anwar, Muhammad Drs. 2017 Laporan penyusunan OJL. Program
penguatan Calon Kepala Sekolah Dinas Pendidikan Prov.
Sulwesi Selatan
Mutiarani, wahyu. 2015, Komepetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah.
https://core.ac.uk/download/pdf/33536429.pdf diakses (tanggal
20 November 2020, pukul 06..35)
Merici, Anggela .2014 Jurnal Metode Tutor Sebaya google
https://media.neliti.com/media/publications/91084-ID-none.pdf.
diakses (Tanggal 23 November 2020 Pukul 23.10)
Nurhayati, Ai Sri dkk. Pedoman Pemanfaatan Portal rumah belajar
“Strategi Pembelajaran Berbasis Tik Memanfaatkan
Rumah belajar”, Produksi Pusat Teknologi Informasi
Dan komunikasi Pendidikan Dan Kebudayaan Kemen terian
Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud)
https://docplayer.info/90939110-Pedoman-pemanfaatan-portal-
rumah-belajar.html diakses (tanggal 20 November 2020 pukul
07.00)
Santika, P.A. 2016. Kompetensi yang Harus Dimiliki Kepala Sekolah.
potmatik.blogspot.com/2020 Diakses pada (tanggal 17
November 2020 pukul 23.00.)
Suyanto, Ph.d.Prof. dkk. 2013, Menjadi Guru Profesional, Strategi
meningkatkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era global.
Penerbit ; esensi, Jakarta

56
Torang, Syamsir Dr. 2009. Metode Penelitian Organisasi Penerbit
Kretakupa Print. Makassar
Utomo, Dr. M.Pd. dkk (2020), Bahan Bacaan Diklat Calon kepala
Sekolah. Penerbit Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan
Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI
_________Standar Kompetensi Kepala Sekolah, Diakses melalui laman

goggle.https://dikdasmenpcmgarutkota.wordpress.com/
(Tanggal 19 November 2020. Pukul 15.05)
_________Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6
Tahun 2018 tentang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon
Kepala Sekolah. http://lppks.kemdikbud.go.id/ Diakses melalui
laman googgle. (Tanggal 19 November 2020. Pukul 15.15)
________ Sejarah Singkat SMAN 1 Luwu Timur. Diakses melalui laman
googgle. www.sman1luwutimur.sch.id/ (Tanggal 10 November
2020. Pukul 19.15)
_---------- Metode Belajar http://caksyeh.blogspot.com/2013/12/ html
diakses (tanggal 20 November 2020 pukul 13.05)

57
LAMPIRAN-LAMPIRAN

58
MATRIKS RPK

59
Tugas 09-IST 1 Mengisi Matrik Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK)

Nama Calon Kepala Sekolah : AMMAS M., S.Pd., M.SI


Unit Kerja : SMAN 1 LUWU TIMUR

Pengisian Matrik RPK berkaitan dengan Masalah Utama dan gagasan inovasi yang dipilih (Tugas 04-OJT 1) yang telah dikerjakan
sebelumnya.
Masalah yang dipilih : Rendahnya Kemampuan guru dalam penggunaan multi aplikasi pembelajaran Daring masa
covid 19 di SMAN 1 Luwu Timur
Pemecahan Masalah : Melaksanakan Pembimbingan aplikasi pembelajaran yang Variatif Daring melalui
pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu Timur tahun 2020.
Judul RPK : Peningkatan Kemampuan guru Menggunakan multi aplikasi pembelajaran yang Variatif
Daring melalui
pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu Timur tahun 2020.

Program Metode Pencapaian


No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
1 1. Meningkatan Meningkatnya Meningkatan A. Persiapan Sumber daya Pengisan 1. Pros
Kemampuan kemampuan: Kemampuan 1. Sosialisasi kepada manusia: angket/Kusion es belajar
guru - 10 orang Guru guru warga sekolah 4. Kepala er, mengajar
Menggunakan Menggunakan Menggunakan 2. Menyusun kepanitiaan Sekolah Pengumpulan yang lebih
multi aplikasi aplikasi multi aplikasi 3. Menentukan 5. Narasumber data kreatif,
pembelajaran pembelajaran yang pembelajaran narasumber 6. Guru 2. sisw
yang variatif lebih kreatif dalam yang fariatif 4. Berkoordinasi dengan 7. Sumber daya a akan

60
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
Daring melalui pembelajaran Jarak Daring melalui Kepala Sekolah non manusia: merasa
pembimbingan jauh Dengan pembimbingan 5. Menentukan waktu 6. Lab. lebih
Portal Rumah pencapaian kategori Portal Rumah pelaksanaan Komputer nyaman
belajar nilai 91 belajar di SMA 6. Menentukan jumlah 7. Laptop dan tidak
- Siswa ( 1 kelas ) Negeri 1 Luwu peserta dan 8. LCD dan mearasa
Siswa mendapatkan Timur menentukan layar bosan.
materi pembelajaran narasumber 9. Printer 3. Sisw
yang lebih bervaiasi 7. Menentukan biaya 10. Kertas a dan guru
dari portal Rumah 8. Membuat program HVS lebih
Belajar dengan RPK dan panduan 11. Alat interaktif
ketercapaian nilai 91 Pembimbingan tulis dalam
proses
B. Pelaksanaan pembelaja
1. Melaksanakan ran.
regritrasi 4. Sum
2. Melaksanakan ber belajar
Pembukaan kegiatan siswa
Pembimbingan lebih
3. Penyampaian materi berfariasi
Portal Rumah Belajar
oleh narasumber
4. Pengenalan fitur –
fitur Portal melalui

61
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
LCD proyektor
5. Melaksanakan
pembimbingan secara
langung oleh
Narasumber ke
Peserta
6. Melaksanakan
simulasi untuk
mengetahui teknik
penggunaan
7. Melakukan
pendampingan guru
dalam
mempraktekkan
portal rumah belajar
8. Mereview
pelaksanaan simulasi
penerapan portal
9. Melakukan perbaikan

C. Monitoring dan
Evaluasi
1. Menyusun program

62
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
monitoring dan
evaluasi
2. Menyiapkan
instrumen monitoring
dan evaluasi
3. Melaksanakan
monitoring dan
evaluasi
4. Menganalisis data
hasil monitoring dan
evaluasi
5. Menyusun laporan
monitoring dan
evaluasi
D. Refleksi
1. Mencermati laporan
hasil monitoring dan
evaluasi
2. Menentukan tindak
lanjut hasil
monitoring dan
evaluasi
3. Menyusun rencana

63
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
tindak selanjutnya
Tindak Lanjut
3. Melaporkan hasil
evaluasi terkait
tingkat partisipasi
guru dan siswa dalam
menggunakan Portal
Rumah Belajar pada
rapat koordinasi
kegiatan
pembelajaran jarak
jauh.
4. Memberikan
bimbingan tambahan
kepada guru dan siswa
yang masih belum
mahir dalam
menggunakan fitur-
fitur dalam portal
rumah belajar.
2 Meningkatkan

64
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
kompetensi Calon AKPK
Kepala Sekolah Kewirausahaan
1. Meningkatnya
kompetensi calon
kepala sekolah dalam
melakukan program
inovatif
2. Meningkatnya
kompetensi Calon
kepsek membuat
alternatif pemecahan
masalah yang relevan
dan tepat

Kompetensi Supervisi
1. Meningkatnya
kompetensi calon
Kepala Sekolah dalam
mengkaji masalah
yang terkait supervise
akademik

65
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing

Meningkatkan 1. Prestasi siswa


Kepuasan dan meningkat setelah
Prestasi Peserta mendapat sumber
didik belajar yang lebih
variatif dengan
prosentase 90%
3 2. Tingkat kepuasasan 1
kelas peserta didik
dalam mengikuti
pembelajaran daring
melalui portal rumah
belajar mencapai
minimal 90% senang.

Luwu Timur, Oktober 2020


Calon Kepala Sekolah

66
Jurnal Harian Pelaksanaan RPK dan PK

67
Nama Peserta : AMMAS M., S.Pd., M.Si
Instansi : SMAN 1 LUWU TIMUR

Jurnal Harian Pelaksanaan RPK dan PK

Jurnal harian pelaksanaan RPK dan PK diisi oleh peserta sebagai catatan
kegiatan harian yang dilakukan dalam rangka menyelesaikan tugas RPK dan PK.
Rekaman catatan dilakukan secara terus-menerus setiap hari pada masa
pelaksanaan diklat tahap OJT 2.

No. Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan


a b c d
1. Selasa, 27 Sosialisasi dan koordinasi Notulen / daftar hadir rapat,
Oktober 2020 Rapat persiapan bersama Dokumentasi kegiatan
warga sekolah yang akan
terlibat dalam pelaksanaan Daftar nama peserta
RPK dan PK

Membentuk Kepanitiaan SK Panitia


2. Rabu, 28 Pembentukan panitia dan Dokumentasi
Oktober 2020 Koordinasi dengan
Narasumber dalam rangka
persiapan Kegiatan RPK.
3. Kamis. 29 Menyusun buku panduan Dokumen Panduan Kegiatan IHT
Oktober 2020 kegiatan IHT dan Jadwal
pelaksanaan

Berkoordinasi dengan mentor


2 terkait kesiapan untuk di Dokumentasi Kunjungan
wawancarai

4. Jumat 30 Melanjutkan Pembuatan Dokumen panduan Kegiatan IHT


Oktober 2020 Panduan Kegiatan
5. Sabtu, 31 Pelaksanaan Pembimbingan
Oktober 2020 Ke-2 oleh Narasumber
6. Minggu. Membuat instrument Instrumen
1/11/2020 persiapan RPK
Membuat Undangan kegiatan Undangan
7 Senin/ 2 Nov Menyebarkan undangan Undangan Kegiatan
2020 Kegiatan RPK dan Foto / Dokumentasi kunjungan ke

68
Melakukan kunjungan ke sekolah magang 2
sekolah Magang 2
8 Selasa /3 Nov Persiapan pelaksanaan PK di Instrumen wawancara
2020 Sekolah Magang 2
9 Rabu/4 Nov Melaksanakan RPK di Dokumentasi kegiatan
2020 Sekolah Magang 1(sekolah
sendiri)
10 Kamis / 5 Nov Melanjutkan RPK di Sekolah Dokumentasi kegiatan
2020 Magang 1 (Sekolah sendiri)
11 Jumat / 6 Nov Pelaksanaan PK di Sekolah Dokumentasi pelaksanaan PK
2020 Magang 2
12 Sabtu / 7 Nov Penyusunan tugas monev Tugas Monev RPK / PK
2020 kegiatan RPK dan PK
13 Minggu/8 Nov Mengikuti kegiatan
2020 pembimbingan ke 4 oleh
narasumber
14 Senin / 9 Nov Melaksanakan tindak lanjut Dokumentasi kegiatan
2020 kepada 3 orang guru yang
belum mampu
mengaplikasikan kegiatan
Rumah belajar
15 Selasa / 10 Melaksanakan Kunjungan Dokumetasi pertemuan dengan kepala
Nov 2020 Lanjutan untuk melaksanakan sekolah dan ketua tim pengembang
studi dokumen di sekolah kurikulum
magang2
16 Rabu / 11 Nov Mengikuti pembimbingan
2020 melalui ZOOM
17 Kamis /12 Menganalisis hasil RPK PK Instrumen Penelitian
Nov 2020 yang dilaksaakan pada Pekan
lalu tgl 3 – 4 Nov 2020
18 Jumat / 13 Mengadakan pertemuan Dokumetasi Pertemuan
Nov 2020 dengan Peserta untuk
merefleksi hasil RPK dan
mempersiapkan pelaksanaan
sikulus 2
19 Sabtu / 14 Nov Mengikuti pembimbingan on
2020 line dan chating melalui LMS
Melaksanaka analisis
instrument RPK dan PK
Laporan Kegiatan
20 Minggu / 15 Melanjutkan analisis Laporan Kegiatan
Nov 2020 instrumenRPK
21 Senin / 16 Nov Melaksanakan kegiatan siklus Laporan Kegiatan

69
2020 2 untuk 2 orang peserta
22 Selasa / 17 Melanjutkan kegiatan siklus 2 Laporan Kegiatan
Nov 2020 untuk 2 orang peserta
23 Rabu / 18 Nov Melanjutkan analisis Laporan Kegiatan
2020 instrument RPK
24 Kamis / 19 Melaksanakan penyusunan Laporan Kegiatan
Nov 2020 laporan
25 Jumat / 20 Melanjutkan Penyusunan Laporan Kegiatan
Nov 2020 Laporan
26 Sabtu / 21 Nov Melanjutkan Penyusunan Laporan Kegiatan
2020 Laporan
27 Minggu /22 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan dan Video Unjuk
Nov 2020 laporan dan editing video Kerja
28 Senin / 23 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan dan Video Unjuk
2020 laporan dan editing video Kerja
29 Selasa / 24 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan dan Video Unjuk
Nov 2020 laporan dan editing video Kerja
30 Rabu / 25 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
31 Kamis / 26 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
Nov 2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
32 Jumat/27 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
33 Sabtu / 28 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
34 Minggu / 29 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
Nov 2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
35 Senin / 30 Nov Melanjutkan proses editing Video
2020 video
36 Selasa / 1 Des Melanjutkan proses editing Video
2020 video
37 Rabu / 2 Des Melanjutkan proses editing Video
2020 video
38 Kamis / 3 Melanjutkan proses editing Video
Des 2020 video
39 Jumat/ 4 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses editing
video

70
40 Sabtu / 5 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses editing
video
41 Minggu/ 6 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses editing
video
42 Senin / 7 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses editing
video
Mengikuti Pembibingan
melalui zoom meeting
43 Selasa / 8 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses editing
video
44 Rabu / 9 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
2020 RTL PK
45 Kamis / 10 Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
Des 2020 RTL PK
46 Jumat / 11 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
2020 RTL PK
47 Sabtu / 12 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
2020 RTL PK
48 Minggu / 13 Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
Des 2020 RTL PK
49 Senin /14 Des Melanjutkan Pembuatan Power Point
2020 Power Point
50 Selasa / 15 Melanjutkan Pembuatan Power Point
Des 2020 Power Point
51 Rabu / 16 Des Finalisasi Laporan dan Video Laporan RTL dan Video
2020
52 Kamis / 17 Mengunggah Video ke Video
Des 2020 Youtube Chanel dan
Penggandaan Laporan

Petunjuk Pengisian Jurnal Harian Pelaksanaan RPK dan PK:


1. Kolom “a” diisi nomor urut;
2. Kolom “b” diisi hari dan tanggal kegiatan harian yang dilakukan dalam
pelaksanaan RPK dan PK.
3. Kolom “c” diisi kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan RPK dan PK
4. Kolom “d” diisi dengan nama dokumen/bukti pendukung yang dilakukan pada
kolom “c”.

71
Rubrik Penilaian Jurnal Harian Pelaksanaan RPK:
Nilai Indikator
Seluruh indikator 1. Mengisi hari/tanggal secara jelas pada kegiatan-
91 - 100
terpenuhi kegiatan pelaksanaan RPK dan PK
Minimal tiga 2. Mendeskripsikan secara jelas kegiatan-kegiatan
81 – 90,99
indikator terpenuhi yang dilakukan sesuai dengan hari/tanggal
Minimal dua pelaksanaan
71 – 80,99 3. Jurnal harian diisi secara kontinyu selama kegiatan
indikator terpenuhi
Hanya Satu OJT 2 yang menggambarkan keseluruhan tahapan
indikator terpenuhi pelaksanaan RPK dan PK mulai dari persiapan,
< 70,99 pelaksanaan, monev, refleksi, dan tindak lanjut
4. Terdapat dokumen/bukti pendukung pelaksanaan
kegiatan pada kolom “c”

72
REKAP HASIL MONEV

73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
INSTRUMEN MONEV RPK

120
121
122
BUKTI – BUKTI KEGIATAN RPK

123
124
125
126
127
128
129
130
131
A. KEGIATAN RENCANA PROYEK KEPEMIMPINAN (RPK)

132
DOKUMENTASI PERSIAPAN KEGIATAN RPK

Koordinasi Dengan Kepala Sekolah

Koordinasi Dengan Narasumber

Penyusunan Panduan Rapat Persiapan

133
DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK

Kegiatan Pembukaan

Pemaparan Materi

Pembimbingan Langsung ke Peserta (guru)


DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK

134
Kegiatan Pembimbingan dan Proses Pembuatan Vidio Ajar

Pembimbingan Tutor Sebaya

Proses menguploud Vidio Ajar Ke server local

135
DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK

Pembimbingan / Pengenalan Fitur dan Cara Login ke Kelas maya


Ke Siswa

Pengisian Instrumen

136
DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK

Pengisian Instrumen

137
RAPAT SOSIALISASI HASIL MONEV
KEGIATAN RPK

Pemaparan hasil Kegiatan RPK

138
PEMBIMBINGAN SIKLUS KE 2

139
MATRIKS PELAKSANAN PK

140
141
INSTRUMEN MONEV PK YANG SUDAH TERISI

142
143
144
145
BUKTI – BUKTI KEGIATAN PK

146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
SK PANITIA RPK

174
175
176
177
PANDUAN PELAKSANAAN RPK

178
PANDUAN KEGIATAN On-The Job Training (OJT)
In-House Training
Peningkatan Kemampuan guru Menggunakan Multi
Aplikasi Pembelajaran Yang Variatif Daring Melalui
Pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu
Timur Tahun 2020.

Oleh :
AMMAS M., S.Pd., M.Si.
NIP 19740511200312 1 003

DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN 2020

179
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang
B Dasar Hukum
C Tujuan
D Sasaran
E Persyaratan Peserta
BAB II PELAKSANAAN
A Penanggung Jawab
B Narasumber/Fasilitator
C Peserta Kegiatan
D Kepanitiaan
E Waktu dan Tempat
F Langkah-langkah Kegiatan
G Struktur Program/Materi Kegiatan
H Jadwal Pelaksanaan
I Pembiayaan
J Monitoring dan Evaluasi
BAB III PENUTUP

180
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam rangka mewujudkan Kepala Sekolah yang memenuhi persyaratan sebagaimana


tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 13 tahun 2007 Dan
Permendiknas 28 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah ,
maka setiap Calon Kepala Sekolah harus menempuh Pendidikan dan Pelatihan Calon
Kepala Sekolah (PPCKS).
Salah satu kegiatan dalam PPCKS adalah On The Job Training (OJT) yang
dilaksanakan dua tahap yakni OJT 1 dan OJT 2. Untuk On-The Job Training 1
adalah tahap pertama Diklat Calon Kepala Sekolah yang dilaksanakan dalam
durasi 20 (dua puluh) jam pelajaran @ 45 menit bertempat di sekolah masing-
masing. Peserta melaksanakan aktivitas mendalami materi kepemimpinan
pembelajaran, manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi, melakukan
identifikasi permasalahan pembelajaran, dan menyusun ide/gagasan inovasi
pemecahan masalah dan melakukan Analisis Kebutuhan Pengembangan
Keprofesian didampingi langsung oleh kepala sekolahnya sebagai Mentor 1, dan
secara periodik oleh Pengajar Diklat. Sedangkan On-The Job Training 2 adalah
pembelajaran di lapangan dalam situasi pekerjaan yang nyata. Dilakukan di 2 (dua)
sekolah, yakni di sekolah asal dan di sekolah lain (sekolah magang). Pelaksanaan
di sekolah asal setara dengan 130 JP untuk melaksanakan Rencana Projek
Kepemimpinan (RPK) dan di sekolah lain setara dengan 40 JP untuk
melaksanakan Peningkatan Kompetensi dan 30 JP dialokasikan untuk menyusun
laporan RTL
Kemudian dari pada itu, diketahui bahwa kemampuan guru di SMA Negeri 1 Luwu
Timur masih lemah dalam penmggunaan aplikasi variatif dalam pembelajaran Daring
di masa pandemic covid 2019, maka kegiatan RPK ini diberi judul “Peningkatan
Kemampuan guru Menggunakan Multi Aplikasi Pembelajaran Yang Variatif Daring
Melalui Pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu Timur Tahun 2020”
Dalam kegiatan pembimbingan ini guru akan belajar penggunakan aplikasi portal
rumah belajar dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran bersama dengan siswa

181
melalui pembelajaran jarak jauh. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam dua siklus,
yaitu pada siklus pertama diberikan materi pembimbingan kepada 7 orang guru dan
siswa dan siklus ke 2 merupakan pengembangan dari siklus pertama.
B. Dasar Hukum

Dasar hukum kegiatan Pembimbingan portal Rumah belajar ini adalah :


1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional
2) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
3) Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
4) Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2000
5) Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 tentang pendidikan dan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil
6) Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
7) Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru
8) Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan.
9) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah.
10) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 tahun 2010 tentang
Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah
11) Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Tentang Tujuan Diklat Calon Kepala
Sekolah

C. Tujuan

Kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) ini memiliki tujuan sebagai


berikut :
1) Untuk meningkatkan kompetensi Kepemimpinan (kompetensi kepribadian,
sosial, manajerial, dan kewirausahaan) Calon Kepala Sekolah

182
2) Untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam menciptakan pembelajaran
yang variatif dengan menggunakan aplikasi rumah belajar

Adapun indikator keberhasilan yang diharapkan adalah sebagai berikut :


1) Calon Kepala Sekolah, memiliki kemampuan dalam mengawal terlaksananya
kegiatan pembelajaran secara baik dengan menunjukkan penerapan nilai
kepemimpinan spiritual, kepemimpinan pembelajaran, dan kepemimpinan
kewirausahaan dalam setiap tindakan yang dilakukan.
2) Guru memiliki kemampuan untuk Menggunakan aplikasi pembelajaran yang
lebih kreatif dan variatif dalam pembelajaran Jarak jauh dengan menggunakan
portal rumah belajar

D. Sasaran

Sasaran pada kegiatan RpK ini adalah semua 7 orang guru berserta siswa
sebanyak 1 kelas . (Daftar nama peserta terlampir)
E. Persyaratan Peserta

Selama kegiatan pembimbingan tatap muka berlangsung tetap memperhatikan


protocol kesehatan dengan menggunakan masker dan menyiapkan tempat cuci
tangan di depan Laboratorium computer.

BAB II
PELAKSANAAN

183
A. Narasumber / Fasilitator

Pada kegiatan Pembimbingan Peningkatan Kemampuan Guru dalam


penggunanaan aplikasi Portal Rumah Belajar ini memberdayakan
narasumber/fasilitator, yaitu, Rita Asminarseh, S.Pd. (SMAN 1 Luwu Timur )
dan Indra Wulan Hamzah S.Pd.,M.Pd. (SMAN 11 Luwu Timur)
B. Peserta Kegiatan

Peserta terdiri dari 7 orang guru dan 1 kelas perwakilan dari siswa
C. Kepanitiaan

Susunan kepanitiaan kegiatan ini terdiri dari :


Penanggung jawab : Kepala Sekolah
Penanggung jawab Program : Ammas M., S.Pd. M.Si.
Ketua : Rita Asminarseh, S.Pd.
Sekretaris : Rahmawati, S.Pd.
Bendahara : Jendria Trivena S.Pd.
Anggota : Halima, S.Pd.
Hamka, S.Pd.
D. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Pembimbingan ini sepenuhnya dilaksanakan di SMA Negeri 1


Luwu Timur pada bulan November 2020 Pekan ke-I, Rabu – Kamis 4 – 5
November 2020 untuk siklus pertama dan 6 November 2020, untuk siklus
kedua. Dengan Jadwal Sebagai Berikut :
JADWAL :
NO WAKTU MATERI NARASUMBER
Siklus 1
Rabu 08.00 – 08.30 Pembukaan Kepala Sekolah
4/11/20 08.30 – 09.00 Pemaparan Panduan Ammas M., S.Pd., M.Si.
Pelaksanaan Kegiatan Indra Wulan Hamzah,
09.00 – 10.30 Sosialisasi / Pengenalan S.Pd. M.Pd.
Aplikasi Portal Rumah Belajar
Langkah-langkah Rita Asminarseh, S.Pd
10.30 – 12.00 pemanfaatan Fitur Rumah

184
Belajar

Kamis 08.00 – 12.00 Simulasi Penerapan aplikasi Rita Asminarseh, S.Pd


5/11/20 Portal Rumah Belajar dalam
kegiatan pembelajaran
12.00 – 12.30 Istirahat
12.30 – 15.00 Simulasi Penerapan aplikasi
Portal Rumah Belajar dalam Rita Asminarseh, S.Pd.
kegiatan pembelajaran
Penutup
Kepala Sekolah
15.00 – 15.30

Siklus 2)*
Jumat, 08.00 – 12.00 Simulasi Penerapan aplikasi Rita Asminarseh, S.Pd
6/11/2020 Portal Rumah Belajar dalam
kegiatan pembelajaran
Istirahat
12.00 – 12.30 Simulasi Penerapan aplikasi
12.30 – 15.00 Portal Rumah Belajar dalam Rita Asminarseh, S.Pd.
kegiatan pembelajaran

)* jika masi ada peserta yang memerlukan bimbingan lebih lanjut

E. Langkah-langkah Kegiatan

Siklus Pertama :

Persiapan Pelaksanaan Refleksi

Siklus Kedua : Monev

F. Persiapan Pelaksanaan
Struktur Program/Materi Kegiatan Refleksi

Monev
185
Program kegiatan Pembimbingan ini adalah upaya peningkatan kompetensi guru
dalam menggunakan media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengan
menggunakan aplikasi portal rumah belajar di SMA Negeri 1 Luwu Timur .yang di
awali dengan eksplorasi dan dilanjutkan dengan pemberian materi, bersama dengan
guru dan siswa di sekolah.
G. Pembiayaan

Seluruh pembiayaan pada kegiatan ini ditanggung oleh Dana BOS sebagai bentuk
kepedulian untuk kemajuan pendidikan di SMA Negeri 1 Luwu Timur. Adapun
perkiraan biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
No. Komponen Pembiayaan Volume Jumlah
1. Konsumsi Rapat dan Persiapan kegiatan 7 orang 175.000
2. Alat Tulis 1 Paket 125.000
3. Konsumsi Selama Kegiatan Siklus 1 37 orang 370.000
4. Konsumsi selama Kegiatan Siklus 2 37 orang 370.000
5. Foto copy 1 Paket 150.000
Honorarium Penyusunan Proposal, Laporan
6. 1 Paket 400.000
dan Honorarium Narasumber
Jumlah Total Kebutuhan 1.590.000

H. Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan Pembimbingan peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan


media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengn menggunakan
aplikasi portal rumah belajar di SMA Negeri 1 Luwu Timur akan dilakukan
monev oleh dua pihak, yaitu :
1) Calon Kepala Sekolah melakukan monev terhadap peserta kegiatan
Pembimbingan.
2) Kepala Sekolah dan/atau Pengawas Sekolah melakukan monev terhadap
Calon Kepala Sekolah dan peserta.
3) Peserta kegiatan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan dedikasi Calon
Kepala Sekolah.

186
BAB III
PENUTUP

187
Dengan segala kemampuan dan keterbatasan yang ada, kita berharap bahwa kegiatan
Pembimbingan yang menekankan pada peningkatan kompetensi guru dalam
menggunakan media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengn
menggunakan aplikasi portal rumah belajar di SMA Negeri 1 Luwu Timur, dapat
berhasil dengan baik. Al hasil, kita merencanakan seteliti mungkin dan melaksanakan
sebaik mungkin, keberhasilan mutlak ada pada Allah Yang Maha Kuasa. Oleh karena
itu, dengan didorong oleh keinginan yang luhur, kita senantiasa memohon semoga
Allah SWT selalu memberikan petunjuk jalan yang lurus.
Demikianlah panduan Pembimbingan peningkatan kompetensi guru dalam
menggunakan media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengn
menggunakan aplikasi portal rumah belajar di SMA Negeri 1 Luwu Timur, disusun
sebagai acuan bagi semua pihak. Semoga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan
bangsa dan negara.

Mengetahui : Malili, 27 Oktober 2020


Kepala Sekolah Calon Kepala Sekolah

DRS. MUH. SALEH, M.M. AMMAS M., S.Pd., M.Si.


NIP : 19630206 198703 1021 NIP : 19740511 200312 1 003

188
MATERI KEGIATAN RPK

189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205